50 Streamer dalam Satu Kubus: Rangkaian Eliminasi Menuju Hadiah Satu Juta Dolar

Buka di YouTube ↗
Ringkasan

MrBeast mengumpulkan 50 streamer di dalam sebuah kubus. Dalam narasinya, mereka ia sebut sebagai "streamer terbesar di jagat raya". Aturan awalnya sederhana: siapa yang terakhir bertahan menjadi pemenang. Hadiahnya satu juta dolar, dan pemenang akan membagikannya kepada salah satu penontonnya lewat livestream. Satu-satunya aturan dasar yang terus ditegaskan adalah larangan keluar dari kubus. Selebihnya, peserta disaring lewat serangkaian permainan. Sebagian menguji keterampilan, tetapi banyak juga yang menguji hubungan antarpeserta: siapa yang disukai, siapa yang dianggap ancaman, dan sejauh mana orang mau menyabotase lawan.

17 menit baca

Sebelum permainan dimulai, kelompok-kelompok mulai terbentuk. Para streamer berbahasa Spanyol menyebut diri mereka semacam persekutuan yang mengandalkan "kekuatan persahabatan". Peserta lain menganggap kompetisi ini soal strategi dan mengaku siap melakukan apa saja. Ada juga yang meremehkan para streamer, menyebut mereka hanya bisa live dan pemalas.

Permainan Pertama: Menembak Foto Streamer yang Paling Dibenci

Tantangan pertama langsung menyentuh soal popularitas di antara sesama peserta. Foto setiap streamer dipasang di sebuah tembok. Masing-masing peserta mendapat satu tembakan paintball dan diminta menembak foto streamer yang paling mereka benci. Lima orang yang fotonya paling banyak terkena tembakan langsung tereliminasi.

Sketch maju pertama. Tembakannya meleset, dan ia menyebut dirinya "orang baik". Ludwig kemudian menembak seseorang yang, menurut peserta lain, sebenarnya bukan streamer melainkan CEO Twitch. Penonton di sekitarnya pun bercanda bahwa Ludwig bakal di-banned. Dan lalu membalas dengan membidik Ludwig, tetapi tembakannya meleset. Ludwig menanggapinya dengan bilang dirinya "target yang mudah".

Seorang peserta sempat memperingatkan bahwa satu tembakan yang tidak disengaja bisa memicu efek bola salju. Prediksi itu terbukti. Foto Arky terkena berkali-kali, dan peserta mulai menembak siapa pun yang tadi menembak mereka. Narator merangkum polanya: kebanyakan peserta mengincer orang yang mereka anggap ancaman terbesar, dan ada pula yang menembak foto yang sudah banyak terkena demi mengurangi peluang dirinya sendiri tersingkir. Ada beberapa momen ganjil. Tembakan Poki mengenai Arky, padahal menurut pengakuannya ia membidik ke tanah. Marlon justru menembak fotonya sendiri dan langsung disoraki sebagai "pahlawan".

Puncak permainan ini adalah amukan xQc, yang disebut narator sebagai pemicu terbentuknya daftar lima orang paling banyak ditembak. xQc sendiri termasuk dalam lima orang itu. Sebelum keluar, ia meneriakkan bahwa tidak ada yang menonton AMP dan bahwa musik salah satu anggotanya "sampah".

Lamborghini dan Sepuluh Menit dengan Mata Tertutup

Permainan kedua bersifat opsional, tetapi berisiko. Sebuah Lamborghini dibawa masuk. Siapa pun yang ikut harus menutup mata sambil memegang mobil itu, lalu melepaskan penutup matanya pada saat yang menurut mereka paling dekat dengan 10 menit. Pemenangnya akan memberikan Lamborghini itu kepada salah satu penontonnya. Peserta lain yang ikut dan kalah langsung tereliminasi. Karena risikonya besar, hanya empat orang yang masuk ke lingkaran dalam waktu dua menit yang diberikan.

