50 Streamer dalam Satu Kubus: Rangkaian Eliminasi Menuju Hadiah Satu Juta Dolar
MrBeast ミスタービーストMrBeast mengumpulkan 50 streamer di dalam sebuah kubus. Dalam narasinya, mereka ia sebut sebagai "streamer terbesar di jagat raya". Aturan awalnya sederhana: siapa yang terakhir bertahan menjadi pemenang. Hadiahnya satu juta dolar, dan pemenang akan membagikannya kepada salah satu penontonnya lewat livestream. Satu-satunya aturan dasar yang terus ditegaskan adalah larangan keluar dari kubus. Selebihnya, peserta disaring lewat serangkaian permainan. Sebagian menguji keterampilan, tetapi banyak juga yang menguji hubungan antarpeserta: siapa yang disukai, siapa yang dianggap ancaman, dan sejauh mana orang mau menyabotase lawan.
Sebelum permainan dimulai, kelompok-kelompok mulai terbentuk. Para streamer berbahasa Spanyol menyebut diri mereka semacam persekutuan yang mengandalkan "kekuatan persahabatan". Peserta lain menganggap kompetisi ini soal strategi dan mengaku siap melakukan apa saja. Ada juga yang meremehkan para streamer, menyebut mereka hanya bisa live dan pemalas.
Permainan Pertama: Menembak Foto Streamer yang Paling Dibenci
Tantangan pertama langsung menyentuh soal popularitas di antara sesama peserta. Foto setiap streamer dipasang di sebuah tembok. Masing-masing peserta mendapat satu tembakan paintball dan diminta menembak foto streamer yang paling mereka benci. Lima orang yang fotonya paling banyak terkena tembakan langsung tereliminasi.
Sketch maju pertama. Tembakannya meleset, dan ia menyebut dirinya "orang baik". Ludwig kemudian menembak seseorang yang, menurut peserta lain, sebenarnya bukan streamer melainkan CEO Twitch. Penonton di sekitarnya pun bercanda bahwa Ludwig bakal di-banned. Dan lalu membalas dengan membidik Ludwig, tetapi tembakannya meleset. Ludwig menanggapinya dengan bilang dirinya "target yang mudah".
Seorang peserta sempat memperingatkan bahwa satu tembakan yang tidak disengaja bisa memicu efek bola salju. Prediksi itu terbukti. Foto Arky terkena berkali-kali, dan peserta mulai menembak siapa pun yang tadi menembak mereka. Narator merangkum polanya: kebanyakan peserta mengincer orang yang mereka anggap ancaman terbesar, dan ada pula yang menembak foto yang sudah banyak terkena demi mengurangi peluang dirinya sendiri tersingkir. Ada beberapa momen ganjil. Tembakan Poki mengenai Arky, padahal menurut pengakuannya ia membidik ke tanah. Marlon justru menembak fotonya sendiri dan langsung disoraki sebagai "pahlawan".
Puncak permainan ini adalah amukan xQc, yang disebut narator sebagai pemicu terbentuknya daftar lima orang paling banyak ditembak. xQc sendiri termasuk dalam lima orang itu. Sebelum keluar, ia meneriakkan bahwa tidak ada yang menonton AMP dan bahwa musik salah satu anggotanya "sampah".
Lamborghini dan Sepuluh Menit dengan Mata Tertutup
Permainan kedua bersifat opsional, tetapi berisiko. Sebuah Lamborghini dibawa masuk. Siapa pun yang ikut harus menutup mata sambil memegang mobil itu, lalu melepaskan penutup matanya pada saat yang menurut mereka paling dekat dengan 10 menit. Pemenangnya akan memberikan Lamborghini itu kepada salah satu penontonnya. Peserta lain yang ikut dan kalah langsung tereliminasi. Karena risikonya besar, hanya empat orang yang masuk ke lingkaran dalam waktu dua menit yang diberikan.
Narator menyebut sepuluh menit itu sebagai "10 menit terlama" bagi para peserta. Seperti di permainan paintball, kekacauan segera mengambil alih. Streamer lain meneriakkan angka-angka acak untuk mengacaukan hitungan peserta. Sketch, yang kelihatan stres, menjadi orang pertama yang melepas tangannya. Ia kaget karena waktu baru berjalan sekitar lima menit, dan beralasan bahwa mustahil bisa fokus ketika diganggu streamer lain.
Dua peserta lainnya ternyata memakai strategi berbeda. Mereka punya teman yang memantau waktu dari kamera vlog sepanjang permainan. Salah satunya menyepakati kode: ia akan meneriakkan "Kawaii" sepuluh detik sebelum waktunya tiba. Peserta lain sempat mempertanyakan apakah ini curang, tetapi ada juga yang menyebutnya strategi bagus dan adil. Satu peserta berencana datang di menit kesembilan untuk menyabotase.
Akhirnya dua peserta tampak melepas tangan bersamaan. Tim produksi memeriksa rekaman kamera dan menemukan bahwa tangan salah satu dari mereka lepas lima frame lebih lambat, sehingga lebih dekat ke tanda sepuluh menit. Streamer Prancis Rebeu dinyatakan menang karena selisih lima frame itu. Tiga peserta lainnya tereliminasi. Salah satu yang kalah mengaku sedih, menyebut otaknya "rusak", lalu disarankan untuk "cari teman". Ia menjawab bahwa ia tidak tahu boleh curang. Rebeu kemudian memberikan Lamborghini itu kepada penonton bernama Mr. Zou, yang disebut sudah mengikutinya selama enam tahun.
Memilih Jalur: Olahraga atau Video Game
Pada tantangan berikutnya, peserta harus memilih antara permainan olahraga dan video game. Dari tiap sisi hanya sepuluh orang yang lolos, sehingga lebih dari separuh peserta akan tersingkir. Pilihan ini memperlihatkan bagaimana tiap peserta menilai dirinya sendiri. Ada yang langsung memilih gaming karena mengaku "bukan atlet" atau merasa masuk "top 10 gamer di ruangan ini". Ada pula yang mengaku jago di keduanya, sehingga ia memilih sisi berdasarkan siapa yang tidak ingin ia singkirkan.
Permainan olahraga ternyata berupa adu penalti. Kipernya baru diumumkan setelah peserta memilih: IShowSpeed, yang diperkenalkan dengan nada bercanda sebagai salah satu pemain bola terbaik dunia dan "rival terbesar Ronaldo". Peserta yang mencetak gol lolos, sementara yang tendangannya meleset atau ditahan langsung tereliminasi.
Eliminasi pertama justru terjadi sebelum ada yang menendang. Ludwig keluar dari kubus karena terlalu bersemangat menyapa Speed, yang ia sebut sebagai streamer favoritnya. Karena satu-satunya aturan adalah tidak keluar dari kubus, ia langsung tersingkir. Penendang pertama berhasil mencetak gol. Penendang kedua sempat dibuat gugup oleh Speed dan tendangannya ditahan.
Setelah itu tidak ada yang mau maju. Para peserta bersembunyi, termasuk di balik koper, sehingga MrBeast terpaksa mengundi nama. Andrea Botez, yang mengaku belum pernah menendang bola seumur hidup, mendapat giliran. Hasil tendangannya tidak terlalu jelas dari transkrip. Peserta bernama Agent kemudian tersingkir. Wendy memakai trik cerdik: ia menendang sebelum Speed sempat kembali ke gawang. Tendangan itu dinyatakan sah, dan Speed berjanji hal itu "tidak akan terjadi lagi". NickEh30, yang disebut sebagai salah satu streamer Fortnite paling populer di dunia, mengaku memilih olahraga karena mengira tantangannya semacam lomba push-up. Meski begitu, ia berhasil mencetak gol. Eliminasi terakhir dari sisi olahraga jatuh pada Ray, yang tendangannya gagal.
Fortnite: Ketika Para Pro Justru Tersingkir
Di sisi video game, para peserta menebak-nebak, mulai dari Rocket League sampai Pac-Man, sebelum akhirnya diumumkan bahwa mereka akan bermain battle royale Fortnite. MrBeast menjelaskan alasannya: Fortnite membentuk dunia streaming seperti sekarang dan mengangkat karier banyak peserta. Permainan berlangsung sampai 12 orang tereliminasi.
Para pemain terkuat, termasuk Tfue yang disebut sebagai salah satu pemain terbaik di dunia, langsung bekerja sama dan memilih strategi naik pesawat sambil menunggu. Di sisi lain peta, kelompok lain terbentuk, dan sebagian peserta memilih bersembunyi sepanjang permainan. Awalnya suasana justru sepi karena semua sangat fokus. Seorang peserta sempat terkejut karena belum ada yang tersingkir.
Narator menjelaskan bahwa storm yang terus menyusut di Fortnite akan memberikan damage, sehingga pemain mulai membuat kesalahan pemula. Ada yang mati karena jatuh dari tebing, dan Poki tersingkir setelah para pemain mulai saling bertemu. Narator juga menekankan bahwa storm itu membuat pemain terbaik pun bisa salah langkah. Eliminasi terakhir yang dibutuhkan ternyata jatuh pada Tfue. Rekan-rekannya tidak percaya bisa kalah di Fortnite padahal berstatus pemain pro. Salah satu dari mereka menilai kesedihannya "sembilan" dari sepuluh dan bilang kekalahan ini akan menghantuinya selamanya. Dengan begitu, tersisa 20 peserta.
