Enam Mantan, Satu Pulau, dan Hadiah 250 Ribu Dolar: Siapa yang Paling Dipercaya Ashley?

Buka di YouTube ↗
Ringkasan

Dalam video ini, MrBeast (Jimmy) mempertemukan seorang perempuan bernama Ashley dengan enam mantan pacarnya di sebuah pulau tropis selama 30 hari. Aturannya sederhana, tetapi taruhannya besar. Setiap lima hari, Ashley mengeliminasi satu mantan. Mantan terakhir yang bertahan akan menentukan nasib hadiah 250 ribu dolar: membaginya dengan Ashley atau mengambil semuanya sendiri. Karena itu, pertanyaan utama permainan ini bukan soal siapa yang paling kuat bertahan hidup. Yang dipertaruhkan adalah siapa yang bisa membuat Ashley percaya bahwa dia tidak akan dikhianati di akhir.

18 menit baca

Aturan Permainan dan Para Peserta

Ashley membuka penutup matanya dan mendapati enam mantan pacarnya berdiri di depannya. Saat ditanya apakah ada yang ingin dia katakan kepada mereka, jawabannya singkat: "Nggak ada kata-kata." Suasana canggung langsung terasa. Salah satu mantan menyindir bahwa Ashley tidak datang ke pesta ulang tahunnya, padahal mantan itu datang ke pesta ulang tahun Ashley.

MrBeast menegaskan bahwa ini bukan tantangan ketahanan. Pulau itu sudah menyediakan hampir semua yang dibutuhkan, sampai ada peserta yang bilang mereka bisa tinggal di sana seumur hidup. Tugas para mantan adalah membuat Ashley jatuh hati lagi dan meyakinkannya bahwa mereka bisa dipercaya.

Ashley memperkenalkan diri sebagai warga Fort Lauderdale, Florida. Dia bilang datang untuk mencari pengalaman seru dan ingin melihat ke mana hubungan-hubungan lamanya akan berlanjut. Dia juga terbuka soal perbedaan hubungannya dengan tiap peserta. Dengan Mitchell ada koneksi romantis, ada beberapa yang akan dia godai, dan ada yang hanya teman. Soal kepercayaan, dia berkata tidak ingin menyebut dirinya tidak percaya pada orang, tetapi mereka harus membuktikannya dulu.

Para peserta punya pendekatan yang berbeda sejak awal. Salah satunya berencana bermain santai dan halus, menjadi teman tulus yang bisa dipercaya untuk membagi uang, lalu menambahkan, "atau mungkin nggak dibagi juga." Gary terang-terangan menyebut mereka teman baik, tetapi dia datang untuk menang, dan baginya ini "transaksi bisnis."

Hari-Hari Awal: Memanjakan "Princess" dan Kejujuran yang Berbahaya

Para mantan langsung berlomba memanjakan Ashley. Ada yang memasang hammock untuknya, ada yang mengambilkan air dingin, ada yang berjanji menghadang beruang kalau muncul. Danny memuji kulit Ashley yang menurutnya "flawless" dan membuatkan anting dari kerang. Dia mengaku terang-terangan bahwa hadiah itu untuk membantu peluangnya memenangkan uang. Ashley sendiri menyebut Danny dan Mitchell "rajanya camp ini."

Tidak semua peserta ikut berusaha. Jake menjawab "Nggak" ketika Ashley bertanya apakah dia benar-benar mencintainya, lalu bilang Ashley "ketuaan" untuknya. Narator menyebut sikap ini mungkin bukan strategi terbaik.

Menjelang eliminasi pertama, Ashley mulai berpikir lebih serius tentang siapa yang bisa dia percaya. Dia mengaku cukup yakin Mitchell akan mengambil semua uangnya. Mitchell sendiri tidak membantah. Dia bilang tidak mau bermain dengan perasaan, bahwa Ashley tahu cara berpikirnya, dan bahwa kalau dia sampai di akhir, dia mungkin akan mengambil semuanya.

Eliminasi Pertama: Jake Pulang

Pada hari kelima, Ashley berdiri di belakang palu, sementara setiap mantan berdiri di belakang "hati" masing-masing. Hati itulah yang akan dihancurkan saat seseorang tereliminasi. Ashley mengaku dia lebih genit kepada Mitchell, meski itu tidak berarti dia tidak menyayangi yang lain. Kalau harus memilih siapa yang paling tidak dia percaya, jawabannya mungkin Jake.

