Tujuh Hari Terkubur Hidup-Hidup: Catatan MrBeast dari Dalam Peti di Bawah Tanah

Buka di YouTube ↗
Ringkasan

Dalam video ini, Jimmy (MrBeast) mencoba bertahan tujuh hari penuh di dalam peti yang dikubur di bawah tanah. Dalam terjemahan subtitelnya, timbunan itu disebut "1 ton tanah". Ia menyebut tantangan ini sebagai hal paling menyeramkan yang pernah ia lakukan dan menegaskan bahwa semuanya "100% nyata". Sejak awal ia juga mengakui bahwa ia sangat meremehkan betapa beratnya tantangan ini. Video mengikuti perjalanannya dari hari pertama hingga ia digali keluar, termasuk ulah teman-temannya di permukaan, kondisi mentalnya yang terus menurun, dan momen kanal mencapai 200 juta subscriber saat ia masih di dalam peti.

13 menit baca

Proses Penguburan dan Perlengkapan di Dalam Peti

Saat tanah mulai dijatuhkan ke atas peti, Jimmy merasa atapnya bergetar sampai ia refleks ingin menahannya. Ia mengatakan sedang mempercayakan nyawanya pada peti itu selama tujuh hari dan berharap peti tersebut tidak tiba-tiba rusak. Proses penguburan ternyata memakan waktu lama, sehingga begitu tantangan resmi dimulai, ia sudah ingin buang air kecil. Ia menyebut cara buang air di bawah tanah sebagai hal yang "ngga nyaman banget". Tak lama kemudian ia juga mengeluh kakinya mati rasa.

Perlengkapannya terbatas. Ada sebuah koper berisi makanan, hanya MRE (makanan siap saji yang cukup ditambah air panas) dan camilan. Ada pula wadah air lima galon dan sebuah koper "barang-barang penting" yang disiapkan timnya. Jimmy memperkirakan makanannya akan habis jauh sebelum tujuh hari berlalu. Soal keselamatan, ia menekankan harus selalu ada orang yang mengawasinya dan menjaga walkie-talkie setiap saat, supaya ia tidak kehabisan napas dan permintaannya selalu dijawab.

Strategi Tidur dan Gangguan dari Teman-Teman

Menjelang pukul 1 pagi di malam pertama, Jimmy menjelaskan strateginya, yaitu tidur sebanyak mungkin. Menurutnya tidur adalah kunci menyelesaikan tantangan ini, karena saat tidur ia tidak memikirkan bahwa dirinya terperangkap di dalam kotak. Ia sendiri mengakui cara itu tidak selalu berhasil. Lalat di dalam peti ikut mengganggunya.

Masalah yang lebih besar datang dari atas tanah. Ia lupa bahwa teman-temannya, termasuk Nolan, Karl, Tareq, dan Kris, akan terus mengusiknya dan tidak membiarkannya tidur. Candaan soal ibu Nolan menjadi lelucon yang terus diulang sepanjang video. Misalnya, ketika tanah terasa bergetar, Jimmy berkelakar bahwa suaranya seperti ibu Nolan yang melompat di permukaan.

Rutinitas Hari Pertama: Celana Pendek, MRE, dan Kebosanan

Di pagi hari, "misi pertama" Jimmy adalah memotong celana panjangnya menjadi celana pendek. Ia lalu mencoba MRE. Sementara itu, teman-temannya memanggang steak di atas kuburannya. Mereka sempat mengaku akan ikut makan MRE sebagai bentuk solidaritas, tetapi Jimmy mendengar Tareq di belakang berkata "ngga". Pasta MRE-nya ternyata masih garing, meski ia tetap bilang rasanya enak.

Kebosanan cepat menjadi masalah. Jimmy memukul-mukul dinding peti untuk hiburan sampai buku-buku jarinya sakit, lalu memasang kaus kaki di tangan agar bisa terus memukul. Ia mengaku sangat butuh hiburan.

