Mengikuti Kisah Hallownest, Kerajaan Serangga yang Menuju Kehancuran, lewat Let's Play Hollow Knight
ゲーミングボーイDiterjemahkan dari 日本語
Video ini adalah let's play gim aksi 2D Hollow Knight hingga tamat. Pembicara memperkenalkan pertarungan bos utama satu per satu, dan di sela-selanya merangkai potongan informasi dari dalam gim untuk menjelaskan mengapa Hallownest, kerajaan para serangga, runtuh dan siapa sebenarnya sang tokoh utama. Seperti yang diakui pembicara sendiri, teks yang disampaikan dalam gim ini sedikit, sehingga penjelasan di sini hanya sebatas gambaran garis besar yang ditangkap dari potongan informasi yang diperoleh selama petualangan. Berikut ini adalah urutan penjelasan dan alur permainannya.
Kerajaan yang Segelnya Hampir Terlepas dan Sang Tokoh Utama yang Mungil
Pada pembukaan, cahaya yang mencurigakan meluap dari dalam sesuatu yang disegel dengan rantai, menggambarkan segel yang hampir terlepas. Seolah menanggapi pertanda itu, seekor serangga kecil muncul di jalan menuju kerajaan. Inilah tokoh utama gim ini.
Hal pertama yang dilakukan pembicara adalah menjelajahi area di belakang titik awal. Menurut pembicara, memeriksa area itu terlebih dahulu sudah menjadi kebiasaan dalam gim aksi 2D, dan ia senang karena di gim ini pun ada uang yang tersembunyi di sana. Mengikuti jalan, terdapat sebuah permukiman yang tampaknya dulu ramai pada masa kejayaan kerajaan, tetapi wabah kuno menyebar, para serangga satu per satu kehilangan kewarasan, dan kerajaan pun hancur. Kini, konon hanya para petualang yang datang ke tempat ini.
Sejarah Kerajaan: Riset Keabadian dan Awal Mula Wabah
Saat menyusup ke reruntuhan kerajaan, serangga-serangga yang terinfeksi wabah menyerang. Bos pertama, "False Knight", disebut pembicara sebagai lawan semacam tutorial, dan selama pertarungan itu ia menjelaskan sejarah kerajaan.
Menurut penjelasan pembicara, raja negeri ini adalah serangga yang sangat cakap, yang menyatukan serangga-serangga yang dulu minim kecerdasan dan membangun sebuah kerajaan. Untuk membuat kejayaan itu abadi, raja mengincar kekuatan dewa cahaya yang dapat memberikan keabadian, dan berusaha memperoleh keabadian melalui riset. Namun, riset itu gagal, dan serangga-serangga yang terkena cahaya sang dewa kehilangan kehendaknya. Lebih buruk lagi, gejala itu menular dari satu ke yang lain, hingga akhirnya menjadi wabah yang mengancam seluruh negeri.
Pembicara juga menyebutkan bahwa kekuatan sang dewa tampaknya tidak hanya merampas kehendak, tetapi juga mampu memengaruhi pikiran melalui mimpi. Artinya, para serangga itu bukan sekadar mengamuk, melainkan tampaknya menyerang tokoh utama di bawah suatu kehendak sang dewa. Pertarungan berlanjut dengan bos yang mengamuk hingga lantai runtuh, lalu berakhir dengan kekalahan False Knight.
Konfrontasi dengan Hornet dan Meluasnya Area Penjelajahan
Di sebuah wilayah yang dipenuhi tumbuhan hijau, tokoh utama bertemu dengan serangga bernama Hornet. Berbeda dengan serangga lain, ia tidak terinfeksi, tetapi karena suatu alasan ia harus bertarung dengan tokoh utama. Menurut penjelasan pembicara, tokoh utama adalah sosok yang muncul sebagai tanggapan atas segel yang mulai terlepas. Jika ia adalah wadah yang mampu menyelesaikan masalah, itu bagus, tetapi jika sosok tanpa kekuatan bertindak sembarangan, keadaan bisa semakin buruk. Karena itulah Hornet, yang mengkhawatirkan masa depan kerajaan, menghadang jalannya.
