Tujuh Hari Bertahan di Kota Terlantar Bekas Perang: Catatan Tantangan MrBeast dan Mark Rober

Buka di YouTube ↗
Ringkasan

Jimmy (MrBeast) bersama Mark Rober, Chandler, dan Kris diturunkan helikopter di atap sebuah gedung di tengah kota yang ditinggalkan. Mereka harus bertahan di sana selama tujuh hari. Menurut narasi video, kota yang dulu indah itu pernah dibom lalu ditinggalkan karena perang, sehingga orang yang ada di sana hanyalah mereka dan para juru kamera, "setidaknya yang kami tahu". Saat ditanya kenapa mereka mau melakukannya, jawabannya singkat: untuk konten. Video ini mengikuti cara mereka mencari tempat berlindung, mengelola persediaan yang terbatas, dan menghadapi suara misterius di malam hari, sampai akhirnya tinggal dua orang yang bertahan hingga tantangan selesai.

12 menit baca
0:33

Hari Pertama: Menjelajah dan Membangun Kemah Darurat

Satu-satunya jalan keluar adalah helikopter yang baru saja pergi. Karena itu, tugas pertama mereka adalah menjelajahi kota dan mencari tempat aman untuk dijadikan rumah selama seminggu. Mereka mulai dari gedung tempat mereka mendarat, turun dari atap, lalu memeriksa lantai-lantai di bawahnya. Suasananya, kata Jimmy, seperti berada di tengah kiamat zombie.

Mereka akhirnya memilih area yang menghadap ke seluruh kota dan punya atap untuk melindungi dari hujan. Setelah itu mereka membuka peti perlengkapan yang ditinggalkan helikopter di atap. Isinya barang-barang dasar untuk tujuh hari. Pekerjaan pun dibagi. Kris membuat api bersama Mark, yang memakai susunan kayu model kabin dan tidak lupa menyebut dirinya Eagle Scout. Jimmy dan Chandler mencari tempat tidur.

Chandler menemukan sebuah kasur tua di sudut lantai dua. Jimmy menyerahkannya kepada Chandler dan menyarankan agar kasur itu dialasi terpal supaya tidak digigit serangga. Chandler memutuskan menggulung kasur itu "seperti burrito". Sementara itu yang lain tidur di atas pintu kayu, dan Jimmy langsung mengeluh punggungnya sakit. Mereka menutup hari pertama dengan semangat karena masih banyak gedung yang belum dijelajahi.

2:28

Malam yang Janggal dan Pencarian Rumah Baru

Hari pertama berjalan cukup lancar, tetapi malamnya terjadi sesuatu yang menyeramkan. Mark dan beberapa juru kamera terbangun karena suara gelas pecah tidak jauh dari markas. Salah satu dari mereka bahkan merasa sempat melihat sesuatu. Sejak itu mereka mulai bertanya-tanya apakah mereka benar-benar sendirian di kota itu.

Selain suara aneh, ada masalah yang lebih praktis: lokasi pertama terlalu berangin untuk tidur. Saat ditanya bagaimana tidurnya, jawabannya "ngga nyenyak". Pagi harinya mereka sarapan chili kaleng, yang bagi Jimmy adalah pertama kalinya makan chili untuk sarapan. Dia mengaku terlalu lapar untuk peduli dan menyinggung pengalaman serupa di episode mereka di laut.

Untuk mencari tempat baru, mereka menerbangkan drone ke gedung-gedung yang belum diperiksa, termasuk deretan hotel. Dari sini mereka mulai sadar betapa luasnya kota itu. Di tengah pencarian mereka bertemu tamu tak terduga, seekor kucing. Jimmy mendaratkan drone di sebelahnya dan kucing itu mengendus kamera. Jimmy berkomentar kucing itu sama sekali tidak punya naluri bertahan hidup, sambil bercanda bahwa mereka tidak membayar kucing itu untuk berakting.

Jejak Masa Lalu Kota: Kolam Renang, Lapangan, dan Bola Tua

Karena malam itu diperkirakan akan sangat dingin, mereka melanjutkan perjalanan untuk mencari tempat tinggal yang layak. Sepanjang jalan mereka menemukan sisa-sisa kehidupan kota. Ada bangunan yang menurut mereka tetap terlihat cantik meski rusak, dengan "estetika kiamat zombie". Ada kolam renang yang kini tampak menyeramkan, dan video menyandingkannya dengan gambar kondisi aslinya sebelum bertahun-tahun ditinggalkan. Ada juga lapangan sepak bola dengan bola tua yang menurut mereka pasti lebih tua dari mereka semua, "kecuali Mark", tambah salah satu dari mereka sambil bercanda.

