Dari Mudah Menyerah hingga Konsisten: Empat Cara Hinata Kato Menjaga Motivasi

Buka di YouTube ↗
Ringkasan

Ide video ini muncul dari pertanyaan di Instagram. Banyak pengikut Hinata Kato bertanya: bagaimana ia bisa konsisten begitu lama, bagaimana menjaga motivasi, dan mengapa ia bisa bekerja sekeras itu. Hina menjawab bahwa dulu ia sendiri tidak bisa bertahan dalam hal apa pun. Ia pernah merasa tertekan dan menganggap dirinya gagal karena itu. Kini ia menilai anggapan tersebut keliru besar. Menurutnya, siapa pun bisa tetap termotivasi, bekerja keras, dan mencapai tujuannya.

13 menit baca

Ia juga memberi catatan sejak awal. Setiap orang berbeda, sama seperti kulit, rambut, dan struktur tulang. Karena itu metode yang berhasil baginya belum tentu cocok untuk semua orang. Ia berharap penonton bisa memakai pengalamannya sebagai bahan untuk menemukan cara yang cocok bagi diri sendiri, walaupun bagi sebagian orang metodenya mungkin langsung cocok. Video ini direkam terburu-buru pada sore hari, satu jam sebelum ia harus berangkat.

1:20

Dua jalan yang sama-sama berat

Sebelum masuk ke metode, Hina menjawab pertanyaan "mengapa kamu bekerja begitu keras?" Ia mengaku sekarang terus berusaha tidak lagi terasa sulit baginya, tetapi dulu pernah terasa sulit.

Cara pandangnya begini. Tidak melakukan apa-apa setiap hari itu berat, dan bekerja keras setiap hari juga berat. Kalau terus-menerus tidak berusaha, menurutnya harga diri akan turun dan kita akan bosan dengan diri sendiri yang tidak pernah berubah. Karena keduanya sama-sama menyakitkan, ia memilih jalan yang kedua. Di jalan itu ia setidaknya bisa merasakan serunya menghadapi tantangan baru dan bahagianya mencapai sesuatu.

Ia sempat menertawakan istilah "mencapai tujuan" yang menurutnya terlalu formal. Tujuan yang ia maksud bisa berupa hal sehari-hari: ingin lebih langsing dan imut, ingin populer, ingin memakai baju lucu, atau ingin belajar merawat diri. Awalnya ia menyebut ada tiga hal penting, dengan poin kedua dan ketiga sebagai yang paling berpengaruh dalam hidupnya. Di akhir video ia menambahkan metode keempat.

3:03

Cara pertama: kelilingi diri dengan orang yang bekerja keras

Metode pertama tampak sederhana, tetapi menurut Hina sangat penting. Kelilingi diri dengan orang-orang yang bekerja keras dan sukses, baik teman di dunia nyata maupun akun yang diikuti di media sosial. Selama periode yang sudah diputuskan untuk berkomitmen, ia menyarankan membuat akun khusus yang hanya berisi orang-orang seperti itu.

Contoh yang ia sebut adalah idola yang dikenal pekerja keras, seperti Jennie dari BLACKPINK dan Wonyoung, juga Sashihara dan Minami Tanaka. Sarannya adalah membuka akun mereka begitu bangun tidur. Dengan begitu muncul pikiran seperti "kalau dia sudah bekerja keras sejak pagi, aku juga harus berusaha."

Ia memberi contoh dari hari perekaman itu sendiri. Pagi itu ototnya sangat pegal, jadi ia berniat libur sehari. Ia merasa hal itu wajar karena istirahat penting dan otot tumbuh saat beristirahat. Ia menambahkan bahwa ia bisa berpikir begitu karena harga diri dan keyakinan dirinya cukup tinggi. Namun saat membuka Instagram, ia melihat Aya Nakamachi sudah memasak masakan Jepang sejak pukul 7 pagi. Aya baru kembali dari luar negeri, terlihat bahagia, dan menulis bahwa masakan Jepang memang yang terbaik. Melihat Aya begitu menikmati hidup membuat Hina ingin berusaha juga.

Hal yang sama berlaku untuk teman. Ia menyebut Umi Shinonome, temannya yang usianya hampir sama. Meski setiap hari punya banyak pekerjaan, Umi tetap memasak sendiri sepulang kerja agar tetap sehat. Setiap kali menghubungi atau bertemu teman seperti itu, Hina merasakan dorongan kuat untuk ikut berusaha.

4:56

Cara kedua: buat diri sendiri senang dengan hasil yang langsung terlihat

Metode kedua adalah membuat diri sendiri merasa senang. Menurut Hina, motivasi bisa naik dengan cepat hanya dengan menghibur diri. Kini ia sudah terbiasa menyenangkan diri sebelum motivasinya mulai turun, dan selama ia terus melakukannya, motivasinya tetap terjaga. Ia mengakui hal ini penting tetapi sangat sulit dilakukan.

