Bertahan 100 Hari di Dalam Jet Pribadi: Kisah Armando dan Tawaran-Tawaran MrBeast
MrBeast ミスタービーストMrBeast (Jimmy) membeli sebuah jet pribadi mewah seharga $2,5 juta dan menawarkannya kepada seorang pilot bernama Armando. Syaratnya sederhana di atas kertas: Armando harus tinggal di dalam jet selama 100 hari. Jika ada bagian tubuhnya yang menyentuh tanah di luar pesawat, tantangan berakhir dan ia gagal mendapatkan jet itu. Video ini mengikuti 100 hari tersebut. Isinya bukan hanya soal ketahanan fisik, tetapi juga rangkaian pilihan sulit yang diajukan Jimmy setiap 10 hari, kesepian, kerinduan pada keluarga, dan pertanyaan apakah Armando sanggup membiayai jet itu jika menang.
Hari Pertama: Penerbangan Uji dan Kehidupan Tanpa Dapur atau Shower
Tantangan dimulai begitu Armando masuk ke pesawat. Jimmy lebih dulu mengajak terbang sebentar untuk melihat apakah Armando "pilot beneran". Penerbangan dan pendaratannya mulus, dan Jimmy memuji hasilnya. Setelah dua jam berjalan, aturan utama ditegaskan: jangan sentuh tanah.
Armando lalu memperkenalkan "rumah" barunya. Ada ruang yang ia sebut kantor, ruang makan, dan tempat tidur. Ia juga menyebut kekurangannya: tidak ada dapur sungguhan, hanya microwave dan troli pesawat berisi daging kalengan, serta tidak ada shower. Jimmy menekankan bahwa jet ini memang kendaraan kelas atas, tetapi tidak dirancang untuk ditinggali manusia. Malam pertama Armando tidur di kursi, dan di hari kedua ia mengakui jet itu ternyata tidak nyaman untuk tidur.
Jet yang Dipakai Orang Lain, Sementara Pilotnya Terkurung
Sejak hari kedua, Jimmy dan teman-temannya memanfaatkan jet untuk keperluan mereka sendiri. Armando menerbangkan mereka ke pertandingan hoki di New York. Mereka bahkan menawarinya tiket, dengan peringatan bahwa jika ia turun, ia kalah. Armando tetap tinggal di pesawat dan berlatih yoga selama yang lain menonton. Keesokan harinya mereka terbang lagi ke Miami. Armando mengaku senang jetnya dipakai, tetapi ia juga mengatakan sangat merindukan istri dan anaknya, padahal masih ada 96 hari.
Hari-hari berikutnya di hanggar diisi rutinitas darurat. Ia berolahraga dengan jalan kepiting, yang ternyata lebih melelahkan dari dugaannya. Ia memasak sayur campur di microwave untuk sarapan dan membersihkan diri dengan Dude Wipes karena tidak ada shower. Soal tidur belum terpecahkan: sofa membuat lehernya pegal, dan hanya ada satu tempat di pesawat tempat ia bisa meluruskan badan.
Karena tidak tahan terus menatap empat dinding, Armando terbang ke Niagara Falls dan melihatnya dari ketinggian 4.000 kaki. Ia menjelaskan bahwa Hawker ini pesawat yang membutuhkan dua pilot, jadi ia ditemani kopilot. Bedanya, kopilot itu boleh turun dari pesawat, sedangkan dunia Armando berakhir di anak tangga pintu.
Hari ke-10: Shower atau $50.000
Di hari ke-10 Jimmy datang dan memperkenalkan pola utama video: setiap 10 hari Armando akan menerima sebuah tawaran. Tawaran pertama adalah pilihan antara shower yang dipasang langsung ke jet, yang dihitung sebagai bagian dari jet sehingga tidak mendiskualifikasi, atau koordinat ke landasan tempat seseorang menunggu dengan uang tunai $50.000.
Armando sempat masuk ke shower itu dan terkesan. Menurutnya, yang menarik bukan hanya airnya, tetapi juga ruang kosong tempat ia bisa berdiri. Meski begitu, ia memilih uang. Alasannya, ia "ditakdirkan terbang" dan pesawat ini harus terbang. Jimmy mengaku tidak menyangka tawaran shower ditolak. Menurut Jimmy, $50.000 itu ditambah jet $2,5 juta bisa menjadikan Armando pemenang dengan bayaran tertinggi dalam sejarah channel. Armando bercanda bahwa masalah terbesarnya malam itu adalah di mana menyimpan uang tersebut, dan ia menyamakan dirinya dengan Wolf of Wall Street.
Masalah yang Sebenarnya: Biaya Memiliki Jet
Uang itu memunculkan pertanyaan baru di kepala Armando: jika ia benar-benar mendapat kuncinya, apakah jet itu dijual atau disimpan? Ia menghitung sendiri bahwa memiliki pesawat ini selama tiga bulan setelah tantangan butuh sekitar $8.000 untuk hanggar, $10.000 untuk asuransi, dan $30.000 untuk perawatan. Jimmy menjelaskan bahwa karena biaya jet pribadi bisa menumpuk, sepanjang video Armando punya kesempatan memenangkan hingga satu juta dolar lagi dalam bentuk hadiah dan uang, supaya ia benar-benar bisa mempertahankan jet itu. Armando membayangkan keluarga dan teman-temannya bepergian bersama dengan pesawat ini, lalu menyimpulkan bahwa ia harus memenangkan lebih banyak uang dari Jimmy.
Armando, yang bertugas 22 tahun di militer, mengatakan pengalaman itu membantunya. Ia menggambarkan pola emosi yang menurutnya biasa terjadi: mula-mula bersemangat, lalu masuk ke ritme, lalu membenci hidup dan semua pilihan hidup, sampai akhirnya mulai melihat cahaya di ujung terowongan. Di minggu kedua ia mencatat tugas-tugas hariannya di sebuah daftar. Namun masalah tidur belum membaik. Ia tidak bisa tidur tanpa ada bagian tubuh yang sakit, latihannya buruk, perutnya tidak enak, dan percobaan tidur di sofa "gagal total".
Hari ke-20: Kasur Tiup atau Peti Misteri
Karena Jimmy sedang syuting video pembagian satu juta porsi makanan di Philadelphia, Armando terbang ke sana dan disambut dengan Philly cheesesteak. Penerbangan pulang ke North Carolina hanya 48 menit.
Kali ini tawaran diberikan lebih awal supaya Armando bisa mencobanya semalam. Pilihannya adalah kasur tiup yang dibuat khusus untuk pesawat ini, atau koordinat ke peti misteri di suatu tempat di dunia yang isinya bisa $250.000, Tesla, atau bahkan sesuatu yang lebih mahal dari jet. Armando tidur nyenyak untuk pertama kalinya, sambil berbagi kasur dengan cheesesteak, dan menggambarkannya seperti tidur di atas awan. Narasi Jimmy menyebut hadiah misterinya sebenarnya bernilai $250.000.
Armando memilih kasur. Ia ingin bermain untuk jangka panjang dan berkata tidak bisa menerbangkan pesawat tanpa tidur yang cukup. Isi peti itu kemudian diungkap: sebuah Lamborghini. Karl menanggapi bahwa Armando yang rugi. Armando menerima keputusannya dengan tenang dan yakin kasur itu akan membuat tubuhnya bertahan 80 hari lagi.
Larangan Terbang dan Lamunan Tentang Makanan
Dengan semangat baru, Armando mulai mempelajari manual pesawatnya yang tebalnya sekitar 2.000 halaman. Ketika ia ingin membawa pesawat ke suatu tempat, Jimmy mengubah aturan: untuk sisa tantangan, Armando tidak boleh terbang tanpa izin. Ia tetap harus berlatih, karena menurut Jimmy nanti ia akan menghadapi tantangan terbesar dalam karier pilotnya. Armando pun berlatih di kokpit, memasukkan rute, kecepatan lepas landas, kecepatan jelajah, kecepatan darurat, dan angka performa.