Tokoh utama mengalahkannya, menunjukkan kekuatannya, dan mempelajari gerakan dash. Dengan ini, ia bisa mencapai tempat yang sebelumnya tidak bisa dijangkau, dan area penjelajahan pun meluas secara signifikan. Setelah itu, tokoh utama terkena pengaruh dari seseorang dan jatuh tersungkur di tempat. Pembicara menganggap ini sebagai peringatan dari mereka yang menjaga segel, tetapi ia tetap melanjutkan perjalanan.
City of Tears dan Riset Soul
Di City of Tears, ibu kota kerajaan, tokoh utama bertemu dengan seorang pengembara yang duduk di bangku. Pembicara berkata bahwa justru karena dunianya seperti ini, bertemu serangga yang masih waras terasa menghangatkan hati.
Di City of Tears, terjadi pertarungan melawan "Soul Master". Menurut penjelasan pembicara, untuk menyegel sang dewa sepenuhnya, raja menjalankan dua riset. Yang pertama adalah riset tentang kekuatan yang disebut "Void", dan yang kedua adalah riset tentang kekuatan yang disebut "Soul". Yang memimpin riset Soul adalah Soul Master ini. Konon riset itu memakan korban serangga dalam jumlah yang sangat besar, dan di fasilitas risetnya pembicara memang melihat alat mengerikan untuk mengekstrak Soul dari serangga. Namun, riset Soul tidak membuahkan hasil, Soul Master sendiri pikirannya digerogoti oleh infeksi, dan riset itu pun terhenti. Pembicara menduga serangga-serangga yang muncul sebagai musuh adalah sisa-sisa korban riset tersebut. Pembicara menyebutkan bahwa setelah itu, cara menyegel sang dewa tampaknya berpusat pada riset kekuatan Void.
Setelah mengalahkannya, tokoh utama mewarisi jurus Soul Master dan menjadi mampu menghancurkan lantai yang rapuh.
Para Dreamer dan Dream Nail
Seiring penjelajahan berlanjut, ditemukan prasasti para Dreamer, dan tokoh utama kembali menerima peringatan yang sama. Pembicara menyimpulkan bahwa yang mengirimkan peringatan itu adalah tiga Dreamer.
Menurut penjelasan pembicara, hasil riset kekuatan Void membuat kerajaan berhasil menyegel sang dewa. Para Dreamer-lah yang mengorbankan diri untuk memperkuat segel tersebut. Dengan munculnya sosok asing seperti tokoh utama, mereka khawatir segel akan terlepas dan berusaha mengusir tokoh utama ke dunia mimpi.
Di dunia mimpi, sesuatu seperti cahaya putih menuntun tokoh utama, dan dengan mengikutinya, ia dianugerahi senjata "Dream Nail" yang mampu merobek batas antara mimpi dan kenyataan. Yang menyelamatkan tokoh utama dari serangan para Dreamer adalah serangga bernama Seer. Para Dreamer menahan segel sambil terus tertidur dengan menggunakan ilmu mimpi, dan tubuh para penggunanya tidak dapat dilukai sehingga pada dasarnya tidak dapat disentuh. Namun, menurut penjelasan pembicara, dengan Dream Nail, tokoh utama memperoleh cara untuk masuk ke dalam mimpi mereka dan memengaruhi pikiran mereka.
Dung Defender dan Keceriaan di Tengah Dunia yang Kelam
Di tengah pencarian para Dreamer, tokoh utama bertarung melawan "Dung Defender". Menurut pembicara, ksatria ini adalah salah satu ksatria yang terkenal di kerajaan, dan ia terus menjaga jalan ini demi melindungi rekan ksatrianya yang berada di ujung jalan. Ia tidak punya niat jahat terhadap tokoh utama dan pada dasarnya tidak punya alasan untuk bermusuhan, tetapi tampaknya ia salah mengira tokoh utama sebagai penyusup sehingga pertarungan pun terjadi.
