MrBeast Membangun 10 Sekolah di Ghana, Ekuador, India, dan Amerika Serikat
MrBeast ミスタービーストDalam video ini, MrBeast (Jimmy) menjalankan proyek yang ia sebut akan mengubah hidup puluhan ribu orang: membangun 10 sekolah di berbagai negara. Ia membuka video dengan menyebut bahwa lebih dari 200 juta anak tidak punya akses ke sekolah. Karena itu, ia ingin berbuat lebih dari sekadar mendirikan gedung. Proyeknya juga mencakup pemberian makan selama beberapa tahun, upaya menjauhkan anak-anak dari pekerjaan anak ilegal, dan penyediaan air bersih agar mereka tidak lagi meminum air kotor. Sepanjang video, ia menegaskan bahwa tujuannya bukan sekadar "mencentang kotak" dengan membangun sekolah, melainkan mengubah kehidupan komunitas di sekitarnya.
Sekolah pertama di Ghana: merobohkan gedung yang diperintahkan untuk dibongkar
Perjalanan dimulai di Ghana. Saat tiba, rekan Jimmy, Chandler, sempat mengira gedung yang mereka lihat adalah hasil pembangunan tim. Ternyata itu gedung sekolah lama. Menurut Jimmy, gedung tersebut sangat berbahaya sampai pemerintah mengeluarkan perintah resmi untuk merobohkannya. Tim pun meruntuhkan bangunan usang itu lalu memperlihatkan sekolah baru kepada anak-anak. Di lokasi ini mereka juga membangun sumur yang bisa dicapai dengan berjalan kaki. Jimmy menyebut sekolah ini baru permulaan dari kehidupan yang ingin mereka pengaruhi secara positif.
Sekolah kedua: renovasi, rumah guru, sumur, dan makan siang lima tahun
Sekolah kedua tidak perlu dirobohkan, tetapi kondisinya buruk. Jimmy menyebutnya gila bahwa lebih dari 250 anak bersekolah di tempat seperti itu. Timnya memutuskan untuk "memberikan segalanya". Dinding dicat ulang, lalu atap, dinding, dan lantai diganti sehingga ruang kelas lama tampak benar-benar baru. Material lama yang dibongkar didaur ulang. Selain memperbaiki kelas lama, mereka membangun dua ruang kelas baru, dan anak-anak diperlihatkan ruangan itu untuk pertama kalinya. Jimmy juga menyebut sebagian anak di sana belum pernah punya mainan seumur hidup. Menurutnya, perbaikan ini bukan hanya akan menaikkan angka kehadiran, tetapi juga membuat anak-anak lebih bahagia.
Perhatian juga diberikan kepada para guru. Kepala sekolah menceritakan bahwa dua guru di sana menghabiskan sepertiga gaji mereka untuk ongkos transportasi dan harus berkendara hingga satu jam untuk sampai ke sekolah. Jimmy menyebut hal itu brutal dan berat. Karena itu, kedua guru tersebut, Joseph dan Emmanuel, masing-masing diberi apartemen sendiri di dekat sekolah. Mereka tidak perlu berbagi.
Ada hal lain yang menurut Jimmy tidak bisa ia abaikan saat pertama kali tiba. Selama lebih dari satu dekade, sebuah sungai menjadi sumber air untuk seluruh desa, dan hampir 80% penduduknya, termasuk anak-anak, mengidap cacing parasit di saluran pencernaan. Tim lalu mengebor sumur baru yang bukan hanya untuk sekolah, tetapi juga untuk ratusan orang di komunitas sekitar. Mereka juga membangun toilet agar murid tidak perlu buang air di semak-semak, wastafel yang airnya diambil dari sumur baru, dan dapur lengkap untuk menyiapkan makan siang setiap hari.
Jimmy kemudian mengumumkan bahwa setiap hari sekolah selama lima tahun ke depan, semua murid akan mendapat makan siang gratis. Untuk memperjelas maknanya, ia meminta seorang guru memilih tanggal mana pun di kalender. Guru itu memilih Mei 2030, dan Jimmy menegaskan bahwa pada saat itu pun makan siang gratis masih diberikan. Ia berterima kasih kepada Rockefeller Foundation yang ikut membantu. Menurut Jimmy, kompleks sekolah ini saja sudah menghabiskan lebih dari setengah juta dolar, belum termasuk sekolah lain dan belum selesai. Ia memperkirakan angkanya akan melebihi satu juta dolar pada akhir tahun, seiring pembangunan sekolah dan komunitas di sekitarnya. Ia juga bercerita dengan geli bahwa karena begitu banyak yang dibangun, warga setempat menjulukinya "Kepala Pembangunan".
