Live Commentary Pertarungan Bos Bō: Path of the Teal Lotus hingga Ending: Mengalahkan Yokai dengan Pertarungan Udara dan Daruma

Diterjemahkan dari 日本語

Buka di YouTube ↗
Ringkasan

Ini adalah video live commentary yang memainkan Bō: Path of the Teal Lotus, game aksi 2D bertema cerita rakyat Jepang, hingga ending. Sang komentator menikmati dunia game yang digambar tangan sambil memperkenalkan pertarungan bos utama satu per satu. Dalam prosesnya, ia memuji sistem pertarungan yang berpusat pada pertarungan udara serta rancangan pertarungan bos berskala besar yang memanfaatkan mekanisme panggung. Berikut ini adalah rangkuman tentang apa yang diperlihatkan dan bagaimana penilaian sang komentator, mengikuti alur pertarungan bos. Perlu diketahui, artikel ini memuat isi cerita hingga bagian akhir.

14 menit baca
1:10

Protagonis yang Jatuh dari Langit dan Dasar-Dasar Pertarungan

Cerita dimulai dengan adegan protagonis yang tiba-tiba jatuh dari alam langit. Saat menjelajahi sekitarnya, ia bertemu seekor rubah bernama Asahi dan dijamu teh yang membangkitkan kekuatannya. Setelah itu, protagonis bisa menyerang dengan mengubah bentuk anting-antingnya.

Bos pertama adalah Kiri-Kiri Bozu, dan di sinilah pemain mempelajari dasar-dasar pertarungan. Menurut sang komentator, medan utama pertarungan dalam game ini adalah udara. Karena sistemnya memungkinkan lompatan ganda setiap kali serangan udara mengenai sasaran, pemain bisa terus bertahan di udara dan bertarung selama seranganya terus mengena. Jumlah kombo bertambah setiap kali menyerang, dan meskipun sang komentator mengatakan bahwa "angka itu sebenarnya tidak punya arti khusus", ia mengaku hal itu terasa memuaskan.

2:32

Pertarungan Melawan Ikari Tamanomushi: Lemparan Balik dan Daruma

Selanjutnya, karena bahan teh membutuhkan mata monster, protagonis masuk ke bagian dalam gua dan melawan bos berwujud serangga raksasa bernama "Ikari Tamanomushi". Sang komentator merasa bahwa melawan musuh di suasana gua yang remang-remang dengan sistem ini terasa "cukup mirip Hollow Knight bernuansa Jepang". Karena kontrolnya terasa enak dan detailnya digarap dengan cermat, ia menyarankan orang-orang yang menyukai game aksi 2D sejenis untuk mencobanya.

Pada titik ini, aksi baru juga ditambahkan. Protagonis kini bisa menangkap benda yang melayang ke arahnya lalu melemparkannya kembali. Dalam pertarungan ini, dengan menangkap benda yang dijatuhkan bos yang mengamuk lalu melemparkannya ke arah bos, pemain bisa menghindar dan menyerang sekaligus. Sang komentator sudah lebih dulu menyebutkan bahwa aksi ini akan sangat membantu hingga detik-detik terakhir.

Elemen baru lainnya adalah "daruma". Dengan daruma, pemain bisa mengeluarkan jurus khusus, tetapi karena ada biayanya, daruma diposisikan sebagai jurus besar yang tidak bisa dipakai beruntun.

3:46

Pertarungan Melawan Hashihime: Pertarungan Udara dengan Berpindah dari Satu Titik Lemah ke Titik Lemah Lain

Untuk menuju pusat kota bernama Ibu Kota Sakura, protagonis mencoba menyeberangi jembatan yang mengarah ke sana. Saat itulah yokai Hashihime menyerangnya.

Titik lemah Hashihime adalah api merah yang menyala di kepalanya, tetapi letaknya terlalu tinggi sehingga serangan tidak sampai. Karena itu, pemain harus lebih dulu memantulkan serangan musuh, lalu memukul benda yang muncul untuk melompat ke udara. Sang komentator menjelaskan bahwa begitu sudah berada di atas, pemain bisa terus menyerang sambil berpindah dari satu titik lemah musuh ke titik lemah lainnya.

