100 Hari di Penjara Buatan MrBeast: Polisi dan Mantan Narapidana Berebut Setengah Juta Dolar

Buka di YouTube ↗
Ringkasan

MrBeast (Jimmy) membangun replika penjara keamanan maksimum dan memasukkan dua orang yang belum pernah bertemu: Lenny, polisi yang sudah bertugas 17 tahun, dan Ian, mantan narapidana yang pernah menjalani tiga tahun di penjara federal. Jika keduanya bertahan bersama selama 100 hari, mereka akan menerima setengah juta dolar. Aturannya hanya satu: kapan saja salah satu dari mereka memutuskan keluar, keduanya tidak mendapat apa-apa. Video ini mengikuti apakah dua orang dari dua sisi hukum yang berlawanan bisa saling percaya cukup lama untuk memenangkan hadiah itu, sementara Jimmy setiap sepuluh hari datang membawa tawaran yang menguji hubungan mereka.

17 menit baca

Sel, ranjang, dan dengkuran di malam pertama

Begitu borgol dilepas, Ian langsung membandingkan tempat ini dengan penjara yang pernah ia tinggali. Kasurnya lebih tebal dan ada bantal, sesuatu yang menurut Ian tidak diberikan di penjara sungguhan. Selain bantal itu, Jimmy menyebut setnya sebagai replika penjara asli, lengkap dengan toilet penjara. Mereka diberi makan tiga kali sehari, lampu dimatikan di jam yang sama setiap malam, dan dibangunkan setiap pagi. Kamera memantau setiap gerakan dan mendengar semua percakapan. Ian menyadari bahwa apa pun yang mereka ucapkan bisa dijadikan ide oleh produksi.

Konflik pertama muncul soal ranjang bawah. Lenny mengklaimnya dengan alasan bahwa di penjara yang lebih tua dihormati dan boleh memilih duluan. Lenny juga mengaku mendengkur, dan pagi berikutnya Ian mengeluh tidak bisa tidur semalaman. Ian akhirnya memindahkan tempat tidurnya untuk mengurangi suara dengkuran itu.

Dalam percakapan awal, Ian menjelaskan alasannya dipenjara: penipuan dan pencucian uang. Ia mulai berbohong, meminjam uang dari satu orang untuk membayar orang lain, dan menghabiskan uang orang-orang. Saat keluar dari penjara, ia berutang $500.000, jumlah yang kebetulan sama dengan hadiah di video ini. Lenny, sebaliknya, kesulitan beradaptasi. Seumur hidup ia yang mengurung orang, jadi aneh baginya disuruh tidur, bangun, dan makan pada jam yang ditentukan orang lain.

Untuk mengusir bosan, keduanya membongkar bingkai tempat tidur dan menjadikannya ring basket sekaligus tempat pull-up. Ian bilang ia tidak atletis saat pertama kali dipenjara, jadi ia ingin menebusnya sekarang.

Hari ke-10: halaman rekreasi seharga $50.000

Pada hari ke-10, Jimmy datang sebagai "Petugas Beast" dan membuka sayap timur: halaman penjara dengan pull-up bar dan ring basket yang bisa diakses satu jam sehari. Di ruang interogasi yang terpisah, tanpa bisa berkomunikasi, masing-masing harus memutuskan apakah mau membayar $50.000 dari hadiah untuk akses itu. Ada jebakannya. Jika satu setuju dan yang lain tidak, mereka tetap membayar $50.000, tetapi hanya satu orang yang bisa mengakses halaman selama sisa video.

Ian bimbang. Ia mengatakan lelah selalu menjadi orang jahat dalam hidup dan tahu apa yang akan dilakukan orang baik, tetapi menjadi orang baik selama 90 hari terasa sangat menyebalkan. Pada akhirnya keduanya menjawab ya. Lenny menjelaskan bahwa pandangannya tentang uang sudah berubah. Ia rela membayar demi hidup lebih nyaman agar bisa bertahan, karena tanpa itu mungkin salah satu dari mereka tidak sampai akhir. Menurutnya, sedikit uang lebih baik daripada tidak sama sekali. Jimmy berkomentar bahwa satu jam rekreasi sehari saja membuat mereka merasa sanggup bertahan 100 hari.

