MrBeast Membangun Sebuah Desa di Ghana untuk Menarik Anak-Anak Keluar dari Pekerjaan Anak di Ladang Kakao
MrBeast ミスタービーストVideo ini dibuka di sebuah lahan kosong. MrBeast berdiri di depannya dan menyatakan bahwa lahan itu akan menjadi sebuah kota sungguhan di akhir video, dan ia menegaskan bahwa ia tidak sedang melebih-lebihkan. Alasannya, banyak anak di daerah tersebut terjebak dalam pekerjaan anak ilegal di ladang kakao. Selama setahun, timnya berencana menghabiskan hampir sepuluh juta dolar untuk proyek yang ia sebut sebagai proyek video terbesar dalam sejarah YouTube. Gagasan utamanya adalah membangun kota beserta sekolahnya agar anak-anak bisa keluar dari pekerjaan anak. Sepanjang video, ia kembali pada satu logika yang sama: anak yang berada di sekolah tidak sedang bekerja di ladang.
Dari Fondasi Beton ke Lingkungan Pertama
Pembangunan dimulai dari rumah pertama. Tim menuang beton untuk fondasi yang tebal, dengan alasan rumah-rumah itu harus bertahan puluhan tahun. Setelah itu dinding dipasang, lalu jendela dan atap. MrBeast ikut memasang sekrup atap sambil bercanda. Ia juga mengakui bahwa kalau ia membangun semua rumah sendirian, prosesnya akan memakan waktu setahun, jadi ia memanggil bala bantuan.
Karena yang dibangun adalah satu kota penuh, MrBeast menjelaskan bahwa sebagian rumah ditampilkan secara dipercepat. Proses yang baru diperlihatkan untuk satu rumah diulang sembilan kali lagi sampai terbentuk satu lingkungan lengkap berisi sepuluh rumah. Fungsi rumah-rumah ini baru diungkap di pertengahan video: rumah itu disediakan untuk para guru yang akan pindah ke desa tersebut.
Sekolah sebagai Inti Proyek
Menurut MrBeast, lingkungan tanpa sekolah tidak ada artinya, jadi sekolah juga dibangun. Fondasinya membutuhkan sekitar seratus ribu pon beton. Untuk menunjukkan mengapa sekolah baru diperlukan, ia mengunjungi sekolah yang dipakai anak-anak saat ini. Seorang warga menyebut ada 325 anak yang belajar di satu bangunan itu. Saat hujan, tempat itu kebanjiran dan anak-anak tidak datang.
MrBeast menggambarkan kondisi sehari-hari di sana: anak-anak menempuh perjalanan bermil-mil, duduk di ruang kelas yang kotor, dan belajar di tengah panas yang menyengat. Ia lalu menyampaikan argumen inti proyek ini: saat anak-anak bersekolah, mereka tidak bekerja di ladang kakao, sehingga makin tinggi kehadiran di sekolah, makin sedikit pekerja anak. Karena muridnya lebih dari 300, ia ingin sekolah itu cukup besar untuk "membangun lebih dari 300 masa depan."
Dinding sekolah dibuat dengan beton yang disemprotkan, metode yang menurut MrBeast baru pertama kali ia lihat. Belakangan ia menyebut sekolah itu terdiri dari lebih dari seratus dinding dan butuh waktu berminggu-minggu untuk diselesaikan. Ada juga momen ringan bersama Nolan, rekannya, yang ia goda dengan "pura-pura ini bukan desa pertama yang kamu bangun" dan "pura-pura pernah pakai gergaji". Karena harus mulai bekerja pagi-pagi sekali, keduanya bahkan tidur di mobil di lokasi.
Hujan, Kegagalan Beton, dan Masalah Banjir
MrBeast mengaku sudah mendengar bahwa kondisi alam di sana cukup ekstrem, tetapi ia tidak menyangka akan mengalaminya secepat itu. Hujan turun begitu deras sampai bisa merusak beton yang baru dituang. Ia secara terbuka mengatakan bahwa mereka biasanya tidak menunjukkan hal seperti ini di video, dan bahwa pekerjaan itu kemungkinan harus diulang.
Hujan ini juga membuka masalah yang lebih besar. Di satu sisi ada desa yang sedang dibangun, di sisi lain ada bagian komunitas yang sudah ada, dan di antaranya mengalir sungai yang seharusnya lewat sebuah pipa. Karena pipanya terlalu sempit, air meluap dan membanjiri sekitarnya, sehingga dua komunitas itu benar-benar terpisah. Banjir semacam ini bahkan bisa membuat anak-anak tidak bisa pergi ke sekolah yang sedang dibangun.
Solusinya adalah mengganti saluran. Terowongan yang ada lebarnya 0,9 meter, sementara tim membangun dua saluran baru masing-masing selebar 1,2 meter. Setelah dua minggu bekerja di tengah hujan, jembatan diperbaiki, dan menurut MrBeast desa itu tidak kebanjiran lagi. Seorang warga mengatakan mereka sangat senang karena perubahan ini akan memudahkan perjalanan ke sekolah setiap hari.
Mendengar Daftar Kebutuhan Warga
Saat istirahat makan siang, tim mengumpulkan orang-orang yang akan tinggal di kota itu dan bertanya apa lagi yang perlu dibangun. Daftarnya ternyata panjang: pusat komunitas atau balai warga, ladang untuk sumber makanan, pasar, dan air bersih. Ketika MrBeast bertanya apakah komunitas akan senang kalau semua itu dibangun, warga menjawab dengan antusias. Ia berpamitan dan berjanji kembali beberapa bulan kemudian.
