Tujuh Hari Terjebak di Gua: Perjalanan MrBeast dan Teman-temannya Menuju Ruang Cacing Pendar

Buka di YouTube ↗
Ringkasan

Dalam video ini, Jimmy (MrBeast) bersama Karl, Mack, dan Shawn turun ratusan meter ke sebuah gua dan harus tinggal di dalamnya selama tujuh hari. Sejak awal Jimmy menyebut pengalaman ini mungkin hal terseram yang pernah ia lakukan. Mereka didampingi pemandu sekaligus ahli bertahan hidup bernama Joel. Ada dua tujuan: bertahan selama seminggu dan menembus gua sampai ke ujungnya. Menjelang akhir video, Jimmy menilai tantangan ini lebih berat daripada tantangan tujuh hari mana pun yang pernah ia jalani sebelumnya.

11 menit baca
0:33

Hari Pertama: Menjauh dari Titik Pendaratan dan Mendirikan Kemah

Begitu menginjak dasar, rombongan langsung diminta menjauh dari tempat mereka mendarat. Menurut penjelasan dalam video, area itu bisa banjir dan terisi air seperti laut kalau badai datang, sehingga semua orang bisa tenggelam. Karena itu mereka masuk lebih dalam untuk mencari tempat berkemah.

Waktu mereka terbatas karena hari akan gelap dalam beberapa jam. Jimmy mengingatkan bahwa tanpa kemah, mereka akan celaka. Di dekat mulut gua mereka menemukan permukaan yang cukup tinggi untuk terhindar dari banjir. Seseorang sempat menyebut tempat itu "sempurna", lalu yang lain mengoreksinya menjadi "cukup bagus".

Sisa hari pertama habis untuk mengangkut perbekalan yang sudah dijatuhkan sebelumnya. Setiap tas beratnya 36 kg, dan menurut narasi butuh sekitar empat jam untuk membawa semuanya ke kemah melewati medan yang sulit. Karena hari sudah habis, mereka hanya membangun yang paling penting. Mereka membuat lubang di batu untuk mengikat tali, lalu dengan bantuan Joel menggantung tempat tidur gantung pada tali yang tampak tipis. Malam pertama terasa sangat dingin, tetapi Jimmy mengaku tempat tidur gantungnya jauh lebih nyaman dari dugaannya.

Jimmy juga menjelaskan bahwa gua ini dalamnya 2,5 kilometer dan mereka pada dasarnya baru berkemah di pintu masuk. Penjelajahan sesungguhnya baru dimulai keesokan harinya.

2:19

Hari Kedua: Air Menetes, Terpal Raksasa, dan Lubang Sedalam 12 Meter

Pagi harinya hampir semua orang mengaku tidur dengan buruk, bahkan ada yang tidak tidur sama sekali. Air terus menetes dari langit-langit gua. Mereka sudah memasang terpal di atas tempat tidur, tetapi air tetap masuk. Jimmy lalu mengusulkan untuk menyambung semua terpal menjadi satu terpal raksasa agar mereka tetap kering.

Masalah lain ikut terungkap. Tempat Jimmy turun dari tempat tidur gantung ternyata berada di dekat lubang yang dalamnya hampir 12 meter, dan saat itu mereka belum menyadarinya. Mereka juga menemukan bahwa kantung tidur sewaan berbau pesing. Jimmy menyebutnya pelajaran pertama: jangan menyewa kantung tidur.

Sementara Jimmy dan Shawn mengerjakan terpal, Mack dan Karl turun ke dalam lubang itu untuk melihat seberapa berbahayanya. Setelah sampai di dasar, mereka seharusnya kembali. Namun mereka bersikeras ingin melihat seberapa jauh mereka bisa berjalan, dan akhirnya menemukan sebuah sungai. Narasi menjelaskan bahwa sungai ini mengalir sepanjang gua, sehingga rombongan nantinya akan banyak menghabiskan waktu di sana.

Ketika keduanya kembali, kemah sudah punya atap dari terpal gabungan. Api juga dipindahkan ke sebuah ceruk kecil. Menurut mereka, bebatuan di ceruk itu memerangkap panas dan menghalangi tetesan air. Mereka bercanda menyebut tetesan itu "pipis batu", dengan alasan air itu jelas bukan hujan karena di atas mereka tidak ada awan, hanya batu. Malam kedua jauh lebih kering.