Hari ke-20: dapur lawan waktu halaman

Makanan penjara menjadi masalah berikutnya. Meatloaf versi "Pak Penjara Jimmy" digambarkan seperti burger beku yang dicairkan dengan saus di atasnya. Lenny bahkan bilang ia tidak tahu orang-orang yang ia tangkap memakan makanan seperti ini. Pada hari ke-20, Jimmy menawarkan dapur lengkap dengan semua bahan dan peralatan untuk memasak sarapan, makan siang, dan makan malam. Syaratnya, mereka harus menukarnya dengan waktu halaman setiap hari, dan hanya satu orang yang memutuskan untuk berdua.

Ian menyerahkan keputusan kepada Lenny karena mereka sering berbicara. Lenny awalnya tampak tertarik. Ia bertanya apakah ada daging dan membayangkan seru memasak sepanjang hari. Namun Ian, yang menunggu di luar, sudah yakin Lenny akan mempertahankan waktu halaman, dan tebakannya benar. Jimmy heran karena mereka setiap hari mengeluhkan makanan. Keduanya mengaku tidak menyesal karena senang tidak terkurung sepanjang hari.

Pada fase ini mereka juga mulai membicarakan apa yang mereka lewatkan di luar. Lenny menegaskan bahwa memenangkan uang untuk istri dan keluarganya adalah tujuan utama, dan ia tidak bisa menyerah karena semua orang bergantung padanya. Ian bercerita bahwa ia sudah setahun jauh dari keluarga, hanya bertemu ayahnya sekali setahun selama dua hari, dan tidak bertemu saudara maupun ibunya selama setahun.

Hari ke-30: perpustakaan untuk satu orang

Jimmy lalu membuka perpustakaan berisi ratusan buku, majalah, dan komputer yang bisa memainkan Tetris dan Minesweeper. Aksesnya gratis, tetapi hanya untuk satu orang, satu jam sehari selama 70 hari tersisa, dan buku dilarang dibawa keluar. Bagi Lenny, isi terpenting perpustakaan adalah Alkitab. Ia menyebutnya satu-satunya buku yang ia butuhkan untuk bertahan.

Jimmy memberi waktu dua jam untuk berdiskusi, dan diskusi itu berubah tegang. Ian menganggap perpustakaan ini sengaja dimaksudkan untuk mengadu domba mereka. Karena Lenny sudah memutuskan soal dapur, Ian merasa adil jika kali ini dirinya yang memutuskan. Lenny bersikeras bahwa Alkitab adalah satu-satunya hal yang bisa membuatnya bertahan 70 hari, dan itu bukan sekadar hiburan. Ian menanggapi dengan tersinggung: jadi karena ia tidak religius, itu menjadi masalah? Lenny membantah pernah berkata begitu. Ian bahkan sempat menyatakan lebih baik mereka tidak mengambil buku sama sekali, dan Lenny menjawab baiklah jika itu satu-satunya cara.

Hasilnya mengejutkan Jimmy: Lenny memberikan akses perpustakaan kepada Ian. Lenny menjelaskan bahwa saat tawaran halaman rekreasi, Ian langsung setuju tanpa ragu dan rela kehilangan bagiannya, 25 ribu dolar, untuk satu hal yang benar-benar ia inginkan. Karena itu Lenny merasa harus berbuat adil dan membalas budi. Ian mengakui ia tidak menyangka hal ini dari seorang polisi dan menyebut Lenny polisi yang baik.

Sejak hari pertama di perpustakaan, Ian mencatat kutipan-kutipan Alkitab untuk dibagikan kepada Lenny, yang mengatakan harus "hidup melalui" Ian. Namun keesokan paginya Ian mulai menguji batas. Ia menyelundupkan halaman-halaman buku untuk dijadikan hiasan dinding, lalu buku utuh. Ia menjuluki dirinya "Smuggler Vic" dan menyembunyikan buku di mana-mana, termasuk di kamar mandi. Alasannya, ia tidak mungkin membiarkan Lenny berjuang tanpa Alkitab dan tanpa kegiatan sementara dirinya bersenang-senang. Lenny ikut menikmati hasil selundupan itu.