Tentang pertarungan ini, pembicara menilai bahwa ksatria yang menggulung kotoran menjadi bola dan memainkannya seperti bola juggling, BGM yang ringan, serta teriakan semangat sang ksatria menciptakan suasana riang yang berbeda dari biasanya. Karena suasana gelap terus berlangsung sejak awal, ia senang sesekali ada lawan seperti ini. Pada fase kedua, bos yang memang sudah berisik itu menjadi semakin berisik.
Pembicara menyebutkan bahwa meskipun tidak bisa ditampilkan semuanya di video, selama penjelajahan muncul banyak serangga yang menggemaskan, seperti pembuat peta yang bersenandung, ulat yang suka bernyanyi, dan seorang petualang perempuan. Menurut kesan pembicara, gim ini memang dipenuhi jalan yang berat, tetapi justru karena ada pertemuan dengan serangga-serangga seperti itu, ia merasa bisa terus berpetualang tanpa terlalu tertekan. Setelah mengalahkannya, saat menuju hutan yang biasa, seekor serangga ternyata sudah membusuk, dan yang tersisa hanyalah air mata.
Broken Vessel dan Identitas Sang Tokoh Utama
Melangkah lebih jauh, tokoh utama bertarung melawan bos "Broken Vessel" yang sosoknya sangat mirip dengan tokoh utama. Menurut pembicara, dari nama ini asal-usul dan tujuan tokoh utama mulai terlihat.
Menurut penjelasan pembicara, hasil riset Void membuktikan bahwa kekuatan Void efektif melawan cahaya sang dewa. Untuk menyegel sang dewa di dalamnya, raja menyiapkan sosok yang menjadi "wadah" (vessel) yang bagian dalamnya dipenuhi Void. Salah satu sosok yang diciptakan dalam riset itu adalah Broken Vessel ini, dan juga sang tokoh utama. Hasil riset itu membuat sang dewa tersegel di dalam wadah, tetapi menciptakan wadah sempurna yang tidak tercemar ternyata sulit. Seperti musuh ini, wadah pun terjangkit wabah, dan segel kini sedang terlepas. Begitulah keadaan saat ini.
Pembicara menyebutkan alasan ia tidak bergegas menuju para Dreamer dan malah mengambil jalan memutar, yaitu untuk mempelajari lompatan ganda. Ia mengatakan bahwa momen ketika area penjelajahan meluas secara drastis adalah daya tarik utama gim aksi eksplorasi 2D.
Identitas Hornet dan Monumen Hollow Knight
Dalam perjalanan menuju para Dreamer, tokoh utama kembali bertemu Hornet setelah sekian lama di depan sebuah monumen. Pembicara menjelaskan bahwa Hornet anehnya sangat mengenal negeri ini dan tokoh utama karena ia adalah putri raja, dan ia mengawasi segel dengan mengetahui rencana sang raja. Hornet pergi setelah meninggalkan kata-kata yang penuh makna. Tempat ini disebut Monumen Hollow Knight, tempat dipujanya patung Hollow Knight yang mengorbankan diri sebagai wadah segel, beserta patung para Dreamer yang terus menjaganya.
Watcher Knight: Beberapa Ksatria dan Detail yang Teliti
Di menara pengawas tempat Dreamer pertama tertidur, tokoh utama harus mengalahkan para ksatria di depan kamar sang Dreamer. Menurut pembicara, melawan satu ksatria seharusnya tidak sulit, tetapi pada kenyataannya beberapa ksatria menyerang sekaligus sehingga pertarungannya cukup berat. Ada mekanisme yang memungkinkan pemain menyusup ke loteng terlebih dahulu untuk menjatuhkan lampu gantung dan mengurangi satu musuh. Pembicara menghargai mekanisme seperti itu, tetapi kali ini ia memilih mengalahkan mereka dengan kemampuan sendiri karena hal itu "bertentangan dengan semangat ksatria".
