Bertahan Lebih dari 60 Hari di Supermarket: Aliansi, Sabotase, dan Taruhan Satu Juta Dolar
MrBeast ミスタービーストMrBeast membeli sebuah supermarket, lalu memberi pengunjungnya tantangan sederhana: siapa pun yang paling terakhir keluar dari toko akan memenangkan 250 ribu dolar. Pesertanya bukan teman atau kenalan, melainkan pembeli acak yang kebetulan sedang berbelanja. Video ini mengikuti perjalanan mereka selama lebih dari 60 hari. Ada aliansi yang terbentuk lalu runtuh, sabotase demi sabotase, keputusan pulang demi keluarga, hingga sebuah tawaran di akhir yang justru membuat tantangan semakin panjang.
Awal Kompetisi: Pembeli Acak dan Belanjaan Gratis
MrBeast bercerita bahwa begitu membeli supermarket itu, ia langsung memberi diskon 50% untuk semua barang. Diskon inilah yang menarik banyak orang datang. Salah satu peserta mengaku awalnya hanya mengira akan mendapat belanjaan setengah harga. Begitu pengumuman dibuat, reaksi pengunjung beragam. Ada yang bahkan tidak tahu siapa MrBeast. Ada yang bertekad bertahan "sampai akhir tahun". Seorang lulusan kuliah yang menganggur merasa diuntungkan, sementara peserta lain harus memilih antara pekerjaan dan kompetisi. Ada yang menelepon manajernya untuk menjelaskan bahwa ia harus tetap di dalam toko.
Aturannya jelas: melewati garis merah di pintu keluar berarti gugur. Mereka yang tidak bisa atau tidak mau ikut boleh mengisi troli dengan belanjaan gratis lalu pulang. Menurut MrBeast, begitu tahu soal belanjaan gratis itu, justru banyak orang yang langsung pergi. Peserta boleh memakai barang apa pun di dalam toko dan bebas memilih untuk berbagi atau menyimpannya sendiri. Salah satu peserta meringkasnya dengan kalimat, "Orang-orang bisa ngambil barang-barang kamu. Ini perang."
Benteng, Aliansi, dan Malam Pertama
Strategi awal hampir semua peserta adalah menimbun kebutuhan pokok sebanyak mungkin. Aliansi sudah terbentuk sejak hari pertama. Satu kelompok membangun benteng di dekat freezer dan menamainya Fort Freezy. Mereka memasang "sistem keamanan" sederhana berupa penghalang yang harus digeser jika ada penyusup, sehingga anggotanya akan terbangun. Kelompok ini kemudian menguasai area daging dan menyatakan terbuka untuk barter.
Tim lain menemukan kantor manajer yang kosong, merombaknya, dan mengurung diri di sana dengan kulkas serta troli yang penuh. Di sebelahnya ada tim ayah dan anak. Sang anak berencana keluar karena harus sekolah dan bekerja, sedangkan sang ayah memilih mengambil cuti. Di bagian buah-buahan ada tim yang menyebut diri The Innovators, salah satu anggotanya sedang hamil 11 minggu. Di bagian susu ada Dream Team.
Malam pertama langsung menunjukkan kerasnya hidup di supermarket. Tidak ada pengisi daya ponsel. Seorang peserta menawarkan 10 dolar untuk charger iPhone, dan peserta lain mengingatkan bahwa baterai 20% akan habis begitu saja. Malam itu masih ada 33 orang. Keesokan harinya, sebagian peserta sudah menyerah. Salah satunya mengeluh malam terlalu dingin dan ia tidak bisa tidur sama sekali.
Menata Hidup: Tidur di Rak, Gym, dan Shower Darurat
Pada hari ketiga, peserta menemukan berbagai cara untuk tidur: kasur sungguhan, rak toko yang dijadikan ranjang, serbet sebagai bantal. Seorang pria yang lebih tua terpaksa tidur di kursi karena anak-anak muda di timnya tidak mau berbagi ranjang. Peserta juga sadar mereka harus tetap aktif. Mereka membangun "gym" dari barang yang ada, termasuk bangku untuk bench press. Seorang peserta berkata, kalau tidak mendapat uangnya, setidaknya ia mendapat badan baru. Mereka juga membuat shower dengan menggantung selang di balik sebuah pintu.
Pada hari keempat ponsel terakhir mati. Keluarga peserta mulai berdatangan ke depan toko hanya untuk melihat orang tersayang dari balik jendela. Beberapa di antaranya datang setiap dua hari. Menurut narasi MrBeast, saat itu lebih dari setengah peserta sudah gugur.
Xavian dan Kekacauan Pertama
Pemicu konflik besar pertama datang dari Xavian (dipanggil Xay atau Xa). Pada malam kelima, ia menyelinap ke benteng Dream Team dan membocorkan kolam renang tiup yang mereka pakai sebagai tempat tidur milik Gunner. Josh dari bagian buah-buahan melihat kejadian itu dan memberi tahu Gunner. Begitu tahu dirinya dilaporkan, Xavian balik menyerang bagian buah-buahan. Peserta lain kemudian membalas dengan menyerang markas Xavian, dan malam itu berubah menjadi kerusuhan di lorong supermarket.
Dampaknya nyata. Seorang anggota The Innovators berkata bahwa kalau ia melanjutkan, ia sudah tidak sepenuh hati. Seorang anggota Dream Team memutuskan keluar karena suasana semakin kacau. MrBeast berkomentar bahwa sulit dipercaya semua itu bermula dari sebuah kolam tiup yang dibocorkan. Ketika ditanya apakah tujuannya memang membuat kekacauan, Xavian menyebut strateginya "kekacauan teratur", tetapi mengakui bahwa malam itu sama sekali tidak teratur.
Orang Tua Tak Resmi dan Taktik Kebisingan
Setelah kerusuhan, suasana sempat tenang, sebagian berkat Harry dan Celestine, pasangan lansia yang dianggap sebagai "orang tua tidak resmi" supermarket. Semua orang memanggil mereka "Ma" dan "Pop", dan Harry bahkan menyanyikan lagu ciptaannya sendiri. Namun pasangan itu akhirnya pulang untuk kembali ke anak-anak dan kehidupan mereka. Peserta yang sedang hamil juga keluar karena punya anak berusia tiga tahun dan suami di rumah. Ia dielu-elukan sebagai "ibu hebat".
Selama ibu hamil dan pasangan lansia itu masih ada, peserta lain sepakat membiarkan mereka tidur dengan tenang. Setelah mereka pergi, tim kantor manajer menganggap kesepakatan itu tidak berlaku lagi. Mereka sengaja membuat kebisingan pada pukul 3 dan 4 pagi, dan berjanji akan melakukannya setiap malam sampai peserta lain keluar. Taktik ini berhasil. Tino akhirnya tidak tahan dan pergi, disusul peserta lain yang berkata, "Aku nggak kuat lagi." Ada pula yang tersingkir karena kesalahannya sendiri saat pesta di bagian belakang toko.
Kepergian Tino justru menyatukan Fort Freezy dan Dream Team menjadi satu kelompok yang solid. Kebisingan itu juga punya efek samping. Juan ternyata bisa tidur di tengah keributan, sehingga ia bangun sangat pagi dan membalas dengan membuat suara keras saat yang lain tidur. Sebelumnya Juan dikenal tidak pernah membuat masalah, sehingga peserta lain tidak yakin apakah itu strategi atau ia hanya bosan.
Harga Waktu bersama Anak
Di balik semua permainan itu, ada kenyataan yang dirasakan semua orang: kehidupan di luar terus berjalan tanpa mereka. Seorang peserta berkata uang ini bisa mengubah hidup, tetapi ia merasa kehilangan banyak hal dan makin merasa bersalah semakin lama ia bertahan. Juan, yang ikut bersama putranya Angel, menyuruh sang anak pulang karena harus sekolah. "Uang ini besar, aku tahu, tapi dia harus masuk sekolah," katanya.
Menurut narasi video, pada titik ini mulai terlihat bahwa bermain sendirian mungkin strategi yang lebih baik, karena aliansi terlalu bergantung satu sama lain untuk bisa bertahan.
Bola Basket yang Hilang dan Fitnah yang Berbalik
MrBeast menjelaskan bahwa ia menambahkan barang berguna ke dalam toko, seperti kompor, dan barang hiburan seperti ring basket. Ring itu ternyata menjadi satu-satunya hiburan peserta. Menurutnya, tanpa basket kebanyakan orang mungkin sudah pergi. Xavian tahu persis di mana harus menyerang. Ia membuang semua bola basket ke tempat sampah milik Robbie supaya Robbie yang disalahkan.
Pagi harinya toko benar-benar sepi, dan semua orang bingung mencari bola. Autumn ternyata melihat Xavian membuangnya dan memberi tahu yang lain. Namun saat dikonfrontasi, Xavian menyangkal dan mengaku sedang tidur. Autumn lalu melunakkan ucapannya menjadi "mungkin kamu, mungkin juga nggak". Situasinya berbalik: yang dikucilkan justru Autumn, yang kemudian sendirian di pojok. Xavian belakangan mengaku ia benar-benar menangis sambil berbohong. Menurutnya, orang-orang membenci Autumn bukan karena berbohong, tetapi karena ia membuat mereka membenci Autumn yang sudah jujur. Meski begitu, peserta lain tetap berkata mereka menyukai Xay tetapi tidak memercayainya.
