Dari Mudah Menyerah hingga Konsisten: Empat Cara Hinata Kato Menjaga Motivasi
ひなちゃんねる / Hinata KatoIde video ini muncul dari pertanyaan di Instagram. Banyak pengikut Hinata Kato bertanya: bagaimana ia bisa konsisten begitu lama, bagaimana menjaga motivasi, dan mengapa ia bisa bekerja sekeras itu. Hina menjawab bahwa dulu ia sendiri tidak bisa bertahan dalam hal apa pun. Ia pernah merasa tertekan dan menganggap dirinya gagal karena itu. Kini ia menilai anggapan tersebut keliru besar. Menurutnya, siapa pun bisa tetap termotivasi, bekerja keras, dan mencapai tujuannya.
Ia juga memberi catatan sejak awal. Setiap orang berbeda, sama seperti kulit, rambut, dan struktur tulang. Karena itu metode yang berhasil baginya belum tentu cocok untuk semua orang. Ia berharap penonton bisa memakai pengalamannya sebagai bahan untuk menemukan cara yang cocok bagi diri sendiri, walaupun bagi sebagian orang metodenya mungkin langsung cocok. Video ini direkam terburu-buru pada sore hari, satu jam sebelum ia harus berangkat.
Dua jalan yang sama-sama berat
Sebelum masuk ke metode, Hina menjawab pertanyaan "mengapa kamu bekerja begitu keras?" Ia mengaku sekarang terus berusaha tidak lagi terasa sulit baginya, tetapi dulu pernah terasa sulit.
Cara pandangnya begini. Tidak melakukan apa-apa setiap hari itu berat, dan bekerja keras setiap hari juga berat. Kalau terus-menerus tidak berusaha, menurutnya harga diri akan turun dan kita akan bosan dengan diri sendiri yang tidak pernah berubah. Karena keduanya sama-sama menyakitkan, ia memilih jalan yang kedua. Di jalan itu ia setidaknya bisa merasakan serunya menghadapi tantangan baru dan bahagianya mencapai sesuatu.
Ia sempat menertawakan istilah "mencapai tujuan" yang menurutnya terlalu formal. Tujuan yang ia maksud bisa berupa hal sehari-hari: ingin lebih langsing dan imut, ingin populer, ingin memakai baju lucu, atau ingin belajar merawat diri. Awalnya ia menyebut ada tiga hal penting, dengan poin kedua dan ketiga sebagai yang paling berpengaruh dalam hidupnya. Di akhir video ia menambahkan metode keempat.
Cara pertama: kelilingi diri dengan orang yang bekerja keras
Metode pertama tampak sederhana, tetapi menurut Hina sangat penting. Kelilingi diri dengan orang-orang yang bekerja keras dan sukses, baik teman di dunia nyata maupun akun yang diikuti di media sosial. Selama periode yang sudah diputuskan untuk berkomitmen, ia menyarankan membuat akun khusus yang hanya berisi orang-orang seperti itu.
Contoh yang ia sebut adalah idola yang dikenal pekerja keras, seperti Jennie dari BLACKPINK dan Wonyoung, juga Sashihara dan Minami Tanaka. Sarannya adalah membuka akun mereka begitu bangun tidur. Dengan begitu muncul pikiran seperti "kalau dia sudah bekerja keras sejak pagi, aku juga harus berusaha."
Ia memberi contoh dari hari perekaman itu sendiri. Pagi itu ototnya sangat pegal, jadi ia berniat libur sehari. Ia merasa hal itu wajar karena istirahat penting dan otot tumbuh saat beristirahat. Ia menambahkan bahwa ia bisa berpikir begitu karena harga diri dan keyakinan dirinya cukup tinggi. Namun saat membuka Instagram, ia melihat Aya Nakamachi sudah memasak masakan Jepang sejak pukul 7 pagi. Aya baru kembali dari luar negeri, terlihat bahagia, dan menulis bahwa masakan Jepang memang yang terbaik. Melihat Aya begitu menikmati hidup membuat Hina ingin berusaha juga.
Hal yang sama berlaku untuk teman. Ia menyebut Umi Shinonome, temannya yang usianya hampir sama. Meski setiap hari punya banyak pekerjaan, Umi tetap memasak sendiri sepulang kerja agar tetap sehat. Setiap kali menghubungi atau bertemu teman seperti itu, Hina merasakan dorongan kuat untuk ikut berusaha.