Setelah berbulan-bulan, sekolah selesai dan tim mulai mengerjakan daftar tersebut. Pola ini terus muncul sepanjang video: fasilitas yang dibangun sering dikaitkan dengan permintaan langsung dari warga, murid, atau calon penghuni.
Sumur, Tenaga Surya, dan Air Mengalir
Kebutuhan pertama adalah air, jadi tim menggali sumur. MrBeast memperlihatkan bahwa tidak semua sumur menyemburkan air secara dramatis. Ada yang hasilnya "antiklimaks", tetapi baginya air tetaplah air. Sumur itu dihubungkan ke panel surya dan disambungkan ke tangki air di sebuah menara untuk menyediakan air bersih ke setiap rumah. Menurut MrBeast, satu tangki bisa menampung lebih dari sepuluh ribu botol air, dan tangki kedua juga dipasang.
Ia menjelaskan bahwa sebelumnya komunitas ini minum air yang tidak aman, dan banyak orang jatuh sakit dalam jumlah yang mengkhawatirkan. Dengan sistem tangki, air terisi pada siang hari saat panel surya bekerja dan bisa dipakai pada malam hari. Warga tetap bisa mandi, mencuci piring, mencuci tangan, dan menyiram toilet meski tengah malam. Panel surya juga dipasang di seluruh kota untuk menyediakan listrik ke rumah-rumah. Dalam satu adegan, MrBeast memperlihatkan dapur dengan air mengalir dan shower air panas yang uapnya sampai membuat lensa kamera berembun.
Lapangan Sepak Bola, Ladang, dan Kamar Mandi
Tim juga membangun lapangan sepak bola. MrBeast bercanda bahwa Ronaldo atau Messi berikutnya bisa saja berasal dari sekolah ini berkat gawang yang sedang ia pasang. Ia lalu menyambungkannya ke kebutuhan berikutnya: kalau mau mencetak Ronaldo berikutnya, mereka butuh makanan. Tim pun membangun ladang yang dikelilingi pagar untuk melindunginya dari hewan liar, dengan sekitar seratus tiang di seluruh area, dan kandang ayam sebagai bagian dari ladang itu. MrBeast memperkirakan ladang tersebut akan memberi makan puluhan ribu orang sepanjang masa pakainya.
Warga juga menunjukkan kamar mandi komunitas yang lama. Menurut mereka, kadang ada ular, tikus, dan hewan berbahaya lain di sana. MrBeast mengatakan ia tidak perlu dijelaskan lagi dan langsung membongkarnya. Ia mengaku tidak percaya anak-anak dulu memakai kamar mandi seperti itu.
Lima Bulan Kemudian dan Persiapan Terakhir
MrBeast kembali ke titik tempat ia merekam intro saat lahan masih kosong, lalu membandingkan kondisi sebelum dan sesudah. Ia menekankan betapa banyak yang selesai dalam lima bulan, sambil mengakui masih banyak pekerjaan tersisa. Lampu jalan bertenaga surya juga sudah dipasang. Rentang waktu yang ditampilkan di layar adalah Januari hingga Agustus.
Dengan anak-anak dijadwalkan datang beberapa hari lagi untuk memulai tahun ajaran, MrBeast memanggil teman-temannya, termasuk sesama YouTuber, untuk mengecat dan melengkapi sekolah. Sekolah masih butuh meja, perpustakaan butuh buku, dan kandang ayam masih belum selesai. Karena tidak ada tangga, Kat berdiri di atas bahu Orkun, yang berdiri di atas punggung Adam. MrBeast menyebut ia senang melihat komunitas YouTube berkumpul seperti ini. Dua pendiri perusahaan sponsor video juga ikut bekerja. Menurut MrBeast, mereka banyak membantu di balik layar selama kegiatan di Ghana dan ikut mendanai desa kedua di Ghana. Mereka juga menyiapkan kejutan untuk desa yang baru diungkap di akhir video.
Taman Bermain yang Dirancang Murid
Untuk taman bermain, MrBeast meminta pendapat "ahlinya", yaitu murid-murid. Ia menunjukkan area berbentuk lingkaran dan bertanya apa yang sebaiknya dipasang di sana. Seorang anak meminta komidi putar di sebelah kanan, lalu ayunan dan jungkat-jungkit. MrBeast meminta timnya memastikan desainnya sesuai keinginan anak itu. Anak tersebut kemudian diperkenalkan sebagai Alfred, perancang taman bermain, yang menurut MrBeast belum pernah naik ayunan sebelumnya.
Isaac, Guru Pertama, dan Rumah Impiannya
Saat taman bermain mulai dibangun, tim bertemu guru pertama, Isaac. Di sinilah MrBeast mengungkap bahwa rumah-rumah yang dibangun di awal video diperuntukkan bagi para guru. Ia memperlihatkan tempat tinggal Isaac saat itu: Isaac, istrinya, dan tiga anaknya berbagi dua kamar, dan dua kamar itu merupakan bagian dari rumah yang juga ditinggali sekitar selusin keluarga lain.
MrBeast bertanya seperti apa rumah yang Isaac inginkan. Isaac menyebut lantai keramik putih, dan karena warna favoritnya putih, akhirnya disepakati seluruh rumah dibuat putih. Ia juga ingin ada toilet dan kamar mandi, kamar tidur, ruang tamu, dan dapur. MrBeast kemudian memasangkan penutup mata dan berjanji kembali beberapa bulan lagi.
