Tujuh Hari Terjebak di Gua: Perjalanan MrBeast dan Teman-temannya Menuju Ruang Cacing Pendar
MrBeast ミスタービーストDalam video ini, Jimmy (MrBeast) bersama Karl, Mack, dan Shawn turun ratusan meter ke sebuah gua dan harus tinggal di dalamnya selama tujuh hari. Sejak awal Jimmy menyebut pengalaman ini mungkin hal terseram yang pernah ia lakukan. Mereka didampingi pemandu sekaligus ahli bertahan hidup bernama Joel. Ada dua tujuan: bertahan selama seminggu dan menembus gua sampai ke ujungnya. Menjelang akhir video, Jimmy menilai tantangan ini lebih berat daripada tantangan tujuh hari mana pun yang pernah ia jalani sebelumnya.
Hari Pertama: Menjauh dari Titik Pendaratan dan Mendirikan Kemah
Begitu menginjak dasar, rombongan langsung diminta menjauh dari tempat mereka mendarat. Menurut penjelasan dalam video, area itu bisa banjir dan terisi air seperti laut kalau badai datang, sehingga semua orang bisa tenggelam. Karena itu mereka masuk lebih dalam untuk mencari tempat berkemah.
Waktu mereka terbatas karena hari akan gelap dalam beberapa jam. Jimmy mengingatkan bahwa tanpa kemah, mereka akan celaka. Di dekat mulut gua mereka menemukan permukaan yang cukup tinggi untuk terhindar dari banjir. Seseorang sempat menyebut tempat itu "sempurna", lalu yang lain mengoreksinya menjadi "cukup bagus".
Sisa hari pertama habis untuk mengangkut perbekalan yang sudah dijatuhkan sebelumnya. Setiap tas beratnya 36 kg, dan menurut narasi butuh sekitar empat jam untuk membawa semuanya ke kemah melewati medan yang sulit. Karena hari sudah habis, mereka hanya membangun yang paling penting. Mereka membuat lubang di batu untuk mengikat tali, lalu dengan bantuan Joel menggantung tempat tidur gantung pada tali yang tampak tipis. Malam pertama terasa sangat dingin, tetapi Jimmy mengaku tempat tidur gantungnya jauh lebih nyaman dari dugaannya.
Jimmy juga menjelaskan bahwa gua ini dalamnya 2,5 kilometer dan mereka pada dasarnya baru berkemah di pintu masuk. Penjelajahan sesungguhnya baru dimulai keesokan harinya.
Hari Kedua: Air Menetes, Terpal Raksasa, dan Lubang Sedalam 12 Meter
Pagi harinya hampir semua orang mengaku tidur dengan buruk, bahkan ada yang tidak tidur sama sekali. Air terus menetes dari langit-langit gua. Mereka sudah memasang terpal di atas tempat tidur, tetapi air tetap masuk. Jimmy lalu mengusulkan untuk menyambung semua terpal menjadi satu terpal raksasa agar mereka tetap kering.
Masalah lain ikut terungkap. Tempat Jimmy turun dari tempat tidur gantung ternyata berada di dekat lubang yang dalamnya hampir 12 meter, dan saat itu mereka belum menyadarinya. Mereka juga menemukan bahwa kantung tidur sewaan berbau pesing. Jimmy menyebutnya pelajaran pertama: jangan menyewa kantung tidur.
Sementara Jimmy dan Shawn mengerjakan terpal, Mack dan Karl turun ke dalam lubang itu untuk melihat seberapa berbahayanya. Setelah sampai di dasar, mereka seharusnya kembali. Namun mereka bersikeras ingin melihat seberapa jauh mereka bisa berjalan, dan akhirnya menemukan sebuah sungai. Narasi menjelaskan bahwa sungai ini mengalir sepanjang gua, sehingga rombongan nantinya akan banyak menghabiskan waktu di sana.
Ketika keduanya kembali, kemah sudah punya atap dari terpal gabungan. Api juga dipindahkan ke sebuah ceruk kecil. Menurut mereka, bebatuan di ceruk itu memerangkap panas dan menghalangi tetesan air. Mereka bercanda menyebut tetesan itu "pipis batu", dengan alasan air itu jelas bukan hujan karena di atas mereka tidak ada awan, hanya batu. Malam kedua jauh lebih kering.
Hari Ketiga: Percobaan Pertama Menembus Gua
Pada hari ketiga mereka meminta Joel memandu mereka menuju ujung gua. Jimmy mengingatkan bahwa mereka masih berada di area masuk gua raksasa ini, dan tujuannya adalah menembus gua dengan selamat.