Cara kedua: buat diri sendiri senang dengan hasil yang langsung terlihat
Metode kedua adalah membuat diri sendiri merasa senang. Menurut Hina, motivasi bisa naik dengan cepat hanya dengan menghibur diri. Kini ia sudah terbiasa menyenangkan diri sebelum motivasinya mulai turun, dan selama ia terus melakukannya, motivasinya tetap terjaga. Ia mengakui hal ini penting tetapi sangat sulit dilakukan.
Untuk tahu apa yang bisa menyenangkan diri, ia menyarankan menulis daftar impian lebih dulu. Ia merasa kerja kerasnya membuatnya bisa berubah menjadi dirinya yang sekarang, dan ia suka menemukan sisi baru dari dirinya. Masalahnya, hasil kerja keras butuh waktu. Karena itu, untuk menjaga motivasi ia sengaja melakukan hal-hal yang hasilnya langsung terlihat.
Contohnya mengeriting bulu mata, mengganti warna dan gaya rambut, dirias oleh penata rias, mencoba riasan ala Korea, dan memesan sesi di studio foto untuk mendapatkan foto paspor yang lucu. Ia juga kadang meniru gaya berpakaian Felix dari Stray Kids atau Wonyoung, atau mengubah gaya berpakaiannya secara drastis, apa pun yang membuatnya merasa keren hari itu. Menurutnya hal ini menaikkan motivasinya secara drastis. Keesokan harinya ia bisa melakukan kebiasaan andalannya: bangun pukul 5 pagi dan berjalan kaki ke tempat kerja.
Kesimpulannya, semua orang perlu menyenangkan diri, tetapi caranya berbeda-beda, jadi setiap orang perlu mencari caranya sendiri. Ia menilai cara ini sangat sederhana tetapi sering diabaikan.
Cara ketiga: lakukan apa yang bisa, saat bisa
Metode ketiga ia sebut berkaitan dengan psikologi. Isinya: lakukan apa yang bisa dilakukan, saat bisa melakukannya. Sama seperti metode pertama, cara ini terdengar mudah dan bisa dilakukan siapa saja, tetapi ia menilai praktiknya sulit. Ia yakin cara ini bisa mengubah hidup sepenuhnya.
Ia mencontohkan rutinitasnya sendiri. Biasanya ia berjalan di treadmill dengan kemiringan 11 dan kecepatan 3,5. Pada hari ketika tidak termotivasi, ia menggantinya dengan berjalan santai di jalan datar sambil menikmati pemandangan. Atau, alih-alih berjalan 30 menit seperti biasa, ia cukup berjalan 5 menit. Kadang ia sama sekali tidak berolahraga dan memilih berbaring di tempat tidur sambil mencari dan menyimpan ide riasan dan fesyen di ponsel supaya bisa tampil lebih bergaya.
Nucleus accumbens dan menyentuh tugas walau sedikit
Hina mengakui penjelasan ini mungkin membuat orang bertanya-tanya apakah ia baik-baik saja. Ia lalu menjelaskan alasannya. Ia juga pernah tahu ada hal yang harus dikerjakan tetapi malah menghabiskan seharian menonton TikTok, lalu tidur tanpa mengerjakan apa pun.
Menurut penjelasannya, di otak ada bagian bernama nucleus accumbens, dan merangsangnya bisa memunculkan motivasi. Cara yang efektif untuk merangsangnya adalah prinsip "lakukan apa yang bisa, saat bisa". Seberapa pun tidak termotivasi, kita tetap menyentuh hal yang harus dikerjakan, sedikit saja.
Contohnya laporan yang harus diselesaikan tetapi terasa membosankan. Dalam situasi itu, cukup buka buku referensinya sambil berbaring. Kalau urusan pekerjaan, cukup lihat bahannya. Lakukan selama satu atau dua menit saja. Menurut Hina, tidak apa-apa bersikap lunak pada diri sendiri, asalkan tetap terlibat walau hanya sedikit. Ia menganggap langkah kecil ini perubahan penting yang mendorong orang untuk bertindak. Kalau terus dilakukan, pekerjaan akhirnya benar-benar selesai.
Menepati janji pada diri sendiri: efikasi diri dan harga diri
Hina kembali menegaskan bahwa metode kedua dan ketiga paling banyak mengubah dirinya. Kalau dijalankan secara konsisten, kita akan lebih sering menepati janji kepada diri sendiri. Menurutnya hal ini meningkatkan efikasi diri, yang ia jelaskan sebagai keyakinan bahwa diri sendiri mampu mencapai sesuatu.
