Lima Tempat Paling Berbahaya di Bumi: Dari Kandang di Tengah Singa hingga Malam di Pulau Ular
MrBeast ミスタービーストDalam video ini, Jimmy (MrBeast) bersama teman-temannya, terutama Nolan dan Karl, mengunjungi lima tempat yang mereka sebut sebagai "tempat paling berbahaya di Bumi", ditambah satu tempat bonus. Tempat-tempat itu diurutkan dari yang menurut mereka paling tidak berbahaya hingga yang paling mematikan. Videonya tidak membahas data secara sistematis. Isinya adalah rangkaian pengalaman langsung, dan setiap lokasi diperkenalkan dengan alasan mengapa tempat itu dianggap berbahaya, lalu diikuti apa yang benar-benar mereka alami di sana.
Bermalam di Kandang di Tengah Safari Afrika
Perjalanan dimulai di sebuah kandang yang diletakkan di tengah safari Afrika. Menurut Jimmy, di sana ada singa, citah, kuda nil, dan banyak spesies lain yang bisa membunuh mereka. Agar singa benar-benar datang, Jimmy membawa banyak daging yang dibagikan dan diletakkan di sekeliling kandang. Teman-temannya pun bertanya apakah mereka memang ingin mati.
Jimmy menjelaskan bahwa bahaya utama tempat ini justru muncul setelah matahari terbenam. Pada saat itu mereka tidak bisa melihat apa-apa, sementara hewan-hewan masih bisa melihat. Begitu malam tiba, mereka melihat dua singa, mendengar suara-suara asing, dan sempat bertanya-tanya apakah ada badak di dekat mereka. Mereka melaporkan bahwa singa-singa itu terus mengelilingi kandang, bahkan hanya sekitar enam meter dari mereka. Jimmy sampai berkata mereka mungkin akan mati di video ini, lalu menambahkan bahwa tempat-tempat berikutnya akan lebih berbahaya lagi.
Memanjat Air Terjun Beku: Nolan Menyerah di Tengah Jalan
Tempat berikutnya adalah air terjun beku yang sangat tinggi. Mereka harus memanjatnya dengan sepatu berpisau dan kapak es. Jimmy menyebut ini mungkin hal paling menyeramkan yang pernah mereka lakukan, dan ia mengaku tidak yakin mereka bisa menyelesaikannya. Ketika ditanya apakah Jimmy benar-benar ingin mereka mendaki tebing itu, ia menjawab ya.
Di tengah pendakian, Nolan meminta semua orang berhenti dan menyatakan dirinya keluar, meskipun orang di sekitarnya berteriak bahwa ia tidak boleh berhenti. Jimmy melanjutkan pendakian dan semakin kesulitan. Lerengnya makin curam, kakinya melemah, dan pegangannya mulai lepas. Ia sempat hampir jatuh dan mengatakan tenaganya hanya tersisa sekitar 10 persen. Ia juga mengaku sedang menahan tangis dan merasa seharusnya tidak melakukan ini. Karena sudah naik terlalu jauh, ia memilih tidak berhenti dan akhirnya mencapai puncak. Setelah sampai, Jimmy mengakui bahwa keputusan Nolan untuk berhenti ada benarnya.
Jalan Kematian di Bolivia
Tempat ketiga berada di Bolivia, yaitu jalan yang dijuluki Jalan Kematian, dan Jimmy menyebutnya jalan paling mematikan di Bumi. Menurut penjelasan dalam video, jalan ini menyebabkan hampir 300 kematian setiap tahun. Karena banyaknya korban, jalan itu ditutup sepuluh tahun lalu. Jimmy mengatakan ia mendapat izin dari pemerintah untuk membukanya hanya bagi mereka. Di beberapa titik, ketinggian tebingnya disamakan dengan gedung pencakar langit, dan dalam rangkuman di akhir video jurangnya disebut sedalam 300 meter.
Sejak awal, perjalanan diwarnai saling tuduh soal siapa yang memegang nyawa siapa. Penumpang mengeluh mobil terlalu dekat ke pinggir, setir sempat berputar, dan mereka menyebut posisi ban hanya sekitar 17–18 cm dari jurang. Salah satu dari mereka sampai berteriak bahwa seluruh kenangan hidupnya terlintas berulang-ulang.
