Bertahan 100 Hari di Dalam Jet Pribadi: Kisah Armando dan Tawaran-Tawaran MrBeast

Buka di YouTube ↗
Ringkasan

MrBeast (Jimmy) membeli sebuah jet pribadi mewah seharga $2,5 juta dan menawarkannya kepada seorang pilot bernama Armando. Syaratnya sederhana di atas kertas: Armando harus tinggal di dalam jet selama 100 hari. Jika ada bagian tubuhnya yang menyentuh tanah di luar pesawat, tantangan berakhir dan ia gagal mendapatkan jet itu. Video ini mengikuti 100 hari tersebut. Isinya bukan hanya soal ketahanan fisik, tetapi juga rangkaian pilihan sulit yang diajukan Jimmy setiap 10 hari, kesepian, kerinduan pada keluarga, dan pertanyaan apakah Armando sanggup membiayai jet itu jika menang.

17 menit baca
0:16

Hari Pertama: Penerbangan Uji dan Kehidupan Tanpa Dapur atau Shower

Tantangan dimulai begitu Armando masuk ke pesawat. Jimmy lebih dulu mengajak terbang sebentar untuk melihat apakah Armando "pilot beneran". Penerbangan dan pendaratannya mulus, dan Jimmy memuji hasilnya. Setelah dua jam berjalan, aturan utama ditegaskan: jangan sentuh tanah.

Armando lalu memperkenalkan "rumah" barunya. Ada ruang yang ia sebut kantor, ruang makan, dan tempat tidur. Ia juga menyebut kekurangannya: tidak ada dapur sungguhan, hanya microwave dan troli pesawat berisi daging kalengan, serta tidak ada shower. Jimmy menekankan bahwa jet ini memang kendaraan kelas atas, tetapi tidak dirancang untuk ditinggali manusia. Malam pertama Armando tidur di kursi, dan di hari kedua ia mengakui jet itu ternyata tidak nyaman untuk tidur.

2:06

Jet yang Dipakai Orang Lain, Sementara Pilotnya Terkurung

Sejak hari kedua, Jimmy dan teman-temannya memanfaatkan jet untuk keperluan mereka sendiri. Armando menerbangkan mereka ke pertandingan hoki di New York. Mereka bahkan menawarinya tiket, dengan peringatan bahwa jika ia turun, ia kalah. Armando tetap tinggal di pesawat dan berlatih yoga selama yang lain menonton. Keesokan harinya mereka terbang lagi ke Miami. Armando mengaku senang jetnya dipakai, tetapi ia juga mengatakan sangat merindukan istri dan anaknya, padahal masih ada 96 hari.

Hari-hari berikutnya di hanggar diisi rutinitas darurat. Ia berolahraga dengan jalan kepiting, yang ternyata lebih melelahkan dari dugaannya. Ia memasak sayur campur di microwave untuk sarapan dan membersihkan diri dengan Dude Wipes karena tidak ada shower. Soal tidur belum terpecahkan: sofa membuat lehernya pegal, dan hanya ada satu tempat di pesawat tempat ia bisa meluruskan badan.

Karena tidak tahan terus menatap empat dinding, Armando terbang ke Niagara Falls dan melihatnya dari ketinggian 4.000 kaki. Ia menjelaskan bahwa Hawker ini pesawat yang membutuhkan dua pilot, jadi ia ditemani kopilot. Bedanya, kopilot itu boleh turun dari pesawat, sedangkan dunia Armando berakhir di anak tangga pintu.

4:25

Hari ke-10: Shower atau $50.000

Di hari ke-10 Jimmy datang dan memperkenalkan pola utama video: setiap 10 hari Armando akan menerima sebuah tawaran. Tawaran pertama adalah pilihan antara shower yang dipasang langsung ke jet, yang dihitung sebagai bagian dari jet sehingga tidak mendiskualifikasi, atau koordinat ke landasan tempat seseorang menunggu dengan uang tunai $50.000.

