Membangun dan Membagikan 100 Rumah: Perjalanan dari Jamaika hingga Kolombia

Buka di YouTube ↗
Ringkasan

Dalam video ini, MrBeast (Jimmy) dan timnya menargetkan membangun lalu membagikan 100 rumah kepada keluarga yang tidak memiliki tempat tinggal aman. Menurutnya, setiap rumah akan mengubah nasib satu keluarga. Ia juga menyebut timnya menghabiskan jutaan dolar khusus untuk video ini. Perjalanannya dimulai di Jamaika, lalu berlanjut ke El Salvador, Argentina, Meksiko, dan berakhir di Kolombia. Hampir setiap penyerahan dilakukan dengan cara yang sama: keluarga ditutup matanya, lalu diminta membuka penutup mata dan berbalik untuk melihat rumah baru mereka.

8 menit baca

Rumah Pertama di Jamaika

Video dibuka dengan sebuah keluarga yang menurut Jimmy saat itu tidak memiliki rumah dan tidak tahu bahwa rumah sedang dibangun untuk mereka. Setelah penutup mata dibuka, reaksi seorang anak jauh lebih heboh daripada yang Jimmy duga. Anak itu langsung menemukan kamar tidur dan berkata bahwa ia selalu ingin punya kasur tingkat, dan sekarang mimpinya terwujud. Jimmy menekankan bahwa ini baru satu dari 100 rumah yang akan dibagikan.

Ia menjelaskan alasan memulai dari Jamaika. Menurutnya, ada lebih dari setengah juta orang di sana yang tinggal di tempat tidak aman dan dalam kondisi berbahaya. Lewat setiap rumah yang dibangun, ia ingin memperbaiki kualitas hidup keluarga yang tidak punya tempat aman untuk disebut rumah.

Keluarga di Atas Gunung dan Jalan-jalan sebagai Pengalihan

Keluarga berikutnya tinggal di rumah yang menurut Jimmy sangat tidak aman dan bisa roboh kapan saja. Sang ayah membangun rumah itu sendirian. Ia membeli papan dan semua bahan yang terlihat, lalu membawanya ke atas gunung dengan menaruhnya di atas kepala.

Agar tim punya cukup waktu bekerja bersama rekan mereka membangun rumah baru, keluarga ini diajak jalan-jalan. Saat kembali, Jimmy mengungkapkan bahwa jalan-jalan itu hanya pengalihan. Rumah barunya sudah dilengkapi perabotan karena tim melihat keluarga ini butuh furnitur baru. Selain listrik, ada penampungan air untuk air mengalir. Satu kamar diisi kasur tingkat untuk dua anak, dan kamar orang tua dilengkapi kasur bayi karena Jimmy mendengar keluarga itu baru punya anak. Seorang anak bernama Tyra ditunjukkan tempat tidurnya sendiri. Salah satu anggota keluarga berkata hidupnya dulu sangat sulit dan kini berubah. Tim juga menyerahkan sertifikat resmi rumah tersebut.

Atap Bocor dan Anak-anak yang Tak Bisa Tidur

Jimmy menyebut sebagian keluarga tinggal di tempat yang sangat tidak aman, bahkan ada yang mengancam nyawa. Pada keluarga berikutnya, sang ibu bercerita bahwa atap rumah mereka sudah tidak berfungsi. Setiap hujan, seluruh rumah kebanjiran, dan anak-anak basah kuyup hingga tidak bisa tidur. Tim menyerahkan kunci rumah baru dengan janji hal itu tidak akan terjadi lagi.

Sungai yang Menghanyutkan Rumah di El Salvador

Setelah membangun rumah satu per satu di Jamaika, tim pindah ke lokasi yang belakangan disebut berada di El Salvador. Di sana ada sungai yang menurut keterangan dalam video menghancurkan ratusan rumah setiap tahun. Setiap musim hujan, air bah menyapu rumah-rumah beserta orang yang masih berada di dalamnya. Jimmy menunjuk sebuah kulkas yang tergeletak di area sungai dan menduga kulkas itu berasal dari rumah yang terbawa banjir. Pendampingnya membenarkan dugaan itu, dan juga membenarkan bahwa rumah-rumah yang masih dihuni beberapa keluarga di tepi sungai berisiko hancur.

Sebagai jawabannya, tim sudah membangun deretan rumah baru untuk komunitas itu, hanya beberapa mil dari sungai. Penerima pertama adalah Maria dan anaknya. Rumah mereka dulu hancur total karena sungai dan musim hujan, dan mereka tidak punya kasur untuk tidur. Mereka tidak berbahasa Inggris, jadi seorang penerjemah membantu menyampaikan instruksi.

Momen penting di sini adalah ketidaksengajaan. Saat berkeliling rumah, tim baru sadar bahwa keluarga ini belum diberi tahu rumahnya gratis. Jimmy meminta penerjemah menjelaskan bahwa mereka tidak perlu membayar apa pun dan semuanya milik mereka, lalu sedikit menegur karena hal itu belum disampaikan. Sang ibu meminta izin untuk berbaring di kasur, lalu meminta pelukan. Jimmy berkata reaksi seperti inilah alasan timnya membuat video semacam ini. Ia juga meminta keluarga itu tidak lagi mengkhawatirkan sungai. Seperti di Jamaika, keluarga yang punya bayi diberi boks bayi.