Ia lalu menjelaskan rangkaian dampaknya. Efikasi diri dan harga diri naik, sehingga kita lebih percaya diri. Rasa percaya diri membuat kita lebih memperhatikan diri sendiri. Orang yang bisa menghargai diri sendiri, menurutnya, juga lebih bisa menghargai orang lain, bisa menjauh dari orang yang tidak menghargainya, dan bisa membuat pilihan sendiri. Tiga langkah sederhana inilah yang menurut Hina membuatnya percaya diri dan terus melangkah.
Jangan pasang target terlalu tinggi
Ia lalu menambahkan satu poin yang baru teringat: tujuan besar itu penting, tetapi jangan memasang target terlalu tinggi. Ia sendiri punya tujuan besar, seperti memiliki tubuh yang indah dan sukses dalam pekerjaannya. Meski begitu, ia menyarankan untuk fokus lebih dulu pada tujuan-tujuan kecil.
Setiap pagi setelah bangun, ia menentukan tugas hari itu, termasuk hal yang sangat kecil. Contohnya menyikat gigi tiga kali sehari, minum vitamin C, atau memijat bagian tubuh tertentu saat mandi. Ia suka menuliskannya sebagai daftar lalu mencentangnya satu per satu, dan menurutnya kebiasaan itu saja sudah menaikkan keyakinan dirinya.
Cara keempat: berhenti melakukan sesuatu "demi turun berat badan"
Setelah sempat mengaku merekam ulang dengan terburu-buru, Hina menambahkan metode keempat yang ia sebut sangat penting. Ia berhenti melakukan sesuatu hanya dengan alasan ingin menurunkan berat badan.
Ia mengakui awalnya ia berolahraga kardio karena ingin kurus. Namun ia kemudian menilai pola pikir itu kurang tepat. Bangun tidur dengan pikiran "harus jalan kaki untuk membakar lemak" membuatnya benar-benar benci, bahkan benci pada cara berpikir itu sendiri.
Ia menjelaskan bahwa sekarang ia bisa menjalani memasak, olahraga, fesyen, riasan, dan penataan rambut sekaligus karena ia mengganti alasannya dengan alasan yang terasa menyenangkan. Setiap pagi ia melakukan "Peko Peko Walking". Alasan dasarnya tentu menjaga bentuk tubuh dan kesehatan, tetapi ia memilih melihatnya sebagai waktu untuk menyelesaikan tugas, melepas kekhawatiran, dan menikmati buku atau video favorit. Misalnya, karena ingin melanjutkan membaca sebuah buku, ia memutuskan untuk berjalan.
Hal yang sama berlaku untuk memasak. Saat merasa harus membuat menu diet demi menurunkan berat badan, ia sama sekali tidak bisa menjalaninya. Ia juga menyebut alasan awal seperti ingin dipuji orang yang disukai sebagai motif yang ia ganti dengan alasan yang terasa menyenangkan. Sekarang ia memasak sendiri setiap hari karena tidak ingin cepat menua dan ingin kulitnya bagus. Hasil yang ia laporkan: ia jadi jauh lebih pandai memasak, berat badannya turun, kesehatan ususnya membaik, bulu matanya lebih panjang, dan kulitnya jauh lebih baik. Ia menilai pola pikir inilah yang membantunya mencapai semuanya.
Satu halaman sehari
Hina menambahkan satu contoh lagi tentang tujuan kecil, kali ini dari kegiatannya belajar bahasa Inggris. Ia tidak berusaha membaca banyak halaman dan menghafal banyak hal sekaligus. Ia hanya membaca satu halaman buku referensi per hari. Dengan cara itu ia butuh 75 hari untuk menamatkan bukunya, tetapi dalam 75 hari itu ia akan mempelajari seluruh isi buku. Baginya, contoh ini menunjukkan mengapa tujuan kecil penting.
Cara penonton menjaga motivasi
Di bagian akhir, Hina membaca jawaban para pengikutnya, yang ia sebut MABUPINA, tentang cara mereka tetap termotivasi. Banyak yang menyebut memilih panutan, dan beberapa menyebut Hina sebagai panutan mereka. Ia setuju bahwa menetapkan sosok yang ingin ditiru adalah cara yang baik.
Ada juga yang menulis "langsung kejar hasilnya", yang menurut Hina sama dengan metode keduanya. Ia menambahkan bahwa hasil sering sulit dicapai karena butuh usaha keras, jadi melakukan hal yang hasilnya langsung terlihat sangat membantu.