Medannya terus berubah. Ada turunan curam, lalu celah sempit yang memaksa mereka menahan perut, dan Jimmy sempat ragu ia bisa muat. Jimmy menyebut ini hal menarik dari penjelajahan gua: di satu tempat kamu hampir tidak bisa melewati celah batu, di tempat lain kamu berada di ruangan yang begitu besar sehingga perlu suar untuk melihat seluruhnya. Mereka menyalakan suar, tetapi cahayanya terlalu terang sampai mereka malah silau. Belakangan Jimmy mengakui mereka tidak menggunakan suar itu secara efektif.
Rintangan berikutnya adalah sungai yang sangat dingin. Mulai titik ini penjelajahan dilakukan di dalam air, sehingga pakaian selam menjadi satu-satunya cara agar tidak terkena hipotermia. Untuk menuju ujung gua, mereka harus melawan riam melewati lubang kecil di batu sambil mengikuti dinding kiri. Arus menyeret kaki mereka. Jimmy mengatakan bagian tersulitnya adalah tangan sulit mencengkeram batu ketika berada di air yang sangat dingin. Mack sempat mengaku takut, tetapi semua berhasil melewati rintangan itu.
Setelah itu Jimmy mengumumkan perjalanan baru 10% selesai dan masih tersisa dua kilometer. Mereka juga sadar bahwa tubuh yang basah akan cepat kehilangan suhu, jadi mereka harus terus bergerak. Satu hal yang membuat Jimmy frustrasi: setiap jarak yang ditempuh ke dalam harus ditempuh lagi untuk kembali ke kemah. Di bagian kering pun ada gangguan, seperti jaring laba-laba yang menempel di badan. Jimmy berkelakar bahwa gua ini seperti video MrBeast, makin jauh makin sulit, dan mengaku tanpa Joel ia mungkin sudah tewas.
Sekitar tiga jam kemudian, Joel membawa kabar buruk. Airnya terlalu tinggi dan mereka sudah terlalu lama di jalan, jadi hari itu mereka harus berbalik. Jimmy sempat bilang tidak setuju, tetapi diingatkan bahwa keputusan ahli keselamatan tidak bisa dibantah. Jimmy kemudian mengakui mereka terlalu banyak menghabiskan waktu untuk syuting dan bermain suar, sehingga misi harus diulang di hari lain. Total kemajuan hari itu disebut hanya sekitar 20% dari gua. Sementara itu Shawn, yang tinggal di kemah, sudah memasang lampu. Rencananya, hari keempat untuk istirahat dan hari kelima untuk mencoba mencapai ujung gua.
Hari Keempat: Mandi Dingin dan Menyusun Rencana
Setelah malam ketiga yang mereka sebut menyedihkan, semua orang hanya memikirkan mandi. Mereka belum mandi tiga atau empat hari. Di gua, mandi pun tidak mudah: mereka harus memanjat kembali lewat jalur turun pertama untuk mencapai dasar sungai dengan aman. Airnya begitu dingin sampai Jimmy bilang seperti bisa "merasakan otaknya". Untuk mengeringkan kepala, mereka memakai angin dari drone sebagai pengering rambut, dan cara itu berhasil.
Setelah itu Joel menunjukkan peta gua dan menjelaskan rencananya. Kemarin mereka harus berhenti karena air bergerak cepat. Hujan kini mulai mereda, sehingga ada peluang mencapai ujung gua keesokan harinya. Rutenya adalah melewati lagi riam yang sama, menembus jurang, dan menghindari batu bergerigi. Kalau semua itu berhasil dilalui, mereka akan sampai di ruang cacing pendar. Para peserta meminta Joel tidak menceritakan seperti apa tempat itu karena ingin terkejut. Malam itu mereka beristirahat dan memanggang s'more sebelum tidur lebih awal.
Hari Kelima: Arus Kuat, Pusaran, dan Lompatan dari Jurang
Berbekal pengalaman hari ketiga dan dengan tidak terlalu fokus pada syuting, rombongan bergerak jauh lebih cepat. Selain Joel, kali ini mereka membawa satu ahli keselamatan lagi. Mereka melewati titik tempat mereka berhenti di hari ketiga dengan waktu yang lebih baik.
Setelah itu medannya makin berat. Lorongnya menyempit dan arusnya kuat, sehingga mereka harus memanjat dinding untuk terus maju. Di beberapa bagian kaki mereka tidak lagi menyentuh dasar. Kalau pegangan terlepas, mereka bisa hanyut terbawa arus di bawah. Joel mengarahkan mereka ke sebuah lubang tempat arus jauh lebih pelan, dan Jimmy menyebut momen itu mungkin hal tergila yang pernah mereka lakukan.