Setelah itu mereka tiba di titik pertama dari tiga titik paling mematikan di rute tersebut. Di sana jalannya menyempit dan ban mobil berada tepat di samping jurang, sementara di bawahnya terlihat jurang dalam dengan air terjun. Jimmy meminta Nolan turun dan memandunya dari luar mobil. Nolan dengan senang hati turun, tetapi permukaan jalan licin dan menurun, dan Jimmy akhirnya menilai Nolan tidak pandai memandu, lalu menyuruhnya kembali masuk. Nolan sendiri berkata tidak banyak yang bisa ia pandu.
Bahaya lain muncul di bagian yang lebih tinggi. Di beberapa bagian jalannya tampak cukup normal, tetapi dalam video dijelaskan bahwa karena ketinggian ekstrem di Bolivia, kabut tebal yang membutakan bisa menjadi "pembunuh diam-diam". Jarak pandang mereka memang hampir hilang, sehingga harus berhenti dan memastikan posisi mobil terhadap pinggir jalan. Mereka juga melewati sebuah jembatan. Karena jalan itu sudah ditutup sepuluh tahun, Jimmy menyuruh Nolan memeriksa jembatannya lebih dulu. Ia berterus terang bahwa ia ingin memastikan dirinya tidak berada di atas jembatan seandainya jembatan itu runtuh. Akhirnya mereka berhasil melewati seluruh Jalan Kematian dengan selamat.
Tempat Bonus: Berenang Bersama Hiu Tanpa Kandang
Sebagai tempat bonus, Karl dan Nolan berada di tengah laut yang dikelilingi hiu. Mereka menyebut biasanya menggunakan kandang, tetapi kali ini masuk ke air tanpa kandang. Menurut narasi video, hiu di perairan ini dikenal karena serangan tiba-tibanya, sehingga perairan tersebut disebut sebagai yang paling berbahaya di Amerika Serikat.
Di dalam air mereka bertemu hiu yang mereka gambarkan sangat besar, bahkan disebut dua kali lebih tinggi dari Karl. Ada momen panik ketika seseorang berteriak bahwa hiu ada di belakang temannya, dan ketika Nolan diminta masuk ke air, ia menolak. Karl sendiri mengatakan ia baik-baik saja dengan hiu. Meski begitu, Jimmy menyebut pengalaman ini tidak ada apa-apanya dibandingkan tempat berbahaya urutan kedua.
Air Terjun Gocta di Hutan Amazon dan Banjir Bandang
Tempat kedua berada di tengah hutan Amazon. Jimmy menggambarkannya sebagai tempat yang keindahannya sebanding dengan bahayanya. Menurut penjelasannya, hutan bisa berubah dalam sekejap: satu hujan badai saja dapat membuat sungai meluap menjadi banjir bandang yang menutupi seluruh wilayah. Tujuan mereka adalah air terjun Gocta Cataracts, dan Jimmy mengatakan banjir di sana bisa menghanyutkan mereka jatuh sejauh 300 meter.
Untuk perjalanan ini Jimmy mengajak Hase, yang disebut pernah menghabiskan tujuh puluh hari di alam liar, dan Bailey, yang pernah menghabiskan 100 hari terperangkap di dalam kubus. Ketika disebutkan bahwa kemungkinan kematiannya "rendah", salah satu dari mereka langsung bertanya apakah itu berarti bukan nol.
Mereka berjalan berjam-jam melewati medan yang sangat licin dan kadang sangat curam. Dengan arahan pemandu, mereka menyeberangi sungai dengan aman, lalu menggunakan tali pengaman untuk melihat langsung ke tepi air terjun. Pemandangannya mereka sebut sangat indah.
Situasinya berubah ketika hujan lebat turun. Air terjun mulai melebar dan terjadi kondisi banjir bandang. Jimmy sempat mengusulkan turun menggunakan tali di sisi air terjun, tetapi usulan itu ditolak sebagai ide yang sangat buruk. Alasannya, banyak lumpur mengalir ke arah tali, dan mereka bisa tersambar petir kapan saja. Jimmy membalas bahwa tetap berada di hutan juga sama buruknya. Pada akhirnya, satu-satunya jalan keluar adalah kembali melalui medan curam dan licin yang tadi mereka lalui, sementara hutan sedang dilanda banjir bandang.
