Menuju Peluncuran Roket di Planet Tempat Mendarat Darurat: Catatan Membangun Pabrik per Chunk di Factorio

Diterjemahkan dari 日本語

Buka di YouTube ↗
Ringkasan

Ini adalah video let's play yang merekam pengalaman pertama memainkan Factorio, gim pembangunan pabrik, hingga berhasil meluncurkan roket. Sang tokoh utama mendarat darurat di sebuah planet. Tujuannya adalah mengumpulkan sumber daya planet itu, memajukan riset, lalu membangun roket untuk terbang ke luar angkasa. Menurut pembicara, DLC untuk penjelajahan luar angkasa baru saja dirilis, tetapi kali ini ia bermain dengan target awal meluncurkan roket. Video ini memperlihatkan prosesnya: penambangan dan peleburan yang awalnya dikerjakan secara manual diotomatisasi secara bertahap, lalu dibangun pabrik bersistem main bus yang dirancang dengan satuan "chunk" berukuran 32 × 32 petak, hingga akhirnya pembangunan diserahkan kepada robot.

17 menit baca
1:05

Otomatisasi Kerja Manual, Dimulai dari Penambangan Batu Bara

Pekerjaan pertama adalah mengumpulkan sedikit material dari puing-puing pesawat luar angkasa. Di sekitar lokasi terdapat endapan besi dan batu bara. Jika ditambang dan diolah, keduanya bisa dipakai untuk membuat berbagai barang. Pembicara mula-mula menambang batu bara yang terlihat, lalu memakainya sebagai bahan bakar untuk melebur bijih besi. Karena sudah memiliki mesin tambang dan tungku sebagai item awal, ia memasukkan batu bara ke tungku untuk melebur bijih besi, lalu memakai besi yang dihasilkan untuk membuat lebih banyak mesin tambang dan tungku.

Otomatisasi pertama yang diperkenalkan adalah penempatan mesin tambang batu bara. Mesin tambang ini berbahan bakar batu bara dan mengeluarkan hasil tambangnya ke depan. Jadi, jika dua mesin tambang ditempatkan saling berhadapan lalu dinyalakan, keduanya akan saling memasok batu bara dan terus bekerja sampai endapannya habis. Pembicara menyebut ini "otomatisasi penambangan batu bara". Namun, pada tahap ini ia masih harus rutin mengambil batu bara sendiri dan mengantarkannya ke mesin tambang serta tungku di berbagai tempat. Alur permainan di tahap awal adalah memperluas skala produksi sedikit demi sedikit dengan sumber daya yang diperoleh.

2:03

Pohon Riset dan Pasokan Listrik

Untuk membuat sesuatu yang canggih seperti roket, riset harus dimajukan agar resepnya terbuka. Riset tersusun dalam struktur pohon, dan riset roket pun membutuhkan banyak riset prasyarat. Untuk sementara, tujuannya adalah memajukan pohon riset ini.

Karena riset membutuhkan listrik, pembicara menyusun pompa, boiler, dan mesin uap untuk membangun pembangkit listrik tenaga uap kecil. Bahan bakarnya masih ia antarkan sendiri, tetapi ia menyatakan ingin mengotomatisasinya suatu saat nanti. Ia menempatkan laboratorium riset di dekat tiang listrik, lalu menyiapkan secara manual item setoran yang dibuat dari besi dan tembaga dan memasukkannya ke laboratorium. Laboratorium pun mulai menyala, dan setelah menunggu beberapa saat, riset selesai.