Mengingat Bentuk di Lantai
Dua puluh peserta dibagi menjadi lima tim berisi empat orang, dan dua tim akan tersingkir. MrBeast menyebut ini permainan favoritnya di video ini. Lima bentuk, yaitu lingkaran, kotak, berlian, segitiga, dan bintang, muncul secara acak di lantai selama 10 detik lalu menghilang. Sebuah roda kemudian menentukan bentuk yang harus dicari tiap tim. Anggota tim harus berdiri di posisi yang mereka kira sebagai letak bentuk itu, dan poin dihitung dari jumlah anggota yang benar-benar berada di dalamnya.
Tim pertama mendapat kotak dan hanya meraih satu poin. Tim Jason mendapat bintang, yang mereka anggap bentuk paling sulit, dan meraih dua poin karena satu anggota menyentuh garis. Tim berikutnya mendapat dua poin di berlian. Tim Tyler mendapat kotak. Tyler berulang kali meyakinkan timnya dengan bilang "aku di tengah", tetapi posisinya ternyata salah, dan mereka juga hanya meraih dua poin. Rekan-rekannya pun menyindir bahwa bahkan jempol kakinya tidak berada di tengah. Tim Wendy mendapat segitiga dan juga meraih dua poin, meski Wendy sendiri sempat mengaku tidak yakin. Narator menyebut lawan akan melakukan apa saja untuk mengganggu, misalnya dengan meneriakkan nama bentuk yang salah.
Karena semua tim mendapat dua poin kecuali tim pertama, tim itu tersingkir. Kekalahan mereka diumumkan dengan permintaan agar kalimat "kalian tereliminasi" diterjemahkan ke bahasa Prancis untuk mereka. Empat tim yang tersisa lalu memainkan tiebreaker. Satu tim meraih skor sempurna dengan keempat anggotanya masuk ke bintang. Tim Tyler kembali gagal dan mendapat nol poin di lingkaran, padahal menurut MrBeast posisinya ada tepat di depan mata. Tim berikutnya mendapat dua poin. Tim terakhir hanya butuh satu poin. Peserta lain berteriak memberi petunjuk letak bintang, dan dua anggota tim itu berhasil masuk meski Chris berada di luar. Tim Tyler pun tersingkir. Salah satu anggotanya mengakui, "Aku ngacauin ini. Salahku."
Malam di Kubus dan Dodgeball dengan Mata Tertutup
Untuk merayakan top 12, kasur dibawa masuk dan para peserta menginap. Beberapa membuat janji aliansi, sementara yang lain mengeluh karena semua teman AMP-nya sudah keluar. Ada juga candaan soal Rakai yang "tergoda" menyentuh garis merah. Paginya, MrBeast menawarkan pilihan antara mengeliminasi orang atau bersantai. Peserta memilih bersantai, tetapi tawaran itu ternyata hanya pancingan.
Permainan berikutnya adalah dodgeball. Chandler ditutup matanya dan bertugas melempar bola. Peserta memakai sepatu roda, mainan ayam berbunyi di kaki, dan lonceng sapi di leher, sehingga setiap gerakan mereka menimbulkan suara. Empat orang pertama yang terkena lemparan Chandler tersingkir. Para peserta menyebut ini cara keluar yang paling memalukan. Salah satu dari mereka bilang suara ayam itu membuatnya merasa seperti di rumah sakit jiwa. Strategi yang banyak dipakai adalah diam di pojok supaya tidak berbunyi.
Satu peserta langsung terkena di awal. Setelah itu ruangan mendadak sunyi karena tidak ada yang berani bergerak. Yonna, Wendy, dan Chris tersingkir satu per satu. Eliminasi keempat jatuh pada Abraham, yang terkena di kaki. Peserta lain menuduh Abraham dipancing oleh Rakai. Abraham sendiri bilang Rakai menariknya, dan Rakai secara terbuka menyatakan akan melakukan cara apa pun untuk menang. Insiden inilah yang kemudian memicu seruan "keadilan untuk Abraham" di babak final.
Delapan Besar: Rencana Hadiah dan Ketegangan Antarpeserta
Di delapan besar, beberapa peserta bercerita tentang kondisi dan rencana mereka. Ada yang hanya tidur lima jam tetapi merasa tidak masalah karena taruhannya satu juta dolar. Ada yang berjanji membagikan uangnya kepada komunitasnya, termasuk membantu membayar kuliah. Seorang peserta merasa kubus yang tadinya penuh kini terasa kosong.
Ketegangan pribadi juga mulai terlihat. Seorang peserta dijauhi karena dianggap punya "vibes jelek" dan reputasi yang membuat orang enggan. Ketika ia bertanya apakah dirinya termasuk yang paling dibenci, jawabannya "lumayan". Peserta lain menyatakan akan menyingkirkannya jika ada kesempatan.
Tantangan Satu Lawan Satu Rancangan Peserta
Delapan peserta tersisa diberi tumpukan mainan dan permainan, lalu diminta merancang tantangan satu lawan satu mereka sendiri. Empat orang harus keluar. Pilihannya beragam, mulai dari basket, pingpong, Connect Four, Sorry, sampai Twister.
Ski melawan Mari di Connect Four. Mari sempat hampir menang, tetapi langkahnya diblok, dan Ski yang akhirnya lolos. Ski meminta maaf kepada Mari sampai hampir menangis, dan Mari menyebut ini pengalaman yang bagus. Rage melawan Grefg dalam adu lemparan basket dari jarak jauh, di mana yang pertama memasukkan bola lolos. Lemparan Grefg nyaris masuk, tetapi Rage yang mencetak angka lebih dulu. Rubius melawan Ibai dalam lemparan satu tangan dari jarak jauh. Satu lemparan sempat masuk di percobaan pertama dan disambut heboh, tetapi Rubius yang akhirnya lolos dan Ibai tersingkir. Rubius lalu mengajak penonton Spanyol berkomentar bahwa komunitas Spanyol adalah yang paling keren.
Duel paling sengit mempertemukan Rakai dan Jason dalam basket satu lawan satu sampai tujuh poin, dengan Chandler sebagai wasit foul yang keputusannya final. Pertandingan ini penuh kontak fisik, mulai dari tuduhan mendorong sampai keduanya bergulat di lantai. Narator menyebut Rakai rela terus melakukan foul demi menghentikan Jason, dan setiap kali Jason mencetak angka, Rakai langsung membalas. Skor bergerak dari 2-0, 2-1, 4-2, hingga 6-3, lalu Rakai mencetak poin penentu. Jason, yang sempat mengaku kelelahan, tersingkir. Rakai mengejeknya dengan kata-kata kasar.
Final: Katapel Raksasa dan Pilihan Penonton Livestream
Permainan terakhir menggunakan katapel raksasa. Setiap finalis memiliki tiga hati sebagai target, dan siapa pun yang ketiga hatinya hancur akan tersingkir. Saat itu juga dimulai livestream yang menurut MrBeast ditonton lebih dari sejuta orang, dan chat diberi wewenang menentukan benda apa yang akan dilontarkan. Urutan menembak dimulai dari Ski, karena ia lolos paling awal di babak sebelumnya, lalu Rage, Rubius, dan Rakai. Peserta bebas memilih siapa yang dibidik.
Pilihan benda di babak pertama adalah piñata, kubis, jam, dan bola basket. MrBeast menyebut sebagian benda itu tidak aerodinamis dan kemungkinan payah untuk dilontarkan. Karena terlalu banyak orang memilih bersamaan, polling sempat rusak, sehingga putaran pertama ditentukan dengan lempar dadu. Pada putaran berikutnya, hampir separuh penonton memilih tisu toilet, ada pilihan dadu, dan Rubius mendapat pilihan antara melon dan bola sepak.
Masalah utamanya adalah akurasi. Narator menyebut para streamer sangat payah memakai katapel, sampai menembak berjam-jam tanpa bisa mengenai satu sasaran pun. MrBeast mengaku sudah menguji katapel ini pada orang atletis maupun tidak, dan menurutnya semua orang di setiap tes jauh lebih baik. Para peserta menuduhnya berbohong. Ia lalu menawarkan ronde di mana benda dilempar dengan tangan, asalkan keempat peserta setuju. Mereka setuju, tetapi akurasinya tetap buruk, sehingga permainan kembali ke katapel.
Sepanjang final, Rakai menjadi sasaran utama. Narator menyebut perlakuan Rakai terhadap Abraham jelas tidak disukai peserta lain. Seruan "keadilan untuk Abraham" terus terdengar, dan Rubius meminta Ski memastikan Rakai keluar meski Ski sendiri belum tentu menang. Rakai sempat memohon dengan alasan dirinya yang termuda, tetapi dibalas agar berhenti merengek dan berhenti membuat orang merasa bersalah. Rubius tersingkir lebih dulu. Rakai mengusirnya dengan kasar, dan Rubius membalas bahwa keadilan untuk Abraham akan tetap datang dan Rakai adalah berikutnya. Yang kalah tetap mendapat 50.000 dolar untuk penontonnya, dan Rubius menerima jumlah itu untuk penonton Spanyolnya.
