Bertahan 119 Hari di Mansion MrBeast: Ujian bagi Orang-orang yang Menyebut Tantangannya "Gampang"
MrBeast ミスタービーストPremis video ini sederhana. Siapa pun yang paling akhir meninggalkan sebuah mansion bernilai jutaan dolar akan menjadi pemiliknya. Yang membuatnya berbeda adalah cara MrBeast (Jimmy) memilih pesertanya. Ia mengatakan bahwa setiap kontestan dipilih karena pernah menyatakan di depan publik bahwa tantangan di videonya gampang dan bahwa mereka yakin akan menang jika ikut. Sepanjang 119 hari, Jimmy berkali-kali mengulang tantangan dari video lamanya untuk menguji klaim itu. Lima belas orang masuk ke mansion, dan pada akhirnya hampir semuanya mengakui bahwa tantangan tersebut tidak mudah.
Aturan dan mansion yang diperebutkan
Mansion itu memiliki tujuh kamar tidur, tiga ruang game, bioskop pribadi, perpustakaan, dan gym. Para kontestan menyambutnya dengan percaya diri. Ada yang bertanya bagaimana mungkin mereka diharapkan kembali ke apartemen setelah tinggal di tempat seperti ini, dan ada pula yang bercanda bahwa ia tidak pernah membaca buku saat melihat perpustakaan. Aturannya hanya satu: siapa pun yang melewati garis merah di pintu dinyatakan kalah.
Tidak ada aturan soal jam tidur maupun pembagian kamar. Ketika seseorang bertanya, jawabannya "siapa cepat dia dapat". Salah satu kontestan sudah memperkirakan bahwa suasana yang tenang di awal tidak akan bertahan lama.
Hari pertama dan kedua: remote TV, pintu, dan saus ranch
Televisi langsung menjadi barang paling berharga di rumah itu. Pada malam pertama, Chaise diam-diam mengambil remote dan melemparnya ke tempat yang sulit dijangkau. Kontestan lain kesal karena TV adalah satu-satunya hiburan mereka. Seorang kontestan bahkan menilai pelakunya cerdik, sebab tanpa TV banyak orang akan bosan dan mungkin memilih pergi.
Pada pagi berikutnya, beberapa orang mulai merasakan beratnya jauh dari rumah. Chaise mengaku sangat merindukan ibunya. Jimmy menyoroti ironi pengakuan itu, karena di video lain Chaise pernah mengejek kontestan MrBeast yang merindukan istri atau anak mereka. Di hari kedua itu juga ada seorang kontestan yang memutuskan pulang. Orang ini pernah berkata bahwa yang paling membuatnya kesal adalah kontestan yang menyerah di hari pertama karena rindu anjingnya. Ketika Jimmy memintanya mengakui bahwa tantangannya tidak semudah kelihatannya, ia tetap menjawab bahwa tantangan itu gampang.
Chaise tidak pergi. Ia justru melampiaskan emosinya pada rumah. Ia mengakui telah menendang pintu dan melempar barang-barang pada hari kedua, padahal ia sendiri pernah memperkirakan para kontestan baru akan "gila" setelah hari ketujuh atau kesepuluh. Pertengkaran memuncak dan kasur dilempar keluar dari kamar. Jimmy mengatakan ia sangat ingin datang menghentikan kekacauan itu, tetapi memilih membiarkannya karena mereka pernah menyebut tantangannya gampang.
Situasi semakin buruk ketika Kweli diam-diam mengacak kamar Chaise sebagai lelucon. Karena tidak tahu siapa pelakunya, Chaise membalas ke semua orang dengan menyemprotkan saus ranch ke karpet dan kamar-kamar. Ketika Jimmy datang melihat langsung, ia mendapati pintu rusak, tangga penuh saus barbeku, dan sebuah kasur yang dilempar dari balkon. Jimmy mengatakan saat itulah ia sadar bahwa mungkin inilah kontestan paling gila yang pernah ia miliki.
Kekacauan itu justru menyatukan sebagian kontestan. Kevin, yang mengaku benci tinggal di rumah kotor, mulai bersih-bersih dan orang lain ikut membantu. Menurut narasi Jimmy, melihat yang lain membersihkan rumah membuat Chaise ingin menebus kesalahannya. Ia lalu membuat alat untuk mengambil remote TV terakhir, dan berhasil. Malam itu suasana di mansion damai, dan semua orang menonton TV bersama selama berjam-jam.
Hari kelima: tiga "haters" mundur sekaligus
Pada hari kelima, seorang kontestan mengaku ingin pulang karena rindu kucingnya. Jimmy memutar klip lama orang itu, yang mengejek kontestan yang merelakan hadiah satu juta dolar demi pulang memberi makan kucingnya bernama Cuddles. Kontestan itu sempat berpura-pura membatalkan niatnya, lalu tetap pergi.
Tak lama kemudian dua orang lagi menyusul. Salah satunya Chaise, yang kini ingin pulang menemui ibunya. Jimmy mengingatkan bahwa Chaise pernah berkata sanggup bertahan 200 hari di sebuah yacht, sedangkan sekarang baru hari kelima. Ketika ditanya apakah ia mau meminta maaf kepada kontestan yang dulu diejeknya, Chaise menolak. Jimmy menyebut bahwa dalam lima hari, tiga "haters" terbesarnya sudah menyerah.
Kekacauan berlanjut dan nugget seharga sebuah mansion
Kepergian Chaise tidak membuat rumah lebih tenang. Para kontestan melempar buku untuk melihat berapa banyak yang bisa mencapai lapangan basket, mengotori dapur, dan membuang alat gym keluar dengan alasan kontestan yang suka nge-gym akan ikut keluar. Sebuah jendela pecah. Seorang kontestan mengaku tidak yakin bisa bertahan lama dan menyesalkan rumah indah itu dihancurkan oleh orang-orang yang sedang memperebutkannya.
Pada hari kesepuluh, Jimmy menawarkan 30 nugget Chick-fil-A kepada siapa pun yang mau menyerah. Ruben menerima tawaran itu. Jimmy menyebutnya merelakan rumah sejuta dolar demi camilan seharga 10 dolar, lalu menunjukkan video lama Ruben yang mengejek kontestan yang merindukan keluarga setelah 30 hari dengan mengatakan bahwa keluarga bisa menunggu.
Tantangan borgol: dari bertengkar menjadi bersaudara
Untuk tantangan pertama yang diambil dari videonya sendiri, Jimmy menghadirkan versi "Chained to Your Ex". Para kontestan harus memilih rekan lalu diborgol bersama dalam batas waktu rahasia, yang menurut Jimmy bisa sehari atau setahun. Siapa pun yang melepas borgol tereliminasi. Ketika ditanya bagaimana dengan urusan toilet, Jimmy menjawab mereka harus memikirkannya sendiri. Para kontestan akhirnya membuat lubang di pintu kamar mandi.
Hal-hal yang biasanya sederhana langsung menjadi sulit. Ada yang merasa terganggu karena rekannya lambat bangun, dan ada yang merekam vlog yang ia sebut sebagai vlog terakhirnya. Pada hari ke-12, beberapa orang menyerah, termasuk Alec yang mengakui di depan kamera bahwa tantangan Jimmy susah, dan Jay. Yang tersisa adalah Pierce, Uthy, Mark, Kevin, Asher, Aaron, Kweli, dan Ryan.
Borgol ternyata mempererat beberapa pasangan. Ryan mengatakan ia dan Kweli kini bersahabat. Kweli bercerita bahwa ayahnya dipecat tahun lalu, dan jika ia memenangkan satu juta dolar, sebagian besar uangnya akan diberikan kepada orang tuanya agar ayahnya bisa pensiun. Setelah mendengar cerita itu, Ryan bertekad membantu Kweli menang.
Pasangan Asher dan Aaron justru tidak akur. Mereka berdebat soal perbedaan sudut pandang, dan dalam percakapan tentang keluarga Asher berkata bahwa ia tidak peduli pada saudaranya. Aaron menilai Asher tidak punya ikatan emosional dengan orang-orang di rumah maupun keluarganya, meski mengakui Asher sangat pintar. Kepercayaan diri Asher, yang sampai menyebut mansion itu "rumah aku", mulai mengganggu orang lain. Aaron mengatakan ia ingin mengeliminasi Asher.
Kevin, Mark, dan Uthy memperhatikan bahwa sejak remote kembali, kontestan lain menghabiskan waktu menonton TV. Uthy berpendapat bahwa TV-lah yang membuat orang betah, sehingga pada hari ke-21 ia merusak dua televisi dengan harapan rasa bosan akan memicu efek domino. Malam berikutnya satu kontestan keluar dan tersisa tujuh orang. Ketika ditanya apakah ia senang, Uthy menjawab, "Ini kompetisi."
Hari ke-23 ditandai oleh kerinduan pada hidup di luar. Seorang kontestan sedih karena akan melewatkan pesta dansa dan kelulusan, dan menyadari bahwa hidup terus berjalan sementara ia berada di mansion. Mark kemudian menyerah. Jimmy memutar video lama Mark yang menyebut "bego" kontestan yang ingin pulang karena rindu istri dan kelulusan anaknya, dan Mark mengakuinya. Seorang kontestan berkomentar bahwa MrBeast memilih orang-orang yang berani menggonggong tetapi tidak berani menggigit, dan bahwa mereka sebenarnya tidak jahat.
Tanpa TV, para kontestan mencari hiburan lain. Narasi video menggambarkan mereka berubah menjadi "manusia gua". Rantai dilepas pada hari ke-40 setelah Jimmy memasang garis polisi sehari sebelumnya sebagai kejutan.
Bunker dan pemindai tangan
Untuk tantangan berikutnya, para kontestan sendiri memilih "Bunker". Dalam video aslinya, alarm berbunyi dan kontestan punya kurang dari satu menit untuk menyentuh pemindai tangan. Jika gagal, mereka tereliminasi. Ada kontestan yang memutuskan tidur di dekat pemindai agar tidak berisiko.
Jimmy mengatakan ia sengaja menjadwalkan alarm di waktu terburuk, misalnya dini hari atau saat mereka sedang mandi. Namun semua kontestan tetap selalu tiba tepat waktu, bahkan meminta tantangan yang lebih sulit. Pada hari ke-50, Jimmy memangkas batas waktunya menjadi 30 detik. Seorang kontestan sampai memindahkan semua barangnya ke perpustakaan agar dekat dengan pemindai. Para kontestan mengatakan tantangan baru ini justru membuat mereka kompak.
Asher melawan semua orang dan kamar isolasi
Satu orang tetap belum bisa berbaur. Asher menyebut dirinya penantang terkuat dan mengatakan yang lain takut kalah darinya. Pada hari ke-60, kontestan lain sepakat bahwa Asher harus pergi. Asher membalas dengan mengosongkan makanan dari kulkas, pantry, dan freezer, sekaligus menyingkirkan alat masak, agar tidak ada yang bisa makan. Ia mengatakan akan melakukan apa pun untuk menang.