Hari ke-40: toko dengan harga $10.000 per barang

Pada hari ke-40, Jimmy membuka toko yang diisi berdasarkan semua percakapan yang terekam, mulai dari kotak misteri sampai bola tangan yang di luar harganya cuma $1. Di penjara ini semua barang dihargai sama, $10.000, dan dibayar dari hadiah mereka. Mereka masuk bergantian. Lenny menang suit dan hanya membeli kotak misteri.

Ian, sebaliknya, merasa kebiasaan borosnya muncul kembali. Ia tahu Lenny akan marah jika ia menghabiskan terlalu banyak, tetapi tetap membelanjakan $30.000 untuk paket berisi antara lain cokelat, melatonin, gunting/alat cukur, masker tidur, penyumbat telinga, pensil warna, dan kertas. Ia beralasan bahwa ia masuk penjara karena menghabiskan banyak uang dan tidak bisa menahan diri ketika melihat tanda dolar di mana-mana. Lenny awalnya keberatan dan bilang ia akan membelinya sendiri jika benar-benar butuh. Ternyata kotak misteri Lenny berisi $20.000, sehingga pembeliannya justru menghasilkan uang.

Barang-barang itu membuat waktu lebih mudah dilewati. Mereka menggambar dengan pensil warna seharga $10.000, membuat pesawat kertas, dan Lenny mencukur rambut Ian, yang disebut potongan rambut termahal dalam hidupnya. Belakangan Lenny mengakui bahwa penyumbat telinga dan melatonin yang dibelikan Ian sangat membantunya tidur lebih nyenyak di saat-saat sulit.

Hari ke-50: kunjungan keluarga dan sel isolasi

Satu hal yang tidak bisa dibeli di toko adalah kontak dengan keluarga. Lenny menyebut bagian tersulit adalah jauh dari keluarganya, dan ia bersedia membayar untuk telepon. Pada hari ke-50, Jimmy mengumumkan bahwa keluarga kedua kontestan sudah menunggu di bus penjara dan bisa datang gratis. Namun sebelumnya ia memutar rekaman Ian menyelundupkan buku di celana, melempar buku keluar, hingga berjalan keluar membawanya. Karena pelanggaran itu, hanya satu dari mereka yang boleh bertemu keluarga, dan ini satu-satunya kesempatan sampai hari ke-100.

Ian bilang satu-satunya permintaan yang konsisten ia ajukan adalah bertemu keluarga. Lenny yang mendapat kunjungan. Jimmy kemudian menambah hukuman: semua barang Ian disita, dan Ian dimasukkan ke sel isolasi sampai keluarga Lenny pergi, dan Lenny boleh bersama keluarganya selama yang ia mau. Lenny mengaku senang tetapi merasa bersalah. Ian sendiri, saat digiring, berkata akan terus menyelundupkan buku.

Anak-anak Lenny menyambutnya dengan teriakan "Ayah!" dan mengaku aneh melihatnya memakai oranye, bukan biru. Lenny mengatakan pertemuan ini mengisi ulang tenaganya dan membuatnya ingin bertahan sampai hari ke-100, sementara keluarganya berkata mereka semua mengandalkannya. Di sel isolasi, Ian merasa makin marah setiap menit mendengar Lenny bersantai bersama keluarga sementara dirinya terkunci "seperti anjing".

Setelah keluar, Ian menyebut Lenny "si tukang ngadu". Ia menuduh Lenny mengkhianatinya soal buku dan mengatakan pada produksi bahwa menyelundup adalah ide Ian. Lenny membantah. Menurutnya, semuanya sudah terekam kamera, dan ia hanya bilang mereka bisa bersatu. Ian membalas bahwa kamera tidak menjangkau bawah tempat tidur. Lenny menutup perdebatan dengan meminta Ian memperhatikan ucapannya: masing-masing sudah membuat keputusan sendiri.

