MrBeast Membangun 10 Sekolah di Ghana, Ekuador, India, dan Amerika Serikat

Buka di YouTube ↗
Ringkasan

Dalam video ini, MrBeast (Jimmy) menjalankan proyek yang ia sebut akan mengubah hidup puluhan ribu orang: membangun 10 sekolah di berbagai negara. Ia membuka video dengan menyebut bahwa lebih dari 200 juta anak tidak punya akses ke sekolah. Karena itu, ia ingin berbuat lebih dari sekadar mendirikan gedung. Proyeknya juga mencakup pemberian makan selama beberapa tahun, upaya menjauhkan anak-anak dari pekerjaan anak ilegal, dan penyediaan air bersih agar mereka tidak lagi meminum air kotor. Sepanjang video, ia menegaskan bahwa tujuannya bukan sekadar "mencentang kotak" dengan membangun sekolah, melainkan mengubah kehidupan komunitas di sekitarnya.

12 menit baca

Sekolah pertama di Ghana: merobohkan gedung yang diperintahkan untuk dibongkar

Perjalanan dimulai di Ghana. Saat tiba, rekan Jimmy, Chandler, sempat mengira gedung yang mereka lihat adalah hasil pembangunan tim. Ternyata itu gedung sekolah lama. Menurut Jimmy, gedung tersebut sangat berbahaya sampai pemerintah mengeluarkan perintah resmi untuk merobohkannya. Tim pun meruntuhkan bangunan usang itu lalu memperlihatkan sekolah baru kepada anak-anak. Di lokasi ini mereka juga membangun sumur yang bisa dicapai dengan berjalan kaki. Jimmy menyebut sekolah ini baru permulaan dari kehidupan yang ingin mereka pengaruhi secara positif.

Sekolah kedua: renovasi, rumah guru, sumur, dan makan siang lima tahun

Sekolah kedua tidak perlu dirobohkan, tetapi kondisinya buruk. Jimmy menyebutnya gila bahwa lebih dari 250 anak bersekolah di tempat seperti itu. Timnya memutuskan untuk "memberikan segalanya". Dinding dicat ulang, lalu atap, dinding, dan lantai diganti sehingga ruang kelas lama tampak benar-benar baru. Material lama yang dibongkar didaur ulang. Selain memperbaiki kelas lama, mereka membangun dua ruang kelas baru, dan anak-anak diperlihatkan ruangan itu untuk pertama kalinya. Jimmy juga menyebut sebagian anak di sana belum pernah punya mainan seumur hidup. Menurutnya, perbaikan ini bukan hanya akan menaikkan angka kehadiran, tetapi juga membuat anak-anak lebih bahagia.

Perhatian juga diberikan kepada para guru. Kepala sekolah menceritakan bahwa dua guru di sana menghabiskan sepertiga gaji mereka untuk ongkos transportasi dan harus berkendara hingga satu jam untuk sampai ke sekolah. Jimmy menyebut hal itu brutal dan berat. Karena itu, kedua guru tersebut, Joseph dan Emmanuel, masing-masing diberi apartemen sendiri di dekat sekolah. Mereka tidak perlu berbagi.

Ada hal lain yang menurut Jimmy tidak bisa ia abaikan saat pertama kali tiba. Selama lebih dari satu dekade, sebuah sungai menjadi sumber air untuk seluruh desa, dan hampir 80% penduduknya, termasuk anak-anak, mengidap cacing parasit di saluran pencernaan. Tim lalu mengebor sumur baru yang bukan hanya untuk sekolah, tetapi juga untuk ratusan orang di komunitas sekitar. Mereka juga membangun toilet agar murid tidak perlu buang air di semak-semak, wastafel yang airnya diambil dari sumur baru, dan dapur lengkap untuk menyiapkan makan siang setiap hari.

Jimmy kemudian mengumumkan bahwa setiap hari sekolah selama lima tahun ke depan, semua murid akan mendapat makan siang gratis. Untuk memperjelas maknanya, ia meminta seorang guru memilih tanggal mana pun di kalender. Guru itu memilih Mei 2030, dan Jimmy menegaskan bahwa pada saat itu pun makan siang gratis masih diberikan. Ia berterima kasih kepada Rockefeller Foundation yang ikut membantu. Menurut Jimmy, kompleks sekolah ini saja sudah menghabiskan lebih dari setengah juta dolar, belum termasuk sekolah lain dan belum selesai. Ia memperkirakan angkanya akan melebihi satu juta dolar pada akhir tahun, seiring pembangunan sekolah dan komunitas di sekitarnya. Ia juga bercerita dengan geli bahwa karena begitu banyak yang dibangun, warga setempat menjulukinya "Kepala Pembangunan".