Jimmy mengatakan ia sebenarnya berencana menunggu sampai hari ke-70, tetapi perilaku Asher membuatnya bertindak lebih cepat. Pada hari ke-65 ia mengulang tantangan dari video saat ia mengurung dua orang selama 100 hari. Kontestan harus berpasangan di kamar isolasi. Ketika pasangan mulai terbentuk, tidak ada yang mau bersama Asher, dan Asher sendiri menganggap hal itu wajar. Pasangan akhirnya terdiri dari Kweli dan Pierce, Kevin dan Uthman (Uthy), serta Ryan dan Asher. Jatah makan mereka hanya beras, oat, dan daging sapi dalam porsi kecil. Sebagian kontestan berhasil menyelundupkan buku dan cokelat di ransel, dan Jimmy menyebut mereka sudah mengakali sistem.
Selama kontestan diisolasi, Jimmy bersama Lowe's merenovasi mansion yang telah mereka rusak. Pekerjaannya tidak hanya mengecat ulang dinding yang dicoret-coret dan terkena mustard serta saus, tetapi juga merombak setiap kamar.
Di dalam kamar isolasi, para kontestan mengisi waktu dengan membaca, berolahraga, dan bermain game. Setelah beberapa hari, beratnya mulai terasa. Seorang kontestan mengatakan bahwa dari punya segalanya kini mereka tidak punya apa-apa, dan itu mengajarkan untuk tetap rendah hati. Pierce melewatkan hari kelulusan SMA-nya pada hari ke-70. Makanan yang monoton memperburuk keadaan. Ketika Jimmy bertanya apa bagian tersulit, semua menjawab makanan. Jimmy mengaku sebenarnya ingin membantu, tetapi tidak melakukannya karena mereka pernah menyebut tantangannya gampang. Ia juga mengatakan wajar jika mereka mulai "gila" setelah seminggu, karena ia sendiri merasakannya saat tujuh hari di ruang isolasi.
Ryan menghitung sampai 100.000
Pada hari ke-75, Ryan memutuskan menghitung sampai 100.000, meniru video yang menurut Jimmy merupakan video viral pertamanya dan awal channel-nya. Jimmy mengatakan bahwa selama bertahun-tahun orang menyebut video itu konyol dan mudah.
Ryan mulai sering salah dan tersendat, dengan lompatan angka seperti dari 11.260 ke 13.000. Ketika Jimmy berkunjung, Ryan sudah sampai sekitar 29.000 dan mengakui bahwa ini jauh lebih sulit dari perkiraannya. Jimmy mengatakan ia menghormati Ryan, berjanji timnya akan memeriksa rekaman untuk memastikan tidak ada angka yang terlewat, dan menjanjikan sesuatu yang spesial jika Ryan berhasil. Ryan ingin terus terjaga agar bisa menyelesaikannya sekaligus seperti yang dilakukan Jimmy. Jimmy, berdasarkan pengalamannya, mengatakan bahwa menghitung dari 50.000 ke 100.000 lebih sulit daripada dari 1 ke 50.000.
Pada hari ke-79, Ryan mengatakan ia tidak tahu sedang berada di mana atau siapa dirinya, mulutnya pegal, dan ia mulai "melihat angka". Jimmy mengatakan senang akhirnya ada orang lain yang memahami beratnya menghitung sampai 100.000. Di kamar sebelah, Kweli mendengarkan dan ikut menyemangati. Di angka-angka terakhir, kontestan lain ikut meneriakkan hitungannya hingga Ryan mencapai 100.000. Narasi video menyimpulkan bahwa memfokuskan pikiran pada satu hal bisa menyemangati orang-orang di sekitar.
Asher tidak terkesan. Ia tetap menganggap menghitung sampai 100.000 itu gampang, dan Ryan membalas dengan mengatainya bodoh. Asher juga terus membicarakan rencana pembagian uang sejuta dolarnya, termasuk 15.000 dolar untuk motor, sehingga yang lain kesal. Ryan menyatakan misi utamanya adalah memastikan ia tidak kalah sebelum Asher, demi memperbesar peluang Kweli.
Perubahan Asher
Karena orang lain sering membicarakan ketidaksukaan mereka, menurut narasi video tinggal menunggu waktu sampai Asher mendengarnya sendiri. Jimmy menilai Asher pintar, tetapi kelemahan terbesarnya, yaitu ego, menutupi kepintarannya. Ia mengingatkan bahwa Asher baru berusia 18 tahun.
Asher bercerita bahwa hampir seumur hidup ia bersekolah di rumah, sehingga belajar langsung tentang cara orang berinteraksi sangat berharga baginya. Ia mengatakan dulu menganggap segala hal sebagai tantangan, dan kini merasa bisa menjadi orang yang lebih baik serta berkembang secara emosional. Pada hari ke-89 ia meminta maaf secara resmi kepada yang lain karena membuang makanan tanpa membayangkan posisi mereka. Ia juga mengatakan mereka tetap bisa bersaing tanpa saling menyebalkan.
Tiga bulan, 100.000 sen, dan pintu yang tetap terkunci
Pada hari ke-90, Jimmy menepati janjinya kepada Ryan dengan membawa 100.000 koin satu sen. Para kontestan mengingatkannya pada masa ketika Jimmy memberikan koin sen sesuai jumlah juta subscriber-nya, dan Jimmy menambahkan contoh saat ia membeli mobil dengan koin sen. Ia lalu berpura-pura akan membuka isolasi, tetapi membatalkannya dengan alasan mereka bilang videonya terlalu gampang. Para kontestan pun berteriak bahwa video Jimmy tidak gampang.
Pada hari ke-95, Jimmy datang dan mengaku ada yang tereliminasi, lalu mengakui bahwa ia berbohong. Ia datang untuk memperlihatkan mansion yang sudah direnovasi, sekaligus agar kamar isolasi bisa dibereskan. Ia meminta mereka berjanji tidak merusak rumah lagi, dan mereka bersumpah dengan janji kelingking. Malam itu menjadi malam pertama mereka tidur di luar ruang isolasi setelah 31 hari.
Jimmy juga mengatakan bahwa video ini berlangsung begitu lama hingga Pierce melewatkan acara wisuda SMA. Ia menghubungi kepala sekolah Pierce, menyiapkan jubah dan topi wisuda, dan menghadirkan guru BK Pierce lewat layar TV untuk menyaksikan Jimmy menyerahkan ijazahnya. Jimmy menyebut bahwa meski Pierce sudah tiga bulan di mansion, pihak sekolah tetap meluluskannya. Perayaan itu ditutup dengan kue yang dilempar ke wajah Pierce atas permintaannya sendiri.
Telepon acak: hadiah atau hukuman
Tantangan berikutnya: selama 30 hari, Jimmy akan menelepon sebuah ponsel pada waktu yang benar-benar acak. Siapa pun yang mengangkat akan mendapat apa pun yang ia tawarkan, entah hadiah atau hukuman.
Panggilan pertama diperebutkan lewat batu-gunting-kertas, dan Ryan yang mengangkat ternyata memenangkan 10.000 dolar, yang kemudian dikirim dalam koper penuh uang. Panggilan berikutnya berupa hukuman: penerimanya harus menghabiskan 24 jam di dalam bathtub. Para kontestan pun menyusun strategi masing-masing. Ryan, yang sudah mendapat 10.000 dolar, memilih menjauhi telepon. Ada yang memutuskan tidak akan pernah mengangkatnya, dan ada yang justru bersemangat untuk mengangkat lagi.
Pada hari ke-99, Kweli, yang baru selesai menjalani isolasinya, mengaku diam-diam mulai lelah dan muak setelah sekian lama jauh dari semua orang. Pada hari ke-100, Jimmy memilih tidak memberi hukuman dan mengirim piza serta kue. Lalu telepon berdering untuk Kweli. Instruksinya, Kweli harus menyerahkan telepon kepada orang di mansion yang paling tidak ia percayai. Telepon itu jatuh ke tangan Asher. Tawaran Jimmy kepada Asher: jika Asher mau menghabiskan 24 jam di ruang isolasi, Kweli akan mendapat 10.000 dolar atas nama Asher. Pilihan sepenuhnya ada di tangan Asher.
Kweli mengakui situasinya aneh, karena orang yang paling sering bertengkar dengannya kini memegang kesempatan agar ia mendapat 10.000 dolar. Jimmy membingkainya sebagai pertanyaan apakah pemain paling egois akan melakukan sesuatu yang tidak mementingkan diri sendiri. Asher menerimanya. Di ruang isolasi ia merenung bahwa mungkin ia tidak akan pernah sedekat Kweli, Ryan, dan Pierce, yang sudah seperti saudara, atau Kevin dan Uthman yang selalu bersama. Ia berharap hubungan itu masih bisa diperbaiki.
Pada hari ke-102, Kweli mendapat pilihan dari Jimmy: bertukar tempat dengan Asher sehingga waktunya diulang. Jika Kweli bertahan 24 jam, keduanya mendapat 10.000 dolar. Jika tidak bertukar, Asher menyelesaikan tantangannya dan hanya Kweli yang mendapat uang. Kweli memilih bertukar dan berada di ruang isolasi lebih dari 28 jam. Pada hari ke-103, keduanya mendapat hadiah. Seorang kontestan memuji mereka karena bekerja sama dan tidak membiarkan Jimmy mengadu domba. Menurut narasi, kedamaian kembali ke mansion, setidaknya untuk satu malam.
Panggilan berikutnya datang dari KSI. Hukumannya, lagu "Thick of It" diputar berulang-ulang dari speaker selama 24 jam. Baru 18 menit berjalan, seorang kontestan sudah mengeluh telinganya "berdarah", dan ada yang berseru akan merelakan mansion jutaan dolar asal tidak mendengar lagu itu lagi. Para kontestan juga mengatakan bahwa mencoba tidur dengan lagu itu terus diputar jauh lebih parah daripada mendengarnya di siang hari.
Babak final: tangan di mansion, 600.000 dolar di depan mata
Menjelang akhir, enam kontestan tersisa: Ryan, Kweli, Uthman, Pierce, Kevin, dan Asher. Masing-masing mengungkapkan alasannya bertahan. Ada yang pernah berpindah-pindah tempat tinggal, diusir, dan tidak punya rumah. Ada yang mengatakan keluarganya sedang kesulitan keuangan dan bergantung padanya. Ada pula yang mengingatkan bahwa Jimmy pernah bilang video ini bisa berlangsung dua sampai empat tahun, sehingga ia datang dengan persiapan sampai akhir.
Pada hari ke-116, Jimmy melakukan sesuatu yang ia sebut belum pernah ia lakukan sepanjang sejarah channel-nya. Ia ikut serta dalam tantangan terakhir: siapa yang terakhir melepas tangan dari mansion, menang. Ia membawa 600.000 dolar tunai. Setiap kontestan yang menyerah sebelum Jimmy mendapat 100.000 dolar, tetapi jika Jimmy menyerah lebih dulu, semua tawaran uang batal. Jimmy menambahkan bahwa jika ia yang menang, mansion tetap menjadi miliknya. Tantangan baru dimulai setelah semua setuju, dan setiap orang dipasangi kamera tangan.