Jimmy menyebut video YouTube mereka berubah menjadi operasi darurat. Jalur sempat terblokir oleh banjir, dan tali harus dipasang di beberapa tempat karena mereka butuh beberapa jam untuk turun dari gunung. Jimmy mengingat bahwa ia sempat tertawa ketika pertama kali menyeberangi sungai yang sama, tetapi kini ia mengaku takut karena air terjun berada tepat di dekatnya kalau ia jatuh. Ia diminta memegang tali dan menarik dirinya ke atas. Setelah berjam-jam melewati banjir dan lumpur, mereka keluar dari gunung itu dalam keadaan hidup.
Pulau Ular: Tempat Nomor Satu
Tempat terakhir sekaligus nomor satu dalam daftar mereka adalah Pulau Ular, yang Jimmy sebut sebagai pulau paling berbahaya di planet ini. Mereka harus bermalam di sana hingga keesokan hari, dan satu-satunya perlindungan dari gigitan berbisa hanyalah pelindung tulang kering. Ketika ditanya apa yang terjadi jika digigit, Jimmy menjawab bahwa biasanya, saat bisa masuk ke aliran darah, kulit akan meleleh dan korban bisa meninggal dalam satu jam.
Meski dipenuhi ular yang mereka sebut "mesin pembunuh", pulau itu dinilai sangat indah, terutama dari tempat tinggi, walaupun di beberapa titik jatuh dari tebing bisa berakibat fatal. Jimmy menjelaskan bahwa orang mungkin membayangkan ribuan ular berserakan di tanah. Menurutnya, para ular telah membunuh semua hewan di permukaan, sehingga kini mereka berburu burung di pohon, satu-satunya mangsa yang tersisa di pulau itu. Akibatnya, rombongan tidak hanya perlu mengkhawatirkan kaki mereka, tetapi juga ular yang bisa melompat dari pohon. Salah satu dari mereka bahkan menemukan ular tepat di sebelah wajahnya.
Kunjungan ini juga dikaitkan dengan penelitian. Dalam video dijelaskan bahwa dengan menangkap ular-ular ini, para peneliti bisa mengambil bisanya untuk membuat penawar. Ketika ditanya berapa nyawa yang bisa diselamatkan, jawabannya adalah ribuan. Narasi video menyebut penawar bisa tersebut dapat digunakan untuk 90 persen gigitan ular di Brasil, sehingga setiap ular yang tertangkap dikaitkan dengan ribuan nyawa yang selamat.
Proses penangkapannya tidak selalu mulus. Seekor ular muda terlepas dan kabur, dan Jimmy berkomentar bahwa si penangkap melempar ular dengan santai, seperti ia melempar ponselnya sendiri. Semakin dalam mereka masuk ke hutan, semak-semak makin rimbun sampai mereka tidak bisa melihat dua kaki ke depan, dan semakin banyak ular yang terlihat. Di satu titik ada ular sekitar 5 meter di atas pohon. Para peneliti mengusulkan agar pohonnya digoyang supaya ular itu bisa ditangkap, tetapi ular tersebut tidak bergerak.
Ketika langit mulai gelap, mereka memutuskan untuk fokus pada keselamatan dan mendirikan kemah. Jimmy mengaku tidak tahu apakah tenda-tenda itu tahan ular. Sebelum tidur mereka berharap tidak ada ular yang masuk ke tenda dan mengaku tidak sabar ingin kembali aman di rumah. Keesokan paginya, satu-satunya yang ada di pikiran mereka adalah meninggalkan pulau itu secepat mungkin.
Akhir Perjalanan
Di penutup, Jimmy merangkum perjalanan mereka: bergelantungan di sisi gunung es raksasa, berkendara di dekat jurang 300 meter, berenang di laut penuh hiu tanpa kandang, dan terakhir bertahan di Pulau Ular. Kesimpulannya sederhana, yaitu mereka melewati semuanya dan tidak ada yang mati.
Aku sekarang berada di pulau yang dipenuhi ular! Tapi aku kunjungi tempat yang jauh lebih berbahaya. Seperti mendaki gunung yang diselimuti es…
Aku akan mati! Turunkan aku!
Berkendara di jalan yang menewaskan beribu orang… Kami 18 cm dari jurang. Berenang dengan hiu ganas yang bebas… Dan banyak lagi.