Delapan Keluarga Sekaligus dan Lapangan Bola

Di komunitas yang sama, delapan keluarga berdiri dengan mata tertutup di depan rumah masing-masing. Jimmy bercanda bahwa mereka tidak menculik keluarga-keluarga itu, melainkan akan membagikan rumah secara bersamaan. Begitu penutup mata dibuka, ada yang bertanya apakah ini benar-benar gratis, dan ada yang berterima kasih langsung kepada Jimmy. Ia turun menyapa keluarga satu per satu sampai ke rumah paling ujung.

Ketika seorang anak meminta foto, Jimmy bilang ia punya sesuatu yang lebih keren. Selain rumah, komunitas itu juga diberi lapangan sepak bola besar. Ratusan anak sudah menunggu dan baru pertama kali melihat lapangan tersebut. Tim membagikan peralatan sepak bola baru untuk semua anak. Jimmy menutup bagian ini dengan menyebut bahwa di luar komunitas itu masih banyak keluarga di seluruh El Salvador yang butuh tempat tinggal aman. Karena itu, dalam perjalanan keluar, tim membangun rumah sebanyak yang mereka bisa.

Argentina dan Meksiko

Pada titik ini, kata Jimmy, mereka baru setengah jalan. Tim pergi ke sebuah komunitas kecil di Argentina dan membangun rumah satu per satu. Tujuannya, setiap anak di sana punya tempat aman untuk belajar dan tumbuh. Setelah itu mereka terbang ke Meksiko dan terus membangun rumah demi rumah. Kedua lokasi ini hanya ditampilkan singkat tanpa kisah keluarga tertentu.

Kolombia: Rumah yang Dihancurkan Badai

Di Kolombia, tim menemukan komunitas yang rumah-rumahnya hancur karena badai angin. Jimmy menyebutnya tornado. Ia menunjukkan rumah lama John dan Ana dan memakai kata "dulu" karena tornado sudah menghancurkannya, sehingga menurutnya rumah itu tidak layak huni. Keluarga ini tidak tahu akan mendapat rumah baru. Jimmy mengakui mungkin semuanya terasa tidak nyata bagi mereka. Ia sendiri tidak yakin mereka langsung percaya, dan menurutnya meski mereka tak banyak bicara, air mata mereka sudah bicara banyak. Salah satu anggota keluarga berseru bahwa dulu mereka hanya punya kamar setengah jadi, dan kini mereka punya rumah. Tim juga membangun rumah untuk anggota komunitas lainnya. Jimmy berkata bukan hal yang berlebihan untuk berharap setiap orang di dunia punya atap di atas kepalanya.

Ketika Penyerahan Rumah Tidak Berjalan Mulus

Jimmy mengakui tidak semua penyerahan berjalan lancar. Di salah satu rumah, ia tidak sengaja merusak kunci pintu. Furnitur masih di luar dan belum dipindahkan ke dalam, sementara keluarga penerima sudah datang. Jendela sudah dipasangi teralis besi, jadi tidak ada jalan masuk lain. Tim tampak panik dan merasa kehabisan waktu.

Akhirnya Jimmy menyambut keluarga itu, mengaku sepertinya ia merusak kuncinya, lalu menyerahkan kunci sambil berkata mungkin dirinya saja yang bodoh. Ternyata orang lain bisa membuka pintunya dengan mudah, dan Jimmy terheran-heran bagaimana caranya. Ia menertawakan dirinya yang tidak jago jadi tukang kunci. Baginya, yang terpenting adalah Jose dan keluarganya kini punya tempat yang bisa mereka sebut rumah dan tidak perlu lagi khawatir soal tempat tinggal.

Masalah Transportasi: Sepeda Motor dan Sepeda

Tim juga mendengar bahwa satu-satunya kendaraan keluarga Jose rusak, jadi mereka diberi sepeda motor baru. Pengalaman ini membuat Jimmy berpikir. Selama membagikan rumah, ia melihat banyak orang kesulitan dalam hal transportasi dan merasa perlu menyelesaikan masalah itu. Ia lalu membagikan sepeda untuk setiap anak di desa tersebut, dan anak-anak berteriak berterima kasih kepada MrBeast.

Rumah ke-100 dan Harapan ke Depan

Setelah semua rumah di Kolombia, masih tersisa satu rumah untuk dibagikan, yaitu rumah ke-100. Keluarga terakhir membuka penutup mata dan diajak melihat rumah barunya.

Jimmy menutup video dengan berterima kasih kepada rekan-rekan yang membantu membangun semua rumah, juga kepada penonton. Menurutnya, tanpa orang yang menonton video ini, mereka tidak akan bisa membangun seratus rumah. Ia berharap, jika channel terus berkembang, suatu hari mereka bisa membangun seribu rumah.