Yang terbuka lewat riset pertama adalah mesin perakit, fasilitas untuk mengotomatisasi proses pembuatan barang. Dengan mesin ini, pembicara satu per satu mengotomatisasi pekerjaan yang sebelumnya ia lakukan secara manual. Setelah bisa memproduksi sabuk konveyor secara otomatis, ia membangun alur kerja: menyusun banyak tungku, mengalirkan bijih besi, bijih tembaga, dan batu bara ke dalamnya untuk mendapatkan besi dan tembaga dalam jumlah besar, lalu menambah lebih banyak mesin perakit dan sabuk konveyor. Setelah fasilitas pembangkit listrik siap, ia mengganti mesin tambang berbahan bakar batu bara dengan bor tambang listrik. Dengan begitu, ia tidak perlu lagi mengantarkan batu bara, dan kecepatan penambangan pun meningkat.

Pada titik ini, peleburan dan pembangkitan listrik di pabrik sudah sepenuhnya otomatis berkat banyaknya tungku dan bor tambang listrik. Besi dan tembaga hasil peleburan dialirkan ke sisi utara, dan berbagai item seperti sabuk konveyor, tiang listrik, mesin perakit, serta bor tambang diproduksi secara otomatis dengan rinci. Untuk riset yang lebih maju, ia membuka science pack baru dan mulai mengotomatisasi produksinya.

4:27

Merencanakan Pabrik yang "Mudah Dipahami" di Lahan Baru di Timur Laut

Setelah pembangunan pabrik mencapai titik yang cukup, pembicara berjalan-jalan menjelajahi sekitarnya. Ia dengan nada bercanda menyebut makhluk-makhluk yang bermusuhan di planet ini sebagai "penduduk asli", dan menggambarkan penjelajahannya sebagai "sekalian berkunjung untuk menyapa". Hasilnya, ia menemukan lahan luas dan endapan mineral di arah timur laut. Ia pun memutuskan untuk terus menambah sabuk konveyor dan mesin perakit di pabrik yang sudah ada, sambil membangun pabrik raksasa baru di timur laut.

Pembicara mengatakan bahwa memasang penanda sebelum menempatkan fasilitas akan membuatnya lebih tenang, lalu ia memberi penanda kasar di peta. Bagian kiri bawah adalah pabrik yang sudah ada, sedangkan kanan atas adalah lokasi rencana pabrik baru. Konsep pabrik baru ini adalah "mudah dipahami". Secara keseluruhan, barang dirancang mengalir dari kiri ke kanan: pertama, sumber daya seperti bijih dilebur di fasilitas peleburan raksasa, lalu hasilnya dialirkan ke kumpulan konveyor raksasa di sisi kanan. Pembicara menjelaskan ini sebagai "yang biasa disebut sistem main bus".

5:32

Desain dengan Satuan Dasar 32 × 32 Petak

Pola desain yang paling diutamakan pembicara di pabrik baru adalah menyeragamkan ukuran setiap fasilitas dalam satuan yang sama. Dengan mengubah pengaturan, kisi petak bisa ditampilkan, dan setiap 32 petak terdapat garis tebal. Pembicara memutuskan untuk merancang setiap fasilitas dengan satuan dasar 32 × 32 petak ini. Satuan ini sering disebut "1 chunk", sehingga di video pun ia menyebutnya chunk.

Fitur yang juga ia manfaatkan adalah blueprint. Dengan blueprint, penanda objek yang akan dipasang bisa ditempatkan dengan mudah, dan bisa juga dibuat blueprint yang selalu mengikuti kisi. Pembicara berpikir bahwa jika fitur-fitur ini dimanfaatkan dengan baik, ia bisa merencanakan pabrik yang rapi sambil tetap bekerja dengan santai.

Pendekatan ini pertama kali terasa manfaatnya saat memasang jaringan transmisi listrik. Untuk menambang bijih tembaga di lokasi yang jauh dengan bor tambang listrik, listrik harus dialirkan sampai ke endapannya, sehingga pembicara memasang jalur transmisi yang sangat panjang. Dengan blueprint berbasis chunk, penanda tiang listrik bisa ditempatkan dengan rapi. Karena merencanakan satu per satu chunk mulai terasa merepotkan, ia juga menyiapkan blueprint seukuran 6 × 6 chunk untuk membuat perencanaan semakin efisien.