Sekolah ketiga: bangunan yang lebih tua dari Jimmy dan kaitannya dengan pekerja anak
Di sekolah berikutnya, Jimmy meminta anak-anak keluar dari gedung. Menurutnya, bangunan itu lebih tua dari dirinya dan atapnya bisa roboh menimpa murid saat belajar, sesuatu yang ia anggap tidak bisa diterima dan termasuk hal paling tragis yang bisa terjadi. Gedung lama dirobohkan dan diganti dengan sekolah dua lantai. Ukurannya dua kali lipat, dengan delapan ruang kelas besar yang lengkap dengan perabot, sehingga lebih dari 300 anak bisa bersekolah di sana. Di sebelahnya dibangun sumur bertenaga panel surya dengan fasilitas penyimpanan air. Menurut Jimmy, air ini melayani ribuan orang di komunitas sekitar.
Di bagian ini Jimmy mengaitkan proyek sekolah dengan isu pekerja anak. Menurutnya, sekolah yang aman membuat anak-anak tidak perlu bekerja secara ilegal. Ia menyebut Feastables, merek miliknya, berkomitmen membayar petani dengan pendapatan yang layak, melakukan audit, dan menangani masalah pekerja anak. Atas dasar itu, katanya, ia membangun sekolah di 11 komunitas berbeda untuk anak-anak di Ghana.
Sekolah keempat: kelas yang kebanjiran saat hujan
Sekolah berikutnya, menurut Jimmy, sudah begitu rusak sehingga hampir mustahil dipakai belajar. Seorang guru menjelaskan bahwa kelas kebanjiran setiap kali hujan, air masuk ke dalam, dan area sekitarnya menjadi sangat berlumpur. Selama beberapa bulan, tim membangun sekolah baru dari nol hingga kelas ketujuh sekaligus yang terakhir selesai. Jimmy menyebut para guru sebelumnya tidak pernah mengizinkan anak-anak masuk ke gedung baru itu, sehingga momen di video adalah pertama kalinya mereka masuk. Setiap kelas juga diisi meja baru.
Sekolah ini sudah punya hubungan dengan tim sebelumnya. Delapan bulan lalu mereka membangun dapur di sekolah lama dan berjanji memberi makan gratis kepada setiap murid di setiap hari sekolah selama lima tahun. Seorang guru berkata kepada Jimmy bahwa mereka butuh kelas baru karena banyak anak ingin mendapat makan gratis. Jimmy menjawab bahwa karena itulah mereka membangun tujuh kelas.
Sekolah kelima: program makan setahun kemudian dan sepuluh ruang kelas
Jimmy lalu mengunjungi sekolah tempat timnya menyiapkan program makan setahun sebelumnya. Setahun kemudian, program itu masih berjalan dan anak-anak mendapat makan siang gratis setiap hari sekolah. Jimmy melaporkan bahwa berkat program ini, kehadiran di sekolah sudah naik 10 persen dan masih terus naik.
Menurut Jimmy, setelah melihat kondisi ruang kelas sekolah itu dalam video sebelumnya, ia tahu mereka harus berbuat sesuatu. Mereka tidak membangun satu, dua, atau tiga kelas, melainkan sepuluh ruang kelas. Ia menekankan bahwa sepuluh kelas ini hanyalah satu dari 10 sekolah dalam video. Anak-anak menyambutnya sambil meneriakkan "Kelas baru!" dan menggandeng tangannya. Jimmy mengatakan hatinya lega karena tanpa sekolah baru ini, anak-anak harus datang setiap hari dengan rasa takut terhadap kelas mereka sendiri.
SMA pertama di sebuah kota dan kantor untuk kepala sekolah
Jimmy lalu beralih ke murid-murid yang bahkan belum punya sekolah. Di kota berikutnya, ia berencana membangun SMA pertama yang pernah ada di sana. Selama ini satu bangunan harus dipakai bersama oleh jenjang SMP hingga SMA, dan kepala sekolahnya terpaksa bekerja di dalam mobil.