Namun pikirannya terus melayang ke makanan: masakan Creole dan beignet di New Orleans, seafood Charleston, pizza New York, sandwich Kuba dan empanada di Key West, sampai barbekyu. Jimmy menilai wajar, mengingat hampir sebulan Armando makan makanan kalengan yang menurut Armando sendiri baunya seperti makanan kucing.
Hari ke-30: DoorDash dengan Harga Satu Hari Bersama Nolan
Di hari ke-30, persediaan makanan Armando hanya cukup untuk 24 jam. Jimmy membawa troli berisi makanan kalengan yang cukup sampai akhir video, tetapi sebelum mengisinya, ia menawarkan alternatif: ponsel yang hanya berisi aplikasi DoorDash, tanpa fitur telepon atau SMS, yang bisa dipakai kapan saja untuk memesan apa saja. Syaratnya, Armando harus menerima apa pun yang ada di dalam kotak misteri untuk tinggal bersamanya di pesawat selama 24 jam. Jimmy membuat suasananya menakutkan, dengan isyarat bahwa "ada yang bernapas" di dalam kotak dan candaan soal ular.
Dengan alasan pengalaman 22 tahun di militer, Armando memilih DoorDash. Isi kotaknya ternyata Nolan, anggota kru Jimmy. Armando justru senang karena belum banyak berinteraksi dengan manusia. Nolan langsung mengancam akan menekan tombol-tombol di kokpit dan bercanda soal "penghancuran diri", sehingga ia dilarang masuk kokpit. Malam itu mereka memesan taco dan berbagai barang, dan Armando mengakui makanan itu jauh lebih enak dari ayam kalengan.
Keesokan harinya Jimmy kaget mendapati pesawat penuh dekorasi yang dipesan lewat DoorDash, termasuk pohon. Karena jet harus terbang hari itu, semuanya harus dibuang. Setelah Jimmy pergi untuk syuting video lain, Nolan dan Armando diam-diam terbang ke Florida Keys. Jimmy mengaku baru mengetahuinya saat melihat rekaman. Masa 24 jam Nolan berakhir di sana, dan Nolan turun sepanjang hari sebelum mereka terbang kembali ke Georgia untuk menjemput tim.
Nyaman, Tetapi Tetap Sendirian
Setelah sendirian lagi, Armando memakai DoorDash untuk bao buns, pasta, serta buah dan sayur segar, lalu juga untuk perlengkapan kebersihan, vacuum cleaner, dan resistance band. Ia mengatakan merasa nyaman dan sudah menjadikan jet ini rumahnya.
Namun ada satu hal yang tidak bisa dipesan. Armando bercerita pernah mengunjungi 70 negara, mendaki Kilimanjaro, balap motor, dan menerbangkan berbagai pesawat, dan ia ingin mengajak istri serta putrinya keliling dunia dengan jet ini. Ia mengakui bahwa meski sudah punya tempat tidur dan DoorDash, ia tetap sendirian, dan saat-saat menyenangkan hanya ketika Jimmy dan tim datang atau ketika mereka bepergian. Jimmy berkata bahwa di setiap video dengan peserta yang tinggal lama, isolasi pada akhirnya selalu mulai berpengaruh.
Hari ke-40: Liburan Seharga $1
Jimmy sedang menjelajahi kuil kuno di tengah hutan, jadi ia mengirim Karl dan Chandler. Mereka menawarkan "liburan" bersama mereka seharga $50.000, lalu menurunkannya menjadi $25.000, $10.000, dan akhirnya $1. Armando menerima tawaran terakhir. Liburannya awalnya mengecewakan, hanya piring buah kecil, tetapi kemudian ada sistem proyektor untuk menonton film.
Hari berikutnya Armando merasa jatuh. Ia menjelaskan bahwa hari setelah kunjungan sering menjadi yang terberat: saat kunjungan ada banyak aktivitas dan orang untuk diajak bicara, lalu ia kembali sendirian dengan pikirannya. Ia membuat rutinitas berlatih terbang seharian di kokpit, tetapi berkhayal tentang penerbangan justru membuatnya makin merindukan keluarga. Ia selalu membawa boneka kecil milik putrinya dan bertanya-tanya apakah putrinya merindukannya. Menjelang hari ke-50, ia mengaku menyesal tidak bisa hadir untuk keluarganya dan heran bahwa ia belum sekalipun menginjakkan kaki di luar pesawat.
Hari ke-50: Bertemu Keluarga di Dalam Jet
Saat Jimmy datang, Armando berkata ia tidak tahu apa yang terjadi di dunia luar dan belum melihat siapa pun selain tim. Ini pertama kalinya ia berpisah selama itu dengan keluarganya tanpa bisa berbicara. Jimmy lalu menelepon istrinya, yang langsung bersedia menemuinya di bandara. Armando segera menyiapkan pesawat sambil mengingatkan dirinya agar tidak berlari keluar ketika melihat mereka.
Keluarganya naik ke jet. Armando menyambut mereka dengan "selamat datang di rumahku", mengaku belum mandi sejak meninggalkan rumah, dan mereka berpiknik kecil di dalam jet. Jimmy menilai pertemuan itu memberi suntikan semangat yang sangat dibutuhkan. Namun kembali ke hanggar terasa "agak tidak nyata", dan Armando khawatir keluarga yang terus ada di pikirannya selama 50 hari berikutnya justru akan membuat tantangan lebih berat. Ia juga mulai merasa claustrophobic dan kembali menyamakan jet itu dengan penjara.
Hari ke-60: Mengembalikan $50.000 Demi Ruang
Armando menduga tawaran berikutnya adalah pilihan antara ruang tambahan dan uang tambahan, dan ia sudah gamang karena merasa butuh lebih dari $100.000 hanya untuk menerbangkan dan menyimpan jet. Dugaannya tepat. Jimmy membawa platform yang menempel ke jet, berisi gym lengkap dan trampolin. Karena didesain seperti jet dan menyentuh jet, platform itu dihitung sebagai bagian dari jet. Di sana Armando bisa berdiri di luar kabin, menghirup udara segar, bahkan tidur.
Harganya $50.000, yaitu uang yang sama yang ia menangkan di hari ke-10 dan yang menurutnya ia butuhkan untuk merawat jet. Jimmy menuntut jawaban ya atau tidak dengan hitungan mundur, dan Armando memilih ruang.
Sebelum menikmatinya, Armando harus menerbangkan Jimmy dan tunangannya, Thea, ke lereng ski indoor terbesar di Amerika di New York, lalu ke Florida untuk makan malam privat bersama Chef Gordon Ramsay. Setelah itu ia akhirnya menikmati apa yang ia sebut "halaman": tempat duduk sambil minum kopi yang ia sebut "kerajaanku". Ruang itu juga mengubah latihannya. Dulu ia kesulitan berjalan 1 mil per hari, sekarang ia melaporkan bisa berjalan 3,5 mil dalam kurang dari satu jam.
Hari ke-70 yang Dilewatkan dan Beratnya Isolasi
Jimmy sengaja tidak datang di hari ke-70. Saat mengecek, ia melihat Armando jauh lebih baik dan khawatir tantangannya menjadi terlalu mudah. Armando mencatat hari demi hari tanpa kabar, dari hari ke-71 sampai ke-74, dan mulai mengira Jimmy melupakannya. Ia mengatakan awalnya ia mengira tantangannya adalah terbang ke seluruh negeri, ternyata tidak. Menurut Jimmy, halaman itu memang memperbaiki kualitas hidup Armando, tetapi tidak bisa memberinya yang paling ia butuhkan, yaitu interaksi. Armando bahkan melambai pada jet Hawker lain yang lepas landas dan berharap bisa ikut terbang pergi.
