MrBeast Membangun Sebuah Desa di Ghana untuk Menarik Anak-Anak Keluar dari Pekerjaan Anak di Ladang Kakao

Buka di YouTube ↗
Ringkasan

Video ini dibuka di sebuah lahan kosong. MrBeast berdiri di depannya dan menyatakan bahwa lahan itu akan menjadi sebuah kota sungguhan di akhir video, dan ia menegaskan bahwa ia tidak sedang melebih-lebihkan. Alasannya, banyak anak di daerah tersebut terjebak dalam pekerjaan anak ilegal di ladang kakao. Selama setahun, timnya berencana menghabiskan hampir sepuluh juta dolar untuk proyek yang ia sebut sebagai proyek video terbesar dalam sejarah YouTube. Gagasan utamanya adalah membangun kota beserta sekolahnya agar anak-anak bisa keluar dari pekerjaan anak. Sepanjang video, ia kembali pada satu logika yang sama: anak yang berada di sekolah tidak sedang bekerja di ladang.

15 menit baca
0:12

Dari Fondasi Beton ke Lingkungan Pertama

Pembangunan dimulai dari rumah pertama. Tim menuang beton untuk fondasi yang tebal, dengan alasan rumah-rumah itu harus bertahan puluhan tahun. Setelah itu dinding dipasang, lalu jendela dan atap. MrBeast ikut memasang sekrup atap sambil bercanda. Ia juga mengakui bahwa kalau ia membangun semua rumah sendirian, prosesnya akan memakan waktu setahun, jadi ia memanggil bala bantuan.

Karena yang dibangun adalah satu kota penuh, MrBeast menjelaskan bahwa sebagian rumah ditampilkan secara dipercepat. Proses yang baru diperlihatkan untuk satu rumah diulang sembilan kali lagi sampai terbentuk satu lingkungan lengkap berisi sepuluh rumah. Fungsi rumah-rumah ini baru diungkap di pertengahan video: rumah itu disediakan untuk para guru yang akan pindah ke desa tersebut.

Sekolah sebagai Inti Proyek

Menurut MrBeast, lingkungan tanpa sekolah tidak ada artinya, jadi sekolah juga dibangun. Fondasinya membutuhkan sekitar seratus ribu pon beton. Untuk menunjukkan mengapa sekolah baru diperlukan, ia mengunjungi sekolah yang dipakai anak-anak saat ini. Seorang warga menyebut ada 325 anak yang belajar di satu bangunan itu. Saat hujan, tempat itu kebanjiran dan anak-anak tidak datang.

MrBeast menggambarkan kondisi sehari-hari di sana: anak-anak menempuh perjalanan bermil-mil, duduk di ruang kelas yang kotor, dan belajar di tengah panas yang menyengat. Ia lalu menyampaikan argumen inti proyek ini: saat anak-anak bersekolah, mereka tidak bekerja di ladang kakao, sehingga makin tinggi kehadiran di sekolah, makin sedikit pekerja anak. Karena muridnya lebih dari 300, ia ingin sekolah itu cukup besar untuk "membangun lebih dari 300 masa depan."

Dinding sekolah dibuat dengan beton yang disemprotkan, metode yang menurut MrBeast baru pertama kali ia lihat. Belakangan ia menyebut sekolah itu terdiri dari lebih dari seratus dinding dan butuh waktu berminggu-minggu untuk diselesaikan. Ada juga momen ringan bersama Nolan, rekannya, yang ia goda dengan "pura-pura ini bukan desa pertama yang kamu bangun" dan "pura-pura pernah pakai gergaji". Karena harus mulai bekerja pagi-pagi sekali, keduanya bahkan tidur di mobil di lokasi.

2:10

Hujan, Kegagalan Beton, dan Masalah Banjir

MrBeast mengaku sudah mendengar bahwa kondisi alam di sana cukup ekstrem, tetapi ia tidak menyangka akan mengalaminya secepat itu. Hujan turun begitu deras sampai bisa merusak beton yang baru dituang. Ia secara terbuka mengatakan bahwa mereka biasanya tidak menunjukkan hal seperti ini di video, dan bahwa pekerjaan itu kemungkinan harus diulang.

Hujan ini juga membuka masalah yang lebih besar. Di satu sisi ada desa yang sedang dibangun, di sisi lain ada bagian komunitas yang sudah ada, dan di antaranya mengalir sungai yang seharusnya lewat sebuah pipa. Karena pipanya terlalu sempit, air meluap dan membanjiri sekitarnya, sehingga dua komunitas itu benar-benar terpisah. Banjir semacam ini bahkan bisa membuat anak-anak tidak bisa pergi ke sekolah yang sedang dibangun.

