Menonton Video untuk Memberi Makan: Proyek MrBeast di Kenya, Ghana, dan Amerika Serikat
MrBeast ミスタービーストVideo ini dibangun di atas satu gagasan: setiap kali seseorang menonton, termasuk penonton yang sedang menonton saat itu, video tersebut menghasilkan uang. Menurut MrBeast (Jimmy), uang itu disalurkan untuk memberi makan orang yang membutuhkan. Semakin besar jangkauan video, semakin banyak orang yang bisa diberi makan. Ia menegaskan bahwa uang ini tidak hanya dibelanjakan untuk makanan. Uang itu juga dipakai untuk membantu kebun, membangun dapur besar, mengisi sekolah dengan makanan bagi muridnya, dan mengeluarkan anak-anak dari pekerjaan anak. Video berpindah dari Kenya ke Ghana, lalu ke Amerika Serikat. Setiap lokasi menunjukkan sisi masalah kelaparan yang berbeda.
Kenya: dari meja sekolah sampai dapur baru
Bagian pertama berlangsung di sebuah sekolah di Kenya. MrBeast menyebut 1.500 orang telah diberi makan di sana. Ia juga mengatakan kehadiran siswa naik pesat berkat program makan tersebut, sehingga ruang kelas perlu diperbesar.
Masalah yang ditunjukkan sangat konkret. Meja di sekolah itu begitu sedikit sehingga sebagian siswa harus duduk di atas batu. Satu meja yang seharusnya untuk dua anak dipakai oleh empat anak, dan hal ini dikonfirmasi oleh pihak sekolah. Setelah anak-anak ditanya apakah mereka mau meja baru dan menjawab "ya", tim membawa masuk meja untuk semua siswa. Dengan begitu, seluruh murid, termasuk siswa baru, punya tempat duduk. Salah satu anggota tim berkomentar bahwa momen ini membuatnya memikirkan hal-hal yang dianggap remeh di Amerika dan Eropa. Menurutnya, sesuatu yang sesederhana meja baru, supaya anak tidak perlu duduk di batu, membuatnya bahagia.
MrBeast lalu menunjukkan "dapur" lama sekolah. Menurutnya, sekolah tidak mungkin menyediakan sarapan dan makan siang setiap hari sekolah dengan dapur seperti itu, jadi tim membangun dapur baru. Selain merenovasi sekolah, mereka menggali sumur lengkap dengan tempat penyimpanan air, serta membangun rumah kaca dan sebuah kebun. MrBeast menyatakan bahwa sekolah ini diberi semua yang mereka butuhkan.
Kebun Oleleshwa dan traktor
Untuk melayani banyaknya siswa di sekolah-sekolah sekitar, tim bekerja sama dengan sebuah pertanian besar yang dikelola oleh Justice. Justice menjelaskan bahwa kebun Oleleshwa dibagi menjadi dua bagian. Hasil bagian pertama langsung dikirim ke sekolah. Bagian kedua ditanami khusus untuk dijual ke komunitas sekitar, dan pendapatannya membantu organisasi nirlaba itu tetap berjalan.
Kendalanya, kebun ini masih dikerjakan dengan tenaga fisik. Menurut video, cara itu tidak cukup efisien untuk memproduksi makanan yang dibutuhkan sekolah. Karena itu tim membelikan traktor baru. MrBeast mengatakan pekerjaan yang sebelumnya butuh 45 menit kini hanya butuh 45 detik.
Ia lalu menjelaskan mengapa traktor ini lebih penting dari kesannya. Mengambil uang dari views lalu memberikannya ke program makan sekolah tidak berarti makanan muncul begitu saja. Makanan harus berasal dari suatu tempat. Dalam kasus ini, makanan itu berasal dari hasil panen yang meningkat berkat traktor di perkebunan tersebut.