Narator menyebut sepuluh menit itu sebagai "10 menit terlama" bagi para peserta. Seperti di permainan paintball, kekacauan segera mengambil alih. Streamer lain meneriakkan angka-angka acak untuk mengacaukan hitungan peserta. Sketch, yang kelihatan stres, menjadi orang pertama yang melepas tangannya. Ia kaget karena waktu baru berjalan sekitar lima menit, dan beralasan bahwa mustahil bisa fokus ketika diganggu streamer lain.

Dua peserta lainnya ternyata memakai strategi berbeda. Mereka punya teman yang memantau waktu dari kamera vlog sepanjang permainan. Salah satunya menyepakati kode: ia akan meneriakkan "Kawaii" sepuluh detik sebelum waktunya tiba. Peserta lain sempat mempertanyakan apakah ini curang, tetapi ada juga yang menyebutnya strategi bagus dan adil. Satu peserta berencana datang di menit kesembilan untuk menyabotase.

Akhirnya dua peserta tampak melepas tangan bersamaan. Tim produksi memeriksa rekaman kamera dan menemukan bahwa tangan salah satu dari mereka lepas lima frame lebih lambat, sehingga lebih dekat ke tanda sepuluh menit. Streamer Prancis Rebeu dinyatakan menang karena selisih lima frame itu. Tiga peserta lainnya tereliminasi. Salah satu yang kalah mengaku sedih, menyebut otaknya "rusak", lalu disarankan untuk "cari teman". Ia menjawab bahwa ia tidak tahu boleh curang. Rebeu kemudian memberikan Lamborghini itu kepada penonton bernama Mr. Zou, yang disebut sudah mengikutinya selama enam tahun.

Memilih Jalur: Olahraga atau Video Game

Pada tantangan berikutnya, peserta harus memilih antara permainan olahraga dan video game. Dari tiap sisi hanya sepuluh orang yang lolos, sehingga lebih dari separuh peserta akan tersingkir. Pilihan ini memperlihatkan bagaimana tiap peserta menilai dirinya sendiri. Ada yang langsung memilih gaming karena mengaku "bukan atlet" atau merasa masuk "top 10 gamer di ruangan ini". Ada pula yang mengaku jago di keduanya, sehingga ia memilih sisi berdasarkan siapa yang tidak ingin ia singkirkan.

Permainan olahraga ternyata berupa adu penalti. Kipernya baru diumumkan setelah peserta memilih: IShowSpeed, yang diperkenalkan dengan nada bercanda sebagai salah satu pemain bola terbaik dunia dan "rival terbesar Ronaldo". Peserta yang mencetak gol lolos, sementara yang tendangannya meleset atau ditahan langsung tereliminasi.

Eliminasi pertama justru terjadi sebelum ada yang menendang. Ludwig keluar dari kubus karena terlalu bersemangat menyapa Speed, yang ia sebut sebagai streamer favoritnya. Karena satu-satunya aturan adalah tidak keluar dari kubus, ia langsung tersingkir. Penendang pertama berhasil mencetak gol. Penendang kedua sempat dibuat gugup oleh Speed dan tendangannya ditahan.

Setelah itu tidak ada yang mau maju. Para peserta bersembunyi, termasuk di balik koper, sehingga MrBeast terpaksa mengundi nama. Andrea Botez, yang mengaku belum pernah menendang bola seumur hidup, mendapat giliran. Hasil tendangannya tidak terlalu jelas dari transkrip. Peserta bernama Agent kemudian tersingkir. Wendy memakai trik cerdik: ia menendang sebelum Speed sempat kembali ke gawang. Tendangan itu dinyatakan sah, dan Speed berjanji hal itu "tidak akan terjadi lagi". NickEh30, yang disebut sebagai salah satu streamer Fortnite paling populer di dunia, mengaku memilih olahraga karena mengira tantangannya semacam lomba push-up. Meski begitu, ia berhasil mencetak gol. Eliminasi terakhir dari sisi olahraga jatuh pada Ray, yang tendangannya gagal.