7:00

Menghubungkan Fasilitas Peleburan dengan Main Bus

Setelah jalur penambangan dari lokasi jauh selesai dan terhubung ke fasilitas peleburan di tengah, empat jenis bahan bisa dihasilkan: bata batu, baja, pelat besi, dan pelat tembaga. Bahan-bahan ini dialirkan ke main bus di sisi kanan, dan pembangunan pabrik yang sesungguhnya pun dimulai. Main bus direncanakan agar bisa menampung beberapa jalur untuk mengantisipasi peningkatan produksi di masa depan, tetapi untuk saat ini pembicara menilai satu jalur untuk setiap bahan sudah cukup. Pada peta keseluruhan, bagian berwarna ungu menunjukkan tempat penanda rencana pembangunan, sedangkan bagian berwarna kuning menunjukkan sabuk konveyor yang sudah terpasang.

Untuk memajukan riset, pembicara memulai dengan fasilitas produksi science pack. Ia menempatkan blueprint yang sudah disiapkan di waktu luang ke lokasi rencana, menata peralatan sesuai penanda, lalu menarik bahan yang dibutuhkan dari main bus. Karena produksi science pack membutuhkan sirkuit elektronik, ia juga sekaligus membangun pabrik sirkuit elektronik.

Menurut pembicara, semua bahan yang dibutuhkan untuk roket sudah tercantum di dalam gim. Karena itu, ia lebih dulu menempatkan ikon di lokasi rencana pembangunan fasilitas yang kemungkinan akan dibutuhkan.

8:28

Science Pack Hitam dan Fasilitas Produksi Peralatan

Di blok sebelahnya, ia membangun fasilitas produksi science pack hitam. Pembicara menjelaskan bahwa untuk roket, science pack merah, hijau, dan biru sudah cukup, tetapi riset dengan science pack hitam akan membuka resep seperti amunisi dan persenjataan yang kuat, yang membuat "interaksi dengan penduduk asli jadi lebih lancar". Karena riset tidak akan berjalan sebelum science pack disetorkan ke laboratorium riset, ia juga membangun laboratorium untuk penyetoran di sebelahnya. Dengan ini, resep seperti ranjau darat pun terbuka, dan pembicara berkelakar bahwa kini ia bisa menangani penduduk yang menentang pembangunan pabrik dengan efisien.

Agar perluasan ke depannya lebih nyaman, ia juga membuat fasilitas produksi peralatan di bagian tengah bawah main bus. Hampir semua peralatan yang bisa dibuat pada tahap ini, seperti sabuk konveyor, pembagi, bor tambang, tungku, tiang listrik, dan mesin uap, kini bisa diproduksi di sana.

9:30

Pengolahan Minyak Mentah untuk Science Pack Biru

Karena science pack merah dan hijau sudah selesai, target berikutnya adalah yang biru. Untuk membuat yang biru, selain unit mesin yang mudah dibuat, dibutuhkan juga belerang dan papan sirkuit canggih. Pembicara merangkum ketergantungannya seperti ini: belerang membutuhkan air dan gas minyak bumi, sedangkan papan sirkuit canggih membutuhkan plastik. Plastik juga membutuhkan gas minyak bumi, dan gas minyak bumi membutuhkan minyak mentah. Artinya, untuk membuat science pack biru, cukup mendatangkan minyak mentah terlebih dahulu lalu mengolahnya dengan berbagai cara.

Dari hasil penjelajahan, ditemukan minyak mentah yang menyembur dari bawah tanah di sekitar bagian kiri atas. Pembicara menghancurkan tanaman yang menghalangi di sekitarnya dengan granat, memasang mesin untuk memompa minyak mentah, lalu memasang pipa hingga ke pabrik untuk mengalirkan minyak mentah tersebut.