Truk komunitas dan target satu juta porsi
Supaya makanan menjangkau lebih banyak orang, sekolah juga diberi kunci truk baru untuk komunitas. MrBeast meminta truk itu dipakai untuk memberi makan semua orang di komunitas. Menurut penjelasannya, truk ini memungkinkan sekolah menyalurkan kelebihan makanan ke keluarga-keluarga di sekitarnya. Di dalam truk tersebut sudah ada makanan untuk 100.000 porsi.
Komunitas setempat memberikan seekor kambing kepada MrBeast sebagai tanda terima kasih. Ia lalu menambahkan bahwa kalau 100.000 porsi terasa banyak, di akhir video mereka akan membagikan satu juta porsi makanan karena orang-orang menonton.
Ghana: kebun kubis dan masalah pekerja anak di perkebunan kakao
Di Ghana, tim juga mendanai pembangunan dapur, tangki air, dan kebun baru untuk sekolah setempat. Kubis yang ditanam di sana diperkirakan siap panen dalam dua setengah bulan. Menurut penjelasan di lokasi, kebun kubis kecil itu saja sudah bisa memberi makan para siswa.
MrBeast lalu mengontraskan kebun ini dengan kondisi yang lebih luas. Ia mengatakan jutaan orang di berbagai penjuru Ghana tidak punya cerita sepositif ini. Komunitas tersebut adalah komunitas petani, dan sebagian besar orang tuanya bertani kakao. Anak-anak mereka juga ikut berperan penting dalam mencari nafkah keluarga.
Dalam percakapan dengan pihak sekolah, MrBeast menyebut bahwa empat dari lima siswa di sekolah itu bekerja di kebun kakao sebelum masuk sekolah, dan pihak sekolah membenarkannya. Kini anak-anak itu bersekolah. MrBeast mengaitkan perubahan ini dengan makan gratis yang diberikan. Pihak sekolah menyatakan makanan itu meningkatkan jumlah siswa, menarik anak-anak datang ke sekolah, dan membuat mereka terus bersekolah.
Hewan ternak sebagai jalan agar anak tetap sekolah
Tim juga mencoba cara lain agar anak-anak tetap bersekolah. Mereka membeli puluhan pasang hewan, termasuk sapi dan kambing, untuk diberikan kepada keluarga-keluarga di sana. Logikanya, penghasilan tambahan dari ternak membuat keluarga mampu menyekolahkan anak alih-alih mempekerjakan mereka di kebun. Salah satu anak yang ditemui akan memulai hari pertamanya di sekolah keesokan harinya.
Pembagian hewan ini diselingi momen jenaka. Karena banyak hewan yang harus dibagikan, MrBeast mengandalkan Tareq. Ia menyebut keputusan itu sebagai kesalahan. Tareq membawa sepuluh kambing sekaligus, kambing-kambing itu kabur, dan MrBeast bercanda bahwa Tareq "dipecat". Setelah itu, anak-anak diajak mencicipi cokelat dan melihat diri mereka lewat kamera drone.
Feastables dan sistem pemantauan pekerja anak
MrBeast lalu menyampaikan sebuah angka: 45 persen anak yang tinggal di keluarga petani kakao di Ghana dipekerjakan secara ilegal. Untuk melawan hal ini, ia mengatakan Feastables bekerja sama dengan para petani membangun sistem pemantauan dan remediasi pekerja anak. Tujuannya mengeluarkan anak-anak dari pekerjaan anak dan memasukkan mereka ke sekolah.
Pihak sekolah di Ghana menyebut bahwa memberi makan para murid sudah lama menjadi impian mereka, dan kini hal itu terwujud. Mereka berharap program ini bertahan bertahun-tahun. MrBeast menimpali bahwa ia berharap program itu berjalan selamanya.
Amerika Serikat: masalahnya bukan kurang makanan
Kembali ke Amerika Serikat, MrBeast menyebut masalah yang harus diselesaikan di sana berbeda. Menurutnya, Amerika memproduksi begitu banyak makanan sehingga hampir 40 persen dibuang. Ia berpendapat bahwa jika 10 persen saja dari makanan itu bisa diselamatkan, kelaparan di Amerika Serikat seharusnya bisa diakhiri.