Solusinya adalah mengganti saluran. Terowongan yang ada lebarnya 0,9 meter, sementara tim membangun dua saluran baru masing-masing selebar 1,2 meter. Setelah dua minggu bekerja di tengah hujan, jembatan diperbaiki, dan menurut MrBeast desa itu tidak kebanjiran lagi. Seorang warga mengatakan mereka sangat senang karena perubahan ini akan memudahkan perjalanan ke sekolah setiap hari.

3:09

Mendengar Daftar Kebutuhan Warga

Saat istirahat makan siang, tim mengumpulkan orang-orang yang akan tinggal di kota itu dan bertanya apa lagi yang perlu dibangun. Daftarnya ternyata panjang: pusat komunitas atau balai warga, ladang untuk sumber makanan, pasar, dan air bersih. Ketika MrBeast bertanya apakah komunitas akan senang kalau semua itu dibangun, warga menjawab dengan antusias. Ia berpamitan dan berjanji kembali beberapa bulan kemudian.

Setelah berbulan-bulan, sekolah selesai dan tim mulai mengerjakan daftar tersebut. Pola ini terus muncul sepanjang video: fasilitas yang dibangun sering dikaitkan dengan permintaan langsung dari warga, murid, atau calon penghuni.

4:19

Sumur, Tenaga Surya, dan Air Mengalir

Kebutuhan pertama adalah air, jadi tim menggali sumur. MrBeast memperlihatkan bahwa tidak semua sumur menyemburkan air secara dramatis. Ada yang hasilnya "antiklimaks", tetapi baginya air tetaplah air. Sumur itu dihubungkan ke panel surya dan disambungkan ke tangki air di sebuah menara untuk menyediakan air bersih ke setiap rumah. Menurut MrBeast, satu tangki bisa menampung lebih dari sepuluh ribu botol air, dan tangki kedua juga dipasang.

Ia menjelaskan bahwa sebelumnya komunitas ini minum air yang tidak aman, dan banyak orang jatuh sakit dalam jumlah yang mengkhawatirkan. Dengan sistem tangki, air terisi pada siang hari saat panel surya bekerja dan bisa dipakai pada malam hari. Warga tetap bisa mandi, mencuci piring, mencuci tangan, dan menyiram toilet meski tengah malam. Panel surya juga dipasang di seluruh kota untuk menyediakan listrik ke rumah-rumah. Dalam satu adegan, MrBeast memperlihatkan dapur dengan air mengalir dan shower air panas yang uapnya sampai membuat lensa kamera berembun.

5:46

Lapangan Sepak Bola, Ladang, dan Kamar Mandi

Tim juga membangun lapangan sepak bola. MrBeast bercanda bahwa Ronaldo atau Messi berikutnya bisa saja berasal dari sekolah ini berkat gawang yang sedang ia pasang. Ia lalu menyambungkannya ke kebutuhan berikutnya: kalau mau mencetak Ronaldo berikutnya, mereka butuh makanan. Tim pun membangun ladang yang dikelilingi pagar untuk melindunginya dari hewan liar, dengan sekitar seratus tiang di seluruh area, dan kandang ayam sebagai bagian dari ladang itu. MrBeast memperkirakan ladang tersebut akan memberi makan puluhan ribu orang sepanjang masa pakainya.

Warga juga menunjukkan kamar mandi komunitas yang lama. Menurut mereka, kadang ada ular, tikus, dan hewan berbahaya lain di sana. MrBeast mengatakan ia tidak perlu dijelaskan lagi dan langsung membongkarnya. Ia mengaku tidak percaya anak-anak dulu memakai kamar mandi seperti itu.

7:11

Lima Bulan Kemudian dan Persiapan Terakhir

MrBeast kembali ke titik tempat ia merekam intro saat lahan masih kosong, lalu membandingkan kondisi sebelum dan sesudah. Ia menekankan betapa banyak yang selesai dalam lima bulan, sambil mengakui masih banyak pekerjaan tersisa. Lampu jalan bertenaga surya juga sudah dipasang. Rentang waktu yang ditampilkan di layar adalah Januari hingga Agustus.

Dengan anak-anak dijadwalkan datang beberapa hari lagi untuk memulai tahun ajaran, MrBeast memanggil teman-temannya, termasuk sesama YouTuber, untuk mengecat dan melengkapi sekolah. Sekolah masih butuh meja, perpustakaan butuh buku, dan kandang ayam masih belum selesai. Karena tidak ada tangga, Kat berdiri di atas bahu Orkun, yang berdiri di atas punggung Adam. MrBeast menyebut ia senang melihat komunitas YouTube berkumpul seperti ini. Dua pendiri perusahaan sponsor video juga ikut bekerja. Menurut MrBeast, mereka banyak membantu di balik layar selama kegiatan di Ghana dan ikut mendanai desa kedua di Ghana. Mereka juga menyiapkan kejutan untuk desa yang baru diungkap di akhir video.

