Delapan Kebiasaan yang Dihentikan Hina Saat Diet Turun 20 kg

Buka di YouTube ↗
Ringkasan

Dalam video ini, Hina dari kanal "HINA CHANNEL" (Hinata Kato) membagikan delapan hal yang ia hentikan dan, menurut pengalamannya, membuat berat badannya turun lebih cepat. Judul videonya menyebut penurunan 20 kg. Benang merahnya adalah perubahan sikap. Dulu ia menjalani diet sebagai penderitaan yang dipaksakan. Kini ia ingin menjadikannya kegiatan yang bisa dinikmati dan dijalani terus-menerus.

11 menit baca

Diet yang salah di masa lalu

Hina mengawali video dengan menceritakan cara dietnya dulu, yang kini ia anggap keliru. Saat itu ia merasa sudah berusaha keras setiap hari, tetapi hasilnya tidak terlihat. Ia sampai frustrasi dan bertanya-tanya mengapa hanya dirinya yang tidak berhasil. Ia menunda makan, melakukan latihan yang tidak ia sukai, dan lama-kelamaan makin membenci diet. Baginya, diet waktu itu sulit dan tidak menyenangkan.

Ia lalu menghentikan cara-cara tersebut, dan setelah itu berat badannya mulai turun. Ia menyebut banyak penonton berkomentar bahwa ia "pandai menurunkan berat badan". Ia ingin penontonnya juga bisa pandai berdiet dengan cara yang menyenangkan.

1:08

1. Berhenti diet dengan tidak makan

Hina menyebut poin ini penting. Menurutnya, ketika seseorang menurunkan berat badan dengan tidak makan, termasuk berpuasa, hal pertama yang terjadi adalah ototnya rusak. Ia berpendapat tubuh yang mudah kehilangan berat badan dibentuk oleh otot. Jika otot menipis, tubuh justru makin mudah bertambah berat.

Ia juga menjelaskan bahwa tubuh yang tidak diberi makan masuk ke "mode kelaparan". Tubuh berusaha menghemat nutrisi dan tidak memakainya, sehingga berat badan mudah naik dan sulit turun. Hina menyebut ini sebagai jebakan. Hasil diet seperti ini memang cepat terlihat, tetapi berat badan juga mudah kembali naik. Ia menilai cara ini buruk bagi kesehatan mental. Saat asupan gizi ditekan sampai batas minimum, tubuh merasa perlu menyerap nutrisi dan nafsu makan malah menjadi lebih kuat.

Sebagai gantinya, ia menyarankan pola makan seimbang yang terdiri dari protein, lemak, dan karbohidrat, dengan asupan nutrisi penting yang cukup. Menurutnya, pola makan yang tepat membantu menghindari nafsu makan berlebihan. Bagi yang tidak tahu harus makan berapa banyak, ia menyarankan menghitung keseimbangan PFC (protein, lemak, karbohidrat). Perhitungan ini bisa dilakukan dengan mudah di internet, termasuk di situs menu miliknya. Ia juga menambahkan bahwa diet tanpa makan tidak baik untuk kulit, dan menurutnya kita akan menyesalinya ketika sudah tua nanti.

2:46

2. Nafsu makan berlebih hanyalah kebiasaan: "teori mantan pacar"

Poin kedua membahas nafsu makan yang tetap muncul meskipun gizi sudah tercukupi. Hina menganggapnya sekadar kebiasaan dan menjelaskannya dengan analogi mantan pacar. Selama kita belum bisa melupakan mantan, kita terus menjalani hari-hari yang sedih karena terus mengingatnya. Untuk melupakannya, kita menghapus dan membuang kenangan tentang dia, lalu menghabiskan lebih banyak waktu bersama teman atau untuk hobi.

Menurut Hina, nafsu makan bisa diperlakukan dengan cara yang sama. Isilah waktu dengan rutinitas sehat, misalnya jalan-jalan setelah bangun pagi, makan sehat, dan latihan otot. Jika rutinitas itu diteruskan, lama-lama ia menjadi kebiasaan. Ia menekankan pentingnya menerima bahwa nafsu makan yang tidak perlu itu hanyalah kebiasaan. Menurutnya, cara pandang ini mengubah pola pikir dengan cara yang menarik dan membantu berat badan turun dalam waktu singkat. Karena ia menganggapnya sangat penting, ia sengaja menaruhnya di urutan kedua.