Hari ke-80: Perburuan Barang DoorDash di 10 Kota
Jimmy muncul di hari ke-80 dan meminta maaf karena melewatkan hari ke-70 untuk berkencan dengan tunangannya. Ia mengingatkan bahwa bahan bakar jet pribadi mahal, lalu menawarkan kesempatan memenangkan uang. Ada 10 kartu berisi koordinat bandara di seluruh negeri. Armando harus terbang ke setiap kota, memesan barang lewat DoorDash di sana, dan mengumpulkan 10 barang sebelum hari ke-90. Jika berhasil, Jimmy dan DoorDash akan memberinya $50.000. Armando menyebut uang ini penentu antara mewujudkan mimpi semua orang atau mengecewakan mereka, jadi ia merencanakan semuanya dalam 8 hari untuk berjaga-jaga.
Perburuan dimulai di Cleveland dengan power bank. Di Charlotte ia menjadwalkan pengiriman lebih dulu karena sudah tahu alamat dan jam kedatangannya. Lalu ke Providence, Rhode Island, dan tiga pesanan berikutnya selesai dengan lancar. Kemudian muncul masalah pada pesawat. Salah satu gear strut bermasalah, sehingga mereka harus mendarat dan menginap di Denver sampai mekanik memperbaikinya. Setelah mengambil board game di Jackson Hole, Wyoming, hambatan berikutnya datang dari cuaca. Penerbangan ke Portland, Oregon tidak memungkinkan dan mereka dialihkan ke Driggs, Idaho. Armando kehilangan satu hari. Setelah mengambil perlengkapan berkemah di Portland, ia sudah mengumpulkan 7 dari 10 barang dengan sisa 3 hari, dan ia merasa tidak boleh salah lagi. Barang terakhir adalah speaker Bluetooth di Tampa, Florida, yang tiba 15 menit setelah dipesan. Ia kembali ke hanggar dan menerima $50.000.
Hari ke-90: Tawaran $500.000 untuk 100 Hari Lagi
Jimmy lalu mengajukan tawaran terbesar. Di hari ke-100 Armando akan memenangkan jet, tetapi ia juga bisa mendapat $500.000, cukup untuk menerbangkan jet sesukanya, asalkan bersedia menjalani 100 hari lagi di dalam jet dalam video baru. Armando punya 10 hari untuk memutuskan.
Ia menimbang dengan serius. Ia merasa sudah punya semua yang dibutuhkan: dekorasi, tempat tidur, dan DoorDash. Ia rindu keluarganya, tetapi merasa tidak perlu khawatir karena mereka punya jaringan dukungan yang baik. Ia menghitung bahwa jika menerima semua tawaran Jimmy ia akan mendapat $100.000, Lamborghini, dan jet pribadi, sementara $500.000 "bisa membayar segalanya". Jet itu bisa dijual $2,5 juta, tetapi dengan tambahan $500.000 ia bisa mempertahankannya lebih dari beberapa bulan dan terbang ke mana saja. Ia menyebut Italia, Kroasia, Tanzania, Polandia, Martha's Vineyard, Miami, Mexico City, Buenos Aires, Santiago, dan Jepang. Pikirannya bolak-balik antara "ambil jetnya, pulang" dan "uang besar, mungkin bisa mengubah segalanya", sekaligus menyadari bahwa itu berarti 100 hari lagi jauh dari keluarga. Sampai pagi hari ke-100 ia belum memutuskan.
Hari ke-100: Keputusan di Kokpit
Dengan sisa 10 menit, Jimmy mengajak Armando menghabiskan menit terakhir di kokpit, dan Jimmy mengaku baru sadar ia belum pernah duduk di sana. Sebelum Armando menyebutkan pilihannya, keluarganya dibawa masuk oleh Tareq. Jimmy memberi tahu mereka soal tawaran $500.000 untuk 100 hari berikutnya. Keluarganya langsung berteriak agar Armando menolak: "Apapun itu, bilang nggak!" Seorang dari mereka menambahkan, "Aku sudah cukup menderita!"
Jimmy meminta Armando ke bagian belakang dan menjelaskan konsekuensinya. Jika Armando turun sekarang, video berakhir dan ia pulang membawa hadiah terbesar yang pernah diberikan di channel itu. Jika ia tetap di dalam, ia akan masuk ke video baru untuk memperebutkan $500.000. Jawaban lisan Armando tidak tercatat jelas dalam rekaman. Adegan berikutnya memperlihatkan Jimmy menyerahkan akta kepemilikan jet pribadi yang resmi atas nama keluarga Armando. Keluarganya bersorak bahwa mereka kini punya jet pribadi. Ketika ditanya mau ke mana, jawaban mereka adalah Orlando.
Aku baru beli jet pribadi mewah ini, dan kalau pilot ini bisa bertahan 100 hari terjebak di dalam, jet ini jadi miliknya. Serius, aku habiskan $2,5 juta untuk pesawat ini.
Begitu kamu masuk, 100 hari itu langsung dimulai. Ya ampun. Dan sekarang, jam pertama dari tantangan 100 hari ini dimulai.
Ayo kita mulai dengan menerbangkannya dulu. Ayo. Kita terbang sebentar. Kita akan lihat apakah dia pilot beneran. Maksudmu apa?
Kalau Armando bertahan di pesawat ini selama 100 hari ke depan, jet ini akan jadi miliknya untuk diterbangkan ke mana saja di dunia.
100 hari tinggal di dalamnya. Gampang. Penerbangannya lancar. Pesawat ini keren. Sekarang lihat apakah pendaratannya mulus. Penerbangan yang mantap! Tadi itu keren banget!
Sekarang kamu sudah 2 jam masuk tantangan 100 hari ini. Tapi kalau ada bagian tubuhmu yang menyentuh tanah di luar pesawat, videonya berakhir dan kamu gagal dapat jet pribadi ini. Jangan sentuh tanah.
Semoga berhasil. Sampai jumpa nanti! Mari kita lihat apakah Armando bisa menangkan jet pribadi ini.
Aku harus ngapain sekarang? Ini kantorku biasanya, dan ini ruang makannya. Dan izinkan aku tunjukkan kamar tidurnya. Ini tempat aku tidur selama 3 bulan ke depan.
Aku nggak punya dapur beneran. Cuma ada microwave dan troli pesawat penuh daging kalengan. Aku nggak punya shower. Itu bakal jadi bagian yang sulit.
Dan dia nggak salah. Soalnya meskipun jet ini kendaraan kelas atas, ini nggak dirancang untuk ditinggali manusia. Jadi dalam 100 hari ke depan, semuanya bakal makin sulit.
Dindingnya mulai terasa sempit. Ini kayak di penjara. Mungkin aku berhalusinasi. [bernyanyi] Sinar matahari bikin aku senang. Aku kangen keluarga. Ini nggak bagus. Kita jatuh dari langit. Aku udah capek dengan ini.
Ini malam pertama. Aku nggak punya tempat tidur. Pilihan terbaik mungkin kursi ini. Selamat malam! Ini bakal jadi jet pribadiku.
Ini hari kedua. Mungkin kamu pikir jet ini nyaman… Ternyata nggak nyaman buat tidur.
Hari kedua, dan apa cara terbaik untuk memulai video ini selain pakai jet pribadinya untuk kepentingan kita sendiri! Gaskeun!
