Latihan Bahu untuk Mengatasi Lengan Atas yang Menonjol: Rutinitas Rumahan dan Pengalaman Hina

Buka di YouTube ↗
Ringkasan

Dalam video ini, Hina (HINA CHANNEL) membagikan rutinitas latihan bahu yang bisa dilakukan di rumah. Ia juga menceritakan mengapa ia mulai melatih bahu. Menurutnya, lengan atas yang terlihat menonjol tidak cukup diatasi dengan melatih lengan saja. Bahu juga perlu dilatih agar garis tubuh dari bahu sampai lengan tampak lebih indah. Rutinitasnya terdiri dari pelepasan ketegangan bahu, tiga gerakan penguatan bahu, satu gerakan penting untuk postur, dan peregangan punggung sebagai penutup.

6 menit baca
0:17

Langkah Pertama: Melemaskan Bahu

Hina memulai dengan merilekskan otot bahu. Menurutnya, ketegangan perlu dilepaskan lebih dulu agar latihan benar-benar mengenai otot sasaran. Dengan begitu, otot bisa digunakan dengan benar dan berkembang dengan bentuk yang bagus. Caranya sederhana: putar bahu ke belakang 20 kali, lalu ke depan 20 kali.

1:03

Langkah Kedua: Menguatkan Bahu Depan, Samping, dan Belakang

Bagian inti rutinitas ini menyasar tiga sisi bahu, yaitu depan, samping, dan belakang. Hina menyarankan dumbel 2 kg atau 3 kg. Jika tidak punya dumbel, botol plastik bisa dipakai sebagai gantinya. Jika keduanya tidak ada, latihan tetap bisa dimulai tanpa beban. Ia sendiri biasanya memakai 2–3 kg, dan sesekali 4 kg.

Bahu samping. Rentangkan kedua lengan lurus ke samping, lalu angkat dan turunkan sambil tetap memperhatikan otot perut. Hina menekankan pentingnya pernapasan untuk meningkatkan efek latihan. Tarik napas saat lengan turun, dan embuskan saat lengan naik. Gerakan ini diulang 20 kali.

Bahu depan. Lengan diangkat ke depan dan diusahakan tetap lurus. Hina menjelaskan bahwa otot yang dilatih di sini adalah otot yang biasa dipakai saat membawa barang. Karena itu, gerakan ini terasa lebih mudah daripada gerakan sebelumnya. Polanya sama: embuskan napas saat mengangkat, tarik napas saat menurunkan, sebanyak 20 kali.

Bahu belakang. Tubuh dicondongkan ke depan dengan dada membusung, bahu rileks, dan dagu sedikit ditarik ke dalam. Lengan lalu diangkat dan diturunkan seperti kupu-kupu yang membuka dan menutup sayapnya. Menurut Hina, gerakan ini juga menguatkan otot punggung. Dengan bahu yang diturunkan, dada membusung, dan dagu ditarik, dada akan tampak lebih menonjol. Gerakan ini juga dilakukan 20 kali.

4:25

Langkah Ketiga: Gerakan Penting untuk Garis Bahu dan Leher

Hina menyebut latihan ketiga sebagai bagian yang penting. Dalam transkrip, gerakan ini disebut "reverse crunch". Posisinya: ujung jari tangan mengarah ke jari kaki, kedua tangan menekan lantai, lalu pinggul seolah diangkat. Gerakan ini ditahan selama 30 detik. Menurut Hina, gerakan ini mengencangkan otot lengan dan punggung, membuka bahu, dan membantu tubuh "mengingat" posisi yang benar.

Ia juga menyinggung masalah yang pernah ia alami. Seberapa banyak pun bahu dilatih, lehernya tetap terlihat pendek karena otot trapezius ikut terangkat dan area tersebut tampak berat. Karena itu, kuncinya adalah menurunkan bahu untuk membentuk garis tubuh yang indah. Saat menahan posisi, pandangan diarahkan lurus ke depan dan perut dikencangkan. Jika bahu sudah turun, berarti posisinya sudah benar.

5:46

Penutup: Peregangan Punggung dengan Tangan Seperti Berdoa

Gerakan terakhir adalah peregangan punggung. Hina membandingkannya dengan latihan dada untuk memperbesar payudara, yaitu menekan kedua telapak tangan agar dada mendapat tekanan. Kali ini tangan hanya disatukan seperti berdoa, tanpa ditekan. Lengan digerakkan sambil memperhatikan otot punggung, dan otot dada justru tidak boleh ditegangkan.

Menurut Hina, peregangan ini menurunkan tulang belikat, membuat bahu turun, dan memanjangkan leher. Hasilnya adalah bahu yang indah dan pinggang yang tampak ramping. Gerakan ini dilakukan selama satu menit sambil tetap bernapas. Ia mengaku mempelajari gerakan ini dari seorang terapis judo yang hadir di lokasi. Terapis itu membenarkan bahwa gerakan ini meluruskan punggung dan merilekskan bahu.

7:15

Mengapa Hina Mulai Melatih Bahu

Setelah rutinitas selesai, Hina menunjukkan foto perbandingan bahunya. Ia mengatakan garis tubuhnya selama ini hampir seluruhnya terbentuk melalui peregangan, tetapi ia merasa itu belum cukup. Ia kemudian menyadari bahunya tampak cekung. Dulu ia lebih banyak melakukan latihan untuk mengecilkan lengan atas. Namun menurutnya, lengan atas yang sedikit kencang justru membuat wanita terlihat lebih feminin. Ia menegaskan bahwa ini adalah selera pribadinya, karena setiap orang punya cita-cita tubuh masing-masing. Saat memikirkan cara agar lengan atasnya terlihat lebih bagus, ia sampai pada kesimpulan bahwa bahunya perlu dilatih.

Ia juga menanggapi kekhawatiran bahwa latihan ini akan membuat bahu membesar. Sambil memperlihatkan bahunya yang menurutnya kini berbentuk persegi, ia menjelaskan bahwa otot bisa terbentuk karena ia bekerja keras pada pola makan dan latihan otot. Saat ini ia berlatih di rumah dengan dumbel sekitar 3 kg.

Hina mengaku sangat senang telah memulai latihan bahu. Menurut pengalamannya, lengan atas jadi terlihat lebih bagus, dan karena bahu lebih berbentuk, pinggang tampak lebih ramping. Ia juga menyebut wajah bisa terlihat lebih kecil dan postur membaik secara dramatis. Ia menyinggung orang yang menyuntikkan asam hialuronat ke bahu, lalu menyebut proses tersebut mahal, menyakitkan, dan merepotkan. Sarannya, cobalah latihan bahu lebih dulu. Ia menambahkan bahwa latihan otot juga bisa menjadi cara mengurangi stres.

9:10

Rencana ke Depan

Hina mengatakan video ini dibuat karena banyak pertanyaan tentang latihan bahu. Bersama HIHIRO, mantan terapis judo, ia telah menyusun berbagai rutinitas latihan bahu untuk tipe tubuh yang berbeda. Menurut mereka, beberapa struktur kerangka memang membutuhkan lebih banyak latihan bahu. Ke depan, Hina berencana membuat konten untuk kekhawatiran pemilik tipe tubuh bergelombang (wave), natural, dan lurus (straight). Ia juga berencana menambahkan opsi rekomendasi yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing orang.