Untuk tahu apa yang bisa menyenangkan diri, ia menyarankan menulis daftar impian lebih dulu. Ia merasa kerja kerasnya membuatnya bisa berubah menjadi dirinya yang sekarang, dan ia suka menemukan sisi baru dari dirinya. Masalahnya, hasil kerja keras butuh waktu. Karena itu, untuk menjaga motivasi ia sengaja melakukan hal-hal yang hasilnya langsung terlihat.

Contohnya mengeriting bulu mata, mengganti warna dan gaya rambut, dirias oleh penata rias, mencoba riasan ala Korea, dan memesan sesi di studio foto untuk mendapatkan foto paspor yang lucu. Ia juga kadang meniru gaya berpakaian Felix dari Stray Kids atau Wonyoung, atau mengubah gaya berpakaiannya secara drastis, apa pun yang membuatnya merasa keren hari itu. Menurutnya hal ini menaikkan motivasinya secara drastis. Keesokan harinya ia bisa melakukan kebiasaan andalannya: bangun pukul 5 pagi dan berjalan kaki ke tempat kerja.

Kesimpulannya, semua orang perlu menyenangkan diri, tetapi caranya berbeda-beda, jadi setiap orang perlu mencari caranya sendiri. Ia menilai cara ini sangat sederhana tetapi sering diabaikan.

6:56

Cara ketiga: lakukan apa yang bisa, saat bisa

Metode ketiga ia sebut berkaitan dengan psikologi. Isinya: lakukan apa yang bisa dilakukan, saat bisa melakukannya. Sama seperti metode pertama, cara ini terdengar mudah dan bisa dilakukan siapa saja, tetapi ia menilai praktiknya sulit. Ia yakin cara ini bisa mengubah hidup sepenuhnya.

Ia mencontohkan rutinitasnya sendiri. Biasanya ia berjalan di treadmill dengan kemiringan 11 dan kecepatan 3,5. Pada hari ketika tidak termotivasi, ia menggantinya dengan berjalan santai di jalan datar sambil menikmati pemandangan. Atau, alih-alih berjalan 30 menit seperti biasa, ia cukup berjalan 5 menit. Kadang ia sama sekali tidak berolahraga dan memilih berbaring di tempat tidur sambil mencari dan menyimpan ide riasan dan fesyen di ponsel supaya bisa tampil lebih bergaya.

Nucleus accumbens dan menyentuh tugas walau sedikit

Hina mengakui penjelasan ini mungkin membuat orang bertanya-tanya apakah ia baik-baik saja. Ia lalu menjelaskan alasannya. Ia juga pernah tahu ada hal yang harus dikerjakan tetapi malah menghabiskan seharian menonton TikTok, lalu tidur tanpa mengerjakan apa pun.

Menurut penjelasannya, di otak ada bagian bernama nucleus accumbens, dan merangsangnya bisa memunculkan motivasi. Cara yang efektif untuk merangsangnya adalah prinsip "lakukan apa yang bisa, saat bisa". Seberapa pun tidak termotivasi, kita tetap menyentuh hal yang harus dikerjakan, sedikit saja.

Contohnya laporan yang harus diselesaikan tetapi terasa membosankan. Dalam situasi itu, cukup buka buku referensinya sambil berbaring. Kalau urusan pekerjaan, cukup lihat bahannya. Lakukan selama satu atau dua menit saja. Menurut Hina, tidak apa-apa bersikap lunak pada diri sendiri, asalkan tetap terlibat walau hanya sedikit. Ia menganggap langkah kecil ini perubahan penting yang mendorong orang untuk bertindak. Kalau terus dilakukan, pekerjaan akhirnya benar-benar selesai.

9:27

Menepati janji pada diri sendiri: efikasi diri dan harga diri

Hina kembali menegaskan bahwa metode kedua dan ketiga paling banyak mengubah dirinya. Kalau dijalankan secara konsisten, kita akan lebih sering menepati janji kepada diri sendiri. Menurutnya hal ini meningkatkan efikasi diri, yang ia jelaskan sebagai keyakinan bahwa diri sendiri mampu mencapai sesuatu.

Ia lalu menjelaskan rangkaian dampaknya. Efikasi diri dan harga diri naik, sehingga kita lebih percaya diri. Rasa percaya diri membuat kita lebih memperhatikan diri sendiri. Orang yang bisa menghargai diri sendiri, menurutnya, juga lebih bisa menghargai orang lain, bisa menjauh dari orang yang tidak menghargainya, dan bisa membuat pilihan sendiri. Tiga langkah sederhana inilah yang menurut Hina membuatnya percaya diri dan terus melangkah.

10:10

Jangan pasang target terlalu tinggi

Ia lalu menambahkan satu poin yang baru teringat: tujuan besar itu penting, tetapi jangan memasang target terlalu tinggi. Ia sendiri punya tujuan besar, seperti memiliki tubuh yang indah dan sukses dalam pekerjaannya. Meski begitu, ia menyarankan untuk fokus lebih dulu pada tujuan-tujuan kecil.