Aku dan teman-teman kepikiran, kamu mau terbangkan kita ke pertandingan hoki di New York? Ayo. Kamu bisa ikut, bro. Kami beliin tiket. Ini bukan jebakan? Kalau kamu turun, kamu kalah, tapi kamu tetap bisa nonton. Nanti kita lihat.
Dan dia pun menerbangkan kita ke pertandingan hoki. Tapi begitu kita mendarat… Makasih atas penerbangannya! Aku pengen banget nonton pertandingan hoki. Aku cuma harus tetap di dalam.
Aku penasaran Armando lagi ngapain sekarang. Yoga di pesawat? Iya.
Pakai jet cuma buat nonton hoki itu keren banget sampai besoknya aku dan teman-teman kepikiran untuk terbang lagi. Kamu mau terbangkan kita ke Miami, Florida? Pasti!
Dan itulah enaknya punya jet pribadi, karena kita bisa melakukan apa aja yang kita mau. Oke tim, selamat datang di Miami! Ayo bersenang-senang, bro. Sampai jumpa!
Aku senang mereka pakai jetnya. Aku pengen banget ngobrol sama istri dan anakku. Aku kangen banget. Tapi masih ada 96 hari lagi tantangan ini. Semoga bisa bertahan.
Ini hari pertamaku cuma nongkrong di hanggar. Aku harus cari kegiatan.
Dan dalam beberapa hari ke depan, Armando mulai olahraga. Jalan kepiting. Waduh, ini lebih capek dari yang aku kira.
Masak pakai microwave. Sayur campur untuk sarapan!
Membersihkan diri tanpa shower. Satu-satunya cara bersih-bersih yaitu pakai Dude Wipes. Pastikan kita bersih. Ketiak!
Dan cari tempat untuk tidur. Tempat tidurku payah. Sofa bikin leherku pegel. Ini satu-satunya tempat di pesawat ini di mana aku bisa luruskan badan.
Tapi itu pun nggak cukup buat Armando merasa nyaman. Aku nggak tahan lihat empat dinding ini terus. Kita harus terbangkan pesawat ini. Dan pagi berikutnya, dia benar-benar melakukannya.
Aku belum pernah dapat kunci jet sebelumnya. Pergi ke mana saja yang kumau. Kita akan ke Niagara Falls. Aku mau lihat dari udara. Itu keren banget! Bilang aja ini hal paling keren yang pernah kamu lihat.
Kita berada di ketinggian 4000 kaki di atas Niagara Falls. Nggak ada jet lain yang bisa begini. Hawker ini pesawat yang butuh dua pilot. Aku punya kopilot keren yang menemani. Kantor terbaik di dunia! Emang kantor terbaik.
Tapi tidak seperti Armando, kopilotnya bisa turun dari pesawat. Batas duniaku ada di situ. Dan meski dia nggak bisa menuruni tangga itu, di hari ke-10, aku menemukan celah sempurna untuk mengubahnya.
Aku teriak dan kamu nggak berhentiin pintunya? Nggak. Gimana rasanya 10 hari terakhir ini? Jimmy, nggak ada shower, nggak ada tempat tidur. Nggak ada dapur beneran. Tapi secara keseluruhan lumayan. Aku kira dia nggak bakal bilang begitu.
Tapi aku mungkin punya solusi untukmu. Setiap 10 hari, aku akan memberimu penawaran untuk jet pribadi ini. Dan penawaran hari ke-10-mu adalah pilihan. Kamu bisa memilih antara menerima koordinat ini yang akan mengarahkanmu ke landasan dengan $50.000 tunai atau— Alpha, bawa barangnya.
Aku pasang shower untuk jet pribadimu, dan sebelum kamu memutuskan, kurasa setidaknya kamu harus lihat showernya dulu. Dan karena ini jelas jadi bagian dari jetmu, kamu nggak akan didiskualifikasi kalau masuk ke sana.
Ini shower beneran. Dan meski kamu nggak butuh, ada shamponya juga. Ya. Ini bukan cuma soal shower. Ini ruang kosong. Aku bisa berdiri. Ini luar biasa.
Saatnya memutuskan. Shower untuk 90 hari atau $50.000 tunai. Kamu mau yang mana? Shower untuk 90 hari bakal menyenangkan. Tapi aku pilih uangnya. Wah! Apa? Ya ampun.
Aku ditakdirkan terbang, pesawat ini harus terbang. Ayo kita ambil. Aku nggak nyangka dia menolak shower. Selamat mengambil $50.000-nya! Nggak sabar!
Dan sekarang kupikir-pikir dengan pilot ini, tawaran shampo ternyata nggak cukup menarik. Seseorang akan menunggu kita di koordinat ini dengan $50.000 tunai. Yang bersama jet $2,5 juta-nya, bisa membuat Armando pemenang dengan bayaran tertinggi dalam sejarah channel ini.
$50.000 untuk nggak mandi. Nggak perlu mikir dua kali. Masalah terbesarku malam ini adalah di mana aku akan menyimpan $50.000? Sekarang aku bisa bawa keluargaku jalan-jalan. Aku bisa tidur dengan bau wangi uang malam ini.
Tugas paling aneh dalam tantangan ini sejauh ini adalah bagaimana mengatur uang ini agar tidak memakan tempat di pesawatku. Aku kayak Wolf of Wall Street. Aku mungkin bakal tidur di atas uang.
$50.000 mungkin membantu soal tempat tidurnya, tapi ini menciptakan masalah baru di kepala Armando. Apa yang harus kulakukan dengan benda ini kalau benar-benar dapat kuncinya? Jual? Atau simpan?
Memiliki jet ini akan jadi mimpi yang jadi kenyataan bagi Armando. Tapi ada satu masalah besar. Aku baru hitung-hitungan sebentar. Setelah tantangan, kalau aku punya pesawat ini selama 3 bulan, butuh $8.000 untuk hanggar, $10.000 asuransi, $30.000 perawatan.
Jelas, biaya jet pribadi bisa menumpuk, makanya, sepanjang video ini, dia punya kesempatan menang hingga satu juta dolar lagi di atas jet $2,5 juta-nya dalam hadiah dan uang, jadi kalau dia menang jet ini, dia benar-benar bisa mempertahankannya dan mewujudkan mimpi keluarganya.
Aku nggak bisa berhenti membayangkan keluarga dan teman-temanku di pesawat ini bersenang-senang pergi ke suatu destinasi. Aku bisa membayangkannya. Sepertinya aku harus menang lebih banyak uang dari Jimmy.
Aku merasa pengalaman militer membantu persiapanku untuk ini. Aku selalu mulai dengan semangat dan senang berada di sini. Lalu kamu masuk ke ritmenya, dan kemudian kamu benci hidupmu dan semua pilihan hidupmu. Lalu kamu mulai melihat cahaya di ujung terowongan.
Ini dua minggu! Dua minggu masuk tantangan ini. Armando berusaha tetap optimis. Makanan yang enak! Naikkan level dengan Feastables.
Ini caraku mencatat tugas-tugasku. Ini daftar yang belum kulakukan hari ini dan aku pindahkan seiring berjalannya hari.
Tapi bahkan dengan sikap positif, dia mungkin nggak bisa bertahan 100 hari karena situasi tidurnya yang buruk nggak membaik.
Aku nggak bisa tidur tanpa ada yang sakit. Naik turun, naik turun terus. Ini hari pertama tubuhku nggak kooperatif. Latihanku payah. Perutku nggak enak. Aku nggak tidur nyenyak semalam. Aku coba tidur di sofa lagi semalam. Hasilnya gagal total. Yang tengah ini. Itu perasaanku hari ini.
Aku penasaran banget dengan tawarannya besok, tapi aku butuh tempat tidur.