Armando sempat masuk ke shower itu dan terkesan. Menurutnya, yang menarik bukan hanya airnya, tetapi juga ruang kosong tempat ia bisa berdiri. Meski begitu, ia memilih uang. Alasannya, ia "ditakdirkan terbang" dan pesawat ini harus terbang. Jimmy mengaku tidak menyangka tawaran shower ditolak. Menurut Jimmy, $50.000 itu ditambah jet $2,5 juta bisa menjadikan Armando pemenang dengan bayaran tertinggi dalam sejarah channel. Armando bercanda bahwa masalah terbesarnya malam itu adalah di mana menyimpan uang tersebut, dan ia menyamakan dirinya dengan Wolf of Wall Street.

Masalah yang Sebenarnya: Biaya Memiliki Jet

Uang itu memunculkan pertanyaan baru di kepala Armando: jika ia benar-benar mendapat kuncinya, apakah jet itu dijual atau disimpan? Ia menghitung sendiri bahwa memiliki pesawat ini selama tiga bulan setelah tantangan butuh sekitar $8.000 untuk hanggar, $10.000 untuk asuransi, dan $30.000 untuk perawatan. Jimmy menjelaskan bahwa karena biaya jet pribadi bisa menumpuk, sepanjang video Armando punya kesempatan memenangkan hingga satu juta dolar lagi dalam bentuk hadiah dan uang, supaya ia benar-benar bisa mempertahankan jet itu. Armando membayangkan keluarga dan teman-temannya bepergian bersama dengan pesawat ini, lalu menyimpulkan bahwa ia harus memenangkan lebih banyak uang dari Jimmy.

Armando, yang bertugas 22 tahun di militer, mengatakan pengalaman itu membantunya. Ia menggambarkan pola emosi yang menurutnya biasa terjadi: mula-mula bersemangat, lalu masuk ke ritme, lalu membenci hidup dan semua pilihan hidup, sampai akhirnya mulai melihat cahaya di ujung terowongan. Di minggu kedua ia mencatat tugas-tugas hariannya di sebuah daftar. Namun masalah tidur belum membaik. Ia tidak bisa tidur tanpa ada bagian tubuh yang sakit, latihannya buruk, perutnya tidak enak, dan percobaan tidur di sofa "gagal total".

7:17

Hari ke-20: Kasur Tiup atau Peti Misteri

Karena Jimmy sedang syuting video pembagian satu juta porsi makanan di Philadelphia, Armando terbang ke sana dan disambut dengan Philly cheesesteak. Penerbangan pulang ke North Carolina hanya 48 menit.

Kali ini tawaran diberikan lebih awal supaya Armando bisa mencobanya semalam. Pilihannya adalah kasur tiup yang dibuat khusus untuk pesawat ini, atau koordinat ke peti misteri di suatu tempat di dunia yang isinya bisa $250.000, Tesla, atau bahkan sesuatu yang lebih mahal dari jet. Armando tidur nyenyak untuk pertama kalinya, sambil berbagi kasur dengan cheesesteak, dan menggambarkannya seperti tidur di atas awan. Narasi Jimmy menyebut hadiah misterinya sebenarnya bernilai $250.000.

Armando memilih kasur. Ia ingin bermain untuk jangka panjang dan berkata tidak bisa menerbangkan pesawat tanpa tidur yang cukup. Isi peti itu kemudian diungkap: sebuah Lamborghini. Karl menanggapi bahwa Armando yang rugi. Armando menerima keputusannya dengan tenang dan yakin kasur itu akan membuat tubuhnya bertahan 80 hari lagi.

10:47

Larangan Terbang dan Lamunan Tentang Makanan

Dengan semangat baru, Armando mulai mempelajari manual pesawatnya yang tebalnya sekitar 2.000 halaman. Ketika ia ingin membawa pesawat ke suatu tempat, Jimmy mengubah aturan: untuk sisa tantangan, Armando tidak boleh terbang tanpa izin. Ia tetap harus berlatih, karena menurut Jimmy nanti ia akan menghadapi tantangan terbesar dalam karier pilotnya. Armando pun berlatih di kokpit, memasukkan rute, kecepatan lepas landas, kecepatan jelajah, kecepatan darurat, dan angka performa.