Pilihan ini membagi para kontestan. Uthy mengatakan ia datang tanpa membawa apa-apa sehingga tidak rugi apa-apa jika pulang dengan tangan kosong. Ia menolak 100.000 dolar dan bercerita bahwa ia pernah kehilangan segalanya, tidak punya rumah, dan tidur di mobil. Bagi sebagian lain, uang itu terlalu menggoda, apalagi tidak ada yang yakin Jimmy mau bertahan lebih dari 24 jam.
Kweli menjadi yang pertama melepas tangan dan mengambil 100.000 dolar. Ryan, yang pernah dirantai bersamanya selama 31 hari, mengatakan sejak awal ia bertekad bahwa jika Kweli maju, ia ikut maju. Ryan kemudian menyusul, begitu pula Pierce, yang mengakui bahwa tantangan Jimmy memang sulit. Yang tersisa adalah Asher, Uthy, Kevin, dan Jimmy.
Menurut para peserta, tantangan ini sangat sulit dijelaskan. Makan, mencuci tangan, dan ke toilet menjadi rumit, tetapi yang paling sulit adalah tidur. Jimmy memilih tidur lebih dulu dengan alasan para kontestan punya insentif untuk menjaganya. Jika tangannya lepas, dua di antara mereka akan pulang tanpa apa-apa. Kevin bahkan menduduki tangan Jimmy agar tetap menempel, karena ia ingin semua yang tersisa pulang membawa sesuatu.
Pada hari ke-117, Kevin melepas tangan dan mengambil 100.000 dolar. Ia mengatakan tidak kecewa meski tidak mendapat mansion. Jimmy lalu langsung ikut menyerah, yang berarti Asher dan Uthy tidak lagi bisa mendapatkan uang. Hanya satu dari mereka yang akan pulang membawa sesuatu: mansion itu.
Dua orang terakhir
Salah satu finalis mengatakan ia berjuang bukan untuk dirinya, melainkan untuk ayahnya. Uthy menyebut itu alasan yang terhormat, lalu menambahkan bahwa sayangnya ia tidak mudah bersimpati. Asher terus terjaga agar tidak kalah, sementara Uthy berhasil tidur beberapa jam tanpa memindahkan tangannya. Saat Jimmy berkunjung, Asher mengaku tidak ingat apa yang ia lakukan satu jam terakhir, meski belum sampai berhalusinasi, dan mengatakan sudah lebih dari 32 jam tidak tidur. Ia berencana tidur malam itu dengan tangan tersangkut di jendela, dan bersikeras bahwa ia tidak banyak bergerak saat tidur. Uthy memperkirakan bahwa di pekerjaannya dulu, ia butuh lebih dari 20 tahun untuk bisa membeli rumah seperti ini, dan kemenangan akan mengubah hidupnya serta keluarganya.
Rumah itu kini terasa seperti rumah hantu. Dulu ada 15 orang yang tertawa di sana, sekarang tinggal dua. Jimmy merangkum bahwa dari semua yang berjanji tidak akan pernah pergi, hanya Asher dan Uthy yang menepati janji itu setelah melewati pertemanan dan kesulitan selama empat bulan.
Akhirnya Jimmy memanggil Uthy dan memutar rekaman kamera tangan Asher di hadapannya. Rekaman itu menunjukkan dengan jelas bahwa tangan Asher terlepas. Asher dinyatakan tereliminasi, dan Uthy menjadi orang terakhir setelah 119 hari di dalam mansion. Jimmy menyerahkan akta kepemilikan yang memuat nama Uthy dan tanda tangannya, dan Uthy berlari keluar sambil berteriak kepada semua orang bahwa ia mendapatkan mansion itu.
Sekarang, buka penutup mata kalian! Orang terakhir yang bertahan di mansion ini, jadi pemiliknya!
Nggak bakal pergi! Aku? Pasti bertahan.
Kita lihat aja. Ayo masuk, boys.
Aku beri tahu apa yang dipertaruhkan… Mansion besar jutaan dolar yang mereka perebutkan ini bukan punya satu, dua, tiga, empat, lima, enam kamar, tapi tujuh kamar!
Mereka ngarep aku bakal balik ke apartemen habis tinggal di sini?
Mansion ini punya segalanya. Tiga ruang game, movie theater…
Nggak ada alasan buat pergi. Bro.
Perpustakaan… Aku nggak pernah baca buku!
Gym… Kita bakalan berotot! Dan itu belum semua.
Nggak, Bro. Mereka salah udah milih aku.
Ini simple banget. Yang terakhir pergi, jadi pemiliknya. Lewatin garis merah ini, kalah. Sampai ketemu lagi besok.
Dah, Jimmy. Woo!
Oke, oke. Bentar, dong. Kita bakal tidur jam berapa? Bakal bangun jam berapa?
Dih. Diem, deh.
Milih siapa bakal tidur di mana gimana? Siapa cepat dia dapat.
Hei, yang ini kamar aku, ya. Kita ini, kita ini.
Semuanya pada kalem. Semuanya pada nyantai, tapi yakin bentar lagi bakalan chaos, Bro.
Dan dia bener. TV di rumah ini barang favorit mereka.
Aku cinta TV banget.
Yang bikin Chaise diem-diem nyuri remote.
Ada yang ngebuang remote. Di mana? Itu tuh. Dilempar ke situ. Wah… Ya ampun!
Ngapain sih ngebuang remote? Alat hiburan kita di sini tuh cuma TV doang. Aku nggak tahu siapa.
Pelakunya pinter sih, soalnya kalau TV nggak nyala, bakal banyak yang bosen kayaknya.
Udah waktunya tidur. Kita tunggu hari kedua… sekacau apa. Malam, Boys. Malam, Bro.
Hari 1. Hari 2.
Pagi pertama di mansion-nya MrBeast. Pagi, cowok-cowok. Ini kayak mimpi, ya.
Kirain rutinitas biasa di rumah nggak penting. Tahunya penting. Aku beneran kangen Ibu aku, Bro. Aseli nggak bohong.
Oke, Chaise, lucu sih dengernya habis kamu ngejek kontestan lain di video kami yang lain.
Buat mereka yang di video MrBeast. Kalian kangen istri? Oh, kangen anak? Bentar lagi anak ulang tahun, gitu? Terserah. Aku sih nggak peduli.
Dan Chaise bukan satu-satunya yang bikin video kayak gitu. Malah, aku yang pilih tiap kontestan di video ini karena mereka bilang di publik tantangan di video aku tuh gampang, dan kalau ikutan, mereka yakin menang.
Ini aku aja atau emang kontestan MrBeast pada cemen, ya? Oh. Kangen keluarga. Sampai ketemu di luar. Mau tiga tahun aku nggak peduli. Aku bakal ngurung diri.
Ternyata tinggal di mansion nggak bakalan segampang yang mereka kira.
Aku pengen pulang. Aku sih nggak peduli.
Tapi daripada pergi, Chaise malah melampiaskannya ke rumah.
Rumah kita, 'kan? Rumah kita, 'kan?
Hari kedua: Kacau balau. Ini tuh biar apa, sih? Jangan.
Belum jam 10 tapi di sini udah berantakan. Aku mulai mikir buat nyerah. Beneran, aku mulai mikir mau nyerah aja.
Pas denger ada yang pengen pergi, aku harus mampir.
Kamu mau pergi? Iya, mau. Di video kamu bilang…
Yang paling bikin aku kesel banget tuh kontestan MrBeast yang nyerah di hari pertama gara-gara kangen anjingnya.
Aku nyadar mereka bakalan di sini setahun penuh, dan aku nggak mau ah.
Sebelum pergi, bisa bilang kalau tantangan aku nggak segampang kelihatannya? Nggak, tantangan kamu gampang.
Nggak bakal pergi! Dah, Guys.
Hari kesatu kok nyerah? Aku nggak nyangka ada yang nyerah, secepet ini. Abis hari ketujuh atau sepuluh, kita bakalan gila, sih! Iya.
Iya, iya. Maaf. Aku nendang pintu, ngelempar barang-barang…
Jadi, kamu nendang pintu di hari 10? Oke, aku nendang pintu di hari kedua. Minggir.
Buset deh! Bro, dia langsung gitu aja. Ya ampun!
Eh, itu pintu kamar kamu. Gimana tuh? Mau tahu? Awas, awas, awas.
Ini tantangan MrBeast. Bebas mau ngapain aja!
Nggak. Kamu yang mulai, aku yang bakal tamatin.
Bro, let's go! Nggak.
Sori banget, Bro. Ngobrol, deh! Nggak, nggak, nggak! Nggak pake ngobrol!
Jangan! Jangan! Tunggu! Santai! Santai, bentar! Tunggu, santai!
Nih kasur kamu. Santai, dong! Kamu yang mulai! Kamu mau maen? Ayo kita maen! Jangan! Jangan, jangan! Gila!
Aku pengen banget datang ke sana berhentiin ini. Tapi, mereka bilang tantangan di video aku gampang, jadi aku biarin aja deh.
Kami bukan di kamar utama lagi. Malah, jadinya bikin kamar sendiri.
Mungkin aku bikin kesalahan fatal, tapi pada akhirnya, aku ngerasa jadi diri aku sendiri itu jauh lebih penting.
Tapi tidur di sofa kayaknya bikin mood Chaise tambah jelek.
Aku nggak stabil banget, Bro. Pengen pulang. Aku ngerasa nggak ada yang ngerti bakal separah apa mereka kalau aku meledak lagi.
Tapi waktu dia ke gym…
Kalian pikir prank aku udah gila, tapi belum tahu aja yang ada di otak aku, Bro.
Kweli diem-diem ngerusak kamar dia.
Sekali lagi aku diganggu, semua bakal rasain akibatnya. Beneran deh.
Udah cukup.
Karena Chaise nggak tahu siapa yang ngerusak kamarnya…
Aku tunjukkin yang bakal terjadi. Jangan!
Tapi nggak cuma sampai situ.
Saus ranch? Sumpah, coba cegah aku. Sumpah, nih!
Bisa santai, nggak?
Dikira abis pintu itu udah? Yah. Imut.
Bro. Kamu serius nih, Bro? Yo. Oke, santai.
Dia ngotorin karpet pake saus ranch! Itu jijik banget.
Ini beneran? Bro, Chaise! Santai.
Nggak! Jangan sentuh. Kamu tuh harus santai. Selow aja. Udah telat. Udah kelewatan, Bro.
Chaise marah gara-gara prank aku, terus yang kena jadi semua.
Baru aja disemprot saus ranch. Kamar aku bakalan bau salad buah atau salad Caesar. Kamar aku jadi kayak resto Italia sekarang.
Semua pada marah sama aku. Udah pasti pada pengen aku pergi.
Ngelihat kerusakan secara langsung bikin aku tercengang. Ini pintu? Di situlah aku baru sadar… Kayaknya ini para kontestan kami paling gila deh. Tangganya dicipratin saus barbeku.
Ini tempat tidur kamu?
Kasur aja ampir nggak muat. Oh, nggak ada kasur. Dilempar keluar dari balkon, Jimmy. Kasur kamu dilempar dari balkon? Dilempar keluar… Nggak ada kasur!
Pasti, ada yang pengen pergi. Soalnya… Ini parah banget. Nggak, nggak, nggak, nggak. Mereka bilang bisa tahan bertahun-tahun. Tapi rumah itu bakal nggak bersisa.