Fasilitas pengolahan minyak mentah juga dibangun dengan menempatkan rencana pembangunan yang sudah disiapkan sesuai kisi. Fasilitas yang disusun adalah sebagai berikut:

  • Fasilitas produksi gas minyak bumi: menghasilkan gas minyak bumi jika dimasukkan minyak mentah
  • Fasilitas produksi belerang: menghasilkan belerang dan asam sulfat jika dimasukkan gas minyak bumi, air, dan pelat besi
  • Fasilitas produksi plastik: menghasilkan batang plastik dalam jumlah besar dari gas minyak bumi dan batu bara
  • Fasilitas produksi baterai: membuat baterai dari asam sulfat, lalu memproduksi panel surya dari baterai tersebut
  • Fasilitas produksi papan sirkuit canggih: membuat papan sirkuit canggih secara perlahan dari pelat tembaga, pelat besi, dan batang plastik

Sebagai alasan membuat panel surya, pembicara menyebutkan bahwa dengan kondisi saat ini yang masih bergantung pada mesin uap untuk listrik, "penduduk asli" sesekali datang memprotes ketika pencemaran lingkungan meluas, sehingga ke depannya ia ingin beralih ke pembangkit listrik tenaga surya yang bersih. Karena produksi papan sirkuit canggih memakan waktu cukup lama, ia berencana membangun satu baris lagi di sebelahnya begitu kebutuhannya bertambah.

Terakhir, produk-produk minyak bumi ini dikumpulkan, dan selesailah fasilitas yang menerima bahan-bahan tersebut beserta pelat besi, belerang, papan sirkuit canggih, dan lainnya, lalu mengeluarkan science pack biru. Dengan ini, riset resep roket pun bisa dimajukan.

Melihat keseluruhan pabrik pada titik ini, pembicara menilai bahwa upayanya untuk selalu merancang per chunk membuahkan hasil, sehingga secara keseluruhan pabriknya mulai menjadi mudah dipahami. Pada peta sekitar, garis biru muda menunjukkan jaringan kabel listrik, dan radar untuk memantau sekitar dipasang di berbagai tempat agar ia "bisa menyambut para penduduk asli secepat mungkin".

12:59

Membangun Ulang dengan Pengolahan Minyak Mentah Lanjutan

Setelah riset dimajukan dengan science pack biru, teknologi pengolahan minyak mentah lanjutan terbuka lebih dulu. Karena kini bisa membangun kilang dengan performa lebih tinggi, pembicara membongkar fasilitas yang ada untuk sementara dan membangunnya ulang menjadi kilang minyak mentah yang baru. Menurutnya, dengan memasukkan air dan minyak mentah ke kilang baru ini, tiga jenis produk seperti minyak ringan dan gas minyak bumi bisa diperoleh dalam jumlah besar.

13:23

Menyerahkan Pembangunan kepada Robot

Sambil menunggu riset resep roket selesai, pembicara memutuskan untuk membuat robot agar pembangunan pabrik menjadi lebih mudah. Karena bahan robot sebagian besar sama dengan bahan science pack kuning, ia merencanakan dan membangun fasilitas yang bisa membuat keduanya, sehingga sistem produksi massal robot pun siap.

Menurut penjelasan pembicara, robot adalah entitas yang mengambil alih pekerjaan pembangunan dan pengangkutan, dan hanya bisa beroperasi di sekitar stasiun robot. Karena itu, ia pertama-tama menempatkan stasiun robot dalam pola jaring yang menutupi pabrik, sehingga terbentuk jaringan logistik yang mencakup seluruh pabrik. Robot akan menemukan penanda lokasi rencana pembangunan di dalam area tersebut, mengambil material dari peti yang bisa diakses, lalu membangunnya sendiri.