Proses pembangunan ditampilkan cukup rinci. Dinding-dinding dibangun satu per satu lalu disatukan. Jimmy mengaku ia mengira membangun sekolah butuh palu, paku, atau semacamnya, dan tidak menyangka prosesnya seperti ini. Ia sempat bercanda bahwa sekolah cepat terlihat jadi, tetapi baru bagian luarnya karena masih harus diisi beton. Bersama 50 sukarelawan, ia mengangkat dan memasang atap. Dalam prosesnya ada candaan soal Nolan yang dianggap kurang tinggi dan keluhan bahwa atapnya berat. Menurut Jimmy, material bangunan "generasi baru" ini akan diisi beton agar sekolah bertahan selama beberapa generasi.
Sambil dinding diisi beton, Jimmy menyiapkan kejutan untuk kepala sekolah. Kepala sekolah itu mengonfirmasi bahwa selama satu dekade terakhir ia bekerja di mobil karena tidak punya kantor. Tim lalu membangun kantor khusus untuknya tepat di sebelah sekolah baru. Ia terharu dan berkata mereka membuatnya menangis. Kejutan terakhir di lokasi ini adalah lapangan sepak bola baru. Jimmy berterima kasih kepada Televisa Foundation yang ikut membantu pembangunannya.
Ekuador: dua sekolah "melayang" di tengah hutan hujan
Sekolah berikutnya di Ekuador disebut Jimmy mungkin yang paling sulit dari semuanya. Dua sekolah di sana berada jauh di dalam hutan hujan, dan menurutnya komunitas itu jarang mendapat bantuan karena lokasinya terpencil. Perjalanan ke sana membutuhkan dua kali penerbangan, tiga jam perjalanan dengan perahu, lalu satu setengah jam berjalan kaki.
Setibanya di sana, tim mendapati hujan membuat kegiatan belajar sangat sulit. Seorang guru mengatakan ia tidak bisa mengajar saat hujan karena atap yang tipis membuat suara siapa pun tidak terdengar. Air juga bisa naik sampai setinggi lutut. Jimmy menanggapi bahwa soal belajar bisa dilupakan dulu, karena kondisinya saja sudah berbahaya. Dua sekolah yang sudah lapuk itu diganti dengan dua sekolah baru yang "melayang", yang dirancang khusus agar murid aman dari hujan. Menurut Jimmy, lebih dari 50 anak kini bisa bersekolah dalam kondisi yang lebih baik. Untuk ratusan murid yang akan belajar di sana ke depannya, tim juga mengganti jembatan kayu yang berbahaya dengan jembatan besi yang lebih aman, supaya anak-anak tidak perlu takut setiap kali berangkat sekolah.
Amerika Serikat: pusat belajar luar ruang untuk anak neurodivergen
Proyek berikutnya berada di Amerika Serikat, di Hope Creek Academy, sekolah untuk murid dengan kebutuhan neurodivergen. Pihak sekolah menjelaskan bahwa mereka berusaha memberi kesempatan kepada anak-anak itu untuk berkembang dan unggul di tempat yang aman. Menurut Jimmy, tempat terbaik bagi anak-anak ini untuk belajar justru di luar ruang kelas. Ia menyebut data menunjukkan anak neurodivergen belajar lebih baik di alam terbuka daripada di dalam ruangan.
Karena itu, ia bekerja sama dengan Lowe's untuk membangun pusat belajar luar ruang. Para pekerja berbaju merah di lokasi adalah karyawan Lowe's yang menyumbangkan waktu mereka secara sukarela. Pihak sekolah menggambarkan tempat ini sebagai lingkungan baru yang belum pernah dirasakan anak-anak, tempat mereka boleh bermain dengan alam, semacam taman bermain yang lebih "membumi". Di bagian ini Jimmy juga menyampaikan pesan mitra: Lowe's disebut telah melampaui target dampak seluas 10 juta kaki persegi yang dibahas di video sebelumnya, dan tahun ini berkomitmen pada lebih dari 2.000 proyek serta lebih dari 200.000 jam sukarela di seluruh negeri. Setelah fasilitas selesai, termasuk sebuah rumah bermain, anak-anak dibawa masuk. Pihak sekolah menilai ruang ini jauh lebih terbuka dan alami, serta memberi lebih banyak kesempatan untuk berimajinasi dan berkreasi.