9:07

Taman Bermain yang Dirancang Murid

Untuk taman bermain, MrBeast meminta pendapat "ahlinya", yaitu murid-murid. Ia menunjukkan area berbentuk lingkaran dan bertanya apa yang sebaiknya dipasang di sana. Seorang anak meminta komidi putar di sebelah kanan, lalu ayunan dan jungkat-jungkit. MrBeast meminta timnya memastikan desainnya sesuai keinginan anak itu. Anak tersebut kemudian diperkenalkan sebagai Alfred, perancang taman bermain, yang menurut MrBeast belum pernah naik ayunan sebelumnya.

9:46

Isaac, Guru Pertama, dan Rumah Impiannya

Saat taman bermain mulai dibangun, tim bertemu guru pertama, Isaac. Di sinilah MrBeast mengungkap bahwa rumah-rumah yang dibangun di awal video diperuntukkan bagi para guru. Ia memperlihatkan tempat tinggal Isaac saat itu: Isaac, istrinya, dan tiga anaknya berbagi dua kamar, dan dua kamar itu merupakan bagian dari rumah yang juga ditinggali sekitar selusin keluarga lain.

MrBeast bertanya seperti apa rumah yang Isaac inginkan. Isaac menyebut lantai keramik putih, dan karena warna favoritnya putih, akhirnya disepakati seluruh rumah dibuat putih. Ia juga ingin ada toilet dan kamar mandi, kamar tidur, ruang tamu, dan dapur. MrBeast kemudian memasangkan penutup mata dan berjanji kembali beberapa bulan lagi.

10:49

Ladang Selesai dan Penekanan pada Detail

Ladang akhirnya selesai. MrBeast menyebut kota itu bisa menanam jagung, ubi, kubis, kacang polong, kacang-kacangan, cabai, dan berbagai sayuran. Ada juga tangki ikan: ikannya dipelihara untuk dimakan, dan kotorannya dicampur dengan air untuk menyuburkan tanaman. Dua tangki air tambahan dipasang untuk mengalirkan air ke pipa irigasi agar tanaman disiram secara optimal.

Di bagian ini MrBeast menyampaikan pesan yang ia sebut datang "dari lubuk hati". Ketika rencana desa ini dibuat, banyak orang menganggapnya gila, terlalu ambisius, dan tidak mungkin. Namun ia ingin membantu anak-anak yang terjebak dalam pekerjaan anak ilegal dan menyiapkan desa itu agar bisa berkembang. Menurutnya, bahkan detail kecil seperti pipa irigasi yang mungkin tidak diperhatikan orang tetap berdampak. Ia juga menyebut delapan bulan kerja keras. Kemitraan yang memungkinkan proyek ini berawal dari One Billion Followers Summit tahun sebelumnya, yang mempertemukannya dengan Mohammed Bin Rashid Global Initiatives dan Varkey Foundation. Menurut MrBeast, dukungan keduanya menjadi bagian besar dari terwujudnya proyek ini. Secara keseluruhan, ia menggambarkan proyek ini sebagai setahun perencanaan dan pembangunan, dengan ratusan pekerja dan sukarelawan yang menghabiskan ribuan jam.

12:21

Pembukaan Desa: Sekolah, Makanan, Pasar, dan Balai Warga

Desa dibuka secara resmi saat Eric, salah satu warga, memotong pita, meski momen itu sempat sedikit canggung. Sekolah baru terdiri dari sepuluh ruang kelas yang cukup besar untuk ratusan murid, lengkap dengan kipas listrik. Seorang murid yang sebelumnya meminta sekolah menyebut ruang kelasnya sangat indah.

MrBeast juga mengumumkan bahwa setiap anak akan diberi makan pada setiap hari sekolah selama lima tahun ke depan, atau 200 kali makan per tahun untuk setiap murid. Ia menjelaskan bahwa ini dilakukan bukan hanya karena hal itu benar, tetapi juga karena menurut data, anak yang mendapat makanan gratis di sekolah jauh lebih mungkin datang ke sekolah. Kalau mereka datang dan belajar, mereka tidak bisa bekerja di ladang pada saat yang sama.