Ian di ambang menyerah

Setelah itu suasana berubah. Ian tidak mau main catur atau basket, keduanya jarang mengobrol, dan masing-masing menjalani rutinitas sendiri. Ketika Lenny bertanya apakah ia baik-baik saja, Ian menjawab ia depresi, capek, dan ingin pulang, padahal tantangan baru setengah jalan. Ini berbahaya bagi keduanya karena jika Ian pulang, mereka sama-sama kalah.

Pada hari ke-60, Jimmy membawa TV tua, VCR, film-film lama, dan papan permainan seharga $30.000 untuk satu jam sehari selama 40 hari. Lenny agak tergoda, tetapi Ian menolak. Ia menganggapnya tawaran jelek, karena satu film saja tidak selesai dalam satu jam dan pilihan filmnya tidak sesuai selera. Saat TV dibawa keluar, Jimmy menyuruh Chandler menggeledah Ian, dan ditemukan sesuatu yang disembunyikan di dalam celananya. Jimmy menyindir bahwa Ian minta dikasihani padahal baru saja melanggar aturan.

Ian merasa "dihajar setiap 10 hari": tidak bertemu keluarga, tidak juga ditelepon. Ia mengaku lebih mudah marah dan terus memikirkan "pengkhianatan" itu. Lenny mulai kesal karena Ian selalu punya sesuatu untuk dikeluhkan. Jimmy memutuskan tidak memberi apa-apa di hari ke-70 karena sudah merencanakan tawaran besar di hari ke-80, dan ingin mereka berdamai sendiri. Namun yang terjadi sebaliknya. Ian terus mengejek Lenny dengan julukan "Narapidana Tukang Ngadu", dan upaya Lenny menyemangatinya ("Hidup itu indah!") hanya dijawab bahwa hidup membuatnya menderita. Lenny sendiri akhirnya mengaku tidak keberatan keluar lebih awal. Jika ditawari uang lebih sedikit untuk pergi, ia akan mengambilnya. Dengan sisa 20 hari, Jimmy menilai mereka kemungkinan akan gagal.

Hari ke-80: batu 2.000 pon berisi kunci $100.000

Tawaran berikutnya dimaksudkan sebagai kesempatan merukunkan mereka, atau faktor yang bisa mengakhiri video. Di depan mereka ada batu seberat 2.000 pon dengan kunci di dalamnya, yang membuka kotak berisi $100.000. Mereka punya satu jam sehari selama 10 hari untuk memecahkannya, harus bekerja sama, dan dengan menerima tantangan ini mereka langsung membayar $50.000. Lenny mengingatkan bahwa Ian tidak suka kerja keras, tetapi keduanya yakin bisa dan menerima risikonya.

Jam pertama dihabiskan memukul batu tanpa hasil, dan Ian sempat mengira mereka kehilangan $50.000. Di jam kedua, Ian lebih banyak berperan sebagai penyemangat, sementara Lenny yang mengayun. Pola ini berlangsung sampai hari keempat, ketika Lenny tampak kecewa dan kelelahan, dan mereka sepakat harus bekerja bersama. Esok harinya Ian berubah dan mengambil alih saat Lenny lelah. Dengan pahat, mereka mulai melihat retakan besar, tetapi pada jam keenam belum ada kemajuan berarti. Setiap hari mereka mengayun ratusan kali tanpa membuat batu bergeser.

Ian kemudian menyadari bahwa tenaga saja tidak cukup dan mereka butuh pengetahuan. Ia mencari buku tentang batu di perpustakaan dan merobek halaman yang relevan. Saran pertama, memakai tuas, gagal karena batu terlalu berat untuk diangkat. Dengan sisa dua hari, Ian kembali ke buku dan menemukan gambar yang menyarankan memahat di titik lemah batu. Kali ini batu terbelah dua, tetapi jam kesembilan habis sebelum kunci keluar. Di hari terakhir mereka memperkirakan peluang 50/50. Mereka menembus beton bagian dalam, dan dengan sekitar sepuluh menit tersisa kuncinya keluar. Mereka membuka kotak dan meraih $100.000 sambil meneriakkan "Polisi dan kriminal, selamanya."