Aku punya penawaran sempurna untuk Armando, tapi karena aku sedang syuting video bagi-bagi satu juta makanan, dia harus datang ke lokasiku. Ini dia.
Dan sebagai terima kasih untuk penerbangannya, aku bawa Armando makanan spesial. Karena kita di Philadelphia, kami bawakan kamu Philly cheesesteak.
Berapa lama penerbangan ke North Carolina? 48 menit. Cuma segitu? Wah, jet pribadi emang keren. Besok hari ke-20. Cepet banget waktunya! Oke, ayo kita pergi. Gaskeun!
Biasanya, tawaranku datang di hari ke-20, tapi biar dia bisa menikmatinya, aku kasih Armando kesempatan untuk mencobanya dulu.
Penawaran hari ke-20-mu adalah kasur tiup custom khusus untuk pesawat ini atau… aku kasih koordinat ke peti misteri yang tersembunyi di suatu tempat di dunia. Dan di dalam peti itu bisa ada apa saja. Bisa $250.000. Bisa juga Tesla. Bisa jadi lebih mahal dari jet ini sendiri. Waduh. Kita ketemu besok untuk keputusanmu.
Aku tinggalkan Armando semalaman, kupikir dia akan mencoba kasurnya. Tapi aku nggak nyangka dia akan berbagi kasur dengan cheesesteak. Kayaknya dia butuh tidur banget.
Ini pertama kalinya aku tidur nyenyak di pesawat ini. Mari lihat apakah dia memilih kasur tiup ini… atau hadiah misteri. Yang sebenarnya bernilai $250.000.
Tok, tok. Ada orang di dalam? Masuk! Selamat datang. Ini hari ke-20! Silakan masuk ke ruang tamu, ruang makan, dan kamar tidurku.
Jujur, gimana tidurmu tadi malam? Rasanya kayak tidur di atas awan-awan kecil. Menurutmu kalau punya kasur ini bakal bikin kamu lebih mungkin bertahan 100 hari? Aku yakin dengan ini, tubuhku bisa bertahan 100 hari.
Tapi di sisi lain, di suatu koordinat acak tersembunyi di planet ini ada kotak misteri. Ini sesuatu yang bisa kurasakan sekarang. Aku nggak bisa menerbangkan pesawat kalau nggak tidur nyenyak.
Kamu lebih memilih kasur tiup ini atau hadiah misteri yang luar biasa besar? Aku ingin bermain untuk jangka panjang. Aku pilih kasur biar bisa bertahan 100 hari.
Serius? Hadiah misterinya… adalah Lamborghini. Serius? Iya. Ya ampun. Jangan mimpiin Lamborghini malam ini! Nggak. Aku akan menghitungnya dalam tidur.
Nggak nyangka dia menolak tawaran itu. Karl, dia memilih kasur. Oke. Rugi deh dia.
Nolak Lamborghini. Ya sudahlah. Nggak apa-apa. Aku dapat kasur. Ini bakal mengubah segalanya. Dengan ini, tubuhku bisa bertahan 80 hari lagi.
Berkat kasurnya, Armando jadi bersemangat. Bro, aku merasa mataku sudah tertuju pada hadiah utama, yaitu memiliki jet ini. Aku mau belajar tentang pesawatku. Cuma sekitar 2000 halaman. Tapi ini tetap tantangan ketahanan dan bakal semakin sulit.
Hari yang indah untuk terbang. Armando, gimana kabarmu? Aku mau bawa pesawat ini ke suatu tempat. Menarik. Tapi bagaimana kalau untuk sisa tantangan ini kamu nggak boleh terbang kecuali aku mengizinkan?
Tapi kamu harus terus berlatih. Karena nanti di video ini, kamu akan hadapi tantangan terbesar dalam karier pilotmu. Jadi aku akan mulai berlatih kalau jadi kamu. Semoga berhasil. Nggak sabar. Ayo mulai.
Aku berlatih di sini, memasukkan rute, kecepatan lepas landas, kecepatan jelajah, kecepatan darurat, angka performa. Ini bagian dari penerbangan profesional.
Pagi ini aku bangun dan mulai bermimpi tentang... semua tempat impian yang ingin kukunjungi. Dan sementara latihan terbang ini mungkin cara bagus untuk menghabiskan waktu, Armando nggak bisa menahan diri untuk nggak mikirin makanan.
New Orleans salah satu tempat yang pengen kukunjungi. Makanan Creole dan beignet. Banyak masakan enak di sana. Seafood Charleston. Aku sangat suka pizza New York. Terbang ke Key West, sandwich Kuba, dan empanada. Bagaimana dengan barbekyu hari ini?
Nggak heran dia berkhayal tentang makanan karena ini yang dia makan selama hampir sebulan. Jujur saja. Baunya kayak makanan kucing selama 100 hari. Nggak ada yang bilang tantangan ini bakal mudah.
Sudah 30 hari sejak dia mulai tinggal di pesawat ini. Kami punya penawaran sangat spesial. Armando! Hai guys! Ayo turun. Kamu kenal ini? Iya.
Ini troli makanan penuh makanan. Makanan yang sama yang kamu makan selama 30 hari terakhir. Karena kamu hanya punya makanan untuk 24 jam, aku bawa cukup makanan untukmu sampai akhir video. Oke.
Tapi sebelum kami mengisi ulang makanan untuk 70 hari ke depan, aku punya penawaran untukmu. Oke. Kamu bisa menolak ayam dan tuna kalengan yang biasa kamu makan dan sebagai gantinya dapat HP yang ada aplikasi DoorDash yang bisa kamu pakai kapan saja untuk pesan apa saja. Tentu saja, HP ini cuma ada aplikasi DoorDash. Nggak bisa telepon atau SMS.
Tapi syaratnya, kalau kamu pilih DoorDash, kamu harus menerima apa pun yang ada di kotak misteri ini tinggal bersamamu di pesawat selama 24 jam. Satu hari penuh berbagi ruang sempit ini dengan sesuatu yang mengerikan.
Jangan, jangan dibuka. Ada yang bernapas di dalam, ya. Aku pernah 22 tahun di militer. Kurasa aku bisa menanganinya. Aku nggak tahu ini akan mengejutkan siapa pun, tapi aku akan pilih DoorDash. Serius? Iya.
Kalau kamu buka ini, apa pun yang ada di dalam akan tinggal bersamamu 24 jam ke depan. 24 jam. Coba ketuk dulu. Nggak, lebih keras. Apa ular jadi galak kalau diketuk kayak gitu?
Tiga... Ya ampun. Dua... Satu... Buka! Ini beneran! Kamu dapat Nolan. Selamat bersenang-senang, Nolan. Jangan ganggu dia ya. Masa sih aku bakal ganggu?
Aku sangat senang dengan ini. Aku belum benar-benar berinteraksi dengan manusia. Armando jarang berinteraksi selama 30 hari terakhir. Nolan nggak pernah selama 26 tahun.
Gimana kalau aku mulai menghancurkan barang? Aku mau pencet tombol. Apa yang kamu lakukan? Armando! Jangan biarkan dia pencet tombol! Penghancuran diri. Aku nggak tahan. Aku harus pergi. Nolan dilarang masuk kokpit.
Ya ampun, aku sangat senang. Wah, taco! Sepertinya pilihan bagus kalau kamu kelaparan perhatian dan makanan enak. DoorDash! Wanginya enak banget. Ini bukan hukuman terburuk. Nggak tahu kenapa kamu mengeluh tentang makanan. Dasar kamu. Jauh lebih enak daripada ayam kalengan.
Sepertinya malam ini bakal seru. Mari kita lihat siapa pilot sebenarnya. Waduh! Sekarang aku pilotnya.
