Eksperimen Eliminasi per Menit: 20 Mantan Peserta Beast Games Berebut $500.000
MrBeast ミスタービーストVideo ini dibawakan oleh MrBeast (dipanggil "Jimmy" oleh para peserta). Dua puluh kontestan berdiri di atas platform yang bisa menjatuhkan mereka. Setiap menit, satu orang tereliminasi dan kehilangan peluang memenangkan setengah juta dolar. Semua peserta pernah berkompetisi dan tersingkir di serial Beast Games di Prime Video. Pertanyaan yang terus berulang sepanjang video: di bawah tekanan waktu, apakah para peserta akan bekerja sama, saling menjatuhkan, atau justru berkorban untuk orang lain? Menurut sang pembawa acara, video ini terdiri dari tujuh "eksperimen sosial" yang menegangkan, dan waktu adalah musuh utama para peserta.
Menit Pertama: Kebingungan dan Eliminasi Acak
Para peserta tidak diberi penjelasan apa pun. Satu-satunya informasi ada di tablet masing-masing, yang hanya berbunyi "pilih seseorang". Mereka langsung kebingungan. Ada yang bertanya apakah mereka memilih orang untuk bertahan atau untuk pergi, ada yang bertanya apakah mereka cukup berdiri saja. Nomor semua peserta muncul di layar, dan hitungan mundur 10 detik berjalan tanpa keputusan apa pun.
Saat waktu habis, sang pembawa acara mengumumkan bahwa setengah peserta tidak memilih siapa pun, sehingga satu orang dieliminasi secara acak. Aturannya baru dijelaskan setelah itu: lebih dari setengah peserta harus sepakat untuk mengeluarkan satu orang. Kalau tidak tercapai, eliminasi dilakukan secara acak. Ia berharap di ronde berikutnya mereka bisa bekerja sama.
Menargetkan Mereka yang Pernah Menang Uang
Di ronde kedua, karena takut tereliminasi secara acak, semua peserta memilih. Mereka cepat menemukan kriteria bersama: targetkan orang yang sudah pernah memenangkan uang di Beast Games. Nomor 17, 12, dan 2 disebut sebagai sasaran. Seorang peserta berpendapat bahwa orang yang dulu menerima suap pantas dieliminasi, dan peserta lain menyinggung bahwa ada orang yang "belum pernah jatuh".
Nomor 17 mendapat lebih dari setengah suara. Salah satu pemilih berkata mereka hanya ingin dia merasakan bagaimana rasanya jatuh. Berikutnya nomor 12, yang diketahui semua orang menerima suap $100.000 dan disebut "pengkhianat". Nomor 12 memprotes karena terus dibicarakan, tetapi peserta lain menjawab bahwa dia sudah mendapat uang. Menurut sang pembawa acara, peserta terbaik di Beast Games justru menjadi sasaran termudah. Selama beberapa menit berikutnya para peserta bekerja sama mengeliminasi siapa pun yang mereka anggap pantas, sampai enam orang tersingkir.
Kubus dan Telepon: Strategi yang Berbeda-beda
Permainan kemudian diubah. Kepala para peserta ditutup oleh penjaga, salah seorang peserta berseloroh "penculikan itu ilegal, Jimmy", lalu mereka dibawa ke kubus-kubus dari episode tiga Beast Games. Di setiap kubus ada telepon untuk menghubungi peserta lain secara pribadi. Waktu ini disebut sebagai kesempatan membentuk kelompok, karena setelahnya tiga peserta akan dieliminasi, dan mungkin ini satu-satunya kesempatan bicara secara pribadi.
Nomor 10, Jenny, memutuskan tidak menelepon siapa pun karena menurutnya tidak jujur itu rasanya tidak enak. Ketika ditanya apakah itu strategi yang tepat, ia sendiri menjawab "tidak". Menurut narasi video, keputusan itu justru membuatnya menjadi target pertama. Peserta 14 sibuk meyakinkan semua orang untuk memilih nomor 10. Salah satu peserta yang ditelepon mengaku tidak bermusuhan dengan Jenny, tetapi ikut karena semua orang bilang akan memilihnya.
Peserta 19 memakai strategi yang berbeda. Ia menelepon peserta lain dan membujuk mereka untuk saling memilih. Kepada nomor 8 ia berkata, "Ayo keluarkan nomor 10." Ketika ditanya pembawa acara, ia mengaku itu kerja sama palsu. Rencananya memilih nomor 8 dulu, lalu 10, lalu 9. Ia sengaja membuat semua orang saling bermusuhan, dan alasannya: mereka bukan temannya, jadi ia tidak peduli.
Balas Dendam atau Keluar Sendiri
Kembali di platform, para peserta memilih dalam diam, dan nomor 10 mendapat suara terbanyak. Ada aturan baru: sebelum dijatuhkan, peserta yang tereliminasi boleh memilih satu orang untuk keluar bersamanya. Sang pembawa acara menawarkannya sebagai balas dendam. Nomor 10 memilih keluar sendiri.
Di ronde berikutnya, tanpa berbicara, semua peserta memilih orang yang sama, yaitu nomor 8. Nomor 8 juga tidak membawa siapa pun. Sang pembawa acara menyebut keputusan itu pantas mendapat sorakan sebelum Chandler menarik tuas.
Dengan 12 peserta tersisa, sang pembawa acara mengingatkan bahwa siapa pun yang dipilih bisa membalas saat keluar. Ia bahkan menyarankan peserta memakai hal itu sebagai ancaman kepada orang di sebelahnya. Ketegangan terasa: seorang peserta mengaku gugup karena orang yang ia pilih kemungkinan akan membawanya keluar, dan peserta lain berkata tidak sanggup memilih. Suara terbanyak jatuh ke nomor 9. Nomor 9 mengatakan sudah tahu sejak awal di kubus siapa yang ingin mengeluarkannya. Sambil berkata ibunya tidak akan bangga dengan ini, dan bahwa "dendam lebih baik dilakukan di akhir", ia menunjuk nomor 3. Keduanya dijatuhkan bersamaan.
Setelah itu, menurut narasi, muncul dua pemimpin: 19 paling menonjol di dalam kubus, sedangkan 14 memimpin saat pemungutan suara. Namun sang pembawa acara menegaskan siapa pun masih bisa menang.
Permainan Balok: Menara Jatuh dan Kebohongan Lewat Telepon
Tantangan berikutnya diambil dari episode pertama Beast Games. Setiap peserta menyusun balok di atas balok awal berwarna merah dalam waktu satu menit. Siapa pun yang menaranya jatuh langsung tereliminasi. Peserta juga tidak wajib memakai semua balok, bahkan tidak wajib menyusun sama sekali. Tetapi kalau tidak ada menara yang jatuh, peserta dengan balok terbanyak mendapat kuasa memilih siapa yang tereliminasi.
Menurut narasi, peserta yang gagal di tantangan ini saat Beast Games kini berhati-hati agar tidak terlalu bersemangat dan memilih mengandalkan kerja sama. Nomor 1 berbeda. Ia tidak punya kelompok dan semua tetangganya sudah tereliminasi, sehingga peluang terbaiknya adalah menumpuk balok sebanyak mungkin. Di akhir ronde pertama, satu menara jatuh, sehingga tidak ada pemungutan suara. Peserta yang menaranya jatuh menjelaskan bahwa ia merasa terancam: ia ingin tidak bisa dipilih karena semua orang sudah merencanakan untuk memilihnya.