India: sekolah tiga lantai dan bus sekolah
Sekolah terakhir berada di India. Sekolah ini begitu penuh sesak sampai ratusan murid yang ingin belajar tidak lagi mendapat tempat. Dengan lebih dari 400 murid, sekolah itu hanya punya enam ruang kelas. Tim membangun sekolah baru tiga lantai. Karena anak-anak harus berjalan lebih dari satu jam melewati jalan yang gelap dan berbahaya, tim juga membelikan bus sekolah. Seorang guru mengatakan ia senang murid-muridnya, terutama anak perempuan, kini bisa berangkat dengan selamat. Pihak sekolah menyebut semua anak sangat senang pindah ke sekolah baru dan menyampaikan terima kasih kepada yayasan Jimmy atas bangunan yang sangat besar itu.
Penutup: angka total dan ambisi ke depan
Di akhir video, Jimmy berterima kasih kepada penonton. Menurutnya, karena orang-orang menonton videonya, kehidupan anak-anak, guru, dan seluruh komunitas bisa berubah. Ia menyebut 10 sekolah ini dibangun dengan biaya lebih dari 3 juta dolar dan bisa digunakan oleh 18.000 murid. Ia juga menyebut sumur untuk air minum bersih serta bus dan jembatan yang membuat perjalanan ke sekolah lebih aman, dan berharap semua itu membantu komunitas bukan hanya sekarang, tetapi juga generasi berikutnya. Jimmy mengatakan ia berharap ini baru permulaan. Ia punya ambisi besar agar sepanjang sejarah channel MrBeast mereka bisa membantu dan mengubah hidup jutaan orang lainnya. Video ditutup dengan ucapan terima kasih kepada T-Mobile yang disebut memungkinkan video ini, beserta program edukasi mereka, Project 10Million.
Di video ini, kita akan bangun 10 sekolah di seluruh dunia. Lebih dari 200 juta anak sayangnya nggak punya akses buat ke sekolah, jadi aku mau turun tangan bukan cuma bangun sekolah buat mereka, tapi ngasih makan juga buat beberapa tahun, selametin mereka dari pekerjaan anak ilegal dan nyegah mereka buat minum air kotor.
Gak perlu rekam ini.
Kita punya air!
Video ini bakal ngubah hidup dari puluhan ribu orang di seluruh dunia.
MrBeast!
Kita ada di sekolah pertama kita di Ghana.
Kita ngebangun itu? Nggak, itu sekolah lamanya. Menurutmu aku bangun itu? Nggak.
Kamu tau artinya, Chandler. Ayo robohin sekolah yang udah usang ini.
Oh! Hajar terus!
Sekolah ini berbahaya banget, bahkan pemerintah ngasih perintah resmi buat dirobohin.
Pergi dari sini.
Siapa yang mau liat sekolah baru?
Ayo liat sekolah barunya. Ayo seneng-seneng. Gimana pendapat kalian? Yeah, bener.
Kami juga ngebangun sumur yang bisa disamperin dengan jalan kaki. Aku seneng ngeliat mereka bahagia. Ayo bangun sekolah lagi. Dan itu baru permulaan dari kehidupan yang kita kasih dampak positif.
Sekarang, nggak kaya sekolah terakhir, yang ini gak perlu dirobohin.
Aw. Yeah, aku bisa ambil itu. Iya. Jadi kita bakal mendaur ulang ini.
Gila banget kalo mikir ada lebih dari 250 anak ke sekolah yang kondisinya begini. Jadi kita mau ngasih segalanya. Langkah pertama cat ulang temboknya.
Oh, ngerti. Kamu ngasih bagian pendek buatku. Ya. Terus ngapain kamu di sini, beb? Aku paham bagianku.
Atap baru, tembok baru, lantai baru. Beneran kayak baru. Dan bukan cuma ngebenerin kelas lamanya, kami bangun juga dua ruangan baru yang belum pernah anak-anak ini lihat sebelumnya.
Ayo masuk. Ini pertama kalinya mereka bisa ngelihat kelas baru mereka. Ayo coba lihat. Astaga, liat seberapa bahagianya mereka.
Aku nggak bohong waktu bilang lebih dari 250 anak sekolah di sini, dan sekarang mereka punya dua kelas baru buat belajar.
Gimana pendapat kalian sama kelas barunya? Yeah? Mereka seneng banget. Ini, ayo masuk.
Iya. Jadi kami seneng dapet ini. Iya. Kami bangga sama kalian. Ya, ayo.
Yay!