Autumn akhirnya keluar. Ia berkata anaknya membutuhkannya dan tiga minggu terlalu lama bagi seorang ibu untuk jauh dari anak. Melihat itu, Robbie juga menyadari bahwa 20 hari sudah terlalu lama jauh dari anaknya. Ia sempat yakin bisa menang, tetapi tidak mau tiga bulan di sana dan kehilangan waktu bersama anak.
Pencurian Kompor dan Ultimatum Makanan
Sementara itu, MrBeast mengingatkan bahwa semua makanan di toko akan basi dalam sekitar 30 hari. Dream Team memutuskan harus menguasai makanan dengan cara menguasai kompor. Bersama Fort Freezy, Bryce dan Colin menyusun rencana. Setelah Fatima pergi dan peserta resmi tinggal 10 besar, mereka menggelar "perayaan 10 besar" sebagai pengalih perhatian. Saat lampu dimatikan dan semua orang berkumpul di bagian belakang, Colin menyelinap keluar dari kamar mandi. Ia mengambil kompor tim kantor yang ditinggal di tempat terbuka, lalu kompor yang disembunyikan di rak paling atas lorong roti, dan menyembunyikan semuanya. Satu-satunya kompor yang gagal ia temukan adalah milik Juan.
Agar Xavian yang disalahkan, mereka mewawancarai peserta satu per satu di dalam freezer dan sengaja memanggil Xavian lebih dulu, sehingga ia yang pertama kembali dan punya waktu seolah-olah untuk mencuri. Rencana itu berhasil: semua orang menuduh Xavian. Ia bersumpah tidak tahu apa-apa, tetapi peserta lain menganggapnya terlalu pandai berbohong untuk dipercaya.
Pada tahap ini MrBeast menawarkan insentif keluar: setiap peserta 10 besar yang pergi mendapat kotak hadiah berisi produk bisnis lokal dan uang tunai 5.000 dolar dari sponsor. Anggota terakhir The Innovators langsung menerimanya. Chris juga ikut keluar, dengan alasan kalau harus menerima "suap", lebih baik sekarang daripada nanti. Saat ditanya empat mata, salah satu yang keluar bilang ia curiga Colin pelakunya karena Colin datang terakhir ke acara. Ia mengaku kesal karena tidak terpikir ide secerdas itu.
Karena Juan masih memegang satu-satunya kompor, kelompok itu mengganti taktik. Mereka memberi ultimatum: kalau tidak ada yang bisa memasak, semua makanan akan dikeluarkan dari toko malam itu. Setelah menimbun persediaan rahasia untuk diri sendiri, mereka mengangkut makanan keluar dengan truk boks untuk disumbangkan. Juan memprotes bahwa makanan itu untuk semua orang dan bahwa ia tidak bersalah atas hilangnya kompor lain. Gunner memperparah keadaan dengan mengambil semua panci dan wajan Juan. Ketika Juan berkata "kamu hormati aku, aku hormati kamu", Gunner menjawab ia sama sekali tidak menghormatinya. Menurut narasi, Juan kemudian mengurung diri seharian dan seluruh supermarket berada di ambang kekacauan total.
Jendela Ditutup, Xavian Pergi dengan Balas Dendam
Setelah hampir 24 jam, Dream Team mengajak Xavian bicara dan membuka dengan permintaan maaf, tetapi ia menolak membuat kesepakatan. Seorang peserta lain membela Xavian: semua ini strategi mereka sendiri, dan Xavian hanya lebih jago.
Saat situasi memanas, MrBeast menawarkan pilihan untuk membuat tantangan lebih berat. Lima orang mengangkat tangan. Pada hari ke-30, jendela toko ditutup papan, padahal melihat keluarga lewat jendela selama ini menjadi sumber semangat terbesar. Peserta sempat diberi kesempatan berpamitan. Beberapa keluarga datang setiap hari, sehingga momen itu sangat emosional.
Xavian kemudian memutuskan keluar. Ia merasa sudah menunjukkan semua sisi dirinya, "baik, buruk, bahkan terburuk", dan tidak ingin melihat yang lebih buruk lagi. Tetapi ia tidak pergi dengan tenang. Ia menyelinap ke markas Dream Team dan membawa kabur semua sleeping bag mereka. Lawannya menjawab bahwa ia tidak peduli soal sleeping bag, yang penting Xavian pergi. G-Frank juga keluar setelah lebih dari sebulan, menyisakan enam besar. Menurut narasi, rencana Dream Team pada akhirnya berhasil: kompor dikembalikan, sleeping bag berhasil diambil lagi, dan suasana damai tampaknya kembali.
Kebosanan dan Uang untuk Keluar
Tantangan berikutnya adalah kebosanan. Selama sekitar dua minggu hampir tidak ada yang terjadi. Peserta tidur sepanjang hari, membongkar rak, bersih-bersih, dan bermain game. Seorang peserta menyadari sudah 40 hari ia tidak melihat dunia luar atau memeluk siapa pun. Meski begitu, semuanya bersikeras bertahan. Ada yang bilang sanggup setahun atau dua tahun.
MrBeast lalu datang dan meminta mereka memilih seorang pemimpin lewat pemungutan suara. Pemimpin itu diberi 50.000 dolar yang tidak boleh diambil sendiri, tetapi boleh ditawarkan kepada orang lain agar keluar: 50 ribu untuk satu orang, 25 ribu masing-masing untuk dua orang, atau tidak ditawarkan sama sekali. Kalau tidak ada yang keluar, tidak ada yang mendapat uang. Seorang peserta langsung bersedia keluar untuk 50 ribu, tetapi MrBeast menyarankan untuk mencoba mengeluarkan dua orang dulu. Juan menolak 25 ribu. Akhirnya tawaran dipasang 30 ribu, dan satu peserta menerimanya, total 35 ribu dolar dengan tambahan dari sponsor. Ia menyebutnya hari terbaik dalam hidupnya. Sisa tawaran dicabut. Tinggal lima orang, yang menurut seorang peserta adalah lima dari 100 orang.
Tombol Merah: Toko Dibelah Dua
Dengan lima orang tersisa, kesetiaan mulai diuji. Seorang peserta mengatakan ia akan tetap bersama Colin, tetapi bisa bergabung dengan yang lain jika perlu. Peserta lain berkata sekarang tidak bisa memercayai siapa pun.
MrBeast menaruh tombol merah di tengah supermarket. Menekannya berarti membuat video lebih sulit, tanpa batas waktu. Awalnya semua ragu. Lalu muncul argumen bahwa peserta lain sudah terlalu nyaman tinggal di sana, sehingga menekan tombol justru menguntungkan "kita bertiga". Setelah Jackson setuju, Colin menekan tombolnya. Ternyata toko dibelah dua dengan garis merah baru. Peserta hanya diberi lima menit untuk mengambil barang dari sisi seberang. Mereka kehilangan akses ke cahaya matahari, shower, dan kamar mandi, diganti toilet portabel. Mereka mencuci piring dengan Coke Zero dan menyikat gigi dengan air botolan.
Kurang dari 12 jam kemudian, Colin melakukan kesalahan ceroboh: tangannya menyentuh garis merah baru. Saat ditanya alasannya, ia menyebutnya kejadian spontan. Ia tereliminasi setelah sekitar 50 hari. MrBeast menyindir bahwa satu-satunya tujuan selama 50 hari itu adalah tidak menyentuh garis merah.
Makanan di balik garis, termasuk produk susu dan keju, disumbangkan. Menurut MrBeast, sumbangan itu membantu lebih dari 10.000 orang yang membutuhkan. Empat peserta tersisa beradaptasi. Reyhan menemukan aliran air dari bagian sayur, dan bersama Juan mereka membongkarnya sehingga kembali punya air segar untuk mandi memakai ember. Ketika tombol merah muncul lagi, keempatnya sepakat tidak akan menekannya. Salah satunya menyebut tombol itu "kutukan".
Empat Besar, Ulang Tahun Juan, dan "Keputusan Satu Juta Dolar"
Keempat peserta kini menggambarkan hari-hari mereka sebagai santai dan menyenangkan, "kayak masa kecil lagi": berolahraga, memasak, bermain cornhole, voli, dan mobil RC. Mereka juga sempat mengikuti adu penalti berhadiah tiket Piala Dunia, yang dimenangkan Jackson dan Juan. Karena tidak ada yang mau membuat tantangan lebih sulit, MrBeast pamit dengan janji: minggu depan akan ada "keputusan satu juta dolar".
Selama seminggu, peserta menebak-nebak maksudnya. Ada yang berkata demi satu juta dolar orang akan melakukan hal gila, ada yang ingin memakai uangnya untuk membantu komunitas, dan ada yang mengatakan keluarganya mulai kehabisan uang meski terus bekerja setiap hari. Di tengah tekanan itu, mereka tetap merayakan ulang tahun Juan dengan kue, piñata, dan permainan tempel ekor keledai. Juan berterima kasih dan mengatakan ia menyayangi mereka semua.
