Live Play Mortal Shell II: Berganti-ganti Shell hingga Merebut Kembali Telur dari 6 Bos Besar

Diterjemahkan dari 日本語

Buka di YouTube ↗
Ringkasan

Ini adalah video gameplay yang mengikuti Mortal Shell II, sebuah action RPG bergaya soulslike tempat pemain merasuki jasad para pejuang untuk bertarung, dari awal permainan hingga ending. Sang streamer mengganti shell (zirah yang memanfaatkan jasad) dan senjata di setiap pertarungan bos, sekaligus memperlihatkan gaya bertarung masing-masing. Pada akhirnya, ia menilai bahwa game ini bukan sekadar game "mati berulang kali" yang keras, melainkan dirancang cukup ramah dengan mengutamakan kenyamanan pemain.

11 menit baca
2:54

Awal Kisah: Merebut Kembali Telur yang Dicuri

Tokoh utamanya adalah sosok misterius yang disebut "Sang Perintis". Kisah dimulai dengan adegan sebuah perayaan di desa, dan di sana sang tokoh utama bertemu dengan makhluk supernatural. Ia kemudian menerima "shell", zirah yang memanfaatkan jasad manusia, serta perlengkapan berharga seperti pedang dan senjata api.

Misi yang diberikan kepada tokoh utama adalah mengambil kembali telur yang dirampas oleh seorang pencuri. Untuk itu, ia harus menjelajahi berbagai penjuru benua dan memasuki dungeon-dungeon yang berbahaya. Di tengah cerita, sang streamer menjelaskan bahwa telur yang dicuri itu tampaknya memiliki kekuatan misterius. Menurut dugaannya, monster-monster yang merajalela di berbagai tempat kemungkinan adalah makhluk ganjil yang terpengaruh oleh kekuatan telur tersebut.

4:57

Bos Besar Pertama, Tar Golem: Dasar-Dasar Pertarungan

Bos besar pertama yang menghadang adalah Tar Golem. Sang streamer memanfaatkan pertarungan ini untuk menjelaskan sistem pertarungan dasar.

Pertama, selagi masih berjarak, ia menahan musuh dengan serangan jarak jauh, lalu menebas dengan pedang sambil menghindari serangan. Saat musuh melancarkan serangan biasa, ia menanganinya dengan just guard. Setiap kali just guard berhasil, gauge kuning milik musuh akan terisi, dan ketika penuh, musuh akan jatuh dengan telak. Di saat itulah ia mengikis darah musuh dengan serangan kuat, lalu jika serangan lemah dimasukkan di depan musuh sebelum lingkaran merah menghilang, serangan fatal yang memberi damage besar akan aktif.

Dalam pertarungan bos, musuh juga akan jatuh ketika darahnya sudah terkikis sampai batas tertentu. Di sini pun sang streamer menyambungkan serangan kuat ke serangan fatal. Ia menyebut keuntungan bisa memperpanjang giliran menyerang cukup lama jika pengikisan darah diatur dengan baik sebagai bagian yang "menggiurkan". Setelah itu, ia mencocokkan just guard dengan serangan beruntun musuh untuk menjatuhkannya lagi, menumpuk serangan kuat, lalu memasukkan serangan fatal. Sisa darah yang tinggal sedikit dihabisinya dengan tembakan, dan bos pun berhasil dikalahkan.

Namun, keadaan langsung berbalik, dan shell sang ksatria harus dikorbankan. Belakangan, sang streamer memahami bahwa pertarungan pertama ini adalah event kekalahan, dan menyatakan bahwa tampaknya game memang dirancang agar cerita tetap berlanjut meskipun pemain kalah.

7:33

Mengumpulkan Shell dan 6 Bos Besar

Setelah kehilangan shell sang ksatria, tokoh utama menjelajahi area sekitar untuk mengumpulkan shell baru. Menurut sang streamer, jasad yang bisa dijadikan shell ada 8 secara keseluruhan, dan tampaknya tergeletak di tempat-tempat seperti makam.

Setelah shell terkumpul, tokoh utama mulai mencari telur dengan sungguh-sungguh. Karena masing-masing telur dipegang oleh 6 bos besar, alur selanjutnya adalah mengalahkan bos satu per satu.