Beberapa anak di sini belum pernah punya mainan seumur hidup mereka, dan mereka sekarang bahagia banget cuma dengan bermain dan bercanda. Bukan cuma jumlah kehadiran sekolah bakal naik, tapi mereka juga lebih seneng. Aku seneng kita ngelakuin projek ini.
Kepala sekolah bilang kalo dua guru itu ngabisin sepertiga gajinya buat ongkos kerja, dan nyampe satu jam berkendara buat nyampe sekolah, yang jelas brutal banget dan berat, makanya…
Joseph dan Emmanuel, lepas penutup matanya dan liat rumah baru kalian.
Wow! Luar biasa! Ayo masuk. Ayo liat ini. Coba liat ini. Iya! Ini buat kami?
Kalian nggak berbagi apartemen ini. Iya. Ini apartemenmu. Sini ikut aku. Oh, serius? Ini milikmu. Iya.
Makasih. Makasih. Makasih. Makasih. Makasih. Makasih. Sama-sama. Nggak, makasih kalian udah jadi guru yang hebat.
Dan kita nggak berhenti dengan apartemen ini. Waktu pertama nyampe sini, aku liat sesuatu yang gak bisa aku abaikan.
Jangan rekam ini.
Lebih dari sedekade, sungai ini jadi sumber air buat seluruh desa ini. Dan hampir 80% dari populasinya, termasuk anak-anak, mengidap cacing parasit dalam pencernaannya. Ini bikin hatiku sakit.
Jadi kami bor sumur baru, bukan cuma buat sekolah, tapi buat ratusan orang yang ada di sekitar komunitas ini.
Chandler, kamu tahu apa itu? Itu air segar. Sekolahnya bakal punya air bersih buat minum.
Kami juga bangun toilet supaya mereka gak usah pipis dan poop di semak-semak. Dan kami bangun wastafel di sini buat ngambil air dari sumur barunya.
Bahkan kami ngebangun dapur. Kami kasih segalanya buat ini. Ayo masuk. Dapur ini punya segala yang mereka butuhin buat nyediain makan siang setiap harinya.
Aku mau kasih tau, setiap hari sekolah buat lima tahun ke depan… Kami bakal ngasih setiap siswa makan siang gratis.
Aku gak bisa bilang apa pun. Aku gatau harus bilang apa.
Pilih tanggal berapa pun di kalender ini. 2030? Mei 2030, kami ngasih makan gratis. Seriusan? Cuma gitu doang? Gitu aja. Udah aman.
Aku seneng banget. Ini luar biasa! Aku kasih tau mereka. Yeah, kasih tau. Ayo. Aku kasih tau mereka. Oke.
Buat lima tahun ke depan, mereka ngasih kita makan setiap hari.
Makasih buat Rockefeller Foundation yang udah membantu dengan tujuan mulia. Tapi buat semua sekolah yang kita bangun di Ghana.
Kalian gak perlu teriakkin namaku. MrBeast! MrBeast! Makasih, makasih. Udah gak usah.
Kami ngabisin lebih dari setengah juta dolar buat kompon di sini. Nggak termasuk sekolah lainnya. Cuma ini. Dan belum selesai. Angka itu bakalan lebih dari satu juta dolar di akhir tahun ini, dengan ngebangun sekolah ini dan komunitas di sekitarnya, menjadi kehidupan yang lebih baik buat anak-anak dan gurunya. Bangunan yang kita bikin bakal berpengaruh ke generasi berikutnya.
Dan ini lumayan lucu, karena kita bangun banyak di sini, dan mereka menyebutku Kepala Pembangunan.
Jimmy, waktu kamu bilang, kamu lakuin. Kamu gak perlu memujiku kayak gitu, tapi makasih.
MrBeast!
Ini sekolah berikutnya. Anak-anak, bisa keluar dulu? Aku pengen kalian keluar dari sini.
Karena bangunan yang kita masukkin lebih tua dariku. Dan atapnya bisa roboh nimpa mereka waktu belajar, di mana mereka belajar di sini setiap harinya dan ini nggak bisa diterima.
Bisa kalian liat, kita bakalan mulai ngerobohin sekolah ini, karena aku gamau anak-anak ini terbunuh waktu belajar. Maksudku, itu beneran salah satu yang paling tragis yang bisa terjadi. Makanya kita bakal ngerubah sekolah lama mereka jadi sekolah baru dua lantai ini!