Namun, tepat setelah dipasang, muncul peringatan bahwa "lokasi rencana pembangunan ada di mana-mana, tetapi materialnya tidak ada". Ini karena robot tidak bisa mengakses peti biasa. Pembicara pertama-tama mengganti secara manual peti yang berisi peti menjadi peti untuk robot, kemudian memakai fitur bernama upgrade planner untuk memerintahkan agar semua "peti jelek" yang ada diganti dengan peti yang bisa dipakai robot. Kawanan robot pun berdatangan ke peti yang berisi peti, dan peti biasa satu per satu diganti dengan peti yang mendukung robot. Pembicara menggambarkan hal ini secara berlebihan sebagai "zaman manusia telah berakhir, mulai sekarang adalah zaman robot".

Sejak saat itu, robot yang mengerjakan pembangunan, dan pabrik pun dipenuhi robot. Karena perintah pembangunan bisa diberikan dari peta, pembicara mengatakan bahwa dirinya kini "bekerja jarak jauh sepenuhnya".

15:21

Pembangkit Listrik Tenaga Surya dan Penyelesaian oleh Robot

Setelah berhasil mendapatkan banyak pekerja konstruksi, pembicara membangun pembangkit listrik tenaga surya untuk "menunjukkan sikap peduli lingkungan". Pembangkit yang rencana pembangunannya ia perintahkan sambil melihat peta ini dipenuhi panel surya untuk menangkap sinar matahari dan akumulator untuk memasok listrik di malam hari. Begitu robot tiba, pembangunan berjalan bertahap dari kanan atas hingga selesai. Pembicara mengatakan bahwa masa-masa membangun secara manual sudah terasa seperti nostalgia, dan sambil melihat robot yang beristirahat di stasiun setelah menyelesaikan tugasnya, ia bercanda bahwa ia harus segera memberi mereka pekerjaan berikutnya.

Main bus yang tadinya ingin ia pasang belakangan pun ternyata sudah selesai tanpa ia sadari selagi ia melamun. Pembicara berkelakar bahwa pekerjaan yang harus ia lakukan hampir tidak ada lagi, dan zaman ketika pekerjaan direbut oleh AI sudah di depan mata.

16:16

Pembangunan Rocket Silo dan Peluncuran

Tanpa terasa, riset terkait roket sudah selesai, sehingga akhirnya ia mulai mengembangkan roket. Untuk meluncurkan roket, cukup membangun rocket silo lalu menyetorkan tiga jenis bahan dalam jumlah tertentu ke sana. Pembicara memerintahkan pembangunan fasilitas produksi dan silo dari peta, lalu menunggu sambil menyerahkan sisanya kepada robot. Fasilitas produksi untuk ketiga jenis bahan selesai, dan tak lama kemudian rocket silo pun diangkut ke lokasi. Perakitan roket berlangsung di dalam silo, dan ketika progresnya mencapai 100%, persiapan peluncuran selesai.

Setelah semuanya siap, pembicara melakukan hitung mundur dan meluncurkan roket, dan peluncurannya berhasil.

18:12

Kilas Balik: Asyiknya Membuat Rencana

Terakhir, pembicara mengenang perjalanannya sambil melihat keseluruhan pabrik akhir. Semua dimulai dari penambangan batu bara, lalu setelah membuat pabrik sementara kecil di kiri bawah, ia mulai membangun pabrik main bus raksasa sebagai markas utama. Menurutnya, setelah robot hadir, pembangunan melaju pesat dan ia bisa sampai ke roket dengan lancar.

Pembicara bercerita bahwa awalnya ia mengira ini gim yang sulit, tetapi siklus membuat rencana lalu membangunnya ternyata menyenangkan, sampai-sampai ia akhirnya larut tanpa ingat waktu. Yang paling menyenangkan baginya adalah saat menyusun rencana. Ia mengatakan bahwa bisa terus menekuni hal-hal "yang sebenarnya tidak penting" sepuas hati, seperti fleksibilitas blueprint dan keindahan tampilan seluruh fasilitas, adalah hal terbaik. Ia menutup video dengan mengatakan bahwa penjelajahan luar angkasa setelah peluncuran roket juga tampak menyenangkan, sehingga ia ingin memainkannya juga bila ada kesempatan.