8:16

Magdalena, Sang Nyonya Hutan dan Bocah yang Tersesat: Serangan dari Belakang Tiel

Lawan pertama adalah Magdalena, Sang Nyonya Hutan. Ia menghindari terjangan kencang sang bos yang menaiki kursi roda, lalu menusukkan belati saat ada celah. Dalam pertarungan ini, sang streamer menggunakan shell "Tiel" yang didapat di awal permainan. Karena Tiel memiliki sifat yang memperkuat serangan dari belakang, ia menusuk musuh yang sedang jatuh dari belakang berkali-kali, lalu menghabisinya dengan serangan fatal.

Strategi yang sama digunakan untuk bos kedua, Bocah yang Tersesat. Ia mendekat dengan cepat dan menusuk sekali, lalu berputar ke belakang dan terus menusuk. Di sini ia sengaja tidak memasukkan serangan fatal, melainkan menambah jumlah serangan dengan senjata berefek pendarahan. Terakhir, ia menghabisi bos dengan tebasan berputar yang dipelajari dari pertarungan bos sebelumnya.

9:36

Tawanan Tanpa Nama: "Pengerasan" yang Bisa Digunakan Saat Menyerang

Dalam pertarungan melawan Tawanan Tanpa Nama di tempat eksekusi, sistem bernama "pengerasan" menjadi pusat perhatian. Sang streamer menjelaskan pengerasan sebagai sejenis guard yang bisa digunakan bahkan di tengah gerakan menyerang. Dengan ini, menyerang dan bertahan bisa dilakukan sekaligus.

Dalam pertarungan ini, ia menahan 2 serangan pembuka musuh dengan just pengerasan, lalu mengikis darah sekaligus dengan tebasan berputar hingga musuh jatuh. Ia kembali menghabisinya dengan tebasan berputar, dan serangan terakhir musuh menjelang kematiannya pun ditahan dengan pengerasan.

10:34

Berkaki Enam: Shell Proxima dan Ingatan dari Jasad

Melawan Berkaki Enam yang menghuni area perairan, ia menggunakan shell "Proxima" yang mahir dalam serangan listrik. Sang streamer juga memperkenalkan bahwa ingatan semasa hidup dapat dibaca dari shell yang didapat. Menurut ingatan tersebut, Proxima tampaknya pernah memburu dan melawan monster ini semasa hidupnya, sehingga sang streamer memosisikan pertarungan ini sebagai penyelesaian dendam lama. Pertarungan berakhir dalam waktu singkat hanya dengan menembakkan kapak yang berputar.

11:05

Drogue, Sang Penakluk dan Sir Isaac, Pangeran Cendekia: Klon, Mode Siluman, dan Shotgun Pendarahan

Drogue, Sang Penakluk, yang dilawan di negeri yang sangat dingin, adalah bos dengan kepala yang dijejali tengkorak. Di sini sang streamer memilih shell "Genesha" yang mahir menggunakan klon. Ia menciptakan klon hingga menjadi 3 sosok, lalu menghujani bos dengan 5 tembakan beruntun dari shotgun berefek pendarahan. Tanpa memasukkan serangan fatal, ia mengisi gauge untuk menembak dengan serangan lemah, lalu menghabisi bos dengan tembakan beruntun sekali lagi.

Bos terakhir yang menjaga telur adalah Sir Isaac, Pangeran Cendekia, yang menanti di aula besar. Ia menyembunyikan diri dengan just dodge, lalu melancarkan tembakan beruntun dari belakang. Memanfaatkan celah itu, ia mengisi gauge dengan serangan lemah, lalu kembali melepaskan tembakan beruntun untuk mengalahkannya.

12:43

Menuju Bawah Tanah Sang Ibu: Dungeon Terakhir dan 3 Hidangan Pembuka

Setelah merebut kembali semua telur, tokoh utama mengembalikan telur-telur itu ke markas yang terbentuk dari tubuh Sang Ibu, lalu menunggu komunikasi dari seberang. Kemudian, salah satu pengikut dipilih sebagai tumbal, dan tiba-tiba muncul tangga di bawah tanah markas. Tokoh utama merasakan bahwa ada sesuatu yang buruk bersarang di dalam tubuh Sang Ibu, dan ada isyarat agar ia menyingkirkannya. Bagian terdalam di bawah tanah markas menjadi dungeon terakhir, dan 3 bos menunggu sebelum bos final.