Namun pikirannya terus melayang ke makanan: masakan Creole dan beignet di New Orleans, seafood Charleston, pizza New York, sandwich Kuba dan empanada di Key West, sampai barbekyu. Jimmy menilai wajar, mengingat hampir sebulan Armando makan makanan kalengan yang menurut Armando sendiri baunya seperti makanan kucing.

12:04

Hari ke-30: DoorDash dengan Harga Satu Hari Bersama Nolan

Di hari ke-30, persediaan makanan Armando hanya cukup untuk 24 jam. Jimmy membawa troli berisi makanan kalengan yang cukup sampai akhir video, tetapi sebelum mengisinya, ia menawarkan alternatif: ponsel yang hanya berisi aplikasi DoorDash, tanpa fitur telepon atau SMS, yang bisa dipakai kapan saja untuk memesan apa saja. Syaratnya, Armando harus menerima apa pun yang ada di dalam kotak misteri untuk tinggal bersamanya di pesawat selama 24 jam. Jimmy membuat suasananya menakutkan, dengan isyarat bahwa "ada yang bernapas" di dalam kotak dan candaan soal ular.

Dengan alasan pengalaman 22 tahun di militer, Armando memilih DoorDash. Isi kotaknya ternyata Nolan, anggota kru Jimmy. Armando justru senang karena belum banyak berinteraksi dengan manusia. Nolan langsung mengancam akan menekan tombol-tombol di kokpit dan bercanda soal "penghancuran diri", sehingga ia dilarang masuk kokpit. Malam itu mereka memesan taco dan berbagai barang, dan Armando mengakui makanan itu jauh lebih enak dari ayam kalengan.

Keesokan harinya Jimmy kaget mendapati pesawat penuh dekorasi yang dipesan lewat DoorDash, termasuk pohon. Karena jet harus terbang hari itu, semuanya harus dibuang. Setelah Jimmy pergi untuk syuting video lain, Nolan dan Armando diam-diam terbang ke Florida Keys. Jimmy mengaku baru mengetahuinya saat melihat rekaman. Masa 24 jam Nolan berakhir di sana, dan Nolan turun sepanjang hari sebelum mereka terbang kembali ke Georgia untuk menjemput tim.

Nyaman, Tetapi Tetap Sendirian

Setelah sendirian lagi, Armando memakai DoorDash untuk bao buns, pasta, serta buah dan sayur segar, lalu juga untuk perlengkapan kebersihan, vacuum cleaner, dan resistance band. Ia mengatakan merasa nyaman dan sudah menjadikan jet ini rumahnya.

Namun ada satu hal yang tidak bisa dipesan. Armando bercerita pernah mengunjungi 70 negara, mendaki Kilimanjaro, balap motor, dan menerbangkan berbagai pesawat, dan ia ingin mengajak istri serta putrinya keliling dunia dengan jet ini. Ia mengakui bahwa meski sudah punya tempat tidur dan DoorDash, ia tetap sendirian, dan saat-saat menyenangkan hanya ketika Jimmy dan tim datang atau ketika mereka bepergian. Jimmy berkata bahwa di setiap video dengan peserta yang tinggal lama, isolasi pada akhirnya selalu mulai berpengaruh.

16:01

Hari ke-40: Liburan Seharga $1

Jimmy sedang menjelajahi kuil kuno di tengah hutan, jadi ia mengirim Karl dan Chandler. Mereka menawarkan "liburan" bersama mereka seharga $50.000, lalu menurunkannya menjadi $25.000, $10.000, dan akhirnya $1. Armando menerima tawaran terakhir. Liburannya awalnya mengecewakan, hanya piring buah kecil, tetapi kemudian ada sistem proyektor untuk menonton film.

Hari berikutnya Armando merasa jatuh. Ia menjelaskan bahwa hari setelah kunjungan sering menjadi yang terberat: saat kunjungan ada banyak aktivitas dan orang untuk diajak bicara, lalu ia kembali sendirian dengan pikirannya. Ia membuat rutinitas berlatih terbang seharian di kokpit, tetapi berkhayal tentang penerbangan justru membuatnya makin merindukan keluarga. Ia selalu membawa boneka kecil milik putrinya dan bertanya-tanya apakah putrinya merindukannya. Menjelang hari ke-50, ia mengaku menyesal tidak bisa hadir untuk keluarganya dan heran bahwa ia belum sekalipun menginjakkan kaki di luar pesawat.