Argumen ini membawa tim ke Philadelphia Wholesale Produce Market, yang disebut sebagai salah satu pasar makanan terbesar di Amerika. Menurut video, setiap tahun hingga 4.000 ton makanan tak terjual di pasar itu berisiko terbuang. Di sinilah Evan dan organisasi nirlabanya, Sharing Excess, berperan.
Cara kerja Sharing Excess
Dalam video dijelaskan bahwa ketika penjual tidak punya tempat untuk menjual barangnya, solusi termudah bagi mereka adalah membuangnya. Contohnya kentang. Seorang pembeli bisa berpikir, "kalau itu kedaluwarsa sebulan lagi, kami tidak mau." Sebaliknya, Sharing Excess berpikir, mengapa tidak diberikan saja kepada orang yang kelaparan? MrBeast menyebut organisasi Evan mengumpulkan ratusan ton makanan yang semula akan dibuang karena alasan yang ia nilai konyol.
Proses penyortirannya sengaja dibuat sederhana. Produk yang tampak bagus dimasukkan ke kotak "bagus", sedangkan yang tidak bagus dibuang ke tempat sampah. Ketika MrBeast bertanya apakah hanya itu yang mereka lakukan, Evan menjawab bahwa jika prosesnya dibuat lebih rumit, orang tidak mau melakukannya. Sesi ini juga diwarnai candaan antaranggota tim, termasuk Tareq dan Nolan, soal ukuran dan bentuk cabai masing-masing.
Semua makanan yang terlihat di lokasi adalah donasi hari itu dari satu gedung saja, dan masih ada lebih banyak di luar. Evan mengatakan mereka butuh lebih banyak truk untuk mengangkut semua makanan yang tersedia. Menurut MrBeast, pasar ini dan pasar sejenis punya begitu banyak makanan sehingga Sharing Excess pun tidak sanggup mendistribusikannya sebelum kedaluwarsa. Ia menyatakan bahwa dengan satu truk tambahan, organisasi itu bisa menyelamatkan hingga 3.000 ton makanan per tahun.
Truk baru untuk Evan dan hasilnya dalam sehari
MrBeast lalu memberikan truk baru kepada Evan sebagai kejutan. Evan dibawa dengan mata tertutup, lalu diminta membuka penutup mata dan berbalik. MrBeast menambahkan bahwa dengan menonton video ini, penonton membantu memberikan lebih banyak uang ke Sharing Excess agar truk itu bisa terus diisi makanan selama bertahun-tahun.
Video kemudian menunjukkan apa yang bisa dilakukan satu truk tambahan dalam sehari. Pertama, truk itu memasok dapur Double Trellis Food, yang setiap hari memasak makanan untuk orang yang membutuhkan. Bahan-bahan di sana semula akan dibuang. Makanan yang dimasak hari itu dibagikan kepada 600 orang. Setelah itu, truk masih membawa berton-ton hasil bumi segar. Muatan itu dipakai untuk mengisi kulkas-kulkas komunitas, dibagikan langsung kepada orang di jalan, dan dipakai untuk menggelar food drive di North Carolina, tempat ratusan orang membutuhkan makanan bergizi.
Peran DoorDash
Di bagian ini, MrBeast menyebut DoorDash sebagai mitra. Ia mengatakan bahwa selama waktu terbatas, setiap pembelian hoodie yang hanya tersedia di DashMart di DoorDash membantu mendonasikan seratus porsi makanan bagi orang yang membutuhkan. Ia juga menyebut bahwa Project DASH dari DoorDash, dalam beberapa tahun saja, telah membantu menyalurkan lebih dari seratus juta porsi makanan yang semula akan dibuang.