Yang pertama adalah Anak yang Lahir dari Kejahatan. Ia menghindari serangan pertama, melancarkan tembakan beruntun dari belakang, terus mengikis darah dengan serangan lemah, lalu memasukkan serangan fatal. Meskipun bos memasuki wujud kedua, cara bertarungnya tidak berubah. Ia menghilang dengan just dodge lalu berputar ke belakang, memulihkan gauge dengan serangan lemah, dan setelah terisi, kembali menghilang untuk melepaskan tembakan beruntun. Cukup dengan mengulangi pola ini beberapa set, bos pun tumbang. Sang streamer menyatakan bahwa berkat kemampuan siluman, pertarungan terasa sangat nyaman. Ia juga mengatakan bahwa shell memiliki elemen pengembangan, tetapi bahan pengembangannya terbatas, sehingga pengalaman bermain berubah tergantung shell mana yang dikembangkan, dan itulah yang menarik.

Yang kedua adalah pertarungan melawan Monolith, tempat orang-orang yang memuja prasasti batu menanti. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, ia menggunakan shell Proxima dan mengalahkan bos hanya dengan menembakkan kapak listrik yang berputar lalu menunggu.

15:56

Orem, Golem yang Terbuang: Pertarungan Ulang Melawan Lawan Pertama

Yang ketiga adalah Orem, Golem yang Terbuang, yang tampaknya bertipe sama dengan bos pertama yang dilawan. Di sini sang streamer menyinggung bahwa bos pertama adalah event kekalahan, dan memandang pertarungan ini sebagai pertarungan ulang melawan musuh bebuyutan.

Setelah menghujani bos dengan tembakan beruntun dari depan, ia berputar ke belakang dan menyerang lemah bertubi-tubi. Sang streamer berkata bahwa golem semacam ini tampaknya sudah bukan tandingan tokoh utama lagi. Pada wujud kedua, ia memulihkan gauge dengan minum tepat setelah tembakan beruntun, menyelipkan serangan hingga batas terakhir, lalu memasukkan serangan fatal. Terakhir, ia kembali menghabisi bos dengan tembakan beruntun, dan Orem, Sang Terlahir Kembali pun berhasil dikalahkan.

17:29

Bos Final Zmei, Yang Tak Diundang

Bos final yang menanti di bagian terdalam adalah Zmei, Yang Tak Diundang, seekor dinosaurus yang bertarung sambil mengayunkan pedang besar. Sang streamer berkelakar bahwa sepertinya ada musuh serupa di game lain yang baru-baru ini ia mainkan.

Setelah darahnya terkikis sekitar 60%, bos jatuh, dan selama itu ia menebas untuk menambah damage. Di paruh akhir, bos menggunakan serangan api yang merambat di tanah. Sang streamer menyesuaikan waktu dan menggunakan teknik khusus katana secara beruntun, memanfaatkan waktu kebal yang cukup panjang untuk melewati api tanpa terluka. Setelah itu, ia terus menyerang dengan katana dan senjata api. Dalam pertarungan ini ia juga menggunakan perlengkapan yang memanggil hewan setiap kali melakukan serangan biasa, sehingga tanpa disadari banyak hewan ikut menyerang saat pertarungan berakhir.

Setelah bos dikalahkan, tokoh utama berhasil merebut kembali telur dan mengirimkannya ke langit, dan kisah pun berakhir.

22:13

Penilaian Sang Streamer: Tampak Seperti Game "Mati Berulang Kali", tetapi Dirancang Ramah

Setelah menamatkan game, sang streamer mengenang bahwa ia mengira game ini adalah soulslike keras yang membuat pemain mati berulang kali, tetapi ternyata ini adalah karya yang menonjol dengan rancangan ramah yang mengutamakan kenyamanan pemain. Contoh yang ia sebutkan adalah tidak adanya sistem stamina dan pengerasan yang bisa digunakan bahkan di tengah gerakan menyerang.

Selain itu, ia menyebut beragamnya cara menyerang yang mencolok, seperti katana, kapak besar, senapan mesin, dan alat musik, sebagai daya tarik. Kesimpulan sang streamer adalah bahwa jika build disusun dengan baik, musuh-musuh kecil di sepanjang jalan maupun bos dapat disapu bersih, sehingga ia bisa menikmati petualangan yang sangat nyaman dan menyenangkan.