Sekarang ukuran sekolahnya dua kali lipat, lebih dari 300 anak bisa sekolah di sini karena ada delapan kelas besar yang penuh perabotannya.
Makasih, MrBeast, buat ngurus anak-anak kami.
Dan di sebelah sekolah dua lantai yang baru, kami bangun sumur berkekuatan solar panel dengan fasilitas penyimpanan air. Dan air ini bukan cuma buat sekolah, tapi juga buat ribuan orang yang hidup di komunitas sekitarnya juga.
Kita di sini bukan buat ngecek kotak dan bangun sekolah. Kita di sini buat mengubah kehidupan komunitasnya. Nyediain sekolah yang aman buat anak-anak ini berarti mereka gak usah bekerja secara ilegal.
Feastables teguh banget buat bayar petani supaya mendapat pendapatan yang layak dan melakukan audit serta mengatasi pekerja anak. Makanya aku bangun sekolah di 11 komunitas berbeda buat anak-anak di Ghana.
Makasih.
Tapi bukan cuma pekerja anak yang kita perbaiki. Sekolah berikutnya udah bobrok banget, hampir mustahil buat dipake belajar. Kelas mereka sebelumnya kayak gini.
Waktu hujan, kebanjiran. Serius? Iya, dan airnya juga sampe masuk, di sini sangat berlumpur waktu hujan.
Jadi buat beberapa bulan berikutnya, kami membangun sekolah baru untuk mereka dari nol. Kelas ketujuh dan terakhir udah selesai. Kita liat pendapat anak-anak.
Ayo masuk. Sumpah, guru-gurunya gak pernah bolehin anak-anak masuk. Ini pertama kalinya mereka pernah masuk.
Keliatannya mereka seneng sama kelas baru mereka. Mereka suka sekolah barunya. Ini alasan kita bikin video ini.
Dan kita bukan cuma ngebangun sekolah baru, termasuk juga nyediain setiap kelasnya dengan meja-meja yang baru, tapi juga… delapan bulan yang lalu, kami bangun dapur buat sekolah lamanya. Dan setiap hari sekolah buat lima tahun ke depan di sini, kami ngasih setiap murid makan gratis.
Kita butuh kelas baru, Jimmy. Banyak anak yang mau makan gratis. Makanya kita ngebangun tujuh. Udah dilakuin, ya. Iya. Iya, masuk akal. Ayo ke sekolah berikutnya.
Ini adalah program ngasih makan di sekolah yang kita siapin tahun lalu, dan ini setahun berikutnya, program makan sekolah masih berlanjut. Setiap hari sekolah anak-anak ini dapet makan siang gratis. Dan karena program makan kami, kehadiran di sekolah udah naik 10 persen dan masih naik.
Dan waktu aku liat keadaan kelasnya dari video itu, aku tau kita harus lakuin sesuatu. Makanya, pastinya, kita kasih mereka sekolah yang baru.
Dan kita nggak ngebangun anak-anak ini satu ruangan kelas. Nggak cuma dua. Nggak cuma tiga. Kami ngebangun 10 kelas. Dan kesepuluh kelas yang dibangun baru satu dari 10 sekolah yang kami bangun di video ini.
Kita liat pendapat anak-anak. Kalian siap buat liat kelas barunya? Iya! Ikut aku. Kamu mau ngeliatnya? Liat seberapa bahagianya mereka buat liat kelasnya.
Kelas baru! Kelas baru! Kelas baru! Kelas baru! Kelas baru!
Mereka megang tanganku. Ayo masuk.
Kalo bukan karena sekolah yang baru kami buat, mereka harus ke sekolah tiap hari dengan ketakutan sama kelasnya. Dan ini bikin hatiku lega karena mereka ada di sekolah aman yang kami bangun.
Kalian suka kelas barunya? Iya! Mereka suka. Kalian harus sekolah, ya. Aku bangun ini buat kalian.
Tapi masih banyak siswa lainnya di seluruh dunia yang bahkan nggak punya sekolahnya. Dan kita bakal bangun SMA pertama yang pernah ada di kota ini.
Di seluruh kota ini, satu bangunan harus berbagi dari tingkat SMP sampe ke tingkat SMA. Kepala sekolah mereka terpaksa harus kerja di mobilnya. Dan kita di sini bakal bangun sekolah baru buat mereka.
