Catatan Main Game Worming from Home: Cacing Tanah yang Mengejar Promosi Sambil Bekerja dari Rumah

Diterjemahkan dari 日本語

Buka di YouTube ↗
Ringkasan

Worming from Home adalah game tentang seekor cacing tanah, karyawan muda yang bekerja jarak jauh dari rumah. Sang tokoh utama bekerja sebagai analis keuangan, menyelesaikan tugas sehari-hari sambil merayap di atas keyboard dan mouse, lalu menapaki jenjang karier. Video ini, dengan narasi permainan oleh Yuzuki Yukari (A.I.VOICE), mengikuti alur sejak hari pertama kembali dari cuti hingga berhasil lolos wawancara promosi.

12 menit baca
0:34

Kontrol Dasar Mengetik dengan Kepala dan Pekerjaan Hari Pertama

Tokoh utamanya adalah seekor cacing muda yang kembali ke tempat kerja setelah cuti cukup lama. Pertama-tama, pemain mempelajari kontrol dasar lewat tutorial. Tokoh utama berada di atas meja kerja, dan PC bisa dioperasikan dengan menyundulkan kepala ke keyboard. Untuk masuk ke PC, ia bergerak ke numpad sambil melihat kode PIN yang dicatat di sticky note, lalu mengetikkannya. Sang pemain bercanda bahwa di zaman sekarang toh data tetap akan bocor meski disembunyikan, jadi pengelolaan kredensial seperti ini sudah cukup.

Pemandunya adalah sticky note yang menyebut dirinya "Tippy", dan dalam dialog berbahasa Inggris ia memperkenalkan diri sebagai "secarik kertas tetangga yang ramah". Di subtitelnya tertulis "unpaid", dan sang pemain menanggapinya dengan menyebutnya seolah-olah pekerja tak bergaji. Sambil menerima saran dari Tippy, tokoh utama pertama-tama mengangkat telepon dari atasannya. Dalam bahasa Inggris, sang atasan menyampaikan kurang lebih bahwa mungkin akan segera ada pembicaraan soal promosi, bahwa ia memperhatikan kinerja tokoh utama kuartal ini dan berharap ia berkembang, dan bahwa kantor mereka seperti keluarga sehingga ia bisa menghubunginya kapan saja jika ada apa-apa. Dalam narasi dijelaskan bahwa tokoh utama, sebagai analis junior, sedang mengincar promosi yang sudah "dinanti selama 6 tahun".

Tugas pertama adalah input data di aplikasi spreadsheet. Aplikasi terbuka dengan mengarahkan kursor ke ikonnya lalu mengklik. Untuk instruksi "masukkan 16 di sel C5", ia memilih sel yang dituju dengan tombol panah, lalu bergerak ke numpad dan mengetikkan 16. Berikutnya, untuk proyeksi kinerja per kuartal, angkanya tampak naik secara linear sebesar 40 ribu setiap kuartal, jadi ia mengisi angka-angka sesuai pola itu dan menyelesaikannya. Sang pemain menyebut setiap berkas yang berhasil dirampungkan sebagai "dikalahkan".

3:57

Membeli Perabot dan Melatih Kemampuan Lewat Minigame

Ia menutup spreadsheet dengan tombol di bagian atas, lalu membuka aplikasi belanja. Dengan upah dari pekerjaan, ia membeli pojok baca dan barbel khusus cacing, dan masing-masing perabot itu diletakkan di salah satu sudut meja.

Saat duduk di pojok baca, dimulailah minigame di mana pemain mengendalikan seekor cacing. Karena hadiahnya melatih "Literasi Keuangan", sang pemain memutuskan untuk mengasah kepekaan finansialnya di sini untuk sementara. Setiap mendapat 10 poin, pengalaman bertambah, dan setiap naik level ia mendapat 1 poin untuk membuka perk. Poin itu bisa dipakai untuk meningkatkan kemampuan sesuka hati, jadi pertama-tama ia memilih kemampuan yang menambah upah kerja.

Saat memakai alat olahraga, kali ini yang dimulai adalah permainan breakout. Menurut sang pemain, seperti breakout pada umumnya, arah pantulan bola di game ini juga berubah tergantung bagian paddle mana yang mengenainya. Karena itu, ia menyesuaikan titik pantul dengan melihat susunan balok yang tersisa, mengumpulkan pengalaman, dan meningkatkan kekuatan otot. Setelah naik level, ia membuka pohon perk dan mengalokasikan poin ke kecepatan gerak dan kemampuan melompat.

Setelah itu ia terus bekerja, dan tanpa terasa sudah pukul 22.00. Sang pemain menutup hari pertama dengan bercanda bahwa karena ia tidak menonton video YouTube receh berlama-lama dan tidur lebih awal, semangatnya untuk esok hari jadi meningkat.