Dua cek dan janji yang bergantung pada penonton
Setelah food drive selesai, MrBeast memberi Evan dua cek. Cek pertama bernilai enam ratus ribu porsi. Menurutnya, sebelum video diunggah tim sudah berjanji mencapai satu juta porsi, dan cek ini termasuk dalam pemenuhan target tersebut. Cek kedua sengaja dibiarkan kosong. MrBeast mengaku belum tahu nilainya karena tergantung berapa banyak orang yang menonton. Ia berjanji mengisinya sesuai jumlah penonton agar Evan bisa terus memberi makan orang yang membutuhkan. Ia menegaskan bahwa jumlah dolar di cek itu bergantung pada penonton.
Pendanaan ini tidak hanya datang dari DoorDash, tetapi juga dari Tony Robbins. Dalam pesannya, Robbins mengatakan bahwa setiap tontonan menambah porsi makanan. Ia berkomitmen memberikan sepuluh juta porsi dan akan menyamai donasi siapa pun yang ingin ikut bersamanya. Video ditutup dengan perhitungan dari MrBeast: berkat Tony Robbins dan DoorDash, setiap 20 views setara dengan satu porsi makanan bagi orang yang membutuhkan. Penonton lalu diajak membagikan video itu. Berapa nilai akhir cek kosong tersebut tidak terjawab di dalam video, karena angkanya baru akan ditentukan oleh jumlah penonton setelah video tayang.
Setiap kali seseorang nonton video ini akan beri makan seseorang yang membutuhkan. Dan karena kami dapat banyak penonton, aku bawa banyak orang!
Ini dia. Terima kasih, kawan. Ngga masalah.
Kalau kamu penasaran cara kerjanya, setiap kali seseorang nonton video ini, termasuk kamu sekarang, videonya akan hasilkan uang. Dan semakin video ini berkembang, uang yang terus bertambah itu akan beri makan begitu banyak orang. Semuanya makan.
Tapi bukan itu aja yang akan dilakukannya. MrBeast! Kamu menonton video ini akan bantu kebun, bangun dapur raksasa, isi sekolah dengan makanan untuk murid mereka, dan selamatkan anak-anak dari pekerja anak. Jadi, jujur aja, aku senang kalian di sini.
Ini dia. 1500 orang telah diberi makan. Aku semangat banget untuk masa depan.
Dan karena program makan kami, kehadiran di sekolah naik pesat, jadi udah seharusnya kami memperbesar kelas mereka. Meja di sekolah mereka sedikit sekali sampai-sampai beberapa siswa harus duduk di batu.
Kamu seharusnya ngga tempatkan empat anak di sini. Tentu. Ini seharusnya untuk dua anak. Benarkah? Bukan empat. Apa kamu bisa tanya mereka apa mereka ingin meja baru? [berbicara bahasa asing] Ya! Aku akan segera kembali.
Bawa masuk! Kami ada meja baru untuk semuanya! Dan sekarang, bahkan dengan semua siswa baru, semuanya ada tempat untuk duduk. Lihat seberapa senang mereka! Ayo bawa masuk! Bro, aku suka video ini!
Ini bener-bener buat kita mikirin hal-hal yang kita anggap remeh di Amerika dan Eropa. Sesuatu sangat sederhana seperti meja baru di sekolah mereka supaya mereka ngga perlu duduk di batu buat aku jadi bahagia.
Terima kasih, Jimmy. Ngga masalah. Ini berharga untukku. Baiklah, terima kasih bantuannya. Mereka sedang bawa sekarang.
Kalian siap untuk meja baru kalian? Ya! Ya?
Tentu aja, mereka ngga bisa beri sarapan dan makan siang ke anak-anak ini setiap hari sekolah dengan "dapur" ini. Itulah mengapa kami bangun dapur baru ini!
Dan selain merenovasi sekolah, kami juga gali sumur di sini dengan tempat penyimpanan air, ditambah rumah kaca dan, ke sini kameranya, sebuah kebun. Kami berikan sekolah ini semua yang mereka butuhkan. Dan untuk banyaknya siswa di sekolah sekitar, kami kerja sama dengan pertanian raksasa seperti ini!