Ladang Selesai dan Penekanan pada Detail
Ladang akhirnya selesai. MrBeast menyebut kota itu bisa menanam jagung, ubi, kubis, kacang polong, kacang-kacangan, cabai, dan berbagai sayuran. Ada juga tangki ikan: ikannya dipelihara untuk dimakan, dan kotorannya dicampur dengan air untuk menyuburkan tanaman. Dua tangki air tambahan dipasang untuk mengalirkan air ke pipa irigasi agar tanaman disiram secara optimal.
Di bagian ini MrBeast menyampaikan pesan yang ia sebut datang "dari lubuk hati". Ketika rencana desa ini dibuat, banyak orang menganggapnya gila, terlalu ambisius, dan tidak mungkin. Namun ia ingin membantu anak-anak yang terjebak dalam pekerjaan anak ilegal dan menyiapkan desa itu agar bisa berkembang. Menurutnya, bahkan detail kecil seperti pipa irigasi yang mungkin tidak diperhatikan orang tetap berdampak. Ia juga menyebut delapan bulan kerja keras. Kemitraan yang memungkinkan proyek ini berawal dari One Billion Followers Summit tahun sebelumnya, yang mempertemukannya dengan Mohammed Bin Rashid Global Initiatives dan Varkey Foundation. Menurut MrBeast, dukungan keduanya menjadi bagian besar dari terwujudnya proyek ini. Secara keseluruhan, ia menggambarkan proyek ini sebagai setahun perencanaan dan pembangunan, dengan ratusan pekerja dan sukarelawan yang menghabiskan ribuan jam.
Pembukaan Desa: Sekolah, Makanan, Pasar, dan Balai Warga
Desa dibuka secara resmi saat Eric, salah satu warga, memotong pita, meski momen itu sempat sedikit canggung. Sekolah baru terdiri dari sepuluh ruang kelas yang cukup besar untuk ratusan murid, lengkap dengan kipas listrik. Seorang murid yang sebelumnya meminta sekolah menyebut ruang kelasnya sangat indah.
MrBeast juga mengumumkan bahwa setiap anak akan diberi makan pada setiap hari sekolah selama lima tahun ke depan, atau 200 kali makan per tahun untuk setiap murid. Ia menjelaskan bahwa ini dilakukan bukan hanya karena hal itu benar, tetapi juga karena menurut data, anak yang mendapat makanan gratis di sekolah jauh lebih mungkin datang ke sekolah. Kalau mereka datang dan belajar, mereka tidak bisa bekerja di ladang pada saat yang sama.
Hannah, warga yang sebelumnya menunjukkan kamar mandi lama, mengatakan sangat senang dengan kamar mandi baru dan mengizinkan anak-anaknya memakainya. MrBeast menyebut itulah tujuannya. Pasar sudah ramai dengan lapak keripik pisang, telur, tomat, minyak sawit, dan pisang raja. Menurut MrBeast, keluarga-keluarga di sana kini tidak perlu pergi berjam-jam untuk membeli makanan. Eric juga diajak melihat balai warga yang dulu ia minta. Desa kini memiliki perpustakaan, pusat kesehatan, ladang komunitas, dan kandang yang cukup untuk 200 ayam. Seorang warga memperkirakan kandang itu bisa menghasilkan 120 telur per hari, yang disebut MrBeast sebagai sumber makanan berkelanjutan.
Tentang lapangan sepak bola, MrBeast mengakui fasilitas itu mungkin terlihat tidak sepenting fasilitas lain. Namun melihat betapa serunya anak-anak bermain, ia berpendapat lapangan itu membantu menyatukan mereka. Menurutnya, pada akhirnya mereka tidak hanya membangun kota, tetapi juga sebuah komunitas.
Isaac Melihat Rumah Barunya
Isaac kemudian melihat rumahnya untuk pertama kali. MrBeast menegaskan rumah itu sepenuhnya milik Isaac dan seratus persen gratis. Isaac langsung terharu bahkan sebelum melihat seluruh isinya. Di dalam ada dapur dengan kompor, wastafel yang berfungsi, dan kulkas, lalu shower yang menurut MrBeast kini bisa dipakai setiap hari, serta kamar tidur dengan ranjang dan lemari. Keramik dan dinding putih dibuat sesuai permintaan Isaac. MrBeast juga menyebut panel surya di atap yang akan berfungsi selama 30 tahun ke depan, sehingga listriknya gratis, dan Isaac tidak perlu membayar sewa. Isaac menyebut hari itu sebagai hari terbaik dalam hidupnya.
Total ada sepuluh rumah untuk para guru, dan para penghuni lain juga menyatakan kebahagiaan dan rasa terima kasih mereka. Kejutan dari sponsor yang dijanjikan sebelumnya ternyata berupa mural yang bisa dihias sendiri oleh komunitas. Langkah terakhir adalah memberi nama. Eric menamai desa itu Desa Abna Dakwa. MrBeast kembali ke titik tempat ia berdiri di awal video dan menyebut lahan kosong itu kini menjadi desa yang berfungsi penuh dan bisa mandiri.
Pesan Penutup: Tanggung Jawab Industri Cokelat dan Konsumen
Di bagian akhir, MrBeast menegaskan kembali tujuan proyek ini, yaitu membantu anak-anak keluar dari pekerjaan anak ilegal di ladang kakao. Ia lalu berbicara langsung kepada penonton yang makan cokelat. Menurutnya, tanpa sadar mereka ikut terlibat dalam situasi yang membuat lebih dari satu setengah juta anak terjebak dalam pekerjaan anak ilegal, hanya di Ghana dan Pantai Gading. Ia menuduh perusahaan cokelat besar menghasilkan miliaran dolar setiap tahun dengan mengorbankan anak-anak kecil.
