Live Commentary Pertarungan Bos Blasphemous 2: Catatan Ziarah "Fantasi Penebusan Dosa yang Menghangatkan Hati" dengan Berganti-ganti Senjata
ゲーミングボーイDiterjemahkan dari 日本語
Video ini merekam permainan Blasphemous 2, RPG aksi 2D bertema ziarah, hingga tamat dengan komentar langsung oleh Kotonoha Akane dari A.I.VOICE. Dunianya yang berlumuran darah sengaja diperkenalkan sebagai "fantasi penebusan dosa yang menghangatkan hati, penuh suasana menyenangkan". Sang protagonis bertopi runcing menelusuri misteri "mukjizat yang hendak terlahir kembali". Sambil mengikuti pertarungan melawan bos-bos utama secara berurutan, komentator membahas sistem pertarungan yang berubah dari gim sebelumnya, cara menyusun build lewat senjata dan perlengkapan, serta kesan terhadap penyajian bos dan latar ceritanya. Di bagian akhir, ia mengincar ending baru yang ditambahkan lewat DLC dan sengaja menantang bos terakhir dengan pedang dari gim sebelumnya.
Gim yang Dimulai dengan Memilih Senjata
Di awal, protagonis memilih satu dari tiga senjata di tempat penyimpanan senjata. Komentator menyebut adegan ini "mirip Pokémon", dan kali ini ia memilih flail. Senjata yang tidak dipilih bisa ditemukan lagi nanti, jadi ini bukan perpisahan selamanya.
Komentator menjelaskan bahwa jika gim sebelumnya bertarung hanya dengan satu pedang, gim kali ini mengusung gaya bertarung dengan berganti-ganti beberapa senjata. Tampaknya setiap senjata juga punya skill tree sendiri, dan menurutnya pilihan senjata mana yang akan dikembangkan kemungkinan bergantung pada selera masing-masing pemain.
Bos pertama, "Si Tanpa Wajah, Pemahat Kelupaan", pada dasarnya adalah bos tutorial. Karena pada titik ini satu-satunya cara menyerang hanyalah serangan biasa, ia menyusup ke jarak dekat dan terus memukul. Menurut komentator, flail memiliki daya hantam tinggi per ayunan dan bisa melancarkan serangan udara sambil menghindari serangan, sehingga cocok untuk musuh jenis ini.
Senjata Baru Berselimut Petir dan Adu Strategi Seputar Parry
Di katedral yang berlumuran darah, ia melawan bos kerangka raksasa "Pastor Agung Radamés". Pertama-tama ia membalas dengan parry, lalu menumpuk serangan untuk menggerus nyawa bos sekaligus. Senjata yang dipakai di sini adalah senjata baru yang ditemukan saat menjelajah, yang akan berselimut petir jika terus digunakan untuk menyerang selama beberapa saat. Komentator sangat menyukai "tangan yang berderak-derak" ini. Ia menyebut saat-saat bos berhenti bergerak sebagai "waktu camilan" dan menyelipkan istirahat, lalu akhirnya menghabisi bos dengan berputar ke belakangnya lewat parry.
Di ruangan yang dipenuhi tak terhitung banyaknya senjata, ia melawan "Afilaor, Penjaga Asahan" yang terus melemparkan senjata. Daya tarik utama bos ini adalah alat mirip mesin gerinda yang dipanggulnya, yang terus berubah arah sambil menyerang selama pertarungan. Di tengah pertarungan, bos melompat ke latar belakang lalu melemparkan berbagai macam senjata. Senjata yang dipegangnya berganti di setiap tahap, dan warnanya pun ikut berubah. Di tahap akhir, ia menghabisi bos dengan mengincar celah saat bos mendarat.
Dalam pertarungan berikutnya melawan "Orospina, Santa Penyulam", komentator menyampaikan kesannya tentang sistem pertarungan gim ini. Dibanding gim sebelumnya, bos berwujud manusia lebih banyak, sehingga kesempatan melakukan parry pun banyak, dan itu hal yang bagus. Di sisi lain, ada banyak situasi ketika menghindar justru menghasilkan kerusakan lebih besar, sehingga parry tidak selalu menjadi jawaban yang tepat. Komentator menilai hal ini menarik. Dalam pertarungan ini, karena ia terus menyerang sejak awal, tubuh asli bos menghilang, lalu di babak kedua tubuh asli yang muncul kembali itu ia bakar dengan api hingga kalah.
Boneka Mesin yang Dilawan Dua Sekaligus dan Keseruan Menyusun Build
"Lesmes, Penjaga Benda Suci yang Murni" adalah boneka mesin berbahan logam dengan kepala tubuh aslinya berada di dalam perut yang terbuat dari kaca. Komentator menilai desain ini "cukup keren". Setelah bertahan dari bola-bola api, ia menyerang, lalu seorang bayi muncul dari dalam senjata. Bayi itu tidak akan membalas selama terus ditempel dan diserang, jadi ia langsung mengalahkannya. Di akhir, keduanya menyerang secara bersamaan, sehingga ia mengalahkan yang lebih lemah terlebih dahulu, lalu membereskan bayi yang tersisa.