19:21

Hari ke-50: Bertemu Keluarga di Dalam Jet

Saat Jimmy datang, Armando berkata ia tidak tahu apa yang terjadi di dunia luar dan belum melihat siapa pun selain tim. Ini pertama kalinya ia berpisah selama itu dengan keluarganya tanpa bisa berbicara. Jimmy lalu menelepon istrinya, yang langsung bersedia menemuinya di bandara. Armando segera menyiapkan pesawat sambil mengingatkan dirinya agar tidak berlari keluar ketika melihat mereka.

Keluarganya naik ke jet. Armando menyambut mereka dengan "selamat datang di rumahku", mengaku belum mandi sejak meninggalkan rumah, dan mereka berpiknik kecil di dalam jet. Jimmy menilai pertemuan itu memberi suntikan semangat yang sangat dibutuhkan. Namun kembali ke hanggar terasa "agak tidak nyata", dan Armando khawatir keluarga yang terus ada di pikirannya selama 50 hari berikutnya justru akan membuat tantangan lebih berat. Ia juga mulai merasa claustrophobic dan kembali menyamakan jet itu dengan penjara.

21:47

Hari ke-60: Mengembalikan $50.000 Demi Ruang

Armando menduga tawaran berikutnya adalah pilihan antara ruang tambahan dan uang tambahan, dan ia sudah gamang karena merasa butuh lebih dari $100.000 hanya untuk menerbangkan dan menyimpan jet. Dugaannya tepat. Jimmy membawa platform yang menempel ke jet, berisi gym lengkap dan trampolin. Karena didesain seperti jet dan menyentuh jet, platform itu dihitung sebagai bagian dari jet. Di sana Armando bisa berdiri di luar kabin, menghirup udara segar, bahkan tidur.

Harganya $50.000, yaitu uang yang sama yang ia menangkan di hari ke-10 dan yang menurutnya ia butuhkan untuk merawat jet. Jimmy menuntut jawaban ya atau tidak dengan hitungan mundur, dan Armando memilih ruang.

Sebelum menikmatinya, Armando harus menerbangkan Jimmy dan tunangannya, Thea, ke lereng ski indoor terbesar di Amerika di New York, lalu ke Florida untuk makan malam privat bersama Chef Gordon Ramsay. Setelah itu ia akhirnya menikmati apa yang ia sebut "halaman": tempat duduk sambil minum kopi yang ia sebut "kerajaanku". Ruang itu juga mengubah latihannya. Dulu ia kesulitan berjalan 1 mil per hari, sekarang ia melaporkan bisa berjalan 3,5 mil dalam kurang dari satu jam.

Hari ke-70 yang Dilewatkan dan Beratnya Isolasi

Jimmy sengaja tidak datang di hari ke-70. Saat mengecek, ia melihat Armando jauh lebih baik dan khawatir tantangannya menjadi terlalu mudah. Armando mencatat hari demi hari tanpa kabar, dari hari ke-71 sampai ke-74, dan mulai mengira Jimmy melupakannya. Ia mengatakan awalnya ia mengira tantangannya adalah terbang ke seluruh negeri, ternyata tidak. Menurut Jimmy, halaman itu memang memperbaiki kualitas hidup Armando, tetapi tidak bisa memberinya yang paling ia butuhkan, yaitu interaksi. Armando bahkan melambai pada jet Hawker lain yang lepas landas dan berharap bisa ikut terbang pergi.

24:40

Hari ke-80: Perburuan Barang DoorDash di 10 Kota

Jimmy muncul di hari ke-80 dan meminta maaf karena melewatkan hari ke-70 untuk berkencan dengan tunangannya. Ia mengingatkan bahwa bahan bakar jet pribadi mahal, lalu menawarkan kesempatan memenangkan uang. Ada 10 kartu berisi koordinat bandara di seluruh negeri. Armando harus terbang ke setiap kota, memesan barang lewat DoorDash di sana, dan mengumpulkan 10 barang sebelum hari ke-90. Jika berhasil, Jimmy dan DoorDash akan memberinya $50.000. Armando menyebut uang ini penentu antara mewujudkan mimpi semua orang atau mengecewakan mereka, jadi ia merencanakan semuanya dalam 8 hari untuk berjaga-jaga.

