Cara Menyusun Build Kelelahan Backpack Battles yang Bertarung Hanya dengan Satu Wajan

Diterjemahkan dari 日本語

Buka di YouTube ↗
Ringkasan

Video ini dibuat setelah Backpack Battles mendukung bahasa Jepang. Di dalamnya, sang komentator (A.I.VOICE Kizuna Akari) memperkenalkan build yang menurutnya seru saat dimainkan belakangan ini. Senjatanya hanya satu wajan dari awal permainan. Sisanya hanya bertahan dengan pertahanan dan pemulihan sambil menunggu lawan tumbang oleh damage kelelahan. Sambil menjelaskan cara berpikir di balik build ini, sang komentator menelusuri satu pertandingan yang layak dijadikan acuan dari awal hingga akhir.

10 menit baca
0:24

Awal Permainan: Satu Wajan dan Tiga Target

Andalan di awal permainan adalah wajan, item yang menurut sang komentator memang biasa ia pakai. Dalam build ini, setelah wajan, tidak ada satu pun senjata lain yang dibeli. Sang komentator sendiri mengakui bahwa ini terdengar seperti "kamu ngomong apa sih", tetapi ia mengatakan dirinya serius. Menurut penjelasannya, jika makanan dikumpulkan dengan baik, wajan di awal permainan cukup stabil.

Ada tiga target hingga pertengahan permainan: mendapatkan sarana pertahanan lewat potion putih, sarana pemulihan lewat slime, dan sarana serangan lewat kristal. Sambil mengumpulkan makanan, incar item-item ini saat ada kesempatan. Untuk mengaktifkan potion putih dibutuhkan baju zirah atau potion merah, jadi beli potion merah lebih dulu, lalu tunggu potion putih. Potion putih memberikan 60 blok, yang menurutnya cukup bisa diandalkan di awal permainan.

Dalam pertandingan sebenarnya, kristal dan potion putih muncul bersamaan di toko. Keduanya mahal, tetapi bisa dibeli dengan menjual semua senjata, jadi keduanya dibeli. Menurut sang komentator, tanpa menyerang pun, cukup dengan menonton saja, lawan akan kelelahan lalu tumbang, sehingga serangan tidak diperlukan.

1:19

Alasan Slime Dibutuhkan

Berikutnya yang diincar adalah slime. Jika dibeli pada titik ini, penempatannya tidak akan pas, jadi perisai dibeli lebih dulu. Salah satu alasan slime dibutuhkan adalah karena mekanisme potion putih juga bisa mengurangi HP, sehingga build penetrasi menjadi ancaman.

Alasan lain yang disebutkan sang komentator adalah pemulihan yang tidak terbuang. Pemulihan di paruh pertama pertarungan sering terbuang karena HP masih penuh. Namun, dalam build ini blok baru dipasang saat HP tinggal setengah, sehingga pemulihan dari slime tidak terbuang. Dalam pertarungan yang diperlihatkan pun, slime terus memulihkan dari awal hingga akhir, dan pada akhirnya lawan tumbang karena kelelahan.

1:51

Pertengahan Permainan dan Seterusnya: Memperkuat Pertahanan, Pemulihan, dan Kelelahan

Dari pertengahan permainan dan seterusnya, pertahanan, pemulihan, dan kelelahan masing-masing diperkuat. Item yang menurut sang komentator perlu dilengkapi adalah sebagai berikut.

  • Menaruh 4 potion putih di 2 sabuk
  • Mengganti pemicu potion putih dari potion merah ke baju zirah
  • Mendapatkan beberapa perisai biru
  • Memiliki total 2 slime, kalau bisa 3

Dalam pertandingan ini, pertama-tama 2 sabuk dilengkapi, lalu kristal kedua juga dibeli. Slime membutuhkan banyak pemicu. Jika awal permainan dilalui dengan wajan, makanan bisa dialokasikan untuk slime. Namun, di pertengahan permainan efek makanan berangsur-angsur melemah, jadi makanan perlu diganti dengan item lain pada waktu yang tepat.