Hari-hari terakhir: Ian berulang tahun dan Lenny ikut melanggar aturan

Jimmy mengumumkan tidak ada tawaran di hari ke-90 karena sudah menyiapkan sesuatu yang "ekstra kejam" untuk hari ke-99, yaitu kesempatan bagi Ian, yang sepanjang video setia pada sifat kriminalnya, untuk mencuri seluruh hadiah.

Hari ke-91 adalah ulang tahun Ian. Ian bangun dengan kejutan dari Lenny dan mengatakan ia tidak percaya merayakan ulang tahun ketiga di penjara, tetapi setidaknya punya teman sekamar yang baik. Meski begitu, sepuluh hari terakhir terasa paling lambat. Lenny malah mengusulkan Ian mengosongkan perpustakaan dan membawa komputernya keluar. Ian menyebut "operasi komputer" itu, dan mereka juga mengambil kursi serta waktu rekreasi ekstra. Jimmy mengatakan biasanya ia akan menghukum pencurian, tetapi memilih menunggu hari ke-99. Ia juga mengakui tidak menyalahkan mereka, karena ini satu-satunya penjara di mana berulah tidak menambah hukuman. Jimmy menyebutnya puitis bahwa yang akhirnya merukunkan polisi dan kriminal adalah mencuri. Ian senang melihat Lenny sedikit masuk ke "sisi gelap", dan Lenny mengatakan ia senang mengalami ini sebagai polisi untuk memahami rasanya berada di sisi lain pagar.

Hari ke-99: tombol merah senilai $480.000

Keduanya yakin akan tetap berteman di luar penjara. Lalu Jimmy menempatkan mereka di dua sel isolasi terpisah selama 24 jam. Di setiap sel ada tombol merah. Siapa pun yang menekannya sebelum waktu habis langsung keluar dan membawa pulang seluruh hadiah yang tersisa, $480.000, yang berarti mencuri bagian rekannya. Mereka juga tidak akan tahu apakah yang lain masih bertahan sampai timer habis.

Jimmy memancing kecurigaan dengan mengingatkan masing-masing pada tingkah laku rekannya. Kepada Lenny, ia menyinggung bahwa Ian pernah mencuri buku dan film. Kepada Ian, ia mengingatkan bahwa Ian dulu banyak mengeluh soal isolasi saat kunjungan keluarga, dan sekarang ia dibayar $480.000 untuk keluar. Ian sempat menjawab bahwa ia pikir Lenny akan menekan tombol, jadi ia akan menekannya lebih dulu. Lenny meragukan apakah aman mempercayakan tombol semacam itu kepada orang yang pernah dipenjara karena penipuan.

Di dalam kubus, godaan itu membesar. Ian, yang takut ruang sempit dan baru kedua kalinya di isolasi, menutupi jam hitung mundur dengan kantong plastik karena membuatnya cemas. Ia menghitung bahwa satu tekanan bisa melunasi utang setengah juta dolarnya dan "membenahi semua kesalahan", lalu berkata mungkin ia harus melakukannya. Ia juga merasa lebih berhak karena menurutnya ia lebih menderita, tidak mendapat kunjungan keluarga, dan menghabiskan waktu isolasi dua kali lebih lama dari Lenny. Lenny membayangkan uang itu bisa membiayai pendidikan anak-anaknya, mobil baru untuknya dan istrinya, bahkan mungkin rumah lain. Tetapi ia menegaskan bahwa ia sudah bekerja keras seperti Ian, dan jika Ian tidak sanggup bertahan 24 jam, itu berarti sifat kriminalnya masih sama. Sebelum tidur, Lenny berharap Ian masih ada saat semuanya berakhir.

Ketika waktu habis, keduanya diminta keluar ke tengah, terhalang tirai hitam. Jika keduanya ada, hadiah dibagi. Jika hanya satu, 100 hari itu sia-sia bagi mereka. Tirai dibuka, dan keduanya berdiri di sana: tidak ada yang menekan tombol. Masing-masing menerima $240.000, keluarga mereka dibawa masuk untuk merayakan, dan Jimmy menutup dengan harapan agar mereka tidak masuk penjara lagi.