Aku beneran benci tidur atau tinggal di rumah yang kotor. Aku bakalan beresin semua yang kotor gara-gara chaos tadi hari ini.
Tapi Kevin bukan satu-satunya yang bersihin, dan kayaknya ini bikin mereka jadi kompak.
Tuh, cowok-cowok pekerja keras. Dindingnya kotor banget, tapi kerja kami oke juga.
Aku rasa ngelihat yang lain bersih-bersih rumah bikin Chaise pengen nebus kesalahan udah bikin kacau.
Semuanya tolong santai bentar. Aku ada proyek nih. Mereka bikin sesuatu buat ngambil remote TV terakhir.
Ini dia. Ya… Ampun! Ini game paling penting yang bisa dimenangi di hidup kamu.
Ayo… dikit lagi… Dia dapet. Dia dapet. Gokil banget. Gokil banget. Yes! Yes! Ya ampun! Yes! Yes! Bisa nggak? Coba teken. Yeah! Astaga.
Buat semalaman, kedamaian di mansion berlanjut, terus mereka nonton TV bareng berjam-jam. Semua cuma karena ngambil remote TV.
Walaupun nonton TV itu asik, beberapa kontestan sadar kalau di tantangan MrBeast nggak segampang yang mereka kira.
Aku emosional soal kangen keluarga. Aku kayak bingung nggak ada mereka.
Pagi-pagi di hari kelima, aku nyadar ada satu orang yang siap pergi. Aku nggak bakal tahan. Aku tahu aku gagal.
Katanya ada yang mau pergi. Iya. Aku. Kangen kucing aku. Ngerelain mansion sejuta dolar buat kucing? Dia kangen aku.
Oke, tunggu bentar. Oh, jangan tunjukkin klipnya, Jimmy. Jangan tunjukin klipnya, Bro. Ngingetin aja yang kamu bilang di publik.
Ngapain aku nonton video MrBeast, terus ada kontestan ngerelain hadiah sejuta dolar biar bisa pulang ngasih makan kucingnya yang namanya Cuddles?
Gini deh, MrBeast. Nggak jadi, deh. Kamu bener. Bener? Sampai ketemu. Beneran? Nggak, bercanda doang.
Masuk deh. Aduh. Kayaknya nyaman. Iya. Satu lagi nyerah.
Nggak lama abis itu, ada satu lagi yang pengen pergi. Sampai jumpa.
Apa? Bentar. Berhentiin limonya! Berhenti! Dah, Boys. Sampai ketemu.
Bro, jadi pengen pergi. Apa? Aku pengen pulang ketemu Ibu, Bro. Jimmy, ada satu lagi! Bentar, satu lagi!
Aku kangen Ibu. Asli, deh. Nggak tahu deh. Aku kepikiran mau nyerah.
Bentar. Nggak penting mau di mana. Terus bilang, "Hei, tetep di yacht. Kalau kuat buat kamu." "Tetep di sana buat 100 hari." Bro, 200 hari juga gak masalah.
Kamu bilang 200 hari. Sekarang? Hari kelima. Chaise! Chaise. Bro.
Aku beneran nggak nyangka tantangan gini bakalan berat banget.
Jadi, buat semua kontestan di video aku yang kamu ejek, terus sekarang kamu malah nyerah, mau minta maaf? Nggak!
Berguguran. Sebelum aku tutup pintunya, ada lagi? Oke, sana pergi.
Baru hari kelima, udah tiga haters terbesar aku yang nyerah. Penghormatan untuk yang gugur, yang gugur hari ini. Inilah ketiganya.
Tapi nggak nyangka, Chaise pergi nggak ngubah apa-apa. Mungkin kangen energi dia aja, soalnya beberapa hari selanjutnya, ada kekacauan di mansion.
Kami bakal coba berapa buku yang bisa sampai ke lapangan basket. Ya ampun! Itu baru gokil!
Bersihin dapur ini berjam-jam. Berceceran di lantai.
Banyak kontestan di sini yang suka ke gym. Kalau pengen mereka keluar, kita buang keluar. Semua alat ngegym dibuang. Lihat rak yang itu.
Jendela udah hancur.
Aku nggak yakin bisa tahan seberapa lama. Rumah ini indah, terus malah dihancurin. Dia bikin mansion yang dia perjuangin jadi rusak.
Aku ngaku. Ini berat.
Hari kesepuluh! Aku denger beberapa ada yang pengen pergi. Malah ada yang mau pergi demi kencan di Chick-fil-A.
Mau Chick-fil-A? 30 nugget, aku pergi. Iya, aku kasih 30 nugget kalau kamu nyerah. Oke, deal. Jangan! Izin pamit bentar ke anak-anak, deh. Oke, gas aja.
Dia ngerelain rumah sejuta dolar buat cemilan 10 dolar.
Oke, kalau kalian mau lihat video dia… …dan pas 30 hari, pria ini ngeluh kangen keluarganya. Keluarga bisa nunggu, Bro.
Tantangan ini kegampangan. Aku perlu yang lebih susah.
"Baru hari keempat. Aku emosional karena kangen keluarga." Aku bingung kalau nggak ada mereka.
Sana, pergi, pergi. Oke. Oke. Aku udah 10 hari di sini. Gini, aku harus ambil tawaran tadi, jadi… Sampai ketemu lagi! Dah, Ruben! Kami sayang.
Hei Tareq, bawa sini! Kalian bilang di publik tantangan aku gampang. Jadi, kami bakal biarin kalian nyoba salah satunya.
Mudah-mudahan pada inget video "Chained to Your Ex" (Diborgol Bersama Mantan) soalnya… Kami bawa borgol.
Kalian harus milih satu rekan terus diborgol bareng dalam batas waktu rahasia. Kalau dilepas, bakal dieliminasi.
Gimana kalo ke toilet? Pikir sendiri. Serunya tuh kalian nggak tahu bakal berapa lama. Bisa sehari, bisa setahun. Pilih dengan bijak.
Oh, payah nih. Borgol kami. Mau diborgol? Tim satu, tim satu! Let's go, Jimmy! Let's go! Oke.
Kayaknya kami nggak nyadar bakal secepet apa ini jadi masalah. Nggak lama, kontestan punya satu pertanyaan besar.
Kita bakal lihat, toiletnya kayak gimana. Kita harus bikin lubang di pintu. Bisa nih.
Hei, Pier, aku mau ke toilet bentar. Aman? Aman. Oke, Bro. Yeah! Yo, santai!
Ini hari pertama diborgol, terus hal yang harusnya gampang jadi susah.
Kata kamu gimana soal ini? Parah, Bro. Aku nggak tahu bisa tahan di sini berapa lama lagi. Asli.
Ah elah, kena mata ini woy! Dirantai berempat.
Dirantai berempat. Dan nggak lama, rantai itu bikin beberapa orang ribut.
Pierce, buruan bangun! Buruan bangun terus ikut ke dapur. Bikin kesel aja.
Kalian itu duo yang nggak terpisahkan. Jadi…
Iya, awalnya biasa aja, terus dia mulai bikin kesel.
Kayaknya ini vlog terakhir aku. Besok kayaknya aku bakal nyerah.
Baru satu hari dirantai, beberapa kontestan udah nyerah.
Hari 11.
Hari 12.
Ngapain berkemas?
Jimmy, aku pergi, deh. Aku bilang ke kamera deh. Tantangan kamu susah.
Aku puas. Kita lihat komentar Alec.
Aku beneran nggak inget. Kita lihat.
Aku nggak nyalahin dia nggak coba ngontak terus kayak, "Yo, mau ikut di video?" Aku bakal gasin lah… Buat cek uang? Ya ampun. Jujur, aku nggak nyalahin.
Aku sayang kalian.
Sekarang kamu dirantai sendiri.
Yes!
Bentar, ada lagi yang mau pergi, nggak? Iya.
Yang aku oke… Nggak parah kok.
Aku mau, MrBeast. Ayo. Ini mah gampang.
Ini mah gampang? Oke.
Nggak. Itu AI.
Jay, sini ikut, Bro!
Sayang kalian!
Setelah mereka pergi, sisa Pierce, Uthy, Mark dan Kevin, Asher dan Aaron, terus Kweli dan Ryan.
Aku sama Kweli udah jadi bestie. Kami ngalahin rantai ini.
Mereka beneran makin akrab.
Ayah aku, tahun lalu dipecat. Yang penting sekarang keluarga. Kalau aku dapet sejuta dolar, sebagian besar buat orang tua aku.
Abis denger cerita Kweli, niat aku bantu Kweli menang.
Aman aja. Aman aja.
Ayah udah tua. Aku suruh pensiun. Kayaknya bakal memperbaiki hubungan kami. Aku harus menang.
Tapi kalau sama Asher, Aaron kayaknya nggak bisa akrab.
Aku cuma pengen kamu ngerti, ada beda POV.
Aku ngerti kok ada beda POV. Kamu salah, tapi aku ngerti kok.
Bayangin naik motor sama saudara kamu.
Kayaknya hidupnya asik kalau nggak ada aku, deh.
Dia kangen kamu. Mungkin kamu nggak tahu.
Aku nggak peduli sama dia.
Aku beneran peduli.
Dia nggak ada koneksi emosional ke semua orang di sini atau keluarganya. Tapi aku tahu dia pinter banget.
Dan rasa pede Asher mulai berasa ganggu.
Ini rumah aku, Bro.
Rumah kamu? Santai aja, kali. Kamu nggak bakalan menang.
Aman. Nggak usah ikut mikirin aku harus menang. Tapi yaudah… Oke, malam, semua.
Aku pengen eliminasi Asher. Dia pikir dia selalu benar, dan sadar semua itu jadi alasan kenapa aku nggak bakal disangka berkhianat.
Di hari ke-19, mereka nemu cara seru buat ngabisin waktu.
Aku bakal tulis MrBeast di dinding ini. Bosen abisnya. Bro, kayaknya ini bakal keren sih.
Tapi Kevin, Mark, sama Uthy nyadar sejak remote TV kembali, yang lain ngabisin waktu nonton TV.
Yang bikin dia bertahan di sini tuh TV. TV-nya bakal aku ancurin. Pas ngerasa bosen, pasti bakal pergi. Resmi dimulai. Ini bakal jadi efek domino.
Di hari ke-21, Uthy jalanin rencananya.
Aku bakal bikin kontestan lain kesulitan!
Bentar. Gimana kalau yang satu lagi?
Sekarang dua TV itu rusak, yang lain bakalan ngerasa bosen banget.
Hari 21.
Tok, tok.
Hari 22.
Guys? Kenapa aku datang jam 10 malem bawa iPad?
Ada yang nyerah? Ada yang nyerah?
Ada yang nyerah.
Nanti juga tahu, nggak lama lagi. Itu. Lewatin garis.
Oh! Waduh! Buset.
Kalian, kalian keren. Kalian keren, Bro.
Sisa tujuh. Seneng dia pergi?
Ini kompetisi.
Pasti ada yang bakal bilang gitu.
Buat para kontestan, tantangannya bukan cuma hidup di mansion.
Hari 22.
Hari 23.
Tapi juga hilang waktu dengan orang tersayang.