Dan ini Justice. Dia yang menjalankan kebunnya. Selamat datang di kebun Oleleshwa. Kebunnya terbagi jadi dua bagian. Bagian pertama kebun langsung ke sekolah, dan bagian lainnya, kami khusus tanam untuk dijual ke komunitas sekitar, yang membantu nonprofit terus berjalan.
Dan karena sekarang kebun-kebun ini menggunakan tenaga fisik, yang ngga cukup efisien untuk memproduksi makanan yang dibutuhkan sekolah, kami belikan kalian traktor baru! Ngga mungkin!
Sekarang, bukannya lakukan kerja fisik seperti ini, mereka bisa gunakan traktor ini. Apa yang sebelumnya butuh 45 menit sekarang hanya butuh 45 detik.
Traktor ini lebih penting dari yang kalian kira. Hanya karena kami ambil uang dari semua views di video ini dan memberikannya ke program makan sekolah, bukan berarti makanannya muncul begitu aja. Makanannya harus datang dari suatu tempat, dan dalam hal ini, makanannya datang dari hasil panen yang meningkat di traktor ini di perkebunan raksasa ini.
Dan untuk pastiin makanan ini gapai banyak orang, kami ada kejutan spesial untuk sekolah. Semuanya, ke sini! Ini kunci untuk truk baru kalian untuk komunitas! Selamat! Apa?! Apa?! Apa?!
Aku ingin kalian gunakan ini untuk beri makan semua orang di komunitas. Terima kasih. Terima kasih banyak! Kita ada truk baru!
Truk ini akan memungkinkan sekolah untuk berikan makanan berlebih ke keluarga di komunitas. Dan di dalam truk baru kalian ada makanan cukup untuk 100.000 porsi!
Komunitasnya sangat bersyukur mereka berikan aku kambing. Aku ada kambing sekarang.
Dan kalau kalian pikir 100.000 itu banyak, di akhir video ini, karena kalian menonton, kami akan bagi-bagi satu juta porsi makanan. Itu Kenya!
Ayo pergi ke Ghana, di mana kami juga danai pembangunan bukan hanya dapur dan tangki air, tapi juga kebun baru untuk sekolah setempat.
Kubis yang kami tanam di sini, dalam dua setengah bulan, akan terlihat seperti ini. Kami bisa beri makan para siswa hanya dari kebun kubis kecil ini. Tapi ngga seperti kebun ini, berjuta-juta orang di berbagai penjuru Ghana ngga memiliki cerita sepositif ini.
Ini komunitas petani. Sebagian besar orang tua adalah petani kakao. Dan sayangnya, anak-anak mereka juga memainkan peran penting dalam mencari nafkah keluarga mereka.
Empat dari lima siswa kamu, sebelum mereka masuk sekolah ini, bekerja di kebun kakao. Ya. Dan sekarang, bukannya bekerja di kebun kakao, mereka mendapat pendidikan hanya karena kami berikan mereka makan gratis. Ya. Makanan ini meningkatkan jumlah siswa kami. Ini akan bujuk mereka ke sekolah dan mereka akan terus sekolah juga.
Dan kami temukan cara lain untuk bantu anak-anak terus sekolah. Ini adalah sapi baru mereka. Kami beli berpuluh-puluh pasang hewan yang kami akan berikan ke keluarga-keluarga ini, dan dengan penghasilan tambahan itu, mereka akan mampu sekolahkan anak mereka bukannya membuat mereka bekerja di kebun.
Besok hari pertama mereka sekolah? Ya. Selamat! Baiklah!
Dan karena banyak hewan yang akan dibagikan, aku harus bergantung ke Tareq, dan itu adalah kesalahan.
Tareq, bawa sepuluh kambingnya bersamaan! Astaga, banyak sekali kambingnya. Banyak sekali kambingnya. Ayo, kambing! Ayo, kambing! Ini dia. Tunggu! Tunggu, tunggu, tunggu! Seseorang ambil kambingnya! Baiklah, Tareq! Tareq! Mereka kabur. Tareq, kamu dipecat. Selamat kambing barunya!