Fortnite: Ketika Para Pro Justru Tersingkir

Di sisi video game, para peserta menebak-nebak, mulai dari Rocket League sampai Pac-Man, sebelum akhirnya diumumkan bahwa mereka akan bermain battle royale Fortnite. MrBeast menjelaskan alasannya: Fortnite membentuk dunia streaming seperti sekarang dan mengangkat karier banyak peserta. Permainan berlangsung sampai 12 orang tereliminasi.

Para pemain terkuat, termasuk Tfue yang disebut sebagai salah satu pemain terbaik di dunia, langsung bekerja sama dan memilih strategi naik pesawat sambil menunggu. Di sisi lain peta, kelompok lain terbentuk, dan sebagian peserta memilih bersembunyi sepanjang permainan. Awalnya suasana justru sepi karena semua sangat fokus. Seorang peserta sempat terkejut karena belum ada yang tersingkir.

Narator menjelaskan bahwa storm yang terus menyusut di Fortnite akan memberikan damage, sehingga pemain mulai membuat kesalahan pemula. Ada yang mati karena jatuh dari tebing, dan Poki tersingkir setelah para pemain mulai saling bertemu. Narator juga menekankan bahwa storm itu membuat pemain terbaik pun bisa salah langkah. Eliminasi terakhir yang dibutuhkan ternyata jatuh pada Tfue. Rekan-rekannya tidak percaya bisa kalah di Fortnite padahal berstatus pemain pro. Salah satu dari mereka menilai kesedihannya "sembilan" dari sepuluh dan bilang kekalahan ini akan menghantuinya selamanya. Dengan begitu, tersisa 20 peserta.

Mengingat Bentuk di Lantai

Dua puluh peserta dibagi menjadi lima tim berisi empat orang, dan dua tim akan tersingkir. MrBeast menyebut ini permainan favoritnya di video ini. Lima bentuk, yaitu lingkaran, kotak, berlian, segitiga, dan bintang, muncul secara acak di lantai selama 10 detik lalu menghilang. Sebuah roda kemudian menentukan bentuk yang harus dicari tiap tim. Anggota tim harus berdiri di posisi yang mereka kira sebagai letak bentuk itu, dan poin dihitung dari jumlah anggota yang benar-benar berada di dalamnya.

Tim pertama mendapat kotak dan hanya meraih satu poin. Tim Jason mendapat bintang, yang mereka anggap bentuk paling sulit, dan meraih dua poin karena satu anggota menyentuh garis. Tim berikutnya mendapat dua poin di berlian. Tim Tyler mendapat kotak. Tyler berulang kali meyakinkan timnya dengan bilang "aku di tengah", tetapi posisinya ternyata salah, dan mereka juga hanya meraih dua poin. Rekan-rekannya pun menyindir bahwa bahkan jempol kakinya tidak berada di tengah. Tim Wendy mendapat segitiga dan juga meraih dua poin, meski Wendy sendiri sempat mengaku tidak yakin. Narator menyebut lawan akan melakukan apa saja untuk mengganggu, misalnya dengan meneriakkan nama bentuk yang salah.

Karena semua tim mendapat dua poin kecuali tim pertama, tim itu tersingkir. Kekalahan mereka diumumkan dengan permintaan agar kalimat "kalian tereliminasi" diterjemahkan ke bahasa Prancis untuk mereka. Empat tim yang tersisa lalu memainkan tiebreaker. Satu tim meraih skor sempurna dengan keempat anggotanya masuk ke bintang. Tim Tyler kembali gagal dan mendapat nol poin di lingkaran, padahal menurut MrBeast posisinya ada tepat di depan mata. Tim berikutnya mendapat dua poin. Tim terakhir hanya butuh satu poin. Peserta lain berteriak memberi petunjuk letak bintang, dan dua anggota tim itu berhasil masuk meski Chris berada di luar. Tim Tyler pun tersingkir. Salah satu anggotanya mengakui, "Aku ngacauin ini. Salahku."