Sebagai pembanding, ia menyebut praktik di merek cokelatnya sendiri, Feastables. Menurut MrBeast, petani yang bekerja sama dengan mereka dibayar dengan harga acuan yang layak, seratus persen petani mendapat premi perdagangan yang adil, prosesnya diaudit, masalah pekerja anak di ladang ditangani, dan ada banyak proyek pengembangan komunitas seperti yang terlihat di video ini. Ia berpendapat perusahaan lain sebenarnya bisa mengikuti langkah tersebut.
Ia meminta penonton yang bekerja di perusahaan cokelat untuk mengirimkan video ini ke atasan mereka, sambil mempertanyakan mengapa perusahaan meraup puluhan miliar dolar keuntungan selama bertahun-tahun dengan mengorbankan anak-anak. Menurutnya, perusahaan cokelat besar tidak akan peduli pada maraknya pekerja anak sampai penonton sendiri bertindak dan menunjukkan bahwa mereka menginginkan kakao yang diperoleh secara etis. Ia meminta penonton membeli Feastables saat makan cokelat. Ia juga mengatakan, "jujur seratus persen", bahwa kalau Feastables gagal membuktikan kakao etis sebagai jalan yang benar dan suaranya saja tidak cukup membuat orang peduli, menurutnya masalah ini tidak akan pernah selesai. Ia menutup video dengan menyebut dirinya bukan sekadar meminta, tetapi memohon, dan bahwa ia mengandalkan penonton. Teks penutup di layar berbunyi: "Itu tergantung kamu."
Lahan di belakangku ini, di akhir video nanti, akan jadi sebuah kota. Aku nggak melebih-lebihkan. Kita bakal mengubah lahan ini jadi kota sungguhan, dimulai dari rumah pertama di lingkungan kita.
Pertama, kita tuang beton. Kita harus pastiin rumah-rumah ini dibangun di atas fondasi yang kokoh supaya bisa bertahan puluhan tahun. Setelah fondasinya selesai… lihat betapa tebalnya. Kita mulai memasang dinding.
Banyak anak di daerah ini terjebak di dalam pekerjaan anak ilegal. Jadi, selama setahun ke depan, kami akan habiskan hampir sepuluh juta dolar untuk proyek video terbesar dalam sejarah YouTube: membangun kota agar mereka keluar dari pekerjaan anak.
Oke. Kita punya jendela. Kita punya jendela.
Dan karena kami harus bangun satu kota penuh, beberapa rumah ini bakal dibangun dengan cepat di video ini, makanya sekarang udah… Waktunya memasang atap rumah pertama.
Semoga aku nggak salah pasang… Paham, kan? Soalnya aku lagi pasang sekrup. Kalau aku harus bangun semua rumah sendirian… Butuh waktu setahun. Sekarang mari panggil bala bantuan.
Sekarang kami tinggal melakukan ini berulang kali sampai kami punya atap. Terus kami lakukan semua yang baru aja kalian lihat sembilan kali lagi sampai kami punya satu lingkungan lengkap.
Tapi apa artinya lingkungan tanpa sekolah? Jadi, tentu aja, kami juga harus membangunnya. Setelah menuang seratus ribu pon beton, sekarang kita punya fondasi untuk sekolah. Ayo mulai membangun. Dinding pertama sekolah baru mereka sudah berdiri!
Dan penting bagi kami untuk membangun sekolah ini karena ini sekolah yang mereka datangin sekarang.
Ada berapa anak yang bersekolah di sini? Tiga ratus dua puluh lima. Tiga ratus dua puluh lima di satu bangunan ini? Ya. Ya! Ya ampun.
Kalau hujan, tempat ini kebanjiran. Ya. Jadi karena itu, anak-anak nggak datang.
Anak-anak harus menempuh perjalanan bermil-mil, duduk di ruang kelas yang kotor, dan belajar dalam panas yang menyengat. Tapi saat anak-anak sekolah, mereka nggak lagi bekerja di ladang kakao, semakin tinggi kehadiran di sekolah, semakin sedikit pekerja anak. Sekolah yang kita bangun akan mengubah hidup mereka.
Dan karena sekolah ini punya lebih dari 300 murid, kami harus membuatnya cukup besar untuk membangun lebih dari 300 masa depan.
Ya udah, ayo semprotin beton. Aku baru tahu beton bisa dituang seperti ini. Keren banget.
Saat aku dengar kondisi alamnya yang cukup ekstrem, jujur aja, aku nggak nyangka bakal mengalaminya secepat ini. Nggak masalah kalau betonnya menetes seperti itu.
Biasanya kami nggak nunjukin hal kayak gini, tapi hujannya deras banget sampai bisa merusak beton. Jadi, kayaknya kami harus lakuin ini lagi nanti.
Seperti yang kalian lihat, hujan di sini bisa separah ini sampai banjirnya buat anak-anak bahkan nggak bisa pergi ke sekolah yang lagi kami bangun.
Di sebelah kananku, desa yang sedang kami bangun. Di sebelah kiriku, bagian lain dari komunitas ini, dan di antara keduanya ada sungai ini… Yang harusnya ngalir lewat pipa ini. Karena pipa ini terlalu sempit, air nggak bisa mengalir melewatinya, jadi airnya meluap dan membanjiri area di sekitarnya, sehingga kedua komunitas ini benar-benar terpisah.