Hari ke-67: Mengubah Aturan Main
Pada hari ke-67, MrBeast mengajukan tawarannya. Jika mereka setuju mengubah tantangan dari "yang terakhir keluar dari toko" menjadi "toko diisi ulang dan kalian harus memakan semua isinya", hadiah naik menjadi satu juta dolar, dan keempatnya berubah dari lawan menjadi satu tim. Saat ada yang khawatir soal berat badan, MrBeast menjanjikan gym, ahli nutrisi, dan pelatih pribadi, serta tempat tidur dan shower agar semuanya lebih nyaman.
Keputusan itu tidak ringan. Salah satu peserta menyebut beratnya keputusan ini karena ia punya istri dan dua anak. Peserta lain menilai kesempatan seperti ini tidak akan datang lagi, meski ia tahu tidak akan semudah itu. Satu peserta merasa sanggup enam bulan, peserta lain setahun atau dua tahun, tetapi mereka sadar masalahnya adalah harus terus-menerus makan. Satu per satu, Jackson, Juan, dan yang lain menjawab "restock". MrBeast menyatakan video ini selesai, hadiah kini satu juta dolar, toko akan diisi ulang, dan menutup dengan kalimat "Ketemu tahun depan". Bagaimana keempatnya akan menghabiskan seluruh isi supermarket dibiarkan sebagai pertanyaan terbuka.
Aku baru beli supermarket ini, dan punya kejutan besar buat semua orang.
Hei, MrBeast!
Hei, semuanya!
Hei, MrBeast di sini!
Perhatian, semuanya. Sekarang kalian ada di video MrBeast. Siapa pun di antara kalian yang keluar terakhir dari supermarket ini, bakal menang 250 ribu dolar itu.
Ini pasti bakalan seru. Aku nggak kenal orang-orang ini. Mereka bukan temenku. Mereka cuma pembeli acak. Dan pastinya punya banyak pertanyaan. Ayo ngobrol sama mereka.
Bapak sadar nggak kalo sekarang lagi masuk videonya MrBeast?
Mister apa?
Kalian mau bertahan berapa lama demi 250 ribu dolar?
Sampai yang terakhir di sini. Sampai akhir tahun. Selama yang dibutuhin.
MrBeast tuh siapa?
Kamu udah lulus kuliah. Nggak punya kerjaan. Nganggur. Oh, bahaya nih. Tapi orang-orang lain punya kerjaan.
Kalau aku nggak balik kerja, habis ini aku nggak punya pekerjaan. Dan aku udah milih, makanya di sini.
Ini manajerku. Aku lagi ngomong sama dia buat jelasin kalau aku harus tetap di sini!
Jadi, Ibu bakal kasih dia kesempatan buat menang?
Dia harus masuk kerja.
Jadi siapa pun yang nggak bisa atau milih buat nggak ikut… Ibu mau langsung pergi atau Ibu mau ikutan?
Kayaknya aku nggak bakal ikutan.
Oke, penuhin trolinya, karena belanjaan Ibu gratis.
Ya ampun.
Nikmatin belanjaan gratisnya. Udah ada orang pertama yang pergi. Begitu mereka tahu soal belanjaan gratis, justru banyak orang yang langsung pergi.
Kalo ngelewatin garis merah, kamu bakal gugur ya. Oke, dia udah gugur.
Udah banyak banget yang tumbang. Tapi buat orang-orang ini…
Strategi awalnya adalah, ambil semua kebutuhan pokok sebanyak mungkin. Kami bakal bikin rumah.
Tunggu, itu punya kami.
Aku bikin rumah. Semoga punya dua kamar, satu kamar lagi buat yang numpang tidur.
Baru hari pertama, dan aliansi udah mulai terbentuk.
Kalian berempat dalam satu tim? Iya.
Aku bantu kalian, kalian bantu aku. Selama kita tim, kita bisa apa aja.
Benteng-benteng mulai dibangun di seluruh toko. Orang-orang yang itu beneran bikin sebuah benteng. Mereka sebut Fort Freezy, karena di dekat freezer.
Ini jadi sistem keamanan canggih kami. Kalau ada yang ngebobol harus geser ini dan bakal bangunin kami. Kami punya ranjang. Kami udah ngebentuk tim. Kelompok yang di sana juga udah ngawasin kami.
Kalau kalian penasaran gimana kami bisa bikin ini… Begitu aku beli supermarket ini, aku langsung bikin diskon 50% untuk semua barang.
Awalnya aku kira kita cuma bakal dapet belanjaan diskon 50%.
Dan itu jelas bikin banyak orang yang datang. Dan saat malam pertama di supermarket tiba, realita soal tinggal di sini, kayaknya udah mulai terasa.
Siapa yang punya charger iPhone? Aku kasih 10 dolar.
Aku video call sama sahabatku.
Bateraimu 20%. Kalau udah habis, ya habis. Soalnya nggak ada charger hape di supermarket ini.
Dia ada benarnya. Peserta boleh memakai barang apa aja yang ada di supermarket ini.
Kalian punya sleeping bag? Iya. Iya.
Dan terserah mereka, kalau mau berbagi barangnya atau mereka simpan sendiri.
Orang-orang bisa ngambil barang-barang kamu. Ini perang.
Oke, semuanya. Aku cuma mau ngucapin selamat malam pertama di supermarket ini. Sekarang masih ada 33 orang tersisa. Semoga berhasil. Semoga kalian tidur nyenyak di malam pertama. Aku sih belum pernah tidur di supermarket, jadi…
Di bulan-bulan berikutnya yang mereka habisin di supermarket ini, mereka bakal hancurin benteng masing-masing…
Dia lagi ngapain? Nggak! Nggak!
Dan mencegah orang lain buat tidur.
Ini bakal jadi gila malam ini.
Mereka bakal lakuin apa aja yang diperlukan…
Aku bakal dapet pembalasan terbesar sepanjang masa.
Buat lebih lama dari saingannya. Aku serius, waktu bilang video ini bisa selama yang mereka mau.
Fort Freezy berkembang pesat banget semalam.
Fort Freezy! Freezy Boys selamanya!
Mereka beneran bakal biarin kalian nguasain semua daging?
Mereka nggak punya pilihan. Tapi kalau mereka mau barter, kami terbuka kok.
Dan bukan cuma Fort Freezy yang bisa berkembang. Kalau mereka bikin kamp di belakang dekat daging, tim lain nemuin tempat yang menarik buat markasnya. Waktu mereka nemu kantor manajer yang kosong, mereka langsung ngerombak isinya.
Kami bakal ngurung diri di sini. Kami punya kulkas yang udah penuh. Kami punya troli belanjaan penuh.
Di samping kantor manajer itu ada tim yang cuma berisi ayah dan anak.
Kamu mau coba menang atau justru bakal keluar?
Aku bakal keluar. Harus sekolah. Harus kerja.
Ayah, kamu kerja?
Aku bakal ambil cuti. Aku mau di sini lebih lama.
Kemudian, di bagian buah-buahan, ada tim yang menyebut dirinya The Innovators, dengan satu anggota yang ikut tantangan ini dalam kondisi hamil.
Hari ini aku masuk minggu ke-11. Mungkin bayi Beast pertama?
Dan ada juga tim yang lainnya di lorong-lorong.
Kalian benar-benar ngeblokir diri. Rasanya kayak lagi ada serangan zombi.
Iya, kami terkunci. Kami siap.
Selamat pagi, para pembeli. Ada 250 ribu di sini. Mending pulang sekarang, kalau kalian nggak punya niat buat bertahan.
Oke, dadah.
Aku bakal di sini selamanya, bro.
Pagi hari ketiga, orang-orang mulai nemuin banyak cara berbeda buat tidur di supermarket.
Wow, mereka punya dua tempat tidur beneran di sini. Pintar banget.
Oh, kamu tidur di rak.
Iya, ini udah jadi tempat tidurku.
Itu cara tidur yang bener-bener baru. Setingan yang di sini keren banget.
Terus ada ini yang isinya serbet. Enak buat bantal.
Anak-anak muda di sana nggak mau ngebagi ranjang? Bapak jadi tidur di kursi?
Iya. Bener banget.
Tapi ada juga yang nggak tahan tidur di sini, meski cuma satu malam.
Semalam tuh dingin banget. Aku nggak bisa tidur. Ini parah banget. Beneran parah. Aku mau pulang.
Orang-orang mulai sadar kalau mereka mau bertahan di supermarket ini, mereka harus berusaha tetap aktif.
Siap buat olahraga? Siap.
Kita punya tempat gym lengkap. Ini bangku kita, buat main bench press. Oke, ayo tunjukin, Nolan.
Wow, ini beneran berfungsi baik ya.
Mereka memanfaatkan semua ruangan yang ada, juga barang-barang yang ada buat tetap aktif.
Kalau nggak dapet uangnya, aku dapet badan baru.
Dan kalau mereka olahraga di sini, mereka mungkin bakal butuh mandi.
Katanya bikin shower juga? Iya, di balik pintu ini. Di sini beruap banget. Kami ngegantung selangnya ke atas sini. Terus ini dia showernya, kayak gini. Terus nanti kamu gantung ya? Kayak di rumah.