Rakai kemudian juga tersingkir dan menerima 50.000 dolar untuk penontonnya. Ia memprotes dengan klaim bahwa lawannya mengenai garis dan nyaris menyingkirkannya dengan curang, sementara situasi di sekitarnya sempat memanas sampai MrBeast memanggil keamanan.
Ski Melawan Rage: Bangkit dari Ketertinggalan
Dua finalis yang tersisa, Ski dan Rage, ternyata bersahabat. MrBeast menegaskan bahwa hanya satu penonton dari salah satu mereka yang akan mendapat satu juta dolar. Ski sempat unggul tiga hati berbanding satu. MrBeast lalu mengingatkan Rage pada LeBron James yang membalikkan ketertinggalan 3-1 melawan Warriors, dan bertanya apakah Rage bisa menjadi "LeBron". Rage menjawab yakin akan berhasil.
Rage mulai mengenai sasaran secara konsisten, menyamakan kedudukan, hingga keduanya sama-sama tersisa satu hati. Tembakan yang bisa mengakhiri pertandingan sempat meleset, sementara narator terus menekankan betapa fokusnya Rage. Tembakan terakhir Rage mengenai sasaran, dan ia dinyatakan menang satu juta dolar untuk penontonnya. Rage berteriak bahwa orang-orang meragukannya, lalu menutup stream dengan berterima kasih kepada semua orang.
Aku menjebak 50 streamer terbesar dalam kubus ini dan yang terakhir keluar dapat sejuta dolar itu. Ini adalah para streamer terbesar di jagat raya, dan yang terakhir keluar jadi pemenangnya.
Kita fokus bareng. Kita fokus bareng. Oke?
Ini semacam persekutuan orang Spanyol? Ya. Kekuatan dari persahabatan. Ya.
Menurutku ini soal strategi. Aku? Siap lakuin apa aja. Oh ya? Kalo disuruh buat twerking juga kulakuin. Ya. Nggak usah. Kalo kamu mau, aku lakuin. Aku gamau kamu ngelakuin itu. Dia bakal lakuin, loh.
Gak ngapa-ngapain di kubus, bakal gila, nih. Para streamer, mereka cuma bisa live. Mereka pemales. Jujur aja ya, menurutku kayaknya IQ-nya agak rendah, deh. Itu turun banyak.
Aku penasaran gimana kamu bakal ngubahnya. Putar klipnya.
Hei, bunuh seseorang. Gak usah takut. Bro, enggak mungkin. Hei, aku lepasin klipnya di dia. Musikmu itu sampah, bro. Kamu bikin aku nangis.
Tapi itu belom terjadi, jadi mereka gak tau. Oke, waktunya buat tantangan pertama.
Apaan nih?
Di tembok ini ada foto kalian masing-masing. Nggak. Kita voting buat ngeliminasi orang? Nggak, kayaknya, kamu lempar terus…
Mundur ke belakang garis ungu, guys. Ya ampun. Enggak.
Kalian semua bakal dapet satu tembakan paintball. Yang perlu kalian lakuin cuma nembak foto streamer yang paling kalian benci.
Pistol paintball? Paintball… Ya. Enggak mungkin.
Abis kalian semua nembak, lima yang paling banyak ditembak bakal tereliminasi. Oh ya ampun. Ayo.
Lewatin garisnya kalo mau nembak duluan. Oh, oke. Sketch siap. Ayo maju.
Siapa yang pertama kutembak? Enggak, tembaknya ke sana. Sketch, jadi streamer mana nih yang bakal kamu eliminasi?
Tunggu. Gak kena. Gak kena. Gak kena. Aku orang baik.
Selanjutnya siapa? Yeah, aku mau nyoba. Ludwig. Kita liat Ludwig nembak siapa.
Maaf, ya. Tapi kamu bukan streamer. Bener, dia tuh CEO-nya Twitch. Kamu bakalan di-ban, bro! Hei, hei. Ya udah ban aja. Aku ambil itu.
Siapa lagi yang mau nembak? Permisi. Permisi. Ayo, bro. Ayo.
Kamu harus bales dendam, bro. Kamu ngincer siapa sih? Jelas Ludwig lah. Dan, jangan! Ludwig? Dan, Dan, Dan, Dan, Dan, boleh aku ngomong sesuatu? Ya. Bakal meleset, pak tua.
Oh! Meleset. Ya! Ya! Ya! Aku target yang mudah. Aku tahu itu sengaja. Aku target yang mudah. Ada yang gak sengaja ketembak dan itu bakal ngesnowball.
Arky, ayo maju. Dan kebrutalan pun berlanjut. Arky! Mereka mulai ngincer streamer lainnya.
Itu jahat banget. Gak sengaja! Dan streamer pun melawan balik. Itu adil!
Dan bisa kita liat, streamer yang paling kurang disukai mulai bisa keliatan. Tiga orang di ujung tanduk nih. Selanjutnya?
Kayaknya kita tembak yang nembak kita. Kayaknya orang-orang ngincer yang ngincer dirinya. Aku gak punya masalah sama siapa pun. Aku tembak mereka. Aku tembak. Aku tembak. YourRage. Hei!
Oh, astaga. Aku gak mau keluarin siapa pun. Gapapa kan? Gapapa. Iya.
Bentar, itu kena Arky. Kena Arky. Oh, bener, bener. Gak mungkin. Poki, kok aku? Aku ngincer ke tanah.
Tapi selain itu, kebanyakan dari mereka ngincer orang yang mereka anggap ancaman terbesar.
Oh, Marlon, ayo bales. Ayo bales. Pertahanin aura kamu.
Kamu nembak dirimu sendiri? Dia nembak dirinya. Kamu pahlawan, Marlon. Kamu orangnya! Kamu orangnya! Kamu pahlawan.
Mereka bahkan ngincer orang yang sudah ditembak…
Aku harus main aman. Aku gak boleh bikin musuh.
…buat ngurangin kemungkinan buat diri mereka yang bakal dikeluarin.
Oh. Trick shot.
Tapi gak semua orang yang bisa nembak sempurna. Bakalan meleset. Oh, iya. Meleset. Kamu meleset. Enggak, gak meleset. Kamu meleset! Oh enggak, meleset.
Oh! xQc!
Oh! xQc! Gagal. Gak bakal dapet sepeser pun. Hei! Hei! Kami beneran keluarin kamu.
Dan berkat amukan dari xQc, akhirnya lima streamer yang paling diincer menunjukkan dirinya. Ubah lampunya jadi merah! Kalian berlima tereliminasi.
Dadah, selamat malam. Dadah!
Sebelum dia keluar, xQc ngucapin sesuatu buat mereka semua.
Gak ada yang nonton AMP! Musikmu itu sampah, bro. Kamu pulang! Kamu pulang! Gak ada yang nonton AMP! Liat nih, aku penonton AMP. Oke. Oke, oke.
Apa kalian udah siap buat game kedua? Ayo guys. Oke, guys. Fokus. Fokus! Ganti lantainya.
Apaan nih? Ayo, bro. Keluarin Lamborghininya! Wish! Apa?
Satu orang bakal menangin Lamborghini ini buat viewers mereka. Tapi ini syaratnya. Game berikutnya itu adalah pilihan. Yang mau ikutan bakal ditutup matanya sambil tangannya megangin Lambo ini. Dan siapa pun yang lepas penutup matanya paling deket sama 10 menit akan menang, dan bakal live di kubus ini buat ngasih ke satu viewersnya. Yang lainnya yang ikutan megang dan kalah tantangannya bakal tereliminasi.
Astaga. Astaga!
Oke. Kalo mau bersaing dapetin Lamborghininya, silakan masuk ke lingkaran dalam waktu dua menit.
Itu lumayan juga. Bro, kamu bisa stream yang gampang. Nggak. Aku takut. Aku takut. Aku bakal ikut. Kalian bakal ngelawan Sketch.
Empat puluh delapan detik. Aku mikirin klipnya. Ayo masuk. Tiga puluh tiga detik lagi nih!
Sembilan… 10 menit tuh berapa lama? Satu Mississippi. Dua Mississippi. Tiga Mi… Gatau deh. Lakuin aja! Lima, empat, tiga, dua… Neon!
Semoga yang terbaik menang, bro. Gaskeun.
Cuma empat orang yang masuk lingkaran. Kita liat siapa yang menang Lambonya. Aku mulai timernya dalam tiga, dua, satu. Kuserahin sama kalian.
Ini bakal jadi 10 menit terlama buat mereka. Semuanya fokus buat game ini. Mereka fokus buat bermain. Tapi kayak waktu di game paintball, kekacauan bakal mengambil alih.
Udah deh, guys. Udah aman. 15, 16, 17. 30, 80, 60. 20, 20, 10. Sembilan.