Jake malah bertepuk tangan ketika namanya disebut. Ashley, yang mengaku gugup dan koordinasi tangan-matanya buruk, akhirnya menghancurkan hati Jake. "Bye, Jake. Aku bakal kangen. Nggak juga sih," katanya. Lima peserta tersisa.

Mitchell: Kedekatan yang Tidak Cukup untuk Dipercaya

Setelah itu Ashley mengadakan beberapa tantangan kecil, seperti lomba lari dan membuat api, untuk membantunya menentukan eliminasi berikutnya. Dia juga bercanda bahwa mungkin itu cuma alasan untuk menonton "cowok ganteng ngelakuin hal-hal keren." Mitchell akhirnya tinggal di dekat Ashley untuk mengurusnya.

Hari kedelapan memperlihatkan retaknya hubungan mereka. Saat sarapan oatmeal, Mitchell bilang perempuan yang seharusnya memasak dan dia bagian bersih-bersih. Dia juga berkomentar oatmeal akan lebih enak dengan selai kacang, dan Ashley menyebutnya "jago ngerusak momen." Mitchell lalu mengeluh bahwa apa pun yang dia katakan atau lakukan tidak pernah cukup bagus untuk Ashley.

Ada juga momen hangat. Mitchell menangis sedikit dan bilang dia bersyukur Ashley ada di sana, lalu mereka berpelukan. Namun Ashley tetap ragu. Dia mengaku punya "soft spot" untuk Mitchell dan ingin percaya padanya, tetapi menurutnya bisa saja setelah pulang mereka tidak bicara berminggu-minggu. Seorang peserta lain juga menilai hubungan Mitch dan Ashley terlihat asli, tetapi bisa juga palsu.

Pulau Tantangan: Malam Mewah untuk Gary

Pada hari kesembilan, para peserta dibawa dengan kapal ke "Pulau Tantangan." Pemenang tantangan mendapat 24 jam bersama Ashley, lengkap dengan kasur, pijat, dan makan tiga menu. Peserta lain dilarang bicara dengan Ashley sampai eliminasi keesokan harinya. Tantangannya berurutan: menggali kunci dari pasir, membuka gembok palu, menghancurkan batu, lalu mendorong tong ke atas tanjakan.

Gary menang dengan sangat mudah, bahkan tertawa sepanjang jalan. Logan sempat menyusul, sementara Derrick dan Mitch masih menggali meski lokasi kuncinya sudah ditandai. Kru bahkan menyebut pemandangan itu "agak sedih ditontonnya."

Di malam mewah itu, Ashley dan Gary bicara tentang masa lalu mereka. Mereka sempat punya hubungan sebelum Ashley berpacaran dengan Grant, lalu hubungan itu pelan-pelan menghilang karena Gary mulai dekat dengan orang lain. Gary menambahkan bahwa orang bisa saja sibuk dan dia tidak menganggapnya sebagai penghinaan.

Sementara itu, suasana di camp tegang. Seorang peserta memperkirakan yang pulang pasti antara Danny, Logan, atau dirinya sendiri, dan menilai peluangnya 50/50. Ada juga yang yakin dirinya akan tereliminasi hari itu.

Plot Twist Hari Kesepuluh: Mitchell Tereliminasi

Pada hari kesepuluh, Ashley berterima kasih kepada semua peserta, termasuk yang mungkin meninggalkan pekerjaan demi datang. Lalu dia menoleh ke Mitchell: "Sekarang waktunya kamu… balik kerja lagi." Momen ini disebut sebagai plot twist, karena Mitchell sebelumnya terlihat sebagai favoritnya. Sebelum pergi, Mitchell meninggalkan pesan yang terdengar seperti kode, "Hitungin bintang buat aku, boys," yang membuat Ashley bingung dan menyebutnya "bahasa anak frat."

Setelah itu Ashley menjelaskan alasannya. Dia tidak akan memainkan permainan ini dengan perasaan. Yang lebih dia pikirkan adalah siapa yang benar-benar akan membagi uangnya.