5:46

Hari Kedua: Peralatan Baru, Trik Minum Air, dan Jual Beli Saham

Karena penghasilannya cukup besar dari kerja kemarin, di hari kedua ia membeli beberapa barang baru: charger ponsel yang tampak murah, mouse baru untuk mengganti yang licin dan susah dipakai, lalu dengan sisa uangnya, sebuah dispenser air. Dari ponsel, ia bisa melihat daftar pencapaian, dan setiap pencapaian yang terbuka memberikan uang dan skin. Karena ada pencapaian yang sudah diraih, ia pun mengklaim hadiahnya.

Dispenser airnya ternyata tipe yang airnya keluar dengan memutar keran. Tokoh utama berpegangan pada keran untuk menuangkan air ke gelas, dan setelah gelasnya penuh, ia memanjat dispenser lagi, masuk ke dalam gelas, dan meminum airnya sampai habis. Cara menggunakan barang sehari-hari dengan tubuh cacing digambarkan sebagai salah satu daya tarik game ini.

Karena Literasi Keuangan sudah dinaikkan, fitur jual beli saham pun terbuka. Jika memiliki minimal 1 lembar saham, pergerakan harga pasar akan ditampilkan, jadi pertama-tama ia membeli 1 lembar seharga 21 dolar. Karena trennya sedang naik, ia mengira harganya akan terus naik, tetapi ternyata harga saham turun perlahan hingga sekitar minus 25% dibanding hari sebelumnya. Saat harganya mulai berbalik naik, ia langsung memborong lebih banyak, lalu menjualnya setelah harganya naik cukup tinggi dan meraup keuntungan dari selisihnya.

Di tengah jalan, ia teringat ada pesan dari atasannya, lalu membuka aplikasi pesan. Isinya soal pekerjaan, tetapi sang pemain cukup membalas seadanya. Dengan uang hasil saham, ia membeli perlengkapan baca yang nyaman, menikmati membaca sebelum tidur, dan hari kedua pun berakhir.

7:55

Hari Ketiga: Meja Berbentuk L, Pegawai Magang Tak Bergaji, dan Urusan Kontrak

Di hari ketiga, setelah bekerja sampai siang dan uangnya terkumpul, ia pun royal memesan meja berbentuk L. Dengan ini ia bisa mempekerjakan pegawai magang tak bergaji, dan sekalian membeli beberapa ekor.

Lalu datang telepon dari atasannya, Steve. Ia menyinggung pembelian meja berbentuk L dan mengusulkan, "Karena sekarang kamu sudah bermain di liga besar, mari tambah peluang investasimu." Katanya, cukup dengan menandatangani kontrak sederhana, jumlah saham yang bisa diperdagangkan akan bertambah dari 1 menjadi 3. Ia meminta kontrak itu dicetak, ditandatangani, dipindai, lalu dikirim kembali, sambil menegaskan bahwa "isinya cuma bahasa hukum biasa yang membosankan, jadi tidak perlu dibaca." Menanggapi hal ini, dalam narasi dijelaskan bahwa target berikutnya adalah menyiapkan printer.

9:28

Pegawai Magang dan Kopi

Berkat pegawai magang, ia terbebas dari pekerjaan remeh, sehingga hari ini sang pemain berlatih otot sejak pagi. Sementara itu, dengan uang yang dihasilkan para pegawai magang, ia membeli mesin kopi yang tampak bagus, lalu menikmati rehat kopi di siang bolong sambil melirik para mahasiswa yang bekerja tanpa dibayar.

Saat ia memberikan kopi yang baru diseduh kepada pegawai magang yang tampak mengantuk, ternyata kopi dapat meningkatkan kemampuan mereka. Karena sayang kalau kopinya disiramkan dari atas kepala, sang pemain mengganti strategi: membawa mereka satu per satu dan menenggelamkannya ke dalam kopi. Dengan ungkapan seperti "Jangan meronta-ronta" dan "Masih ada yang antre, jadi harus cekatan", interaksinya menjadi lelucon tentang tempat kerja yang eksploitatif.

10:13

Keesokan Harinya: Mencetak Kontrak dengan Printer, Menandatangani, dan Memindainya

Keesokan harinya, karena uangnya sudah terkumpul, ia memesan printer dan barang lainnya. Ia menuju printer, menekan tombol di bagian atas, dan mencetak PDF kontrak. Ia bisa langsung naik ke tempat tinggi dengan lompatan ganda, dan sang pemain mengatakan otot yang biasa dilatihnya ternyata berguna.

Kontrak yang tercetak berisi macam-macam tulisan, tetapi karena atasannya bilang tidak perlu dibaca, ia langsung menandatanganinya tanpa membaca. Cukup memegang pena dan meliuk-liuk asal di atas kontrak, maka jadilah tanda tangan. Tulisannya seperti cacing menggeliat, tetapi kata sang pemain, tanda tangan semua orang memang kurang lebih seperti ini.