7:37, guys. Dua menit. Dua menit. Lima menit. Lima menit. 20 detik. Tujuh menit. Lima, empat, tiga… Tiga menit. Enam menit, guys. Enam menit, guys.
Waktunya berjalan. Satu orang bakalan ngasih Lamborghini ini dalam sepuluh menit. Tiga lainnya bakalan pulang.
Sketch mulai stres. Ayo, Sketch!
Oke, ada orang pertama yang ngelepasin tangannya. Aku kelar, ya? Ini baru sekitar lima menit. Gak mungkin. Aku kalah. Iya.
Kok bisa? Karena waktu streamer lain ngesabotase kamu, mustahil buat bisa fokus, guys.
Hei, hei! Hei! Sketch! Sketch. Bro, apa?
Tapi mereka di sini nggak sadar kalo dua pemain lainnya punya strategi yang berbeda.
Tunggu, kalian make timer itu? Mereka punya temen yang ngecek waktunya dari kamera vlog mereka sepanjang gamenya.
Kamu mulai tepat waktu? Iya. Sepuluh detik sebelum itu. Aku bakal bilang "Kawaii", oke?
Dia punya bantuan. Dia punya bantuan. Strategi bagus. Ya. Itu adil. Ya.
Itu cara paling payah buat kalah di game. Di menit kesembilan, aku bakal ke sana dan nyabotase. Gak ada yang dapet Lamborghininya.
Perbedaannya bakalan antara nol koma. Yo, bertahan. Bertahan. Bentar, dia nggak curang tuh? Kita call comms aja. Yeah, call comms, tentu.
9:13, 9:36, 9:37. Konsentrasi! Konsentrasi! Delapan!
Aku kasih tau kalo udah waktunya. Lima detik. Nggak, nggak, nggak, nggak! Sepuluh, sepuluh!
Hei, Amine! Kamu kawaii! Sumpah kawaii banget!
Tunggu! Tunggu! Dia menang! Dia menang! Dia menang! Ayolah. Mereka lepas barengan. Mereka lepas barengan. Mereka lepas barengan.
Kami punya kamera di sini. Tangan dia lepas duluan. Tangan dia lepas lima frame berikutnya, yang lebih detik ke sepuluh menit. Rebeu, kamu menang! Karena lima frame, Rebeu jadi pemenangnya.
Aku mau bilang kalo aku kecewa. Kayaknya otakku rusak, deh. Kok aku cupu banget? Kamu harus nyari temen. Bro, udah kucoba. Aku gatau bisa curang… Bro, aku suka curang.
Kalian bertiga tereliminasi. Aku mau nangis. Aku beneran mau nangis. Kamu harus menang, Andrea.
Streamer Perancis Rebeu menang. Dan dia bakal ngasih satu penontonnya Lambo ini.
Tulis di chat, guys. Tunggu, tunggu, tunggu. Tunggu, tunggu, tunggu. Dia udah follow enam tahun. Mr. Zou, M-R-Z-O-U, kamu dapet Lamborghini.
Kamu baru aja dapet Lamborghini terbaru. Tulis komen! Tulis komen! Tulis komen, ya!
Walaupun aku baru aja ngasih Lamborghini, satu streamer ini bakal menangin satu juta dolar. Itu uang yang banyak. Dan dia bakal ngebaginya di livestream buat viewers kayak kamu. Dan kalo kamu belum subscribe, kami dikit lagi bakal nyampe setengah miliar subscribers.
Kayaknya viewersku bakal seneng kalo tau aku gak berjuang buat mereka. Jimmy bilang game berikutnya bakal brutal.
Oke. Waktunya buat tantangan berikutnya. Ganti lantainya!
Kalian bakal milih mau main video game atau game olahraga. Sepuluh orang dari tiap sisi bakal lanjut, artinya lebih dari setengah bakal tereliminasi. Iya.
Rubius, kalo kamu masuk ke video game, oke, itu udah fix. Aku gak ke sana. Oke? Olahraga? Kalian berempat yakin sama kemampuan atletik kalian? Gas olahraga!
Aku tuh bukan gamer. Lima? Banyak gamer loh di sini. Kalian gak mau coba olahraga? Aku tau kemampuanku. Dan bukan itu.
Kayaknya aku top 10 gamer di ruangan ini. Lacy… Seriusan, deh. Lacy… Aku jago keduanya, jadi aku milih siapa yang gak pengen aku eliminasi.
Kita gaming. Kita gaming. DDG, kamu terakhir, ya. Oke.
Kita bakal mulai dengan game olahraga duluan. Apakah kalian siap? Bro, aku takut, bro. Tunjukin olahraga apa yang dimainkan.
Tantangan tiang. Dan munculin kipernya! Salah satu pemain bola terbaik di dunia, dan rival terbesarnya Ronaldo… Speed! Harusnya aku tau!
Kalau ngegolin, kamu lanjut. Tapi kalau gak gol, meleset atau dia tahan, kamu tereliminasi. Kukasih waktu sebentar buat strategi, ya. Tapi pas mereka bikin strategi, ini terjadi.
Tunggu! Ludwig, kamu keluar! Ludwig! Ludwig! Ludwig! Apa!
Kamu keluar kubus. Satu-satunya aturan itu jangan keluar kubus. Aku bahkan belum hentiin tendanganmu.
Oke, kita punya eliminasi pertama dari 10 orang, ya. Kamu tuh kenapa sih? Aku terlalu semangat! Aku cuma mau nyapa Speed, dia streamer favoritku!
Cara keluar yang gila sih itu. Ada yang mau nembak pertama gak nih? Aku mau, aku mau, aku mau.
Kamu tau kan bakal kutahan? Nggak, kayaknya nggak. Kamu yakin? Mau taruhan? Mungkin, mungkin, mungkin.
Dia berhasil! Itu luar biasa. Nah, kayak gitu caranya! Itu konyol.
Siapa mau kedua, guys? Kamu mau nembak? Aku bikin kamu gugup, bro. Nggak, bro. Aku santai. Bakalan gol.
Aku tahan tendangan ini, bro. Kamu gagal. Kamu keluar. Kamu keluar dari video ini, bro. Iya, Amine, Amine, Amine!
Keluar! Speed terlalu jago. Dia cuma main bola. Dia cinta bola. Dadah! Pintunya di sana.
Makasih undangannya. Ini hebat. Sama-sama. Makasih.
Siapapun ada yang mau nentuin nasibnya sendiri? Sembunyi, sembunyi, sembunyi, sembunyi, sembunyi, sembunyi, sembunyi, sembunyi, sembunyi, sembunyi. Kita semua gak bisa sembunyi di sini. Jangan semuanya. Ayo, ayo, ayo, ayo, ayo. Mereka liat kita. Mereka liat kita. Hei!
Hei! Hei, jangan sembunyi di balik koper, dong. Katanya jangan sembunyi. Aku ketawa sih liat ini. Ini tuh konyol.
Karena gak ada yang mau maju, aku bakal ambil nama di sini, ya. Yang maju adalah Andrea Botez.
Seumur hidupku belum pernah nendang bola. Ini yang pertama.
Hati-hati. Kamu bakal tumbang!
Maya? Aku takut banget Speed, bro. Aku takut banget Speed.
Dah, Maya. Aku mau.
Sial! Steak gagal.
Ayo, bro!
Dadah, Agent!
Anggap ini Call of Duty.
Oh, nggak!
Oh! Apa…
Wendy? Wendy? Nggak. Astaga.
Kamu kaki kanan atau kiri? Kanan. Pilih ke sisi atau ke sini secepat mungkin. Oke.
Wendy berhasil! Wendy nendang sebelum Speed balik ke gawang. Iya, itu sah! Dia cerdas banget.
Makasih. Gak bakal terjadi lagi.
Kita hanya butuh satu eliminasi lagi. NickEh30. Salah satu streamernya Fortnite paling populer di dunia.
Oke. Oke. Kenapa kamu gak pilih video game, sih?
Kukira bakal kayak lomba push-up atau apa gitu. Jadi… Tapi kami udah bilang olahraga! Aku siap jadi atlet, tau gak? Oke. Tapi bukan sepak bola atau football.
Kalau dia gagal, selesai. Kalian semuanya lanjut.
Nick! Nick! Nick! Nick!
Iya!
Jangan pernah mundur dari pertarungan! Kirain aku bakal keluar. Itu gol bagus! Makasih, Speed.
Ini bisa jadi eliminasi yang terakhir. Ray.
Ayo gas, ayo gas! Kalau dia gagal, kalian semua… akan lanjut.
Iya! Oh nggak! Nggak! Maksudku, nggak! Oh! Apa maksudmu? Kamu sedih atau seneng Ray keluar? Aku sedih banget.
Nggak, bro. Maaf ya, bro. Maaf. Ronde terakhir semoga kalah. Aku gak… Nggak! Bro, santai. Nggak, Ray. Nggak. Nggak.
Makasih, bro. Makasih semuanya. Hati-hati, Ray. Selamat, kalian 10 orang yang lanjut!
Waktunya ngeliminasi 60 persen dari kalian. Menurut kalian game apa nih yang bakal kita mainin?
Astaga. Rocket League. Pac-Man. Rocket League. Rocket League.