Kamera yang Diturunkan Lewat Pipa

Suatu ketika Jimmy mendengar suara yang membuatnya takut dan meminta timnya menjelaskan apa yang terjadi, "apalagi karena nyawaku taruhannya". Mereka tidak bisa menjelaskan apa-apa. Belakangan terungkap bahwa tim memasukkan pipa sampai ke kuburan, menyedot tanahnya keluar, lalu menurunkan kamera kabel untuk melihat Jimmy "menderita". Salah satu dari mereka menyamakan prosesnya dengan operasi. Saat itu seekor lalat hinggap di kaki Jimmy dan mengagetkannya.

Foto Ibu Nolan dan Tebakan Soal Penyebab Menyerah

Menjelang akhir hari kedua, teman-temannya pergi ke RV. Jimmy memanfaatkan waktu untuk membuka koper barang-barang penting dan menemukan sebuah kartu berisi foto yang ia candai sebagai foto ibu Nolan. Nolan menyangkal dirinya yang menaruh foto itu.

Pada momen ini Jimmy menebak hal apa yang paling mungkin membuatnya menyerah. Jawaban pertamanya, ia tidak ingin buang air besar di bawah tanah. Jawaban berikutnya ia ulang-ulang: sakit punggung.

Hujan Lebat, Pesta Speaker, dan Baut yang Longgar

Hujan lebat dan petir membangunkan salah satu teman Jimmy, yang lalu membangunkan Nolan untuk mengecek apakah Jimmy baik-baik saja. Menurut mereka tempat itu terlihat seperti pemakaman, dan mereka khawatir karena tanah yang bercampur air menjadi berat.

Setelah itu teman-temannya memasang 15 speaker di atas kuburan dan menggelar "pesta". Jimmy sudah menduga Kris akan memutar musik jelek. Petinya bergetar dan teman-temannya berteriak seolah ada gempa. Di tengah getaran itu Jimmy menyadari ada baut di sisi peti yang ternyata belum terpasang, bahkan sudah longgar sejak awal. Ia bertanya apakah ia perlu khawatir. Getarannya membuat kepalanya sakit, dan entah bagaimana ada bunga di rambutnya, yang membuatnya panik.

Terowongan Rahasia Menuju Peti

Musik keras dari speaker ternyata punya fungsi lain. Teman-temannya mulai menggali terowongan dari samping menuju peti Jimmy, dan suara speaker menutupi suara penggalian. Mereka juga sengaja memutar suara konstruksi agar Jimmy tidak mendengar ekskavator. Dari dalam peti Jimmy hanya mendengar kebisingan tanpa ada yang menjawab walkie-talkie. Ia menyimpulkan hanya ada dua kemungkinan: ia akan mati, atau teman-temannya sedang melakukan sesuatu yang sangat bodoh. Ia menyamakannya dengan bermain video game, "kecuali kamu bisa membunuh seseorang dengan ngga sengaja".

Mereka begadang semalaman untuk menggali. Jimmy mencatat bahwa mereka melakukannya tanpa dibayar. Ketika terowongan akhirnya menembus peti, yang pertama dilihat Jimmy adalah dahi Nolan. Jimmy mengaku ini sama sekali bukan hal yang ia kira akan terjadi hari itu.

Lewat 50 Jam: Risiko Pembekuan Darah dan Rasa Selalu Diawasi

Setelah melewati 50 jam, Jimmy mengatakan ia sudah terkubur lebih lama dibanding saat ia melakukan tantangan serupa sebelumnya. Ia bercerita telah berjanji kepada dokternya untuk bergerak setiap hari agar darahnya tidak membeku, karena menurutnya berbaring tujuh hari berturut-turut bisa membunuh seseorang. Ia sempat meminta dumbel kepada teman-temannya, tetapi yang dikirim hanya dumbel 1 kg. Ia juga mengaku badannya sangat bau dan berusaha tidak memikirkan kemungkinan mati saat berdiri nanti.

Ada satu hal yang ia sebut aneh dari tantangan ini, yaitu banyaknya kamera yang merekamnya setiap saat. Di hari-hari awal itu tidak mengganggunya. Lama-kelamaan perasaan selalu ditonton mulai membuatnya kesal.