Jimmy nggak bilang apa yang bisa kamu pesan atau berapa banyak uang yang bisa kamu habiskan di DoorDash. Aku cuma mau taco. Taco. Dan kita akan beli banyak barang dari banyak toko.
Jadi besoknya, ketika aku kembali, aku dapat kejutan yang cukup besar. Nolan— Apa-apaan ini? Lihat ini. Aku nggak tahu, tapi Nolan dan Armando pakai DoorDash untuk pesan banyak barang gila cuma buat hias pesawat.
Ini semua tersedia di DoorDash? Iya. Ini keren sih, tapi aku butuh pesawat ini untuk terbang hari ini. Maksudmu kita harus buang pohon dan lainnya? Maksudku kita harus buang semuanya. Armando, kita harus membersihkan pesawat.
Kita harus bersihkan pesawat agar aman untuk terbang, tapi itu worth it. Karena tempat yang akan kudatangi, kita akan membuat kekacauan lebih besar saat syuting video lain.
Sementara kami meledakkan barang, Nolan dan Armando masih berada di pesawat. Sekarang Jimmy sudah pergi, kita punya beberapa jam. Betul. Kurasa kita harus terbang ke suatu tempat. Oke. Hari ini cuaca bagus untuk terbang ke Florida. Aku setuju.
Dan mereka benar-benar terbang ke Florida Keys, yang baru kuketahui saat melihat rekamannya nanti. Dan kebetulan... Ini akhir 24 jam-ku di pesawat. Pergi sana! Terima kasih sudah menerbangkanku ke Florida Keys. Tidak, pergi dari sini!
Dan dia benar-benar pergi... Aku akan bawa oleh-oleh! ...sepanjang hari. Dan saat mereka terbang kembali ke Georgia untuk menjemput kami, aku sama sekali tidak tahu kalau mereka pernah pergi. 45 menit pulang. Ayo.
Kini Armando sendirian lagi di hanggar, hal pertama yang dilakukannya adalah memesan lebih banyak makanan via DoorDash. Aku bisa pesan hampir apa saja. Malam ini aku mau makan bao buns. Ini pasti jauh lebih enak dari tuna kalengan. Aku pesan pasta. Ini akan jadi makanan enak. Aku bisa makan buah dan sayur segar kapan saja.
Tapi Armando mulai menggunakan aplikasi ini bukan cuma untuk makanan. Aku suka ini. Perlengkapan kebersihan. Ini vacuum cleaner! Oh, ya. Ini luar biasa. Kamu bisa pesan hampir apa saja. Aku pesan resistance band.
Punya DoorDash benar-benar mengubah segalanya. Aku akhirnya merasa nyaman. Aku sudah menjadikan ini rumahku. Aku merasa tenang.
Tapi Armando segera menyadari
Ada satu hal yang tidak bisa dipesan lewat DoorDash.
Aku sangat ingin punya kesempatan menerbangkan pesawat ini keliling dunia bersama keluargaku. Aku punya banyak petualangan seru. Sudah ke 70 negara, mendaki Kilimanjaro, balap motor, terbang berbagai pesawat, dan bertemu orang-orang terbaik di dunia. Aku ingin ajak istri dan putriku yang cantik keliling dunia dengan jet pribadi ini.
Mungkin hal terbesar sekarang, aku sudah punya tempat tidur dan DoorDash dan bisa pesan apa saja. Tapi aku masih sendirian. Saat Jimmy dan tim datang atau kita pergi ke suatu tempat, hanya itu saat-saat aku bisa benar-benar bersenang-senang di sini.
Wajar jika dia mulai merasa kesepian. Di setiap video di mana peserta tinggal untuk waktu lama, pada akhirnya isolasi mulai mempengaruhi mereka. Dan itulah mengapa, ketika Armando akhirnya bertahan 40 hari di dalam jet pribadi, aku ingin dia punya teman. Tapi aku sedang di tengah hutan, menjelajahi kuil kuno, jadi aku mengirim Karl dan Chandler untuk menghiburnya.
Kami punya penawaran keren untukmu. Liburan denganku dan Chandler seharga $50.000.
Ya, kayaknya nggak deh.
$25.000.
Nggak.
$10.000.
Kayaknya nggak.
Kami kasih $1.
Dengan $1? Ambil tawarannya. Ya!
Ini bajumu. Selamat datang. Oke, kita mau ke mana? Ayo buka pintunya. Lihat ini! Ini agak mengecewakan.
Woo! Kamu akan bersenang-senang. Jangan khawatir. Lihat orang kuat ini. Ya, piring buah kecil, ya?
Aku tahu apa yang kamu pikirkan. Kamu berpikir, bagaimana liburan ini bisa lebih baik? Ayo buka pintunya. Sistem proyektor!
Aku suka itu. Ayo nonton film! Malam ini akan setara dengan $50.000. Aku bersenang-senang.
Aku merasa seperti sedang sakaw setelah pesta. Seringkali hari setelah check-in adalah yang tersulit karena di hari check-in, ada banyak aktivitas. Kamu bisa bertemu orang, berbicara dengan orang. Hari ini aku agak down setelah semua itu, sendirian di sini, dengan pikiranku.
Masa-masa ini adalah ujian. Tidak terbang. Hanya menatap dinding. Kurasa tantangan ini tidak akan lebih mudah. Yang paling penting adalah membuat pikiranku sibuk, jadi aku buat rutinitas. Aku duduk di kokpit setiap hari dan berlatih penerbangan seharian. Pit-S check. Checklist selesai.
Tapi Armando sadar bahwa berkhayal tentang penerbangan justru membuatnya merindukan apa yang benar-benar hilang.
Aku bawa boneka kecil putriku ke mana saja. Bahkan saat turbulensi, dia tetap tersenyum dan menari. Aku penasaran apakah dia merindukanku.
Pagi ini aku bangun dan langsung memikirkan keluarga. Aku merindukan mereka. Aku ingin bertemu mereka. Aku hanya ingin memeluk istriku. Kelemahanku adalah keluargaku. Mereka berhak tahu kondisiku. Aku hanya ingin pelukan dan memeluk.
Sudah hampir setengah jalan, hampir hari ke-50. Aku menyesal tidak bisa ada untuk keluargaku. Aku tidak percaya belum sekalipun menginjakkan kaki keluar pesawat ini.
Ini hari ke-50. Mari lihat bagaimana kondisi teman kita. Armando!
Kukira kau melupakanku.
Nggak lah! Gimana kabarmu? Ya ampun. Bagaimana 50 hari pertama tantangan ini?
Aku nggak tahu apa yang terjadi di dunia luar. Aku belum melihat siapa pun selain kalian. Aku rindu keluargaku. Ini pertama kalinya aku berpisah dengan mereka selama ini, tanpa bisa bicara dengan mereka.
Bagaimana kalau kita menelepon mereka?
Aku sangat ingin menelepon. Ya ampun. Aku sudah mau nangis.
Sayang? Sayang! Sayang! Ya Tuhan! Ya Tuhan. Aku merindukanmu. Aku sangat merindukanmu, sayang.
Suamimu sudah menyelesaikan separuh tantangan jet ini. Kamu tahu, kalau dia terbang ke bandaramu, maukah kamu menemuinya dan menghabiskan waktu bersamanya hari ini?
100% mau.
Ya, aku langsung bilang, ayo siapkan pesawat ini. Begitu melihat mereka, aku harus memastikan tidak lari keluar pesawat. Aku nggak sabar menunggu pelukan pertama.
Harus ada marching band saat kita mendarat. Ini akan bikin haru. Maddie, lihat! Aku lihat dia melambai! Wah! Ya ampun.
