Atlet Kelas Dunia Melawan Orang Biasa: Dari Serena Williams hingga Tantangan Setengah Juta Dolar Melawan Neymar

Buka di YouTube ↗
Ringkasan

Video ini mempertemukan sejumlah atlet paling terkenal di dunia dengan orang biasa dalam serangkaian duel satu lawan satu. Aturannya hampir selalu sama. Jika peserta biasa menang, ia membawa pulang hadiah uang, umumnya $100.000. Jika atlet yang menang, uang itu didonasikan ke badan amal pilihan sang atlet. Pembawa acara, MrBeast (dipanggil "Jimmy" oleh para pesertanya), menutup video dengan tantangan terbesar: seorang subscriber melawan Neymar dengan taruhan setengah juta dolar.

13 menit baca

Karena selisih kemampuannya sangat jauh, hampir setiap tantangan diberi semacam "handicap" untuk peserta biasa, misalnya waktu lebih lama, putaran lebih sedikit, atau kesempatan lebih banyak. Hasilnya beragam. Ada yang menang, ada yang kalah telak, dan ada yang nyaris berhasil.

Serena Williams: Satu Servis untuk Empat Orang

Tantangan pertama menampilkan Serena Williams, yang disebut sebagai pemain tenis wanita terhebat sepanjang masa. Ia melawan empat orang sekaligus. Syaratnya sederhana: jika salah satu dari keempatnya mampu mengembalikan satu servis Serena, mereka mendapat $100.000. Pembawa acara menekankan bahwa Serena memiliki servis lebih cepat daripada wanita mana pun di bumi.

Keempat peserta tampil percaya diri dan bilang tantangan itu "mudah". Namun bola servis Serena melewati mereka semua tanpa ada yang bisa mengembalikannya. Serena pun menang dan memilih menyumbangkan uangnya ke Yetunde Price Resource Center.

Giannis Antetokounmpo: Balapan Empat Jenis Tembakan

Duel berikutnya mempertemukan Giannis, "Greek Freak", dengan Tristan, pemain basket biasa. Giannis diperkenalkan sebagai sembilan kali All-Star, dua kali MVP, dan juara NBA. Mereka berlomba menyelesaikan empat jenis tembakan secara berurutan: layup, lemparan bebas, tembakan tiga poin, lalu tembakan dari tengah lapangan. Siapa pun yang lebih dulu menyelesaikan keempatnya memenangkan $100.000.

Pertandingan ini justru berbalik tak terduga. Tristan melaju cepat dan sudah setengah jalan menuju hadiah, sementara Giannis berulang kali gagal di lemparan bebas. Tristan sudah mencetak tiga poin dan hanya tinggal menuntaskan tembakan tengah lapangan, sementara Giannis masih tertahan di lemparan bebas. Giannis akhirnya berhasil dan mulai mengejar dengan sangat cepat, tetapi Tristan lebih dulu menyelesaikan tantangan. Giannis mengaku sangat kesal. Pembawa acara merangkumnya dengan menyebut pria itu datang ke Milwaukee dan pulang membawa $100.000.

Steph Curry: Waktu Dua Kali Lipat Pun Tidak Cukup

Setelah Greek Freak gagal mengalahkan orang biasa, giliran Steph Curry diuji. Ia diperkenalkan sebagai pemegang rekor tembakan tiga poin terbanyak sepanjang masa di NBA. Lawannya adalah Demarrion, yang disebut sebagai penembak nomor satu di tingkat SMA.

Formatnya berupa kontes menembak dari beberapa rak bola. Steph mendapat 30 detik untuk mencetak sebanyak mungkin, sementara Demarrion mendapat 60 detik, dua kali lipat, karena ia "hanya anak SMA". Sebelum mulai, Demarrion ditanya lebih suka Steph Curry atau LeBron James, dan ia menjawab LeBron. Pembawa acara bercanda bahwa jawaban itu bisa membuat Steph kesal.

Steph hanya meleset beberapa kali, sementara penonton sesekali meneriakkan "LeBron!". Dalam 30 detik ia mencetak 14 tembakan. Demarrion memulai dengan berat, sempat gagal beruntun sebelum mulai fokus. Dengan waktu dua kali lebih lama, ia hanya mencetak 9. Steph menang dan menyumbangkan $100.000 ke Eat.Learn.Play. Foundation. Saat ditanya bagaimana rasanya, Demarrion menjawab "lumayan" dan mengaku jantungnya berdebar.

Dan Ticktum: Mobil Balap Melawan Ronnie

Duel selanjutnya pindah ke sirkuit. Dan Ticktum, yang diperkenalkan sebagai juara Formula dua kali, beradu cepat dengan Ronnie, salah satu teman pembawa acara. Karena Ronnie bukan pembalap Formula E, ia hanya perlu menyelesaikan tiga putaran sebelum Dan menyelesaikan empat. Hadiahnya $100.000 untuk Ronnie, atau donasi ke badan amal Dan jika Dan menang.