Sekolah ketiga: bangunan yang lebih tua dari Jimmy dan kaitannya dengan pekerja anak

Di sekolah berikutnya, Jimmy meminta anak-anak keluar dari gedung. Menurutnya, bangunan itu lebih tua dari dirinya dan atapnya bisa roboh menimpa murid saat belajar, sesuatu yang ia anggap tidak bisa diterima dan termasuk hal paling tragis yang bisa terjadi. Gedung lama dirobohkan dan diganti dengan sekolah dua lantai. Ukurannya dua kali lipat, dengan delapan ruang kelas besar yang lengkap dengan perabot, sehingga lebih dari 300 anak bisa bersekolah di sana. Di sebelahnya dibangun sumur bertenaga panel surya dengan fasilitas penyimpanan air. Menurut Jimmy, air ini melayani ribuan orang di komunitas sekitar.

Di bagian ini Jimmy mengaitkan proyek sekolah dengan isu pekerja anak. Menurutnya, sekolah yang aman membuat anak-anak tidak perlu bekerja secara ilegal. Ia menyebut Feastables, merek miliknya, berkomitmen membayar petani dengan pendapatan yang layak, melakukan audit, dan menangani masalah pekerja anak. Atas dasar itu, katanya, ia membangun sekolah di 11 komunitas berbeda untuk anak-anak di Ghana.

Sekolah keempat: kelas yang kebanjiran saat hujan

Sekolah berikutnya, menurut Jimmy, sudah begitu rusak sehingga hampir mustahil dipakai belajar. Seorang guru menjelaskan bahwa kelas kebanjiran setiap kali hujan, air masuk ke dalam, dan area sekitarnya menjadi sangat berlumpur. Selama beberapa bulan, tim membangun sekolah baru dari nol hingga kelas ketujuh sekaligus yang terakhir selesai. Jimmy menyebut para guru sebelumnya tidak pernah mengizinkan anak-anak masuk ke gedung baru itu, sehingga momen di video adalah pertama kalinya mereka masuk. Setiap kelas juga diisi meja baru.

Sekolah ini sudah punya hubungan dengan tim sebelumnya. Delapan bulan lalu mereka membangun dapur di sekolah lama dan berjanji memberi makan gratis kepada setiap murid di setiap hari sekolah selama lima tahun. Seorang guru berkata kepada Jimmy bahwa mereka butuh kelas baru karena banyak anak ingin mendapat makan gratis. Jimmy menjawab bahwa karena itulah mereka membangun tujuh kelas.

Sekolah kelima: program makan setahun kemudian dan sepuluh ruang kelas

Jimmy lalu mengunjungi sekolah tempat timnya menyiapkan program makan setahun sebelumnya. Setahun kemudian, program itu masih berjalan dan anak-anak mendapat makan siang gratis setiap hari sekolah. Jimmy melaporkan bahwa berkat program ini, kehadiran di sekolah sudah naik 10 persen dan masih terus naik.

Menurut Jimmy, setelah melihat kondisi ruang kelas sekolah itu dalam video sebelumnya, ia tahu mereka harus berbuat sesuatu. Mereka tidak membangun satu, dua, atau tiga kelas, melainkan sepuluh ruang kelas. Ia menekankan bahwa sepuluh kelas ini hanyalah satu dari 10 sekolah dalam video. Anak-anak menyambutnya sambil meneriakkan "Kelas baru!" dan menggandeng tangannya. Jimmy mengatakan hatinya lega karena tanpa sekolah baru ini, anak-anak harus datang setiap hari dengan rasa takut terhadap kelas mereka sendiri.

SMA pertama di sebuah kota dan kantor untuk kepala sekolah

Jimmy lalu beralih ke murid-murid yang bahkan belum punya sekolah. Di kota berikutnya, ia berencana membangun SMA pertama yang pernah ada di sana. Selama ini satu bangunan harus dipakai bersama oleh jenjang SMP hingga SMA, dan kepala sekolahnya terpaksa bekerja di dalam mobil.

Proses pembangunan ditampilkan cukup rinci. Dinding-dinding dibangun satu per satu lalu disatukan. Jimmy mengaku ia mengira membangun sekolah butuh palu, paku, atau semacamnya, dan tidak menyangka prosesnya seperti ini. Ia sempat bercanda bahwa sekolah cepat terlihat jadi, tetapi baru bagian luarnya karena masih harus diisi beton. Bersama 50 sukarelawan, ia mengangkat dan memasang atap. Dalam prosesnya ada candaan soal Nolan yang dianggap kurang tinggi dan keluhan bahwa atapnya berat. Menurut Jimmy, material bangunan "generasi baru" ini akan diisi beton agar sekolah bertahan selama beberapa generasi.

Sambil dinding diisi beton, Jimmy menyiapkan kejutan untuk kepala sekolah. Kepala sekolah itu mengonfirmasi bahwa selama satu dekade terakhir ia bekerja di mobil karena tidak punya kantor. Tim lalu membangun kantor khusus untuknya tepat di sebelah sekolah baru. Ia terharu dan berkata mereka membuatnya menangis. Kejutan terakhir di lokasi ini adalah lapangan sepak bola baru. Jimmy berterima kasih kepada Televisa Foundation yang ikut membantu pembangunannya.