Danny: Si Paling Menyebalkan yang Nyaris Pulang

Setelah eliminasi Mitchell, para peserta merasa perlu melakukan sesuatu yang besar. Mereka membangun jalur dari pondok ke semua kamar tidur, tetapi terlalu asyik sampai lupa pada Ashley. Ketika Ashley bertanya apakah mereka mau membantunya, jawabannya "Nggak." Ashley merasa mereka lupa inti permainan dan lupa bahwa dia, "princess di pulau ini," ada di sana. Dia jadi bosan dan bilang rasanya ingin menyingkirkan mereka semua.

Makan malam seafood yang disiapkan untuk menebusnya malah berakhir buruk. Danny berkata kepada Ashley bahwa dia merasa Ashley selalu mengeluh dan tidak suka semua hal di setiap situasi. Komentar MrBeast di layar menandai momen itu: "…dan di sinilah Danny dipulangkan." Meski begitu, narator mengingatkan bahwa secara teknis Danny masih punya beberapa hari lagi di pulau.

Ashley lalu mengajak Danny bicara serius. Dia tidak yakin Danny benar-benar peduli padanya. Kalau dia menelepon seseorang dalam keadaan darurat, katanya, orang seperti Derrick atau Gary pasti akan meninggalkan apa pun untuk membantu, dan dia tidak yakin Danny akan melakukan hal yang sama. Danny minta maaf, bilang Ashley akan selalu menjadi temannya, dan berjanji berusaha lebih keras. Di balik itu dia mengaku tidak tahu masa depannya. Mungkin percakapan itu membuatnya sadar sesuatu, katanya, atau mungkin membuatnya ingin mencuri uangnya dari Ashley. "Nggak ada yang tahu."

Estafet Puzzle Hari ke-15: Danny Selamat, Logan Pulang

MrBeast memberi para peserta kesempatan menentukan nasib sendiri. Mereka harus berenang jauh ke laut untuk mengambil potongan puzzle, lalu menyusun "hati Ashley yang hancur." Orang pertama yang berhasil mendapat imunitas.

Danny berlari seolah hidupnya dipertaruhkan, dan memang dia butuh tambahan lima hari. Para peserta memakai strategi berbeda. Dua orang mengambil potongan paling jauh dulu, dua lainnya mengambil yang paling dekat. Semuanya segera kelelahan. Danny menemukan cara cerdik: saat yang lain beristirahat di air, dia beristirahat sambil menyusun puzzle. Gary kemudian meniru strategi itu. Logan menjadi yang pertama mengumpulkan semua potongan, tetapi terlalu kelelahan. Derrick mengambil warna yang salah dan sempat menyusun hati terbalik. Kru mengamati bahwa puzzle-nya sebenarnya mudah, tetapi para peserta sudah kehabisan tenaga karena berenang.

Danny menang dan hatinya dipasangi kandang "anti palu." Di antara tiga peserta yang tersisa, Logan yang dieliminasi. Setelahnya suasana camp langsung muram, dan Ashley mengaku kangen Logan serta merasa mungkin telah salah pilih.

Hari ke-17: Ashley Menarik Diri, Danny Main "Mind Game"

Danny belum berhenti membuat masalah. Dia menyebut otak perempuan lebih membingungkan daripada Minecraft. Ashley kesal dan menjauh sementara. Gary dan Derrick sepakat bahwa masalahnya adalah sikap Danny yang tidak hormat. Menurut mereka, pendapat bisa disampaikan tanpa bersikap tidak sopan.

Pada hari ke-17 Ashley menutup diri dari semua orang. Para peserta tahu mereka butuh Ashley tetap bertahan kalau ingin punya peluang mendapat uang. Derrick dan Gary memberinya ruang seperti yang dia minta. Danny justru melihatnya sebagai kesempatan untuk membuat Ashley tersenyum lagi. Dia membuat "Logan kecil" untuk menghibur Ashley yang sedang "di lubang depresi," dan menyebut hari itu langkah besar bagi hubungan mereka. Setelah mood Ashley membaik, dia memimpin sesi yoga yang lucu: tarik napas penuh cinta dan pengabdian, buang napas semua sifat toxic dan kebiasaan bohong.