Situasi ini memicu perdebatan. Seorang peserta berkata kepada Stephanie bahwa ia tadi berusaha menyelamatkannya. Nomor 20 membantah dan menyebutnya bohong, karena menurutnya mereka sudah bicara dan banyak yang sepakat nomor 1 yang akan dikeluarkan. Nomor 11 tampak tidak setuju, sementara peserta yang dituduh berkata, "Mungkin aku ditipu." Cerita mereka tidak sama. Setelah itu sang pembawa acara mengungkapkan bahwa nomor 1 sedang hamil. Ia sempat bercanda menyuruh menjatuhkannya, lalu karena situasinya, nomor 1 dibiarkan keluar lewat pintu depan.
Dua Pemimpin Harus Memilih Bersama
Di ronde kedua tidak ada menara yang jatuh. Peserta 19 dan 14 sama-sama menyusun delapan balok, padahal mereka tidak berada dalam kelompok yang sama. Keduanya harus sepakat memilih satu orang untuk dieliminasi. Masalahnya, bisikan di antara mereka bisa terdengar seisi ruangan, dan membicarakan pilihan secara terbuka bisa membuat mereka terancam di ronde berikutnya. Mereka menginginkan komunikasi yang diam-diam dan elegan, misalnya lewat pandangan mata. Salah satu dari mereka mengusulkan agar mereka sepakat bahwa lawan yang kuat perlu dikeluarkan.
Sebelum keputusan diambil, peserta yang menjadi sasaran mencoba membela diri. Ia bersumpah bahwa sebelum tantangan dimulai, ada orang yang berencana mengeliminasi salah satu dari kedua pemimpin itu, lalu menawarkan kerja sama. Tawarannya ditolak dengan "Maaf, bro."
Ronde Terakhir Balok: Rekor Baru dan Pesan yang Tertangkap
Di ronde ketiga, 19 mengubah strategi dan menggunakan lebih banyak balok, karena menurutnya menang membantunya bertahan dan menara tertinggi mungkin strategi yang tepat. Hasilnya, 19 menyusun 10 balok dan memecahkan rekornya sendiri. Nomor 15 menyusun 9 balok, sedangkan 14 juga mencapai 10. Untuk kedua kalinya 14 dan 19 imbang dan harus memilih bersama.
Kali ini pesan mereka tertangkap oleh peserta lain yang bersekutu dengan target mereka. Seseorang bertanya, "Sifu, kamu pilih aku?" Lalu dijawab bahwa itu bukan karena dendam. Seorang peserta mencoba mengalihkan sasaran ke nomor 15 dengan berargumen bahwa 15 jelas ingin menang dan mungkin akan menargetkan mereka di ronde berikutnya. Ketika ditanya siapa yang akan ia keluarkan seandainya menang, peserta itu menjawab nomor 4, karena menurutnya nomor 4 terus mengambil keputusan sepanjang permainan. Nama 13 juga disebut, dengan alasan "peserta yang tidak pernah main", dan 13 membantah bahwa ia ikut bermain. Ada pula yang meminta agar yang terlemah tidak dikeluarkan.
Peserta 14 akhirnya menunjuk nomor 4, lalu keputusan berpindah ke tangan 19. Peserta yang tersingkir menyebut strategi itu kejam dan mengatakan bahwa 19 tidak peduli. Sang pembawa acara mengaku eksperimen ini sangat seru, dengan tujuh peserta tersisa dan hanya satu tumpukan uang besar.
Tombol Uang: $69.000 Diambil dari Hadiah Utama
Tantangan berikutnya disebut sebagai salah satu yang paling banyak ditonton di Beast Games. Penghitung uang di layar terus naik. Orang pertama yang menekan tombol memenangkan jumlah yang tertera, tetapi langsung tereliminasi. Kalau penghitung habis tanpa ada yang menekan, semua peserta lanjut dan tidak ada yang tereliminasi.
Sebelum dimulai, para peserta membahas batas masing-masing. Seorang peserta yang anaknya baru lahir mengaku akan menekan kalau angkanya mencapai $100.000. Yang lain mengaku tidak akan menekan, tetapi akan menekan di angka $500.000, dan ragu-ragu di angka $400.000. Tepat sebelum mulai, sang pembawa acara menambahkan kejutan: uang yang dimenangkan lewat tombol akan diambil dari hadiah utama.
Penghitung naik cepat: $18.000, $21.000, $25.000, $30.000. Ada yang berteriak bahwa jumlah itu sudah cukup untuk uang muka rumah. Nomor 13 dan 11 terlihat mendekati tombol, sementara peserta lain bergantian berteriak "jangan" dan "lakukan". Pam akhirnya menekan tombol di angka $69.000 dan meminta maaf karena mengambil uang itu dari yang lain, yang menjawab bahwa mereka ikut senang. Pam menjelaskan bahwa ia stres karena peserta di sebelahnya bilang akan menekan, jadi ia merasa harus menekan duluan. Ternyata peserta itu tidak pernah berniat menekan dan hanya berpura-pura. Hadiah utama kini tinggal $431.000.
Alasan Enam Peserta Tersisa
Dengan enam peserta tersisa, video menampilkan motivasi masing-masing. Seorang peserta datang untuk mendapat pengalaman dan tampil lebih baik dibanding di Beast Games, dan merasa sudah berhasil. Seorang lagi mengaku belum pernah memberi tahu siapa pun bahwa ia hampir meninggal dua tahun lalu. Perjalanannya untuk bangkit kembali panjang, dan ia ingin kembali mengunjungi cucunya sebagai "Nonni". Peserta lain ingin membawa dampak positif dan membantu orang yang membutuhkan, dan ada yang ingin anaknya melihat bahwa ia selalu berusaha membuat perubahan. Salah satu peserta merasa mendapat kesempatan hidup kedua setelah mengalahkan kanker stadium tiga. Ia ingin membuka layanan salon bus keliling untuk penderita kanker, karena menurutnya kadang orang tidak ingin bangun dari tempat tidur, dan membuat mereka tersenyum adalah hal yang sangat berarti.
Tombol Merah: Tidak Ada yang Mau Berkorban
Sang pembawa acara mengumumkan bahwa dua peserta akan dieliminasi secara acak, kecuali ada yang menekan tombol merah. Peserta yang menekannya akan mengeliminasi diri sendiri, dan sebagai gantinya boleh memilih satu dari lima peserta lain untuk langsung lolos ke permainan terakhir dengan peluang 50:50 memenangkan $431.000. Waktunya 60 detik. Ia juga menyindir bahwa mereka semua sempat bisa mengambil $69.000 dan tidak ada yang melakukannya.