Rintangan serius berikutnya adalah arus yang berputar. Menurut penjelasan dalam video, siapa pun yang masuk ke sana akan dibawa air ke dasar dan terjebak. Di depan rintangan ini dikatakan secara terang bahwa jatuh berarti tewas. Salah satu peserta berkomentar bahwa ini bukan yang ia bayangkan ketika setuju ikut. Mereka berhasil melewatinya dengan arahan pemandu. Jimmy mengatakan gua ini jauh lebih sulit dari dugaannya, dan kekuatan sungai yang membentuk gua itu menunjukkan bahwa manusia jelas tidak sekuat gua.
Di tengah perjalanan, Joel melompat dari sebuah jurang ke air. Mack menyatakan siap mengikuti dan menghitung mundur, tetapi akhirnya tidak jadi melompat. Mereka pun melanjutkan perjalanan agar tetap sempat mencapai ujung.
Bagian berikutnya diwarnai keluhan karena mereka lagi-lagi harus melawan arus. Ada batu tajam yang tidak terlihat di bawah air, dan air yang kembali dalam sehingga kaki tidak bisa menapak. Gua juga makin gelap dan sempit. Jimmy mengatakan medannya cukup kejam sampai mereka mulai ragu bisa mencapai garis akhir. Setelah sekitar lima jam perjalanan, ia mengaku sudah kehabisan tenaga.
Ruang Cacing Pendar dan Perjalanan Pulang
Setelah perjalanan yang disebut lebih brutal lagi, mereka akhirnya tiba di ruang cacing pendar. Joel menjelaskan bahwa semua titik cahaya di sana berasal dari cacing pendar kecil yang bioluminesen. Para peserta membandingkannya dengan galaksi Bima Sakti dan bilang pemandangannya tidak terlihat seperti di Bumi. Jimmy menilai pemandangan itu sepadan dengan seluruh perjalanannya.
Namun perjalanan belum selesai karena mereka masih harus kembali ke markas. Di kemah, Shawn menunggu sendirian. Ia mengatakan hari keenam hampir tiba, ia lelah tetapi tidak bisa tidur karena khawatir rombongan sudah pergi terlalu lama. Jalan pulang disebut jauh lebih mudah karena mereka bisa mengapung mengikuti arus, tetapi tetap memakan waktu sangat lama. Mereka baru tiba di kemah setelah hari keenam dimulai. Setelah itu mereka hanya bisa duduk di dekat api dan akhirnya makan.
Refleksi: Lebih Sulit dari Tantangan Tujuh Hari Sebelumnya
Meski sangat lelah, Jimmy mengaku tetap tidak bisa tidur. Ia membandingkan pengalaman ini dengan tantangan-tantangan sebelumnya: tujuh hari terkurung sendirian, tujuh hari dikubur hidup-hidup, dan tujuh hari di kapal. Menurutnya, gua ini lebih sulit dari semuanya. Alasannya, mereka selalu basah dan kedinginan, dan tubuh terus terbentur batu keras sampai terasa sakit. Ia memperkirakan 90% waktu di gua dihabiskan dalam penderitaan.
Meski begitu, Jimmy juga menyebut ada momen-momen menyenangkan, seperti menaklukkan riam 91 meter di bawah tanah dan bercanda bersama teman-teman di tempat tidur gantung. Kesimpulannya, penderitaan itu sepadan karena dijalani bersama orang-orang yang ia sayangi. Menurutnya, kebersamaan itulah yang membuat gua yang basah, dingin, dan berbatu ini menjadi salah satu perjalanan paling indah dalam hidup mereka.
Keluar dari Gua
Sebelum pergi, rombongan harus membawa keluar semua barang, dan Jimmy menegaskan yang dimaksud benar-benar semuanya. Di mulut gua, sebagai ucapan terima kasih, mereka memberi Joel 50.000 dolar Selandia Baru. Jimmy menghitungnya sebagai sepuluh ribu untuk setiap orang yang telah Joel jaga agar tetap hidup. Setelah tujuh hari, rombongan akhirnya meninggalkan gua.
Introku biasanya ngga seperti ini, tapi aku sekarang lagi turun beratus-ratus meter ke sebuah gua yang dalamnya lima kilometer dari Bumi, ngga peduli apa kami mau apa ngga. Saat teman-temanku dan aku menapak permukaan, kami resmi akan tinggal di sini selama tujuh hari ke depan.