Beberapa orang memakai ChatGPT. Salah satunya menulis bahwa mengerjakan sesuatu sambil dipuji ChatGPT sangat efektif. Hina menilai ini metode yang bagus karena ChatGPT menganalisis kita sekaligus menaikkan harga diri. Ada yang menyarankan agar tidak memasang target terlalu tinggi, dan Hina sepenuhnya setuju. Ada yang mendaftar kelas Pilates untuk membentuk tubuh, dan Hina menambahkan bahwa ikut kelas yang diikuti orang yang dikagumi juga ide bagus. Ada pula yang membuat rencana konkret, misalnya perjalanan ke Pulau Ishigaki 100 hari lagi dengan rencana memakai baju renang. Menurut Hina, cara-cara mereka ternyata mirip dengan caranya.
Penutup: tak ada yang mengalahkan orang yang bersinar
Pesan terakhir yang ingin Hina tekankan adalah bahwa tidak ada yang bisa mengalahkan orang yang bersinar. Apa pun bentuk tubuh atau penampilan seseorang, yang terpenting menurutnya adalah benar-benar menikmati segala sesuatu dan tetap tersenyum. Ia mengajak penonton membagikan cara lain di kolom komentar.
Sebelum pergi makan pizza, ia sempat memperlihatkan muffin tepung beras buatannya. Muffin itu terinspirasi dari muffin yang ia makan di Starbucks di Shanghai. Ia menyebut percobaan ini gagal karena adonannya terlalu banyak air, meski rasanya tetap enak. Ia berjanji akan membagikan resepnya lagi kalau sudah berhasil membuatnya lebih mengembang.
Halo, saya mengajukan pertanyaan di Instagram untuk memutuskan apa yang akan dibicarakan hari ini. Lalu saya ditanya banyak pertanyaan: "Bagaimana kamu bisa terus melakukan sesuatu selama ini?", "Bagaimana Anda menjaga motivasi Anda?", "Mengapa kamu bisa bekerja begitu keras?" Saya menerima banyak pertanyaan seperti ini.
Dulu saya juga merasakan hal yang sama seperti orang lain, dan saya adalah orang yang tidak bisa bertahan dalam hal apa pun. Ada saatnya saya merasa tertekan karena saya tidak bisa bertahan terhadap apa pun dan merasa gagal. Tetapi itu kesalahan besar; siapa pun dapat bekerja keras dan mencapai tujuannya. Siapa pun dapat tetap termotivasi dan bekerja keras. Sekarang saya akan berbagi metode yang berhasil bagi saya.
Namun seperti halnya kulit, rambut, dan struktur tulang, setiap orang berbeda. Jadi metode ini mungkin tidak cocok untuk sebagian orang. Tetapi ini seharusnya memberi Anda kesempatan untuk berpikir dan menemukan metode yang cocok untuk Anda. Mungkin metode saya akan bekerja sempurna bagi sebagian dari Anda. Jadi saya benar-benar termotivasi untuk merekam video ini hari ini.
Saya tidak terlihat cantik di malam hari jadi saya biasanya tidak mengambil video apa pun pada waktu seperti ini. Sekarang jam 5 sore dan saya berangkat satu jam lagi. Saya harus tenang, tetapi saya akan merekam video. Semua orang, dengarkan baik-baik.
Pertama-tama, saya pernah menjawab pertanyaan, "Mengapa Anda bekerja begitu keras?" Sekarang saya tidak merasa sulit untuk terus mencoba. Namun ada saatnya hal itu sulit. Tidak melakukan apa pun setiap hari dan bekerja keras setiap hari keduanya sulit dan menyakitkan. Jika kita terus-menerus tidak berusaha keras setiap hari, harga diri kita akan menurun dan kita akan menjadi bosan dengan diri kita yang tidak berubah. Jadi keduanya sulit. Saya pikir jika keduanya sulit, yang terakhir akan lebih baik, jadi saya memilih jalan yang akan memungkinkan saya merasakan kegembiraan dalam menghadapi tantangan baru dan kebahagiaan dalam mencapai sesuatu. Saya ingin membagikannya terlebih dahulu.
Ngomong-ngomong, ada tiga hal penting yang perlu diperhatikan. Dengan melakukan hal-hal ini, siapa pun dapat memperoleh kemampuan untuk bertahan, bekerja keras, dan mencapai tujuan mereka. Ungkapan "mencapai tujuan" terlalu formal. Anda mungkin juga punya tujuan dalam pikiran. Anda ingin menurunkan berat badan dan menjadi imut, menjadi populer, mengenakan pakaian imut, dan belajar merawat diri sendiri. Anda mungkin memiliki banyak impian, tetapi Anda pasti akan terus bekerja keras hingga impian itu terwujud. Saya jamin itu.