Terowongan yang sekarang untuk mengatasi banjir lebarnya 0,9 meter, sedangkan saluran baru lebarnya 1,2 meter, dan kami bangun dua saluran. Aku lakuin semua yang aku bisa untuk menghentikan banjir.
Setelah dua minggu penuh bekerja di tengah hujan, akhirnya kami memperbaiki jembatan ini dan… Desa ini nggak kebanjiran lagi.
Kami sangat, sangat senang karena ini akan membantu kami pergi ke sekolah dengan lebih mudah setiap hari.
Dan karena untungnya banjir nggak akan jadi masalah lagi, ayo kita kembali ke sekolah. Nolan, pura-pura ini bukan desa pertama yang kamu bangun.
Dinding pertama dari lebih dari seratus dinding di sekolah ini. Ini bakal makan waktu berminggu-minggu.
Nolan, pura-pura pernah pakai gergaji. Pura-pura kamu pernah pakai palu. Si Jawn nggak akan ke mana-mana. Kayu itu namanya John?
Karena besok kita mulai pagi-pagi banget, aku dan Nolan bakal tidur di mobil di sini.
Oke, sekarang mataharinya udah terbit… Ayo selesaikan pembangunannya.
Dan saat istirahat makan siang, kami kumpulin orang-orang yang akan tinggal di kota kami dan bertanya apa lagi yang mereka butuhkan untuk kami bangun. Dan ternyata daftar mereka panjang.
Butuh pusat komunitas… Terus? Apa lagi? Kita butuh ladang.
BALAI WARGA
Cukup jelas. Kita harus makan. Pasar! Ya, pasar. Tapi kami butuh air bersih yang bisa dibawa.
Kalau aku membangun semua itu dan lebih banyak lagi, komunitas ini bakal suka? Tentu. Ya! Sampai ketemu beberapa bulan lagi. Tentu, tentu!
Jadi, kami bekerja keras berbulan-bulan. Kami mengerahkan segala yang kami punya untuk sekolah ini dan sekarang setelah akhirnya selesai… Waktunya membantu mewujudkan item pertama dalam daftar mereka.
Jelas lah, Nolan, mereka butuh air, jadi kita akan gali sumur. Kalian bisa lihat, air baru aja kami temuin, yang berarti sebentar lagi airnya bakal nyembur dan kami bakal kabur.
Nggak semua sumur ngelakuin hal sebesar ini. Beberapa sumur malah antiklimaks kayak gini, tapi nggak masalah lah. Air tetaplah air.
Sekarang bagian ini bakal keren banget. Sumur yang barusan kalian lihat? Sumur itu kami hubungkan ke panel surya, dan sekarang sedang disambungkan ke tangki air di menara ini, supaya bisa menyediakan air bersih untuk setiap rumah di desa.
Bagus. Terus bawa ke sini. Sebagai gambaran aja, tangki air ini bisa menampung lebih dari sepuluh ribu botol air. Makanya kami juga memasang tangki kedua. Bagus. Terus bawa ke sini.
Sebelumnya, komunitas ini meminum air yang nggak aman dan sejujurnya, banyak orang yang jatuh sakit dalam jumlah yang mengkhawatirkan. Sekarang, bahkan kalau tengah malam dan panel surya nggak aktif, orang-orang tetap bisa mandi, cuci piring, cuci tangan, dan nyiram toilet karena tangki-tangki ini terisi di siang hari, bisa dipakai di malam hari.
Kami juga memasang panel surya di seluruh kota yang akan menyediakan di rumah mereka… Listrik yang ditenagai panel-panel surya. Sini, sini.
Coba lihat dapur ini yang… Punya air mengalir! Komunitas ini tadinya benar-benar nggak punya air minum bersih.
Sekarang mereka punya air bersih di wastafel, dan… Air dari sumur dialirkan langsung ke shower, wastafel, dan semua kebutuhan air lainnya untuk seluruh desa.
Air panasnya bikin lensa berembun. Sini, aku bersihin. Sekarang harusnya sudah bersih. Ayo bikin lapangan sepak bola.
Masukkan si Jawn itu. Boom. Dan kita isi.
Lucu juga kalau Ronaldo atau Messi berikutnya berasal dari sekolah ini, berkat gawang yang lagi kubangun. Secara teknis, ada kemungkinannya.
Tapi kalau kami mau mencetak Ronaldo berikutnya, mereka butuh makanan. Jadi, kami bikin ladang. Kami buat pagar di sekeliling ladang untuk melindunginya dari hewan liar.
Satu tiang sudah terpasang. Ada seratus tiang yang tersebar di seluruh ladang ini. Bagian dari ladang yang kami bangun juga termasuk kandang ayam. Dan setelah ladang ini selesai, ladang ini benar-benar akan memberi makan puluhan ribu orang sepanjang masa pakainya.
Pastikan kalian tetap terhidrasi. Ini, Bu. Silakan. Bersulang! Untuk ladang masa depan bagi ribuan orang. Ya!
Aku nggak percaya baru ketemu siapa. Sini, sini. Lihat. Hei, Messi! Messi, kenapa kamu di Ghana? Sombong banget sih nggak mau ngomong.
Tapi masih ada hal lain yang dibutuhkan komunitas ini. Ini kamar mandi untuk komunitas. Kadang kalau datang ke sini, ada ular, tikus, dan hewan berbahaya lainnya juga.
Nggak perlu bilang lagi, aku tahu harus apa. Ayo kita bongkar. Entah kenapa sekarang aku sudah cukup berpengalaman menggunakan alat ini.