Dan kita mulai dengan bangun setiap tembok terus kita gabungin semuanya. Waktu bayangin ngebangun sekolah, aku gak nyangka kayak gini. Aku kira butuh palu sama paku atau apa.
Oke, satu tembok beres. Tembok kedua. Ayo. Itu dia. Tembok nomor tiga. Sekolahnya mulai keliatan cukup cepet. Yah, bagian luarnya. Tetep harus dikasih beton dan… kita bangun sekolah yang bagus, percaya aku. Kita taro di satu tempat dan kasih atapnya.
Sekarang, aku sama 50 sukarelawan bakal masangin atap buat sekolahnya. Ada yang menyebutnya naikin atapnya.
Aku akuin deh, itu bagus. Makasih, bro. Mereka mulai. Aku bahkan gak menyentuhnya. Nolan nggak cukup tinggi.
Bisa kalian liat, setengah atapnya udah ada. Sekarang ke sisi satunya. Kita keliatan kayak mau berperang. Ini dia. Siap? Astaga! Benda ini berat. Atap kedua beres. Berhasil.
Bahan bangunan gen baru ini bakal diisi sama beton, supaya sekolah ini bisa bertahan buat beberapa generasi. Dan selagi mereka mulai mengisi temboknya pake beton, aku punya satu kejutan lagi buat bagian terpenting di sekolahnya.
Kamu kepala sekolah, sekolah sebelumnya, dan katanya selama dekade terakhir, kamu kerja di mobilmu.
Iya, aku harus bekerja di mobilku karena aku gak punya kantor.
Jadi tepat di sebelah sekolah barunya, kami bangun kantor khusus buat dia. Ini kantor barumu!
Terima kasih banyak! Kalian membuatku menangis! Makasih, Jimmy!
Sama-sama. Jangan bekerja di mobilmu lagi. Kamu sekarang punya kantor baru dengan sekolah baru milikmu.
Tapi sekolah ini gak bisa dianggap beres tanpa satu kejutan terakhir. Kami juga bikinin kalian lapangan bola yang baru. Ayo, ayo, ayo, ayo! Makasih buat Televisa Foundation buat ngebantu bangun ini. Ayo bangun sekolah lagi.
Sekolah berikutnya yang bakal kita bangun mungkin yang paling susah dari semuanya, yang ada di Ekuador. Bayangin hidup jauh di dalam hutan, sampe kamu harus berjuang sendiri. Itu kenyataan dari dua sekolah berikutnya. Karena mereka gak dapet pertolongan karena jauh di dalam hutan hujan ini, kami lakuin segalanya buat bisa nyampe sana.
Kita harus pake pesawat dua kali. Sekarang tiga jam perjalanan pake perahu. Terus kita harus berjalan selama satu setengah jam. Selama satu setengah jam.
Dan waktu nyampe, kami mengetahui gimana hujan bikin anak-anak sulit belajar. Aku gak bisa ngajar waktu hujan. Itu mustahil. Atap yang tipis bikin mustahil banget buat dengar siapa pun. Anak-anak, mereka nggak bisa belajar tanpa kondisi yang layak.
Seberapa tinggi airnya bakal naik? Sampai setinggi lutut. Lupain soal belajar. Itu udah bahaya.
Jadi, kita ngeganti dua sekolah yang udah lapuk dengan dua sekolah baru yang melayang, dirancang khusus buat mastiin kalo semua murid bakalan aman dari hujan. Lebih dari 50 anak sekarang bisa kembali dari sekolah dengan kondisi lebih baik.
Apa kalian senang? Iya! Iya!
Dan buat menyambut ratusan murid di sekolah ini yang bakal belajar di kemudian hari, kami ngeganti jembatan kayu yang berbahaya sama jembatan besi yang lebih aman.
Lebih keras! Iya! Dan sekarang anak-anak gak perlu takut setiap kali mereka mau sekolah.
Sekarang anak-anak ini punya tempat seru buat belajar, kita bantuin yang lain dengan cara yang sama yang ada di Amerika. Hope Creek Academy adalah sekolah buat murid yang memiliki kebutuhan neurodivergen. Kami nyoba buat ngasih kesempatan
Kami nyoba buat ngasih kesempatan buat mereka berkembang dan unggul di tempat aman.
Apa kabar, semuanya? Baik.
Dan tempat terbaik buat anak-anak ini belajar bukan di dalam ruangan kelas, tapi justru di luar sekolah. Data nunjukkin anak-anak neurodivergen belajar lebih baik di luar, di alam, daripada mereka berada di dalam sebuah ruangan.