Selanjutnya, untuk memindainya dengan scanner mesin multifungsi, ia membawa kontrak ke kaca pemindai. Ia membuka penutup dokumen dengan tombol, lalu memanfaatkan kendali di udara saat lompatan ganda untuk meletakkan kontrak dengan sisi yang bisa terbaca menghadap kaca. Setelah menutup penutupnya lagi dengan tombol dan menekan tombol pindai, proses pemindaian pun selesai. Datanya dikirim ke PC, jadi ia mengklik tombol dengan mouse untuk mengirimkannya.

11:44

Persiapan Wawancara Promosi

Tak lama setelah mengirim, atasannya langsung menelepon, dan pembicaraan beralih ke promosi. Subtitel bahasa Inggris di bagian ini banyak yang terputus, tetapi bisa ditangkap isinya kurang lebih bahwa wawancara akan dilakukan lewat panggilan video sehingga butuh webcam, bahwa ia juga perlu berbicara dengan orang lain, dan bahwa karena selama ini sang atasan belum pernah sekali pun mendengar suaranya, ia mengira tokoh utama tidak punya mulut. Dalam narasi, bagian ini dirangkum sebagai "akhirnya sampai juga ke wawancara promosi".

Karena persiapan panggilan video butuh banyak barang, ia memanfaatkan Literasi Keuangan yang tinggi untuk melipatgandakan uang lewat saham. Setelah uangnya cukup banyak, ia merekrut pegawai magang dalam jumlah besar, dan sang pemain berkata sepertinya ia tidak akan kesulitan uang lagi. Dengan uang yang terkumpul, ia melengkapi peralatan untuk panggilan video, dan persiapan wawancara pun rampung.

13:46

Wawancara sebagai "Pertarungan Bos Terakhir"

Panggilan video dengan sang atasan dimulai, dan sang pemain menyebutnya "pertarungan bos terakhir". Karena gawat kalau ketahuan ia seekor cacing, ia mengakalinya dengan menampilkan foto manusia di kamera. Untuk menjawab, cukup pakai audio mixer seadanya; begitulah strategi sang pemain.

Dalam wawancara, beberapa tantangan muncul secara berurutan. Yang pertama adalah konfirmasi nomor karyawan; ia menemukan nomornya tertulis di balik monitor dan segera mengetikkannya di chat sebelum lupa. Berikutnya, sebagai perusahaan yang mengutamakan data, ia ditanya apa nilai dirinya sebagai analis junior. Sang pemain menjawab, "Saya kerja mati-matian dan mengerjakan tugas yang superpenting," dan sang atasan menerimanya dengan "Nice".

Pertanyaan ketiga sedikit lebih pribadi: karena bekerja di perusahaan sektor keuangan menuntut gaya hidup tertentu, sang atasan ingin memastikan apakah ia pantas naik ke level berikutnya, dan memintanya menunjukkan barang yang baru-baru ini dibeli lewat webcam. Sang pemain dengan bangga memamerkan mesin gerak abadi yang dibelinya seharga 10 ribu dolar.

16:19

Layar Biru di Tengah Presentasi dan Promosi

Tantangan terakhir adalah presentasi laporan keuangan selama masa kerjanya. Materinya sudah disiapkan, jadi ia membuka fitur berbagi layar, tetapi di tengah jalan PC-nya terkena layar biru. Tokoh utama me-restart PC, lalu langsung menjatuhkan diri ke lantai untuk mempersingkat waktu kembali. Sang pemain menduga bahwa munculnya layar biru di saat seperti ini terasa seperti tanda pasokan daya ke memori yang tidak stabil.

Setelah dilanjutkan, ia bersikeras bahwa jelas uangnya bertambah kalau melihat grafik yang dibagikan. Sang atasan menilai "presentasinya sempurna" dan mengumumkan akan memulai prosesnya. Tokoh utama pun menjadi "Associate Financial Analyst" baru di perusahaan. Di akhir panggilan, ada juga adegan sang atasan berteriak seolah hampir jatuh dari kursi karena terlalu terkesan.

Dengan begitu, tokoh utama berhasil lolos wawancara, meraih promosi yang dinanti selama 6 tahun, dan game pun tamat.

18:54

Kesan Sang Pemain

Sang pemain menilai bahwa meskipun ini game nyeleneh tentang cacing aneh yang merayap ke sana kemari, dunianya yang agak konyol namun hangat sungguh luar biasa. Walaupun tampak seperti karya iseng, detailnya penuh dengan kejahilan yang menyenangkan, dan ia mengaku sangat menikmatinya dari awal hingga akhir. Ia juga menyebut obrolan santai dengan rekan kerja di aplikasi pesan serta berbagai gimik yang tersebar di mana-mana sebagai daya tariknya, lalu menutup video dengan merekomendasikan para penonton untuk ikut memainkannya.