Dan aku tahu cara sempurna untuk merayakan kedatangan kami di Ghana. Apa kalian pernah makan cokelat? Beritahu pendapat kalian! Ngga masalah. Kamu suka rasanya? Ya!
Kalian ingin lihat drone? Ya. Kalau kalian lihat ke atas, kalian bisa lihat diri kalian di kamera! Sama-sama, sama-sama, sama-sama, teman.
Ini sedih, tapi 45 persen anak-anak yang tinggal di keluarga petani kakao di Ghana dipekerjakan secara ilegal. Jadi untuk melawan ini, di Feastables, kami bekerja dengan petani untuk mendirikan sistem pengawasan dan remediasi pekerja anak untuk mengeluarkan anak-anak ini dari kerja anak dan masuk sekolah.
Sudah impian kami untuk memberi makan pelajar-pelajar kami, dan sekarang kami bisa. Jadi, terima kasih banyak, dan kami harap ini akan terus berjalan bertahun-tahun lamanya.
Kuharap selamanya.
Dan sekarang karena keluarga-keluarga di Ghana ini punya cukup makanan, kembali di Amerika Serikat, mengakhiri kelaparan harus menyelesaikan masalah yang berbeda. Percaya atau ngga, Amerika memproduksi begitu banyak makanan, sampai-sampai hampir 40 persen dibuang. Tapi kalau kita bisa mengawetkan hanya sepuluh persen saja, kita seharusnya bisa mengakhiri kelaparan di Amerika Serikat.
Dan itu membawa kami ke pasar Philadelphia Wholesale Produce, salah satu pasar makanan terbesar di Amerika! Di mana setiap tahun, makanan ngga terjual yang bisa capai 4 ribu ton berisiko terbuang. Itulah mengapa Evan dan nonprofitnya, Sharing Excess, terlibat.
Dan kalau mereka ngga punya tempat untuk menjualnya, solusi termudah adalah membuangnya. Contohnya, ayo lihat kentang ini. Ada penjual berpikir, "Hey, kalau itu kedaluwarsa sebulan lagi, kami ngga mau."
Tapi kamu berpikiran, "Yo! Kenapa ngga beri itu ke orang yang kelaparan?"
Benar. Udah jelas.
Jadi Evan dan organisasinya, Sharing Excess, mengumpulkan beratus-ratus ton makanan yang, karena alasan konyol, awalnya akan dibuang.
Kita cari apa? Ini kelihatannya bagus.
Itu kelihatan bagus, jadi kita akan masukkan ke kotak bagus.
Yang ini? Yang ini kelihatan sedikit... ngga bagus.
Ngga bagus. Lempar ke tempat sampah.
Oke. Itu aja yang kamu lakukan?
Ya. Kalau kami buat lebih rumit, orang-orang ngga mau lakukan.
Tunggu, Tareq, kenapa cabaimu kecil banget?
Kurasa cabaiku paling besar di antara yang lain!
Tunggu. Cabaimu cacat, Nolan. Kelihatan keriting.
Yo, mereka cuma bisa mimpi mereka punya cabai sebesar ini.
Semua makanan ini adalah hasil donasi hari ini dari gedung ini. Ada lebih banyak di luar. Kami butuh lebih banyak truk untuk mengangkut semua makanan yang tersedia.
Pasar ini dan pasar lain semacamnya, punya banyak sekali makanan, bahkan organisasi Sharing Excess ngga bisa mendistribusikannya sebelum makanannya kedaluwarsa. Tapi dengan satu truk tambahan, mereka bisa selamatkan sampai 3 ribu ton makanan, setiap tahun.
Dan mungkin kalian udah tahu apa yang akan terjadi, tapi aku pastikan Evan ngga tahu selagi aku membawanya ke kejutan yang telah kupersiapkan untuknya.