Menurut pembicara, sebenarnya tokoh utama tidak bertarung melawan para ksatria itu sendiri. Tampaknya serangga mirip lebah dalam jumlah besar, yang telah menjadi mayat hidup akibat wabah, masuk ke dalam cangkang kosong para ksatria yang telah ditinggalkan dan menggerakkannya untuk bertarung. Jika diperhatikan baik-baik, terlihat pula serangga yang tercemar terbang di langit-langit. Pembicara menilai bahwa meskipun jumlah teks dalam alur utama gim ini sedikit, detail-detail kecil seperti ini digarap dengan sangat teliti.
Setelah mengalahkan para Watcher Knight, tokoh utama menemukan Dreamer Lurien. Karena tubuhnya tidak dapat disentuh akibat ilmu mimpi, tokoh utama masuk ke dalam mimpinya dengan Dream Nail dan mengalahkan wujud aslinya. Pembicara menjelaskan bahwa hal ini dilakukan untuk melepaskan segel yang hampir rusak itu sekali.
Pertarungan Melawan Uumuu, Kerja Sama dengan Quirrel, dan Dreamer Monomon
Di tempat Dreamer kedua berada, tokoh utama kembali bertemu dengan Quirrel, sang pengembara. Ia tampaknya kehilangan ingatan, tetapi sepertinya memiliki hubungan dengan tempat ini.
Saat memasuki danau tempat sang Dreamer tertidur, muncul makhluk berbentuk ubur-ubur bernama Uumuu. Tubuhnya dilapisi cangkang luar yang lembek sehingga serangan tokoh utama tidak bisa mengenainya secara langsung, dan tokoh utama hanya bisa terus menghindar. Saat itulah Quirrel muncul dan membantu. Menurut penjelasan pembicara, pola serangan bos ini monoton, tetapi kerusakan hanya bisa diberikan tepat setelah serangan Quirrel, sehingga bos ini dirancang sebagai bos kerja sama yang mengharuskan pemain berkolaborasi dengannya. Dengan mengulangi hal ini, HP bos terus dikurangi, dan pada akhirnya, bersamaan dengan serangan Quirrel yang mengenai bos di luar layar, tokoh utama menghabisinya dengan jurus Soul.
Di bagian dalam danau terdapat sebuah wadah besar, dan di dalamnya ada Dreamer Monomon. Menurut pembicara, kehendak para Dreamer pun tidak sepenuhnya seragam, dan Monomon tampaknya justru berada di pihak yang berharap segel dilepaskan oleh tokoh utama. Pembicara pun berpikir kalau begitu, dan langsung mengalahkannya.
Beast's Den dan Dreamer Herrah
Di dekat tempat Dreamer terakhir tertidur terdapat sebuah desa. Saat pembicara duduk di bangku untuk beristirahat, ia tertangkap oleh jaring laba-laba. Namun, setelah meronta-ronta, ikatannya terlepas. Tempat ini adalah Beast's Den, tempat Dreamer terakhir, Herrah, tertidur. Setelah berkeliaran tanpa tujuan, sang Dreamer ternyata ditemukan dengan cukup cepat.
Mengingat ikatannya yang longgar dan tempat ia tertangkap, pembicara menduga bahwa mungkin ada salah satu penduduk desa yang menginginkan hal ini terjadi. Dengan demikian, Herrah pun dikalahkan, dan ketiga Dreamer telah tumbang.