Semua dimulai di kandang ini di tengah safari Afrika di mana ada singa, citah, kuda nil dan banyak spesies lain yang bisa bunuh kami.
Kenapa kita lakukan ini? Karena kita sedang kunjungi lima tempat paling berbahaya di Bumi. Aku lihat salah satu. Astaga, kenapa kita lakukan ini?
Dan untuk pastikan singanya kunjungi kami, aku bawa banyak daging. Untuk dibagikan dan diletakkan di sekeliling kandang.
Astaga, apa kita ingin mati?
Tapi yang buat tempat ini berbahaya banget, adalah ketika matahari terbenam dan kami ngga bisa lihat apa-apa, hewan-hewannya masih bisa.
Jimmy, ada dua singa. Suara itu. Apa itu badak? Ngga! Bro, besar banget. Bro, semuanya keluar di malam hari.
Bro, kita dikelilingi singa. Mereka enam meter dari kita. Astaga…
Singa-singa ini ngga berhenti kelilingi kami. Kami mungkin akan mati di video ini. Ayo lihat apa demikian! Karena tempat selanjutnya yang akan kami kunjungi di video ini akan semakin berbahaya dari sebelumnya. Sampai di pulau yang dipenuhi ular berbisa.
Dan berikutnya, kami akan memanjat di air terjun beku yang sangat tinggi dan mematikan. Dan sekarang kami ngga bisa kembali. Bagaimanapun caranya, kami akan daki jurang raksasa ini dengan sepatu berpisau ini dan pemecah es ini. Ini mungkin hal terserem yang pernah kami lakukan. Doakan aku.
Jimmy, kamu mau kita mendaki ini? Ya. Ngga mungkin!
Jujur aja, aku ngga yakin apa kami bisa lakukan ini, tapi yang terjadi selanjutnya dengan Nolan ngga buat aku ngerasa lebih baik.
Ngga. Baiklah. Semuanya, berhenti! Aku keluar. Aku keluar. Kamu ngga bisa berhenti! Lihat aku.
Aku ngga percaya Nolan berhenti. Itu gokil. Nolan tinggalkan kami. Kami tinggi banget sekarang. Kamu setengah jalan!
Jimmy, jangan lihat ke bawah! Astaga. Jalannya semakin curam. Kakiku! Peganganku makin lemah.
Kamu hampir jatuh? Ya! Astaga.
Aku lihat puncaknya, Jimmy! Ini hal terserem yang pernah kulakukan.
Aku lakukan ini. Aku akan naik ke puncak. Tunjukkan seberapa curam ini. Kami udah jauh, aku ngga bisa berhenti! Aku ada 10 persen tersisa. Aku nahan diri untuk ngga nangis.
Walaupun aku seharusnya ngga lakukan ini… Kamu hampir sampai, Jimmy! Entah bagaimana aku berhasil naik ke puncak air terjun ini. Kita sampai ke puncak. Begitu!
Kamu tahu? Nolan bener juga. Tapi ayo lihat apa dia bisa tangani tempat ketiga di daftar kami. Tempatnya jauh di Bolivia, di mana kami akan berkendara di jalan yang ngga banyak orang selamat.
Dan sekarang kami di jalan paling mematikan di Bumi. Ini setinggi gedung pencakar langit. Aku nyesal. Benar.
Beneran, banyak sekali orang tewas di jalan ini sampai-sampai mereka harus tutup jalannya sepuluh tahun lalu. Jalan ini menyebabkan hampir 300 kematian setiap tahun. Tapi aku dapet izin dari pemerintah untuk buka hanya untuk kami.
Seandainya aja mereka ngga lakuin itu. Kita akan baik-baik aja. Aku ngga yakin akan begitu.
Aku mulai paham kenapa mereka bilang itu Jalan Kematian. Kamu ngga berkendara seperti kamu berada di Jalan Kematian.
Ya, ketika hidupmu di tanganku, aku ngga suka ketika kamu bilang "Oh!" Ngga, hidupmu di tanganku. Dan lihat, setir mobilnya baru aja berputar. Tolong tangan di setir!
Kami 17 cm dari jatuh menuju kematian. Kamu terlalu deket ke pinggir. Tolong. Tolong, tolong, tolong, tolong! Astaga, aku keinget semua memori hidupku! Aku keinget terus-terusan!