Mereka lalu harus memilih: terus menjelajahi terowongan dan lokasi lain, atau memakai sisa waktu untuk bersiap menghadapi malam supaya tidak kedinginan. Mereka sepakat memilih yang kedua.

Pindah ke Markas yang Lebih Tahan Cuaca

Setelah seharian mencari, mereka menemukan ruangan yang cukup kokoh. Rencananya, api unggun dibuat di dalam ruangan itu dan terpal dipasang di dinding agar suasananya nyaman. Jimmy bercanda bahwa "Mark yang akan lakukan semua itu" walau tadi dia bilang "kami". Masalahnya, semua peralatan masih ada di kemah lama, jadi memindahkannya akan berat.

Matahari mulai terbenam dan suhu turun, jadi mereka kembali ke kemah lama, berkemas, lalu menghabiskan beberapa jam mengangkut barang sebanyak mungkin. Begitu gelap, mereka berhenti. Di markas baru hanya ada satu tas air, beberapa kaleng chili, dan dua kasur tua. Meski serba kurang, tempat itu dinilai lebih baik karena tidak berangin dan lebih hangat.

5:22

Hari Ketiga: Sosok Misterius di Bawah Tangga

Hari ketiga diisi dengan eksplorasi lagi, termasuk ke sebuah pantai. Jimmy bercerita bahwa dari tangga curam menuju pantai, hanya tiga anak tangga yang normal. Saat itulah salah satu dari mereka merasa melihat seseorang, berupa pantulan di bawah tangga. Orang lain di rombongan ikut mengaku melihatnya. Mereka langsung mengaitkannya dengan suara botol kaca pecah di malam pertama. Jimmy menyebut momen ini sebagai saat dia sadar mereka tidak sendirian.

Juru kamera juga menangkap sosok misterius itu lewat drone, jadi mereka memutuskan menyelidiki. Penelusuran membawa mereka ke sebuah rumah besar di samping motel raksasa. Menurut narasi video, hotel itu dulunya tempat liburan mewah sebelum perang yang berlangsung bertahun-tahun mengubah kawasan itu menjadi reruntuhan. Mereka masuk tanpa menunggu juru kamera, menemukan permen yang mereka candakan sebagai cokelat Feastables, lalu menyusuri lorong yang dalam dan makin menyeramkan sampai mereka menyuruh Mark berjalan di depan. Seharian mereka mencari orang itu tanpa hasil. Ketika hari mulai gelap, mereka hanya bisa berharap orang itu tidak balik mencari mereka.

Big Bertha dan Malam Tanpa Makanan

Malam itu mereka mencoba alat yang sudah mereka tunggu-tunggu, lampu senter yang mereka sebut "Big Bertha" dan klaim sebagai lampu senter terkuat di dunia. Gedung yang tadinya tak terlihat dalam gelap langsung tampak jelas. Salah satu dari mereka bercanda bahwa ikan di laut pasti kebingungan. Tak lama kemudian senter itu mati dan tidak bisa menyala lagi. Jimmy merangkum hasilnya: sisi positifnya, mereka sempat bermain dengan senter terkuat di dunia, sisi negatifnya, mereka harus berjalan pulang dalam gelap. Menurut mereka, menyusuri kota itu di malam hari jauh lebih menyeramkan, seakan dunia sudah berakhir dan mereka hanya berusaha bertahan hidup.

Sampai di kemah, api unggun dinyalakan, tetapi makanan tinggal satu kaleng. Karena itu mereka memutuskan berpuasa. Mereka berharap besok bisa mendapat meja, tujuh kursi, dan lebih banyak makanan.

7:45

Hari Keempat: Krisis Air dan Tali yang Putus

Pagi hari keempat mereka sadar persediaan hampir habis, bahkan tas air sudah kosong. Persediaan tambahan masih ada di atap lokasi pertama. Jimmy mengeluh bahwa dia ingin punya lebih dari seratus kalori di tubuhnya untuk bisa mengambilnya. Mereka pun berbagi tugas. Mark dan Chandler kembali ke lokasi pertama untuk mengambil barang dari peti, sedangkan Jimmy dan Kris mencari meja dan kursi supaya tidak "ngga berguna". Jimmy beralasan bahwa di rumah orang biasanya ada meja dan kursi. Kris sempat teralihkan karena menemukan sepeda yang masih bagus, tetapi akhirnya mereka menemukan kursi.

Sementara itu Mark dan Chandler kesulitan membawa tas air seberat 45 kg. Mark, yang disebut Jimmy sebagai YouTuber sains, punya ide menurunkannya dari atap dengan cara yang lebih efisien memakai tali. Talinya putus dan air tumpah ke lantai. Video menegaskan bahwa kejadian itu nyata: Mark menghilangkan setengah persediaan air mereka. Masih ada satu tas air lagi, tapi masalahnya tetap serius.