Pertarungan Penentuan Pertama Melawan Hollow Knight
Setelah mengalahkan semua Dreamer, tokoh utama tiba di kuil tempat sang dewa disegel. Menurut pembicara, pencemaran sudah menyebar hingga ke bagian luar kuil, dan jelas bahwa kekuatannya sudah tidak bisa lagi ditahan. Pintu yang dijaga para Dreamer terbuka, dan tokoh utama berhadapan dengan wadah yang menyegel sang dewa, yaitu Hollow Knight.
Pembicara menjelaskan bahwa Hollow Knight, yang juga menjadi judul gim ini, adalah ksatria yang menjadi wadah untuk menyegel dewa kuno. Namun, ia menambahkan bahwa informasi ini pun hanya dugaan, sebatas gambaran garis besar yang akhirnya terlihat setelah merangkai potongan informasi selama petualangan.
Menurut interpretasi pembicara, dengan pengorbanan yang sangat besar, riset kekuatan Void berhasil dan Hollow Knight tercipta sebagai wadah yang murni, tetapi wadah itu pun pada akhirnya terinfeksi oleh kekuatan sang dewa. Pembicara mengajukan pertanyaan mengapa infeksi tidak dapat dihentikan bahkan dengan kekuatan Void, apakah kemampuan wadah tidak memadai, atau apakah metode ini memang sudah gagal sejak awal, tetapi ia tidak memberikan jawabannya.
Di tengah pertarungan, Hollow Knight tiba-tiba mulai menusukkan paku ke tubuhnya sendiri seolah gila. Daging yang tercemar menjulur dari sekitar perutnya, dan kekuatan sang dewa hendak meluap keluar. Tampaknya ia mencoba menahannya dengan menusuk dirinya sendiri, tetapi pembicara menyebut pemandangan itu terlalu memilukan, dan sebagai pengemban segel generasi berikutnya, ia bertarung untuk membebaskannya dari penderitaan.
Setelah mengalahkannya, tokoh utama menjadi wadah baru dan menanggung infeksi yang telah merembes ke seluruh kerajaan, dan dewa kuno pun kembali tersegel. Pembicara menyebutkan bahwa untuk sementara segel tidak akan jebol dan kedamaian sesaat akan datang, tetapi menurutnya dengan begini sejarah hanya akan terus berulang dan tidak menjadi solusi sejati. Karena itu, ia mengulang dari sebelum menantang Hollow Knight dan memutuskan untuk mencari cara lain.
Abyss dan Asal-Usul Para Wadah
Setelah mengulang, pembicara pertama-tama kembali bertarung melawan Hornet. Ia mengatakan bahwa setelah melawan musuh kuat seperti Hollow Knight, cara bertarung Hornet pun mulai terlihat kurang meyakinkan. Alasan Hornet menantang bertarung tampaknya sama seperti sebelumnya, yaitu untuk menilai tokoh utama. Pembicara menafsirkan bahwa Hornet, yang tahu bahwa hanya mengganti wadah segel tidak akan mengakhiri rantai ini, mungkin ingin memastikan apakah tokoh utama layak mengemban solusi sejati. Setelah Hornet pergi, tokoh utama memperoleh King's Brand.
Di tempat yang disebut Abyss, jauh di bawah tanah kerajaan, wadah-wadah dalam jumlah besar yang menjadi korban dibuang begitu saja, dan tempat itu juga menjadi tempat berkumpulnya bayangan orang-orang yang telah mati. Di sini tokoh utama memperoleh Shade Cloak, dan jangkauan geraknya semakin luas. Dalam perjalanan pulang, Hornet sudah menunggu.
Dengan menggunakan Shade Cloak untuk mengunjungi bagian dalam hutan, tokoh utama dapat berbicara dengan ratu negeri ini, dan sang ratu, yang telah menantikan kemunculan sosok seperti tokoh utama, menitipkan sebuah pecahan putih kepadanya. Selanjutnya, tokoh utama mengunjungi istana tempat raja dulu berada dan memperoleh pecahan yang satunya lagi dari sang raja yang kini tinggal jasad. Dengan memperoleh jiwa sang raja, terbukalah jalan menuju bagian yang lebih dalam lagi di dasar Abyss, dan di sana terdapat sesuatu seperti cangkang telur yang merupakan akar asal-usulnya sendiri. Melalui peristiwa ini, jiwa sang raja berubah menjadi Void Heart, dan tokoh utama memperoleh kekuatan untuk menyatukan para bayangan. Dengan kekuatan ini, tokoh utama menantang dewa kuno untuk menumpasnya.