Ada tiga hal penting yang harus dilakukan. Dan poin kedua dan ketiga sangatlah penting. Melakukan kedua hal ini telah mengubah saya, jadi dengarkan sampai akhir. Ditambah lagi, saya akan berbagi bagaimana MABUPINA saya tetap termotivasi. Mari kita semua menang bersama. Menangkan kehidupan yang indah dan bahagia. Jadi, kepada semua orang di KATOHINA World... Apa itu "Dunia"? Saya ingin Anda bahagia, jadi saya berbagi segalanya. Jadi, mari kita mulai.
Poin pertama tampaknya sederhana tetapi sangat penting. Kelilingi diri Anda dengan orang-orang yang sukses, termasuk teman-teman Anda dan orang-orang yang Anda ikuti di media sosial. Untuk periode yang Anda putuskan untuk berkomitmen, ada baiknya Anda membuat akun hanya untuk melihat orang-orang. Misalnya, ikuti penyanyi idola pekerja keras seperti Jennie dari BLACKPINK. Wonyoung juga bekerja sangat keras dan saya menyukainya. Hal yang sama berlaku untuk Sashihara dan Minami Tanaka. Ikuti orang-orang yang bekerja keras seperti mereka dan periksa akun mereka saat Anda bangun. Lalu Anda akan berpikir, "Tunggu, saya juga akan berusaha sekuat tenaga," atau "Jika dia bekerja keras sejak pagi, saya juga akan berusaha sekuat tenaga."
Sebenarnya, saya merasakan nyeri otot yang serius hari ini, jadi saya ingin mengambil cuti sehari. Istirahat itu sangat penting, jadi saya pikir tidak apa-apa jika saya mengambil cuti hari ini. Otot Anda tumbuh saat beristirahat, jadi istirahat sangatlah penting. Saya pikir begitu karena harga diri dan keyakinan diri saya cukup tinggi.
Namun ketika saya bangun dan memeriksa Instagram, saya melihat Aya Nakamachi telah memasak makanan Jepang sejak pukul 7 pagi. Melihatnya memasak makanan Jepang sejak pukul 7 pagi membuat saya ingin bekerja keras juga. Di media sosial, dia tampak bahagia. Dia baru saja kembali ke Jepang dan bergumam, "Makanan Jepang memang yang terbaik." Dia telah bepergian ke luar negeri dan gemar memasak di Jepang. Dia sangat menikmati hidup, itu membuatku ingin melakukan yang terbaik juga. Dengan cara ini, mengikuti orang-orang pekerja keras di media sosial akan memotivasi Anda untuk bekerja keras juga.
Anda mungkin juga memiliki teman yang bekerja keras di pekerjaan mereka, klub, hobi, memasak, atau apa pun. Saat saya menghubungi atau bertemu mereka, saya merasakan keinginan kuat untuk melakukan yang terbaik juga. Umi Shinonome adalah teman saya yang usianya hampir sama dengan saya dan bekerja sangat keras. Meskipun dia memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan setiap hari, ketika dia pulang ke rumah dia memasak sendiri agar tetap sehat. Ketika saya melihat teman-teman saya bekerja keras seperti dia, saya merasa termotivasi untuk bekerja keras juga.
Ini mungkin tampak sederhana tetapi tetap penting, jadi saya membagikannya sebagai metode pertama. Saya yakin Anda juga menyimpan postingan seperti ini dan menekan tombol suka sehingga Anda dapat segera kembali melihatnya. Jadi itu saja untuk saat ini.
Cara kedua juga sangat penting, yaitu "menempatkan diri Anda dalam suasana hati yang baik." Padahal, kalau kita menghibur diri saja, motivasi kita bisa cepat naik. Sekarang saya memiliki kemampuan untuk menghibur diri sebelum motivasi saya mulai memudar. Selama saya terus melakukannya, saya bisa tetap termotivasi. Ini sungguh penting, tetapi sangat sulit.
Pertama, Anda mungkin bertanya-tanya bagaimana cara menghibur diri sendiri. Tujuan Anda... Saya kembali menggunakan istilah formal "tujuan". Pertama, buatlah daftar impian Anda. Maka Anda seharusnya dapat memperoleh jawabannya dengan mudah.
Saya yakin karena saya bekerja keras, saya mampu berubah dan menjadi orang baru seperti saya sekarang. Saya suka menemukan sisi diri saya yang berbeda. Tentu saja, butuh waktu agar kerja keras membuahkan hasil. Jadi, untuk memotivasi diri sendiri, saya melakukan hal-hal yang memberi hasil langsung.