Ada peserta yang berjanji membantu siapa pun yang mengirimnya ke final, dan ada yang dibujuk dengan iming-iming menjadi pahlawan di depan ratusan juta orang. Seorang peserta sempat menggapai tombol dan mengaku kemungkinan akan menekannya, tetapi waktu keburu habis. Ia lalu berkata, "Seharusnya aku tekan." Mesin acak pun dijalankan. Eliminasi pertama memancing permintaan maaf kepada Sifu dari peserta yang menyesal tidak menekan tombol demi dia, disertai pujian bahwa Sifu bekerja sangat keras. Eliminasi acak kedua jatuh pada nomor 7, yang dilepas dengan pelukan dan kata-kata sayang dari peserta lain. Empat finalis tersisa mengaku menjadi dekat dengan cara mereka sendiri.
Kubus Berborgol: Plank, Cek Palsu, dan Batu-Kertas-Gunting
Keempat finalis diminta menunjuk pasangan masing-masing tanpa diberi tahu alasannya, lalu tiap pasangan dimasukkan ke satu kubus. Di dinding setiap kubus ada borgol, dan siapa pun yang memborgol dirinya sendiri tereliminasi. Yang lain lanjut ke final dengan peluang 50/50. Mereka bebas meminta barang apa pun lewat telepon atau memainkan permainan apa pun untuk menentukan siapa yang lanjut.
Di satu kubus, kedua peserta sama-sama memahami beratnya taruhan. Satu orang berkata harus membawa pulang uang itu untuk anaknya dan tidak peduli memenangkan permainan, hanya peduli membawa pulang yang ia butuhkan. Yang lain bercerita tentang kehilangan rambut dan alis saat kemoterapi, sehingga ia sangat ingin membantu orang. Di kubus lain, keduanya sempat kesulitan memahami satu sama lain. Ajakan adu plank disangka papan kayu, dan peserta itu mengaku belum pernah melakukannya. Mereka akhirnya sepakat adu menahan beban sampai salah satu menyerah. Mereka meminta dua set barbel 2,2 kg, lalu meminta beban yang lebih berat agar lebih cepat, sehingga beban digandakan. Pam tidak sanggup mengangkat dan berkata kepada lawannya, "Kamu lolos."
Sang pembawa acara mengaku tidak menyangka strategi kubus yang satu lagi. Mereka mencoba meminta uang: $500.000, lalu $400.000, $300.000, $200.000, cek $500.000, sampai imunitas. Dijawab bahwa uang bisa diberikan tetapi tidak boleh dibawa keluar dari kubus. Seorang peserta sempat berkata tidak mau main permainan dan bertanya apakah bisa bertukar pasangan. Akhirnya mereka bermain batu-kertas-gunting (Rochambeau) berulang kali sampai satu orang tereliminasi. Final mempertemukan nomor 11 dan nomor 19.
Final: Siapa yang Melepas Tangan Lebih Dulu
Di platform terakhir, kedua finalis ditanya rencana penggunaan uangnya. Nomor 19, penyintas kanker, ingin membeli salon bus keliling untuk membantu pasien kanker, mendatangi rumah sakit, dan berkeliling dunia. Nomor 11 mengaku tidak punya rencana sehebat itu. Ia ingin membangun bisnis anggurnya sendiri.
Aturannya, keduanya menekan dan menahan tombol dengan satu tangan selama satu menit. Kalau salah satu melepas tangan, yang lain memenangkan $431.000. Kalau tidak ada yang melepas sampai waktu habis, uang itu jatuh ke jurang dan keduanya pulang dengan tangan kosong.
Begitu waktu berjalan, 19 berjanji akan berinvestasi di bisnis 11 dan bersedia membagi uangnya sebanyak yang 11 mau. Sang pembawa acara mengingatkan bahwa 19 bisa saja berbohong. Nomor 19 menegaskan bahwa yang ia inginkan hanya salon bus kelilingnya, dan bahwa ia sudah jujur kepada 11 sejak hari pertama. Saat tersisa sekitar 13 detik, setelah 19 berulang kali bersumpah akan membantu dan menyinggung bahwa dirinya selamat dari kanker, nomor 11 melepas tangannya. Nomor 19 menang.
Sang pembawa acara menyebut tindakan 11 mungkin hal paling baik yang pernah dilakukan di video mereka. Menurutnya, dari ribuan orang yang pernah berkompetisi, belum pernah ada yang melakukan hal seperti itu. Nomor 11 menjelaskan bahwa ia sudah memenangkan permainan lain, dan memberikan uang ini terasa seperti menang juga. Ia ingin 19 mendapatkan uangnya karena 19 selamat dari kanker dan akan membantu pasien kanker. Nomor 19 berulang kali berjanji akan membantu 11. Video berakhir dengan 11 dijatuhkan dan 19 diminta mengambil uangnya. Apakah janji investasi itu ditepati tidak ditunjukkan dalam video.
Setiap menit, satu dari 20 kontestan ini akan tereliminasi dan kehilangan setengah juta dolar.
Mulai timernya.
Oke. Kami harus ngapain? Apa kami berdiri aja di sini?
Setiap 60 detik, seseorang akan tereliminasi. Satu-satunya informasi yang mereka punya ada di tablet mereka. Ayo lihat apa mereka udah tahu.
Katanya pilih seseorang. Kalian ingin pilih siapa? Apa pilih seseorang untuk tinggal atau pergi? Ngga tahu. Kita akan pilih siapa? Aku syok. Semua nomor kita di sana.
10 detik sebelum eliminasi.
Oh, tidak! Entahlah. Itu gokil. Kami ngga tahu apa-apa. Astaga.
Tiga. Dua. Satu.
Karena setengah dari kalian ngga pilih seseorang untuk dieliminasi, seseorang akan dieliminasi secara acak.
Kamu bercanda.
Mudah-mudahan di ronde berikutnya, kalian bisa kerja sama.
Astaga. Tidak!
Astaga! Dadah. Aku gugup.
Setiap menit, seseorang akan tereliminasi. Mulai timernya!
Di video ini, waktu bukan teman kalian. Tekanan yang terus ada memaksa keputusan mendadak yang bisa meningkatkan atau menghilangkan kesempatan menangin lima ratus ribu dolar.
Kalau ngga ada yang pilih, akan dilakukan pemilihan acak.
Ya, lebih dari setengah harus sepakat mengeluarkan satu orang.
Ayo lihat apa mereka kali ini bisa buat keputusan. Dan satu hal yang sama di semua kontestan ini adalah mereka berkompetisi dan tereliminasi di series global populerku di Prime Video, Beast Games.
Aku ngga mau jatuh di platform ini lagi.
Dan beberapa bahkan eliminasi orang lain untuk menangin uang.
Kita harus pilih orang yang udah menang uang dari Beast Games. 17, 12, dan 2. Mereka bertiga.
Oke. Sepertinya sebagian orang pantas dieliminasi kalau mereka terima suap. Beberapa orang belum pernah jatuh.
Karena takut dieliminasi...
Semuanya pilih.
...para kontestan tahu mereka harus kerja sama untuk mengendalikan situasi.
17? Ya. Ya. 17. Kami akan pilih 17.
Dan ini hanya satu dari tujuh eksperimen sosial menegangkan yang akan dihadapi 19 kontestan ini.
Aku ngga tahu kenapa aku lakukan itu. Aku...
Di mana waktu adalah musuh nomor satu mereka.
Lima. Astaga. Empat. Ini gila. Tiga. Dua. Satu. Baiklah.
Ayo lihat apa kalian pilih seseorang untuk dieliminasi.
Ayolah, semuanya.