Pertarungan Ulang dan Bos Terakhir Sejati, The Radiance
Saat kembali menghadapi Hollow Knight, pembicara mengatakan bahwa karena tokoh utama sudah lebih kuat, tampaknya ia bisa mengalahkannya lebih cepat daripada sebelumnya. Sebelumnya, ia harus menunggu celah untuk menyerang, tetapi karena dash menjadi kebal berkat Shade Cloak, ia kini bisa melancarkan serangan isi daya kapan saja. Serangan isi daya ini disebut "Nail Art" dalam gim, dan dipelajari dari serangga-serangga yang disebut guru di berbagai penjuru kerajaan. Pembicara menilai bahwa membuat pemain bertarung ulang melawan bos yang dulu menyulitkan agar pemain merasakan pertumbuhannya adalah desain yang cukup cerdas.
Di tengah pertarungan, Hornet muncul dan menahan Hollow Knight. Dengan menancapkan Dream Nail selama itu, tokoh utama dapat bertarung melawan dewa kuno yang tersegel di dalam Hollow Knight, dan dimulailah pertarungan melawan bos terakhir sejati, The Radiance.
Karena The Radiance selalu melayang di udara, jurus Soul "Abyss Shriek" yang dapat menyerang ke atas sangat berguna. Pembicara mengatakan bahwa menyerang ke udara itu sulit, sehingga kuncinya adalah bagaimana mengenai musuh dengan jurus ini, dan ia menghabiskan Soul yang telah dikumpulkan selama pertarungan melawan Hollow Knight untuk mengurangi HP lawan secara drastis.
Pada fase kedua, tokoh utama bertarung melawan lawan yang bergerak secara acak di atas pijakan yang sangat buruk. Musuh menembakkan peluru cahaya dan laser, sementara pola serangan tokoh utama tetap sama: memukul dengan paku untuk mengumpulkan Soul, lalu terus berteriak. Pembicara menyebut kemampuan untuk mengubah gaya bertarung dengan mengombinasikan charm yang bisa dipungut di sepanjang perjalanan sebagai salah satu kelebihan gim ini, dan menjelaskan bahwa kali ini ia memasang charm yang sepenuhnya mengorbankan pertahanan demi bisa terus berteriak.
Pada tahap akhir, The Radiance menghilang, dan tokoh utama sedikit demi sedikit memanjat menuju sang dewa sambil menghindari cahaya yang berjatuhan dari langit. Karena telah memperoleh kekuatan untuk menyatukan para bayangan berkat Void Heart, para bayangan yang ada di Abyss pun berkumpul, dan dengan menyatukan kekuatan mereka, pertarungan pun berakhir.
Akhir Cerita dan Penilaian Pembicara
Dengan bekerja sama bersama Hollow Knight dan para bayangan dari Abyss, dewa kuno The Radiance berhasil ditumpas. Pembicara mengatakan bahwa dunia gim ini yang digarap dengan sangat cermat begitu luar biasa, dan gim ini bisa dinikmati dari segi musik, visual, maupun teksnya. Ia menilai bahwa selain suasananya yang bagus, gim ini juga terasa memuaskan hanya dengan menggerakkan karakternya, serta memiliki daya tarik misterius yang membuat ingin memainkannya berulang kali. Ia menutup dengan mengatakan bahwa pengembangan sekuelnya tampaknya juga sedang berjalan, sehingga ia menantikannya.
Artikel tidak ditemukan.
Artikel diterbitkan · Diperbarui