Malam di Kubus dan Dodgeball dengan Mata Tertutup

Untuk merayakan top 12, kasur dibawa masuk dan para peserta menginap. Beberapa membuat janji aliansi, sementara yang lain mengeluh karena semua teman AMP-nya sudah keluar. Ada juga candaan soal Rakai yang "tergoda" menyentuh garis merah. Paginya, MrBeast menawarkan pilihan antara mengeliminasi orang atau bersantai. Peserta memilih bersantai, tetapi tawaran itu ternyata hanya pancingan.

Permainan berikutnya adalah dodgeball. Chandler ditutup matanya dan bertugas melempar bola. Peserta memakai sepatu roda, mainan ayam berbunyi di kaki, dan lonceng sapi di leher, sehingga setiap gerakan mereka menimbulkan suara. Empat orang pertama yang terkena lemparan Chandler tersingkir. Para peserta menyebut ini cara keluar yang paling memalukan. Salah satu dari mereka bilang suara ayam itu membuatnya merasa seperti di rumah sakit jiwa. Strategi yang banyak dipakai adalah diam di pojok supaya tidak berbunyi.

Satu peserta langsung terkena di awal. Setelah itu ruangan mendadak sunyi karena tidak ada yang berani bergerak. Yonna, Wendy, dan Chris tersingkir satu per satu. Eliminasi keempat jatuh pada Abraham, yang terkena di kaki. Peserta lain menuduh Abraham dipancing oleh Rakai. Abraham sendiri bilang Rakai menariknya, dan Rakai secara terbuka menyatakan akan melakukan cara apa pun untuk menang. Insiden inilah yang kemudian memicu seruan "keadilan untuk Abraham" di babak final.

Delapan Besar: Rencana Hadiah dan Ketegangan Antarpeserta

Di delapan besar, beberapa peserta bercerita tentang kondisi dan rencana mereka. Ada yang hanya tidur lima jam tetapi merasa tidak masalah karena taruhannya satu juta dolar. Ada yang berjanji membagikan uangnya kepada komunitasnya, termasuk membantu membayar kuliah. Seorang peserta merasa kubus yang tadinya penuh kini terasa kosong.

Ketegangan pribadi juga mulai terlihat. Seorang peserta dijauhi karena dianggap punya "vibes jelek" dan reputasi yang membuat orang enggan. Ketika ia bertanya apakah dirinya termasuk yang paling dibenci, jawabannya "lumayan". Peserta lain menyatakan akan menyingkirkannya jika ada kesempatan.

Tantangan Satu Lawan Satu Rancangan Peserta

Delapan peserta tersisa diberi tumpukan mainan dan permainan, lalu diminta merancang tantangan satu lawan satu mereka sendiri. Empat orang harus keluar. Pilihannya beragam, mulai dari basket, pingpong, Connect Four, Sorry, sampai Twister.

Ski melawan Mari di Connect Four. Mari sempat hampir menang, tetapi langkahnya diblok, dan Ski yang akhirnya lolos. Ski meminta maaf kepada Mari sampai hampir menangis, dan Mari menyebut ini pengalaman yang bagus. Rage melawan Grefg dalam adu lemparan basket dari jarak jauh, di mana yang pertama memasukkan bola lolos. Lemparan Grefg nyaris masuk, tetapi Rage yang mencetak angka lebih dulu. Rubius melawan Ibai dalam lemparan satu tangan dari jarak jauh. Satu lemparan sempat masuk di percobaan pertama dan disambut heboh, tetapi Rubius yang akhirnya lolos dan Ibai tersingkir. Rubius lalu mengajak penonton Spanyol berkomentar bahwa komunitas Spanyol adalah yang paling keren.

Duel paling sengit mempertemukan Rakai dan Jason dalam basket satu lawan satu sampai tujuh poin, dengan Chandler sebagai wasit foul yang keputusannya final. Pertandingan ini penuh kontak fisik, mulai dari tuduhan mendorong sampai keduanya bergulat di lantai. Narator menyebut Rakai rela terus melakukan foul demi menghentikan Jason, dan setiap kali Jason mencetak angka, Rakai langsung membalas. Skor bergerak dari 2-0, 2-1, 4-2, hingga 6-3, lalu Rakai mencetak poin penentu. Jason, yang sempat mengaku kelelahan, tersingkir. Rakai mengejeknya dengan kata-kata kasar.