Itu mungkin hal terseram yang pernah kulakukan. Pertama-tama, kita harus menjauh dari tempat kita mendarat. Kenapa? Kalau ada badai, seluruh area ini bisa banjir, terisi penuh seperti laut, dan bisa-bisa menenggelamkan kita semua. Itulah mengapa kami akan masuk jauh ke dalam gua untuk buat markas.
Ini gokil. Bro, ini dunia yang berbeda. Pintu masuk gua ini mungkin indah, tapi penampilan bisa menipu. Kami belum tahu, tapi tujuh hari ke depan adalah hari tersulit dalam hidup kami. Ide paling buruk.
Baiklah. Akan gelap beberapa jam lagi. Kalau kita ngga bangun kemah, kita akan tamat. Oke? Kamu ngga tahu kamu ke mana. Kami sedang cari permukaan datar untuk bangun kemah. Saat memasuki mulut gua, kami menemukan area yang cukup tinggi untuk melindungi kami dari banjir, berarti itu sempurna untuk kemah. Sempurna itu kata yang gokil. Aku lebih suka "cukup bagus". Cukup bagus untuk kemah.
Kami menghabiskan hari pertama mengambil persediaan kami yang udah dijatuhkan. Tas-tas ini masing-masing beratnya 36 kg. Dan seperti yang kalian lihat di rekamannya, kami menghabiskan sekitar empat jam. Ini sulit banget untuk dilalui. Membawa semuanya ke kemah kami.
Baiklah, kami ada penerangan di sini. Persediaan kami akhirnya di kemah kami. Dan kalau kamu arahkan kameranya ke sana, kamu akan lihat itu gelap gulita. Butuh seharian. Jadi kami membangun yang dibutuhkan aja untuk kemah.
Kami buat lubang untuk gantung tali. Ambil ini. Tarik dirimu. Sepertinya talinya bisa gantung tempat tidur gantung. Dan dengan bantuan pemandu kami, Joel, kami gantung tempat tidur kami. Tali tipis ini akan gantung tempat tidurku? Ya. Makan malam dan bersiap untuk malam pertama yang dingin banget.
Jujur aja, tempat tidur ini jauh lebih nyaman dari yang kukira. Hey! Astaga. Kenapa kepalaku besar banget, bro? Gua ini dalamnya 2,5 kilometer, dan kami pada dasarnya kemah di pintu masuk. Besok, kami harus banyak berjelajah.
Bagaimana tidur kalian? Buruk. Aku ngga tidur. Ini lingkungan yang membingungkan banget. Ada air yang terus menetes dari atas ke kami. Jadi kami letakkan terpal di atas kami. Meskipun begitu, airnya menetes ke tempat tidur kami.
Aku punya ide. Ayo buat tempat berlindung kita jadi lebih baik. Gimana kalau kita hubungkan terpal-terpal supaya kita tetap kering saat tidur di sini. Itu ide luar biasa. Aku bukan sekadar YouTuber, oke?
Tempat tidur gantungku di sini. Kalian serius? Di sinilah aku keluar dari tempat tidur. Dan kami belum sadar saat itu, tapi lubang ini dalamnya hampir 12 meter. Jadi selagi Shawn dan aku mulai kerjain terpal super kami, Mack dan Karl ingin lihat sendiri seberapa berbahaya lubang ini. Kamu lihat tempat tidur gantungku di sana? Di sanalah aku tidur. Sekarang lihat ini.
Dan karena semuanya terlihat sama, dan sepertinya cukup sulit untuk mengikuti kami di gua ini, di peta ini, kamu bisa lihat markas kami dan seberapa jauh jarak mereka. Baiklah, Mack. Ini menyenangkan. Bro, ini gokil.
Anak-anak sedang berkeliaran. Aku dan Shawn harus mengerjakan kemahnya. Kenapa ada kantung tidur di sini? Karena bau pesing. Pelajaran nomor satu, jangan sewa kantung tidur. Kenapa kita sewa kantung tidur? Kenapa kita ngga beli aja kantung tidurnya?
Kami menyambungkan terpalnya untuk membuat satu terpal raksasa. Ngga perlu hiraukan aku, aku sedang mempercayakan hidupku pada tali ini. Sementara itu, Mack dan Karl masih di dalam lubang. Astaga, Mack. Dan mereka akhirnya sampai di dasar.
Kita harusnya mengerjakan kemahnya. Kami hanya ingin tunjukkin seberapa berbahaya kemahnya. Jangan jatuh. Hati-hati. Oke. Dan walaupun mereka harusnya udah jalan pulang, Karl dan Mack bersikeras ingin lihat seberapa jauh mereka bisa jalan. Bro, ini kelihatan gokil banget. Kamu pikir kamu bisa melalui sungainya?