Aku nggak sabar menunggu anakku lari ke pelukanku. Ya Tuhan. Ya Tuhan. Sayang, hai.
Aku merindukanmu. Aku juga merindukanmu.
Aku tahu aku akan menangis. Biarkan aku berdiri! Selamat datang di rumah! Selamat datang di rumahku. Ya, oke. Feastables! Aku belum mandi sejak hari aku meninggalkan rumah.
Ini lucu banget! Kalian tahu, hanya piknik kecil di jet.
Jelas bahwa bertemu keluarga memberi Armando suntikan semangat yang sangat dibutuhkan. Dan dia menikmati setiap momen yang ada.
Aku tidak percaya aku di sini.
Tapi sayangnya, momen-momen ini selalu berlalu cepat.
Agak tidak nyata kembali ke hanggar setelah menghabiskan sehari bersama keluargaku. Sekarang mereka ada di pikiranku selama 50 hari ke depan. Itu bisa membuat sisa tantangan ini lebih sulit.
Tapi berpisah dengan keluarga bukan satu-satunya yang membebani Armando.
Dinding-dinding mulai terasa sempit. Rasanya semakin sempit di sini. Agak claustrophobic. Astaga! Nggak banyak ruang di jet pribadi. Ini rasanya kayak di penjara.
Hanya ada 4 penawaran lagi sebelum hari ke-100. Kurasa Jimmy akan memberiku penawaran antara ruang tambahan atau mungkin uang tambahan. Ruang tambahan? Itu akan sangat bagus, tapi aku harus memikirkannya, karena aku butuh lebih dari $100.000 hanya untuk menerbangkan dan menyimpannya.
Gimana kabarmu? Selalu senang bertemu denganmu. Bisa kamu ke pintu, Pak? Tentu saja. Menurutmu apa penawarannya?
Kurasa ini akan berkaitan dengan ruang. Bukan ruang angkasa—
Maksudmu kita akan terbang ke luar angkasa?
Nggak, maksudku, kurasa kau akan menawariku ruang tambahan.
Benar sekali! Untuk hari ke-60... Karl! Bawa ke sini! Datang. Halo! Wow! Aku menawarkanmu sebuah gym lengkap! Trampolin! Waduh. Semua yang kamu butuhkan ada di platform ini.
Ya ampun. Ayo ke sini. Wah! Jangan jatuh! Gimana rasanya berdiri di luar jet?
Rasanya luar biasa.
Ini didesain seperti jet, sedang menyentuh jet, jadi bagian dari jet.
Aku bisa tidur di sini.
Kamu bisa buka pintu dan dapat udara segar di sini. Ya ampun. Dan kamu bisa dapat semua ini dengan harga $50.000 saja.
50 ribu?
Uang $50.000 yang sama yang kamu menangkan di hari ke-10. Uang yang katamu kamu butuhkan untuk merawat jet ini.
Satu-satunya yang kubutuhkan adalah ruang. Tapi untuk 50 ribu?
Yang kubutuhkan hanya jawaban ya atau tidak.
Aku suka itu. Bagus.
$50.000 kembali padaku atau $50.000 tetap di kantongmu, tapi kamu terjebak di jet. 10, 9, 8... Mulai hitung. 7, 6... Kami butuh jawaban! 5, 4...
Aku pilih ruang.
Wah! Wah! Serius? Nggak boleh mundur! Ruang ini sekarang milikmu. Tapi sebelum kamu menikmatinya, aku butuh terbang ke New York.
Ayo ke New York!
Sebelum menikmati ruang barunya, Armando harus menerbangkan aku dan tunanganku Thea ke lereng ski indoor terbesar di Amerika. Lalu ke Florida untuk makan malam privat bersama Chef Gordon Ramsay.
Makasih sudah menunggu! Pasti! Ayo pulang! Ayo pulang.
Sekarang akhirnya waktunya Armando mencoba ruang barunya.
Aku akhirnya bisa menghabiskan waktu di apa yang kusebut halaman. Ini luar biasa! Lihat kerajaanku! Aku bisa duduk di sini, minum kopi.
Ruang tambahan juga membuat latihannya lebih mudah.
Dulu aku kesulitan berjalan 1 mil per hari. Baru saja aku berjalan 3,5 mil dalam kurang dari satu jam. Karena aku fokus pada pikiran, tubuhku, dan mencapai 100 hari. Ini seperti punya taman bermain yang menempel di pesawat!
Hari yang cocok untuk Feastables. Rasanya seperti cokelat Eropa mewah. Rasanya enak banget. Feastables dibuat dengan bahan-bahan sederhana berkualitas tinggi. Dapatkan di Walmart, Target, dan 7-Eleven dan bantu kami hentikan pekerja anak di industri cokelat.
Armando sangat senang dengan ruang barunya sampai hampir semua waktunya dihabiskan di sana.
Aku nggak sabar lihat apa yang Jimmy siapkan untuk besok.
Tapi Armando tidak tahu bahwa aku tidak akan berkunjung di hari ke-70, karena saat aku mengecek dan melihat Armando jauh lebih baik, aku khawatir kami membuat tantangan ini terlalu mudah.
Belum dengar kabar dari Jimmy. Belum ada kunjungan. Hari ke-71. Jam demi jam berlalu. Hari ke-72. Tak ada kabar dari Jimmy. 73. Belum dengar dari Jimmy. Hari ke-74. Aku mulai berpikir dia melupakanku.
Saat memulai tantangan ini, kukira tantangannya adalah terbang ke seluruh negeri. Ternyata tidak.
Dan meski halaman telah memperbaiki kualitas hidup Armando, itu tidak bisa memberinya yang paling dibutuhkan: interaksi.
Bayangkan sendirian dan tidak berbicara dengan siapa pun selama 100 hari. Mungkin tantangan terbesarnya adalah isolasi ini. Selamat tinggal, sesama Hawker jet! Aku berharap jadi kamu, bisa terbang pergi. Aku tidak tahu apa yang akan Jimmy tawarkan. Kuharap itu melibatkan terbang.
Ini hari ke-80! Maaf kulewatkan hari ke-70. Aku sedang mengajak tunanganku kencan. Hai, teman-teman! Dalam 20 hari, asalkan kamu tidak menginjak tanah, kamu akan bebas dengan jet $2,5 juta.
Aku nggak sabar. Mimpi terbang dengan keluarga, dengan teman-teman.
Penerbangan mimpi itu mungkin butuh uang. Kamu tahu, bahan bakar jet pribadi mahal. Untuk hari ke-80, maukah kamu berkesempatan menang uang?
Kamu menawarkan?
Tunggu sebentar. Kalian bicara saja dengannya.
Kami nggak tahu apa yang dia lakukan.
Untuk penawaran hari ke-80, aku punya 10 kartu. Ingat di hari ke-30 saat kamu dapat ponsel DoorDash?
Ya, aku ingat.
Kita akan memanfaatkannya dengan baik. Karena di setiap 10 kartu ini, ada koordinat bandara yang tersebar di seluruh negeri. Kamu harus terbang ke setiap kota; dan saat sampai di sana, pesan barang lewat DoorDash. Apa pun rintangannya, kamu harus kumpulkan 10 barang sebelum hari ke-90. Kalau berhasil, aku dan DoorDash akan memberimu $50.000 tunai.
Wah!
Bandara pertama di Ohio. Semoga berhasil.
Aku sempat khawatir, "Bagaimana aku akan menerbangkan pesawat ini kalau menang nanti?" Jadi uang ini adalah penentu antara mewujudkan mimpi semua orang atau mengecewakan mereka. Jimmy memberiku 10 hari untuk dapatkan 10 barang. Kami rencanakan 8 hari untuk dapatkan 10 barang. Karena gagal bukan sebuah opsi.