Di tengah pertarungan ini, komentator memuji sistem perlengkapan gim ini. Menurutnya, keragaman build yang bisa dipilih lewat perlengkapan sangat luas, dan menyenangkan karena berbagai hal bisa dilakukan tergantung kombinasinya. Build yang disusun komentator adalah build yang meningkatkan daya serang dengan memadukan sihir.
Mendapatkan Kemampuan Bergerak dan Nuansa Metroidvania
Di lift yang bergerak dengan kecepatan tinggi, ia mengejar dan melawan "Benedicta, Pemohon Doa Tanpa Akhir" yang putih dan berkilauan. Komentator menggambarkan situasi ini sebagai "seperti yang pernah kulihat di Mario RPG". Karena di perjalanan ia sudah mempelajari dash udara dan lompatan ganda, ia kini bisa bertarung dengan nyaman meski di pijakan yang tidak stabil. Di sini komentator juga sempat berucap, "Memang Metroid Fusion banget."
Memanfaatkan Musuh Kroco dan Bos Berwajah Para Paus
Di jalan sepanjang pesisir, seorang pria besar bergaya prajurit, "Odón dari Persaudaraan Garam", menghadang. Komentator bercanda, "Sejauh ini kita bertarung di dalam ruangan yang lembap, tapi kali ini, tumben, di luar ruangan yang lembap." Ia menggunakan sihir yang menebarkan miasma dan menggiring bos dengan cermat agar terkena. Bos memanggil para pengikutnya. Awalnya komentator mengira mereka ksatria atau kepala pelayan, tetapi ternyata mereka adalah mantan pelaut. Dengan menebarkan miasma, musuh kroco bisa dipisahkan. Lebih jauh lagi, dengan sengaja membiarkan musuh kroco tetap hidup, bos bisa dipancing untuk memberikan buff kepada rekannya sehingga muncul celah besar. Komentator memperkenalkan cara bermain ini sebagai strategi yang efektif.
Di sebuah rongga besar, ia melawan "Sínodo, Himne Seribu Suara", yang memadukan wajah seluruh paus dari masa ke masa. Lawan ini menggunakan berbagai macam sihir, dan pola serangannya berubah setiap kali wajah di tengah berganti. Misalnya, wajah biarawati yang matanya tertutup pandai melancarkan serangan api, dan wajah di kiri-kanannya pun ikut menyemburkan api. Di sini, sihir "Debla Cahaya" yang juga muncul di gim sebelumnya sangat berguna. Menurut komentator, efek kebal saat sihir ini aktif sudah dihilangkan, tetapi daya serangnya masih cukup bermanfaat di gim ini.
Pertarungan di Udara dan Pijakan yang Makin Sempit
Patung santa raksasa yang berdiri di danau ternyata adalah monster mengerikan, "Svsona, Santa yang Jelita". Bos ini berada di udara sehingga sulit diserang, tetapi serangannya tidak terlalu ganas. Karena itu, komentator memilih strategi bergerak lincah dengan lompatan ganda dan dash udara. Sinar raksasa yang sangat tebal ia tangkis dengan menyelinap ke bawah pijakan yang muncul. Seiring berjalannya pertarungan, pijakan perlahan menyempit. Bos yang awalnya bergerak lambat menjadi cepat sejak pertengahan, sehingga kesempatan menyerang pun berkurang. Di akhir, ia bertahan dari tiga sinar raksasa beruntun di bawah pijakan kecil, lalu menghabisi bos.
Puncak Cerita Utama: "Eviterno, Leluhur Para Pendosa"
Inilah konfrontasi dengan pria yang juga sudah menampakkan diri di bagian pembuka, "Eviterno, Leluhur Para Pendosa". Menurut penjelasan komentator, pria ini adalah seorang pendosa yang dipanggil oleh mukjizat sebagai penjaga, dan tampaknya rival dari gim sebelumnya tewas setelah kalah dalam pertarungan melawannya.
Pertarungan terbagi menjadi babak pertama dan kedua. Setelah babak pertama yang didominasi sihir diselesaikan dengan cepat, di babak kedua bos berbalik menggempur dengan serangan jarak dekat. Menurut komentator, serangan balik lewat parry sangat efektif melawan bos ini. Serangan pertama ditahan dengan parry, lalu parry terhadap serangan kedua menghasilkan serangan balik. Di awal, bos terus mengulangi gerakan ini, sehingga nyawanya bisa digerus sedikit demi sedikit lewat adu serangan tersebut. Setelah beberapa saat, pola serangannya berubah: ia melompat lalu melancarkan jurus besar. Ini dihadapi dengan menghindar secara berirama sambil menyesuaikan waktu.
Di tengah pertarungan, latar belakang berubah dan muncul adegan yang menampilkan bos-bos yang sudah dikenal sebelumnya. Melihat ini, komentator mengenang kembali pertarungannya melawan bos-bos yang unik itu. Di akhir, tubuh asli bos muncul kembali dan mencoba menuntaskan pertarungan dengan sihir yang menghentikan waktu sesaat, tetapi berhasil dikalahkan.