Dan kalau kalian pikir itu hampir aja, kami akan tiba di titik pertama dari tiga titik paling mematikan di rute kami.
Di sinilah jalannya semakin sempit! Kamu harus hati-hati banget di sini. Astaga. Bro, bannya akan ke sana. Kamu lihat itu? Ya, aku paham yang kamu bilang. Astaga! Lihat seberapa dalam itu.
Ini. Nolan, kamu bisa pandu aku? Dengan senang hati. Aku akan keluar dari mobil. Dengan senang hati, bro! Tolong jangan jatuh. Ngga mungkin!
Lihat seberapa curam ke bawah. Itu jurang. Ada air terjun. Bantu aku lalui ini. Baiklah.
Bro, ini kelihatan gokil! Lihat seberapa dekat kita ke pinggir. Banmu pas di sebelah jurang raksasa ini. Ini gokil. Awas! Itu turun. Licin banget. Terus!
Nolan, kamu ngga pandai memandu. Aku ngerasa aku lari dari mobilnya. Ngga banyak yang bisa kupandu. Baiklah, masuk ke mobil. Kamu ngga berguna. Oke. Kamu masuk juga. Aku akan lebih cepat.
Nolan, kamu tahu apa yang mungkin buat perjalanan ini jadi sedikit lebih menyenangkan? Apa? Feastables Creamy Peanut Butter Cup baru kami! Kupikir kamu akan bilang berkendara lebih lambat. Ngga.
Astaga! Semakin ke atas semakin berkabut. Aku ngga bisa lihat.
Di beberapa bagian, jalannya cukup normal, tapi karena ketinggian yang ekstrem di Bolivia, kabut yang membutakan bisa muncul sebagai pembunuh diam-diam.
Baiklah, berhenti, berhenti, berhenti. Ini pinggirnya. Apa aku aman, Nolan? Ngga. Kelihatannya kita hampir jatuh. Deket banget. Oke. Jadi, di sini? Aman? Menjauhlah sebisa kamu. Apa suara itu? Itu lebih dekat dari yang kuinginkan, tapi…
Kupikir, bagaimana kalau kami buat sesuatu baru dan keluarkan cups Feastables kami? Ngga!
Kamu tahu, bagian terbaik dari cup-cup ini adalah kami gunakan selai kacang asli, dan lihatlah seberapa banyak selainya. Ini rasanya enak banget.
Dan selain itu, kami gunakan cokelat Feastables di sini. Kalau kamu ngga tahu, di Feastables, kami bayar semua petani kami dengan layak. Kami gunakan biji yang bersertifikat Fair Trade. Kami berhentikan pekerja anak di kebun kami… Astaga. Ini bergelombang banget. Yang ngga pernah dilakukan oleh perusahaan cokelat besar di Amerika.
Nolan. Sepuluh tahun udah berlalu. Kamu bisa pastiin jembatannya masih berfungsi? Baiklah. Aku hanya ingin pastiin kalau jembatannya jatuh, aku ngga… di atasnya. Baiklah, Nolan, periksa jembatannya! Aku aman? Aman.
Perusahaan cokelat sedikit banget bayar para petani sampai-sampai mereka terpaksa gunain pekerja anak. Ngga bercanda, ada lebih dari sejuta anak bekerja secara ilegal di Afrika Barat hanya di kebun cokelat. Jadi kamu harus coba cup baru ini ngga hanya karena rasanya luar biasa,
Jadi kamu harus coba cup baru ini ngga hanya karena rasanya luar biasa, tapi juga bantu aku kirim pesan ke industri cokelat. Bayar petani kalian gaji yang layak dan lakukan lebih banyak untuk menghentikan pekerja anak di perkebunan kalian.
Ini gokil! Kita selamat dari Jalan Kematian!
Sejauh ini, kami selamat di pulau. Tapi untuk tempat bonus selanjutnya ini, Karl dan Nolan di tengah lautan dikelilingi hiu. Dan kami entah kenapa masuk ke air tanpa kandang.
Ya, kami biasanya gunakan ini, tapi sekarang ngga.
Hiu-hiu di air ini terkenal akan serangan tiba-tiba mereka, membuat ini perairan paling berbahaya di Amerika Serikat.
Aku ngga percaya ini terjadi. Astaga. Ini hiu raksasa.
Astaga! Bro, kenapa kita lakuin ini tanpa kandang? Bro, di belakangmu, di belakangmu!