Makanya aku kerja sama sama Lowe's buat ngebangun pusat belajar buat anak-anak ini. Semua orang yang kalian liat pake warna merah bekerja buat Lowe's dan sukarela ngasih waktu mereka buat membangun tempat buat anak-anak ini belajar dan berkembang.
Gimana tempat ini bisa ngebantu mereka belajar?
Ini bakal jadi lingkungan baru buat mereka yang nggak pernah mereka rasain, di mana mereka diizinin buat bermain dengan alam.
Jadi, pada dasarnya, ini kayak playground yang lebih membumi. Iya.
Di video sebelumnya, kita ngomongin soal Lowe's pengen bikin dampak seluas 10 juta kaki persegi dan mereka ngelampauin target itu. Tahun ini, mereka berkomitmen buat lebih dari 2.000 proyek berdampak dan lebih dari 200.000 jam sukarela di seluruh negeri.
Bawa masuk. Maaf, salahku. Maaf. Aku sengaja ngelakuinnya.
Membantu orang udah jadi DNA Lowe's buat selama ratusan tahun. Jadi aku pengen bilang makasih banyak, Lowe's, buat jadi partner kita dan sama komitmen kalian buat ngelakuin hal baik di seluruh dunia.
Kita punya rumah bermain. Semoga mereka suka itu, karena ini berat.
Kalo mau tahu lebih, scan QR kode ini atau klik link di deskripsi, dan liat caramu bisa berpartisipasi.
Dan setelah ngasih sentuhan terakhir buat pusat belajar ini, akhirnya sekarang waktunya buat membawa anak-anak ini ke kelasnya.
Anak-anak sangat senang. Terima kasih. Ini jauh lebih terbuka, lebih alami, dan juga ngasih lebih banyak kesempatan buat berimajinasi dan kreatif.
Makasih, MrBeast. W MrBeast!
Dan buat sekolah terakhir, kita pergi ke India, ke sekolah yang terlalu sesak sampai ratusan murid yang ingin belajar gak punya tempat lagi buat belajar.
Kami nggak punya kelas sendiri.
Dengan lebih dari 400 murid, berapa banyak kelas yang kalian punya? Enam. Enam kelas? Iya.
Jadi kita bangun sekolah baru tiga lantai ini. Dan karena anak-anak ini harus berjalan lebih dari satu jam dalam jalanan yang gelap dan berbahaya buat ke sekolah… Kami ngasih bus. Benar, kami beliin mereka bus sekolah mereka.
Aku seneng muridku, apalagi perempuan, bisa pergi dengan selamat.
Oke, guys. Kita bakal ke kelas baru kalian. Apa kalian senang? Iya! Aku juga seneng. Ayo! Iya!
Anak-anak, mereka semua bilang "Kami seneng banget buat ke sekolah barunya." Jadi aku sangat berterima kasih sama badan amalmu. Mereka ngasih kami bangunan yang sangat besar.
Hooray!
Aku cuma mau bilang aku bukan yang terbaik dalam hal ini, tapi dari hatiku yang terdalam… Oh, liat, ada munchkin kecil di sana. Dari hatiku yang terdalam, aku mau bilang makasih.
Kita gak bakal bisa mengubah hidup anak-anak, hidup guru-guru. Kehidupan seluruh komunitas bisa berubah karena kalian menonton videoku dan bikin aku bisa lakuin ini.
Kalian alasannya kami bisa bangun 10 sekolah ini dengan biaya lebih dari 3 juta dolar, yang bisa dipake buat 18.000 murid. Kalian alasan kami bisa bangun sumur buat ngasih air segar buat diminum dan bikin lebih aman dengan bus dan jembatan, membantu komunitas ini bukan cuma sekarang, tapi buat generasi berikutnya.
Semoga ini baru permulaan aja. Aku punya ambisi besar, dan semoga sepanjang sejarah dari channel MrBeast ini, kita bisa bantu dan mengubah jutaan hidup orang lainnya. Jadi aku berterima kasih sama kalian semua yang udah nonton. Makasih banyak.
Makasih banyak buat partner kami di T-Mobile yang udah bikin video ini memungkinkan, dan buat kerja luar biasa mereka buat edukasi, menyambungkan murid dengan Project 10Million mereka.
Artikel diterbitkan