4:34

Hari Ketiga: Percobaan Pertama Menembus Gua

Pada hari ketiga mereka meminta Joel memandu mereka menuju ujung gua. Jimmy mengingatkan bahwa mereka masih berada di area masuk gua raksasa ini, dan tujuannya adalah menembus gua dengan selamat.

Medannya terus berubah. Ada turunan curam, lalu celah sempit yang memaksa mereka menahan perut, dan Jimmy sempat ragu ia bisa muat. Jimmy menyebut ini hal menarik dari penjelajahan gua: di satu tempat kamu hampir tidak bisa melewati celah batu, di tempat lain kamu berada di ruangan yang begitu besar sehingga perlu suar untuk melihat seluruhnya. Mereka menyalakan suar, tetapi cahayanya terlalu terang sampai mereka malah silau. Belakangan Jimmy mengakui mereka tidak menggunakan suar itu secara efektif.

Rintangan berikutnya adalah sungai yang sangat dingin. Mulai titik ini penjelajahan dilakukan di dalam air, sehingga pakaian selam menjadi satu-satunya cara agar tidak terkena hipotermia. Untuk menuju ujung gua, mereka harus melawan riam melewati lubang kecil di batu sambil mengikuti dinding kiri. Arus menyeret kaki mereka. Jimmy mengatakan bagian tersulitnya adalah tangan sulit mencengkeram batu ketika berada di air yang sangat dingin. Mack sempat mengaku takut, tetapi semua berhasil melewati rintangan itu.

Setelah itu Jimmy mengumumkan perjalanan baru 10% selesai dan masih tersisa dua kilometer. Mereka juga sadar bahwa tubuh yang basah akan cepat kehilangan suhu, jadi mereka harus terus bergerak. Satu hal yang membuat Jimmy frustrasi: setiap jarak yang ditempuh ke dalam harus ditempuh lagi untuk kembali ke kemah. Di bagian kering pun ada gangguan, seperti jaring laba-laba yang menempel di badan. Jimmy berkelakar bahwa gua ini seperti video MrBeast, makin jauh makin sulit, dan mengaku tanpa Joel ia mungkin sudah tewas.

Sekitar tiga jam kemudian, Joel membawa kabar buruk. Airnya terlalu tinggi dan mereka sudah terlalu lama di jalan, jadi hari itu mereka harus berbalik. Jimmy sempat bilang tidak setuju, tetapi diingatkan bahwa keputusan ahli keselamatan tidak bisa dibantah. Jimmy kemudian mengakui mereka terlalu banyak menghabiskan waktu untuk syuting dan bermain suar, sehingga misi harus diulang di hari lain. Total kemajuan hari itu disebut hanya sekitar 20% dari gua. Sementara itu Shawn, yang tinggal di kemah, sudah memasang lampu. Rencananya, hari keempat untuk istirahat dan hari kelima untuk mencoba mencapai ujung gua.

8:46

Hari Keempat: Mandi Dingin dan Menyusun Rencana

Setelah malam ketiga yang mereka sebut menyedihkan, semua orang hanya memikirkan mandi. Mereka belum mandi tiga atau empat hari. Di gua, mandi pun tidak mudah: mereka harus memanjat kembali lewat jalur turun pertama untuk mencapai dasar sungai dengan aman. Airnya begitu dingin sampai Jimmy bilang seperti bisa "merasakan otaknya". Untuk mengeringkan kepala, mereka memakai angin dari drone sebagai pengering rambut, dan cara itu berhasil.

Setelah itu Joel menunjukkan peta gua dan menjelaskan rencananya. Kemarin mereka harus berhenti karena air bergerak cepat. Hujan kini mulai mereda, sehingga ada peluang mencapai ujung gua keesokan harinya. Rutenya adalah melewati lagi riam yang sama, menembus jurang, dan menghindari batu bergerigi. Kalau semua itu berhasil dilalui, mereka akan sampai di ruang cacing pendar. Para peserta meminta Joel tidak menceritakan seperti apa tempat itu karena ingin terkejut. Malam itu mereka beristirahat dan memanggang s'more sebelum tidur lebih awal.

10:27

Hari Kelima: Arus Kuat, Pusaran, dan Lompatan dari Jurang

Berbekal pengalaman hari ketiga dan dengan tidak terlalu fokus pada syuting, rombongan bergerak jauh lebih cepat. Selain Joel, kali ini mereka membawa satu ahli keselamatan lagi. Mereka melewati titik tempat mereka berhenti di hari ketiga dengan waktu yang lebih baik.