Aku nggak percaya dulu anak-anak menggunakan kamar mandi ini. Sekarang nggak lagi.
Sekarang sepertinya waktu yang tepat untuk kembali ke tempat semuanya bermula, saat aku sedang menambahkan intro ketika ini masih kosong. Dan merenungkan seberapa banyak yang kami lakuin.
SEBELUMNYA
Guys, lihat itu!
SETELAHNYA
Lihat seberapa banyak yang udah berhasil diselesaikan dalam lima bulan terakhir. Dan masih banyak lagi yang harus dilakukan.
Aku nggak sabar melihat reaksi komunitas saat mereka pertama kali melihat desa ini,
Yang Akan Datang
dan mereka bisa pindah ke rumah baru mereka, menggunakan pasar baru mereka, makan makanan baru mereka, belajar di sekolah baru… Aduh, ini bakal luar biasa.
Semuanya sudah kami siapkan. Bahkan lampu jalan tenaga panel surya.
JANUARI - AGUSTUS
Anak-anak akan datang beberapa hari lagi untuk memulai tahun ajaran mereka, dan… Kami masih punya banyak pekerjaan, jadi ayo panggil beberapa temanku. Sekarang ayo mulai ngecat!
Kami masih banyak pekerjaan. Sekolah butuh meja, perpustakaan butuh buku, dan kandang ayam butuh, ya, kandang.
Karena kami nggak punya tangga, sebagai gantinya, Kat berdiri di atas bahu Orkun yang berdiri di atas punggung Adam.
Aku nggak apa-apa. Kamu nggak apa-apa? Ya. Santai aja, aku nggak apa-apa di bawah sini!
Kamu nyesel nggak datang ke sini? Nggak. Ini untuk tujuan yang baik. Makasih. Ya. Sama-sama. Oh, jangan gitu.
Kita penuhi sekolah ini dengan berbagai perlengkapan. Aku suka melihat komunitas YouTube bisa berkumpul kayak gini. Tapi bukan cuma YouTuber yang membantu.
Dua orang di sini adalah salah satu pendiri Neuro Gum. Ayo! Lucunya, selama semua yang kami lakukan di Ghana ini, mereka sangat membantu di balik layar dan bahkan membantu mendanai desa kedua di Ghana.
Berapa banyak CEO perusahaan yang benar-benar mau turun tangan dan membangun desa bersama? Nggak ada. Sekarang ngecat dinding!
Setelah seharian kerja keras, Darius, sini. Ini enak banget! Permen karet rasa mint yang enak. Ya. Aku langsung rasain.
Kita bakal selesaiin rumah ini dalam waktu sekitar… Nggak, aku siap ngerjain seluruh rumah ini. Kalian pergi aja!
Neuro Gum mengandung 40 miligram kafein alami, L-theanine, vitamin B6 dan B12, serta tanpa gula, untuk membantu meningkatkan fokus dan energi.
Sekarang, mereka bisa beli Neuro Gum di mana? Walmart dan Costco di seluruh negeri. Itu aja, Walmart dan Costco? CVS, Whole Foods. Atau beli secara online di neurogum.com. Klik link-nya atau scan kode QR di sini dan beli sekarang.
Sekarang waktu yang tepat buat kasih tahu mereka soal kejutan untuk desa ini? Jangan. Mungkin kita tunggu sampai akhir video. Oke, masuk akal. Nanti di akhir kalian akan tahu maksudnya.
Sementara tim menyelesaikan sekolah, kami masih punya taman bermain yang harus dirakit. Jadi, untuk itu, kami harus berkonsultasi sama ahlinya.
Gimana nih? Keren! Ini taman bermain kalian. Lingkaran ini. Menurutmu, harus taruh apa di sini? Komidi putar! Kamu mau komidi putar? Ya. Aku mau letaknya di sebelah kanan. Ya, yang itu. Bagus. Pastiin desainnya sesuai keinginannya.
Pasang ayunan juga nggak? Ya. Sudah punya ayunan! Terus mau apa lagi nih? Aku mau jungkat-jungkit di sini. Mau jungkat-jungkit? Ya. Yang lain setuju nggak?
Jadi, berdasarkan pesanan para murid, kami resmi punya… Taman bermain! Taman bermain!
Saat taman bermain mulai dibangun, kami menemukan guru pertama kita, Isaac. Dan yang belum aku ceritakan, rumah-rumah yang kami bangun tadi itu untuk para guru yang akan pindah ke sini. Sebagai gambaran, ini tempat tinggal Isaac sekarang.
Gimana? Baik. Kamu? Baik! Ini kamar tidurmu. Kamu, istrimu, dan tiga anakmu berbagi dua kamar ini. Tiga anakmu tidur di mana?
Di situ, aku dan istriku tidur, terus anakku yang kecilan, dia tidur di ranjang yang ini.
Dan dua kamar ini bagian dari rumah yang juga ditinggali selusin keluarga lain? Ya, kami pada kumpul di sini.
Setelah melihat kondisi tempat tinggal Isaac, aku ingin memberikannya rumah yang selama ini dia impikan.
Kalau aku membangun sebuah lingkungan dan suatu hari nanti kamu tinggal di salah satu rumah di sana, bisa jelasin sebenernya kayak apa sih rumah yang kamu mau?
Pengen keramiknya putih. Lantai keramik putih? Ya. Seluruh rumahnya putih. Ya. Warna kesukaanku putih. Aku suka. Oh, putih. Jadi, kita bikin semuanya putih? Ya. Seluruh rumahnya putih.