Di sini mekanisme daruma dijelaskan lebih rinci. Saat serangan beruntun dilancarkan di udara, gauge di sisi kiri layar akan terisi, dan ketika penuh, serangan daruma berikutnya akan diperkuat. Dengan kata lain, alur dasarnya adalah "mengisi gauge lalu melepaskan daruma". Daruma yang dipasang saat itu melesat lurus ke samping, sehingga sebaiknya ditembakkan agar melewati dua titik lemah dalam satu garis lurus.

Sang komentator terkesan bahwa kehadiran daruma memberi ritme pada pertarungan sehingga tidak sekadar memukul terus-menerus, dan membuatnya semakin seru. Tampaknya ada total 8 jenis daruma, dan ia juga menilai positif kemungkinan untuk mengubah gaya bertarung ke depannya. Di tengah pertarungan, jembatan hancur, dan protagonis berhasil mengalahkan Hashihime dengan terus menyerang titik lemahnya sambil menghindari api raksasa yang dilontarkannya.

5:19

Mampir di Ibu Kota Sakura dan Pertarungan Melawan Kabuto Yokozuna

Setibanya di Ibu Kota Sakura, protagonis merawat daruma di toko daruma, menerima penguatan di ruang teh, dan makan ramen di kedai ramen. Setelah puas berwisata di ibu kota, ia mendaki gunung di sebelah barat dan mengunjungi dojo para kumbang badak.

Lawan di sini adalah Kabuto Yokozuna, petarung terkuat di antara para kumbang badak. Di awal, sesuai gelarnya sebagai yokozuna, pertarungan berlangsung di darat, tetapi mulai pertengahan panggungnya berpindah ke udara. Pemain menempel pada bos dengan serangan udara untuk melambung ke atas, lalu bertarung sambil menghindari bola yang melayang dan menjaga jarak yang pas. Sang komentator menilainya sebagai pertarungan udara yang menyenangkan, yang tampak mudah tetapi ternyata menuntut kontrol yang cukup halus. Sensasi terus mendaratkan kombo di udara terasa sangat memuaskan, dan menurutnya adanya pertarungan seperti ini adalah salah satu daya tarik utama game ini.

Di bagian akhir, pertarungan kembali ke darat. Karena serangan dari tanah memaksa pemain menjaga jarak, protagonis menuntaskan pertarungan dengan memanggang bos menggunakan daruma baru yang tadi dirawat.

7:07

Pertarungan Melawan Jorōgumo: Pipa dan Gimik Panggung

Dalam perjalanan menuju wilayah berikutnya, protagonis diajari jurus baru sehingga bisa keluar-masuk benda semacam pipa. Pertarungan melawan Jorōgumo dirancang agar pemain bertarung sambil memanfaatkan pipa-pipa ini.

Selama keluar-masuk pipa, protagonis kebal terhadap serangan. Selain itu, karena ia bisa melesat tinggi dari sisi keluar sesuai ketinggian saat masuk, hal itu dimanfaatkan untuk melancarkan pertarungan udara. Dalam pertarungan ini, bos juga menggunakan daruma dan secara berkala memanggil daruma yang berputar. Sang komentator berpesan bahwa daruma itu ternyata cukup kuat, jadi jangan lupa untuk terus memutarnya.

Mulai pertengahan pertarungan, bos secara berkala menyelubungi kepalanya dengan pelindung. Di langit-langit ada benang yang menggantung bom, dan jika protagonis melompat ke sana, bom akan jatuh. Dengan menjatuhkan bom itu ke bos, pelindungnya bisa dihancurkan. Pilar api dihindari dengan keluar-masuk pipa.

Melalui pertarungan ini, sang komentator menyampaikan pandangannya tentang sistem pertarungan game ini sebagai berikut. Kesannya, game ini lebih banyak menyajikan pertarungan besar yang memanfaatkan panggung ketimbang adu pedang jarak dekat yang detail. Namun, di udara tetap dibutuhkan kontrol yang halus, sehingga aspek mikro dan makronya sama-sama tergarap dengan baik. Setelah mengalahkan Jorōgumo, protagonis menyelamatkan mempelai pria yang ditawan dan diundang ke pesta pernikahan.