Bakalan kesel sih nggak ikut kelulusan. Nggak ikut pesta dansa, pesta kelulusan. Ketinggalan banyak banget.
Jauh dari semua bikin aku sadar bahwa pas aku di sini, hidup terus berjalan. Tapi nggak bisa beli waktu sama momen itu biar balik.
Aku baru dikasih tahu salah satu ada yang nyerah. Kita temuin.
Apa kabar? Kira-kira siapa yang nyerah nih?
Mark. Mark. Mark. Yang nyerah Ryan.
Yo?
Aku bercanda.
Mark. Aku dapat pesan kamu nyerah. Emang bener?
Iya, bener.
Sebelum aku buka, lihat video dulu.
"Aku kangen istri terus anak mau kelulusan." Bego apa? Kita harus gunain waktu buat yang penting.
Kontestan yang kamu ejek pas bilang gitu, kamu bilang bego.
Iya, aku ngaku. Yah.
Mark! Nolan, sini ikut.
Ya ampun.
Pedih! Mark!
Kalau mau jujur, MrBeast milih orang yang berani gonggong tapi nggak berani ngigit. Mereka aslinya nggak jahat.
Udah hampir 20 hari dirantai bareng Kweli terus jadi rekan sekamar sama dia sama Pierce, dan jujur, bikin kami makin erat. Rasanya kamu tuh kayak saudara aku di rumah.
Tanpa TV, mereka nemu cara baru ngabisin waktu.
Hari 31.
Hari 32.
Hari 33.
Hari 34.
Oh! Hampir bisa nyangkut. Aku bakal…
Yang kita lihat ini adalah akibat kalau ngambil TV dari para cowok. Jadi manusia goa.
Aku pengen rantainya dilepas. Jujur.
Hari 37.
Ryan lagi hoki. Udah hampir waktunya rantai dilepas.
Hari 38.
Bentar lagi hari ke-40, dan Jimmy punya rencana. Mereka bakal bikin kejutan pas kontestan pada bangun.
Hari 39.
Apaan tuh? Kenapa dipasang garis polisi? Ini mastiin bakal ada sesuatu di hari ke-40.
Hari 39.
Hei, Guys. Gimana kabar? Waktunya mencopot rantai.
Hari 40.
Yeah!
Tantangan pertama selesai. Semua bebas. Video mana lagi yang bakal kita tiruin?
Jujur jangan… Bunker. Bunker! Bunker.
Harusnya nanyanya sebelum aku pakai ini.
Di video bunker aku, alarm bakal nyala terus kontestan punya kurang dari semenit buat nyalain pemindai tangan biar tetep di kompetisi. Itu permainan kalian sekarang. Kalau gagal memindai tangan dalam semenit, bakal dieliminasi.
Ayo gas. Ini mah gampang.
Tenang, di akhir video ini mereka nggak bakal bilang gampang lagi.
Jimmy datang terus ngasih tantangan.
Iya, ini yang kami perlu.
Gawat kalau aku di sini pas alarm nyala. Aku nggak mau ambil risiko. Aku mutusin bakal tidur di sini.
Alarm bisa nyala kapan aja. Bisa gawat. Kayaknya Jimmy bakal bikin kami begadang terus nyalain alarm pagi buta, jadi…
Ini alarm pertama beneran, tapi mereka nggak anggap serius.
Lumayan juga. Lumayan lah.
Hari 42.
Mereka lumayan jago juga. Aku jadwalin alarmnya di waktu yang terburuk, kayak pagi buta atau malah pas mereka mandi.
Kayak pagi buta atau malah pas mereka mandi.
Hari 43.
Malah, apa pun yang kami kasih, mereka tetep bisa ke pemindai tepat waktu.
Hari 46.
Kegampangan, Jimmy. Kegampangan. Gampang banget. Butuh tantangan nih.
Hari 47.
Jimmy. Kasih keras.
Jadi di hari ke-50, aku datang buat ngasih tantangan yang mereka minta.
Hari 50.
Aku bisa lihat bahu dia. Dia ngapain?
Nggak tahu bakal berhasil atau nggak, kita coba aja.
Pagi, Guys.
Pagi, Jimmy.
Aku datang soalnya katanya tantangannya kegampangan. Waktunya dipendekin kali, ya.
Aku siap aja.
Ganti jadi 30 detik. Kita lihat bakal gimana.
Oke. Kita lihat 30 detik bisa nggak. Nanti aku kasih satu hadiah lagi deh. Kami bawain vending machine Feastables.
Aku mau rasa favorit aku, peanut butter chocolate cup. Enak.
Feastables itu bukan cuma rasanya enak, tapi juga menghindarkan anak-anak dari kerja ilegal. Lebih dari sejuta anak-anak kerja ilegal di perkebunan cokelat. Di Feastables kami bayar para petani dengan layak dengan beli biji kakao yang sudah bersertifikasi dan audit serta mencegah pekerja anak ilegal. Jadi, dengan beli Feastables, kamu dapat cokelat enak dan bantu kami menghilangkan pekerja anak ilegal. Sudah tersedia di tempat-tempat ini. Cobain, ya.
30 detik dipasang. Tinggalin dalam semenit.
Hari 51.
Gimanapun, aku nggak boleh dieliminasi.
Waktu yang lebih pendek itu cobaan buat mereka. Nggak boleh ada kesalahan.
Yeah!
Hari 52.
Aku harus main aman. Aku harus mindahin semua barang aku ke perpus.
Ini kacau. 15. Semua ilang.
Hari 53.
Sekarang semua waspada.
Hari 55.
Tantangan baru ini bikin kami kompak. Semua kontestan bersatu. Hore!
Ini Uthy, si jago. Saudaraku.
Iya, tapi beda ibu.
Siap, Pak.
Dan walaupun semua makin akrab, sayangnya, satu kontestan masih kurang bisa gabung.
Hari 56.
Hari 57.
Hari 58.
Bip, bip, bip, bip, bip, bip.
Aku penantang terkuat. Mereka pada takut kalah sama aku, soalnya jujur, hidup aku di luar sini nggak gimana.
Hari 60.
Bisa diem, nggak? Ngapain sih begitu?
Dia harus pergi sih.
Kamu ngomongin Asher? Iya. 100 persen.
Sekarang, aku bakal kosongin makanan dari kulkas, pantry, freezer sampai alat masak. Mereka nggak bakalan bisa makan. Saatnya Asher lawan semua…
Aku lakuin apa pun buat menang.
Hari ke-65.
Tadinya mau nunggu sampai hari ke-70, tapi Asher bikin video ini jadi nggak seharusnya. Aku bakal lakuin sesuatu.
Selamat, kalian lolos kayak biasa. Ikut aku.
Oke.
Keren. Makanan.
Inget nggak video di mana aku kurung dua orang buat seratus hari? Salah satu yang kalian bilang gampang.
Iya. Iya. Yes.
Sekarang pilih rekan buat masuk kamar isolasi bareng. Silakan, terserah kalian.
Hey, Uthman, mau jadi rekan aku?
Maaf, ya.
Pierce, kayaknya kamu stuck sama aku deh.
Bentar, nggak ada yang mau sama Asher?
Ini, fair aja sih. Makes sense.
Di depan kamu, Asher. Mereka debat siapa yang bakal menderita bareng kamu.
Sepenuhnya valid.
Harus tentuin rekan sekarang.
Pastinya.
Nggak, Bro. Aku aja. Aman.
Jadi enam besar kepisah jadi Kweli dan Pierce.
Ini makanan kalian. Beras. Oats. Daging sapi.
Kevin dan Uthman.
Kalau nginjek di sini, kalah.
Emang ini camilan, ya? Kecil banget kayak gini?
Dan Ryan dan Asher. Mereka bilang tantangan aku gampang.
Bentar. Apa isi ransel kamu?
Ini, Jimmy, buku buat baca-baca. Aku juga punya Feastables.
Mereka kayaknya udah ngakalin sistem nih.
Jimmy, ini kayaknya kegampangan.
Lho? Kegampangan? Kegampangan.
Sementara kalian di sini, kami bakal ke mansion indah yang kalian bikin rusak buat direnovasi semua sampai jadi kayak baru. Makasih Lowe’s.
Makasih, Lowe’s. Aku appreciate banget. Bagus.
Biasanya di rumah gede, ruangan lega, bebas ke mana-mana. Nggak tahu nih sampai kapan di sini. Itu masalahnya.
Posisi kita posisi nguntungin, 'kan, ya?
Sepakat.
Mereka pikir tantangan ini bakal mudah.
Kami nemuin ada lubang. Ryan.
Tantangan ini biasa aja. Cuma nunggu.
Ini bakalan ngebosenin banget. Tapi aku sama Pierce udah bikin buat basket.
Mereka ngabisin waktu dengan baca, olahraga, dan main game.
Hari 67.
Hari 68.
Hari 69.
Boom!
Jimmy ngasih tantangan yang nggak bakal bisa bikin kami nyerah.
Setelah beberapa hari, semua mulai… terasa.
Hari 70.
Yang asalnya ada segalanya jadi nggak ada apa-apa. Ngajarin kita harus tetap rendah hati.
Hari ini hari kelulusan SMA aku. Gini, asli, aku lewatin pesta kelulusan. Kangen kehidupan di luar mansion ini.
Dan makan tiap hari juga nggak bantu.
Hari 71.
Buat aku, makanan apa aja di piring. Nggak bervariasi. Udah. Bon appétit.
Bosen banget. Aku beneran bingung mau ngapain. Saudaraku. Ini kapan kelar, ya?
Hari 72.
Sebel mereka bilang tantangan aku gampang. Kalau nggak, aku mau sih ke sana bantuin mereka. Mereka udah seminggu di sini dan mereka mulai pada gila. Ya makes sense sih, soalnya pas aku tujuh hari di ruang isolasi, aku juga mulai gila.
Kami semua di mansionnya Beast. Yo!
Hari 73.
Aku bakal minum segalon gede dari Fortnite.
Bagian tersulit di isolasi? Hidup berasa lambat banget. Aku sibuk ngejaga otak aku sibuk.
Capek diisolasi. Stuck nggak ngapa-ngapain.
Jadi buat ngilangin bosen, Ryan punya ide yang bakal mengubah segalanya.
Hari 75.
Aku udah lama di ruang isolasi. Aku bakal ngitung sampe 100.000, kayak yang dilakuin MrBeast bertahun-tahun lalu.
Aku bakal ngitung sampe 100, seribu.
Ini video viral pertama aku yang jadi awal channel ini. Bertahun-tahun orang bilang ini konyol dan mudah, dan yang bakal kalian lihat bakal buktiin itu semua bener atau nggak.
Ini dia. Satu. Dua. Tiga. Empat. Lima. Enam. Tujuh. Delapan. Sembilan. Sepuluh.
Aku baru denger Ryan ngitung bentar, terus udah gila aja.
Pertanyaannya, dia bakal salah ngitung, nggak?
2033, 2044, 20… bentar… 20…
Apa dia bakalan bisa?
5900 sekian.
70, 8171, 8172, 8000… 10.200… 10.200. Bentar. 11.258, 11.259, 11.260, 13.000…
Kamu mau tidur?
Nggak, nggak tidur.