Ya. Kalau bisa ada toilet dan kamar mandi, kamar tidur, ruang tamu, sama dapur. Oke, aku udah dapat gambarannya.
Jangan lepas penutup mata. Sampai ketemu beberapa bulan lagi. Ya, kita akan kembali beberapa bulan lagi. Kamu nggak lihat apa-apa, kan?
Dan berikutnya dalam daftar… Ladangnya akhirnya selesai!
Di sini, kota ini bisa menanam jagung, ubi, kubis, kacang polong, kacang-kacangan, cabai, dan banyak sayuran untuk dimakan. Mereka bahkan punya tangki ikan. Bukan cuma ikan yang akan dipelihara untuk dimakan, tapi kotoran ikan itu kemudian dicampur dengan air untuk menyuburkan tanaman. Kami udah mikirin semuanya di desa ini.
Kalau ada satu hal yang aku ingin kalian ingat dari video ini, dan ini beneran ya, dari lubuk hatiku, kami lakuin semua yang kami bisa untuk membantu komunitas ini karena, lihat deh, kami baru aja masang dua tangki air lagi. Air itu kemudian akan disalurin ke pipa irigasi yang kalian lihat di sini untuk menyirami tanaman secara optimal.
Dan jujur ya, saat kami membuat rencana desa ini, banyak orang bilang, ini gila, terlalu ambisius. Ini nggak mungkin… Tapi aku benar-benar ingin bantu anak-anak yang terjebak dalam pekerjaan anak ilegal. Dan aku ingin lakuin semua yang kami bisa untuk mempersiapkan desa ini berkembang, sampai ke hal kecil kayak pipa irigasi ini yang mungkin nggak diperhatikan orang, semuanya tetap berdampak.
Aku nggak percaya setelah delapan bulan kerja keras kami, tempat ini benar-benar ada dan siap dinikmati komunitas.
Semua ini nggak akan mungkin terjadi tanpa teman-teman kami di 1 Billion Followers Summit yang dimulai tahun lalu. Hubungan itu mempertemukan Mohammed Bin Rashid Global Initiatives dan Varkey Foundation, yang percaya pada visi ini dan dukungannya menjadi bagian besar dalam mewujudkan proyek ini.
Dan sekarang, setelah setahun perencanaan dan pembangunan, dengan ratusan pekerja dan sukarelawan menghabiskan ribuan jam… Kami telah mengubah lahan kosong ini menjadi kota yang berkembang. Tinggal masukkan orang-orangnya. Kalian siap?
Saat Eric memotong pita ini, desa ini resmi dibuka. Tiga! Dua! Satu!
Oh! Ini agak canggung.
Ayo! Lihat desa baru kalian. Lihat desa baru kalian! Ayo lihat!
Tadi di video ini, kamu minta aku bangun sekolah. Ya! Terus gimana pendapatmu? Sini, sini. Kami membangun sepuluh ruang kelas baru yang cukup besar untuk ratusan murid belajar.
Gimana menurutmu ruang kelas baru kamu? Oh, ini indah banget! Di ruang kelas ini ada kipas yang menggunakan listrik. Semua yang dibutuhin ada.
Nggak cuma membangun sekolah ini untuk mereka. Kami juga akan beri makan setiap anak di setiap hari sekolah selama lima tahun ke depan. Serius. Itu berarti 200 makanan per tahun, untuk setiap murid selama lima tahun ke depan.
Kami lakukan ini bukan hanya karena ini hal yang benar. Kami juga lakukan ini karena data menunjukkan kalau anak diberi makanan gratis di sekolah, kemungkinan mereka ke sekolah jauh lebih besar. Kalau mereka datang ke sekolah dan belajar, tentu mereka nggak bisa bekerja di ladang pada saat yang sama.
Aku mau tunjukin ini. Ini Hannah dari sebelumnya. Apa kabar? Kalian ingat kami hancurin kamar mandi lama. Gimana menurutmu yang baru? Aku senang banget, punya ini! Ya, anak-anakmu kamu izinin pakai kamar mandi ini? Ya! Mantap! Itu tujuannya.
Pasarnya udah ramai guys. Kalian suka? Ya! Udah ada keripik pisang, telur, tomat, minyak sawit, tomat, pisang raja. Semua orang udah mulai buka lapak. Sekarang para keluarga ini nggak perlu pergi berjam-jam untuk beli makanan. Bisa beli di sini.
Eric, kamu tadi minta pusat komunitas. Siap melihatnya? Ya. Oke. Pusat komunitas yang baru!
BALAI WARGA
Mereka kayaknya suka banget.
Sekarang mereka punya perpustakaan, pusat kesehatan, ladang komunitas, dan kandang ayam. Cukup besar untuk 200 ayam. Berapa telur yang bisa dihasilkan setiap hari? Kita bisa dapat 120 telur sehari. Wow. Ini sumber makanan yang berkelanjutan untuk komunitas.
Ini Alfred, yang merancang taman bermain. Dia belum pernah main ayunan. Kamu harus resmiin dengan mencoba ayunan.
Gimana, Alfred? Senang nggak sama taman bermainnya? Ya, aku senang sama taman bermainnya. Ya? Ya!
Dan seperti halnya mereka suka taman bermainnya… Mereka juga suka lapangan sepak bola baru mereka. Beda dengan beberapa hal yang dibangun di sini, lapangan sepak bola mungkin terlihat nggak sepenting itu, tapi lihat betapa serunya mereka. Ini membantu menyatukan mereka lebih dekat. Karena pada akhirnya, kami nggak cuma membangun kota, kami membangun sebuah komunitas.