Ada yang bilang… Fortnite? Gak mungkin. Yo, serius? Apa? Mereka main Fortnite.
Dulu aku pro Fortnite. Bentar. Bentar. Emang aku bisa?
Kita bakal main battle royale. Masukin semua komputernya. Waktunya buat tantangan video game.
Kami pilih game ini karena Fortnite bikin dunia streaming jadi seperti sekarang, dan mengangkat banyak karir kalian. Jadi, kalian bakal main sampai 12 orang tereliminasi. Kalian semua paham?
Ya! Oke, mulai gamenya. Ayo mulai.
Game dimulai dengan para streamer turun ke map.
Aku turun, nih. Aku turun, nih.
Langsung, pemain terbaik bekerja sama, termasuk Tfue, pemain legendaris yang salah satu terbaik di dunia. Dan mereka mutusin buat mulai dengan ambil pesawat.
Kita ambil pesawat, guys? Aku ngerasa aman di sini, bro. Bro, kita bakal lolos. Harus masuk top 10.
Tapi di sisi lain map, kelompok lain terbentuk.
Kamu yang di depanku? Aku takut banget. Guys, sniper emas.
Tapi beberapa pemain punya strategi berbeda.
Aku bakal sembunyi sepanjang game. Aku takut.
Kami cari kalian. Strategi kalian kayaknya cuma diem di pesawat, kalian gak mau berantem aja secara langsung?
Nggak, gak gitu. Nanti kita lawan. Kita lagi bangun tensinya.
Ini mungkin game paling sepi, karena semuanya fokus banget sama gamenya. Aku kaget. Kupikir pasti udah ada yang keluar sekarang. Menurutku pas zonanya terus makin kecil, bakal langsung intens. Oh, iya.
Karena di Fortnite, kalau kamu kena storm yang menyusut, kamu bakal kena damage dan bisa tereliminasi, bikin pemain bikin kesalahan pemula.
Aku mati jatuh dari tebing! Nggak! Aku mati! Bentar, tunggu, Emily. Ah, sial. Gak apa-apa deh.
Dan karena stormnya semakin menyusut, pemain mulai ketemu satu sama lain.
Kamu mati, Poki! Poki! Oh. Astaga.
Ini… ini buruk, ini buruk, ini buruk. Awas! Kamu yang serang aku duluan.
Oke, udah ada tiga eliminasi. Kalian semua kalah barengan loh. Lingkarannya terus semakin kecil, tinggal sembilan eliminasi lagi.
Dan sementara beberapa pemain berhasil menghindari pertarungan, yang lain gak seberuntung itu.
Mereka mati! Lima lagi, lima lagi nih! Lima eliminasi tersisa. Ini makin gila!
Sementara pemain paling ditakuti masih terbang di pesawat, storm yang makin menyusut bikin makin sulit, bukan cuma buat pemain biasa, tapi juga bikin pemain terbaik bikin kesalahan.
Jangan lempar granat, jangan lempar. Yo, aku udah gak di pesawat.
Sisa satu! Siapa yang bakal keluar? Satu lagi! Guys, tinggal satu pemain lagi yang harus tereliminasi. Inget ya, ada satu juta dolar dipertaruhkan.
Sial! Whoa! Itu Tfue! Nggak! Nggak, bro, Tfue, Tfue keluar! Yo!
Yo. Gak mungkin kita kalah di Fortnite! Bro, kalian berdua kan pemain pro Fortnite. Bro. Aku gak percaya kalah di Fortnite! Ini bakal menghantuiku selamanya.
Dari satu sampai sepuluh, seberapa sedih kamu? Kayak sembilan. Iya. Wow.
Silakan ucapkan selamat tinggal ke teman-teman yang tereliminasi. Dadah semua! Kalian boleh keluar. Dadah!
Nggak! Anjay, nggak! Nggak!
Dan dengan itu, selamat datang di top 20. Aku berhasil. Aku berhasil.
Siap buat game berikutnya? Iya! Iya! Oke. Iya!
Aku butuh kalian ber-20 untuk bagi jadi tim berempat, dua tim bakal tereliminasi. Sekarang kelima tim sudah terbentuk… inilah game favoritku di video ini. Ganti lantainya.
Bawa podiumnya. Semuanya, berdiri di atas kotak masing-masing. Tunggu, apa? Kalian mulai duluan. Tampilkan bentuknya.
Di game berikutnya, bentuk-bentuk ini bakal muncul acak di lantai, dan kalian punya 10 detik untuk mengingat posisinya. Lingkaran, kotak, berlian, segitiga… Dan bintang untuk semua, oke? Oke.
Oke, udah hilang. Putar rodanya. Oke, kita lihat jatuhnya di mana, ya. Bentuk mereka kotak. Ayo, ayo, ayo. Kotak, kotak.
Jadi karena mereka dapetnya kotak, sekarang mereka harus berdiri di posisi yang mereka kira itu kotak, dan muat sebagai satu tim. Gimana nih? Kami yakin. Kami bersama-sama.
Tunjukkin.
Jadi karena tim mereka cuma punya satu orang di dalem kotak, mereka dapetnya satu poin. Satu poin? Iya, iya, iya, iya, iya. Dan dua tim dengan poin paling sedikit bakal tereliminasi.
Kalian berempat siap? Iya. Iya. Tunjukin polanya. Target yang harus dikalahin satu. Apa bisa dikalahin?
Kita harus nempel barengan. Bentuknya… iya, kita harus deket. Tapi inget… inget bentuknya, bro, sama posisi itu. Ini… Oh.
Bintang, gaskeun. Bintang, bintang. Oke, mereka ke bintang. Jujur aja, ini bentuk paling susah, loh.
Ini, tengahnya di sini, tengah. Tengahnya di sini. Tengah di sini. Tengah? Oke. Aku gak tau ini… oh, itu… kayaknya bukan. Tunggu, apa kita geser sedikit? Kayaknya bukan ini, guys.
Udah, Jason? Kayaknya iya, tapi ini paling susah, bro. Bilang kalau udah siap, ya. Kayaknya… ya, udah oke. Mau aku tunjukin? Iya. Tunjukin. Oke.
Dia keluar, dia keluar! Dia gak masuk, gak masuk. Nggak. Nyentuh, nyentuh. Berapa? Berapa? Dua poin.
Bro, bentuk bintang… Susah banget. Jujur aja, formasinya tadi udah bagus. Gak mungkin buat salah. Tapi lebih banyak dari mereka. Iya, kalian lebih banyak. Tutup mulutmu.
Tapi, Jason, dua tim bakal pulang. Gapapa. Gapapa. Kita berharap aja. Gapapa. Siapa yang bisa? Gak ada yang dapet satu, bro. Gak mungkin. Iya, kalau ada yang satu, kita aman. Oke.
Tunjukin bentuknya. Gak cuma ini susah buat nginget posisi setiap bentuknya… Itu bagus. Bintang, bintang, bintang. …tapi dengan satu juta dolar dipertaruhkan… Kotak, kotak, kotak, kotak, kotak, kotak. …lawan bakal ngelakuin apa aja buat mengganggu.
Oh, berlian, berlian, berlian. Oke, berlian. Berlian, berlian. Berlian. Oke, berlian. Berlian. Oke, oke, oke. Berlian.
Kaki kirimu keluar, bro. Geser kakimu ke sini. Apa? Gimana? Kalian yakin gak nih? Geser kiri. Oh, iya, sempurna. Sempurna. Mau aku tunjukin sekarang? Iya, tolong. Oke. Tunjukin berliannya.
Dua poin, dua poin, dua poin. Oh, dua poin. Oke, oke. Dua poin, bagus. Oke, mantap. Kalau dapet lebih dari dua aja, kalian akan aman.
Tunjukin bentuknya. Nggak, nggak, nggak. Ini susah. Ini susah. Dia dapet. Dia dapet… Kotak, lingkaran. Kotak, lingkaran. Iya. Oh iya. Iya. Nggak, nggak, nggak, nggak. Hei, liat, liat, liat, liat.
Kotak. Kotak, kotak, kotak, kotak. Bro, aku di tengah. Aku di tengah. Aku di tengah. Aku di tengah.
Siapa yang milih posisi ini? Tyler. Tyler. Jadi kalau gagal, berarti salah Tyler, ya. Jelas banget. Tentu. Mau aku tunjukin sekarang? Iya. Ayo! Ayo. Tunjukin. Itu salah.
Dua poin. Kalian berdua keluar. Tyler jelas bilang, “Aku di tengah.” Aku di tengah. Aku… aku di tengah. Jempol kakiku di tengah. Bro, bahkan jempolmu aja gak di tengah. Jempolku… aku… Iya, di tengah, bro. Iya, di tengah, bro. Iya, bener… itu yang bikin kita sampai sini.
Aku bisa ambil dua. Gak masalah. Aku juga bantu dua. Tunjukin bentuknya. Rage! Rage! Jangan hilang fokus, bro! Rage! Mereka fokus banget.