Tapi mereka berdua ngga tahu, sungai ini sebenarnya mengalir sepanjang gua. Yang berarti kami akan habiskan waktu di situ.
Itu mereka. Beritahu aku kalian berhasil. Kami berhasil. Begitu. Rumah baru, benar kan? Begitu. Kita sekarang punya atap. Lihat ini. Jujur aja, ini keren juga.
Dan kami pindahkan apinya ke tempat kecil yang kami temukan ini. Bagaimana menurutmu? Lebih hangat. Nyaman. Batu-batu ini memerangkap panas di sini dan menghalau pipis dari batu di atas. Itu bukan pipis. Namanya apa? Entahlah, mungkin hujan atau semacamnya. Tapi itu bukan hujan. Itu batu. Hey, arahkan ke atas, kamu lihat awan? Ngga. Kamu lihat batu. Itu bukan hujan. Pipis batu. Pipis batu. Pipis batu, baiklah. Baiklah, itu pipis batu.
Dan setelah malam yang jauh lebih kering, kami memutuskan untuk meminta Joel, ahli bertahan hidup kami, untuk bantu kami pergi ke ujung gua. Gua! Gua! Gua! Gua! Gua! Gua! Gua! Ayo lihat seberapa dalam kita bisa jalan di gua ini.
Ingatlah, kami masih di area masuk gua raksasa ini. Dan tujuan kami adalah untuk melalui gua ini, tentu aja dengan selamat. Astaga, ini curam. Ini belum ada apa-apanya. Kita akan jalan jauh di dalam gua.
Baiklah semuanya, kecilkan perut kalian. Di sinilah areanya akan sempit. Kurasa aku ngga muat. Hal menarik tentang penjelajahan gua adalah di satu tempat kamu ngga bisa melewati celah di batu. Astaga, sempit banget. Di tempat lain kamu di ruangan raksasa yang saking besarnya sampai-sampai kalau kami ingin lihat semuanya, kami harus lakukan ini.
Astaga. Aku bisa lihat sekarang. Ini keren. Ini terang. Lihatlah seberapa kerennya ini. Ya! Terang banget, aku ngga bisa lihat. Aku jadi buta. Oh, tidak. Oh, tidak. Kalau dipikir-pikir, kami ngga gunakan itu dengan efektif.
Silakan duluan. Dan kami melanjutkan perjalanan. Silakan, ada pegangan bagus di atas sana. Dan lalu kamu bisa letakkan kakimu ke sini. Ya, ya, sempurna. Joel, pemandu gua terbaik. Belum ada yang tewas.
Baiklah, di sinilah yang menarik. Apa? Apa ini? Jadi dari sini, kita masuk. Kita akan berenang. Semalam, Mack dan Karl bercanda tentang ini, tapi petualangan gua ini dari sini akan berada di sungai yang sangat dingin. Astaga, ini gokil. Yang berarti pakaian selam adalah satu-satunya cara untuk ngga kena hipotermia. Kenapa kita lakukan ini? Ini pengalaman sekali seumur hidup. Karena kamu tewas setelah lakukan ini.
Jadi untuk pergi ke ujung gua, kami harus masuk ke sungai ini dan melawan riam melalui lubang kecil ini di batu dan melaluinya dengan hati-hati. Pelan-pelan aja. Kakimu akan terbawa arus sedikit. Baiklah. Aku akan masuk ke sungainya. Ikuti dinding di kiri. Dingin banget! Kamu bisa, Jimmy. Aku ngga tahu apa aku muat. Jimmy, aku ingin kamu keluar dari air.
Astaga. Yang gokil tentang ini, oh, dingin banget, adalah ketika kamu berada di dalam yang dingin banget. Sulit banget pegang batunya. Astaga, itu gokil.
Mack, Karl, ayo. Aku takut, bro. Kamu bisa. Bro. Teruslah. Lihatlah seberapa gokil ini, bro. Dan walaupun rintangan ini sulit, ini ngga ada apa-apanya dibanding dengan yang selanjutnya.
Kita berhasil! Gua, gua, gua. Gua, gua. Hey anak-anak, perjalanan kita 10% selesai. Yang berarti perjalanan kita belum ada apa-apanya. Dan masih ada dua kilometer tersisa untuk mencapai akhir.
Seperti yang kamu lihat, hujannya terus turun di gua ini. Jadi aku membuat tempat nongkrong untuk istirahat yang ngga kena basah. Aku penasaran aku kelihatan seperti apa kalau aku ngga di sini bangun semua ini. Aku yakin mereka akan tidur di atas batu basah.