8:39

Pertarungan Melawan Kitsura: Penguatan dari Eksplorasi

Saat berjalan-jalan di lokasi pesta pernikahan, protagonis entah kenapa diganggu oleh Kitsura, rubah penjaga kuil, dan akhirnya harus bertarung. Pada titik ini, protagonis sudah memperkuat senjatanya dengan bahan-bahan yang ditemukan selama eksplorasi, sehingga daya serangnya meningkat drastis. Karena itu, ia bisa dengan cepat mencapai wujud kedua. Sang komentator mengatakan bahwa ia merasa penguatan lewat elemen eksplorasi dan permainan mendalam adalah salah satu daya tarik utama dari game metroidvania semacam ini.

Pada wujud kedua, bos melayang ke atas dan pertarungan berpindah ke udara. Protagonis melompat tinggi sekaligus dengan pijakan yang kebetulan muncul, lalu seperti biasa mengincar kepala dan berhasil mengalahkannya.

9:34

Pertarungan Melawan Trio Tengu: Latar Belakang Cerita dan Mode Serius

Protagonis menjalani ujian di tempat tinggal para tengu dan bertarung melawan trio tengu. Sang komentator bertarung sambil bercanda, "Lawannya tiga orang, jadi hitbox-nya juga tiga kali lipat. Untung."

Dalam pertarungan ini, latar belakang cerita terungkap. Dunia sedang terancam oleh monster bernama Gashadokuro, dan mengalahkannya adalah cita-cita lama klan tengu. Protagonis yang muncul di tengah situasi itu dianggap sebagai secercah harapan, dan kekuatannya sedang diuji. Sang komentator merasa tidak senang dibebani harapan berat secara sepihak, tetapi menerimanya karena bisa menghajar banyak musuh kuat.

Setelah terus dipukuli beberapa saat, dua anak buahnya mundur dan hanya sang pemimpin yang tersisa. Dari sini pola serangannya berubah menjadi mode serius. Karena jumlah lawan yang bisa dipukul berkurang dari tiga menjadi satu, celah untuk membalas pun berkurang dan situasinya menjadi merepotkan. Sang komentator berkelakar bahwa di manga dan sejenisnya ada adegan ketika tokoh berkata "Majulah kalian semua sekaligus", dan ternyata itu diucapkan karena memang lebih mudah begitu. Ia juga mengatakan bahwa baginya karasu tengu identik dengan Touhou Project, dan gerakan sang pemimpin ini terasa sangat "sesuai dengan interpretasinya".

11:01

Pertarungan Melawan Gashadokuro dan Kebenaran di Balik Cerita

Saat kembali ke Ibu Kota Sakura, Gashadokuro sedang mengamuk. Perangkat yang dibangun oleh sang Shogun dan Asahi, yang selama ini membawa kemakmuran abadi bagi ibu kota, juga ikut dihancurkan.

Dengan meminjam kekuatan karasu tengu, protagonis memanjat hingga ke kepala Gashadokuro dan masuk ke dalamnya. Sesuai rencana, ia menempelkan jimat, dan Gashadokuro berhasil dikalahkan dalam satu serangan.

Di sini terungkap bahwa Gashadokuro ini sengaja dirakit oleh Asahi secara terencana untuk menghancurkan perangkat tersebut. Sang komentator menyimpulkan bahwa tampaknya di kalangan petinggi pun terjadi berbagai kekisruhan.

Shogun Sakura, penguasa Ibu Kota Sakura, memilih untuk hanya menonton bahkan dalam situasi ini. Di sinilah protagonis berhadapan dengan sang Shogun. Shogun adalah penguasa yang bersemangat mencurahkan tenaganya demi kemakmuran ibu kota, tetapi di sisi lain ia juga sosok yang tindakan sewenang-wenangnya sudah keterlaluan, seperti membakar desa-desa sekitar demi mendapatkan bahan bakar untuk perangkat tersebut. Sang komentator menjelaskan bahwa cerita game ini adalah tentang protagonis yang, dipandu oleh Asahi yang merasakan amarah atas ketidakadilan itu, berupaya menumbangkan Shogun Sakura.