Sebelum balapan, pembawa acara mengingatkan bahwa Ronnie sudah kehilangan sekitar $750.000 di berbagai video mereka, dan bertanya apakah angka itu akan menjadi $850.000. Mereka mengendarai mobil satu kursi yang menurut pembawa acara memiliki akselerasi tertinggi di planet ini. Ia juga mengaku sempat menabrak dinding dengan keras saat putaran uji coba untuk video ini, sehingga ia paham ketakutan Ronnie.

Ronnie sempat unggul di awal, tetapi Dan segera menyalip dan menjauh. Menurut pembawa acara, Dan mencapai kecepatan 322 km/jam dan suara mobilnya terdengar seperti jet tempur. Ronnie bermain aman. Saat ditanya, ia menyebut kecepatannya 112. Dan sudah menyelesaikan putaran kedua ketika Ronnie baru merampungkan putaran pertama, dan selisihnya terus melebar. Dan menang dengan mudah dan menyumbangkan uangnya ke Help for Heroes, yang ia sebut sebagai badan amal veteran Inggris. Ditanya apakah itu membuatnya merasa lebih baik, Ronnie mengiyakan, meski pembawa acara bercanda bahwa Ronnie sebenarnya berpikir "rekening bankku" yang akan lebih baik.

Damian Lillard: Satu Tembakan di Depan 20.000 Penonton

Untuk duel berikutnya, pembawa acara mengisi stadion dengan hampir 20.000 orang. Damian Lillard disebut sebagai salah satu dari hanya tiga pemain yang pernah mencetak lebih dari 70 poin dalam satu pertandingan. Penantangnya, seorang pria biasa, cukup memasukkan satu tembakan sebelum Damian memasukkan tiga.

Damian menembak lebih dulu dan gagal. Si penantang, yang terlihat gugup, mendapat sorakan keras dari penonton dan terus mencoba sementara Damian mulai mengumpulkan tembakan masuk hingga dua dari tiga. Sebelum Damian menuntaskan yang ketiga, penantang berhasil memasukkan tembakannya dan memenangkan $100.000. Ia mengaku tidak bisa percaya dan berterima kasih kepada ayahnya serta atas kesempatan itu.

Aaron Judge: Home Run Derby yang Berubah Jadi Komedi

Bagian bisbol menghadirkan Aaron Judge, yang disebut dua kali MVP dan enam kali All-Star. Lawannya adalah Chandler, anggota tim pembawa acara, yang diperkenalkan secara berlebihan sebagai "mimpi terburuk semua pitcher" dan "jagoan Divisi 2". Ditanya berapa home run yang pernah ia buat, Chandler menjawab satu. Judge menjawab "lebih dari satu", dan pembawa acara menimpali bahwa 300 itu jauh dari "lebih dari satu". Ia juga menyebut tidak ada pemain bisbol yang mencetak home run lebih banyak daripada Judge dalam lima tahun terakhir.

Agar adil, Judge mendapat 10 pukulan, sedangkan Chandler 20. Judge memulai dengan pukulan yang bukan home run, lalu berhasil, dan sempat terganggu oleh candaan tim. Ia akhirnya mencetak 5 home run dari 10 pukulan. Artinya Chandler butuh 6 home run untuk memenangkan $100.000.

Chandler kesulitan sejak awal. Pukulannya melebar ke samping, ditangkap baseman pertama, atau sesekali nyaris mengenai anggota tim lain. Ia sempat meminta tips ayunan kepada Judge dan langsung dijawab "tidak". Chandler membela diri bahwa tingginya tidak 203 cm. Setelah 0 dari 13, pembawa acara mengubah tantangan: jika Chandler bisa memukul satu home run saja, semua orang di sana masing-masing mendapat $100.000. Ia memotivasi Chandler dengan mengingatkan bahwa Big Justice saja bisa memukul 5 home run.

Beberapa pukulan berikutnya mendekati target. Ada yang mengenai dinding dan ada yang nyaris keluar. Pukulan terakhir hanya kurang sekitar 60 cm dari home run. Judge menang dan menyumbangkan uangnya ke All Rise Foundation. Chandler menutup dengan candaan bahwa ia senang uang itu untuk anak-anak, "itulah mengapa aku tidak memukul satu pun". Saat ditanya apakah ia dibayar untuk memukul home run, Chandler menjawab ia dibayar untuk melawak, sedangkan Judge dibayar untuk memukul home run.

Lima Orang Melawan Pemegang Rekor Dunia Menahan Napas

Tantangan berikutnya berbeda: lima kontestan harus menahan napas di dalam tangki air secara bergiliran, dan total waktu gabungan mereka harus melampaui waktu seorang pemegang rekor dunia menahan napas. Pria itu bercerita bahwa ia baru mulai menekuni bidang ini pada usia 48 tahun dan kini berusia 60. Ditanya apakah kondisi paru-paru tidak menurun seiring usia, ia tidak menjawab panjang.