Karena sekarang hari keempat, dan hape yang terakhir baru aja mati, keluarga peserta mulai ngerasa kangen. Mereka semua datang ke depan toko, cuma buat ngeliat keluarganya dari jendela.
Pacar kalian di dalam. Seberapa sering kalian kemari? Dua hari sekali. Dua hari sekali. Dua hari sekali. Kalian cuma lihatin dari jendela.
Tapi ada juga yang tetap fokus sama tujuan mereka. Aku nggak bakal lengah dan keluar dari markas. Mungkin aku overprotektif, tapi demi 250 ribu dolar, aku bakal overprotektif semauku.
Baru empat hari, tapi udah lebih dari setengah yang gugur. Kalau aku menang, aku bakal tidur kayak gini tiap malam.
Tapi cuma satu yang bisa menang kompetisi ini. Makanya di malam kelima, Xavian mutusin menyelinap ke benteng Dream Team, kemudian dia ngebocorin kolam renang angin yang mereka pakai sebagai tempat tidur. Yang langsung mereka sadari.
Oh nggak. Ada orang yang ngerasa lucu buat kemari dan ngebocorin pelampungnya. Sekarang lagi kami coba benerin. Bro, mereka udah ngerusak barangku.
Josh di bagian buah-buahan ngelihat semuanya soal serangan ke pelampung itu, dan mutusin buat langsung ngasih tahu Gunner siapa pelakunya.
Pelampungku abis dirusak. Katanya ada cowok kecil licik pakai baju hijau, yang nusuk pelampungnya tanpa alasan.
Waktu Xavian tahu kalo Josh cepuin dia, dia langsung menyerang bagian buah-buahan.
Maaf ya. Hei! Gimana kalau kita semua begadang? Ayo kita begadang semuanya. Ayo begadang. Jangan pegang aku. Jangan pegang aku. Jangan pegang aku, jangan pegang… Kamu gila.
Kamu udah tua? Udah tua kan? Iya kan? Kamu anak kecil? Masih kecil ya? Kamu tuh yang masih kayak anak kecil.
Waktu yang lain tahu perbuatan Xavian, mereka ngebales nyerang markas dia. Oh nggak. Oh, jadi gitu mainnya? Iya, gitu mainnya.
Di titik ini, aku nggak tahu sebenernya ada apa. Pop-Tarts. Jangan Pop-Tarts-nya. Nggak! Lagi ada insiden gila. Kacau abis di lorong supermarket. Lihat itu? Itu kelakuannya anak kecil.
Kalau mau ikut kompetisi, kamu harus total jalaninnya. Dan jujur aja sekarang, kalau aku lanjut, aku udah nggak sepenuh hati.
Tapi yang kena dampak, bukan cuma tim Innovator. Tim di bagian susu, yang namain diri mereka Dream Team, punya satu anggota yang sangat terdampak oleh kekacauan itu.
Di sini udah semakin kacau parah. Ini waktunya aku pergi. Oke, bro. Dia pergi.
Susah buat percaya kalau semua ini gara-gara Xavian ngebocorin kolam renang pelampung. Tujuan kamu emang mau bikin kacau ya? Kekacauan teratur. Semalem itu sama sekali nggak teratur. Suasana jadi tegang. Aku jadi agak takut, sama sedikit stres.
Setelah seharian santai habis kerusuhan itu, supermarketnya jadi terasa tenang lagi. Selamat pagi, semuanya. Suasananya jadi lebih enak karena Harry sama Celestine, yang mulai kerasa kayak “orang tua nggak resmi” di supermarket.
Aku udah biasa olahraga sama anak muda, jadi bisa langsung akrab. Semua panggil dia Ma, aku dipanggil Pop. Jujur aja, kami dapet temen akrab nih di sini. Iya.
Mereka bahkan kumpul bareng buat dengerin Harry nyanyiin lagu ciptaannya sendiri. Ini lagu lama. "I love you…" "Baby, baby, baby, baby, baby, baby, baby, babe." "I really do."
Halo, pagi, semuanya. Selamat pagi. Kami harus kembali ke anak-anak kami, sama hidup kami. Kami mau terima kasih buat semua yang kalian lakuin buat kami. Kami seneng banget ada di sini. Kami bakal kangen. Dah! Love you! Dah!
Katanya kamu lagi mikirin mau keluar? Aku emang mau keluar. Oh, kamu mau keluar? Iya, aku keluar. Jadi kenapa? Aku hamil tiga bulan. Aku punya anak tiga tahun dan suami. Ini dia si ibu yang hebat! Ibu hebat!
Semuanya udah cukup pengertian buat ngebiarin ibu hamil sama pasangan lansia tidur dengan tenang. Tapi setelah mereka pergi, tim di kantor manajer mutusin kalau kebijakan itu nggak berlaku lagi.
Sekarang udah jam 3 pagi, anak-anak. Ayo seru-seruan. Harry nggak di sini. Kami beneran kangen kamu. Tapi ini yang pengen kami lakuin dari minggu lalu. Bro, udah jam 4 pagi nih! Ayo bikin suara yang kenceng, guys!
Oke, guys. Aku cabut ya. Mereka nggak berhenti cuma di satu eliminasi. Kita sungguh harus lakuin ini tiap malam sampai mereka keluar.
Kalau malam ini kalian susah tidur, aku jamin kalian bakal susah tidur setiap malam selama sisa minggu ini. Kami nggak bakal pergi, ini kesempatan kalian buat keluar. Kalian cuma buang waktu kalau masih di supermarket ini sekarang. Aku pengangguran.
Suara berisik itu bikin semua orang jadi gila. Aku udah nggak peduli sama Robbie. Aku udah nggak pengen ikut-ikutan sama siapa-siapa. Udah capek sama semua orang. Dan itu cukup buat bikin Tino akhirnya nggak tahan lagi.
Dan setelah dia pergi… Kepergian Tino malah mempersatukan antara Fort Freezy dan Dream Team. Jadi sebuah klub cowok yang solid. Freezy Boys sama Dream Team. Kami gabung.
Menurutku mereka nggak bisa dikalahin. Aku bakalan keluar bawa 250 ribu dolar. Dan aku suka menang. Aku nggak bakal keluar begitu aja.
Tapi nggak berjalan sesuai rencana. Pesta di belakang. Josh, awas kakimu. Ini kesalahanku sendiri. Aku harus pergi. Ini giliranku.
Saat malam tiba, para pembuat berisik mulai rusuh lagi. Malam ini bakal parah banget, Eldin. Kamu udah siap belom? Jangan tidur, jangan tidur. Bangun… Bangun! Itu dia. Si jahat bikin ribut lagi.
Mereka pengen bikin semua orang buat keluar. Aku mutusin kalau aku nggak mau tetap di sini. Yo, aku siap pergi. Maaf. Aku nggak kuat lagi.
Tapi kebisingan ini punya efek samping yang nggak disengaja. Karena Juan bisa tidur di tengah kegilaan ini, dia bisa bangun super pagi banget buat membalas mereka.
Jadwal tidur Juan udah nggak masuk akal. Nggak. Nggak, nggak, nggak, nggak. Nggak boleh? Berisik banget. Nggak? Kenapa? "Ah, ya, ya, yay."
Sampai titik ini, Juan termasuk yang nggak bikin masalah. Jadi orang-orang nggak yakin apa ini emang strategi atau cuma bosan. Dia ngelakuin itu buat ngeselin kita? Cuma itu alasannya.
Kayak ada yang lagi kesel sama dia.
Juan, diam.
Selamat pagi.
Berisik atau nggak, satu hal yang ngena ke semua orang, kenyataan pahit kalau hidup di luar sana berjalan tanpa mereka.
Apa kamu nggak nyesel ninggalin anakmu?
Uang ini bisa mengubah hidup, tapi aku ngerasa kehilangan banyak hal. Aku kangen mereka setiap hari aku di sini. Semakin lama di sini, aku makin merasa bersalah.
Jelas banget kalau kehilangan waktu sama anak, salah satu hal paling berat di tantangan ini. Jadi, waktu Juan nyuruh anaknya pulang…
Dia harus pergi.
Iya, aku bakal pergi.
Aku nggak percaya.
Dia harus masuk sekolah.
Dan itu nunjukin betapa kuat tekadnya buat keluarganya.
Uang ini besar, aku tahu, tapi dia harus masuk sekolah.
Dah, Angel.
Dah, Nak!
Aku bakal kangen dia. Semua juga pasti gitu.
Dan mulai kelihatan kalau sendirian di sini mungkin malah strategi yang lebih baik.
Itu yang kamu bilang. Itu yang kamu bilang.
Karena pada akhirnya, aliansi ini terlalu bergantung satu sama lain buat bisa bertahan.
Aku lihat ada komunitas besar mulai terbentuk.
Gunner, mau sandwich ayam?
Tapi, cuma butuh satu orang buruk buat ngancurin semuanya.
Jadi, waktu aku bikin supermarket ini, aku nambahin banyak barang berguna, kayak kompor ini buat masak, dan hal seru kayak ring basket ini, yang ternyata jadi satu-satunya alat buat hiburan mereka.
Kalau mereka nggak bisa main basket, kebanyakan pasti bakal pergi.
Artinya Xavian tahu persis di mana harus menyerang.