Bentuknya apa nih? Segitiga. Oke. Di sini. Ini tengahnya. Ini tengahnya. Seberapa yakin kalian di tengahnya? Aku gak yakin. Ini tuh… Hei, stt! Kamu gak yakin? Kenapa bisa gak yakin?
Kami percaya kamu, Wendy. Kamu bisa. Jadi, Wendy, kamu yang hafalin segitiganya. Iya. Menurut kamu, kamu bakal menang? Nggak. Kayaknya nggak deh. Wendy! Apa? Aku gak mau satu tim sama dia.
Bilang kalau mau aku tunjukkin, ya. Ayo. Tunjukin. Tunjukin bentuknya.
Oh, mereka… Mereka dapet dua poin! Dua poin! Nggak! Nggak! Tiebreaker. Tiebreaker.
Jadi, semua tim dapet dua poin kecuali kalian. Artinya apa? Artinya ya kalian tereliminasi lah. Bisa terjemahin ke Prancis, “Kalian tereliminasi” buat mereka? Kami tereliminasi.
Guys, jasnya kekecilan. Liat tuh, sempit banget. Bisa terjemahin ke… Jimmy. Makasih buat semuanya, bro. Makasih udah ikut, ya. Makasih, bro. Makasih. Iya. Seenggaknya dia dapet Lambo.
Makasih, bro. Sama-sama. Makasih. Makasih, Jimmy. Makasih ya, guys. Maaf gak berhasil. Selesai. Perjalanan berakhir. Udah.
Sekarang kita lanjut lagi buat tiebreakernya. Ganti lampunya lagi. Gamenya akan lanjut. Tunjukin lantainya.
Bintang, bintang, bintang, bintang. Di sini! Di sini? Ini udah pasti… Udah pasti. Mereka lama banget, sih. Kaki bisa sejajar aja, gak harus lurus. Oh, kalian mau nyesuain ya sekarang. Tunjukin.
Whoa! Empat-empatnya masuk! Iya! Gokil! Mereka dapet skor sempurna, tim yang pulang kemungkinan salah satu dari kalian.
Tunjukin bentuknya. Lingkaran. Lingkaran, lingkaran, lingkaran, lingkaran. Di sini. Di sini. Yakin ini bukan yang… Aku di tengah. Aku di tengah. Aku di tengah. Tyler gak bakal nyesatin kalian. Tyler, kita bisa. Astaga. Ini nih. Oke, kita lihat, ya.
Oh nggak! Kalian dapet nol poin, guys. Nggak! Nol! Ya, kalian tadi dapet yang gampang banget di depan mata. Aku dapet kotak sama lingkaran di sini. Apaan ini?
Kalian tinggal dapet satu poin aja. Tunjukin bentuknya. Lingkaran, lingkaran, lingkaran. Oke.
Kayak gini? Kayak gini? Sini, sini, merapat. Kayak gini? Oke. Satu poin aja. Satu poin. Satu poin! Astaga. Dua poin.
Tinggal satu tim lagi yang bisa maju. Mereka cuma butuh satu poin. Cuma satu. Cuma satu.
Tunjukin bentuknya! Rakai, hitung sampai tiga, bro. Pasti berlian. Bintang, bintang, bintang, bintang. Segitiga!
Udah berhenti ngapal, tunjukin! Putar rodanya! Bintang, bintang, bintang. Gak mungkin Jason inget.
Hei, hei! Di situ! Ya. Stop. Iya, iya, aman. Tunggu, tunggu, tunggu, kalian. Mereka ngebantu. Kalian tepat di tengah. Apa ini? Apa ini? Kalian percaya Rage?
Hei! Dadah! Salahmu sendiri. Bintangnya di situ. Dadah!
Aku bahkan belum nunjukin loh. Tunjukin, Beast! Tunjukin! Ayolah. Semoga, semoga, semoga.
Chris keluar dari bintang. Dua orang masuk, dan tim Tyler gak ada yang masuk. Kalian menang, mereka keluar.
Sana main Fortnite! Mantep, guys! Mantep, guys! Iya! Iya! Iya! Iya! Mickey Mouse! Yo! Ayo, guys!
Tim yang kalah bisa tolong maju? Ya, kita mundur dan menyerah.
Aku ngacauin ini. Salahku. Ini game tim. Ya udah aja. Kita keluar. Hati-hati.
Selamat ya, kalian masuk Top 12. Buat merayakannya, kita bakal bikin pesta nginep. Masukin kasurnya. Game berikutnya besok pagi.
Kalau tinggal kita bertiga, aku coba menang, oke? Enggak, soalnya kamu bilang mau ngeliminasi aku tiga kali. Aku becanda.
Semua timku udah keluar. Semua temen AMP-ku keluar.
Aku butuh scroll TikTok dulu sebelum tidur. Tolong turunin AC-nya dikit. Aku pengen santai, nih.
Rakai tergoda. Yo, Rakai, jangan lakuin, yo. Udah sejauh ini. Jangan lakuin. Jangan lakuin. Stop. Emangnya itu lucu? Bayangin pas nanti diputer ulang, terus Rakai nyentuh garis merah.
Tinggal 12 orang. Kasurnya udah ilang. Kita lihat hari ini bakal gimana, yo.
Selamat pagi, semuanya! Selamat pagi! Ayo!
Kalian mau ngeluarin orang atau santai aja? Santai. Santai? Oke, gapapa. Kita bisa main… Tunggu, tunggu, tunggu… Nggak, nggak, nggak, nggak, nggak. Jimmy! Ji…
Oh, ya kalian semua ini streamer kan? Apa kalian gak ada kehidupan lainnya? Iya! Iya, tolong. Oke, oke. Aku harus cek HP-ku. Oke deh, ganti lantainya.
Ini apa? Yang terakhir keluar dari lingkaran. Lamborghini lagi. Nggak.
Chandler, ayo masuk. Yang terakhir nyentuh Chandler? Chandler, pakai penutup mata ini. Oh nggak. Apa? Nggak, nggak, nggak. Majd, ayo bawa keluar.
Apa? Dodgeball. Dodgeball. Chandler bakal lempar, dan… oh! Denger, tembak semua cewek.
Ada Chandler yang ditutup matanya, ada bola dodgeball, dan masih ada satu lagi di sini. Apa? Apa lagi? Apa lagi?
Sepatu roda? Aku gak tahu caranya.
Kalian bakal pakai ayam yang bunyi di kaki dan lonceng sapi di leher kalian. Dan empat orang pertama yang kena lempar Chandler bakal keluar.
Astaga. Nggak, nggak, nggak, nggak, nggak. Ya, ini gila sih.
Kita kasih sepatu keren buat kalian dan sebuah lonceng. Ini game gila.
Kalau aku keluar di sini, sedih banget. Astaga, aku takut. Kalau kita keluar kayak gini, bro… Cara keluar paling parah. Paling parah.
Suaranya ganggu banget. Aku kayak di rumah sakit jiwa.
Oke, rencananya diam di pojok. Aku pernah main game kayak gini.
Chandler, apa kamu siap? Aku siap. Empat yang kena bakal keluar. Chandler, ayo mulai.
Oh, langsung kena satu! Ada apa? Siapa yang kena? Kenapa kenain orang yang jago ngelempar?
Aku ngerasa gila denger suara ayam ini. Eh kamu geser. Ke sebelah sana. Ke sebelah sana. Ke sebelah sana.
Ini gila. Tadi berisik banget. Gak ada suara sama sekali. Sekarang jadi sepi banget. Gak ada yang gerak ya?
Kalian boleh kasih tau, bro. Kasih tau di mana. Kasih tau di mana.
Bro, aku… gak ada yang gerak. Aku… oh! Itu aku, Chandler. Aku… bro, aku denger ayam. Kalau kamu mulai lempar… Ada orang di pojok ini?
Sial. Aku yakin denger seseorang.
Nyaris.
Ada orang di pojok sini, aku yakin. Mereka pasti harus berlari.
Oh! Oh, Yonna! Nggak! Maaf banget. Itu dua dari empat yang kena eliminasi.
Ada yang lagi tiduran nggak? Bilang aja.
Aku keluar. Wendy, nggak. Itu tiga eliminasi, Wendy. Chandler, kamu monster. Hei, kalian jangan lari-larian.
Yonna, Wendy, dan Chris udah keluar. Orang berikutnya yang kena itu yang terakhir. Chandler, sekarang di tangan kamu.
Aku… Barusan aku denger orang di sini? Aku bakal lempar. Kamu yang di sini.
Dia mengejar! Dia berburu! Dia berburu!
Ini menegangkan. Kamu di sana.
Dia udah makin fokus. Hei, stop!
Kamu iblis! Kamu iblis! Kamu kena lempar? Iya. Kamu kenapa? Aku kena di kaki. Hah!? Iya. Nggak!
Abraham! Kamu dipancing sama Rakai, loh! Masalahnya dia tadi narik aku.
Aku bakal lakuin apa pun buat menang. Cara apa pun.
Dan dengan itu, kita punya delapan teratas. Iya! Ayo! Udah deket banget buat bagiin satu juta dolar.
Kok kita masih di sini? Gak tau. Aku juga gak ngerti. Kamu emang gila sih. Aku udah gila seharian.