Astaga, besar banget.
Nolan, masuk sekarang! Ngga mau!
Kuharap aku ngga mati. Aku ngga mau mati hari ini. Astaga, itu besar banget.
Oke. Baiklah. Baiklah. Karl, hiunya, dua kali lebih tinggi. Aku ngga apa dengan hiu. Aku baik-baik aja.
Tapi itu ngga ada apa-apanya dibandingkan dengan tempat paling berbahaya urutan kedua kami. Yang ternyata berada di tengah hutan Amazon, keindahan yang hanya bisa dibandingkan dengan bahayanya. Karena hanya sekejap saja, hutannya bisa berubah dari ini… menjadi ini.
Hujan badai aja bisa menyebabkan sungainya banjir bandang dan menutupi seluruh wilayahnya. Dan hari ini kami mengunjungi air terjun Gocta Cataracts, di mana banjir bisa menjatuhkan kami sejauh 300 meter… ke makam kami.
Dan yang ikut aku di hari mendung ini… Aku bawa mereka! Kalian ingat Hase, dia habiskan tujuh puluh hari di alam liar, dan Bailey habiskan 100 hari terperangkap bersama di kubus. Yang kita akan lakukan, dia udah bisa.
Mereka bilang kemungkinan kematiannya rendah. Tunggu, apa? Bukan nol? Ayo, semuanya, ayo mulai.
Dan setelah berjam-jam… dan berjam-jam… melalui medan paling licin dan terkadang paling curam yang pernah dilewati manusia…
Ngga ada apa-apa.
…kami akhirnya sampai di tujuan.
Itu air terjun… di sana! Kalau kamu terpeleset, kamu tewas.
Dan dengan panduan pemandu, kami mampu melewati sungai dengan aman.
Hey, lihat!
Dan lalu kami gunakan tali sebagai pengaman supaya kami bisa lihat pinggir air terjun.
Kamu bisa lihat? Wow! Ini indah banget!
Tapi seperti yang kubilang sebelumnya, walaupun tempat ini sangat indah, hanya sekejap saja… ini juga bisa jadi sangat berbahaya. Dan hujan lebat baru aja turun.
Inilah mengapa ini salah satu tempat paling berbahaya di dunia. Air terjun ini sekarang semakin melebar, yang menciptakan kondisi banjir bandang. Jadi kami kena banjir di Amazon sekarang. Kita harus pergi!
Apa kita harus gunakan talinya untuk turun ke sisi air terjun?! Menurutku ngga. Itu ide yang buruk banget, Jim. Kita akan di hutan. Bukankah itu sama buruknya? Apa risikonya?
Ada lumpur yang mengalir ke tali Jimmy. Banyak. Dan kapan pun juga, mereka bisa kena petir. Dan aku ngga mau kamu mati.
Dan karena video YouTube kami berubah jadi operasi darurat, satu-satunya jalan keluar adalah melalui medan curam dan licin yang membawa kami ke sini, dan sekarang kami harus lakukan selagi hutannya kena banjir bandang.
Kalian bisa lihat banjir bandangnya. Sekarang jalannya terblokir. Kami harus pasang tali di beberapa tempat karena kami harus habiskan beberapa jam untuk keluar dari gunung ini.
Kalian ingat saat aku lewati sungai ini dan aku tertawa? Aku ngga tertawa lagi. Aku takut. Dan kalau aku jatuh, air terjunnya di sana! Lihat air ini. Ngga bercanda!
Ambil talinya dan tarik dirimu ke atas. Jangan biarkan aku mati.
Dan setelah berjam-jam melewati banjir dan lumpur, kami keluar dari gunung ini hidup-hidup. Sekarang kami menuju tempat paling mematikan di Bumi. Tempat nomor satu di daftar tempat paling mematikan di dunia kami.
Dan cara apa yang lebih baik untuk mengakhiri video ini, anak-anak, selain pulau paling berbahaya di planet ini… Pulau Ular!
Kenapa kita pergi ke pulau yang dipenuhi mesin pembunuh? Kita mungkin akan mati. Dadah! Dan kami udah resmi di sini sampai besok.
Benar. Kami akan habiskan malam di pulau paling mematikan di Bumi, di mana ular mematikan tersembunyi di balik setiap langkah kami, pelindung tulang kering ini satu-satunya pelindung yang kami punya dari gigitan berbisa mereka.