19.996, 19.997, 19.998, 19.999,
Hari 76.
Hari 77.
20.000.
Yo! Jimmy!
Apa kabar?
Apa kabar, Jim? Ada kabar?
Keluarin aku!
Gimana rasanya terisolasi?
Parah. Kami mengaku salah, Jimmy. Ayo, dong.
Biar jelas, kalau kalian nggak ngerusakin rumah.
Biar jelas, kalau kalian nggak ngerusakin rumah.
Aku nggak akan mengisolasi kalian.
Oke, kita cat ulang dindingnya. Ada yang dicoret-coret. Yang lain ada mustard sama saus. Tapi nggak cuma dicat ulang aja. Aku harus rubuhin dindingnya.
Apa? Nggak harus sih. Kayaknya kamu…
Dari renovasi sampai ngubah tiap kamar. Semua renovasi ini bisa karena Lowe's. Mereka supply semua yang perlu buat bikin mansion ini kayak baru lagi. Rumah ini bakal segera beres.
Banyak saus barbeku di karpet ini. Kenapa? Gimana di atas nih? Bagian mana yang paling susah?
Makanan. Makanan. Udah pasti. Makanan.
Masalahnya kalian bilang tantangan aku gampang. Kalau nggak mah aku tolongin.
Hei, Jimmy, nyadar nggak ada yang ilang? Ini ada apa, ya?
Oh, aku ngitung sampai 100.000.
Kenapa?
Pastinya, karena stuck diisolasi. Cuma punya waktu dan 29.000.
Lebih susah dari yang dikira?
Jauh lebih susah.
Tuh kan! Semua pikir ini gampang.
Kamu… Nggak, aku respek sama kamu.
Mau nyiksa diri sendiri? Yes. Kayak aku nyiksa diri. Iya, mau. Caranya beda, aku ngerti. Makasih, ya. Makasih.
Kita bakal review footage. Pastiin ngitungnya nggak kelewat. Nggak. Kalau sampai 100.000, aku bawain yang spesial. Balik ngitung.
38.204, 38.205, 39.295, 39.296, 39.297.
Siapa itu? Aku. Stop! Terusin. Oke. Jangan ganggu.
39.999, 40.000. Ah! Rasa 40.000.
49.998. 49.999. 50.000.
Buat ngerayain Ryan nyampe 50.000, kami putusin buat sarapan.
Bro, kayaknya aku perlu energi soalnya aku nggak mau tidur. Aku pengen melek terus biar beresin tantangan langsung, kayak yang Jimmy lakuin.
Terusin aja soalnya udah sampe setengahnya. Dari pengalaman, satu ke 50.000 itu lebih gampang daripada 50.000 ke 100 ribu.
Hari 78.
Kita lihat Ryan bisa, nggak.
Hari 79.
Aku nggak tahu di mana, aku nggak tahu siapa aku. Mulut aku pegel.
Aku mulai lihat angka. Nggak tahu gimana bisa, tapi beneran. Aku capek tapi ini masih bakalan lama.
17.771. 17.772. 17.773.
Apa? Jimmy? Hai, Asher. Gimana moral aman?
Aku nggak sadar sebesar apa dampaknya ke mental.
Sejak lama, aku ngerasa cuma aku sendiri yang tahu beratnya menghitung sampai 100.000. Seneng rasanya akhirnya ada yang bisa mengerti itu.
90.000. Astaga.
Itu Kweli, ngedengerin. Coba ngebantu dia. Dia bakalan berhasil.
99.611… 99.612… 12! 99.613… 99.613… 14! 14! 14! Kamu bisa, Bro. Atur napas.
99.799. 99.800.
Ryan udah resmi 200 lagi dari 100.000.
99.998, 99.999, 100.000. 100.000. Beres. Beres. Berhasil!
Seratus ribu! Seratus ribu! Let's go!
Ternyata memfokuskan pikiran pada sesuatu bisa menyemangati sekitar kamu.
Hari 79.
Hari ke-80! Woo!
Hari 80.
Apa kabar, Saudaraku.
Tapi Asher biasa saja karena dia yakin tantangan Ryan itu mudah.
Hari 81.
Ngitung sampe 100.000 itu gampang.
Bro, kamu beneran bego. Nyadar, 'kan?
Dia masih menyebalkan dengan arogansinya.
Hari 82.
Pas aku bikin rincian alokasi uang sejuta dolar itu, baru aku sadar…
Ya! Aku bajetin 15 ribu dolar buat motor.
Kalau kamu dapet sejuta dolar!
Hari 83.
Dia kayak, "Kalau aku, terus kalau aku", aku kayak, diem deh.
Hari 83.
Karena mikirin kami semua temenan, jadi kayak, jangan bacot gitu deh.
Hari 84.
Kamu beneran nyebelin. Tahu, 'kan?
Aku mau mastiin bisa eliminasi Asher buat naikin kesempatan Kweli menang. Aku pastiin nggak bakalan kalah sebelum dia. Misi utama.
Hari 85.
Karena semua orang sering ngomongin kalau mereka nggak suka sama Asher, cuma tinggal tunggu waktu sampai dia akhirnya dengar sendiri.
Hari 86.
Hari 87.
Iya, Asher itu pintar, tapi kelemahan terbesarnya malah nutupin kepintarannya. Egonya… serem banget. Umurnya baru 18 tahun, dia sebenarnya baru mulai. Selama ini aku selalu diingatkan soal bahayanya ego, tapi dia benar-benar bikin aku paham kenapa ego itu bisa jadi masalah.
Hari 87.
Aku hampir seumur hidup sekolah di rumah. Jadi lingkungannya jelas beda buatku.
Hari 88.
Bisa belajar langsung soal gimana orang berinteraksi itu berharga banget. Norma sosial itu sebenarnya kayak apa sih? Sebesar apa pun keinginanku buat jadi kompetitif, pada akhirnya itu cuma bikin aku jadi diriku sendiri. Dulu aku nganggap semua hal itu sebagai tantangan. Sekarang rasanya aku setidaknya bisa jadi orang yang lebih baik dan berkembang secara emosional.
Aku ingin minta maaf secara resmi.
Hari 89.
Waktu aku buang makanan itu, aku nggak nyoba ngebayangin kalau aku ada di posisi kalian sebelum lakuin itu. Tolong maafin aku. Kita tetap bisa bersaing tanpa harus bersikap nyebelin satu sama lain.
Betul.
Hari 90.
Lalu di hari ke-90, aku ingat kalau pernah janji bakal kasih Ryan hadiah karena berhasil ngitung sampai seratus ribu.
Ini bakal butuh waktu buat diberesin. Langsung pindah ke adegan kita di atas aja.
Guys, ayo keluar! Karena kalian berhasil ngitung sampai seratus ribu, aku bawain seratus ribu koin satu sen buat kalian.
Ini ngingetin aku sama dulu waktu kamu suka ngasih koin satu sen sesuai jumlah jutaan subscriber yang kamu punya.
Iya, atau waktu aku beli mobil pakai koin satu sen. Kalian resmi berhasil bertahan tiga bulan di mansion ini.
Yoi!
Siap, nggak, nih? Oke.
Ya ampun! Ya ampun! Ya ampun!
Bentar, bentar dulu, bentar dulu. Bukannya kalian bilang video-videoku terlalu gampang?
Kayaknya iya deh, iya! Oh, nggak, nggak, nggak, nggak, nggak.
Biasanya di bagian ini aku bakal angkat penutupnya. Tapi karena katanya terlalu gampang, mungkin kita coba lagi beberapa minggu lagi aja.
Maaf ya, aku cuma… ya, gitu deh. Nggak, nggak, nggak, nggak. Ini susah, Jimmy. Beneran.
Aku senang akhirnya terasa susah, soalnya kalian bilang videoku terlalu gampang.
Video-video kamu nggak gampang! Susah! Susah banget!
Aku memang lagi berusaha bikin semuanya jadi susah buat kalian.
Hari 90.
Jimmy! Kita bakal lama banget di sini!
Hari 91.
Hari 91. Hari 92. Hari 93. Hari 94.
Tau nggak kenapa aku balik lagi?
Hari 95.
Nggak. Nggak. Soalnya ada yang tereliminasi. Lagi ngerjain kami ya? Aku bohong. Gimana ya jelasinnya… Sebenarnya nggak ada yang tereliminasi. Aku cuma pengin nongkrong bareng kalian.
Sebenarnya alasan aku ke sini itu karena aku mau kasih kesempatan buat kalian lihat rumah baru kalian. Selama kalian tinggal di sini, aku sama Lowe's terus benerin mansion yang sempat kalian hancurin. Aku mau kasih kalian kesempatan buat lihat mansion yang udah jadi baru lagi. Sekalian kalian keluar dari kamar ini, biar kami juga bisa beresin kamar-kamar ini.
Tapi aku mau kalian janji nggak bakal ngerusak mansion ini sebelum aku yang ngelakuin.
Nggak mungkin! Jimmy! Jimmy! Jimmy! Nggak bakal! Kami janji. Kelingking. Janji kelingking. Janji kelingking. Oke.
Mansion ini berubah dari hancur total jadi benar-benar kayak baru lagi. Dan semua itu berkat Lowe's. Ya ampun!
Tapi Lowe's bukan cuma buat renovasi. Mereka juga bantu ngerawat rumah kalian. Bayangin nanti pas kalian menang mansion ini. Masa mau bersihin saluran ventilasi pengering sendiri? Mau ganti filter udara sendiri? Nggak. Mau ganti bohlam sendiri? Nggak.
Nah, dengan Homecare+, cuma 99 dolar setahun… Lowe's bakal datang dua kali buat ngurus semua pekerjaan yang nyebelin itu. Aku bakal ambil itu! Aku butuh banget!
Kita punya satu lapangan sepak bola penuh! Ini dinding penghormatan yang udah gugur. Semua, kasih hormat. Semoga tenang.
Biar menang mansion ini makin seru, pemenangnya juga bakal dapet Lowe's Homecare+ seumur hidup. Let's go! Let's go!
Serius, nggak ada alasan buat nggak daftar. Tinggal scan kode QR ini atau klik link di deskripsi, terus daftar sekarang. Biar Lowe's yang ngurus semua hal yang males kalian kerjain.
Malam ini jadi malam pertama kami tidur di luar ruang isolasi setelah 31 hari.
Hari 96.
Jadi sekarang aku mau tidur, dan kayaknya yang lain masih bakal begadang beberapa jam lagi. Itu dia! Haduh…
Sementara mereka lagi berjuang buat menangin mansion ini, waktu di dunia luar terus berjalan. Dan buat Pierce, itu berarti dia melewatin satu momen besar.
Ini dia! Aku lulus SMA! Bro, gila sih. Kamu lulus SMA dari Beast Mansion!
Video ini udah berlangsung lama banget sampai-sampai Pierce kelewatan acara wisuda SMA. Jadi aku hubungi kepala sekolahnya, dan aku punya sedikit kejutan buat dia. Coba ikut aku ke bawah.
Jimmy! Pierce, sini dulu. Kamu tahu apa yang terjadi kemarin, kan? Apa? Semua temanmu lulus SMA. Makanya aku bawain jubah wisuda buat kamu. Yoi!