Kita harus terus jalan saat tubuh kita basah. Suhunya akan turun dengan cepat. Kenapa ini susah banget? Bagian terburuknya adalah, tiap jarak yang kami tempuh ke sana adalah jarak yang kami harus tempuh untuk kembali ke kemah.
Rintangan kami selanjutnya mungkin di luar air, tapi itu bukan berarti lebih mudah untuk dilewati. Apa itu jaring laba-laba? Laba-laba? Aku ngga lihat laba-laba. Itu berarti jaringnya kena kita. Kamu kena. Kamu kena. Aku benci teman-temanku.
Gua ini seperti video MrBeast. Semakin jauh perjalananmu, semakin sulit tantangannya. Jujur aja. Kalau kami ngga ada Joel, aku akan tewas.
Dan setelah tiga jam, Joel ada kabar buruk untuk kami. Airnya terlalu tinggi, dan kita terlalu lama. Kita harus berbalik untuk hari ini dan kembali ke kemah. Aku ngga setuju. Kamu ngga bisa ngga setuju dengan ahli keselamatan. Aku ngga setuju. Kami ngga bisa ngga setuju.
Ternyata kami menghabiskan terlalu banyak waktu shooting dan bermain dengan suar, sampai-sampai kami harus mulai ulang dan coba lagi misi ini di lain hari.
Shawn, kami pulang. Kamu ngapain selagi kami pergi? Kuharap ngga ada yang basah sekarang. Aku ngga tahu kita bawa lampu. Ya, keren, bukan?
Sayangnya kami hanya melalui 20% dari gua hari ini. Tapi ingat ucapanku, kami akan lebih jauh di masa depan. Aku ngga yakin. Itu ngga akan terjadi. Kami mungkin istirahat di hari keempat dan lalu di hari kelima, kami akan coba jalan sampai akhir gua dan lihat ada apa di sana. Hari ketiga menyenangkan. Sampai jumpa besok.
Dan setelah malam ketiga yang menyedihkan di gua, esok harinya, kami hanya pikirkan satu hal. Mandi air panas akan menyelamatkan hidupku sekarang. Mandi pasti enak. Aku belum mandi tiga, empat hari.
Seperti yang kamu bisa bayangkan, mandi di dalam gua ngga mudah. Kami harus mendaki melalui tempat kami turun pertama kali untuk mencapai dasar sungai dengan aman. Oh, tidak. Astaga. Aku ngerasain otakku. Aku ngga pernah ngerasainnya seperti ini. Dahiku kedinginan.
Ayo gunakan drone untuk mengeringkan kepala kita. Ke sini, drone. Berhenti, berhenti! Berhasil. Ya, berhasil. Siapa butuh pengering rambut kalau kamu punya drone?
Dan setelah kami ngeringin diri, kami duduk dengan Joel untuk rencanain perjalanan kami. Apa ini, Joel? Ini peta guanya. Kita harus berhenti kemarin karena airnya bergerak cepat. Tapi hujannya mulai mereda, jadi kita punya peluang untuk mencapai ujungnya besok. Ini akan gokil.
Pertama, kita harus melewati beberapa riam yang sama dari semalam. Menyelam melalui jurang dan menghindari batu bergerigi. Dan kalau kita bisa melewati semua itu, kita akhirnya akan sampai ke tempat cacing pendar yang indah. Jangan beritahu kami kelihatannya seperti apa. Aku ingin dikejutkan. Menurutmu kita akan berhasil? Ngga, jangan bicara seperti itu. Kita semua akan berhasil.
Karena rencana besok udah dibuat, kami istirahat dan buat s'more Feastables untuk isi ulang energi. Semuanya bersulang! Joel akan makan s'more Feastables pertamanya. Baiklah, Joel, jujurlah. Enak juga. Joel suka? Joel juga. Kenapa kita ngga makan cokelat ini lebih awal? Ini sepuluh kali lebih menyenangkan.
Kawan-kawan, yang benar, kalau kamu belum pernah coba s'more dengan Feastables, kamu ketinggalan. Besok kami akan jelajahi keseluruhan gua. Sampai jumpa.
Kami coba tidur sepanjang yang kami bisa dan bersiap untuk perjalanan besok ke akhir gua. Kami akan memulai salah satu perjalanan paling berbahaya dalam hidupku. Karena pengalaman kami dari hari ketiga dan ngga terlalu fokus shooting, kami dapat banyak kemajuan lebih cepat.