Jadi ada ular di mana-mana. Ya. Jimmy, apa yang terjadi kalau ada ular yang gigit kita?
Biasanya, saat bisanya memasuki aliran darahmu, kulitmu akan meleleh, dan kamu bisa mati dalam sejam.
Serem banget mikirin kalau aku bisa mati kapan pun. Ini gokil, bro.
Untuk pulau yang dipenuhi mesin pembunuh, ini indah banget. Indah banget dari atas ini. Bro… Kalau kamu jatuh di sini, kamu mati. Ya. Aku bisa lihat. Anak-anak, hati-hati.
Kamu pikir dengan nama seperti Pulau Ular, bakalan ada beribu-ribu ular tersebar. Tapi setelah membunuh semua hewan di permukaan, para ular sekarang berburu burung di pohon, satu-satunya mangsa di pulau yang tersisa.
Kami udah resmi masuk hutan. Kapan pun aja, ular bisa lompat dari pohon dan gigit kami.
Aku khawatir sama kakiku, dan sekarang kami harus khawatir juga kalau mereka lompat dari pohon! Ini gokil, bro.
Ada satu di sini. Ada satu di sini di sebelah wajahku.
Dengan tangkap ular-ular ini, para peneliti bisa ambil bisa mereka dan ciptakan penawar bisa dengan itu.
Tunggu. Itu berbisa. Ya. Jadi kalau itu gigit aku, aku akan mati. Ya.
Hey, pastiin peganganmu kuat. Itu masih muda.
Oh, tidak. Tidak! Itu pergi. Kamu… jatuhkan. Ngga, itu kabur. Itu kabur. Tapi.
Dia santai banget lempar ular itu seperti halnya aku lempar ponselku.
Dan semakin jauh kami jalan di hutan…
Semak-semak ini terlalu rimbun. Aku ngga bisa lihat dua kaki di depanku. Ular bisa aja muncul tiba-tiba.
Semakin banyak ular yang kami lihat.
Di sini dan di sana… Kali ini, jangan kehilangan, oke. Oke. Kembali. Kembali.
Berapa banyak nyawa yang akan diselamatkan penawar bisa itu dari ular yang kita ambil? Beribu-ribu nyawa. Itu gokil.
Penawar bisa yang mereka buat bisa digunakan untuk 90 persen dari semua gigitan ular di Brasil, yang berarti setiap ular yang kami tangkap berarti beribu-ribu nyawa yang selamat.
Hey, Jimmy, ada ular di atas sana. Astaga. Yang itu besar banget! Kita temukan mereka semua. Mereka keluar.
Jadi hari itu,
Jadi hari itu, kami bantu temukan ular-ular mematikan ini, dan kami bahkan bantu para peneliti dengan penelitian mereka.
Jadi ular itu 5 meter di atas, dan para peneliti usulkan kami goyang pohonnya supaya kami bisa dapetin ularnya.
Aku ngga mau tunggu di bawah pohon.
Itu ngga bergerak.
Kita butuh penawar bisanya. Itu bisa menyelamatkan nyawa.
Di titik ini, langitnya semakin gelap, dan kami harus fokus pada keselamatan kami. Saatnya untuk buat kemah.
Kemahnya udah dibuat.
Supaya tahu aja, aku ngga tahu apa tenda-tenda ini anti ular. Kami akan tidur di sekeliling ular. Serem juga.
Aku akan tidur. Kuharap ularnya ngga masuk ke tendaku malam ini.
Ini menyeramkan. Aku ngga sabar untuk aman di rumahku.
Jadi kami bangun mikirin satu hal… Pergi dari pulau ini secepat yang kami bisa.
Aku cuman ingin pulang.
Mulai dari bergelantungan di sisi gunung es raksasa sampai berkendara di dekat jurang 300 meter, berenang dalam laut dipenuhi hiu tanpa kandang, dan yang terakhir… Kami selamat di Pulau Ular, dan ngga ada yang mati!
Terima kasih telah nonton videonya.
Pastiin kamu coba Feastables creamy peanut butter cups baru tersedia di toko-toko ini, dan bantu kami kirim pesan ke industri cokelat kalau kamu peduli cokelat kamu berasal dari mana.
Artikel diterbitkan