Hannah, warga yang sebelumnya menunjukkan kamar mandi lama, mengatakan sangat senang dengan kamar mandi baru dan mengizinkan anak-anaknya memakainya. MrBeast menyebut itulah tujuannya. Pasar sudah ramai dengan lapak keripik pisang, telur, tomat, minyak sawit, dan pisang raja. Menurut MrBeast, keluarga-keluarga di sana kini tidak perlu pergi berjam-jam untuk membeli makanan. Eric juga diajak melihat balai warga yang dulu ia minta. Desa kini memiliki perpustakaan, pusat kesehatan, ladang komunitas, dan kandang yang cukup untuk 200 ayam. Seorang warga memperkirakan kandang itu bisa menghasilkan 120 telur per hari, yang disebut MrBeast sebagai sumber makanan berkelanjutan.

Tentang lapangan sepak bola, MrBeast mengakui fasilitas itu mungkin terlihat tidak sepenting fasilitas lain. Namun melihat betapa serunya anak-anak bermain, ia berpendapat lapangan itu membantu menyatukan mereka. Menurutnya, pada akhirnya mereka tidak hanya membangun kota, tetapi juga sebuah komunitas.

15:09

Isaac Melihat Rumah Barunya

Isaac kemudian melihat rumahnya untuk pertama kali. MrBeast menegaskan rumah itu sepenuhnya milik Isaac dan seratus persen gratis. Isaac langsung terharu bahkan sebelum melihat seluruh isinya. Di dalam ada dapur dengan kompor, wastafel yang berfungsi, dan kulkas, lalu shower yang menurut MrBeast kini bisa dipakai setiap hari, serta kamar tidur dengan ranjang dan lemari. Keramik dan dinding putih dibuat sesuai permintaan Isaac. MrBeast juga menyebut panel surya di atap yang akan berfungsi selama 30 tahun ke depan, sehingga listriknya gratis, dan Isaac tidak perlu membayar sewa. Isaac menyebut hari itu sebagai hari terbaik dalam hidupnya.

Total ada sepuluh rumah untuk para guru, dan para penghuni lain juga menyatakan kebahagiaan dan rasa terima kasih mereka. Kejutan dari sponsor yang dijanjikan sebelumnya ternyata berupa mural yang bisa dihias sendiri oleh komunitas. Langkah terakhir adalah memberi nama. Eric menamai desa itu Desa Abna Dakwa. MrBeast kembali ke titik tempat ia berdiri di awal video dan menyebut lahan kosong itu kini menjadi desa yang berfungsi penuh dan bisa mandiri.

17:14

Pesan Penutup: Tanggung Jawab Industri Cokelat dan Konsumen

Di bagian akhir, MrBeast menegaskan kembali tujuan proyek ini, yaitu membantu anak-anak keluar dari pekerjaan anak ilegal di ladang kakao. Ia lalu berbicara langsung kepada penonton yang makan cokelat. Menurutnya, tanpa sadar mereka ikut terlibat dalam situasi yang membuat lebih dari satu setengah juta anak terjebak dalam pekerjaan anak ilegal, hanya di Ghana dan Pantai Gading. Ia menuduh perusahaan cokelat besar menghasilkan miliaran dolar setiap tahun dengan mengorbankan anak-anak kecil.

Sebagai pembanding, ia menyebut praktik di merek cokelatnya sendiri, Feastables. Menurut MrBeast, petani yang bekerja sama dengan mereka dibayar dengan harga acuan yang layak, seratus persen petani mendapat premi perdagangan yang adil, prosesnya diaudit, masalah pekerja anak di ladang ditangani, dan ada banyak proyek pengembangan komunitas seperti yang terlihat di video ini. Ia berpendapat perusahaan lain sebenarnya bisa mengikuti langkah tersebut.

Ia meminta penonton yang bekerja di perusahaan cokelat untuk mengirimkan video ini ke atasan mereka, sambil mempertanyakan mengapa perusahaan meraup puluhan miliar dolar keuntungan selama bertahun-tahun dengan mengorbankan anak-anak. Menurutnya, perusahaan cokelat besar tidak akan peduli pada maraknya pekerja anak sampai penonton sendiri bertindak dan menunjukkan bahwa mereka menginginkan kakao yang diperoleh secara etis. Ia meminta penonton membeli Feastables saat makan cokelat. Ia juga mengatakan, "jujur seratus persen", bahwa kalau Feastables gagal membuktikan kakao etis sebagai jalan yang benar dan suaranya saja tidak cukup membuat orang peduli, menurutnya masalah ini tidak akan pernah selesai. Ia menutup video dengan menyebut dirinya bukan sekadar meminta, tetapi memohon, dan bahwa ia mengandalkan penonton. Teks penutup di layar berbunyi: "Itu tergantung kamu."