Aku di Cleveland, harus memesan power bank lewat DoorDash. Barang pertama: Cleveland, power bank. Pesanan selesai.
Armando menginap di Cleveland dan merencanakan persinggahan berikutnya di Charlotte.
Aku tahu persis bandara tujuan berikutnya. Aku tahu alamatnya. Aku tahu jam berapa aku akan sampai. Dengan DoorDash dan DashPass, aku bisa jadwalkan pengiriman, dan aku akan dapatkan barang #2 di Charlotte. Seru bisa kembali ke Charlotte.
Ini, Pak. Terima kasih banyak! Selanjutnya, Providence, Rhode Island. Aku pasti bisa.
Armando semakin percaya diri. Dia menyelesaikan 3 pesanan berikutnya.
$50.000 itu hampir jadi milikku.
Lalu ini terjadi...
Aduh, apa itu? Wah, ini nggak bagus. Pesawatnya bermasalah! Oke, kita akan mendarat.
Karena perawatan, Armando terpaksa menginap di Denver semalam.
Masalah kecil mulai bermunculan. Salah satu gear struts kita bermasalah. Untungnya, kami temukan mekanik yang bisa memperbaikinya. Kita menuju Jackson Hole, Wyoming, Taman Nasional Yellowstone, untuk ambil board game.
Armando pikir rintangan sudah berlalu, tapi masalahnya bukan perawatan lagi. Tapi cuaca.
Seharusnya ke Portland, Oregon. Cuacanya tidak mendukung. Kurasa kita harus alihkan ke Idaho? Aku kehilangan 1 dari 10 hari karena cuaca. $50.000 dipertaruhkan. Aku nggak bisa kehilangan lagi. Memang sudah begitu.
Oke, kita baru lepas landas dari Driggs, Idaho. Sekarang menuju Portland, Oregon untuk ambil perlengkapan berkemah. Aku sudah dapat 7 dari 10 barang dalam scavenger hunt di seluruh negeri. Tinggal 3 lagi dengan sisa 3 hari. Aku benar-benar nggak boleh salah lagi sekarang.
Luar biasa. Aku butuh uang untuk mengoperasikan pesawat ini kalau menang nanti. Sepertinya aku akan kembali ke Jimmy di hari ke-10.
Aku baru mendarat di Tampa, Florida. Ini barang terakhir: speaker Bluetooth. Sudah kupesan, dan akan tiba dalam 15 menit. Ini barang terakhir. Ini $50.000! Terima kasih banyak! 10 barang, 10 kota. Terakhir: Tampa, Florida!
Ini hari ke-10, dan kita kembali ke hanggar rumah. Tinggal 10 hari lagi jet ini jadi milikku.
Tadi keren banget. Armando! Jimmy! Kamu baru menang $50.000! Kasih ke dia. Oke, masukkan barang-barangnya. Peralatan berkemah... Aku nggak paham maksudmu soal ini.
Dan DoorDash bukan cuma memberinya $50.000, tapi juga memberi kesempatan 10 penonton menang $10.000 dengan scan QR code ini dan daftar DoorDash sekarang. Kalau kamu belum punya DoorDash di HP-mu, kamu hidup di mode sulit. Ini sangat mudah, dan sekalian, daftar juga DashPass untuk diskon dan penawaran eksklusif. Scan QR code-nya. Download sekarang. Terima kasih DoorDash. Kembali ke tantangan ini.
Di hari ke-100, jelas kamu akan menang jet $2,5 juta ini, dan banyak uang. Ini akan keren. Tapi di saat yang sama, aku juga akan menawarkanmu uang yang cukup untuk menerbangkan jet ini sesukamu. Tapi untuk menang, kamu harus ikut tantangan 100 hari lagi di jet ini. 100 hari lagi di pesawat ini untuk $500.000.
Aku nggak tahu harus merasa bagaimana. Oke!
Untungnya, kamu punya 10 hari untuk memikirkannya.
Di hari ke-100, apakah aku akan lanjut 100 hari lagi untuk $500.000? Aku nggak tahu. Keputusan besar.
Armando berhasil bertahan 90 hari pertama di jet, tapi keputusan untuk mungkin tinggal 100 hari lagi semakin sulit semakin dipikirkan.
Aku sudah punya semua yang kubutuhkan. Ada dekorasi. Ada tempat tidur. DoorDash benar-benar mengubah segalanya! Aku rindu keluargaku, tapi aku nggak perlu khawatir tentang mereka karena mereka punya jaringan dukungan yang baik.
Kalau aku terima semua penawaran Jimmy, aku akan dapat $100.000, Lamborghini, dan jet pribadi. Tapi $500.000? Itu bisa bayar segalanya. Aku hampir sampai di garis akhir.
Kalau dijual, jet ini bisa dapat $2,5 juta. Tapi dapat $500.000 lagi untuk 100 hari tambahan, aku bisa pertahankan jet ini lebih dari beberapa bulan dan terbang ke semua tempat yang kuinginkan. Mungkin keliling dunia? Italia, Kroasia... Tanzania, Polandia.
100 hari. Ambil jetnya. Pulang.
Martha's Vineyard atau Miami. Aku bisa tinggal 100 hari lagi untuk $500.000. Uang yang besar. Apa aku butuh? Nggak tahu. Mungkin bisa mengubah segalanya. Mexico City, Buenos Aires, Santiago, dan Jepang. 100 hari lagi untuk $500.000.
100 hari lagi jauh dari keluargamu.
100 hari lagi di pesawat ini untuk $500.000.
Ini pagi hari ke-100. Belum juga memutuskan.
Ini hari ke-100! Bagaimana perasaanmu?
Aku berhasil!
Secara teknis masih ada 10 menit lagi. Jangan turun.
Bisa kita habiskan menit terakhir di kokpit?
Ayo. Ya, aku baru sadar belum pernah duduk di kokpit.
Oke. Selamat datang di bagian terpenting jet pribadi.
Ingat penawaran yang kubuat di hari ke-90?
Ingat. Sudah kupikirkan matang-matang.
Bagus! Tapi sebelum kamu beri tahu pilihanmu— Bawa mereka, Tareq.
Ayo, sayang! Kita berhasil! Ya Tuhan, mereka cantik! Ya ampun!
Begini, keluargamu nggak tahu soal penawaran kedua. 100 hari berikutnya untuk $500.000.
Aku dengar $500.000 baru saja.
Cukup untuk menerbangkan jet ini ke mana saja, kapan saja. Kamu bisa terbangkan mereka.
Nggak!
Mereka— Maaf, mereka berteriak padamu.
Nggak! Bilang nggak! Apa pun itu, bilang nggak!
Dia dengar kita. Dia bilang, "Apa pun itu, nggak."
Aku sudah cukup menderita!
Oke, itu mungkin membuat lebih sulit bagimu. Armando, aku mau kamu ke belakang.
Dia sebaiknya nggak tinggal di jet itu.
Ya atau tidak: Maukah kamu melakukan 100 hari lagi?
Aku—
Kalau Armando turun dari jet ini sekarang, video akan berakhir dan dia pergi dengan hadiah terbesar yang pernah kami berikan di channel ini. Tapi kalau tetap di dalam, dia akan ikut video baru untuk bersaing mendapatkan tambahan $500.000. 100 hari terakhir bermuara pada keputusan akhir ini.
Ayah?
Ini akta kepemilikan jet pribadi. Resmi atas nama keluargamu.
Kita punya jet pribadi! Kita mau ke mana? Orlando! Orlando!
Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan video! Semoga kamu menikmatinya.
Artikel diterbitkan · Diperbarui