Misalnya, saya mengeriting bulu mata, mengubah warna dan gaya rambut, serta merias wajah saya oleh penata rias. Akhir-akhir ini saya sedang merias wajah ala Korea dan membuat janji temu di studio foto untuk mendapatkan beberapa foto paspor yang benar-benar lucu. Saya suka Felix dari Stray Kids, jadi terkadang saya meniru gaya berpakaiannya. Atau aku meniru gaya berpakaian Wonyoung atau aku membuat perubahan besar pada gaya berpakaianku sendiri. Saya hanya melakukan apa yang membuat saya merasa keren hari itu. Hal ini memungkinkan saya untuk meningkatkan motivasi saya secara dramatis. Hasilnya, saya mampu melakukan apa yang paling baik saya lakukan keesokan harinya—bangun jam 5 pagi dan berjalan kaki ke tempat kerja.
Kesimpulannya, kita semua harus menghibur diri, tetapi cara kita melakukannya berbeda untuk setiap orang, jadi cobalah temukan cara Anda sendiri. Ini tampaknya sangat sederhana dan merupakan metode yang sangat bagus, tetapi sering diabaikan, jadi silakan mencobanya.
Metode ketiga melibatkan psikologi, tetapi ini sangat penting sehingga saya akan langsung ke intinya. Lakukan apa yang Anda bisa, ketika Anda bisa. Ini juga tampaknya sederhana tetapi sangat sulit. Tetapi ini semudah metode pertama dan siapa pun dapat melakukannya. Melakukan hal ini saja akan mengubah hidup Anda sepenuhnya, jadi cobalah. Secara harfiah, lakukan apa yang Anda bisa, ketika Anda bisa.
Saya biasanya berjalan pada tanjakan 11 dan kecepatan 3,5, tetapi pada hari-hari ketika saya tidak merasa termotivasi, saya melakukan sesuatu yang berbeda. Misalnya, saya senang berjalan di jalan datar sambil menikmati pemandangan. Atau, daripada berjalan kaki 30 menit setiap hari, saya batasi menjadi 5 menit. Alih-alih berolahraga, saya berbaring di tempat tidur dan menggunakan telepon pintar saya untuk mencari dan menyimpan ide tata rias dan mode agar saya terlihat lebih bergaya. Inilah yang dimaksud dengan "lakukan apa yang Anda bisa, ketika Anda bisa."
Saya tekankan bahwa ini sangat penting. Jadi saya akan mengulanginya. Saat saya menjelaskannya lebih rinci, Anda mungkin bertanya, "Apakah Hina baik-baik saja?" Namun ada satu pepatah yang menurut saya sangat masuk akal.
Meskipun saya tahu saya punya hal yang harus dilakukan dan saya tahu saya seharusnya melakukannya, terkadang saya malah menghabiskan seharian melihat TikTok. Pernahkah Anda mengalami hari seperti itu di mana Anda langsung tidur tanpa mengerjakan apa pun? Bagaimana kita bisa termotivasi? Ada organ di otak kita yang disebut nukleus akumbens, dan menstimulasinya dapat memotivasi kita. Untuk merangsang nukleus akumbens, metode yang saya sebutkan sebelumnya, "melakukan apa yang Anda bisa saat Anda bisa," sangatlah efektif. Betapapun tidak termotivasinya kita, setidaknya kita harus terlibat dalam hal-hal yang "harus dilakukan". Inilah trik untuk menstimulasi nukleus akumbens.
Misalnya, katakanlah Anda harus menyelesaikan sebuah laporan. Tetapi Anda merasa sangat bosan dan tidak dapat memulainya. Dalam kasus tersebut, cukup buka buku referensi sambil berbaring di tempat tidur. Jika terkait pekerjaan, lihat saja bahannya untuk saat ini. Cobalah melakukan ini selama satu atau dua menit. Tidak apa-apa untuk bersikap lunak pada diri sendiri, tetapi cobalah untuk terlibat di dalamnya meskipun hanya sedikit. Ini akan menjadi perubahan yang sangat penting yang akan memotivasi Anda untuk mengambil tindakan. Teruslah melakukan apa yang Anda bisa, ketika Anda bisa, dan Anda akan benar-benar menyelesaikan sesuatu.
Lebih parahnya lagi, di sini sudah mulai gelap. Aku tidak terlihat lucu. Saya mengubah sudut pandang.