Udah lama aku nggak bikin kekacauan. Rencana awalku sama bola basketnya… buang aja semua bolanya. Nggak ada yang stres, nggak ada yang terganggu. Bakal damai. Tapi aku pengen punya momen sendiri, supaya aku jadi pusat perhatiannya. Jadi aku bakal umpetin bola basket di tempat sampah Robbie, jadi kalau nanti mereka nyariin di tempat sampah, Robbie, kamu yang kena! Mwah, dah!
Dan kali ini, pagi harinya benar-benar sepi. Tapi itu juga bikin jelas banget, kalau ada yang nggak beres.
Kamu lihat bola basket nggak?
Nggak, aku nggak lihat.
Ada yang ambil bola basket kita. Pasti ada di sini. Kami pasti bakal nemuin bolanya.
Lucunya hal yang bikin mereka kebangun di pagi hari, justru satu-satunya hal yang bikin mereka waras berhari-hari.
Sekarang udah nggak ada yang bersih.
Jadi, udah jelas, mereka bingung tanpa itu.
Bete banget!
Kalian nggak bakal ngambil bolanya kan?
Kami tidur seharian.
Kamu ngambil bolanya?
Nggak.
Kamu ngambil bolanya?
Nggak, bukan aku.
Siapa yang ambil?
Sekarang Xavian bisa santai dan ngelihat semua aliansi runtuh. Sebagai satu-satunya orang yang tahu di mana bolanya… atau dia kira begitu.
Aku tahu siapa yang ambil bola basket.
Serius? Siapa?
Xa, dia masukin ke tempat sampah.
Waktu Xavian ngebuang bola basketnya, dia nggak sadar kalau Autumn lihat semuanya.
Itu bego banget. Dia lihat kita mainin itu setiap hari. Satu-satunya hiburan kita cuma main bola basket itu.
Kamu bakal bilang?
Aku kasih tahu sekarang.
Bola basket hilang, tempat sampah hilang.
Xa yang ngebuang.
Dia di mana?
Hei, Xa, sini.
Hei, Xa.
Dia bilang kamu buang bola kita.
Autumn bilang aku buang bola basketnya? Dari tadi aku tidur.
Katanya dia lihat kamu buang ke tukang sampah, terus mereka buang sampah dan bolanya ikut kebuang.
Tukang sampah mana? Aku bahkan nggak lihat orang ngebuang sampah.
Aku nggak bilang ngeliat kamu secara langsung. Aku bilang mungkin kamu, mungkin aja nggak.
Nggak, kamu nggak bilang mungkin kayak gitu, kamu jelas banget bilang Xa yang buang.
Oke, jadi… aku lagi tidur nih…
Iya, aku pengen tahu kenapa tahu-tahu namaku dibawa-bawa soal ini.
Itu hal paling bodoh yang bisa kamu lakuin.
Kenapa bodoh? Ini kompetisi.
Mukanya merah banget. Dia sadar udah ketahuan bohong.
Semua orang di sini, termasuk Xay, ngelawan kamu.
Harusnya aku diam aja, bro.
Apa aku penjahatnya? Jelas.
Meskipun awalnya Xavian mau ngejebak Robbie, kesalahan kecil di rencananya malah bikin target baru ke orang lain, dan itu berdampak ke dia dengan cepat.
Autumn sadar nggak ada yang ngomong sama dia, dia cuma diam di pojokan.
Iya, bahkan Xavian.
Sama sekali nggak sama dia. Dia nggak sadar tiap dia mendekat, aku ngejauh. Nggak mau.
Bro, kamu nggak beneran marah sama aku kan?
Aku nggak mau ngomong. Aku nggak mau lakukan apa pun.
Video ini makin lama makin berat buat kontestan.
Semua makanan ini bakal basi dalam 30 hari. Kayaknya rotinya bakal basi hari ini.
Oke. Tunjukin aku.
Ini adalah bagian yang paling aku suka. Ini tempat tidurku.
Keren. Tidur kamu nyenyak?
Iya, aku dulu di militer, dan mereka nyuruh aku tidur di lubang perlindungan, tenda kosong, sama rangka tempat tidur.
Aku nggak mau ngelawan dia.
Kamu udah kangen Angel?
Iya.
Nantinya emang semua orang berjuang sendiri, tapi tetap enak kalau punya teman seperjuangan.
Aku rasa uang nggak bisa ngeganti waktu. Dan makin berat soalnya aku berhenti kerja buat ikut ini. Aku cuma pengen ketemu anakku. Kayaknya aku siap pergi.
Anakku butuh aku, dan tiga minggu itu lama buat seorang ibu jauh dari anaknya.
Dan setelah lihat Autumn pergi buat bisa pulang ke anaknya, Robbie sadar 20 hari di sini, terlalu lama buat jauh dari anaknya.
Aku benar-benar pikir aku bisa menang. Tapi aku nggak mau di sini tiga bulan dan kehilangan waktu sama anakku.
Garis merah. 250 ribu hilang. Gila.
Aku udah bilang, begitu masuk supermarket, aku bilang, “Ini rencana yang udah diperhitungin.” Aku tuh kayak nyerap semua fitnah soal Robbie ke dalam diriku dan berubah jadi sosok baru. Jadi… gara-gara itu… Dadah.
Dengan Autumn yang disalahkan soal bola basket, Xavian merasa nggak terkalahkan.
Mereka ngancurin dia. Mereka bukan benci Autumn karena bohong, tapi karena aku bikin mereka benci dia karena udah jujur.
Dia benar-benar percaya.
Musik jahat mulai.
Kayaknya Xavian emang ingin jadi penjahat di supermarket ini. Dan dia pengen semua orang tahu itu.
Aku benar-benar nangis sambil bohong ke mereka. Aku bilang, "Kalian pikir aku nggak bisa bohong sambil nangis?"
Kamu nyeremin.
Aku suka sama Xay, tapi nggak percaya dia. Itu yang aku bilang ke semuanya, hati-hati sama dia.
Tapi, mereka juga nggak suka dia. Nggak.
Dan Dream Team punya rencana buat memanfaatkan itu.
Dan Dream Team punya rencana buat memanfaatkan itu. Kami mutusin harus menguasai makanan.
Karena mereka ada di supermarket, dengan makanan yang nggak terbatas, mereka akhirnya kerja bareng sama Fort Freezy dan ngincer satu barang yang semua orang paling butuhin buat dimakan sebanyak mungkin.
Gimana kalau kita ambil kompor mereka? Kalau kita pegang kompor, semua balik ke kita. Gimana kalau kita salahin Xay? Itu cara yang paling bagus. Kita bisa ngejebak Xay.
Jadi, setelah Fatima pergi dan mereka resmi tinggal 10 besar, mereka langsung nyusun rencana yang sempurna buat nyuri semua kompor.
Besok kita bakal bikin acara sama semua orang. Mereka mutusin bikin acara 10 besar sebagai pengalih perhatian pencurian.
Buat acara perayaan 10 besar, kita kumpulin semuanya di sini. Waktu lampu mati… Oh, lampunya mati. 10 besar!
Setelah semua area udah kosong… Ayo, semuanya ke belakang. Semua orang kecuali Colin mulai berkumpul.
Hei, kamu siap? Iya, aku datang. Oke, oke. Colin mau ganti baju dulu kayaknya. Semua kumpul di sini. Dari yang paling pendek ke paling tinggi, di sini, mulai dari Xay.
Keadaan udah aman buat Colin keluar dari kamar mandi dan buru-buru nyuri keempat kompor, sebelum ada yang sadar dia udah lama banget ngilang. Dia langsung ngambil kompor yang tim ruang kantor tinggalin di tempat terbuka, tapi waktunya makin mepet.
Udah semuanya? Belum, Colin… Colin nanti bakal nyusul. Cepetan, Colin. Iya!
Dengan dua kompor diamanin, dia lanjut mau nyuri punya Juan. Tapi sayangnya, itu satu-satunya kompor yang mereka nggak tahu lokasi pastinya.
Kita kehilangan Colin? Colin mana? Colin mana? Astaga, di mana?
Sementara Colin kesusahan nyari kompornya, sisa timnya berusaha semaksimal mungkin buat tetap ngalihin perhatian semua orang.
Kita sekarang mau ke mana? Kita bakal santai terus nunggu aja? Ada yang mau aku bilang. Aku lupa itu apa.
Dia buru-buru ke lorong roti buat nyuri kompor mereka yang disembunyikan di rak paling atas. Terakhir, dia sembunyikan semua kompornya dan buru-buru balik ke kelompok.
Sekarang kita ngapain? Kita santai dulu. Kurang Colin nih. Colin mana? Kamu siap? Iya.
Setelah Colin akhirnya balik lagi ke kelompok, mereka butuh seseorang buat jadi kambing hitam atas semua kompor yang hilang itu. Xay, ke sini. Mereka bawa semua orang masuk ke freezer dan mulai mewawancarai mereka satu per satu.
Apa kamu ngerasa cukup kuat buat jadi yang terakhir di sini? Penting banget supaya Xavian yang pertama diwawancara. Makasih.
Supaya dia jadi orang pertama yang balik ke dalam, dan punya waktu buat seolah-olah dia yang nyuri semua kompornya. Yah, kecuali punya Juan.