Untuk item tetap, dipilih boneka. Menurutnya, boneka memiliki cooldown yang singkat dan juga sangat baik sebagai pemicu slime. Damage kelelahan sering diremehkan, tetapi sang komentator memperkirakan bahwa dengan build ini, 1 boneka dan 4 kristal berpotensi memberikan total lebih dari 800 damage. Ia juga mengatakan bahwa pengurangan cooldown mungkin sebaiknya digunakan untuk item bertipe kelelahan.

Perisai besar juga ikut menanggung blok untuk item di sebelahnya, jadi terutama sebaiknya diletakkan bersebelahan dengan potion putih dan perisai. Baju zirah ada 2 jenis, emas dan merah, tetapi yang merah membuat lifesteal-nya terbuang, sehingga dalam build ini yang emas lebih mudah digunakan. Dalam pertandingan ini pun baju zirah emas yang dibeli. Karena build ini cenderung mengarah ke pertarungan panjang, penghilang racun juga bernilai tinggi. Meski kolom debuff tertutup oleh dialog sang komentator, dalam pertarungan 20 detik ia menerima total 49 racun, dan baju zirah menyembuhkan 12 racun. Hasilnya, menurutnya penyembuhan dari baju zirah tampaknya berhasil mencegah sekitar 60 damage racun.

3:22

Kekalahan Pertama dan Kelemahan

Pada ronde ke-10, makanan awal sudah habis. Mulai dari sini yang dilakukan sederhana: cukup kumpulkan slime, potion putih, perisai, dan kristal.

Pada ronde ini terjadi kekalahan pertama. Menurut sang komentator, kelemahan build ini adalah build bertenaga tinggi yang mengincar kemenangan cepat. Contoh khasnya antara lain tongkat sihir dan potion racun yang sulit ditahan oleh perisai, greatsword dengan permata biru, serta lightsaber dengan peningkatan. Namun, build-build tersebut sulit diselesaikan, sehingga peluang bertemu dengannya relatif rendah.

Di sini slime kedua dibeli. Karena kelangkaan slime rendah, slime kedua mudah muncul bahkan di awal permainan, tetapi pemicunya cenderung kurang. Oleh karena itu, sang komentator membeli dengan urutan kira-kira perisai, baju zirah, lalu slime kedua. Setelah babak perpanjangan, lawan yang memiliki permata biru makin banyak, jadi menurutnya pada suatu titik slime kedua akan dibutuhkan. Setelah itu, 10 kemenangan berhasil diraih. Karena skala di akhir permainan juga tidak buruk, ia pada dasarnya memilih babak perpanjangan.

4:29

Merapikan Tas dan Peran Setiap Item

Pada adegan merapikan tas, ditampilkan rata-rata jumlah aktivasi setiap item: slime 5 kali, baju zirah 6 kali, boneka 9 kali, dan perisai 10 kali. Regenerasi baju zirah tidak cukup menguntungkan untuk diprioritaskan, dan efek perisai maupun peti mati juga belum dimanfaatkan sepenuhnya. Karena itu, sang komentator memberi tas ini nilai 15 dari 100. Karena nyawanya masih longgar, pada ronde ini ia menunda peningkatan dan memilih membeli tas yang efisien secara biaya.

Setelah itu, pertahanan dan pemulihan kurang, dan ada momen ketika ia kalah oleh daya serang musuh. Karena pada ronde sebelumnya ia sudah mengosongkan ruang sambil menabung, ia menginginkan potion putih atau perisai, dan kenyataannya ia mendapatkan perisai dan kristal. Mengenai antisipasi mirror match, sang komentator mengatakan bahwa selain membeli kristal, penting juga untuk sejak awal memprioritaskan percepatan boneka dan kristal, lalu mengarahkan item yang sudah dipercepat itu ke slime.

Adapun peti mati, efeknya menjadi hampir bisa diabaikan sejak wajan dibuang. Jika ada slot tas yang tersisa, menjualnya seharga 10 gold juga layak dipertimbangkan.

5:25

Terlalu Banyak Membeli Baju Zirah dan Cara Berpikir tentang Susunan

Sang komentator mengenang bahwa ia kehilangan ketenangan karena tergiur diskon baju zirah, lalu membeli baju zirah tambahan karena bias "toh sudah terlanjur dibeli". Karena perisai bekerja lebih baik daripada baju zirah, menurutnya satu baju zirah sebagai pemicu potion putih sudah cukup.