17 menerima lebih dari setengah suara.
Kami hanya ingin dia merasakan itu.
Ada 18 tersisa. Tapi siapa yang menang 100.000? Mulai timernya. Ayo buat jadi 17.
Jadi 12 terima suap 100 ribu. Pengkhianat. Seratus ribu dolar. Ayo.
Udah jelas kalau peserta terbaik di Beast Games adalah target termudah.
Semuanya tahu 12 dapet 100 ribu.
Kenapa kalian terus ngomongin aku?
Kamu udah dapet uang. Aku pilih 12.
Jadi selama beberapa menit berikutnya, mereka kerja sama untuk eliminasi...
Mulai timernya...
...siapa pun yang mereka pikir pantas untuk dieliminasi.
Dadah, semuanya. Aku sayang kalian.
Enam orang telah tereliminasi.
Oke. Ini gokil.
Apa kamu bayangin sesuatu yang ngga gokil?
Dan sekarang sepertinya kita harus ubah permainan. Penjaga! Keluarlah!
Satu penjaga akan pergi ke platform kalian masing-masing dan pasang penutup ke kepala kalian lagi.
Penculikan itu ilegal, Jimmy.
Ada alasannya.
Apa alasannya? Ya, apa alasannya?
Tutup kepala mereka! Baiklah. Ini dia!
Kontestan, lepas penutup kalian. Selamat datang, semuanya.
Ini gokil.
Kami bawa kembali kubus dari episode tiga.
Astaga. Oh, ini akan menarik.
Kami akan berikan kalian kesempatan untuk bicara secara pribadi.
Oh, aku akan buat rencana.
Di dalam kubus kalian masing-masing ada telepon yang bisa kalian gunakan untuk telepon peserta lain. Gunakan waktu ini untuk bentuk kelompok dan pilih kasih, karena kami akan eliminasi tiga peserta setelah ini. Ini mungkin satu-satunya kesempatan kalian untuk bicara pribadi dengan satu sama lain. Manfaatkan itu.
Aku ngga akan telepon siapa pun.
Kenapa?
Ngga jujur itu rasanya ngga enak.
Dan menurutmu itu strategi yang tepat?
Ngga.
Keputusan Nomor Sepuluh untuk ngga menggunakan telepon, sayangnya, membuatnya target pertama untuk yang lain.
Kita pilih siapa? Kita pilih siapa? Apa kita pilih 10?
Ya. Aku yakin ingin mengeluarkannya. Ayo mulai dari 10 dan lalu teruskan dari situ. Begitulah kerja sama yang seharusnya. Dan beri tahu yang lain.
Jadi peserta 14 sibuk ingin mengeluarkan nomor 10.
Ini Amelia.
Hey. Kudengar-dengar sepertinya semuanya pilih 10.
Oke. Ya. Ngga masalah.
Nomor 10 namanya Jenny, dan aku ngga bermusuhan dengannya, tapi semuanya bilang mereka akan pilih dia.
Selagi strategi peserta 14 adalah membuat semuanya memilih 10...
Halo? Ini nomor 19. Kami akan pilih nomor 8 dulu.
...peserta 19 memiliki strategi yang berbeda, yaitu dia mencoba membujuk semua peserta di kubus untuk pilih satu sama lain.
Hey, ini 8.
Ini nomor 19. Ayo keluarkan nomor 10. Ayo pilih sepuluh.
Jadi kalian akan pilih 10?
Ngga, aku bilang itu ke dia karena aku buat kerja sama palsu. Aku akan pilih nomor 8 dulu, lalu nomor 10, lalu nomor 9. Aku buat semuanya bermusuhan satu sama lain. Mereka bukan temanku, jadi aku ngga peduli.
Aku ingin ingatkan ke kalian semua kalau $500.000-lah taruhannya.
Ya.
Ini satu-satunya kesempatan kalian untuk ngobrol pribadi. Kuharap kalian bisa kerja sama dengan satu sama lain. Itu penting untuk bagian selanjutnya ini. Penjaga, tutup kepala mereka!
Ayo kembali ke platform.
Lepas penutup kalian. Mulai timernya. Kalian tahu harus apa. 60 detik. Satu akan keluar.
Ini serem banget.
Lihatlah kali ini mereka diem semua. Apa kalian bentuk tim?
Di sini. Sepuluh? Sepuluh. Kita harus pilih seseorang segera.
Astaga, ini buat stres banget.
Sisa sepuluh detik lagi.
Dia ngomong. Ngga ada yang balas dia. Gokil juga.
Astaga.
Waktu udah mau habis. Masukkan suara kalian. Tiga. Dua. Satu.
Waktu udah habis. Tunjukkan siapa yang dapat suara terbanyak. Nomor 10.
Oke. Kami lakukan hal berbeda ronde ini. Sebelum kami jatuhkan kamu, kamu bisa pilih satu peserta untuk keluar bersamamu. Kamu ingin balas dendam? Kamu ingin iri hati? Atau kamu ingin keluar sendiri?
Mereka akan keluarkan diri mereka sendiri.
Itu keren juga. Jatuhkan dia!
Mulai timernya! Kami akan terus cepat-cepat.
Ayo lihat apa mereka sepakat pilih pemain lain atau situasi akan mulai terpecah.
Kami tahu harus apa.
Ya. Kami banyak bicara di telepon.
Oke. Cukup diskusinya di kubus?
Tergantung siapa kamu, bisa jadi bagus atau ngga.
8, kamu ngga apa?
Ini sulit banget.
Tiga. Dua. Satu.
Kalian ngga bilang apa-apa, tapi kalian semua pilih peserta yang sama. Nomor 8, semua suara pilih kamu.
Apa kamu ingin balas dendam ke salah satu dari mereka, atau kamu ingin keluar sendiri?
Aku ngga bawa siapa pun.
Kalian semua beruntung. Dia ngga pilih siapa-siapa. Kurasa itu pantas dapet sorakan sebelum kami jatuhkan kamu.
Chandler, tarik tuasnya!
Dua belas tersisa. $500.000 taruhannya. Dan ingat, siapa pun yang kalian pilih bisa pilih kalian saat keluar, jadi pilih dengan bijak.
Astaga.
Ayo bersenang-senang. Sembilan.
Dia bilang sembilan?
Sembilan? Ya?
Dia kemungkinan keluarkan aku bersamanya. Itu kenapa aku sedikit gugup.
Gunakan sebagai ancaman. Kamu bisa bilang peserta di sebelahmu kalau mereka pilih kamu, kamu akan keluarkan mereka. Itu mungkin akan menghentikan mereka.
Entahlah... Aku ngga bisa pilih. Aku stres banget sekarang.
Kenapa kamu stres? Ada apa?
Kenapa aku stres?
Kalian punya delapan detik sebelum dua peserta tereliminasi. Siapakah mereka?
Waktu udah habis. Peserta yang mendapatkan suara terbanyak... adalah... sembilan.
Astaga.
Apa yang akan mempengaruhi keputusan yang akan kamu buat?
Aku yakin peserta tersebut tahu yang kupikirkan.
Di kubus, kamu tahu siapa yang ingin mengeluarkanmu?
Ya, dari awal.
Aku pasti akan bilang sembilan.