Air ini dingin. Seperti kemarin, bro. Bagus bro, pelan. Dan untuk pastiin kami selamat, selain Joel, kami membawa ahli keselamatan lain dengan kami.
Di sinilah kami harus berhenti di hari ketiga. Bagaimana kabar kita? Waktu kita lebih cepat! Di belakang kami gelap gulita. Ke mana kita akan pergi? Area ini semakin sempit, arusnya kuat. Jadi kita akan gunakan dinding dan memanjat untuk melanjutkan.
Ini dia. Astaga. Ya. Lompat ke batu pertama itu, ada beberapa batu bagus di ujung yang kamu bisa pegang. Gelap banget di bawah sini. Ngga ada dasarnya sekarang. Kakiku ngga menyentuh permukaan sekarang. Karena kami ngga bisa mencapai permukaan, itu berarti kalau kami lepas sekarang, kami bisa hanyut dalam arus yang ada di bawah kami.
Joel, kamu sedang apa? Aku akan ke sini kalau kamu bisa. Itu bagus. Aku ngga bisa lihat aku ke mana, Joel. Arusnya kuat. Bagaimana aku lakukan ini? Kamu harus ke sana, arusnya jauh lebih pelan. Aku ke sini? Ya, ke dalam lubang. Ya! Kerja bagus.
Ini mungkin hal tergila yang pernah kami lakukan. Kami jauh di dalam gua dibandingkan sebelumnya. Dan kami sekarang mendekati rintangan serius kami yang pertama. Pada dasarnya arusnya berputar, jadi kalau kamu masuk, airnya akan bawa kamu ke dasar dan menjebakmu di sana. Kalau kami jatuh, kami tewas. Ya. Oke, jadi kematian itu mungkin? Ini bukan yang kubayangkan ketika aku setuju untuk ikut.
Bagus. Ya! Jadi aku letakkan kakiku di sini? Ya! Benar. Oh, ya. Woo! Gua jauh lebih sulit dari yang kubayangkan. Kamu bisa lihat seberapa kuat sungai ini karena itu menciptakan gua ini. Dan fun fact, kami ngga sekuat gua. Aku bahkan manusia yang ngga terlalu kuat.
Untungnya bagi kami, bukannya Karl yang memandu ekspedisi ini, tapi kami ada Avenger, Joel. Dan untuk membuktikan seberapa ahli dia, dia pamer ke kami dengan lompat dari jurang. Astaga. Kamu gila.
Siapa lagi yang gila sedikit? Pasti ada juga yang seperti aku. Aku gila. Ngga mungkin, kamu mau lakukan itu. Kamu bicara apa? Aku akan lakuin sekarang. Ayo, Joel. Semoga beruntung, Mack. Setelah semua yang diberikan Jimmy untukku, ini ngga terlalu seram untukku. Tiga. Dua. Satu.
Kamu lakukan? Ngga. Kita harus lanjut atau kita ngga akan capai ujung. Astaga. Kita ke bawah? Kenapa kita selalu melawan arus? Aku mungkin akan hanyut. Aku mungkin akan menyerah.
Ada batu tajam di bawah air. Kamu ngga bisa lihat. Jadi hati-hati. Astaga. Airnya dalam lagi. Ngga bisa, aku ingin menapak sesuatu.
Dan kalau batu tajamnya ngga cukup menantang, sepertinya di setiap langkah yang kami ambil, bro! Aku ngga bisa lihat apa-apa. Ini menakutkan. Guanya menjadi lebih gelap, lebih sempit dan cukup kejam sampai-sampai kami mulai ragu apa kami bisa sampai ke garis akhir.
Ini melelahkan. Gua ini akan jadi lebih sulit. Dan aku punya sesuatu yang perlu kutunjukkan kalian semua. Joel, apa aku bisa lihat tasmu? Terima kasih. Kamu tahu kamu bawa apa? Yang kubawa? MrBeast Lab Swarms baru.
Jujur aja. Seperti yang kamu lihat, karena apa yang telah kulalui selama lima jam, aku ngga punya energi untuk beritahu kalian tentang ini sekarang. Jadi, sebulan setelah kami shooting ini, aku buat set gua ini, pasang nama Jimmy dari Masa Depan, dan lalu bilang: hey, ini Jimmy dari Masa Depan, dan aku akan beritahu kamu tentang mainan terbaruku, MrBeast Lab Swarms.
Ini mainan koleksi dengan 119 karakter berdesain unik yang kamu bisa koleksi. Yang paling keren adalah mengetahui karakter mana yang kamu dapetin. Kamu tuangkan air ke dalam tabung ini, kocok, dan mainannya akan muncul di depan mata kamu.