Danny mengklaim dirinya sedang memainkan "mind game." Menurutnya, karena dia terus membuat Ashley tertawa, peserta lain jadi malas mengobrol dengan Ashley, dan itu membuat Ashley bertanya-tanya apakah mereka sebenarnya peduli padanya. Ashley mengaku sedang mempertimbangkan untuk mempertahankan Danny "cuma buat hiburan." Derrick menjelaskan bahwa dia sesekali menyendiri untuk menganalisis dan menyusun strategi akhir. Namun dia tidak menunjukkannya ke Ashley, sehingga Ashley bingung dan bahkan mulai yakin Derrick sebenarnya tidak menyukainya. Di sisi lain, salah satu peserta menegaskan ada satu orang yang tidak akan dia percaya memegang satu dolar, apalagi 250 ribu dolar, yaitu Danny. Ashley sendiri bilang setiap lima hari rasanya seperti membubarkan band.

Hari ke-20: Tantangan Keseimbangan dan Rahasia 50 Ribu Dolar

Kali ini Ashley ikut bertanding. Semua peserta berdiri di atas platform di laut, dan yang terakhir jatuh akan mendapat keputusan penting. Derrick jatuh paling dulu, baru di detik ke-35. Peserta lain bertahan jauh lebih lama dari perkiraan, lebih dari satu jam. Setelah sekitar 90 menit, kru memutar kapal di sekitar platform untuk membuat ombak. Gary jatuh, lalu Ashley, dan Danny menang tantangan keduanya.

Hadiahnya adalah kotak berisi 50 ribu dolar. Danny boleh menyimpannya untuk diri sendiri, atau menambahkannya ke hadiah utama untuk memulihkan kepercayaan Ashley. Risikonya, Ashley bisa saja menerima tambahan itu lalu tetap mengeliminasinya. Kalau disimpan, Danny tidak wajib memberi tahu isi kotaknya. Danny memilih menyimpan uang itu dan merahasiakannya, karena takut dijadikan target eliminasi.

Di eliminasi hari ke-20, Danny hanya berkata bahwa apa pun keputusannya tidak akan mengubah peluang siapa pun, jadi dia memilih menyimpannya sendiri. Dia berjanji akan memberi tahu kalau lolos eliminasi. Ashley langsung menuju Danny dan mempertahankannya. Alasannya, meski Danny menyebalkan, dia yang paling membuatnya tertawa, membuat hari-hari terasa cepat, dan terus memenangkan tantangan. "Demi kepentinganku sendiri," katanya.

Pilihan antara Derrick dan Gary jauh lebih sulit. Ashley mengakui performa Derrick buruk di semua tantangan, sementara Gary kuat dan tegar. Namun pada akhirnya ini soal siapa yang lebih dia percaya, dan Gary yang dieliminasi. Gary pergi dengan lapang dada. Dia menyebutnya pengalaman yang tidak ada duanya dan bilang tidak sabar melihat akhir ceritanya.

Dua Besar: Tawa Danny Melawan Kesabaran Derrick

Dengan lima hari tersisa, semuanya kini soal uang. Danny mengaku datang karena tahu ada kesempatan mendapat uang, dan bilang "jawaban sebenarnya" untuk menang adalah membuat Ashley tertawa sebanyak mungkin. Strategi itu sempat berjalan. Ashley menyebut Danny sangat tidak sopan, tetapi membuatnya tertawa.

Derrick punya strategi sendiri. Dia sengaja membiarkan Danny mengobrol dengan Ashley, karena Danny bisa saja bicara terlalu banyak sampai menjerumuskan dirinya sendiri. Strategi ini cepat berhasil. Pada hari ke-22, saat mencoba mengajari Ashley sesuatu, Danny bicara kepadanya seolah dia bodoh, dan mereka bertengkar lagi. Derrick pun makin bersemangat. Dia mengaku sampai berhenti kerja demi datang ke sana, jadi 250 ribu dolar itu jauh lebih berarti daripada yang orang kira. Dia juga menyebut dengan bangga bahwa 125 ribu dolar akan masuk ke rekening "Ashley Nicole Moore."

Danny, menurut narator, nekat melakukan apa pun. Dia sendiri berkata dia mungkin bisa "ngegaslight sampai menang," meski lalu menambahkan tidak tahu juga. Dia mendatangi Ashley untuk minta maaf atas sikapnya yang terlalu agresif, dengan alasan dia melihat banyak potensi pada Ashley dan suka mendorong orang yang berpotensi. Dia juga bercerita bahwa ibunya tampaknya mulai terkena Alzheimer dan masih banyak yang ingin dia lakukan untuk ibunya. Narator menyebut ini manipulasi emosional yang anehnya tampak berhasil, karena setelah itu mereka berpegangan tangan.

