Menepati Janji pada Diri Sendiri: Cara Hinata Kato Membangun Rasa Percaya Diri

Buka di YouTube ↗
Ringkasan

Dalam video yang direkam sambil membersihkan rumah ini, Hinata Kato (HINA) menjawab pertanyaan yang sering diterimanya: mengapa ia sekarang jauh lebih percaya diri dibanding dulu? Jawabannya bukan penampilan atau penurunan berat badan. Menurutnya, rasa percaya diri yang bertahan lama datang dari kebiasaan menepati janji-janji kecil pada diri sendiri.

9 menit baca
0:06

Pembuka: wajah tanpa riasan dan "pekerjaan rumah dalam keadaan lapar"

HINA membuka video dengan meminta maaf atas penampilannya. Sehari sebelumnya ia menjalani perawatan di dokter kulit berupa suntikan yang dilakukan dengan tangan, yaitu menyuntikkan obat jauh ke lapisan dermis untuk membantu regenerasi kulit. Setelah perawatan itu ia tidak boleh memakai riasan selama 24 jam.

Selama merekam, ia mengerjakan apa yang ia sebut "pekerjaan rumah pekopeko", yaitu membersihkan kamar saat perut kosong. Menurutnya, pekerjaan rumah dan bersih-bersih termasuk latihan aerobik yang bagus. Ia menyarankannya kepada ibu rumah tangga maupun orang yang tinggal sendiri. Pada hari ketika ia sedang malas berjalan, ia memilih membersihkan kamar, karena dengan begitu kamar menjadi rapi dan semangatnya untuk bekerja juga naik.

1:08

Percaya diri dari penampilan cepat hilang

HINA sudah mengunggah video di kanalnya selama 8 tahun dan lama mendalami pengembangan diri, pembentukan tubuh, dan kecantikan. Setelah mencoba semuanya pada dirinya sendiri, ia sampai pada satu kesimpulan. Menjadi lebih menarik atau lebih langsing memang membuat seseorang sedikit lebih percaya diri, sampai muncul perasaan "hari ini aku oke". Bagi dirinya, efek itu hanya bertahan sebentar.

Ia memberi contoh: setelah memotong rambut dan memakai riasan yang lucu, ia merasa terlihat sangat imut, tetapi keesokan harinya ia kembali murung. Ia mengakui setiap orang punya cara berpikir sendiri, dan mungkin ada orang yang benar-benar mendapat rasa percaya diri dari penampilan. Namun baginya efek itu selalu singkat. Ia menduga rasa percaya diri adalah sesuatu yang filosofis, mirip dengan kebahagiaan.

2:15

Aturan pribadi: menepati janji pada diri sendiri

Menurut HINA, yang paling menumbuhkan rasa percaya dirinya adalah kebiasaan yang ia jalani sekitar satu tahun atau lebih, yaitu selalu menepati janji yang ia buat untuk dirinya sendiri. Dari kebiasaan itu ia juga mendapat hal lain yang ia anggap penting, yaitu kemampuan untuk menjaga dan merawat diri sendiri.

Janji-janjinya sengaja dibuat kecil. Setiap pagi ia menulis daftar tugas harian dan berusaha menjaganya, setidaknya dengan menyelesaikan satu tugas setiap hari. Ia juga memutuskan untuk berjalan dalam keadaan perut kosong setiap hari. Karena ia seorang influencer, ia menetapkan aturan untuk memperbarui akun Twitter-nya setiap hari. Ia menegaskan bahwa ukuran janjinya tidak penting. Yang penting adalah konsisten menepatinya, dan dari situlah rasa percaya dirinya tumbuh.

3:03

Efikasi diri 70%, harga diri 30%

HINA menjelaskan bahwa menurutnya rasa percaya diri sangat bergantung pada efikasi diri (self-efficacy). Ia memperkirakan rasa percaya diri tersusun dari 70% efikasi diri dan 30% harga diri. Efikasi diri ia jelaskan sebagai perasaan "aku bisa melakukannya sendiri", yang muncul karena seseorang memang sudah membuktikannya sendiri.

Menurut pengalamannya, perasaan ini punya beberapa dampak. Ia menjadi lebih mau menghadapi tantangan, bahkan ingin mencoba tantangan yang semakin besar. Ia juga menjadi lebih mampu menjaga dirinya, sampai merasa tidak akan memaafkan siapa pun yang menyakitinya.

Harga diri, menurut definisinya, adalah memaafkan diri sendiri, yakni menerima diri bahkan saat diri belum cukup baik. Ia menyebut tahun ketika ia konsisten menepati janji pada dirinya sebagai tahun ketika harga dirinya ikut meningkat.

3:40

Dicap "aneh" sejak kecil

HINA lalu menceritakan pengalaman pribadinya. Sejak dulu orang-orang selalu bilang "HINA itu aneh banget". Ia pernah dirundung karena dianggap aneh, dan bahkan setelah dewasa label itu masih terus ia dengar. Setiap kali, ucapan itu mengejutkannya. Ia sempat berpikir mungkin dirinya sakit karena tidak seperti orang kebanyakan, bahkan mengira otaknya rusak. Komentar seperti itu membuatnya semakin kehilangan rasa percaya diri.