Foto yang "Menjaga Kewarasan" dan Cokelat Feastables

Lewat terowongan, Nolan bertanya bagaimana caranya agar foto ibunya disingkirkan. Jimmy menjawab foto itu satu-satunya hal yang membuatnya tetap waras, dan ia berencana membingkai serta menyimpannya selamanya.

Teman-temannya juga mengingatkan bahwa kanal hampir mencapai 200 juta subscriber, dan Jimmy akan melewati angka itu dari dalam peti. Jimmy berharap bisa melihatnya langsung. Nolan lalu menempelkan cokelat Feastables dengan selotip untuk Jimmy. Jimmy berkomentar bahwa itu pemasaran yang cukup bagus dari teman-temannya, karena sekarang Feastables akan muncul di setiap selang waktu dalam video.

Kondisi Mental yang Merosot

Malam berikutnya Jimmy merasa sangat lelah tetapi tidak bisa tidur, sesuatu yang katanya belum pernah ia alami. Ia menangis tanpa tahu sebabnya.

Pada hari kelima ia menyebut dua hari tersisa sebagai "mimpi buruk". Ia berpendapat manusia tidak seharusnya berbaring lima hari berturut-turut, dan mengatakan akan mencoba bersikap seolah-olah tidak depresi. Ketika teman-temannya mengabarkan akan menembak batu nisannya dengan senapan paintball, Jimmy menjawab dengan nada datar, "Itu terdengar menyenangkan. Aku boleh ikut?", lalu mengaku bahkan tidak tahu harus berkata apa kepada mereka. Saat ditanya apa yang ia lakukan untuk bersenang-senang, jawabannya: tidak ada, ia merasa menderita.

Ia mengaku sebenarnya sudah perlu buang air besar, tetapi ingin mencoba menahannya selama dua hari terakhir. Ia tidak punya motivasi melakukan apa pun, bahkan tidak punya cukup energi untuk menyiapkan makanan, karena buang air di dalam peti sangat sulit. Ia juga bercerita celana pendeknya tidak sengaja terkena air kencing, sehingga ia memotong bagian yang "terinfeksi" dan celananya kini jadi sangat pendek.

Mencapai 200 Juta Subscriber dari Bawah Tanah

Momen 200 juta subscriber dirangkai dengan segmen sponsor. Dalam segmen itu tim disebut mengakali koneksi internet agar Jimmy tetap terhubung walau berada sekitar tiga meter di bawah tanah, sehingga ia bisa memantau jumlah subscriber secara langsung.

Sambil menunggu angkanya naik, teman-temannya berbagi kenangan. Karl bilang dulu ia hanya orang biasa di Nebraska, lalu Nolan menyela bahwa sekarang Karl hanya orang biasa di North Carolina. Seseorang mengingat bahwa dulu mereka membicarakan hal ini di meja makan, dan kini mereka punya 200 juta subscriber, sambil menyebut bekerja bersama semuanya sebagai sebuah kehormatan. Chandler bercerita bahwa saat pertama bekerja di sana jumlah mereka hanya tujuh orang dan ia bertugas sebagai petugas kebersihan. Jimmy sendiri mengatakan ia mulai membuat video pada usia 11 tahun, kini berusia 25, dan tidak pernah membayangkan kanalnya akan sebesar ini. Ia berterima kasih kepada penonton dan mengenang masa ketika tidak ada yang menonton videonya. Angka 200 juta akhirnya tercapai dan mereka bersorak.

Saat teman-temannya bersiap pergi, Jimmy menahan mereka karena belum sempat menghubungi pacarnya. Ia minta waktu dua menit saja agar pacarnya tahu ia masih hidup.

Kembali Sendirian: "Aku Memburuk Sangat Cepat"

Setelah euforia itu, Jimmy kembali sendirian. Ia makan sambil menangis tanpa tahu alasannya. Menurutnya mencapai 200 juta bersama teman-temannya memang menyenangkan, tetapi sekarang ia terkurung lagi. Ia tidak tahu bagaimana bisa melewati dua hari lagi dan mengatakan kondisinya memburuk sangat cepat.