Setiap pagi setelah bangun, ia menentukan tugas hari itu, termasuk hal yang sangat kecil. Contohnya menyikat gigi tiga kali sehari, minum vitamin C, atau memijat bagian tubuh tertentu saat mandi. Ia suka menuliskannya sebagai daftar lalu mencentangnya satu per satu, dan menurutnya kebiasaan itu saja sudah menaikkan keyakinan dirinya.

10:59

Cara keempat: berhenti melakukan sesuatu "demi turun berat badan"

Setelah sempat mengaku merekam ulang dengan terburu-buru, Hina menambahkan metode keempat yang ia sebut sangat penting. Ia berhenti melakukan sesuatu hanya dengan alasan ingin menurunkan berat badan.

Ia mengakui awalnya ia berolahraga kardio karena ingin kurus. Namun ia kemudian menilai pola pikir itu kurang tepat. Bangun tidur dengan pikiran "harus jalan kaki untuk membakar lemak" membuatnya benar-benar benci, bahkan benci pada cara berpikir itu sendiri.

Ia menjelaskan bahwa sekarang ia bisa menjalani memasak, olahraga, fesyen, riasan, dan penataan rambut sekaligus karena ia mengganti alasannya dengan alasan yang terasa menyenangkan. Setiap pagi ia melakukan "Peko Peko Walking". Alasan dasarnya tentu menjaga bentuk tubuh dan kesehatan, tetapi ia memilih melihatnya sebagai waktu untuk menyelesaikan tugas, melepas kekhawatiran, dan menikmati buku atau video favorit. Misalnya, karena ingin melanjutkan membaca sebuah buku, ia memutuskan untuk berjalan.

Hal yang sama berlaku untuk memasak. Saat merasa harus membuat menu diet demi menurunkan berat badan, ia sama sekali tidak bisa menjalaninya. Ia juga menyebut alasan awal seperti ingin dipuji orang yang disukai sebagai motif yang ia ganti dengan alasan yang terasa menyenangkan. Sekarang ia memasak sendiri setiap hari karena tidak ingin cepat menua dan ingin kulitnya bagus. Hasil yang ia laporkan: ia jadi jauh lebih pandai memasak, berat badannya turun, kesehatan ususnya membaik, bulu matanya lebih panjang, dan kulitnya jauh lebih baik. Ia menilai pola pikir inilah yang membantunya mencapai semuanya.

Satu halaman sehari

Hina menambahkan satu contoh lagi tentang tujuan kecil, kali ini dari kegiatannya belajar bahasa Inggris. Ia tidak berusaha membaca banyak halaman dan menghafal banyak hal sekaligus. Ia hanya membaca satu halaman buku referensi per hari. Dengan cara itu ia butuh 75 hari untuk menamatkan bukunya, tetapi dalam 75 hari itu ia akan mempelajari seluruh isi buku. Baginya, contoh ini menunjukkan mengapa tujuan kecil penting.

13:29

Cara penonton menjaga motivasi

Di bagian akhir, Hina membaca jawaban para pengikutnya, yang ia sebut MABUPINA, tentang cara mereka tetap termotivasi. Banyak yang menyebut memilih panutan, dan beberapa menyebut Hina sebagai panutan mereka. Ia setuju bahwa menetapkan sosok yang ingin ditiru adalah cara yang baik.

Ada juga yang menulis "langsung kejar hasilnya", yang menurut Hina sama dengan metode keduanya. Ia menambahkan bahwa hasil sering sulit dicapai karena butuh usaha keras, jadi melakukan hal yang hasilnya langsung terlihat sangat membantu.

Beberapa orang memakai ChatGPT. Salah satunya menulis bahwa mengerjakan sesuatu sambil dipuji ChatGPT sangat efektif. Hina menilai ini metode yang bagus karena ChatGPT menganalisis kita sekaligus menaikkan harga diri. Ada yang menyarankan agar tidak memasang target terlalu tinggi, dan Hina sepenuhnya setuju. Ada yang mendaftar kelas Pilates untuk membentuk tubuh, dan Hina menambahkan bahwa ikut kelas yang diikuti orang yang dikagumi juga ide bagus. Ada pula yang membuat rencana konkret, misalnya perjalanan ke Pulau Ishigaki 100 hari lagi dengan rencana memakai baju renang. Menurut Hina, cara-cara mereka ternyata mirip dengan caranya.

15:09

Penutup: tak ada yang mengalahkan orang yang bersinar

Pesan terakhir yang ingin Hina tekankan adalah bahwa tidak ada yang bisa mengalahkan orang yang bersinar. Apa pun bentuk tubuh atau penampilan seseorang, yang terpenting menurutnya adalah benar-benar menikmati segala sesuatu dan tetap tersenyum. Ia mengajak penonton membagikan cara lain di kolom komentar.

Sebelum pergi makan pizza, ia sempat memperlihatkan muffin tepung beras buatannya. Muffin itu terinspirasi dari muffin yang ia makan di Starbucks di Shanghai. Ia menyebut percobaan ini gagal karena adonannya terlalu banyak air, meski rasanya tetap enak. Ia berjanji akan membagikan resepnya lagi kalau sudah berhasil membuatnya lebih mengembang.