Ibuku ngga akan bangga dengan ini. Terkadang, seperti yang orang bilang, dendam itu lebih bagus dilakukan di akhir. Nomor 3.
Aku ngga mau bilang apa-apa.
Tuan-tuan, berdirilah di tengah platform kalian. Jatuhkan mereka!
Dan ketika semuanya tenang setelah eliminasi tersebut, dua pemimpin menonjol di antara para pemain. 19 paling menonjol di dalam kubus, dan 14 memimpin saat pengambilan suara...
Di sini.
Tapi siapa pun masih bisa menang. Dan karena $500.000 taruhannya, apa pun bisa terjadi.
Kalian siap untuk fase berikutnya?
Siapa itu?
Di balik pintu ini, para penjaga punya sesuatu untuk kalian masing-masing. Silakan buka kotak kalian. Sebagian dari kalian mungkin ingat permainan ini dari Beast Games.
Blok?
Tidak!
Kalian main blok!
Ya! Dan kami keluar!
Blok-blok ini.
Sama seperti di episode satu, para pemain akan menyusun blok mereka di atas blok awal merah untuk membuat menara. Tapi kalau menara kalian jatuh, kalian akan tereliminasi.
Dan karena kalian hanya punya satu menit untuk menyusun, kalian ngga perlu gunakan semua blok. Kalian bahkan ngga perlu nyusun blok. Tapi kalau ngga ada menara yang jatuh setelah satu menit, peserta dengan blok terbanyak di menara dia akan mendapatkan kuasa, keputusan, tanggung jawab, memilih siapa yang akan tereliminasi.
Baiklah, semuanya, angkat tangan kalian. Aku ingin pastikan semuanya mulai dari awal. Mulai timernya!
Peserta yang gagal tantangan ini di Beast Games...
Aku benci hidupku!
Hati-hati untuk tidak terlalu semangat membangun menara mereka, menggunakan kekuatan kerja sama mereka untuk lanjut ke babak selanjutnya.
Dia bahkan ngga lakukan.
Tapi tanpa kelompok dan semua tetangganya telah tereliminasi, kesempatan terbaik nomor satu untuk tetap aman ada di tangannya.
Lihatlah berapa banyak blok dia.
Lima detik tersisa! Tiga. Dua. Satu. Angkat tangan!
Tidak... Astaga. Astaga.
Ngga ada pengumpulan suara. Satu menara telah jatuh.
Sepertinya kamu merasa terancam dan pikir kalau kamu ngga menang, mereka akan pilih kamu?
Benar. Aku ingin ngga bisa dipilih karena semuanya udah rencanakan itu.
Stephanie, aku tadi coba selamatkan kamu.
Bohong. Kami bicara.
Tunggu, 20, kamu bilang dia bohong?
Maksudku, kami berdua setuju, banyak yang setuju kalau nomor satulah yang akan dikeluarkan. 11 udah jelas ngga setuju.
Kami bicara di telepon. Mungkin aku ditipu.
"Mungkin aku ditipu." Ceritanya ngga sama. Semoga beruntung, karena sekarang kalian harus lawan satu sama lain.
Aku ngga tahu kalau kalian tahu ini, tapi nomor satu sedang hamil.
Ya!
Jatuhkan dia! Aku becanda. Apa kamu terkejut?
Ya.
Karena situasi, kami biarkan dia pergi lewat pintu depan.
Dadah!
Tapi untuk yang lainnya, saatnya untuk ronde kedua. Mulai timernya!
Dia udah pasti yang memimpin. Pertanyaannya adalah: seperti ronde pertama, apa ada menara yang akan jatuh?
Kamu percaya diri dengan ini?
Jangan bicara denganku, Karl.
Apa strategi ngga lakuin apa-apa akan berhasil?
Kurang dari 10 detik. Letakkan blok terakhir kalian sekarang! Tiga. Dua. Satu. Angkat tangan!
Kali ini ngga ada menara yang jatuh, yang berarti kami perlu lihat menara siapa yang bloknya paling banyak.
Satu. Dua. Tiga. Empat. Enam. Tujuh. Delapan. Aku punya delapan.
19 menyusun paling banyak dengan delapan blok. Tapi begitu juga 14. Apa kalian dalam satu kelompok?
Ngga.
Dengan begitu dua pemain dari sisi berbeda harus pilih siapa yang akan dieliminasi.
Sayangnya kurasa kami perlu keluarkan kompetitor yang kuat.
Ya.
Bagaimana dengan ini: Aku mau katakan pilihanku dengan kuat kalau kamu mau, lalu kita bisa lanjut dari situ.
Aku ngga mau bilang kuat-kuat.
Bisikan aja antara 14 dan 19 bisa didenger semuanya di ruangan, dan mendiskusikan pilihan mereka kuat-kuat bisa membuat mereka terancam di ronde selanjutnya.
Komunikasi harus diam-diam dan elegan. Seperti pandangan yang memandu di mata.
Itu yang kamu mau?
Ya.
Oke.
Pasti.
Oke.
Kapan pun kalian siap, tunjuk peserta yang akan kalian rebut setengah juta dolar darinya.
Dia masih harus nunjuk.
Sebelum kamu tunjuk, aku janji, sebelum tantangan ini dimulai, bro. Kalau kami harus eliminasi seseorang, dia akan eliminasi kamu. Terserah mau percaya itu.
Hey. Kita bisa... hey, bro. Kita bisa kerja sama...
Maaf, bro.
Astaga.
Gokil banget sekarang.
Menurutmu strategi kamu akan sama? Kalian akan coba bangun...
Ya, dan aku akan gunakan lebih banyak kali ini. Menang bantu aku selamat, dan membuat menara tertinggi... itu mungkin strategi yang tepat.
Apa kalian siap untuk permainan blok terakhir?
Ya. Ya! Ya, kami siap!
Ada satu menara jatuh dan ada satu pengumpulan suara.
Apa yang kamu lakukan sekarang untuk bertahan?
Mulai timernya!
Dan selagi mereka susun blok itu, aku akan beritahu kalian bagaimana kalian bisa menang iPhone baru. Selama beberapa hari ke depan, aku akan kirim iPhone-iPhone ini ke orang-orang yang subscribe secara acak.
Salah satu peserta di sini akan bawa pulang $500.000, dan kalau kalian ingin pulang bawa iPhone baru, tekan aja tombol subscribenya. Aku tahu itu kedengarannya ngga mungkin, tapi memang sesimpel itu. Subscribe supaya kalian bisa menang iPhone... dan waktu mereka hampir habis.
Tiga. Dua. Satu. Angkat tangan! Angkat tangan!
Sepertinya 19 menang lagi. Ayo lihat. Satu, dua, tiga... empat, lima, enam, tujuh, delapan, sembilan, sepuluh. Dia patahkan rekor lamanya. Ayo lihat 15 punya berapa.
Lima. Enam. Tujuh. Delapan. Sembilan, kamu punya sembilan?
Sembilan.
Ayo lihat dia di sini. Lima. Enam. Tujuh. Delapan. Sembilan. Sepuluh... astaga.
Entah bagaimana, sekali lagi 14 dan 19 punya jumlah blok yang sama, yang berarti untuk kedua kalinya, mereka harus kerja sama dan pilih satu peserta untuk dieliminasi. Dan sekali lagi...