12:19

Pertarungan Bos Terakhir Melawan Shogun Sakura: Perubahan Wujud dalam 6 Tahap

Pertarungan melawan bos terakhir, Shogun Sakura, memiliki perubahan wujud yang sangat beragam, dan pemain harus melewati total 6 tahap.

Setelah tahap pertama selesai, medan pertempuran berubah dan masuk ke tahap kedua yang berlangsung di tempat mirip arena pertarungan bos sebelumnya. Namun, bos tidak meniru serangan bos-bos terdahulu, melainkan menekan dengan serangan kuatnya sendiri. Jurus bayangan tidak akan hilang sampai yang asli dipukul. Sang komentator mengatakan bahwa sebagai pertarungan bos terakhir yang menghadirkan kembali tempat-tempat yang pernah dikunjungi, nuansanya sedikit mirip dengan Chrono Trigger. Setelah serangan api, bos melakukan tindakan merepotkan berupa menjadi kebal, tetapi menurutnya hal itu bisa dilewati jika bos berhasil dikalahkan sebelum itu.

Pada tahap ketiga, panggung kembali ke medan pertempuran pertama. Serangan di tahap ini ternyata cukup merepotkan jika dihadapi dengan cara biasa, tetapi efek kebal pada serangan jatuh di udara sangat membantu. Sang komentator mengatakan ia terbantu karena taktik yang persis sama dengan Hollow Knight bisa digunakan. Tindakan musuh di medan ini kebanyakan mudah diatasi dan polanya pun cukup terbatas, sehingga sang komentator menganggapnya semacam waktu istirahat.

Tahap keempat berlangsung di panggung es yang runtuh jika diinjak. Sang komentator mengatakan "ini panggung paling seru dalam pertarungan bos terakhir", tetapi juga menyebutnya "tempat seperti neraka" karena pemain tidak bisa diam di satu tempat, gimik lainnya minim, dan ditambah lagi es runcing berjatuhan dari langit-langit secara berkala. Ia berhasil melewati tahap ini dengan cepat dan menuntaskan 4 dari 6 tahap.

Tahap kelima kembali berlangsung di medan pertempuran pertama. Meski pola serangannya tampak sama, jumlah serangan bertambah sedikit demi sedikit seiring setiap tahap, sehingga fase ini ternyata cukup menjengkelkan. Terutama serangan pelacak, jumlahnya jauh berbeda dibanding di awal, sehingga pemain mudah gagal jika menghindar dengan cara yang sama seperti sebelumnya. Karena serangannya berlangsung lama, sang komentator menyarankan untuk mengambil ancang-ancang lebih panjang dari biasanya. Selain itu, tindakan lainnya hampir tidak berubah.

Pada tahap keenam yang merupakan tahap terakhir, medan berubah drastis, tetapi alur serangannya, yaitu peluru, bayangan, dan api, tetap sama. Namun, karena jumlah bayangannya sangat banyak, protagonis menyerang dengan melemparkan kembali peluru menggunakan aksi lemparan balik yang dipelajari di awal. Dengan cara ini, jumlah bayangan bisa dikurangi dengan mudah dan yang asli pun bisa terkena. Panggungnya minim pijakan, tetapi karena ada arus udara naik, protagonis bisa terbang tanpa batas. Momen setelah menghindari serangan api adalah kesempatan untuk menyerang, dan di sinilah Shogun Sakura berhasil dikalahkan.

17:47

Ulasan Keseluruhan dari Sang Komentator

Setelah mencapai ending, sang komentator meninjau kembali game ini secara keseluruhan. Meskipun perhatian cenderung tertuju pada seni bergaya gambar tangan, ia merasa tata suara yang halus di berbagai bagian juga terasa nyaman, dan game ini punya daya tarik misterius yang entah bagaimana menenangkan hati. Ia juga merasakan perhatian yang cukup besar pada tingkat kesulitan sepanjang perjalanan, dan menutup ulasannya dengan mengatakan bahwa ia bisa menikmati game ini dengan sangat menyenangkan hingga akhir sebagai game aksi yang menantang.