Bagaimanapun, tak apa-apa untuk bersikap lunak pada diri sendiri, tetapi sangat penting untuk mulai melakukan apa yang Anda bisa, saat Anda bisa. Metode ini telah banyak mengubah saya. Sekali lagi, metode kedua dan ketiga telah membuat perbedaan besar bagi saya. Melakukan hal ini secara konsisten akan membantu Anda menepati janji kepada diri sendiri.
Hal ini secara signifikan meningkatkan efikasi diri. Efikasi diri adalah keyakinan pada diri sendiri bahwa Anda dapat mencapainya. Itu akan memperbaikinya secara signifikan. Hal ini tidak hanya meningkatkan efikasi diri kita tetapi juga harga diri kita, sehingga membuat kita lebih percaya diri. Ketika kita menjadi lebih percaya diri, kita mulai lebih memperhatikan diri kita sendiri. Ketika kita belajar menghargai diri sendiri, kita mampu lebih menghargai orang lain dan memutuskan hubungan dengan orang-orang yang tidak menghargai kita. Kita bisa membuat pilihan kita sendiri. Ini sangat penting, bukan? Tiga langkah sederhana ini membantu saya mendapatkan kepercayaan diri dan membuat saya terus maju sejak saat itu.
Saya ingat satu hal lagi. Sasaran besar itu penting, tetapi jangan menetapkan sasaran terlalu tinggi. Saya juga punya tujuan besar: untuk mendapatkan tubuh yang indah. Saya juga punya tujuan "melakukan pekerjaan semacam ini dan menjadi sukses." Tentu saja itu penting, tetapi pertama-tama, fokuslah pada tujuan-tujuan kecil.
Setiap pagi ketika aku bangun, aku putuskan tugas apa saja yang akan aku lakukan hari itu. Saya memasukkan segala hal dalam tugas saya, sekecil apa pun. Menyikat gigi tiga kali sehari, mengonsumsi vitamin C, memijat area tertentu saat mandi. Saya suka menyimpan daftar tujuan-tujuan kecil ini sehingga saya dapat mencentangnya seiring berjalannya waktu. Melakukan hal ini saja akan meningkatkan keyakinan diri saya saat melakukannya. Jadi jangan tetapkan tujuan Anda terlalu tinggi.
Mohon tunggu sebentar karena saya sedang mencari pendapat dari MABUPINA. Maaf, saya merekam ulang video ini dengan terburu-buru. Ada satu hal lagi yang sungguh saya senang telah lakukan. Ini adalah metode keempat, tetapi sangat penting.
Saya berhenti melakukan sesuatu hanya untuk menurunkan berat badan. Ini sangat menarik, jadi dengarkan. Tentu saja, saya melakukan kardio karena saya ingin menurunkan berat badan, tetapi itu bukan pola pikir yang tepat. Ketika saya bangun dan berpikir harus berjalan untuk menurunkan berat badan atau lemak, saya sungguh membencinya. Bahkan saya benci cara berpikir ini.
Jadi mengapa sekarang saya bisa belajar memasak, olahraga, mode, tata rias, dan gaya rambut sekaligus? Itu karena saya mengubahnya menjadi alasan mengapa saya menganggapnya menyenangkan. Saya melakukan PEKO PEKO WALKING setiap pagi, tetapi mengapa? Tentu saja, alasan utamanya adalah untuk menjaga bentuk tubuh, bentuk tubuh, dan kesehatan. Namun sebaliknya, saya memutuskan melakukannya untuk menetapkan tugas, melepaskan kekhawatiran saya, dan menikmati buku dan video favorit saya. Saya ingin membaca sisa buku ini, jadi saya memutuskan untuk berjalan-jalan.
Kalau bicara soal memasak, saya merasa bahwa ketika saya merasa harus membuat resep diet untuk menurunkan berat badan, saya benar-benar tidak bisa melakukannya. Di sinilah hal itu menjadi penting. Saya memastikan untuk melakukannya karena alasan-alasan yang saya anggap menyenangkan, bukan karena alasan-alasan awalnya, seperti ingin dipuji oleh seseorang yang saya sukai. Melakukan sesuatu hanya untuk menurunkan berat badan menjadikannya sama sekali tidak menyenangkan. Saya mencoba melakukannya untuk alasan yang lebih menyenangkan dan berhasil.
Sekarang, saya memasak sendiri setiap hari. Saya suka melakukan ini karena saya tidak ingin menua dan ingin memiliki kulit yang indah. Hasilnya, saya menjadi juru masak yang jauh lebih baik, berat badan saya turun, dan kesehatan usus saya pun membaik. Saya senang mengatakan bahwa bulu mata saya telah tumbuh lebih panjang dan kulit saya menjadi jauh lebih baik. Pola pikir ini telah membantu saya mencapai segalanya, dan saya merekomendasikannya kepada Anda juga. Saya sangat menyarankan Anda mencoba keempat metode ini.