Kamu pikirkan ini, kan?
...komunikasi mereka harus strategis. Tapi kali ini, pesan mereka ditangkap oleh pemain lain yang bersekutu dengan target mereka.
Sifu, kamu pilih aku?
Bukan karena dendam.
Kalau bukan karena dendam, lihatlah strategi mereka untuk menyusun bloknya. 15 ingin menang, kan? Menurutmu apa yang akan terjadi di ronde berikutnya ketika dia punya mentalitas yang sama dan mungkin akan menargetmu?
Aku ngga akan pilih kamu.
Siapa yang akan kamu keluarkan kalau kamu menang?
Bukan kalian. Aku akan keluarkan empat. Empat terus membuat keputusan di sepanjang permainan.
Kurasa bukan dia pemimpin di sana. Seperti di sini, kami semua kerja sama, jadi kami bisa pilih 13.
Mungkin peserta yang ngga pernah main harus pilih.
13 lawan balik.
Ngga pernah main? Aku main.
Banyak banget dramanya. Aku kewalahan.
Jangan keluarkan yang terlemah.
14, kamu harus tunjuk seseorang.
Siapa pun yang kamu pilih, aku ngga masalah.
Maaf, bro.
Empat.
Sifu...
Sekarang di tangan 19. 19, apa pendapatmu soal strategi itu?
Dia ngga peduli.
Itu kejam.
Sayang kamu, Caden.
Jujur aja, eksperimen ini seru banget. Tapi masih ada tujuh dan hanya satu tumpukan uang besar. Apa kalian siap untuk permainan selanjutnya?
Arahkan pandangan kalian ke layar.
Oke.
Tantangan selanjutnya ini adalah salah satu tantangan paling banyak ditonton di Beast Games.
Aku akan transfer hampir satu juta dolar kalau kalian tekan tombol itu.
Dan karena kalian semua suka, kami putusin untuk masukin permainannya lagi. Penghitung uang itu akan terus naik seiring waktu. Yang pertama tekan tombol di platform akan menang berapa pun uang yang ada di layar tersebut, tapi dia akan tereliminasi.
Benar.
Apa kejutannya? Apa kejutannya?
Ngga, jangan tanya itu.
Kalau timernya mencapai nol dan ngga ada yang tekan tombol, kalian semua akan lanjut.
Apa?
Ngga ada yang perlu dieliminasi di permainan ini.
Astaga. Oke. Oke.
Kalau ada yang ingin uangnya, dia bisa ambil uangnya. Hanya satu yang akan menang uang di tengah. Apa kalian sebaiknya ambil uangnya sekarang, atau kalian ingin ambil kesempatan menang setengah juta dolar? Keputusannya ada di tangan kalian. Kalian semua harus buat keputusan.
Ini sulit.
Anakmu baru aja lahir. Kalau itu mencapai 100K, apa kamu akan tekan tombolnya?
Iya.
Benarkah?
Iya, bro.
Oke.
Aku ngga yakin aku akan tekan tombol ini.
Apa kamu akan tekan?
Ngga.
Pam, kamu tekan?
Ngga.
Aku ngga tahu apa ada yang akan tekan.
Tergantung uangnya, kan? Kalau uangnya 500K, kamu ngga akan tekan?
Aku akan tekan.
Ya. Oke. Baiklah. Jadi misalkan jumlahnya 400K.
Ngga.
Kamu ngga akan tekan tombolnya untuk 400K?
Sepertinya aku akan tekan, tapi...
Apa kalian siap untuk mulai permainan?
Ngomong-ngomong, kalau ada yang tekan tombolnya, uang yang dimenangkan akan diambil dari hadiah utama.
Tidak!
Mulai counter uangnya!
Tidak! Ini gokil. Astaga. Cepet banget.
Uangnya bisa aja masuk ke rekening kalian.
Kamu serius?
Aku ngga akan tekan.
Kalau kalian tekan tombolnya, kalian akan menang $18.000. $21.000.
Aku ngga akan tekan.
$25.000!
Akan mencapai seratus.
Semua! Tekanlah.
30 ribu! Cepet banget naiknya, aku ngga bisa bilang!
Bro, itu uang muka beli rumah!
13 mulai mendekat!
Aku akan lakukan.
Benarkah?
Jangan.
Itu banyak uangnya.
Sepertinya 11 mulai mendekat.
Jangan lakukan.
$50.000 kalau tombolnya ditekan!
Kamu mau lakukan?
Aku pikir-pikir!
Lakukan. Lakukan. Lakukan.
Tidak...
65.
Pam.
Lakukan. Lakukan.
Dia ambil! Astaga! Di $69.000!
Maaf udah ambil itu dari kalian. Maaf...
Hentikan! Hentikan! Ngga apa. Kami senang untukmu, sumpah.
Maaf. Ngga apa.
Belikan aku sesuatu, ya.
Kulihat tanganmu mendekat. Tanganmu mendekat. Itu balap yang cepat. Kamu mau tekan saatnya jumlah berapa?
Aku ngga ada niat untuk tekan.
Oh, kamu cuman pura-pura?
Dia buat aku stres. Aku pikir, "Wah, dia bilang dia akan tekan." Pikirku, aku harus tekan sebelum dia tekan.
Selamat!
Aku ngga percaya.
Dan sekarang hadiahnya 431 ribu. Kamu bisa keluar.
Terima kasih.
Semoga beruntung! Kalian bisa!
Sampai jumpa. Semoga beruntung.
Ada enam tersisa. Bagaimana perasaan kalian?
Gugup! Semangat!
Semangat.
Aku ke sini untuk pengalaman dan lakukan yang lebih baik dari yang kulakukan di Beast Games, dan aku ngerasa aku udah ngelakuinnya. Jadi terima kasih semuanya udah di sini bersamaku, dan aku sayang kalian semua.
Aku ngga pernah bilang ini ke siapa-siapa, tapi aku hampir meninggal dua tahun lalu. Jauh perjalananku untuk bisa bangkit kembali, tapi Nonni ingin mengunjungi cucunya lagi... dan menyayanginya lebih lagi, dan ini akan membantu.
Sasaranku dalam hidup adalah untuk buat dampak positif, membuat perubahan. Dan memenangkan uang ini akan membantuku melakukannya. Aku ingin bantu orang-orang membutuhkan... itulah sasarannya. Aku ingin anakku lihat aku dan bilang, "Dia selalu berusaha untuk buat perubahan."
Aku dapat kesempatan kedua dalam hidup ketika aku mengalahkan kanker stadium tiga. Aku ingin mulai layanan salon bus keliling untuk orang-orang yang punya kanker.
Aku ingin mulai layanan salon bus keliling untuk orang-orang yang punya kanker. Karena terkadang kamu ngga ingin bangkit dari tempat tidur, jadi kamu ke sana, buat seseorang tersenyum, itu keren banget. Itulah kenapa aku di sini.
Kami punya enam peserta luar biasa. Jujur aja, kalian semua pantas menang. Untuk permainan selanjutnya ini, dua dari kalian akan dieliminasi secara acak.
Acak?
Kecuali... Ubah tombol mereka jadi merah.