Hadiahnya sebuah Lamborghini baru. Para kontestan awalnya bingung karena mengira target waktunya hanya lima menit. Begitu mulai, mereka segera menyadari betapa beratnya tantangan ini. Orang pertama naik setelah sekitar 23 detik, dan total baru mencapai 45 detik ketika orang berikutnya menyerah. Saat waktu baru sekitar satu menit, mereka sudah masuk ke orang ketiga, sementara pemegang rekor terlihat tenang di dalam air. Pembawa acara menilai mereka tidak sadar telah meletakkan seluruh tekanan pada orang terakhir. Kontestan terakhir, Raech, akhirnya panik dan naik juga.

Kelima kontestan hanya bertahan total 3 menit 13 detik. Menurut pembawa acara, pemegang rekor tersebut, yang dipanggil Don, terus menahan napas hingga 11 menit 45 detik dan keluar dalam keadaan baik.

Joey Chestnut Melawan Empat Pegulat Sumo

Kompetisi terakhir sebelum finale adalah lomba makan hot dog selama 10 menit. Joey Chestnut, yang diperkenalkan sebagai pemenang setiap kontes makan hot dog dalam sejarah, melawan empat pegulat sumo dengan berat gabungan lebih dari 680 kg. Sisi yang makan paling banyak memenangkan $100.000.

Kecepatan Joey langsung terlihat. Ketika para pegulat masing-masing baru menghabiskan setengah hot dog (total dua), Joey sudah makan empat. Pada menit pertama, Joey mencapai 10 hot dog sementara keempat pegulat baru 4 secara gabungan. Pembawa acara menghitung bahwa per orang, kecepatan mereka hanya sepersepuluh kecepatan Joey. Setelah 2,5 menit, Joey sudah 20, sementara pegulat sumo 11.

Hasil akhirnya Joey 46 hot dog, empat pegulat sumo 33. Salah satu pegulat bahkan sempat mengaku sudah kenyang di tengah lomba. Joey menyumbangkan uangnya ke Gleaners Food Bank di Indiana, yang menurutnya memastikan anak-anak tidak kelaparan.

Finale: Higor Melawan Neymar untuk Setengah Juta Dolar

Setelah menyatakan telah membagikan hampir satu juta dolar, pembawa acara masuk ke tantangan utama. Neymar diperkenalkan sebagai superstar sepak bola yang memenangkan 28 gelar juara, satu medali emas Olimpiade, dan pencetak gol terbanyak sepanjang masa untuk Brasil. Lawannya adalah Higor, seorang subscriber. Jika Higor menang, $500.000 masuk ke rekening banknya. Jika Neymar menang, uang itu didonasikan ke badan amal pilihannya. Neymar sempat langsung bercanda kepada Higor, "Maaf, kamu kalah!"

Aturannya dimulai dari titik penalti ke gawang kosong. Jika keduanya mencetak gol, jarak mundur 4,5 meter, dan itu diulang terus sampai ada satu yang mencetak gol sementara yang lain gagal. Lewat suit, Neymar menendang lebih dulu. Empat "stasiun" pertama dilalui keduanya dengan mudah. Pembawa acara menyebut bahwa mulai stasiun kelima, jarak mulai memisahkan pemain biasa dari pemain andalan. Neymar pun terlihat makin serius dan mengencangkan tali sepatunya.

Pada satu stasiun, Higor menendang lebih dulu dengan tendangan yang disebut terburuknya sejauh itu, tetapi Neymar membalas dengan tendangan melengkung yang masuk dan berkata ia suka tekanan. Saat ditanya, Neymar menyebut Piala Dunia memiliki tekanan lebih besar. Higor sempat diajak menyentuh tumpukan uang setengah juta dolar untuk menambah motivasi. Di stasiun berikutnya terjadi kegagalan, dan menurut aturan, jika Neymar juga gagal, putaran diulang.

Pada titik ini aturan ditambah: gol Neymar hanya dihitung jika bola mengenai mistar lalu masuk. Pembawa acara menyebut Neymar sendiri begitu percaya diri sehingga mau diberi syarat itu. Higor berhasil mencetak gol, dan Neymar langsung membalas tanpa menunggu, yang disebut pembawa acara sebagai hal paling santai yang pernah ia lihat. Di stasiun berikutnya, Neymar bahkan memberi arahan kepada Higor untuk membidik ke arah kamera, dan Higor berhasil mencetak gol.

Momen Penentu dari Tengah Lapangan

Duel akhirnya mencapai tengah lapangan. Neymar menendang dan bola tampak masuk, tetapi tayangan ulang menunjukkan bola masih berada di garis gawang. Sempat terjadi perdebatan tentang apakah sebagian besar bola yang melewati garis sudah cukup. Keputusannya tegas: bola harus masuk sepenuhnya, dan jika masih menyentuh garis, itu bukan gol.

Dengan begitu, Higor tinggal butuh satu gol dari tengah lapangan untuk memenangkan setengah juta dolar, disaksikan langsung oleh Neymar. Ia berhasil. Higor resmi mengalahkan Neymar dan menerima $500.000. Video ditutup dengan adegan absurd munculnya "paus-paus" di lapangan yang bahkan membuat pembawa acara bingung.