Dalam pertandingan ini, ia memperkenalkan susunan dasar potion putih, perisai, dan baju zirah dengan memprioritaskan kurva perkembangan yang mulus dan mudah dipahami. Sebagai pilihan selain baju zirah atau perisai tambahan, sang komentator mengatakan bahwa menurutnya kombinasi Mana Orb dan buku juga sangat baik karena memiliki efek pemulihan. Jika dipikirkan secara sederhana, susunannya adalah 1 baju zirah untuk mengaktifkan potion putih, 2 perisai untuk diletakkan bersebelahan dengan 4 potion putih, dan sisanya slot bebas. Seperti di video build potion sebelumnya, ia suka ketika sedikit jenis item bisa menghasilkan kekuatan besar, sehingga saat mengutamakan keseruan ia cenderung menumpuk item yang sama.

6:10

Kalah karena 920 Damage dan Meninjau Ulang Penempatan

Pada pertarungan berikutnya, ia kalah karena tidak mampu menahan 920 damage dari pedang berduri. Namun, menurutnya lawan itu bukan tidak terkalahkan. Sebagai cuplikan dari pertandingan lain, diperlihatkan adegan di mana penempatan potion putih yang dikelilingi perisai bisa menghasilkan lebih dari 1000 blok.

Kembali ke pertandingan semula, setelah kalah adu pukul, sang komentator akhirnya berpikir jernih dan mengoptimalkan tasnya. Empat hal yang ia perhatikan adalah sebagai berikut.

  • Meletakkan perisai bersebelahan satu sama lain
  • Meletakkan perisai bersebelahan dengan slime
  • Meletakkan perisai bersebelahan dengan potion putih
  • Menaruh 4 potion putih di sabuk

Dengan ini, efisiensi pertahanan dan pemulihan meningkat, dan menurutnya ia seharusnya tidak akan kalah lagi dari lawan biasa. Dalam angka sebenarnya, serangan penetrasi lawan memberikan 54 damage per 10 detik, sedangkan pemulihan dari slime sang komentator adalah 84 poin dalam 10 detik. Sang komentator berkata, "Mau diserang berjam-jam pun, aku tidak akan bisa dikalahkan."

Potion putih muncul di toko, tetapi karena ia membeli baju zirah secara sia-sia, ruangnya tidak cukup, jadi ia menyerah dan mencari kristal tambahan. Menurutnya, kelebihan kristal adalah hanya butuh 1 petak untuk berfungsi, sehingga mudah dibeli sebagai penyempurnaan terakhir.

7:04

Pertarungan Terakhir: Ditentukan oleh Damage Kelelahan

Saat tersisa 2 pertarungan, ia bertemu build menarik yang mempercepat kelelahan dengan Falcon Blade. Damage kelelahannya 820 lawan 946, dan sang komentator berkata, "Sepertinya aku bisa akrab dengan orang ini."

Ia mencapai ronde terakhir dengan 3 nyawa, sehingga kelangsungannya sudah dipastikan. Setelah melakukan optimasi kecil seperti meningkatkan kecepatan kelelahan dan menambah perisai, ia memasuki pertarungan terakhir dan memperlihatkannya dengan kecepatan 1x hingga lawan tumbang karena kelelahan. Lawannya tampaknya menggunakan build Stun Dagger, dengan susunan yang menyiapkan blok di awal lewat potion putih dan baju zirah, terus mendapatkan blok lewat kristal, dan mengincar potion ungu saat HP tinggal setengah.

Begitu waktu kelelahan dimulai, damage terus meningkat menjadi 26, 29, 31 per detik, dan lawan pun tumbang. Dalam pertarungan 22 detik, damage kelelahannya 595, atau 27 per detik. Sang komentator menilai, "Kelihatannya lebih kuat daripada senjata biasa." Pada akhirnya, satu-satunya senjata yang dibeli dalam pertandingan ini hanyalah satu wajan, dan sang komentator menyimpulkan bahwa ternyata itu sudah cukup untuk bertarung.