Dua Anggota Pulang Lebih Awal

Dengan setengah air hilang, menurut Jimmy satu-satunya cara menuntaskan tantangan tujuh hari adalah memulangkan dua orang. Kris dan Chandler bersedia pergi, sehingga persediaan cukup bagi Jimmy dan Mark untuk bertahan penuh. Salah satu dari yang pulang bercanda bahwa mereka sebenarnya takut meninggalkan Jimmy dengan siapa pun selain Mark.

Untuk memberi tahu perahu penjemput, mereka menembakkan suar yang menerangi seluruh kota. Tetapi setelah Kris dan Chandler pergi, Jimmy mengaku merasa sangat kesepian di hari pertama tanpa teman-temannya.

10:09

Mengubah Reruntuhan Menjadi Rumah

Tinggal berdua, Jimmy dan Mark menetapkan target merenovasi markas: memasang terpal agar ruangan tidak kemasukan angin, membuat api unggun di dalam, dan mencari rak serta meja agar tempat itu terasa seperti rumah. Jimmy sempat berkata bahwa dengan ide-ide itu dia mungkin akan bertahan sampai hari ke-14. Mark langsung menimpali, "Dia bohong."

Mereka menggeledah gedung-gedung sekitar dan membawa pulang rak, meja kecil, karpet besar, kursi yang masih berfungsi dan nyaman, sebuah bingkai TV kosong yang mereka sebut "TV palsu", sebuah benda logam temuan juru kamera, potongan sistem ventilasi untuk perapian, dan kertas dinding sungguhan. Ketika Jimmy bertanya untuk apa kertas dinding, Mark menjawab supaya rumahnya terasa seperti rumah. Jimmy menyamakan kegiatan ini dengan berbelanja, hanya saja yang mereka ambil adalah "sampah berumur 30 tahun".

Membersihkan puing dari markas memakan waktu empat jam. Rak dibersihkan dari debu lalu dipakai menyimpan makanan, yang menurut Jimmy entah kenapa setengahnya chili, padahal tidak ada yang suka chili. Mereka juga memasang pintu baru untuk menahan angin dan menggantung terpal besar agar panas api unggun tertahan di dalam. Mark menjelaskan prinsip sederhananya: oksigen masuk, api menyala, panas masuk ke ruangan, asap keluar. Dia sendiri menyebutnya "teknik kampung". Setelah lama kedinginan, api akhirnya menyala dan mereka bisa merasakan panasnya.

Hasil akhirnya, menurut mereka, adalah ruangan terbaik di kota terlantar mana pun. Ada tempat tidur di sudut, pencahayaan yang bagus, perapian, meja dengan kursi, rak berisi sisa makanan, handuk kotor yang dipakai bersama, dan iPad milik Mark yang dipasang di bingkai TV.

12:35

Terbongkarnya Misteri Botol Kaca

Setelah beberapa malam berjalan tenang, suara kaca pecah terdengar lagi. Jimmy ingin naik untuk melihat siapa pelakunya, bahkan berteriak mengajak orang itu keluar dan berteman. Dia juga bertanya kepada Mark apakah ini ulahnya, dan Mark bersumpah bukan dia. Ternyata memang Mark pelakunya. Mark membuka bahwa dia memasang alat berpengendali jarak jauh sehingga bisa meluncurkan botol kaca dari atap sambil tetap berada di kantong tidurnya, tanpa ada yang curiga. Jimmy menyebutnya sebagai hal yang paling khas Mark Rober yang pernah dia lihat dan memprotes karena Mark sudah bersumpah. Karena tantangan tinggal satu hari lagi, kata Jimmy, Mark cukup mudah dimaafkan.

13:28

Hari Terakhir: Bersenang-senang Sebelum Pergi

Pagi berikutnya mereka keluar ruangan dan langsung merasakan betapa jauh lebih dingin di luar. Menurut Jimmy, semua modifikasi markas membuat suhu di dalam sepuluh derajat lebih hangat, dan mereka tidur sangat nyenyak. Di hari terakhir itu mereka memutuskan bersenang-senang. Mereka bermain kayak di kolam renang terbengkalai, bermain bisbol dan sepak bola, dan Mark mengajari Jimmy cara melempar batu secara ilmiah. Mereka juga saling berteriak dari sudut kota yang berbeda dan melempar barang dari atap bersamaan. Jimmy mengakui bahwa kegiatan-kegiatan "bodoh" seperti ini membantu mengalihkan pikiran mereka dari sepinya kota.

Setelah membersihkan kemah, menurut Jimmy hanya ada satu hal yang mereka inginkan: meninggalkan kota itu dan tidak pernah kembali. Video ditutup saat mereka dijemput sambil berteriak "Kebebasan!"