Salah satu dari kalian tekan tombol merah itu, eliminasi diri sendiri, dan sebagai gantinya, aku biarkan kamu pilih satu dari lima kontestan, dan dia akan lewati semua permainan sampai permainan terakhir, yang berarti memberikan dia kesempatan 50:50 menang $431.000.
Kekuatan yang besar. Itu gokil. Itu buat stres banget. Gokil.
Kalian punya 60 detik untuk memutuskan. Apakah persekutuan kalian cukup kuat untuk membantu salah satu mencapai akhir, atau kalian akan biarkan takdir memilih dua dari kalian tereliminasi?
Kalian semua punya kesempatan untuk menang 69 ribu, dan ngga ada yang ambil. Ayo lihat apa kalian menyesali itu. Mulai timernya!
Apakah kalian sahabat baik sampai-sampai ada yang mau keluar untuk bawa yang lain ke final?
Kalau kamu kirim aku ke final, aku akan bantu kamu.
Kamu ngga perlu lakukan itu. Tapi terima kasih.
Ada yang mau? Entahlah. Kami ngga mau serahkan ini ke takdir.
Siapa menurutmu yang pantas dapet uangnya? Pikirkanlah, bro. Ini kesempatanmu. Kamu akan lakukan?
20 detik tersisa.
Kamu bisa jadi pahlawan di depan beratus-ratus juta orang.
15...
Aku akan bantu kamu, aku janji.
Tiga. Dua. Satu. Waktu habis.
Dia ngegapai itu. Apa kamu benar-benar akan tekan? Dia pikir-pikir.
Ya. Kemungkinannya iya.
Kalau kamu tekan, siapa yang akan kamu pilih?
Seharusnya aku tekan.
Ngga ada yang mau korbankan diri. Baiklah... kami akan keluarkan dua orang. Mulai mesin acaknya! Berdoalah selagi kalian bisa.
Ya Tuhan. 431 ribu taruhannya. Itu gokil.
Kalian punya kesempatan untuk memilih sendiri,
Sophia.
Dan sekarang akan ditentukan oleh takdir.
Sial. Maaf. Jake.
Baiklah, semuanya. Maaf bro.
Sifu, andai aja aku tekan untukmu, maafkan aku. Sifu keren. Dia kerja keras banget. Kuharap dia menang.
Lanjut, ya? Hormat. Kamu hebat.
Menyebalkan keluar, tapi kalian semua hebat. Semoga kalian beruntung. Salam.
Lima tersisa. Mulai mesin acaknya! Dan kalau kalian selamat yang selanjutnya ini, kalian punya 25% kesempatan menang 431 ribu. Ini pasti menegangkan banget untuk kalian.
Siapa itu? Siapa itu?
Nomor tujuh.
Maaf banget.
Ngga apa.
Kami sayang kamu. Dan kamu keren banget. Kamu hebat dan cantik.
Semoga beruntung, semuanya. Aku sayang kalian.
Jatuhkan dia.
Astaga.
Sekarang kita top empat. Selamat!
Begitu!
Itu sedih. Aku suka mereka. Kurasa kita semua pantas di sini.
Ya. Kami jadi dekat dengan cara kami sendiri. Aku setuju. Ya.
Sepertinya kalian berempat akrab, itu bagus, karena untuk permainan selanjutnya, aku ingin kalian berpasangan. Aku ngga akan bilang kenapa. Aku ingin kalian pilih. Dalam hitungan ketiga, tunjuk rekan kalian. Satu. Dua. Tiga. Bawa mereka masuk.
Astaga. Jangan ini lagi. Wah.
Selamat datang kembali ke kubusnya.
Siapa tahu apa yang direncanakannya di sini.
Aku ngga tahu.
Baiklah, mereka berdua akan masuk kubus yang ini. Dan mereka berdua akan masuk kubus yang itu. Tapi hanya salah satu dari mereka yang akan keluar, dan hanya salah satu dari mereka yang akan keluar. Penjaga! Masukkan mereka! $431.000 taruhannya.
Semoga beruntung.
Astaga. Astaga. Ini ngga akan menyenangkan.
Kalau kamu udah nonton episode tiga Beast Games, kamu tahu permainannya seperti apa. Ada borgol di dinding kedua kubus ini, dan siapa pun yang ngeborgol diri mereka ke dinding itu akan tereliminasi. Merekalah untuk mutusin siapa yang borgol dirinya di dinding dan siapa yang lanjut.
Entahlah. Astaga.
Kalian ada telepon, dan kalian bisa minta barang apa pun yang kalian inginkan. Apa pun yang bantu kalian berdua untuk mutusin.
Apa?
Dia bilang barang apa pun yang kalian inginkan.
Kalian bisa mainkan permainan apa pun yang kalian inginkan. Kalian bahkan ngga perlu main. Kalian bisa minta apa pun.
Ada ide?
Yang penting adalah siapa pun yang ngeborgol dirinya ke sel dia akan tereliminasi, dan yang lain akan lanjut dan punya kesempatan 50/50 untuk menangin $431.000.
Aku harus bawa pulang uang itu untuk anakku.
Ini menurutku yang tersulit yang kita lakukan.
Ya. Ini sulit.
Aku ngga peduli menangin permainan. Aku peduli bawa pulang dengan apa yang kubutuhin.
Aku tahu.
Penting untukku untuk bantu orang-orang karena aku tahu gimana rasanya saat aku lakukan chemo dan aku kehilangan rambut dan alis, jadi aku pengen banget untuk bantu orang.
Aku paham.
Ini gokil.
Hey. Ke sini. Ke sini. Ke sini.
Mereka berdua mengerti apa taruhannya. Tapi di kubus yang lain, mereka kesulitan memahami satu sama lain.
Apa kamu bugar? Kita bisa adu plank. Kita bisa lakukan plank sampai seseorang jatuh.
Ya, aku bisa lakukan itu.
Ngga, kamu tahu plank itu apa?
Ya. Ya. Kayu. Ya.
Itu olahraga.
Ngga pernah lakuin itu.
Seperti ini.
Ngga pernah lakuin itu.
Sementara itu, kubus yang lain punya strategi yang, jujur aja, aku ngga nyangka.
Kamu akan minta uang? Ayo lihat. Itu ide bagus.
Lima ratus ribu dolar.
Kami bisa berikan, tapi kalian ngga bisa bawa itu keluar dari kubus.
Mereka ngga bisa berikan. Ayo pikirkan. Bagaimana kalau empat ratus ribu? Tiga ratus ribu dolar. Dua ratus ribu dolar. Cek berisi $500.000. Imunitas.
Baiklah, kita harus pikirkan ini. Apa kamu mau lakukan Rochambeau? Batu, kertas, gunting?
Aku ngga main permainan.
Apa aku bisa tukar rekan?
Tok, tok.
Siapa di sana?
Kalian harus buat keputusan...
Oke.
Dan aku ngga mau kalian lakukan selagi perut kalian kosong. Jadi kami bawakan Lunchly dan Feastables.
Rasa selai kacang itu favoritku! Terima kasih!
Astaga, aku suka cokelatnya. Aku belum pernah coba Lunchly, jadi aku ingin coba ini.
Hari ini hari terbaik dalam hidup kalian. Bersulang!