Aku juga bawain topi wisuda, pakai dulu. Semuanya, sini. Duduk dulu. Pierce, duduk di kursi ini. Dan aku punya tamu spesial buat kamu di TV. Ini guru BK dari sekolahmu. Selamat, Pierce!
Dan beliau ada di sini buat menyaksikan aku menyerahin ijazah SMA kamu. Yeah! Yeah! Yeah! Yeah!
Walaupun kamu udah tiga bulan ada di sini, kamu tetap nggak gagal lulus SMA. Pihak sekolah tetap melulusin kamu.
Sebenarnya aku bawain kue buat kamu, tapi tadi ketutup confetti. Lempar aja ke mukaku! Yakin? Iya! Bentar! Guru BK, bisa palingin wajah dulu? Iya, iya. Nah, gitu. Oke. Let's go!
Oke. Nah, sekarang kita udah seru-seruan, mau lanjut ke tantangan berikutnya? Gimana kalau ada kesempatan menang banyak uang?
Selama 30 hari ke depan, di waktu yang benar-benar acak, aku bakal nelepon ponsel ini. Siapa pun yang angkat, bakal dapet apa pun yang aku tawarin.
Halo? Nggak ada apa-apa. Soalnya aku lagi berdiri di sini. Tadi cuma tes.
Sekarang kalian udah paham, kan. Tapi gini ya, belum tentu isinya hal bagus. Aku bisa nelepon buat ngasih hadiah atau hukuman. Aku bakal nelepon di waktu yang benar-benar acak. Semoga beruntung!
Makasih, Jimmy! Sampai nanti, Jimmy!
Ini mungkin jadi kesempatan pertama buat dapet sesuatu yang bagus dari video ini. Jujur aja ya, Guys. Coba bilang pendapat kalian. Ayo, dong.
Batu, gunting, kertas! Batu, gunting, kertas! Batu, gunting, kertas! Sial. Satu. Batu, gunting, kertas! Sial.
Cuma bilang aja sih. Silakan, Bro. Halo? Ini siapa? Selamat! Kamu baru aja menang 10 ribu dolar! Yes! Yes! Nggak mungkin! Nggak mungkin!
Iya. Aku kirim 10 ribu dolar buat kamu. Selamat, Bro. Fair, kok. Tadi fair sih. Main fair. Selamat, Bro. Hahaha!
Aku jadi takut. Halo. Makasih udah angkat. Mulai sekarang, kamu harus ngabisin 24 jam berikutnya di dalam bathtub.
Di bathtub? Di bathtub? Aku udah feeling ini bakal jelek. Harusnya tadi aku nggak usah angkat. 24 jam di dalam bathtub! Jimmy!
Hari 97.
Nggak ada yang tahu bakal dapet apa dari tantangan ini.
Hari 98.
Tapi buat Ryan, dia dapet satu koper penuh uang. Kami nggak bohong waktu bilang kamu menang 10 ribu dolar.
Ryan! Majd! Majd! Kiriman spesial! Itu dia uang 10 ribu dolar kamu. Ini buat aku? 10 ribu dolar kamu. Wah. Berat juga.
Aku suka banget sama tantangan ini. Dan aku kasih tahu alasannya. Kami punya pilihan. Mau angkat teleponnya atau biarin terus bunyi. Kalau nggak diangkat, bisa aja malah dapet yang buruk.
Aku udah dapet 10 ribu dolar. Jadi aku bakal jauhin telepon itu. Biar yang lain aja yang angkat.
Strategiku soal telepon ini ya… nggak usah diangkat sama sekali.
Kamu bakal angkat telepon itu lagi? Oh, pasti!
Dan sebentar lagi Kweli juga bakal punya pilihan itu, karena masa isolasinya hampir selesai.
Tantangan pertama. Selesai. Jimmy.
Ini hari ke-99. Besok hari ke-100. Jujur aja, diam-diam aku mulai capek ada di sini. Apalagi di hari-hari kayak gini, pas sadar udah selama ini ada di sini dan udah lama banget jauh dari semua orang. Rasanya jadi mulai muak ada di sini.
Hari 100.
Hei, Jimmy.
Karena ini hari ke-100 buat kalian, rasanya nggak enak kalau aku kasih hukuman. Coba lihat ke depan pintu utama. Aku ninggalin sesuatu yang spesial buat kalian.
Piza. Itu piza? Kue. Oke. Let's go! Malam ini kita pesta makan.
Guys, teleponnya bunyi. Phone! The phone is ringing.
Ada apa? Jimmy? Hari ini ada apa buat aku?
Kweli, sekarang juga kasih telepon itu ke orang di mansion yang paling nggak kamu percaya.
Ada yang angkat? Oke.
Aku? Ambil teleponnya.
Halo, Jimmy. Gini, Asher. Kalau kamu mau ngabisin 24 jam di ruang isolasi, di salah satu kamar di mansion ini, aku bakal kasih Kweli 10 ribu dolar atas nama kamu. Tapi semua terserah kamu. Kalau nggak mau, anggap aja telepon ini nggak pernah ada. Semoga berhasil. Kita lihat apa pilihan Asher.
Sekarang aku harus mutusin apa aku mau masuk ke satu kamar dan ngabisin 24 jam sendirian di ruang isolasi. Kalau berhasil, Kweli dapet 10 ribu dolar.
Asher, mau lakuin ini buat aku?
Orang yang mungkin paling sering ribut sama aku sekarang justru lagi pegang kesempatan buat dapet 10 ribu dolar. Uang itu bisa aja jadi milikku, tapi dia yang harus jalanin tantangannya. Gila sih.
Selama video ini, Asher selalu main buat dirinya sendiri. Tapi sekarang, supaya Kweli bisa menang 10 ribu dolar, dia harus bertahan 24 jam di ruang isolasi. Apa pemain yang paling egois di permainan ini bakal ngelakuin sesuatu yang benar-benar nggak mementingin diri sendiri?
Nggak ada yang bakal ngahalangin aku buat menangin mansion ini.
Nasibku ada di tangan dia.
Ya udah deh. Sekarang aku bakal ngabisin 24 jam di ruang isolasi. Kayaknya kita ketemu lagi 24 jam lagi pas tantangan ini selesai. Terus Kweli bakal dapet 10 ribu dolar. Aku senang banget soal itu.
Kayaknya aku nggak bakal pernah bisa punya hubungan sedekat yang mereka punya. Kweli, Ryan, sama Pierce benar-benar kayak saudara. Kevin sama Uthman juga lengket terus. Kayaknya mereka nggak bakal pernah sampai percaya sama aku. Dan aku benar-benar berharap itu masih bisa aku perbaiki.
Hari 101.
Hari 102.
Halo.
Makasih.
Aku punya pilihan, Asher. Jimmy ngasih opsi. Aku bisa tuker tempat sama kamu. Ngereset waktunya. Oke. Kalau kamu selesai dalam 24 jam, kita berdua dapat 10 ribu dolar. Atau aku biarin kamu main di akhir… Benar… Terus aku dapet 10 ribu dolar. Asher, mau 10 ribu dolar?
Ya maulah 10 ribu dolar! Tapi terserah maunya Kweli. Maksud aku sekarang terserah dia, Bro.
Asher. Siap, Pak. Waktunya bertukar. Masa? Aku masuk. Kamu bebas.
Oke, makasih, Pak. Aku bakal ngambil barang aku terus pergi.
Hari 102.
Itu terakhir kali ngelihat Kweli buat 28 jam lebih ke depan. Tantangannya, aku pikir, bakal bikin musuhan ternyata bikin akrab. Setelah 24 jam, saatnya menelepon lagi.
Hari 103.
Halo?
Hei, Uthy! Oke, kamu bisa biarin Kweli keluar terus buka pintu depan ambil hadiah. Selamat!
Lihat ini. Aku sama kau, Bro. Cheers. Cheers. Cheers, kawanku.
Aku bangga sama kalian. Kalian keren. Kerja sama dan nggak biarin Jimmy ngadu domba.
Dengan begitu, kedamaian kembali di mansion-nya Beast. Buat semalam lah.
Hari 104.
Jujur, aku mau ambil hari ini. Nggak biarin aja demi biskuit? Sori, sori, sori. Dia barusan ngimpiin itu. Sori, sori. Aku datang.
Jimmy. Apa kabar? Yo! Ini KSI. Yo, KSI. Apa kabar? Gimana? Baik. Kalian gimana? Hei, KSI, ngomong ke Kevin. Dia nggak percaya ada kamu. KSI? Yo, apa kabar?
Karena kalian jawab, udah siap buat yang bakal terjadi? Siap. Kasih aku aja, Jimmy.
Ada JJ di sini, dan kamu jawab telepon dia, yang artinya aku bakal puterin lagu dia dari speaker dan diulang sampai 24 jam ke depan. Have fun. Jangan bilang video aku gampang!
Everybody knows they know me. When it snows, I stay in and lay love.
Lagunya sekenceng apa?
Ini tantangan? Dia punya waktu berapa lama? 24 jam. 24 jam.
Everybody knows.
Kenceng banget. Jimmy!
Baru 18 menit dalam 24 jam di tantangan KSI. Telinga aku udah berdarah. Pertama sih oke. Kedua, ketiga. Sekarang terus. Jimmy, kenapa?
Stop!
Aku bakal nyerah. Aku relain mansion jutaan dolar ini asal nggak denger lagu kamu. Selamat.
Matiin musiknya! Matiin musiknya!
Mereka kira siang itu buruk tapi nyoba tidur sambil begini baru parah.
Hari 106.
Aku nyelinap ke mansion. Ada kejutan besar buat mereka. Lihat nih buat telepon selanjutnya. Masuklah. Aku bikin ulang toko Old Navy, dan yang jawab telepon bakal dapet 50 ribu dolar.
Aku nelepon. Kita lihat ada yang jawab nggak.
I guess this is how the story goes.
Sementara nunggu, kalian juga bisa dapat bagian dari 50 ribu dolar dengan scan QR code ini. Kami bakal kasih 50 orang, seribu dolar belanja di Old Navy. Partner apparel musim sekolah resminya MrBeast. Kalian bisa dapat hoodie, jins, kaos grafis, apa aja yang kamu perlu buat tahun masuk sekolah yang ada di Old Navy.
Bentar… mereka nggak jawab.
Raja Screen Ring Pen.
Telepon nomor dua… Ya ampun! Nggak dijawab. Jadi canggung.
Tapi, seenggaknya kalian bisa menangin 50 ribu dolar. Pastiin kalian ke Old Navy terdekat atau lihat di OldNavy.com. Semua yang perlu buat masuk sekolah tersedia.
Tahu nggak yang gila apaan, Nolan? Apa? Mereka nggak tahu kita ada di sini. Yuk, keluar. Kita balikin ini ke normal jadi mereka nggak tahu ini pernah terjadi.
Udah boleh gerak? Iya.
Udahan? Selesai.
Aku bisa denger suara kamu.
I'm in the thick of it, everybody knows!
Nggak! Lagu ini di-banned!
This is how the story goes…
Sst. Sst. Sst.
Aku beneran seneng bisa ikut video MrBeast.
Hari 107.
Aku pernah pindah-pindah, diusir, nggak punya rumah.