Kompor Juan nggak ketemu. Kamu serius? Bener nggak ketemu? Bro, aku cari ke mana-mana. Tadinya semua sempurna. Kirain bakal dapat empat. Ganti taktik nih. Kita harus mikirin rencana baru buat ini.
Nggak lama setelah acara selesai, Eldin mulai sadar kalau kompor mereka hilang.
Kompor kita di mana? Kalian pindahin nggak? Nggak. Apa Gunner yang ambil? Bisa jadi Gunner sih. Kompor kita ada nggak? Juan, kompor kamu masih ada? Iya. Serius? Yakin? Iya. Kompor kami diambil. Hilang. Ya ampun. Ya ampun.
Sesuai rencana, semua menuduh Xavian.
Kamu ngambil apa? Maksud kamu apa? Ada yang hilang nih. Apaan yang hilang? Kompor. Aku nggak tahu. Sumpah demi Tuhan. Dari aku aku ada di sini aja. Semua kompor orang hilang kecuali punya Juan. Aku nggak ngambil kompor siapa-siapa.
Kelihatannya rencana Bryce sama Colin sukses besar. Bener kan, bro. Kita udah main cantik.
Mereka yang nggak tahu rencana itu sekarang bikin kesimpulan sendiri. Dia tuh pasti tahu. Serem sih. Soalnya dia pinter banget bohong. Menurut kamu dia? Iya, aku yakin dia.
Seperti yang kalian lihat, butuh usaha besar buat sejauh ini dan jadi bagian dari 10 besar. Makanya Square, sponsor dari video ini, punya kejutan kecil buat kalian semua. Square mendukung bisnis-bisnis lokal di seluruh dunia.
Jadi sebagai hadiah karena masuk 10 besar, setiap salah satu dari kalian keluar dari supermarket, kalian menerima kotak hadiah yang berisi produk pilihan dari bisnis lokal yang didukung oleh Square dan juga olehku, ditambah uang tunai sebesar 5.000 dolar. Kalian nggak akan pulang dengan tangan kosong, semua berkat Square. Makasih, Square. Makasih, Square.
Setelah aku bilang gitu, apa ada yang mau pergi dan ngambil tawaran itu? Aku siap buat keluar. Oh, kamu siap keluar? Iya. Kalau kamu keluar, berarti anggota Tim Innovator habis. Ada yang lain lagi mau keluar atau cuma dia?
Aku bakal keluar dari sini bawa 250k. Jelas Freezy Boys selamanya. Salam buat Freezy Boys.
Aku mau menang. Tapi kalau harus ambil suap, aku lebih pilih ambil sekarang daripada nanti.
Iya, kayaknya aku juga siap keluar. Serius? Tunggu, kamu juga mau keluar? Iya. Chris, jangan! Chris. Kayaknya aku siap. Oke, guys. Bawa keluar.
Dan ingat, mulai sekarang, siapa aja yang keluar akan dapat semua produk ini dari bisnis lokal, dan berkat Square, kalian juga akan diberikan 5.000 dolar secara tunai.
Oh, mereka berdua keluar. Astaga. Keluarga kamu ada di sini. Mau nyapa mereka nggak?
Gimana rasanya ngelihat mereka lagi? Luar biasa. Lucu banget. Makasih udah ikut. Pasti. Baik-baik ya. Baik-baik. Makasih. Nikmati kehidupan di luar.
Oke. Antara kita aja. Apa kamu yang ambil kompor? Nggak, aku nggak ngambil kompornya. Terus siapa yang ngambil? Colin orang terakhir yang datang waktu acara kami. Tunggu, jadi maksud kamu ada orang yang ngatur itu? Iya. Iya. Supaya ngejebak kamu? Aku kesel karena nggak kepikiran itu. Serius? Iya, soalnya itu ide yang cerdas.
Dengan Juan jadi satu-satunya yang punya kompor, dan rencana Bryce sama Colin yang belum selesai… Ganti taktik nih. Kita harus cari rencana baru buat ini. Mereka mutusin buat manfaatin kompor punya Juan, dengan berharap bisa bikin kesabarannya hilang.
Besok nggak masak. Bilang ke semuanya. Ini udah nggak berfungsi. Oke. Kita nggak makan, kamu nggak makan.
Siapkan truk boksnya. Semua makanan bakal dikeluarin dari toko malam ini. Itu bukan tawar-menawar. Itu ultimatum.
Setelah ngumpulin persediaan rahasia buat diri mereka sendiri…
Setelah ngumpulin persediaan rahasia buat diri mereka sendiri…
Aku nggak mau lihat sarden lagi seumur hidup.
Mereka mulai keluarin makanan sebanyak mungkin dari supermarket. Dan besoknya, Juan bener-bener ngerasa nggak senang.
Kalian ngambil semua makanan. Makanan itu buat semuanya, kan? Iya kan? Orang macam apa yang bisa bilang, “Nggak ada makanan panas.”
Besok nggak masak. Bilang ke semuanya. Bukan salahku mereka ngambil kompor lainnya. Bukan salahku.
Sama kayak kamu nggak mau bagi itu, kami ambil semua makanan, bawa keluar, terus disumbangin.
Oke. Oke. Bagus.
Tapi Gunner pengen situasinya lebih parah, dengan nyuri semua alat masak punya Juan.
Dah, panci.
Kamu lagi ngapain?
Nggak ada panci lagi.
Jangan begitu. Jangan begitu. Jangan begitu, temanku.
Abis ini kamu.
Aku cuma minta pake kompormu. Itu aja.
Aku nggak peduli. Tetap nggak.
Oke, dan sekarang wajanmu gak ada. Kamu ngerti? Sepele. Kamu ngerti? Kamu ngerti aku bilang nggak?
Ya udah. Silakan aja.
Kamu hormati aku, aku hormati kamu.
Aku sama sekali nggak ngehormatin kamu. Itu bedanya.
Oke.
Dengan semua makanan hilang, mereka mulai merusak seluruh isi supermarket. Habis itu, kayaknya Juan mengurung dirinya sendiri selama seharian.
Kamu bisa lihat kamu berubah jadi penjahat.
Seluruh supermarket itu udah berada di ambang kekacauan total.
Hannah mau ngasih aku kompornya, jadi nggak ada alasan kenapa aku harus ngancurin, nyuri, atau ngilangin.
Ini tugas kita. Kita penjahatnya.
Dan ini titik batas kesabarannya.
Apa kabar, guys? Kenapa nggak bangun? Ayo cium bunganya. Apa omongan keras kalian tadi? Tunjukin lagi. Aku suka yang itu. Aku lebih suka kalian yang itu.
Setelah hampir 24 jam menjalani ini, Dream Team mutusin kalau semua udah cukup.
Hei, Xa, sini. Aku mau ngomong.
Aku nggak menolak buat ngobrol.
Jadi, kita mulai sama permintaan maaf. Kita ngg nggak harus nyiksa satu sama lain. Kita bisa santai. Kamu paham kan?
Ya. Aku emang mau begitu. Aku tuh maunya nyantai.
Jadi kamu mau bikin kesepakatan soal ini atau…
Nggak, jujur aja, nggak.
Bayangin di posisiku. Kamu tiduran di sana…
Udah. Aku udah pernah.
Bayangin kamu di posisinya.
Nggak, dengarin. Sebentar. Dia tuh yang mulai semuanya.
Ini kan strategi kalian. Dan dia cuma lebih jago.
Situasinya memanas, dan aku akan kasih mereka pilihan yang bisa bikin semuanya lebih sulit. Tergantung keputusan mereka. Kita lihat apa keputusannya.
Angkat tangan kalian, dan pikirin baik-baik kalau kalian mau video ini lebih berat. Satu, dua, tiga, empat, lima. Oke.
Ambil papan-papan itu. Siap, Bos.
Di sepanjang tantangan ini, melihat kerabat mereka dari jendela jadi sumber semangat besar bagi mereka. Jadi hari ke-30…
Kalau punya orang yang kamu sayang di luar sana, mending kamu pamit selagi masih bisa.
Tempelin di sana. Maaf ya!
Mereka memilih bikin ini lebih berat.
Tidak, kau harus lakukan lagi! Ini konsekuensinya. Oke.
Maaf banget! Maaf ya, maaf ya! Dia imut banget. Aku ngerasa bersalah nih.
Keluargaku dan keluarga Eldin datang ke sini setiap hari, jadi ini nggak tambah berat.
Sebentar lagi bakal selesai!
Selesai cepat buat beberapa saja.
Mendingan aku keluar dan aku bakalan bawa sleeping bag mereka juga.
Aku jadi mau nangis.
Tenang aja, Bro.
Aku ngerasa udah nunjukin semua sisi diriku. Sisi baik, buruk, bahkan terburuk. Dan aku nggak mau tetap di sini buat lihat yang lebih buruk lagi. Aku benci lakuin ini, Bro. Aku benci. Aku benci banget.
Xavian udah buat keputusan, tapi dia nggak akan pergi dengan tenang.
Aku bakal tetap balas dendam. Lihat aja. Aku mau tidur kalian nggak nyaman setelah aku pergi. Aku pengen hasil yang lebih baik dari ini.