Tunggu, saya baru ingat satu hal lagi. Saya sedang belajar bahasa Inggris sekarang. Saya juga mencoba membaca satu halaman buku referensi per hari. Daripada membaca banyak halaman dan mencoba mengingat banyak hal, saya selalu membaca hanya satu halaman sehari. Membaca satu halaman adalah tujuan yang sangat kecil, tetapi akan memakan waktu 75 hari untuk menyelesaikan membaca buku tersebut. Tetapi jika saya hanya membaca satu halaman sehari selama 75 hari, saya akan mampu mempelajari seluruh buku teks. Itulah mengapa tujuan kecil sangat penting.
Saya menemukan beberapa pendapat dari MABUPINA. Bagaimana kalian semua tetap termotivasi? Sekilas, salah satu metode yang tercantum adalah "memilih panutan." Saya membaca beberapa hal yang sangat membahagiakan. Beberapa orang berkata, "Panutan saya adalah Hina." Tentu saja sangat penting untuk menetapkan tujuan, seperti "Saya ingin menjadi seperti orang ini." Banyak orang menyebutkan menentukan panutan.
Ada yang bilang, "Dapatkan saja hasilnya," yang merupakan metode kedua yang saya sebutkan sebelumnya. Saya juga punya pendapat yang sama. Namun dalam banyak kasus, sulit untuk mencapai hasil karena kita harus berusaha keras. Jadi, sungguh baik jika mengerjakan sesuatu yang memberi hasil langsung.
Saya senang karena semua orang melihat saya sebagai panutan. Ngomong-ngomong, melihat Instagram saya seharusnya benar-benar memotivasi Anda. Saya banyak memposting tentang diet, olahraga, gambar transformasi sebelum dan sesudah, pola pikir dan kecantikan. Jadi, tidak ada seorang pun yang tidak senang bertemu dengan saya. Tolong jangan anggap aku rendah diri. Saya ingin menyampaikan informasi ini kepada semua orang dengan tingkat keyakinan itu. Saya pikir akan sangat buruk jika saya terlihat tidak aman, jadi saya berusaha semampu saya. Saya ingin membuat semua orang yang saya temui senang dan memberikan informasi yang akurat, jadi silakan lihat Instagram saya.
Semua orang tampaknya melakukannya dengan cara yang sama. Beberapa orang telah menyebutkan "menggunakan ChatGPT".
Ada yang bilang, "Sangat efektif melakukan sesuatu sambil dipuji oleh ChatGPT." Memang, ini adalah metode yang bagus karena menganalisis Anda sekaligus meningkatkan harga diri Anda.
Beberapa orang mengatakan "jangan menetapkan tujuan yang terlalu tinggi," dan saya sepenuhnya setuju. Saya menemukan seorang kawan.
Beberapa orang berkata, "Saya mendaftar kelas Pilates untuk melatih bentuk tubuh saya." Ini juga merupakan ide bagus untuk mengikuti kelas yang diikuti oleh seseorang yang Anda kagumi.
"Merencanakan untuk mengenakan pakaian renang, seperti pada perjalanan ke Pulau Ishigaki 100 hari kemudian," tentu saja merupakan ide yang bagus. Semua orang tampaknya melakukannya dengan cara yang sama.
Akhirnya, saya hanya ingin menekankan ini. Artinya, "Tidak ada yang mengalahkan orang yang bersinar." Apa pun bentuk tubuh atau penampilan Anda, hal terpenting adalah Anda benar-benar menikmati segala sesuatunya dan tetap tersenyum. Jangan lupakan itu.
Jika Anda memiliki ide bagus lainnya, silakan bagikan di kolom komentar.
Baiklah, saya harus keluar untuk makan pizza sekarang. Tapi saya membuat muffin, jadi cobalah lihat. Saya membuat muffin dengan tepung beras. Coba lihat ini. Kelihatannya lezat sekali, bukan?
Saya makan muffin lezat di Starbucks Coffee di Shanghai. Saya ingin punya muffin sehat serupa di rumah, jadi saya membuat ini.
Aku harus pergi makan pizza.
Ini gagal karena mengandung terlalu banyak air. Tapi ini lezat. Jika saya bisa membuatnya sedikit lebih mengembang, saya akan membagikannya lagi.
Sampai jumpa, aku mau makan pizza.
Artikel diterbitkan