Ekuador: dua sekolah "melayang" di tengah hutan hujan

Sekolah berikutnya di Ekuador disebut Jimmy mungkin yang paling sulit dari semuanya. Dua sekolah di sana berada jauh di dalam hutan hujan, dan menurutnya komunitas itu jarang mendapat bantuan karena lokasinya terpencil. Perjalanan ke sana membutuhkan dua kali penerbangan, tiga jam perjalanan dengan perahu, lalu satu setengah jam berjalan kaki.

Setibanya di sana, tim mendapati hujan membuat kegiatan belajar sangat sulit. Seorang guru mengatakan ia tidak bisa mengajar saat hujan karena atap yang tipis membuat suara siapa pun tidak terdengar. Air juga bisa naik sampai setinggi lutut. Jimmy menanggapi bahwa soal belajar bisa dilupakan dulu, karena kondisinya saja sudah berbahaya. Dua sekolah yang sudah lapuk itu diganti dengan dua sekolah baru yang "melayang", yang dirancang khusus agar murid aman dari hujan. Menurut Jimmy, lebih dari 50 anak kini bisa bersekolah dalam kondisi yang lebih baik. Untuk ratusan murid yang akan belajar di sana ke depannya, tim juga mengganti jembatan kayu yang berbahaya dengan jembatan besi yang lebih aman, supaya anak-anak tidak perlu takut setiap kali berangkat sekolah.

Amerika Serikat: pusat belajar luar ruang untuk anak neurodivergen

Proyek berikutnya berada di Amerika Serikat, di Hope Creek Academy, sekolah untuk murid dengan kebutuhan neurodivergen. Pihak sekolah menjelaskan bahwa mereka berusaha memberi kesempatan kepada anak-anak itu untuk berkembang dan unggul di tempat yang aman. Menurut Jimmy, tempat terbaik bagi anak-anak ini untuk belajar justru di luar ruang kelas. Ia menyebut data menunjukkan anak neurodivergen belajar lebih baik di alam terbuka daripada di dalam ruangan.

Karena itu, ia bekerja sama dengan Lowe's untuk membangun pusat belajar luar ruang. Para pekerja berbaju merah di lokasi adalah karyawan Lowe's yang menyumbangkan waktu mereka secara sukarela. Pihak sekolah menggambarkan tempat ini sebagai lingkungan baru yang belum pernah dirasakan anak-anak, tempat mereka boleh bermain dengan alam, semacam taman bermain yang lebih "membumi". Di bagian ini Jimmy juga menyampaikan pesan mitra: Lowe's disebut telah melampaui target dampak seluas 10 juta kaki persegi yang dibahas di video sebelumnya, dan tahun ini berkomitmen pada lebih dari 2.000 proyek serta lebih dari 200.000 jam sukarela di seluruh negeri. Setelah fasilitas selesai, termasuk sebuah rumah bermain, anak-anak dibawa masuk. Pihak sekolah menilai ruang ini jauh lebih terbuka dan alami, serta memberi lebih banyak kesempatan untuk berimajinasi dan berkreasi.

India: sekolah tiga lantai dan bus sekolah

Sekolah terakhir berada di India. Sekolah ini begitu penuh sesak sampai ratusan murid yang ingin belajar tidak lagi mendapat tempat. Dengan lebih dari 400 murid, sekolah itu hanya punya enam ruang kelas. Tim membangun sekolah baru tiga lantai. Karena anak-anak harus berjalan lebih dari satu jam melewati jalan yang gelap dan berbahaya, tim juga membelikan bus sekolah. Seorang guru mengatakan ia senang murid-muridnya, terutama anak perempuan, kini bisa berangkat dengan selamat. Pihak sekolah menyebut semua anak sangat senang pindah ke sekolah baru dan menyampaikan terima kasih kepada yayasan Jimmy atas bangunan yang sangat besar itu.

Penutup: angka total dan ambisi ke depan

Di akhir video, Jimmy berterima kasih kepada penonton. Menurutnya, karena orang-orang menonton videonya, kehidupan anak-anak, guru, dan seluruh komunitas bisa berubah. Ia menyebut 10 sekolah ini dibangun dengan biaya lebih dari 3 juta dolar dan bisa digunakan oleh 18.000 murid. Ia juga menyebut sumur untuk air minum bersih serta bus dan jembatan yang membuat perjalanan ke sekolah lebih aman, dan berharap semua itu membantu komunitas bukan hanya sekarang, tetapi juga generasi berikutnya. Jimmy mengatakan ia berharap ini baru permulaan. Ia punya ambisi besar agar sepanjang sejarah channel MrBeast mereka bisa membantu dan mengubah hidup jutaan orang lainnya. Video ditutup dengan ucapan terima kasih kepada T-Mobile yang disebut memungkinkan video ini, beserta program edukasi mereka, Project 10Million.