Dan untuk demonstrasi produknya, aku buat tabung versi raksasa ini, isi tabungnya dengan air. Kamu ngga perlu air sebanyak ini. Sebanyak ini karena ini tabung raksasa. Baiklah. Dan sekarang karena ini telah diisi air, Mack akan kocok sedikit. Apa udah cukup? Kurasa udah cukup. Lalu kamu keluarkan airnya. Silakan, Joel.
Dan setelah airnya keluar, mainan yang kamu dapatkan akan muncul. Ini yang paling langka, Hyperchrome. Aku cuman buat seribu. Joel, kamu bisa ambil. Kamu bisa ambil yang itu. Karl dapat yang mana? Aku hanya punya dua.
Kami ngga hanya buat Swarm. Kami juga buat Panther ini yang ada di dalam koper-koper ini dan juga Mutator ini, yang sama seperti Swarm, punya cara buka yang seru ketika kamu membelinya. Di mana aku bisa beli? Aku senang kamu bertanya, MrBeast Lab Toys sekarang tersedia di mana pun kamu beli mainan. Tersedia sekarang. Silakan beli.
Dan setelah perjalanan yang lebih brutal melalui gua, kami akhirnya tiba di ruang cacing pendar. Kuharap ini sepadan. Baiklah tim. Selamat datang di ruang cacing pendar.
Astaga! Ini gila. Bro, ini ngga terlihat seperti Bumi. Semua lampu yang kamu lihat di sini diciptakan oleh cacing pendar bioluminesensi kecil. Itu mirip seperti galaksi Bimasakti. Saat ini, jujur aja pemandangan ini sepadan dengan perjalanannya.
Walaupun mengunjungi cacing pendar ini sepadan dengan rintangannya, perjalanan kami masih belum berakhir karena kami harus kembali ke markas.
Hampir hari keenam. Mereka belum kembali dan aku capek. Aku ngga tahu apa aku bisa tidur, aku khawatir mereka udah lama pergi.
Jalan pulangnya jauh lebih mudah karena kami mengapung di arusnya.
Sekarang, karena kalian udah lihat perjalanannya, kami akan percepat saat jalan kembali. Tapi benar, perjalanan ini lama banget. Kami melewati hari keenam sebelum mencapai kemah.
Shawn. Bagaimana kabar kalian? Aku mulai khawatir. Selamat hari keenam. Hari keenam. Begitu.
Kami cuma bisa duduk di samping api dan akhirnya makan. Itu hari yang sangat seru. Sampai jumpa besok. Atau nanti, ini hari keenam. Ya, mungkin hari ini, entahlah.
Walaupun kami sangat capek karena pendakian kami yang sangat lama, apa pun yang kulakukan, aku nggak bisa tidur.
Aku habiskan tujuh hari terkurung sendiri, tujuh hari dikubur hidup-hidup, tujuh hari di kapal. Dan jujur aja, kurasa ini lebih sulit dari itu semua. Kamu selalu basah dan dingin. Tubuhku terus-terusan terbentur batu-batu keras dan rasanya sakit. 90% waktu di gua ini menderita. Tapi jujur aja…
Jimmy! Yo! Karl, kamu bisa lihat aku? Itu senter paling terang di dunia.
Ada momen-momen menyenangkan di gua ini. Mulai dari menaklukkan riam 91 meter di bawah tanah. Aku dan anak-anak bercanda ria di tempat tidur gantung kami. Semua penderitaannya sepadan. Karena saat kamu bersama orang yang kamu sayangi.
Ayo buat suara ikan paus.
Gua menyedihkan yang basah, dingin dan berbatu ini bisa menjadi perjalanan paling indah di hidup kami.
Kami nggak bisa pergi sampai semuanya diambil. Dan saat kubilang semuanya, maksudku semuanya.
Ayo keluar dari sini.
Dan setelah perjalanan kami kembali ke mulut gua. Oh, terlihat indah banget di sana. Kami punya satu kejutan lagi untuk Joel.
Sebelum kami keluar, Joel, sebagai ungkapan terima kasih, kami berikan kamu 50.000 dolar Selandia Baru. Jadi itu sepuluh ribu untuk setiap orang yang kamu jaga untuk nggak tewas.
Astaga. Terima kasih banyak, Jim. Begitu. Joel! Kami sayang kamu, Joel. Sekarang karena itu udah selesai, ayo pergi.
Setelah tujuh hari panjang, kami akhirnya pergi.
Artikel diterbitkan · Diperbarui