Jadi dia menyelinap masuk ke markas Dream Team dan mencuri semua sleeping bag mereka.
Dah!
Dadah.
Kamu nggak akan ngalahin aku! Aku nggak peduli sleeping bagnya. Selama dia pergi dan aku menang darinya, itu aja yang penting.
Aku tahu. Aku lega banget.
Ingat aja kalau aku yang menang perang.
Tapi Xavian bukan satu-satunya yang keluar.
Udah sebulan lebih aku di sini, dan aku siap buat keluar. G-Frank keluar.
Makasih, Bro. Makasih ya.
Banyak kenangan dan seru, tapi aku siap pergi.
Enam besar, bro!
Pada akhirnya, rencana Dream Team berhasil. Jadi mereka balikin kompornya…
Udah semua.
Mereka juga berhasil ngambil lagi sleeping bag-nya.
Xa, ini pengingat lagi. Bahkan setelah kamu pergi, kamu tetap nggak menang.
Dan damai kayaknya kembali lagi. Tapi nanti, tantangan sungguhannya bakal muncul.
Bro, bosen banget. Bosennya parah. Kasih kita yang seru dong. Ampun.
Kontestan melawan rasa bosan dengan yang bisa mereka lakukan. Kayak dibawa tidur…
Aku bangun jam 4 pagi. Emang nggak ada kegiatan lain selain tidur. Aku bakalan tidur sampe aku nggak bisa tidur lagi. Ini caraku habiskan waktu.
Kamu mau mulai pindahin rak?
Mereka menyibukkan diri dengan membongkar rak, bersih-bersih, dan main game. Tapi meski udah berusaha…
Aku jago banget ini.
Di titik tertentu, rasa bosannya nggak bisa dihindari.
Selama dua minggu terakhir ini, nggak banyak hal yang terjadi, dan kayaknya bakalan terus kayak begitu.
Sambil mikirin semua hal yang mereka lewatin.
Aku nggak percaya udah 40 hari di sini. Kita belum lihat dunia luar. Kita belum meluk siapa pun.
Aku udah 40 hari sama dia. Tapi dia belum pernah meluk aku. Jadi…
Kamu mau dipeluk?
Nggak.
Tapi nggak peduli seberat apa, semuanya tetap bertekad buat bertahan di tantangan ini.
Aku kuat setahun, dua tahun, nggak masalah.
Nggak tahu pasti berapa lama kami di sini, asal kami bisa selama mungkin. Kami cuma nunggu sampe MrBeast datang lagi.
Semuanya nunggu MrBeast datang.
Gimana kalo kita bungkus tempat ini?
Mereka buktiin kalau mau ngedorong diri mereka sampai batas. Menurutku udah waktunya, kita kasih mereka penawaran. Udah lama ya, guys!
Jimmy!
Sekarang jadi banyak tisu toilet begini nih.
Kami bosan.
Aku mau kalian milih satu pemimpin. Nanti aku jelasin setelah kalian milih. Maju kalau kamu mau jadi pemimpin. Oke. Kalian harus voting. Ada lagi? Oke.
Aku juga bakal maju.
Juan, kamu mau jadi pemimpin? Ayo sini.
Iya aku bisa.
Kalian punya satu suara.
Kalian punya satu suara. Aku pilih Jackson. Ayo, Jackson. Kalian berdua milih Jackson? Kamu milih siapa? Aku pilih saudaraku. Nggak bisa diri sendiri. Juan. Ya udah Juan. Juan, kamu mau milih siapa? Kamu bakal milih dia? Iya. Kamu pemimpinnya.
Bawa masuk. Aku yakin kalian rela mati di supermarket ini, jadi aku pikir kita mulai kasih insentif biar orang mau keluar. Ini $50.000. Kamu nggak boleh ambil ini, tapi kamu boleh nawarin ke mereka biar mereka keluar. Kamu bisa bayar satu orang 50 ribu dolar buat keluar, dua orang masing-masing 25 ribu, atau boleh nggak nawarin ke siapa-siapa. Pokoknya dorong mereka keluar. Tapi kalau nggak ada yang keluar, nggak ada yang dapet uang.
Aku bisa bikin singkat. Aku keluar sekarang buat $50.000. Tapi tunggu, sebelum kamu kasih uangnya, mungkin kamu bisa bikin dua orang keluar. Ada yang mau keluar hari ini juga? Juan, berapa hargamu? Mau keluar buat 25 ribu? Nggak?
Faktanya, cuma satu orang yang menangin 250 ribu dolar ini. Kalian yang bilang nggak malah bakal pulang tanpa apa-apa. Ini gila. Video ini bisa lanjut bertahun-tahun. Coba aja.
Kamu nyaman ditawarin 30? Aku bisa pasang di sana. Pasang aja. Oke, ayo, bro. Orang berikutnya yang keluar dapet $30.000. Ditambah 5 ribu dari Square. Uang tunai asli.
Pengalaman di supermarket ini keren banget. Banyak pengalaman bagus, banyak yang buruk juga. Aku siap keluar. Ayo.
Dia beneran mau keluar? Nikmati. Iya, ambil aja tiga peti itu. Hati-hati. Dan tinggal lima orang.
Hari terbaik dalam hidupku. Siapa yang komplain dapet $35.000? Lima dari Square. Aku akhirnya siap buat pulang.
Mereka udah nolak uang ini, jadi penawarannya dicabut, guys. Lima orang dari 100 yang tersisa. Gila sih, bro.
Dengan cuma lima peserta tersisa, jelas banget kalau kesetiaan bakalan diuji.
Aku bakal tetap di aliansi sama Colin, pasti. Tapi kalau harus, ya aku bisa gabung sama yang lain.
Sekarang nggak bisa percaya siapa-siapa. Orang yang kamu kira paling dekat, ternyata nggak. Siapa pun bisa ngelakuin apa aja.
Perhatian, kontestan. Ada tombol merah di tengah-tengah supermarket.
Dia bawain aku ini.
Kalau kalian mau videonya lebih susah, aku butuh satu dari kalian buat tekan tombol merah itu. Cuma perlu itu aja.
Berapa lama waktu kami? Tombol itu nggak ke mana-mana. Wah, bro. Kita nggak bakal pencet itu. Iya, kita nggak bakal pencet, terserah kalian. Oke. Kita pikirin dulu.
Semua orang ragu buat pencet tombol itu. Itu serem. Kita tunggu aja dulu satu-dua hari. Kalau aku sih, nggak mau nyusahin siapa-siapa. Ya, kecuali buat Colin.
Aku rasa kita harus pencet. Mereka udah lama tinggal di sini. Mereka justru nyaman. Menurutku paling baik buat kita bertiga kalo pencet tombol itu.
Dengan Jackson yang setuju, maka nggak ada jalan balik. Ayo pencet. Aku? Colin mau pencet! Bentar, bentar, bentar, bentar.
Jadi kalian mau lebih susah di sini? Apa kalian berlima bisa bantu aku, kira-kira di mana titik tengahnya? Ya ampun. Gimana caranya kami ke kamar mandi? Aku udah bawa toilet portable.
Balok-balok ini, mungkin ini bagian tengahnya. Nggak, nggak. Aku rasa di sana. Jadi kita bakal… Nggak, nggak. Bukan di situ. Kita bikin garis di sini.
Dan sambil aku ngecat garis merah ini, aku kasih kalian lima menit buat ambil barang dari sisi itu. Silakan.
Aku ambil ikan. Kalian di sini aja. Hei, tukang cat. Mulai kerja! Ayo mulai.
Ambil troli. Ambil troli. Kita nggak perlu troli. Aku datang. Ambil yang penting. Oh iya, ide bagus. Ambil sebanyak mungkin. Ambil kursi yang cukup buat semua. Iya. Ambil buat semua… Enam puluh detik, guys.
Hei, dia lagi ambil keju. Semua itu bakal nggak bisa dimakan sebentar lagi. Tiga, dua, satu. Sisi supermarket itu sekarang terlarang.
Oke, aku bakal biarin tukang cat kerja. Aduh. Dah, Jimmy.
Nggak cuma ruang mereka dipotong setengah, mereka juga kehilangan akses ke matahari, shower, kamar mandi.
Ya ampun. Ada Coke Zero. Kita cuci piring pake Coke Zero. Gimana kita sikat gigi tanpa wastafel, bro? Ini bakal… Kita punya air. Kita punya sikat gigi. Kita punya air Dasani. Kamu tinggal gini. Ini bakal bikin stres sih. Udah hilang deh.
Ya ampun. Ada Jimmy. Kamu tahu Colin lagi di mana nggak?
Semalam, bahkan belum 12 jam sejak aku bikin garis itu, Colin melakukan kesalahan ceroboh.
Colin, nggak mungkin. Jimmy datang. Tok, tok.
Pak Colin, kamu ingat nggak ngegesekin tanganmu ke garis merah itu yang kalau kamu sentuh kamu keluar? Iya. Kenapa kamu lakuin itu? Itu cuma kayak kejadian yang spontan aja. Padahal aku baru aja bikin garis itu. Iya. Kamu harus keluar, bro. Kamu tereliminasi. Oke.