3:40

3. Berhenti makan berat sebelum tidur

Hina menyebut poin ketiga sebagai "menghentikan organ dari kelelahan". Sederhananya, ia berhenti makan dan minum berlebihan sebelum tidur. Alasannya, di malam hari kita hanya tidur dan tidak menggunakan banyak energi. Usus juga butuh waktu istirahat untuk mencerna makanan. Makan berat di malam hari, menurutnya, membuat tubuh terasa lembek dan berat keesokan paginya. Rasa lesu di pagi hari bisa berlanjut sepanjang hari sehingga kita tidak ingin berolahraga, dan terbentuklah lingkaran negatif.

Sarannya adalah menyelesaikan makan setidaknya empat jam sebelum tidur. Ia mengajak penonton memeriksa apakah mereka sering makan larut malam, karena menurutnya meninjau kebiasaan itu saja sudah membuat perbedaan besar. Untuk orang yang baru pulang larut dari sekolah atau kantor, ia menyarankan makanan yang mudah dicerna, khususnya protein yang mudah dicerna.

4:50

4. Berhenti diet tanpa olahraga

Hina menegaskan bahwa olahraga itu penting. Menurut penjelasannya, latihan aerobik membakar kalori, sedangkan latihan kekuatan memperkuat otot. Otot yang lebih banyak meningkatkan kalori yang terbakar, sehingga tubuh cenderung tidak mudah naik berat badan meskipun makan dan tetap membakar kalori tanpa melakukan apa pun.

Ia memakai perumpamaan air dalam cangkir. Dalam gaya hidup sekarang, kita sudah mengonsumsi lebih banyak kalori daripada yang dibakar, ibarat air yang hampir meluap dari cangkir. Menurutnya, satu-satunya cara mengurangi luapan itu adalah berolahraga. Hasil penurunan berat badan jadi lebih mudah terlihat, dan motivasi pun ikut naik.

Ia menyarankan memilih olahraga menyenangkan yang bisa dilakukan setiap hari. Hina sendiri suka berjalan pagi sambil menikmati pemandangan dan melakukan latihan glute sambil berbaring di lantai. Menurutnya, olahraga juga melepaskan hormon bahagia sehingga kita menjadi lebih positif dan cara berpikir pun berubah.

Hina juga memberi tips soal waktu berolahraga. Latihan aerobik di pagi hari saat perut kosong, menurutnya, membuat lemak terbakar lebih dulu. Latihan kekuatan sebaiknya dilakukan saat tubuh paling kuat, yaitu sore hingga malam sekitar pukul 5, 6, atau 7 setelah makan. Berlatih saat bisa mengerahkan tenaga maksimal, katanya, membantu memperkuat otot.

6:31

5. Tujuan besar boleh, tapi capai yang dekat dulu: "teori wortel"

Poin kelima adalah soal menetapkan target. Hina menganggap tujuan besar itu bagus, tetapi menurutnya lebih penting mencapai hal-hal yang ada di depan mata sedikit demi sedikit. Ia menjelaskannya dengan "teori wortel". Jika wortel diletakkan sangat jauh dari seekor kuda, kuda itu akan memakan rumput di dekatnya saja. Jika wortel digantung tepat di depan hidungnya, kuda akan terus berlari mengejarnya, dan tanpa disadari ia sudah sampai di garis finis. (Hina sempat menyebut cerita ini berasal dari saudaranya.)

Menurutnya, hal terpenting dalam diet adalah menjaga konsistensi. Lakukan apa yang dianggap menyenangkan, misalnya lompat tali atau jalan-jalan, dan maju dengan mantap tanpa berlebihan.

Ia lalu membacakan komentar seorang penonton yang merasa salah satu anggota LE SSERAFIM sangat kurus, merasa tidak mungkin seperti dia, tidak tahu harus berbuat apa, dan merasa hidupnya tidak menyenangkan. Hina menjawab dengan mengajak menyelesaikan satu hal kecil pada satu waktu, karena tanpa disadari kita akan sampai di garis akhir. Ia meminta penonton itu tenang dan memercayai kata-katanya. Menurut Hina, upaya kecil memberi rasa pencapaian, dan rasa pencapaian membuat orang merasa terpenuhi secara batin. Ia berpendapat pencapaian kecil sehari-hari lebih baik daripada pencapaian besar yang jauh, karena dengan begitu kita bisa merasa bahagia setiap hari.