Final: Katapel Raksasa dan Pilihan Penonton Livestream

Permainan terakhir menggunakan katapel raksasa. Setiap finalis memiliki tiga hati sebagai target, dan siapa pun yang ketiga hatinya hancur akan tersingkir. Saat itu juga dimulai livestream yang menurut MrBeast ditonton lebih dari sejuta orang, dan chat diberi wewenang menentukan benda apa yang akan dilontarkan. Urutan menembak dimulai dari Ski, karena ia lolos paling awal di babak sebelumnya, lalu Rage, Rubius, dan Rakai. Peserta bebas memilih siapa yang dibidik.

Pilihan benda di babak pertama adalah piñata, kubis, jam, dan bola basket. MrBeast menyebut sebagian benda itu tidak aerodinamis dan kemungkinan payah untuk dilontarkan. Karena terlalu banyak orang memilih bersamaan, polling sempat rusak, sehingga putaran pertama ditentukan dengan lempar dadu. Pada putaran berikutnya, hampir separuh penonton memilih tisu toilet, ada pilihan dadu, dan Rubius mendapat pilihan antara melon dan bola sepak.

Masalah utamanya adalah akurasi. Narator menyebut para streamer sangat payah memakai katapel, sampai menembak berjam-jam tanpa bisa mengenai satu sasaran pun. MrBeast mengaku sudah menguji katapel ini pada orang atletis maupun tidak, dan menurutnya semua orang di setiap tes jauh lebih baik. Para peserta menuduhnya berbohong. Ia lalu menawarkan ronde di mana benda dilempar dengan tangan, asalkan keempat peserta setuju. Mereka setuju, tetapi akurasinya tetap buruk, sehingga permainan kembali ke katapel.

Sepanjang final, Rakai menjadi sasaran utama. Narator menyebut perlakuan Rakai terhadap Abraham jelas tidak disukai peserta lain. Seruan "keadilan untuk Abraham" terus terdengar, dan Rubius meminta Ski memastikan Rakai keluar meski Ski sendiri belum tentu menang. Rakai sempat memohon dengan alasan dirinya yang termuda, tetapi dibalas agar berhenti merengek dan berhenti membuat orang merasa bersalah. Rubius tersingkir lebih dulu. Rakai mengusirnya dengan kasar, dan Rubius membalas bahwa keadilan untuk Abraham akan tetap datang dan Rakai adalah berikutnya. Yang kalah tetap mendapat 50.000 dolar untuk penontonnya, dan Rubius menerima jumlah itu untuk penonton Spanyolnya.

Rakai kemudian juga tersingkir dan menerima 50.000 dolar untuk penontonnya. Ia memprotes dengan klaim bahwa lawannya mengenai garis dan nyaris menyingkirkannya dengan curang, sementara situasi di sekitarnya sempat memanas sampai MrBeast memanggil keamanan.

Ski Melawan Rage: Bangkit dari Ketertinggalan

Dua finalis yang tersisa, Ski dan Rage, ternyata bersahabat. MrBeast menegaskan bahwa hanya satu penonton dari salah satu mereka yang akan mendapat satu juta dolar. Ski sempat unggul tiga hati berbanding satu. MrBeast lalu mengingatkan Rage pada LeBron James yang membalikkan ketertinggalan 3-1 melawan Warriors, dan bertanya apakah Rage bisa menjadi "LeBron". Rage menjawab yakin akan berhasil.

Rage mulai mengenai sasaran secara konsisten, menyamakan kedudukan, hingga keduanya sama-sama tersisa satu hati. Tembakan yang bisa mengakhiri pertandingan sempat meleset, sementara narator terus menekankan betapa fokusnya Rage. Tembakan terakhir Rage mengenai sasaran, dan ia dinyatakan menang satu juta dolar untuk penontonnya. Rage berteriak bahwa orang-orang meragukannya, lalu menutup stream dengan berterima kasih kepada semua orang.