Aku keeliminasi di sini di game terakhir. Kita liat apa kamu bisa patahin itu.
Cuma tidur lima jam, tapi gak apa-apa. Ini satu juta, jadi gapapa.
Kalau aku dapet uangnya, jelas bakal aku kasih ke komunitasku. Aku bisa bantu bayarin kuliah komunitasku. Aku bakal bagi. Berbagi rezeki, berbagi cinta.
Awalnya tuh penuh banget, sekarang tinggal sedikit. Kerasa kosong.
Awalnya tuh penuh banget, sekarang tinggal sedikit. Kerasa kosong. Ayo kita selesain dan menangin ini.
Sebelum game berikutnya, waktunya ngumumin kalau Feastables baru aja kolaborasi sama The Super Mario Galaxy Movie buat ngerilis tiga produk baru.
Tunggu, ini keren banget. Iya. Aku suka Super Mario Galaxy. Dan aku suka Feastables.
Ini tuh beneran telur Yoshi, loh. Jadi Yoshi ngeluarin ini? Iya, Yoshi yang ngeluarin. Dalamnya ada peanut butter-nya.
Seumur hidup belum pernah makan permen kayak gini, tapi aku suka. Oke. Boleh minta gummies-nya? Gummies ini enak banget, bro. Gummies ini enak banget. Kami cinta Feastables.
Kroger, 7-Eleven, Five Below, Walmart, tempat buat beli produk ini. Ayo cobain deh. Rasanya enak.
Satu, dua, tiga. Go! Bam. Feastables! Feastables!
Masuk top 8 bareng creator gede kayak gini tuh gila. Apa ini kita, atau mereka. Dan kita bakal selalu pilih kita.
Kenapa ngejauh sih? Soalnya vibes kamu jelek, bro. Vibes kamu jelek. Orang-orang gak suka kamu karena reputasi kamu kayak, "Ah gak usah deh."
Aku termasuk yang paling dibenci ya? Ya… lumayan. Kalau ada kesempatan, aku keluarin dia. Iya. Dia harus keluar.
Bisa minta delapan streamer yang tersisa ke sini? Ganti lantainya.
Ya ampun. Kita main jingkat. Berdiri di satu titik ini. Urutannya gak penting, pilih satu aja. Nanti kalian yang akan nentuin gamenya. Matikan lampu!
Aku agak deg-degan. Oke, buka mata kalian. Apaan nih? Apa lagi nih? Kalianlah yang bakal nentuin game-nya. Apa?
Karena kalian juga seorang creator, Shopify ngasih kalian semua mainan dan games buat bikin challenge 1 lawan 1 kalian sendiri. Tapi apa pun itu, empat orang harus keluar.
Oke, oke, oke. Jadi kamu mau pilih game apa, nih? Main basket. Nggak, nggak, nggak, nggak, jangan. Jangan, jangan. Ogah banget. Nggak. Pingpong atau ini? Aku gak olahraga.
Pilihan kalian banyak banget, karena Shopify ngasih kalian banyak banget barang. Connect Four?
Aku mau bilang makasih banget buat Shopify yang udah ngebantu para pebisnis untuk berkembang. Salah satu alasan terbesar aku bisa jual Feastables juga ya karena ada Shopify.
Ada Sorry, Twister… Twister bakal seru banget, deh.
Mereka hampir mulai gamenya. Dan kalian bisa mulai bisnis impian kalian. Shopify punya semua yang dibutuhin buat ngewujudin mimpi itu. Kunjungi shopify.com/mrbeast buat mengubah ide yang kamu punya jadi bisnis beneran.
Hei semuanya ayo ke sini. Waktunya pilih game. Kumpul di deket aku. Rubius, mau lawan siapa? Ibai. Oke. Main basket, tapi lempar dari jauh. Yang duluan masuk? Iya, yang duluan masuk.
Kalian mau apa? 1 lawan 1 sampai 7. Setiap masuk satu poin. Chandler yang nilai foul-nya. Keputusan dia final, ya.
Dia mau sama kayak mereka. Ini, tapi kejauhan. Oke. Aku sama Ski main Connect Four.
Ayo mulai gamenya. Semuanya udah ditentuin. Ayo! Good luck. Good luck. Gaskeun, guys. Salah satu bakal tereliminasi. Kita lihat siapa, ya.
Kalau belum pernah main ini, cara menangnya itu, bikin empat sejajar. Sesimpel itu.
Kalau dia kalah, dia keluar setelah sejauh ini. Dan sekarang semuanya tergantung di mana dia taruh keping birunya. Yo, kamu deg-degan. Banyak banget yang dipertaruhkan di Connect Four.
Dia hampir menang, tapi di-block.
Berhasil! Tunggu, aku gak lihat. Aku gak lihat.
Aku bingung. Kirain dia menang. Pemenang, pemenang… Kamu lanjut.
Mari, maaf banget. Aku mau nangis. Gak apa-apa. Santai. Santai. Ini pengalaman bagus. Semangat terus, Mari.
Womp, womp, womp. Nangis sana. Ey, ambil itu, ambil itu.
Sekarang sisa tujuh orang lagi. Kita lanjut main basket, ya. Orang pertama yang lempar dari garis ini dan masukkin ke sana bakal lanjut.
Good luck. Good luck, ya. Rage! Ayo! Lemparan pertama. Bro, kamu bisa gak?
Jadi kamu pernah main basket gak nih? Baru pertama kali seumur hidup. Bercanda, bercanda. Oh, kirain serius.
Ayo, Rage. Oh! Kirain kena papan. Itu bagus. Kejauhan. Aku kebanyakan ngegym kali ya. Iya, kuat banget, bro.
Pas Rage mulai deket, Grefg mencoba buat ganti strateginya.
Mau aku kasih good luck? Iya. Apa? Oke… Kalau ini berhasil… Yo! Ini aku harus cuci tangan gak?
Oh, hampir berhasil! Sekarang dia juga. Oke.
Yo! Berhasil! Mantep! Mantep! Tanganmu! Tangan ini! Tangan siapa ini? Kayaknya aku bakal cium tangan dia terus!
Udah bagus, bro. Makasih. Makasih, Jimmy, makasih buat pengalamannya. Makasih udah ikut, ya. Makasih.
Selanjutnya, Rubius ngelawan Ibai. Lempar satu tangan aja.
Ya ampun! Ya ampun! Ya ampun. Harusnya sih nggak kayak gitu, ya. Pastinya gak gampang buat masukin dari jarak sejauh itu.
Kamu mau coba? Tinggal begini doang, sih. Ya ampun! Astaga! Gila! Ya ampun! Tinggal gitu. Baru pertama langsung masuk, sumpah deh. Apa kamu lagi aura farming? Bro!
Kayak gini? Iya, gitu. Seenggaknya masuk ring.
Oh! Mantep! Oh, berhasil. Mau ngomong apa buat orang Spanyol yang pada nonton, nih?
Kalian like videonya dan terus kalian komen "Komunitas Spanyol paling keren." Dah, guys. GG, guys. Dadah!
Dadah, Ibai! Sekarang adalah game yang paling sengit. Kayaknya ini matchup yang imbang sih. Apa kamu yakin bakal ngalahin dia? Ya, jelas.
Kita akan main basket 1 lawan 1. Yang duluan dapet 7 poin akan menang, dan lanjut ke top 4.
Yo, dia ngedorong! Aku gak dorong. Dia beneran loh… Enggak.
Astaga! Gak mungkin. Astaga! Oke, oke, oke. Hei! Oke, oke. Ya ampun.
2-0 buat Rakai. Apakah 2-1? 2-1. Dan satu lagi!
Tunggu. Oh! Aturannya gak bilang kalo itu tuh out. Jason lebih bagus atau lebih jelek? Lebih jelek.
Lebih jelek.
Ini beneran hidup atau mati buat Jason. Dia harus cetak poin.
Oh! Dan satu! Woy!
4-2. Rakai kesulitan. Rakai ngelakuin apapun yang dia bisa buat ngehentiin Jason buat ngeskor, bahkan kalo harus bikin foul terus ke Jason.
Apakah ini football, sit?
Terus tiap Jason masukin, Rakai langsung bales.
Ya ampun. Oh nggak. Oh nggak!
Mereka berdua pengen banget menang sampe-sampe mereka beneran bergulat di lantai.
Aku capek. Gak bisa jagain. Gak bisa skor. Udahlah, aku serius.
6-3! Kalau Rakai dapet satu poin lagi, dia akan lanjut dan Jason bakal tereliminasi.
Oh! Apa itu? Mantep! Jason!
Bro, itu tegang banget. Dia gak jago. Bangun, bro. Kamu kalah.
Sapa pengemis itu buat aku, ya. Yo, yo.
Aku bahkan gak ngerti maksudnya apaan.
Dan sekarang waktunya buat game terakhir kita. Bawa masuk. Ini dia.
Apa itu? Apa itu? Aku jago melakukan hal-hal aneh seperti itu.
Ada katapel raksasa. Buka tirainya. Apa?