Evan, lepas penutup matamu dan berbaliklah! Lihatlah truk barumu!
Ya!
Dan lagi, hanya dengan menonton video ini, kalian bantu kami berikan lebih banyak uang ke Sharing Excess sehingga mereka bisa terus mengisi truk baru ini dengan makanan bertahun-tahun lamanya. Tapi biar kutunjukkan apa yang bisa dilakukan satu truk tambahan dalam sehari aja, dimulai dari memberi pasokan ke dapur Double Trellis Food, di mana mereka masak makanan lezat untuk orang membutuhkan setiap hari.
Semua yang kalian lihat di sini awalnya akan dibuang, tapi sekarang ini adalah makanan lezat yang akan diberikan ke seseorang yang membutuhkan. Ini gokil.
Dan selagi makanan yang kami masak diberikan ke 600 orang, truk kami masih memiliki hasil bumi segar berton-ton untuk mengisi banyak kulkas komunitas, diberikan langsung ke orang-orang di jalan, dan bahkan mengadakan food drive di North Carolina, di mana beratus-ratus orang butuh makan bergizi.
Dan kamu juga bisa bantu, dengan bantuan DoorDash. Dengan menonton video ini sekarang, kamu bantu memberi makan seseorang yang membutuhkan. Dan dalam waktu terbatas, kalau kamu beli hoodie ini, tersedia hanya di DashMarts di DoorDash, kamu akan bantu donasi seratus porsi makanan seperti ini ke orang-orang yang membutuhkan.
Aku ada makanan untukmu.
Terima kasih. Sama-sama.
Aku lihat Evan meletakkan brand Sharing Excess-nya di hoodies DoorDash.
Baiklah, ini dia.
Itu dia!
Maaf, aku harus berhenti food drive-nya sebentar untuk lakukan itu.
Kamu perlu topi?
Tandai kode QR atau klik tautan di kolom deskripsi untuk beli hoodie di DoorDash sekarang. Ayo bantu orang membutuhkan sebanyak yang kita bisa.
Proyek DoorDash DASH, dalam beberapa tahun aja telah membantu berbagi lebih dari seratus juta porsi makanan. Dan makanan ini awalnya akan dibuang. Gokil kan?
Itu gokil.
Hey! Kamu nonton videonya?
Ya. Kamu tahu namanya?
Ngga.
Dia ambil fotoku!
Hey, kamu juga ngga!
Dan saat food drive-nya berakhir, aku masih ada dua kejutan lagi untuk Evan.
Evan, aku ada dua cek untukmu. Pertama, untuk capai satu juta porsi makanan, ini cek untuk enam ratus ribu porsi.
Astaga...
Sebelum videonya naik, kami bilang kami akan capai satu juta porsi. Aku ingin kamu buat enam ratus ribu.
Siap.
Dan lalu setelah videonya naik... Aku belum tahu. Tergantung berapa banyak yang nonton videonya. Jadi ini cek kosong. Dan saat mereka nonton videonya, aku akan isi supaya kamu bisa terus beri makan orang yang membutuhkan.
Astaga. Semuanya, tolong nonton video ini. Kita bisa berikan banyak makanan!
Jumlah dolar yang tertulis di sini bergantung pada kalian. Dan bukan hanya DoorDash yang bantu mendanai makanan ini, tapi juga pria bernama Tony Robbins yang memiliki pesan untuk kalian.
Yang kalian lakukan itu penting banget. Setiap kalian menonton akan menambah porsi makanan, jadi aku berkomitmen beri sepuluh juta porsi karena kalian, mendonasikan jumlah yang sama dengan siapa pun yang ingin ikut aku. Ayo lakukan semua yang kita bisa dan bantu tolong orang-orang sebanyak yang kita bisa.
Pastikan kalian bagikan video ini ke teman-teman kalian. Karena Tony Robbins dan DoorDash, setiap 20 view setara satu porsi untuk seseorang yang membutuhkan. Ayo bagikan ini.
Artikel diterbitkan