Kalau kamu lakukan hal fisik, kita bisa— Kamu bisa berbaring dan angkat beban.
Kamu bisa berbaring dan angkat beban sampai kamu ngga tahan lagi. Kita bisa lakukan itu. Aku tua, tapi aku masih bisa.
Kamu akan tahan beban seperti ini? Ya. Ayo lihat siapa yang akan capek duluan? Tunggu, kamu akan tahan beban? Ya. Kamu pikir kamu bisa tahan beban? Kurasa dia bugar. Aku angkat beban. Oke.
Kalau kalian udah sepakat, mintalah dengan telepon. Apa kami bisa minta dua set barbel 2,2 kg? Terima kasih.
Baiklah. Paket barbel. Tiga. Dua. Satu. Mulai. $431.000 taruhannya untuk siapa yang bisa tahan beban paling lama. Aku akan periksa kubus yang lain.
Sekarang saatnya untuk batu, kertas, gunting. Jadi kami akan main batu, kertas, gunting, tunjukkan.
Kamu ingin bilang sesuatu yang akan ganggu dia? Kamu ingin bilang apa yang mungkin kamu pilih jadi dia pikir kamu akan pilih itu, lalu kamu pilih yang lain untuk lawan yang dia kira? Ngga. Oke.
Ayo. Batu, kertas, gunting, tunjukkan. Batu, kertas, gunting, tunjukkan.
Apa bisa bawakan beban yang lebih berat? Kami ingin lebih cepat.
Jadi ini yang akan kulakukan. Tiga. Dua. Satu. Tiga. Dua. Satu. Ambil. Tiga. Dua. Satu. Angkat. $431.000 taruhannya. Dan kami baru gandakan bebannya. Oke!
Itu berat. Aku ngga bisa lakukan. Pam, angkat! Aku berusaha. Aku berusaha. Pam, ayolah. Pam, ayolah! Aku berusaha. Kamu lolos. Astaga! Kamu lolos.
Batu, kertas, gunting, tunjukkan. Batu, kertas, gunting, tunjukkan. Batu, kertas, gunting, tunjukkan.
Baiklah, dia udah resmi telah tereliminasi. Apa kamu siap... Aku siap. Untuk lihat lawanmu? Aku siap.
Kubus yang lain udah selesai. Oke. Peserta yang jadi lawanmu berdiri di sisi lain pintu ini. Tantangan terakhir adalah nomor 11 versus nomor 19.
Aku semangat. Salah satu dari kalian akan menang banyak uang. Ikuti aku ke platform.
Selamat datang di permainan terakhir. Di tengah kalian ada $431.000 yang ingin kalian menangkan. Ingatkan kami sekali lagi kalau kalian menang, uangnya akan kalian gunakan untuk apa?
Aku akan gunakan uangnya untuk beli salon bus keliling, karena aku ingin bantu pasien kanker.
Jadi kamu ingin salon keliling supaya kamu bisa ke rumah sakit dan bantu pasien kanker? Ya, dan keliling dunia dengan itu.
Keren. Nomor 11. Aku ngga punya... rencana hebat seperti itu. Aku akan gunakan uangnya untuk buat bisnis anggurku sendiri.
Kalian berdua telah bertarung dan selamat dari semua tantangan yang kubuat untuk kalian di eksperimen ini, dan kalian masih berdiri di sini. Untuk eksperimen terakhir ini, takdir mereka ada di tangan mereka.
Aku ingin kalian berdua untuk gunakan satu tangan dan tahan tombolnya. Tekan dan tahan.
Kalau kalian lihat di belakangku, kalian akan lihat di bawah $431.000 ada juga pintu seperti di bawah kalian berdua. Dan ketika timer satu menit ini dimulai, kalau salah satu dari kalian angkat tangan dari tombolnya, peserta yang lain akan menang $431.000.
Tapi... kalau timernya mencapai nol, dan ngga ada yang angkat tangannya, uangnya akan jatuh dan ngga ada yang menang apa-apa. Terserah kalian berdua apa salah satu menang 431 ribu, atau... kalau kalian ngga bisa sepakat, uangnya akan jatuh ke jurang.
Ini akan jadi enam puluh detik terpenting dalam hidup kalian. Apakah salah satu dari kalian mundur, atau keduanya pulang dengan tangan kosong. Video ini akan selesai dalam semenit, dan ini menit terakhir kalian untuk coba menangin uang ini. Mulai timernya!
Ayo lihat apa kalian berdua akan pulang dengan tangan kosong.
Aku udah pasti akan investasi di bisnis kamu. Aku janji. Kamu bilang kalau dia angkat tangannya... Ya. ...kamu akan beri dia uang untuk bisnisnya? Pasti.
Oke. Seberapa banyak uangnya? Ada 400 ribu... Seberapa yang ia mau. Kita bisa bagi. Aku ngga masalah. Apa kami boleh lakukan ini? Dia bisa aja bohong.
Aku hanya ingin salon bus kelilingku. Itu aja yang kumau. Kalau begitu kamu harus bilang dia untuk angkat tangannya, dan kamu akan kirim uangnya. Hanya salah satu dari kalian yang akan pulang bawa uang ini.
Izinkan aku investasi di bisnis kamu. 30 detik! Astaga. Kalau ngga ada yang angkat tangan, uang itu akan jatuh.
Kurasa aku udah jujur sama kamu dari hari pertama. Kurasa kamu akan... Engga, apa aku jujur? Aku percaya kamu selama ini, dan kurasa kamu...
Seseorang mungkin pulang dengan tangan kosong. Mereka mungkin pulang dengan tangan kosong.
Aku akan bantu kamu. Aku akan bantu kamu. Tiga belas detik! Aku janji. Dan kamu selamat dari kanker. Aku akan bantu kamu. Sumpah aku akan bantu kamu.
Astaga! Kita dapet pemenangnya. 19!
Aku akan bantu kamu, sumpah aku akan bantu kamu.
Tunggu, 11, yang kamu lakukan mungkin hal paling baik yang pernah dilakukan di video kami. Udah beribu-ribu orang yang berkompetisi. Ngga ada yang pernah lakukan sesuatu seperti itu. Penonton pasti ingin tahu. Kenapa?
Aku menang permainan yang lain, dan aku merasa memberikan uangnya di sini terasa seperti menang. 19 selamat dari kanker, dan dia akan bantu pasien kanker. Aku ingin dia dapet uangnya.
Astaga. 19, kamu harus hormati itu. Iya. Dia korbankan segalanya. Aku akan bantu dia. Supaya kamu bisa bantu pasien kanker. Aku akan bantu dia. Aku akan bantu dia. Astaga. Dari hari pertama.
Baiklah. Jatuhkan dia. 19, ambil uangmu!
Kalau kamu suka video ini, kamu harus lihat acara 10 episode pemecah rekorku, Beast Games, di mana seribu kontestan berkompetisi untuk menangin 5 juta dolar, hadiah uang terbesar dalam sejarah entertainment. Episode pertama gratis dan tersedia hanya di Prime Video. Nonton sekarang. Klik tautan di kolom deskripsi.
Dan kalau kamu ingin menang iPhone baru, kamu hanya perlu tekan tombol subscribe. Jadi subscribe ya!
Artikel diterbitkan · Diperbarui