Kalian masing-masing punya tiga hati. Dan kami baru saja memulai livestream dengan lebih dari sejuta penonton. Dan jutaan orang di chat itu akan menentukan apa yang akan kalian ketapelkan.
Astaga. Bawakan opsi putaran pertama.
Saat ketiga hatimu hancur, kau tereliminasi. Dan terserah kalian mau membidik siapa. Kacau sekali.
Ski, karena lolos lebih dulu di game lalu, dia akan menembak pertama. Apa? Lalu gilirannya Rage, Rubius, Rakai.
Benda pertamanya adalah piñata. Astaga. Kubis, jam, yang tak aerodinamis dan mungkin akan payah. Astaga. Atau bola basket. Bola basket.
Kita main per putaran, dengan benda baru tiap putaran dan terserah kalian mau membidik siapa.
Jadi kita harus membidik musuh? Kau tidak harus, tapi… Kacau sekali. Saat ketiga hatimu hancur, kau tersingkir.
Dan karena banyak orang memilih bersamaan, pollnya benar-benar rusak. Jadi untuk putaran pertama, kami melempar dadu.
Empat. Bola basket.
Ski, tunggu. Biar kuberitahu. Aku di sebelahmu. Jika kau tembak aku, kau bisa kena dirimu.
Itu ke arahku. Geser sedikit ke kanan. Bukan, itu aku! Itu aku, itu aku. Bukan, itu aku. Astaga.
Ayolah, kawan. Aku tidak melihat. Aku tidak melihat. Kau hampir mengenaku.
Semua penonton Spanyol kami pasti tegang.
Satu. Satu. Piñata. Piñata? Bobotnya lumayan.
Ini takkan pecah! Itu tadi bahasa apa? Aku membidik ke tengah. Menyamping, berputar. Lihat. Aku hanya bilang! Dia bisa melakukannya!
Kau mau sudutnya bagaimana? Aku suka sudut itu. Itu aku! Itu aku! Aku suka sudut itu.
Rakai, dia mengincarmu. Dia harus dapat tiga atau dua. Itu dua. Keadilan untuk Abraham, kawan.
Keadilan untuk Abraham. Keadilan untuk Abraham. Astaga. Untuk Abraham! Tunggu, tunggu, tunggu! Astaga! Ini sulit sekali.
Baiklah, dan Rakai tersisa dengan jam. Astaga. Astaga.
Tampilkan poll pertama. Tisu toilet. Tisu toilet? Hampir separuh penonton memilih tisu toilet.
Dia… Astaga…
Jadi, kau akan marah jika mereka memilih dadu? Aku akan kesal jika mereka memilih dadu. Baiklah, pilihannya dadu.
Tarik benda itu ke belakang. Tarik benda itu, ya. Tarik. Awas kena. Tarik ke belakang. Kau bisa kena.
Ya! Aku melawan dunia. Rubius. Bukan… Aku melawan dunia.
Jangan, jangan, jangan. Kumohon. Rubius, kumohon jangan kenai aku.
Rubius, pilihannya: melon atau bola sepak? Baiklah, pilihannya bola sepak.
Itu mengenainya! Itu mengenainya! Dia tak memecahkannya. Ambil melonmu.
Para streamer ini payah menggunakan katapel.
Jadi, kau sengaja? Aku tak sengaja!
Sampai mereka menembak berjam-jam dan tidak bisa mengenai satu sasaran pun. Tembakan Rakai terus meleset.
Aku sudah menguji ini pada orang atletis dan tidak. Dia berbohong. Semua orang di setiap tes… Dia berbohong. Jauh lebih baik. Bohong. Ini sudah selesai.
Jika mau, kita bisa adakan ronde di mana kalian melemparnya alih-alih menembaknya. Hanya jika kalian berempat setuju. Angkat tangan jika kalian setuju. Baiklah.
Jelas apa yang Rakai lakukan pada Abraham tak disukai oleh para streamer, dan dia hanya bisa melawan.
Astaga! Jangan, jangan, jangan. Masih menggantung. Masih menggantung. Jangan disentuh.
Nolan, hancur tidak? Tampaknya masih utuh. Baiklah, masih aman. Wow.
Dan meski dua hati Rubius menjadikannya sasaran… Astaga. Akurasi mereka tetap saja buruk.
Kurasa kita kembali ke katapel saja.
Astaga. Tembakanku selalu mengarah ke Rakai. Ayolah, Ski. Gunakan akalmu.
Tidak, astaga. Aku tidak sengaja. Sumpah demi Tuhan.
Lihat wajahnya! Meleset, dasar aneh!
Astaga. Bicara soal keadilan? Apa kau serius?
Keluar dari permainan ini, bocah! Selamat tinggal!
Keadilan, keadilan, keadilan. Diam kau, bocah.
Keadilan untuk Abraham. Mungkin bukan aku, tapi orang lain. Kau sudah kalah. Pergilah. Akan ada keadilan untuk Abraham. Percayalah. Kau yang berikutnya.
Aku punya 50.000 dolar untuk penonton Spanyol dan kau yang memilih penerimanya.
Dan Rubius tidak salah. Rakai tetap menjadi sasaran utama.
Ski, aku tak peduli kau menang, pastikan dia keluar. Ayolah, kawan. Aku yang termuda. Jangan. Berhenti merengek. Kau terus membuat orang merasa bersalah.
Terlalu tinggi. Ayolah. Ayolah, bro.
Itu dia. Benar, kan? Dia kena!
Karena tidak bisa mengenai hati, Rakai mencoba segala cara.
Bro, ini licik sekali. Tutup mulutmu. Tak mau dengar.
Namun, setelah gagal meyakinkan mereka, nyawa Rakai dalam permainan ini berada di ujung tanduk.
Astaga.
Rakai, itu tadi hampir menjadi hukuman mati. Kau harus mengenai hati sekarang juga agar punya kesempatan.
Astaga. Nyaris sekali. Ini baru namanya licik, bro. Kaulah yang licik. Masa dua lawan dua melawanku? Kau yang curang. Apa maksudmu? Ayolah, Ski. Ayolah, Ski. Ayolah, Ski.
Bisakah kita memasang berangus padanya? Berhenti bicara.
Keluar! Kau tersingkir. Bodoh. Kau bukan siapa-siapa. Baiklah, bro, dengar, dengar… Kau bukan apa-apa. Dengar, dengar. Kau bukan apa-apa. Dapat uangnya? Kau punya 50.000 dolar untuk penontonmu. Yang kalah dapat 50.000. Oke, oke. Kemari.
Tenang, tenang, tenang. Tenang. Keamanan! Chandler! Tidak, dia mengenai garisnya! Dia mengenai garisnya! Tenang, tenang, tenang, tenang, tenang. Dia mengenai garisnya. Ya, dia kena. Keluar dari sini. Dia kena garis. Bro, kau lihat? Dia kena garis! Kau curang. Dia hampir menyingkirkanku dengan curang. Kau lihat?
Dua finalis. Wow. Permainan yang bagus. Kenapa harus kita? Bagaimana kita sampai di sini? Harus begini. Aku tahu kalian bersahabat. Ya. Begini. Satu penonton kalian akan dapat satu juta dolar. Yang lain tidak. Untuk permainan ini, permainan bagus, bro, harus dilakukan. Permainan bagus.
Ski, jika kau kena, skornya jadi tiga hati banding satu. Astaga. Bro, hatimu tinggal satu.
Rage, ingat saat LeBron tertinggal 3-1? Warriors. Benar. Kau ingat apa yang dia lakukan? Membalikkan keadaan. Dia berhasil di saat genting dan menang. Apa kau LeBron? Aku yakin aku akan berhasil. Tertinggal 1-3.
Oke. LeBron pasti akan mengenainya. Dia bisa selesaikan di sini. Guys, ini bisa jadi akhir permainan. Tidak!
Tidak apa-apa. Apa kau merasakan kengeriannya, Rage? Seharusnya permainan ini sudah usai. Dia beri sejuta dolar, dan kau hanya menonton.
Hei. Tunggu. Baiklah, berikutnya. Dia konsisten. Hei, jangan main-main. Jangan main-main. Ayo, Rage. Kau harus fokus.
Dia akhirnya berhasil. Kau kembali bersaing. Kau kembali bersaing. Itu gila. Yeah. Astaga. Jika kau kena satu, skornya seri.
Apa yang sedang terjadi? Dia sangat fokus. 1v1, hati terakhir. Yang berikutnya kalah dan seseorang menang sejuta dolar untuk fans.
Nah, begitu. Dia bisa mengakhiri semuanya saat ini juga. Ini kesempatan terakhirmu menghentikannya. Apakah ini pukulan telaknya?
Tidak! Astaga. Astaga. Rage, jangan main-main. Dia sangat fokus. Rage sangat fokus. Kena, kena.
Kau menang satu juta dolar! Ya! Ayo! Ayo! Mereka meragukanku!
Aku menang! Aku menang! Aku menang! Aku menang! Aku menang satu juta dolar! Astaga.
Terima kasih semuanya. Tekan tombol subscribe. Jaga diri. Kami akan mengakhiri stream ini. Aku menyayangi kalian semua.
Artikel diterbitkan