Perburuan dimulai di Cleveland dengan power bank. Di Charlotte ia menjadwalkan pengiriman lebih dulu karena sudah tahu alamat dan jam kedatangannya. Lalu ke Providence, Rhode Island, dan tiga pesanan berikutnya selesai dengan lancar. Kemudian muncul masalah pada pesawat. Salah satu gear strut bermasalah, sehingga mereka harus mendarat dan menginap di Denver sampai mekanik memperbaikinya. Setelah mengambil board game di Jackson Hole, Wyoming, hambatan berikutnya datang dari cuaca. Penerbangan ke Portland, Oregon tidak memungkinkan dan mereka dialihkan ke Driggs, Idaho. Armando kehilangan satu hari. Setelah mengambil perlengkapan berkemah di Portland, ia sudah mengumpulkan 7 dari 10 barang dengan sisa 3 hari, dan ia merasa tidak boleh salah lagi. Barang terakhir adalah speaker Bluetooth di Tampa, Florida, yang tiba 15 menit setelah dipesan. Ia kembali ke hanggar dan menerima $50.000.

29:13

Hari ke-90: Tawaran $500.000 untuk 100 Hari Lagi

Jimmy lalu mengajukan tawaran terbesar. Di hari ke-100 Armando akan memenangkan jet, tetapi ia juga bisa mendapat $500.000, cukup untuk menerbangkan jet sesukanya, asalkan bersedia menjalani 100 hari lagi di dalam jet dalam video baru. Armando punya 10 hari untuk memutuskan.

Ia menimbang dengan serius. Ia merasa sudah punya semua yang dibutuhkan: dekorasi, tempat tidur, dan DoorDash. Ia rindu keluarganya, tetapi merasa tidak perlu khawatir karena mereka punya jaringan dukungan yang baik. Ia menghitung bahwa jika menerima semua tawaran Jimmy ia akan mendapat $100.000, Lamborghini, dan jet pribadi, sementara $500.000 "bisa membayar segalanya". Jet itu bisa dijual $2,5 juta, tetapi dengan tambahan $500.000 ia bisa mempertahankannya lebih dari beberapa bulan dan terbang ke mana saja. Ia menyebut Italia, Kroasia, Tanzania, Polandia, Martha's Vineyard, Miami, Mexico City, Buenos Aires, Santiago, dan Jepang. Pikirannya bolak-balik antara "ambil jetnya, pulang" dan "uang besar, mungkin bisa mengubah segalanya", sekaligus menyadari bahwa itu berarti 100 hari lagi jauh dari keluarga. Sampai pagi hari ke-100 ia belum memutuskan.

31:02

Hari ke-100: Keputusan di Kokpit

Dengan sisa 10 menit, Jimmy mengajak Armando menghabiskan menit terakhir di kokpit, dan Jimmy mengaku baru sadar ia belum pernah duduk di sana. Sebelum Armando menyebutkan pilihannya, keluarganya dibawa masuk oleh Tareq. Jimmy memberi tahu mereka soal tawaran $500.000 untuk 100 hari berikutnya. Keluarganya langsung berteriak agar Armando menolak: "Apapun itu, bilang nggak!" Seorang dari mereka menambahkan, "Aku sudah cukup menderita!"

Jimmy meminta Armando ke bagian belakang dan menjelaskan konsekuensinya. Jika Armando turun sekarang, video berakhir dan ia pulang membawa hadiah terbesar yang pernah diberikan di channel itu. Jika ia tetap di dalam, ia akan masuk ke video baru untuk memperebutkan $500.000. Jawaban lisan Armando tidak tercatat jelas dalam rekaman. Adegan berikutnya memperlihatkan Jimmy menyerahkan akta kepemilikan jet pribadi yang resmi atas nama keluarga Armando. Keluarganya bersorak bahwa mereka kini punya jet pribadi. Ketika ditanya mau ke mana, jawaban mereka adalah Orlando.