Ini Isaac dari sebelumnya. Kamu siap melihat rumah barumu? Siap. Oke. Ke sini. Dia belum pernah masuk ke dalamnya. Ini bakal spesial. Boleh dibuka? Ya, silakan. Ini benar-benar miliknya, seratus persen gratis.
Ya. Makasih banyak, makasih. Tunggu, tunggu, tunggu… jangan nangis dulu. Isaac, kamu bahkan belum lihat bagian terbaiknya. Makasih. Makasih ya. Ini keren banget.
Lihat dapur kamu nih. Ada kompornya. Punya wastafel yang bisa dipakai. Kamu punya kulkas. Ini keren, kan? Ya. Tapi, Isaac, kita belum selesai, Isaac. Buka dulu.
Ya. Ada shower nih? Ya. Coba rasain. Pernah mandi pakai shower gini nggak, seumur hidup kamu? Sekarang bisa kamu pakai tiap hari. Ya. Keren banget.
Ayo lihat kamar tidurmu. Aduh! Aku punya ranjang. Kamu punya ranjang. Lemari juga? Lemari, ya. Isi aja dengan apa pun yang kamu mau.
Kamu minta keramik putih kan? Ya. Dinding putih. Kami lakuin semua yang kamu bilang. Kamu suka? Ya, suka banget.
Rumahmu juga punya panel surya di atasnya yang akan berfungsi selama 30 tahun ke depan. Jadi listrik kamu gratis. Kamu nggak perlu bayar sewa. Sekarang rumah ini seratus persen milikmu. Semuanya udah ditanggung. Makasih! Ini hari terbaik dalam hidupku.
Dan bersama Isaac… Masuk ke rumah kalian! Masuk. …kami membangun total sepuluh rumah untuk ditempati semua guru.
Wow, ini indah banget. Bagus banget. Aku sangat, sangat, sangat bahagia. Makasih, MrBeast. Semoga Tuhan memberkati.
Dan seperti yang dijanjikan, Neuro Gum mengejutkan kami dengan mural keren ini agar komunitas bisa menghiasnya sendiri.
Oke, gimana menurut kalian desa baru kalian?
Ada satu hal terakhir yang harus kita lakukan. Kita nggak bisa punya desa tanpa nama. Eric, kita harus kasih nama apa?
Namanya Desa Abna Dakwa. Desa Abna Dakwa!
Kalau kalian ingat di awal video ini, aku berdiri tepat di sini saat belum ada apa-apa di belakang. Dan lihat sekarang. Sudah ada desa yang berfungsi penuh dan bisa mandiri.
Dan lihat sekarang. Sudah ada desa yang berfungsi penuh dan bisa mandiri.
Alasan kami lakuin ini untuk membantu anak-anak keluar dari pekerjaan anak ilegal di ladang kakao. Dan bagi kalian yang makan cokelat, mungkin kalian nggak sadar, kalian ikut terlibat dalam membuat lebih dari satu setengah juta anak terjebak dalam pekerjaan anak ilegal cuma di Ghana dan Pantai Gading, di Afrika Barat.
Dan kenyataan menyedihkannya, perusahaan cokelat besar menghasilkan miliaran dolar setiap tahun dengan mengorbankan anak-anak kecil. Mereka sebenarnya bisa ikutin langkah kami di Feastables untuk memerangi pekerja anak.
Kami memastikan para petani yang bekerja sama dengan kami dibayar dengan harga acuan yang layak. Seratus persen petani dapat premi perdagangan yang adil, diaudit, dan kami urus masalah pekerja anak di ladang, lalu banyak proyek pengembangan komunitas seperti yang kalian lihat di video ini.
Dan aku harap video ini dan semangatku membuka mata kalian dan membantu kalian menyadari kalau keadaan nggak harus kayak gini.
Bagi kalian yang nonton video ini yang mungkin kerja di perusahaan cokelat, tolong kirim video ini ke para petinggi kalian. Kenapa kalian mencetak puluhan miliar dolar keuntungan bertahun-tahun dengan mengorbankan anak-anak kecil? Beri mereka kehidupan lebih baik, beri mereka pendidikan, jangan biarkan mereka terjebak dalam kemiskinan.
Perusahaan cokelat besar nggak akan peduli dengan maraknya pekerja anak sampai kalian, kalian yang nonton video ini, melakukan sesuatu. Tunjukkan pada mereka kalau kalian peduli, kalian nggak mau anak-anak kecil dieksploitasi, kalian ingin kakao yang diperoleh secara etis. Dan aku harap kalian bisa bantu menyampaikan pesan ini.
Lain kali kalian makan cokelat, beli Feastables. Kalau Feastables gagal buktiin kakao yang diperoleh secara etis jalan yang benar, dan aku nggak bisa buat kalian peduli hanya dengan suaraku, aku akan jujur seratus persen. Kurasa masalah ini nggak akan pernah selesai.
Aku nggak cuma minta kalian. Aku benar-benar, tanpa bercanda, memohon. Berhenti dukung kakao yang diperoleh secara nggak etis dan makanlah Feastables.
Tunjukin kalian nggak mau ada eksploitasi anak di ladang, kalian ingin mereka dibayar dengan harga layak, ingin mereka dapat premi perdagangan yang adil, dan bahwa kalian ingin kakao yang diperoleh secara etis. Aku ngandelin kalian, guys.
ITU TERGANTUNG KAMU
Artikel diterbitkan · Diperbarui
