Blake Mempertahankan $500.000 dari Tank, Bom, dan Mobil Berapi, dan Gagal di Serangan Ketiga

Buka di YouTube ↗
Ringkasan

Dalam video ini, MrBeast menantang Blake mempertahankan uang tunai $500.000 dari serangkaian serangan yang makin berat. Aturannya sederhana: berapa pun uang yang tidak rusak akan menjadi milik Blake. Untuk melindunginya, Blake boleh memakai kartu kredit MrBeast dan membelanjakan berapa pun yang ia mau untuk membangun apa saja. Namun, waktu persiapannya terbatas. Pertanyaan yang diuji sepanjang video adalah seberapa jauh uang, material industri, dan tenaga kerja bisa membeli perlindungan, dan di mana strategi Blake akhirnya gagal.

9 menit baca

Serangan Pertama: Belanja Logam dalam 24 Jam

Serangan pertama berupa lima tank yang akan menembakkan peluru ke tumpukan uang. Blake punya 24 jam sebelum tembakan dimulai, dan ia langsung berlari sambil berteriak bahwa ia butuh logam.

Tiga jam pertama ia habiskan untuk mencari logam. Tujuan pertamanya adalah tempat barang rongsokan. Di sana ia ingin membeli semua truk dan mobil, serta meminta peti kemas milik tempat itu. Menurut narasi, belanja di tempat ini menghabiskan $30.000. Karena itu belum cukup, Blake mendatangi dua toko industri lain. Di salah satunya ia meminta semua barang dikirim dalam 12 jam dan bersedia membayar dua kali lipat. Belanja di sana tercatat $15.000, dan MrBeast mengeluh Blake memakai uangnya banyak sekali.

Rencana Empat Lapis dan Benteng Mobil

Sambil menunggu kiriman, Blake menghabiskan satu jam menyusun strategi, lalu memaparkannya dalam empat langkah. Pertama, peti kemas diletakkan di depan uang, dan MrBeast menyebut ide itu jenius. Kedua, tangki air raksasa. Blake sendiri menilai tangki itu bagus tetapi bukan pelindung terbaik. Ketiga, kontainer diisi batu beton, jerami, dan kayu. Keempat, yang ia sebut pelindung terbaiknya, adalah benteng mobil yang disusun secara strategis. Ide ini ia ambil dari video terakhir yang ia tonton. Ia berharap peluru mengenai mobil lalu memantul ke arah lain. MrBeast mengaku akan sangat terkejut kalau Blake benar-benar bisa membangun semua itu.

Masalah muncul ketika barang-barang Blake baru akan tiba empat jam kemudian. Blake lalu membayar pekerja konstruksi untuk mengerjakan pembangunan. Lokasinya berubah menjadi seperti proyek konstruksi industri, dan Blake dengan percaya diri berkata bahwa bom atom pun tidak akan membuat uangnya pergi ke mana-mana. Di titik ini MrBeast mengungkap bahwa tank hanyalah satu dari empat serangan yang harus dihadapi Blake, dan serangan berikutnya akan jauh lebih sulit.

Tembakan Tank: Delapan Lubang, Uang Selamat

Blake dan krunya bekerja semalaman, tetapi saat matahari terbit pekerjaan belum selesai. MrBeast mempertanyakan sebuah mobil yang ternyata dipakai Blake sebagai tempat penyimpanan, lalu menyuruhnya memindahkan mobil itu ke antara uang dan tank. Blake meminta 10 menit untuk menyiapkan mobil putih, tetapi hanya diberi lima. Saat waktu habis, Blake sudah terjaga selama 25 jam.

Melihat lima tank dan ukuran pelurunya, Blake mengaku tidak menyangka pelurunya sebesar itu. Ia hanya bisa berharap ketiga peti kemasnya mampu menahan. Kelima tank menembakkan total 20 peluru, dan Blake melepaskan tembakan pertama sekaligus terakhir. Di tengah jalan, MrBeast menghitung delapan lubang di satu peti kemas dan yakin uangnya tidak mungkin selamat. Namun saat diperiksa, tumpukan uang masih utuh. Blake lolos dari serangan pertama.

Serangan Kedua: Seratus Kotak TNT

Serangan kedua adalah bom terbesar dalam sejarah channel MrBeast, yang akan diledakkan di dekat uang dalam 24 jam. MrBeast menunjukkan kotak hijau berisi seratus kotak TNT. Blake menanggapi bahwa ia tidak yakin itu legal.

Strategi Blake kali ini berangkat dari sifat serangannya. Pertama, semua benda yang mudah terbakar, terutama kayu, harus disingkirkan. Kedua, memakai tangki air. Ketiga, memindahkan peti kemasnya lebih dekat ke peti kemas lain. Keempat, menambah dinding, semen, batu bata, dan mobil bila perlu. Ia menilai ledakan jauh lebih buruk daripada tank. Ada juga rujukan ke tantangan pertama Blake di video sebelumnya, ketika sebuah lemari besi meledak, semua isinya hancur, dan ia kehilangan $250.000. Bom kali ini disebut lebih besar dari ledakan itu.

Tidur Kebablasan dan Bus Sekolah

Karena sudah terjaga lebih dari 24 jam, Blake menyerahkan pekerjaan kepada pekerja konstruksi dan pergi tidur. Ia tidur jauh lebih lama dari rencana. Saat kembali, ia mendapati hampir tidak ada kemajuan sejak ia pergi. Dengan sisa enam jam, Blake menambal titik-titik lemah benteng dengan suku cadang, batu bata, dan mobil.