Derrick merasa posisinya lemah karena menurutnya dua orang lainnya punya kekuatan dan dia tidak. Dalam salah satu percakapan dengan Ashley, disebutkan bahwa tidak boleh ada skenario di mana Ashley pulang tanpa ratusan ribu dolar. Ashley mengaku keputusannya punya banyak lapisan. Derrick mungkin bukan kompetitor terbaik, tetapi selalu jadi teman yang baik dan setia. Danny, katanya, mungkin salah satu orang paling egois yang pernah dia kenal, tetapi dia sangat menyayanginya dan Danny lucu.

Hari ke-25: Tambahan 50 Ribu Dolar dan Keputusan Ashley

Sebelum eliminasi final, MrBeast memberi peta harta karun. Kalau mereka menemukan 50 ribu dolar yang dikubur di pantai dalam satu jam, uang itu ditambahkan ke hadiah utama. Perburuan ini dikaitkan dengan promosi film The Sheep Detectives, dengan petunjuk berupa gambar domba. Mereka berhasil menemukannya, sehingga taruhan naik menjadi 300 ribu dolar.

Dalam pidato terakhir, Derrick bilang menjadi teman Ashley adalah hal luar biasa. Dia senang melihat sisi Ashley yang penuh kasih terus bersinar selama 25 hari, dan dia menyayangi Ashley apa pun yang terjadi. Danny bilang dia paling bersyukur atas rollercoaster emosi yang mereka lalui. Dia juga menyatakan Ashley pantas mendapat setengah uang itu siapa pun yang dipilih, lalu menambahkan kalimat misterius: kalau Ashley memilih orang yang tepat, mungkin ada kesempatan mendapat lebih banyak uang. Danny menolak menjelaskan maksudnya.

Ashley berkata kepada Danny bahwa dia tidak pernah tertawa sekeras itu dengan siapa pun, tetapi juga tidak ada yang membuatnya sekesal Danny. Kepada Derrick dia berkata bahwa kalau mereka tidak bertemu empat tahun lalu, mungkin dia tidak akan berdiri di sana sekarang, dan bahwa Derrick selalu melindungi serta mendukungnya. Baginya semua ini bermuara pada kepercayaan dan rasa hormat, dan dia sulit mempercayai Danny. Danny tereliminasi. Dia bilang sudah merasakan ini akan terjadi.

Danny lalu membuka rahasianya: dia menyimpan 50 ribu dolar dari tantangan sebelumnya. Reaksi Ashley di luar dugaan. Dia bersyukur, karena menurutnya Danny sudah bertahan 25 hari dan pantas pulang membawa sesuatu. Danny bilang dia tidak kecewa sama sekali dan senang pulang membawa kemenangan.

Twist Terakhir: Palu di Tangan Derrick

Setelah Derrick terpilih, posisinya dibalik. Ashley kini harus berdiri di belakang podium dengan hatinya sendiri. Selama lima hari ke depan, kalau Derrick menghancurkan hati itu, dia mendapat seluruh 300 ribu dolar tanpa membagi. Kalau tidak, MrBeast akan memberi masing-masing 150 ribu dolar.

Derrick bergulat dengan pilihan itu. Dia bertanya-tanya apakah keluarganya akan mengerti kalau dia meninggalkan 150 ribu dolar begitu saja, dan dia menyampaikan permintaan maaf kepada mereka. Keesokan paginya, di hari ke-26, dia berdiri sangat dekat dengan hati Ashley sambil memegang palu, sampai Ashley memintanya tidak sedekat itu meski hanya bercanda. Derrick bilang dia tidak tahu kapan lagi dia akan mendapat kesempatan menghancurkan hati seseorang dan membawa pulang 300 ribu dolar, dan bahwa itulah yang diinginkan keluarganya. Lalu dia berkata kepada Ashley bahwa dia menyayanginya dari lubuk hati terdalam dan yakin Ashley akan mengerti keputusannya.

Keputusannya ternyata: "Aku nggak bakal hancurin hatinya." Ashley sempat menuduhnya mengerjai mereka. Derrick melempar palu ke api, dan MrBeast mentransfer 150 ribu dolar kepada masing-masing. Video ditutup dengan catatan MrBeast bahwa setidaknya kali ini Ashley juga pulang membawa uang, dan Ashley hanya bisa berkata, "Syukurlah."