Melindungi Kapal Pesiar dari Meriam, Bom Laut, dan Senapan Mesin: Tantangan Empat Fase Sean

Buka di YouTube ↗
Ringkasan

Video ini dibuka dengan sebuah hadiah. MrBeast menyerahkan kapal pesiar kepada Sean dan mengatakan bahwa kapal itu resmi menjadi miliknya. Lalu ia menambahkan syarat: ia akan melakukan apa pun untuk menghancurkan kapal itu, dan Sean harus melindunginya dari serangan seperti 100 peluru meriam, bahan peledak besar, dan banyak lagi. Tantangan dibagi menjadi empat fase. Sebelum setiap serangan, Sean diberi waktu sekitar 24 jam untuk membangun pelindung. Pertanyaannya sederhana: apakah kapal pesiar itu masih mengapung di akhir video?

10 menit baca

Fase Pertama: 100 Peluru Meriam dan Dinding Peti Kemas

Sean memakai kartu kredit MrBeast untuk membeli banyak bahan dan langsung membangun pelindung untuk fase pertama, yaitu 100 tembakan meriam. Rencananya adalah membangun dinding raksasa dari peti kemas yang ia harap bisa menghadang peluru. Ia bekerja semalaman, melanjutkan keesokan paginya, dan baru berhenti ketika 24 jam habis.

Hasil tembakan pertama langsung mengecewakan. Peluru menembus peti kemas, dan narator menggambarkan meriam itu "melelehkan pelindungnya seperti mentega". Sean sempat berkata ia merasa "tamat". Tembakan terus dilepaskan melewati pelindungnya, dan Sean mengakui meriam-meriam itu jauh lebih kuat dari yang ia bayangkan.

Setelah tiga jam, mereka memeriksa kerusakan. Kapal pesiar Sean ternyata selamat. Ada lubang kecil di bagian yang terkena besi, tetapi itu kerusakan paling ringan. Kamar mandi kapal hancur lebur, dan kacanya ikut rusak. Total tiga peluru mengenai kapal, sehingga Sean lolos dari fase pertama. Sean menilai hasil itu lumayan, "tiga dari seratus". MrBeast menjawab bahwa ia ingin Sean lebih serius di fase kedua.

Fase Kedua: 15 Bom Laut dan Strategi Kasur

Untuk membuktikan keseriusannya, MrBeast mengeluarkan 15 bom laut besar yang dipasang melingkari kapal. Bom-bom itu akan diledakkan dalam 24 jam. Ia mengatakan timnya sudah menguji bom ini sebelum membuat video, dan ledakannya sangat kuat. Sean bingung bagaimana melindungi kapal dari ledakan di segala arah, apalagi ia harus tidur di kapal yang dikelilingi bom.

Keesokan paginya Sean langsung bekerja, tetapi badai hebat membuatnya tidak bisa memakai derek. Semua pekerjaan hari itu harus dilakukan dengan tangan. Sean menyebutnya brutal dan mengeluh betapa mudahnya pekerjaan itu kalau memakai derek, atau kalau tidak dilakukan di atas air.

Rencana besarnya adalah kasur. Para pekerjanya membeli semua kasur di kota, lalu menempelkannya satu per satu hingga menutupi setiap inci kapal. MrBeast berkomentar bahwa kapal itu sudah tidak terlihat seperti kapal pesiar, hanya seperti tumpukan kasur. Dua jam sebelum peledakan, ia menilai Sean belum bekerja sebanyak yang ia kira. Hasil akhirnya berupa kasur dan galon air, yang disebut salah satu orang di lokasi sebagai mungkin hal terjelek yang pernah ia lihat. MrBeast sendiri yakin kapal itu tidak akan selamat.

Sebelum peledakan, Sean diminta mengucapkan kata-kata terakhir. Ia meminta topi MrBeast, dan MrBeast berjanji akan memberikannya jika kapal selamat. Bom pun diledakkan. Reaksi pertama di lokasi adalah keyakinan bahwa kapal pasti rusak. Namun ketika diperiksa, kapal masih berdiri dan tampak aman. Ledakan hanya membakar kasur. MrBeast mengaku tidak tahu harus berkata apa. Menurutnya, entah bagaimana kasur-kasur itu ternyata pelindung yang sangat efektif melawan bom.

Fase Ketiga: Kembang Api, Panah Api, dan Ketapel

Fase ketiga punya tiga tingkat serangan. Pertama, sejuta kembang api diluncurkan ke arah kapal. Kedua, rentetan panah api yang terbang lebih tinggi dari kembang api. Ketiga, ketapel yang melemparkan bola api dari langit.

Menurut narator, strategi Sean mulai efisien. Ia memberi perintah kepada krunya untuk mengangkat dan menempatkan peti kemas, lalu beristirahat selagi mereka bekerja. Rencananya kembali memakai banyak peti kemas untuk membangun dinding raksasa. Ia berharap dinding itu cukup tinggi untuk menghalangi kembang api dan puing ketapel api. Ia juga menyedot air danau dan menyiramkannya ke kasur dengan penyiram agar kasurnya basah.

MrBeast menyebut semua ini mencurigakan. Ia terkejut bahwa orang yang awalnya membuat pelindung "menyedihkan" yang bisa ditembus meriam kini membangun sesuatu yang menurutnya bisa berhasil. Dinding peti kemas itu setinggi 12 meter. Untuk menggambarkan lintasan ketapel, mereka meminta Chandler membayangkan dirinya sebagai bola api raksasa. MrBeast berharap bola itu melewati peti kemas dan mengenai kapal, sedangkan Sean yakin tidak akan kena. Sean bahkan sangat percaya diri hingga tidak memakai sisa 30 detik waktu membangun. Menurutnya semuanya sudah tertutup dan basah.