Ketika Nolan memanggil lewat walkie-talkie, Jimmy tidak menjawab, sampai Nolan tidak yakin apakah ia masih hidup. Jimmy akhirnya mengaku bahwa ia berusaha tetap bicara demi konten, padahal sebenarnya ia sama sekali tidak ingin bicara dan hanya ingin keluar. Teman-temannya menilai Jimmy berubah dari ketakutan dan banyak bicara menjadi sedih, dan mereka merasa perlu mencari cara untuk menghiburnya. Jimmy juga menceritakan bahwa botol-botol untuk buang airnya sudah habis terpakai, jadi kini ia buang air di kantong MRE setelah isinya dimakan lalu menutupnya. Ia menyebut tantangan ini menjijikkan dan ingin pergi.

Orang Tua Nolan sebagai Penghibur

Hiburan datang dari arah yang tak terduga: Nolan membawa orang tuanya. Jimmy sempat menanyakan soal "foto" tadi, lalu meminta mereka menceritakan hal memalukan tentang Nolan. Menurut orang tua Nolan, ceritanya banyak. Salah satunya, Nolan pernah bilang akan pergi ke prom, padahal ia hanya pergi sebentar ke rumah tetangga. Mereka juga bilang ingin melihat Nolan membawa pulang seorang gadis saat Natal. Jimmy mengatakan itulah yang ia butuhkan untuk menghibur diri, karena ia tahu kolom komentar akan heboh. Nolan membalas, "Aku benci Jimmy."

Malam Terakhir dan Ketakutan Soal Berdiri

Jimmy memerintahkan timnya agar semua orang sudah mulai menggali dalam 12 jam. Ia bertanya setengah bercanda apa yang akan mereka lakukan jika ia berdiri lalu mati karena darah membeku, dan salah satu dari mereka menjawab sudah tahu di mana akan "menempatkannya". Jimmy mengatakan belum pernah seantusias ini terhadap apa pun dalam hidupnya dan tidak sabar melihat sinar matahari. Ia masih tidak tahu mengapa ia terus menangis. Pada malam terakhir, satu-satunya yang ada di pikirannya adalah apakah ia masih bisa berdiri, karena menurutnya berbaring tanpa bergerak selama itu tidak normal.

Hari Ketujuh: Digali Keluar

Setelah genap tujuh hari, Jimmy menyebut masa menunggu teman-temannya menggali sebagai bagian terburuk dari tantangan ini, apalagi ditambah kekhawatiran akan mati saat berdiri. Ia yakin komentar pertama mereka nanti adalah bahwa ia bau. Karl memperkenalkan operator ekskavator yang ia sebut mirip Santa Claus, tetapi Jimmy hanya ingin dikeluarkan secepatnya. Ekskavator yang mendekat terasa menyeramkan baginya, sampai akhirnya ia bisa melihat sinar matahari. Ia bilang sulit menggambarkan rupa matahari setelah tujuh hari tidak melihatnya, dan ia kembali menangis tanpa bisa menahannya.

Seperti tebakannya, teman-temannya langsung berkomentar soal bau. Jimmy meminta mereka jangan merayakan dulu sebelum ia berdiri tanpa mati karena darah beku. Ia diminta duduk dan menunggu tim medis, yang menanyakan apakah ia mual atau pusing. Jimmy menjawab tidak tahu. Saat berdiri untuk pertama kalinya setelah seminggu, kakinya terasa lemah dan ia merasakan darah mengalir ke kepala, tetapi ia tidak apa-apa: "Oh, aku ngga mati."

Kejutan sesungguhnya menunggu di permukaan. Banyak orang sudah berkumpul, dan setelah tujuh hari Jimmy akhirnya bisa merayakan 200 juta subscriber dengan layak. Ia menutup video dengan berkelakar bahwa semua orang sudah melihat celana dalamnya, lalu seperti biasa mengakhirinya dengan ledakan.