Baru-baru ini, saat minum bersama beberapa pria yang bekerja di bidang serupa, ia kembali dibilang "kamu aneh". Dulu ia pasti akan terpuruk dan berpikir "berarti aku memang aneh". Kali ini yang muncul di benaknya adalah "dari sudut pandangku, kalian semua juga aneh". Tentu ia tidak mengatakannya terang-terangan dan hanya memikirkannya dalam hati. Ia menyebut perubahan cara pandang ini sebagai pertumbuhan besar bagi dirinya.

5:01

Memahami arti menjadi "tokoh utama"

Dari pengalaman itu, HINA merasa akhirnya memahami ungkapan yang sering didengar: "jadilah tokoh utama dalam hidupmu sendiri." Ia menyadari bahwa ia adalah tokoh utama dalam hidupnya, dan kesadaran itu memberinya dorongan semangat yang besar.

Ia menjelaskan bahwa dari kacamatanya, orang lain pun punya hal-hal yang tampak aneh. Ia bisa bertanya-tanya mengapa semua orang berpikir begitu, mengapa tidak semua orang melakukan hal tertentu, atau mengapa orang menganggap sesuatu penting. Dengan cara pandang ini, ia tidak lagi membiarkan perkataan orang lain membuat retak hidupnya, dan jalan hidupnya terasa jauh lebih kokoh. Menurutnya, inilah rasa percaya diri.

Justru orang yang menghakimi dengan satu kata yang aneh

HINA juga heran mengapa ada orang yang begitu mudah mengucapkan hal yang menyangkal hidup orang lain. Ia mengaku tidak melakukan hal semacam itu. Ketika menemukan cara berpikir yang berbeda, ia justru menganggap hidup orang itu menakjubkan, ingin menirunya, dan memakainya sebagai referensi. Sikapnya adalah "itu ide bagus, tidak aneh, keren kamu bisa memperhatikan hal itu."

Karena itu ia mempertanyakan bagaimana seseorang bisa menyimpulkan hidup orang lain hanya dengan satu kata, "aneh", dan apa tujuan mereka menyakiti orang lain. Baginya, orang seperti itulah yang aneh. Ia juga beralasan bahwa meskipun disebut aneh, ia tidak bisa mengubah hidup yang sudah dijalaninya selama puluhan tahun. Masa lalu tidak bisa diubah, dan kalau seseorang mengubah dirinya secara drastis sekarang, ia tidak lagi menjadi dirinya sendiri.

6:54

Menetralkan cara pandang

HINA mengakui bahwa menjadi lebih cantik, memperbaiki diri, riasan, atau operasi plastik memang bisa memberi banyak rasa percaya diri. Namun jika ingin memperbaiki masalah dari akarnya, ia yakin cara menepati janji pada diri sendiri inilah yang harus ditempuh. Ia juga menyadari bahwa banyak orang menderita karena kurang percaya diri.

Ia lalu bercerita bahwa kini ia terbiasa "menetralkan" segala sesuatu, baik pola pikir yang berangkat dari sisi buruk maupun sisi baik. Contohnya, ia berusaha tidak memaksakan pendapatnya kepada orang lain, sementara ada orang yang memaksakan pendapatnya kepadanya. Ia berpikir bahwa dalam hidup yang panjang masih banyak cara berpikir yang bisa dipelajari, dan cara berpikir orang bisa berubah selama mereka hidup, tetapi orang itu sangat tegas dengan pandangannya. Meski begitu, jika dilihat dari sudut pandang penilaian, sikap seperti itu menunjukkan bahwa orang tersebut punya banyak rasa percaya diri, dan HINA menganggapnya hal yang bagus. Mungkin, katanya, orang yang sangat percaya diri itu juga menghabiskan setiap harinya menepati janji yang ia buat. Begitulah bentuk netralisasi yang ia maksud. Ia sendiri sempat bertanya "aku tadi ngomongin apa, ya?", tanda bahwa bagian ini diucapkan secara spontan.

7:33

Untuk yang merasa tidak sanggup berusaha

Menurut HINA, cara ini bisa dilakukan siapa saja secara gratis untuk membuat perubahan mendasar, dan ia membagikannya dengan harapan orang mau mencobanya lebih dulu. Ia tahu banyak orang di sesi tanya jawab yang benar-benar khawatir, dan ia mengaku memahami perasaan mereka karena dulu ia pun tidak percaya diri. Ia mengutip pepatah "rumput tetangga selalu lebih hijau" dan mengatakan bahwa baginya rumput tetangga bahkan tampak berwarna-warni. Saat terpuruk, ia termasuk tipe orang yang seolah menghentikan waktu: terlalu tertekan dan terlalu iri sampai tidak bisa berbuat apa-apa. Menurutnya, orang seperti itu pun bisa berubah, bahkan dengan cepat.

Kepada orang yang merasa tertekan karena tidak mampu berusaha, ia mengatakan bahwa siapa pun bisa berusaha. Triknya adalah terus mencoba setiap hari, melakukannya demi membahagiakan diri sendiri, dan tidak memasang target terlalu tinggi. Jika hal ini dipahami, menurutnya siapa pun bisa berusaha.

8:19

Penutup

HINA menegaskan bahwa setiap orang punya cara berpikir sendiri. Ia tidak menjanjikan bahwa cara ini pasti membuat seseorang lebih percaya diri. Ia hanya berharap orang yang sedang khawatir menjadi sedikit lebih mau mencobanya, karena mungkin saja itu menjadi titik balik dalam hidup mereka. Di akhir video, cermin dan wastafel yang ia bersihkan sambil bercerita sudah mengilap. Ia mengaku merasa lebih lega setelah bicara panjang lebar, lalu menutup video.