Bos-Bos DLC "Mea Culpa"
Di sini, sebagai jalan memutar, ia menantang bos-bos dari DLC "Mea Culpa". Yang pertama adalah bos biarawati raksasa "Sol Cautiva del Silencio". Tampaknya kedua tangannya telah terpotong, dan komentator menduga ada kisah mengerikan yang tersembunyi di baliknya. Komentator mengingat bahwa di gim sebelumnya juga ada bos biarawati yang menyerang dengan kedua tangannya, dan karena banyak bagian cerita gim ini berpijak pada gim sebelumnya, ia menduga mungkin ada kisah yang berkaitan.
Dalam pertarungan, ketika nyawa bos turun di bawah separuh, latar belakang naik dan bos mulai menggunakan sinar yang berputar. Sinar ini ikut menyapu bersih musuh kroco di pihaknya sendiri. Komentator menganggapnya sebagai "lelucon ala bos ini", lalu bercanda bahwa karena para kroco hampir tidak melakukan apa-apa dan menghilang begitu saja setelah kalungnya dihancurkan, "teori bahwa mereka cuma figuran untuk dikalahkan" adalah yang paling kuat. Sinar berputar itu berputar, lalu berputar ke arah sebaliknya, kemudian berakhir, dan ia menghabisi bos pada kesempatan menghancurkan kalung berikutnya.
Selanjutnya, demi mendapatkan pedang yang dulu ia andalkan di gim sebelumnya, ia mengejar orang yang merampas pedang itu, "Biarawan Asterión". Menurut komentator, bos ini diperkuat lewat pembaruan setelah DLC dirilis, mungkin karena terlalu lemah saat pertama kali keluar. Pada pertarungan pertama, bos belum mengerahkan kemampuan sesungguhnya, dan nantinya akan dilawan sekali lagi. Ciri khasnya adalah serangan besar turunan dari tebasan ke bawah, yang dilancarkan berkali-kali. Cukup dengan dua kali berpapasan, muncul celah, lalu ia menghentikan waktu dan mengalahkannya sekaligus.
Apakah Pedang dari Gim Sebelumnya "Sudah Ketinggalan Zaman"?
Setelah merebut kembali pedangnya, ia memasuki pertarungan kedua. Namun komentator menilai pedang yang direbut kembali itu tidak terlalu kuat, sehingga ia tetap bertarung dengan senjata petir yang biasa ia pakai. Senjata ini bisa diselimuti petir lewat serangan. Lebih jauh lagi, petir bisa diperkuat dengan perlengkapan tertentu, dan tergantung perlengkapannya, bahkan bisa sudah dalam kondisi diperkuat sejak sebelum pertarungan, sehingga daya serang bisa terus ditingkatkan tergantung build-nya. Dibandingkan dengan itu, komentator menilai pedang dari gim sebelumnya telah menjadi "senjata yang tak bisa menyangkal kesan ketinggalan zaman dan memikul kesedihan".
Bos Terakhir "Penjelmaan Iman" dan Ending Baru
Bos terakhir adalah "Penjelmaan Iman", yang dilahirkan oleh mukjizat dalam wujud daging. Namun kali ini, demi meraih ending baru yang ditambahkan lewat DLC, ia sengaja menantangnya dengan memakai pedang dari gim sebelumnya. Karena pedang saja tidak cukup kuat, ia terus menutupinya dengan sihir berdaya serang tinggi "Debla Cahaya" sepanjang pertarungan. Menurut komentator, pedang ini adalah senjata yang unggul dalam serangan kombo, tetapi kombonya memiliki celah terlalu besar sehingga tidak bisa dipakai, dan jika sampai terlepas, ia bisa langsung kalah dalam sekejap. Karena itu, ia bertarung sambil berhati-hati menahan serangannya agar kombo tidak keluar.
Meski begitu, komentator menyebut bahwa sesuai kebiasaan seri ini, bos terakhirnya agak lemah, kekuatannya seperti semacam pertarungan event. Ia juga menjelaskan alasannya sesuai alur cerita. Dengan dikalahkannya Kehendak Langit di gim sebelumnya, kekuatan mukjizat melemah dan iman orang-orang pun memudar. Akibatnya, berhala ini lahir dalam keadaan tidak sempurna, dan menyerang dalam kondisi seperti bayi tanpa benar-benar memahami alasan keberadaannya sendiri. Komentator menyebut makhluk ini "jujur saja, kasihan", berkata bahwa ia akan segera mengalahkannya agar makhluk itu bisa beristirahat dengan tenang, lalu mengalahkannya.
Di bagian ending, protagonis yang telah menuntaskan ziarahnya mengayunkan pedang dari gim sebelumnya dan sekali lagi menunaikan penebusan dosa. Penilaian keseluruhan dari komentator adalah sebagai berikut. Ini adalah karya yang memancarkan ciri khas Blasphemous, dengan dunianya yang ganjil dan bos-bosnya yang penuh karakter. Aksinya tentu menyenangkan, dan memikirkan kombinasi perlengkapan serta sihir pun menyenangkan, sehingga dari sisi sistem permainan pun gim ini sangat memuaskan.
Artikel tidak ditemukan.
Artikel diterbitkan · Diperbarui