Kembang api dinyalakan dalam jumlah yang membuat para penonton di lokasi takjub. Tak lama kemudian terlihat asap di kapal, dan sebuah kembang api memang mengenai bagian atas kapal pesiar. Berikutnya seribu panah api ditembakkan, dan sebagian melewati dinding. Lalu tiba giliran ketapel. Proyektilnya disebut "balon berapi", yang menurut MrBeast pada dasarnya adalah bola bowling yang terbakar. Satu tembakan mengenai peti kemas di sebelah kapal. Pelindung mulai roboh, dan kapal tampak terbuka. MrBeast mengaku khawatir, sementara Sean tetap tenang.

Narator menegaskan bahwa jika satu saja tembakan ketapel mengenai kapal, video itu mungkin berakhir. Hasilnya lebih tipis dari yang dikira, tetapi bola terakhir jatuh ke air. Sean bercanda bahwa satu-satunya yang "terbakar" hari itu adalah dirinya.

Persiapan Fase Terakhir

MrBeast lalu mengumumkan fase keempat. Dalam 24 jam, kapal akan diserang rentetan senapan mesin, ditambah gabungan semua fase sebelumnya: kembang api, ketapel, panah, dan 100 peluru meriam lagi. Sebagai pengganti bom-bom kecil, ia menyiapkan bom raksasa yang ia gambarkan secara berlebihan sebagai hampir seperti rudal nuklir, "bahkan mungkin ilegal", sebuah "ranjau laut penghancur pulau".

Sean menjelaskan rencananya dengan sederhana: menumpuk sebanyak mungkin barang di antara kapal dan arah serangan. Sisa peti kemas dipakai untuk menutup setiap celah yang mungkin dilewati peluru. Pasir ditumpuk sebanyak mungkin sebagai penghalang benturan di depan dinding yang akan menjadi sasaran meriam. Karena bom raksasa bisa didatangkan dari belakang, ia menutup sisi belakang dengan tong berisi air sebanyak yang bisa dikerjakan dalam sisa waktu.

Sean juga bercerita bahwa tantangan ini berat. Ia jauh dari rumah dan merindukan keluarganya. Air membuat semua pekerjaan jauh lebih sulit karena ia tidak bisa berjalan keluar dari kapal untuk meletakkan barang di atasnya. Ia mengaku bom itulah yang paling membuatnya gugup. Menjelang waktu habis, pertahanannya terdiri dari beberapa lapis pelindung logam untuk senapan mesin, tumpukan pasir dan berbagai barang untuk menahan meriam, dinding tinggi untuk serangan dari atas, dan kasur basah.

Setelah hitung mundur selesai, MrBeast berkata bahwa meski tugasnya menghancurkan kapal itu, ia berharap Sean menang. Sean mengatakan ia menginginkan kapal seperti ini sejak kecil dan hanya ingin melewati fase terakhir lalu pulang. MrBeast juga menyoroti perubahan yang terjadi: sekitar 100 jam sebelumnya hanya ada sebuah kapal, dan kini kapal itu dikelilingi semua struktur pertahanan tersebut.

Fase Keempat: Semua Serangan Sekaligus

Senapan mesin ditembakkan lebih dulu. Seseorang melihat satu peluru mengenai kapal, dan Sean memperhatikan bahwa para penembak membidik melalui celah-celah pelindung. Situasi makin kacau ketika salah satu penembak tidak sengaja mengenai kembang api sehingga kembang api itu meledak. MrBeast berterus terang kepada Sean bahwa menurutnya kapal itu tidak akan selamat.

Berikutnya meriam ditembakkan, dan MrBeast ingin melihat apakah Sean belajar dari fase pertama. Satu peluru meriam memang mengenai kapal, tetapi narator menyatakan peti kemas dan tumpukan pasir mampu menghentikan benturannya. Pelindung juga dinilai sangat efektif melawan ketapel api. Sean bahkan mengklaim "menangkap" salah satu bola api, sementara yang lain bertanya apakah bola itu sebenarnya mendarat di peti kemas.

Karena proses ini bisa memakan waktu semalaman, MrBeast memerintahkan agar meriam, kembang api, panah, dan ketapel ditembakkan bersamaan. Asap begitu tebal hingga tidak ada yang bisa melihat apa-apa, dan seseorang menyamakan pemandangan itu dengan Perang Dunia III. Sean bertanya kepada Jimmy berapa lama lagi serangan berlangsung dan mengaku sangat gugup, sementara MrBeast dan timnya menonton sambil makan cokelat.

Bom Raksasa dan Hasil Akhir

Seperti di setiap videonya, kata MrBeast, yang terbaik disimpan untuk akhir, atau dalam kasus Sean, yang terburuk. Tim mengambil 14 bom laut dari fase sebelumnya dan menggabungkannya menjadi satu bom laut raksasa. Bom itu diletakkan di kapal RC dan dikirim ke arah kapal pesiar. Ledakannya digambarkan sangat besar, dan semua yang menyaksikan terkejut.

Ketika mereka memeriksa kapal, Sean mengatakan ia sudah sering melakukan hal aneh, tetapi belum pernah mengalami hal seperti ini. Ia juga menjawab dengan bercanda bahwa tidak ada yang bilang pelindungnya harus cantik. Setelah semua serangan, kapal pesiar itu masih mengapung, meski tampaknya terkena beberapa peluru dan meriam. MrBeast memberi Sean 50.000 dolar untuk memperbaikinya.

Di akhir video, Sean ditanya apa nama kapal pesiar barunya, tetapi jawabannya terpotong sebelum nama itu disebutkan. MrBeast juga menegaskan bahwa timnya memastikan danau tempat syuting dibersihkan setelah video selesai.