Aku pernah pindah-pindah, diusir, nggak punya rumah. Walaupun gitu, aku punya tekad kuat, semangat, dan bakal wujudin semua mimpi aku.
Hari 108.
Aku berkorban banyak di sini dan aku ngerasa aku harus dapat mansion ini.
Hari 109.
Hari 109.
Hari 110.
Mereka datang ke rumah ini dengan, anggap aja percaya diri.
Aku ngomong ke kamu, MrBeast. Aku janji bakalan menang. Nggak peduli mau tiga tahun juga. Aku bakal di sini. Ajak aku kompetisi! Ajak aku. Aku nggak bakal pulang. Itu intinya! Aku nggak bakal pulang.
Tapi Ryan, Kweli, Uthman, Pierce, Kevin dan Asher, beneran buktiin omongan lewat tindakan.
Hari 111.
Hari 111.
Hari 112.
Aku yakin bisa menangin ini. Kasih aku yang bagus, Jimmy. Kamu balik. Kamu kasih tantangan yang susah. Aku siap.
Hari 113.
Gila sih ikut video MrBeast tuh. Aku lewatin kelulusan SMA di sini. Kamu bilang video ini bisa jadi dua tahun, empat tahun. Aku datang dengan persiapan sampai akhir.
Hari 114.
Aku udah empat bulan hidup di sini. Cuma satu orang yang bakal dapat mansion ini, dan rencananya orang itu aku.
Hari 115.
Keluargaku, di rumah kami sulit soal keuangan. Aku gugup. Rasanya keluarga aku ngandelin aku dan aku ngerasa ada di sini karena sesuatu. Aku harus menang.
Dan buat bikin tantangan selanjutnya cukup susah buat neken para kontestan ini, aku mutusin lakuin yang drastis. Ini kali pertama aku lakuin selama sejarah channel aku.
Hari 115.
Hari 116.
Oke.
Guys! Siapa mau ngetuk? Guys, turun dong!
Aduh, Jimmy, mau ngapain lagi?
Tantangan di video ini.
Angkat tangan kanan. Ini… Yang terakhir ngelepas tangan dari mansion, menang.
Aduh… Oke. Kita gas.
Tapi ada kejutan!
Iya, iya, masukin 600 ribu dolarnya.
Wah! Astaga. Bentar. Kamu ngapain?
Di depan kalian, 600.000 dolar tunai! Dan kalau kalian lolos tantangan ini… Aku tempelin tangan aku di mansion nih. Yang nyerah tantangan ini sebelum aku, dapet 100.000 dolar. Tapi kalau udah aku nyerah, semua hadiah dibatalin. Jadi kalau mau 100 ribu dolar, harus nyerah sebelum aku.
Astaga. Kita harus lakuin.
Kalau aku menang… mansion-nya tetep punya aku.
Jimmy, aku nggak yakin kamu kayak biasanya. Astaga!
Gas aja. Sepakat.
Bentar, bentar. Seenggaknya perlu tiga yang setuju.
Ayo gas. Oke, siap! Semua setuju. Kita gas!
Kehormatan bisa ngalahin kamu di tantangan, Jimmy.
Sekarang aku bocah mansion.
Oke.
Kamu kayak aku. Kamu kelihatan… Keren. Aku suka. Aku suka.
Makasih.
Tempelin tangan di dinding. Tantangan resmi dimulai. Kalau tangan lepas dari dinding, lantai atau meja… Nggak dapat mansion. Sebenarnya, kami kalah soalnya aku ikutan.
Ya ampun.
Buat mastiin tangan nempel atau nggak, ambil kamera tangan!
Aduh. Ya elah.
Jimmy, kamu bakal tahan berapa hari?
Selama aku masih napas. Ayolah.
100.000 dolar itu banyak. Nggak tertarik?
Pasti. Iya, lumayan kepikiran.
Jadi, bisa stop? Dia kayak mainin nyawa aku. Stop.
Tiap kontestan bisa dapet 100.000 dolar. Tapi kalau aku kalah duluan, uangnya dibatalin.
Aku nggak bawa apa-apa. Kalau pulang nggak bawa apa-apa, ya nggak rugi apa-apa.
Jadi nggak akan ngangkat tangan nih? Nggak. Buat 100.000 dolar juga? Iya.
Di rumah nggak ada apa-apa. Semua hilang, nggak punya rumah, tidur di mobil. Ngerelain hadiah sejuta dolar itu kata aku gila sih.
Nggak yakin… dia mau sampe 24 jam.
Iya, bener. Kayaknya aku nggak siap bertaruh begitu.
Aku juga. Aku nggak mau.
Lagi ngobrolin apa nih?
Jimmy, Jimmy. Jangan maksa. Jangan maksa. Oke.
Aku seneng nongkrong, nongkrong semaleman.
Iya? Nongkrong yuk. Kok rusuh?
Kamu! Kamu. Kamu yang rusuh!
Nggak. Aku mau nginep!
Aku nggak percaya kamu mau nginep.
Bro, aku seneng tinggal sama kamu buat 115 hari, ya? Dirantai 31 hari. Denger, kamu maju, aku maju.
Bentar, mau nyerah kalau dia nyerah?
Nggaklah!
Kalau dua orang pergi, kayaknya aku juga deh.
Beneran? Wah!
Tapi tiap ada yang nyerah, kesempatan menang mansion sejuta dolar naik banget.
Tahu, Jimmy. Udah sejauh ini, gila sih banyak kenangannya, mereka udah keluarga juga. Abis ini masih temenan. Apa pun.
Aku ngerasa yakin sejak awal dirantai sama kamu, aku bakal bantu kamu terus… kamu maju, aku maju. Kamu sepenting itu. Aku udah.
Aku appreciate kalian, karena kalian alasan aku bisa tahan selama ini. Ini dia.
Dia resmi ngerelain mansion. Dia kalah! Ya ampun! Sisa enam orang!
Wah! Apa aku bilang? Ini uang kamu. Selamat.
Oh, dia lakuin!
Aku nggak percaya dia. Aku nggak… Aku juga sama. Nggak!
Artinya sisa kita berempat. Gila sih.
Pegang rumput buat aku, guys.
Hati-hati, ya.
Dengan begitu, tiga kontestan tersisa.
Udah siap buat keluar dari sini?
Ini pengalaman, MrBeast. Tantangan kamu aku akui… Sulit.
Wow! Ya ampun. Melewati garis. Astaga. Ya ampun!
Ini kayak adegan dari The Notebook.
Sekarang, sisa Asher, Uthy, Kevin dan aku.
Ini beneran susah dijelasin gimana beratnya tantangan ini. Nggak boleh lengah dikit. Berisiko. Dan bisa hilang rumah sejuta dolar.
Aku harus tunjukkin ke mereka aku masih jago.
Ini bikin makan, nyuci tangan… Nyabunin tangan. Terus ke toilet, jadi lebih sulit. Tapi yang paling sulit adalah gimana caranya tidur.
Aku yang bakal pertama tidur, soalnya mereka punya insentif buat jagain aku. Kalau lepas, dua dari mereka pulang tangan kosong.
Aku di sini, harus mastiin Jimmy tetep di sini. Aku dudukin tangan dia. Aku pengen semua yang tersisa pulang dengan sesuatu. Makanya, Jimmy harus di sini.
Dan untungnya yang selanjutnya kalah sebelum aku.
Hari 116.
Hari 117.
Apa kabar?
Apa-apaan? Astaga. Aku udah bangun?
Kenapa nih?
Di sana ada tiga.
Aku nggak marah pulang bawa ini.
Aku nggak marah pulang bawa ini. Aku nggak dapet mansion. Tapi seneng ketemu kalian.
Bentar, Kevin. Sebelum jauh, biar makin seru, aku ikut kamu deh.
Ya ampun. Yang artinya sekarang cuma satu yang bakal jadi pemenang. Nggak tahu lagi deh.
Mau ambil tas uang kamu? Kamu kalah. Iya. Aku juga.
Jimmy, kok malah nyerah? 24 jam lebih aja belum.
Nggak masalah siapa yang menang, ini pertarungan sampai akhir. Ini bukan buat aku. Tapi buat ayahku.
Alasan yang terhormat. Iya. Tapi sayangnya, aku nggak gampang simpati.
Kadang, aku harus tidur. Dan jujur… bisa aja aku tidur kalau mau. Tapi nggak.
Sementara Asher terus melek biar nggak kalah, Uthy bisa tidur beberapa jam tanpa mindahin tangannya.
Yo. Apa kabar, nih? Aku balik. Kalian gimana? Silakan. Apa kabar? Aman kok.
Katanya kamu belum tidur. Iya. Beneran capek. Gimana rasanya? Aku nggak inget sejam tadi ngapain aja. Tapi belum sampe halusinasi sih.
Pada akhirnya kamu tetep harus tidur. Oh, iya. Mau malam ini. Kalau tahu cara buat tidur, ini bisa lama banget.
Khawatir nggak kamu terlalu pede? Nggak, nggak. Asher? Terlalu pede? Itu dia.
Gimana rasanya? Lumayan oke sih. Pastiin tangan kamu nggak lepas pas tidur. Kayaknya dia udah tidur deh.
Aku belum tidur 32 jam lebih, Jimmy. Tangan Asher nyangkut di jendela itu. Asher suka tidur. Mungkin bakal gerak. Aku kalau tidur diem. Oke.
Di kerjaan dulu, butuh berapa tahun buat bisa beli mansion sejuta dolar? Kayaknya perlu 20 tahun lebih buat bisa beli rumah ini. Kalau menang bisa ngubah hidup. Aku sama keluarga aku.
Bah. Rumahnya sepi. Udah kayak rumah hantu. Dulu pada ketawa di rumah ini, kami ada 15. Sekarang sisa dua.
Empat bulan lalu, 15 orang masuk ke mansion, mereka berjanji bakalan jadi pemenang terakhir. Nggak bakal pernah pergi.
Dari semua, cuma Asher sama Uthy yang masih nepatin janji dengan pertemanan. Dan kesulitan.
Kamu nggak kayak bicara kamu.
Mereka relain empat bulan hidupnya. Menolak kalah dari yang lainnya. Sekarang, mereka punya satu tujuan. Jadi pemenang. Yang bikin aku kaget sama yang bakalan terjadi.
Uthy, ikut aku.
Asher. Tahu video yang bakalan aku puter? Nggak tahu, Pak.
Dia ngelepas. Jelas banget. Yang artinya, maaf, Asher. Kamu dieliminasi. Dan Uthy, ini mansion kamu.
Ya ampun.
Selamat, Uthy. Semua bangunan ini, resmi milik kamu.
Yes! Ya Tuhan. Makasih banyak. Makasih, Jimmy. Aku appreciate banget. Sama-sama. Makasih.
Yes!
Kamu resmi jadi orang terakhir setelah 119 hari di dalam mansion. Aku bersyukur… Ini punya kamu. Silakan. Udah boleh keluar.
Astaga. Ini akta kepemilikan mansion-nya. Ini nama kamu. Ini tanda tangan aku. Coba lihat.
Serius? Ya ampun! Iya!
Guys, aku dapet mansion!
Artikel diterbitkan · Diperbarui