Ya, Colin… Seru sih, bro. Mantap, bro. Iya. Makasih, bro. Jaga diri, guys. Dah, Colin.
Ada kata terakhir? Iya, kamu habisin 50 hari di supermarket dengan satu tujuan, nggak nyentuh garis merah. Tinggal empat orang. Kita makin dekat buat keluar dari sini.
Pagi semua. Gimana kabar kalian hari ini? Kami punya sesuatu yang seru. Kami bakal donasiin makanan kalian. Semua yang di balik garis merah kami ambil. Produk susu, keju. Yang bakal kita lakuin ini hal bagus, membantu orang lain. Membantu 10.000 orang lebih yang membutuhkan.
Walau kehilangan makanan, kontestan mulai beradaptasi sama ruang baru mereka.
Kami punya shower, sebelum digaris merah. Reyhan punya ide bagus, nyariin air dari bagian sayur. Aku panggil Juan juga, terus kita bongkar semua ini. Sekarang kami punya air segar. Dari selang itu. Jadi kami punya shower. Tinggal ambil ember air, terus mandi sendiri. Terus geser ini.
Eh, kamu ke mana? Nggak kelihatan. Kamu segar. Kamu bersih. Hari ini aku senang.
Tapi semangat mereka dari shower baru cuma sebentar. Ada yang datang. Nggak mungkin, bro. Ya ampun.
Jadi, seperti yang kalian lihat, ada sebuah tombol merah besar di lantai. Apa sekarang kalau kami pencet bakal jadi gampang? Kalau kalian mau pencet dan cari tahu, ya silakan aja. Kita nggak bakal pencet. Nggak…
Semua orang udah sepakat, kalau mereka nggak bakal pencet. Aku nggak bakal mau pencet tombol itu. Kayaknya nggak ada juga yang mau. Iya, tombol itu pasti kutukan.
Kalian mungkin mikir, gimana kalian bisa di supermarket lebih dari 50 hari?
Kalian mungkin mikir, gimana kalian bisa di supermarket lebih dari 50 hari? Aku udah olahraga, memasak, tidur, dan berteman.
Pow! Ayo. Ya gitu deh. Lihat kami sekarang. Empat besar… Ya ampun.
Ini inti semuanya, guys. Santai dan kompetisi yang seru. Kita bersenang-senang banget di sini. Kayak masa kecil lagi.
Udah dua minggu, guys. Hei! Hei! Kangen aku? Iya, aku kangen.
Kalau aku mau pasang gawang bola di sini, enaknya di mana? Mungkin di situ? Di sana? Ayo masukin gawangnya! Oke.
Semoga kalian siap buat tantangan. Coca-Cola mau kasih kalian kesempatan menang tiket ke Piala Dunia FIFA 2026. Supaya kalian bisa menang, tinggal cetak gol dari Majd.
Aku tuh kiper terbaik di negara ini. Kamu ingat kan waktu kamu nutup anaknya di jendela? Maaf banget. Maaf. Maaf. Aduh.
Yang keren dari Coke 20 ounce ini, kalian bisa kupas labelnya buat ngumpulin stiker Panini Piala Dunia edisi terbatas, ada 12 pemain sepak bola terbaik dunia.
Oke, siapa mau nendang duluan? Aku duluan. Oke, ayo Jackson. Kita lihat. Pegang tiketku… Aku pegang. Dia bakal menang atau nggak?
Aku kira bakal ketangkep! Jackson resmi pergi ke Piala Dunia FIFA.
Dan kalau kamu mau kayak mereka, ambil Coke 20 ounce. Tinggal kumpulin 12 stiker Panini edisi terbatasnya.
Nggak! Kekencengan itu. Sini sama aku aja. Sini. Aku bisa aja… aku masukin ke mobilku. Nggak usah. Yap, hilang.
Bahkan kalau dia menang tiket, dia mungkin masih di sini saat Piala Dunia FIFA digelar. Itu bener juga sih. Apa dia bakal menang?
Gol! Ini dia! Oke, kamu pergi tanpa saudaramu ke Piala Dunia FIFA.
Dan sekarang giliran Juan. Juan, Juan, Juan, Juan, Juan… Juan, Juan…
Iya! Ayo, Juan. Selamat ke Piala Dunia FIFA. Walau… tanpa satu dari mereka.
Dan buat yang lain, jangan lupa kupas label Coke 20 ounce kalian, buat kumpulin stiker Panini edisi terbatas. Bergambar 12 pemain sepak bola terbaik di dunia.
Kalian nggak bakal pencet tombol itu. Kalian nggak bakal bikin ini lebih susah. Kalian kuat berapa lama lagi? Kami santai. Kami bersenang-senang. Kami bareng tiap hari. Kami main cornhole. Kami main voli. Kami main mobil RC.
Nggak ada yang mau bikin lebih susah. Nggak. Nggak, udah cukup. Kalau begitu kita ketemu minggu depan buat keputusan satu juta dolar.
Maksudnya apa tuh? Nggak tahu. Apa itu? Aku semangat nih! Iya, aku juga.
Jimmy bilang minggu depan ada keputusan satu juta dolar. Apa? Maksudnya apa? Apa maksudnya? Buat aku, satu juta dolar itu banyak banget… banget.
Selama seminggu ke depan, kenyataan kalau mereka bisa keluar dari supermarket bawa uang yang bisa mengubah hidup mulai terasa buat mereka semua.
Demi satu juta dolar, orang bakal melakukan hal gila. Jadi aku juga bakal ngelakuin hal gila. Aku tahu. Itu satu juta…
Kalau aku menang uang ini, aku pengin banget pakai buat bantu balik ke komunitas.
Keluargaku butuh karena kami mulai kehabisan uang, dan kami kerja terus tiap hari.
Keputusan satu juta dolar, bro. Apa pun itu, yang penting bisa bikin keluargaku bangga.
Walaupun tekanannya besar banget, mereka tetap berusaha ngelakuin sesuatu yang baik buat ulang tahun Juan.
Kita udah siapin kuenya. Kita udah siapin permainan tempel ekor ke keledai. Kita udah siapin piñatanya. Ayo kita bikin ini jadi ulang tahun terbaik yang pernah dia rasain. Oke, jemput dia.
Juan, sini. Aku mau nunjukin sesuatu. Sini. Selamat ulang tahun. Selamat ulang tahun, Juan. Selamat ulang tahun. Hore!
Nanti kita makan ini. Kita juga punya kejutan buat kamu. Oh, kita punya piñata. Pukul aja.
Jadi Juan memecahkan piñatanya, dan sekarang dia lagi main tempel ekor. Dikit lagi.
Makasih buat momen ini. Aku senang banget. Kalian semua baik hati. Aku sayang kalian. Kita juga sayang kamu, Juan. Kita sayang kamu, bro.
Ulang tahun Juan jadi pengalihan yang menyenangkan, tapi uang satu juta dolar itu tetap ada di pikiran mereka.
Keputusan satu juta dolar. Kesepakatan satu juta dolar, bro. Aku berharap kita yang menang pada akhirnya.
Dan di hari ke-67, akhirnya waktunya mereka tahu apa yang sudah aku siapkan.
Bro! Jimmy! Ada apa nih?
Sepanjang video ini, kalian bersaing untuk 250 ribu dolar. Kalian mau nggak bersaing untuk satu juta dolar daripada 250 ribu dolar?
Bro, kumpul sini. Kalau nggak keberatan, dipercepat dikit ya. Uangnya banyak.
Sekarang ada satu juta dolar di depan kalian. Kalau kalian setuju mengubah video ini dari “yang terakhir keluar dari toko” menjadi aku restock toko ini dan kalian makan semua yang ada di dalamnya, hadiahnya jadi 1.000.000 dolar.
Jax nggak mau jadi gemuk. Reyhan juga nggak mau jadi gemuk. Nah, bagus kamu bilang itu. Makanya kita juga bakal bangun gym di belakang dan kasih kalian ahli nutrisi sama pelatih pribadi. Ya ampun.
Gimana kalau aku juga bilang kita bakal bikinin tempat tidur, kasih shower, bikin semuanya lebih nyaman?
Apa yang bikin ini sulit buat kamu? Istri dan dua anak. Oke, itu besar banget. Ini keputusan yang besar.
Kesempatan kayak gini nggak akan pernah datang lagi, punya uang sebanyak ini di depan kita. Aku tahu ini nggak bakal semudah itu.
Aku bisa tinggal enam bulan. Kamu bisa bertahan? Aku bisa tinggal setahun, dua tahun. Masalahnya itu harus makan terus, terus, terus.
Aku nggak akan khawatir kalau aku jadi kamu. Kita bakal bantu. Kamu bakal punya pelatih. Kamu bakal punya gym.
Jadi, aku restock toko ini, melipatgandakan hadiah, dan mengubah kalian dari musuh jadi satu tim? Jackson, ya atau tidak?
Restock tokonya. Restock tokonya. Juan. Tetap di dalam toko. Restock aja, bro. Restock? Restock aja, bro.
Ya ampun. Oke! Video ini selesai. Hadiahnya sekarang satu juta dolar. Restock toko ini. Satu juta dolar kalau mereka bisa makan semua yang ada di toko ini. Ketemu tahun depan.
Artikel diterbitkan · Diperbarui