8:18

6. Berhenti begadang, tidur pukul 23.00

Poin keenam adalah berhenti begadang sampai pagi. Hina menyarankan tidur pada rentang pukul 23.00 sampai 02.00. Menurutnya, pada jam-jam itu hormon pertumbuhan disekresikan, dan hormon ini mendorong metabolisme kulit. Karena itu, tidur lebih awal disebutnya baik juga untuk memperbaiki kulit.

Ia bercerita dari pengalamannya sendiri. Ketika tidur di jam tersebut, kondisinya keesokan pagi terasa benar-benar berbeda, bukan hanya fisik tetapi juga kulit. Perutnya tidak membuncit, dan luka pun terasa sembuh dengan cara yang berbeda. Ia menyimpulkan tidur sangat penting dalam diet, perawatan kulit, dan pemulihan diri, lalu mengajak penonton yang suka begadang untuk tidur sedini mungkin.

9:13

7. Merawat usus: makanan yang mengubah tubuh dan pikiran

Poin ketujuh adalah makan makanan yang baik untuk usus, yang makin penting bagi Hina. Menurutnya, merawat usus bahkan lebih penting daripada merawat kulit, dan juga penting untuk menurunkan berat badan. Ia menjelaskan bahwa usus yang bersih memudahkan penyerapan nutrisi yang baik. Ia juga menyebut 90% hormon bahagia diproduksi di usus, sehingga perasaan ikut berubah. Pergerakan usus membaik, perut buncit hilang, dan makanan yang tepat membuat kita ingin berolahraga.

Hina menekankan bahwa makanan tidak hanya mengubah tubuh, tetapi juga pikiran. Menurutnya, kita jadi merasa mampu merawat diri sendiri, dan hal ini bahkan memengaruhi hubungan dengan orang lain. Ia menggambarkan pola pikir yang muncul: "Aku peduli pada diriku sendiri, aku juga peduli padamu, tapi kamu tidak menghargaiku, jadi aku akan menjaga jarak." Menurutnya, dengan pola pikir ini kita bisa cepat menjauh dari orang jahat atau teman yang memanfaatkan kita. Ia juga menyebut makanan dan kebiasaan yang baik untuk usus mudah dicari, dan memasaknya sendiri bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan.

10:49

8. Peregangan dan postur: membakar kalori hanya dengan mengencangkan perut

Poin terakhir adalah peregangan dan perbaikan postur. Hina menjelaskan bahwa ketika postur diperbaiki, perut ikut dikencangkan. Menurutnya, hanya dengan berjalan sambil mengencangkan perut, total kalori yang terbakar sudah berubah, padahal harinya sama dengan hari biasa. Berjalan dengan dada membusung dan punggung tegak membuat otot perut bekerja, kalori yang terbakar bertambah, dan tubuh terlihat lebih ramping.

Peregangan, menurutnya, membuat otot lebih lentur. Jika otot dada dilemaskan, dada akan terangkat. Hal yang sama berlaku untuk bokong. Otot yang rileks bisa digunakan lebih efektif, sehingga kita belajar berjalan dengan menggunakan otot bokong, dan itu sekaligus menjadi latihan glute. Langkah termudah yang ia sarankan adalah mulai berjalan dengan perut kencang, lalu melakukan peregangan untuk memperbaiki postur.

11:58

Penutup: diet sebagai cara "bersinar"

Di akhir video, Hina mengajak penonton menikmati diet dan pengembangan diri. Menurutnya, kita adalah tokoh utama dalam hidup sendiri dan harus bersenang-senang. Gemuk atau kurus tidak menjadi soal, yang penting menikmati hidup dan "bersinar". Ia berpendapat wajah seseorang berubah ketika ia bersinar, dan orang yang bersinar adalah yang paling disukai.

Ia mengakui penonton mungkin merasa bosan ketika berat badan tidak mudah turun. Meski begitu, menurutnya terus mempraktikkan hal-hal tadi berarti menepati janji kepada diri sendiri. Dari situ harga diri meningkat, kecantikan khas masing-masing bisa diasah, dan rasa percaya diri makin kuat. Hina menutup video dengan meminta penonton menceritakan apa yang berhasil mereka lakukan di kolom komentar, karena ia juga ingin belajar dan terus berkembang.