MrBeast kemudian memberi tahu bahwa bunyi bip yang terdengar berasal dari bus sekolah yang sedang menuju ke sana dan akan diparkir di posisi Blake berdiri. Blake berharap bus itu tidak berisi anak-anak. MrBeast juga mengaku memakai cokelat Feastables yang baru untuk mengalihkan perhatian agar tim Blake tidak tahu di mana bus itu.

Lima menit sebelum ledakan, Blake meminta tambahan waktu karena butuh 10 menit, tetapi hanya diberi empat menit. Di detik-detik terakhir ia menyemprotkan air ke benteng, hingga akhirnya diperintahkan berhenti dan mematikan semuanya.

Ledakan dan Pemadaman Api

Semua orang pindah ke bunker. Ledakan ditunggu sampai matahari terbenam agar langit sedikit gelap. MrBeast merangkum taruhannya: hasil kerja dua hari, 17 mobil, air untuk peti kemas, dan uang $500.000. Blake mengaku gugup sampai berkeringat. Ia menekan pemicu sambil berteriak, "Ibu, aku sayang kamu."

Ledakan memicu api yang sangat besar. Tim berlari mengambil pemadam, dan Blake memindahkan karung pasir sambil terus berharap uangnya tidak menjadi abu. Ketika tumpukan uang terlihat, Blake berteriak bahwa ia melihat warna hijau. Uangnya tertutup banyak debu tetapi tampak selamat. Blake resmi melewati serangan kedua dari empat.

Serangan Ketiga: Mobil Berapi dan Ketapel

MrBeast menyebut tantangan ketiga sebagai yang tersulit sejauh ini. Mobil berisi bensin akan dibakar lalu dijatuhkan dari udara ke atas uang. Saat Blake bertanya berapa jumlahnya, MrBeast hanya menjawab "banyak". Blake harus berlindung dari serangan udara sekaligus mencegah bensin masuk lewat celah-celah pelindungnya.

Rencana Blake adalah mengisi kotak uang dengan beton dan meletakkan peti kemas di atasnya. Karena kelelahan, ia langsung tidur dan menunda pekerjaan ke hari berikutnya. Menurut narasi, tantangan ini ternyata lebih sulit daripada yang ia hadapi di video-video sebelumnya.

Pada hari keempat, Blake mengaku merasa seperti zombi. Ia mengangkat peti kemas lain dan menyusunnya ke atas membentuk semacam piramida, supaya mobil yang jatuh mengenai peti kemas lalu terguling ke samping, bukan ke uang. Selama beberapa jam ia berusaha memosisikan peti kemas itu, dan untuk menopangnya ia terpaksa memakai kayu. Ia sadar posisi peti kemas itu penentu. Kalau posisinya salah, ia bisa kehilangan banyak uang. Setelah berhasil, tangki air dibawa, diisi batu bata, lalu mobil terakhir miliknya diletakkan di depan. Blake yakin rencananya bagus.

Lalu MrBeast membuka kejutan: sebuah ketapel. Sementara mobil jatuh dari atas, bola api raksasa akan dilempar dari samping. Blake mengaku sudah menebak sejuta kemungkinan tetapi tidak pernah terpikir ketapel. Materialnya pun sudah habis. Truk air yang ia kirim untuk diisi ulang pagi itu belum juga datang. Truk itu baru tiba ketika waktu tinggal sekitar 90 detik, dan Blake menyiram semuanya dengan air sebelum memarkir mobilnya. Ditanya apakah ini akan menghentikan api, ia menjawab ya.

Kayu Penopang Menjadi Tungku

Totalnya ada lima mobil berapi yang dijatuhkan dan lima bola api dari ketapel. Mobil pertama memang terguling dari kontainer seperti rencana, tetapi kayu penopang yang dipakai Blake langsung terbakar. MrBeast tidak habis pikir Blake memakai kayu padahal tahu akan ada mobil berapi. Blake menjawab ia terpaksa. Harapan yang tersisa adalah blok beton di sekeliling uang.

Hujan api berlanjut semalaman, dan api bertahan lebih dari satu setengah jam. MrBeast menyindir bahwa Blake tidak sengaja membuat api unggun. Ia mengira membangun benteng, padahal yang ia buat adalah tungku.

Saat benteng dibongkar, suhu di dalam disebut mencapai seribu derajat, dan uangnya ternyata terbakar habis. Blake mengaku kekalahan ini lebih menyakitkan daripada tantangan laser sebelumnya. Yang paling menyakitkan baginya adalah semua usahanya sia-sia. Serangan keempat tidak pernah dilakukan karena uangnya sudah hilang di serangan ketiga.

Tawaran Terakhir

Sebelum Blake pergi, MrBeast memberinya dua pilihan: pulang membawa $100.000, atau mendapat kesempatan ketiga dan terakhir untuk berkompetisi di video mendatang. Blake memilih kesempatan itu. MrBeast menyebut video kesempatan terakhir Blake akan dirilis pada bulan Februari, dan menutup dengan komentar bahwa ia dan para penonton tidak akan sanggup melihat Blake kalah untuk ketiga kalinya.