Setelah itu medannya makin berat. Lorongnya menyempit dan arusnya kuat, sehingga mereka harus memanjat dinding untuk terus maju. Di beberapa bagian kaki mereka tidak lagi menyentuh dasar. Kalau pegangan terlepas, mereka bisa hanyut terbawa arus di bawah. Joel mengarahkan mereka ke sebuah lubang tempat arus jauh lebih pelan, dan Jimmy menyebut momen itu mungkin hal tergila yang pernah mereka lakukan.

Rintangan serius berikutnya adalah arus yang berputar. Menurut penjelasan dalam video, siapa pun yang masuk ke sana akan dibawa air ke dasar dan terjebak. Di depan rintangan ini dikatakan secara terang bahwa jatuh berarti tewas. Salah satu peserta berkomentar bahwa ini bukan yang ia bayangkan ketika setuju ikut. Mereka berhasil melewatinya dengan arahan pemandu. Jimmy mengatakan gua ini jauh lebih sulit dari dugaannya, dan kekuatan sungai yang membentuk gua itu menunjukkan bahwa manusia jelas tidak sekuat gua.

Di tengah perjalanan, Joel melompat dari sebuah jurang ke air. Mack menyatakan siap mengikuti dan menghitung mundur, tetapi akhirnya tidak jadi melompat. Mereka pun melanjutkan perjalanan agar tetap sempat mencapai ujung.

Bagian berikutnya diwarnai keluhan karena mereka lagi-lagi harus melawan arus. Ada batu tajam yang tidak terlihat di bawah air, dan air yang kembali dalam sehingga kaki tidak bisa menapak. Gua juga makin gelap dan sempit. Jimmy mengatakan medannya cukup kejam sampai mereka mulai ragu bisa mencapai garis akhir. Setelah sekitar lima jam perjalanan, ia mengaku sudah kehabisan tenaga.

14:57

Ruang Cacing Pendar dan Perjalanan Pulang

Setelah perjalanan yang disebut lebih brutal lagi, mereka akhirnya tiba di ruang cacing pendar. Joel menjelaskan bahwa semua titik cahaya di sana berasal dari cacing pendar kecil yang bioluminesen. Para peserta membandingkannya dengan galaksi Bima Sakti dan bilang pemandangannya tidak terlihat seperti di Bumi. Jimmy menilai pemandangan itu sepadan dengan seluruh perjalanannya.

Namun perjalanan belum selesai karena mereka masih harus kembali ke markas. Di kemah, Shawn menunggu sendirian. Ia mengatakan hari keenam hampir tiba, ia lelah tetapi tidak bisa tidur karena khawatir rombongan sudah pergi terlalu lama. Jalan pulang disebut jauh lebih mudah karena mereka bisa mengapung mengikuti arus, tetapi tetap memakan waktu sangat lama. Mereka baru tiba di kemah setelah hari keenam dimulai. Setelah itu mereka hanya bisa duduk di dekat api dan akhirnya makan.

15:27

Refleksi: Lebih Sulit dari Tantangan Tujuh Hari Sebelumnya

Meski sangat lelah, Jimmy mengaku tetap tidak bisa tidur. Ia membandingkan pengalaman ini dengan tantangan-tantangan sebelumnya: tujuh hari terkurung sendirian, tujuh hari dikubur hidup-hidup, dan tujuh hari di kapal. Menurutnya, gua ini lebih sulit dari semuanya. Alasannya, mereka selalu basah dan kedinginan, dan tubuh terus terbentur batu keras sampai terasa sakit. Ia memperkirakan 90% waktu di gua dihabiskan dalam penderitaan.

Meski begitu, Jimmy juga menyebut ada momen-momen menyenangkan, seperti menaklukkan riam 91 meter di bawah tanah dan bercanda bersama teman-teman di tempat tidur gantung. Kesimpulannya, penderitaan itu sepadan karena dijalani bersama orang-orang yang ia sayangi. Menurutnya, kebersamaan itulah yang membuat gua yang basah, dingin, dan berbatu ini menjadi salah satu perjalanan paling indah dalam hidup mereka.

Keluar dari Gua

Sebelum pergi, rombongan harus membawa keluar semua barang, dan Jimmy menegaskan yang dimaksud benar-benar semuanya. Di mulut gua, sebagai ucapan terima kasih, mereka memberi Joel 50.000 dolar Selandia Baru. Jimmy menghitungnya sebagai sepuluh ribu untuk setiap orang yang telah Joel jaga agar tetap hidup. Setelah tujuh hari, rombongan akhirnya meninggalkan gua.