Bertahan Lebih dari 60 Hari di Supermarket: Aliansi, Sabotase, dan Taruhan Satu Juta Dolar

Buka di YouTube ↗
Ringkasan

MrBeast membeli sebuah supermarket, lalu memberi pengunjungnya tantangan sederhana: siapa pun yang paling terakhir keluar dari toko akan memenangkan 250 ribu dolar. Pesertanya bukan teman atau kenalan, melainkan pembeli acak yang kebetulan sedang berbelanja. Video ini mengikuti perjalanan mereka selama lebih dari 60 hari. Ada aliansi yang terbentuk lalu runtuh, sabotase demi sabotase, keputusan pulang demi keluarga, hingga sebuah tawaran di akhir yang justru membuat tantangan semakin panjang.

17 menit baca
0:12

Awal Kompetisi: Pembeli Acak dan Belanjaan Gratis

MrBeast bercerita bahwa begitu membeli supermarket itu, ia langsung memberi diskon 50% untuk semua barang. Diskon inilah yang menarik banyak orang datang. Salah satu peserta mengaku awalnya hanya mengira akan mendapat belanjaan setengah harga. Begitu pengumuman dibuat, reaksi pengunjung beragam. Ada yang bahkan tidak tahu siapa MrBeast. Ada yang bertekad bertahan "sampai akhir tahun". Seorang lulusan kuliah yang menganggur merasa diuntungkan, sementara peserta lain harus memilih antara pekerjaan dan kompetisi. Ada yang menelepon manajernya untuk menjelaskan bahwa ia harus tetap di dalam toko.

Aturannya jelas: melewati garis merah di pintu keluar berarti gugur. Mereka yang tidak bisa atau tidak mau ikut boleh mengisi troli dengan belanjaan gratis lalu pulang. Menurut MrBeast, begitu tahu soal belanjaan gratis itu, justru banyak orang yang langsung pergi. Peserta boleh memakai barang apa pun di dalam toko dan bebas memilih untuk berbagi atau menyimpannya sendiri. Salah satu peserta meringkasnya dengan kalimat, "Orang-orang bisa ngambil barang-barang kamu. Ini perang."

1:32

Benteng, Aliansi, dan Malam Pertama

Strategi awal hampir semua peserta adalah menimbun kebutuhan pokok sebanyak mungkin. Aliansi sudah terbentuk sejak hari pertama. Satu kelompok membangun benteng di dekat freezer dan menamainya Fort Freezy. Mereka memasang "sistem keamanan" sederhana berupa penghalang yang harus digeser jika ada penyusup, sehingga anggotanya akan terbangun. Kelompok ini kemudian menguasai area daging dan menyatakan terbuka untuk barter.

Tim lain menemukan kantor manajer yang kosong, merombaknya, dan mengurung diri di sana dengan kulkas serta troli yang penuh. Di sebelahnya ada tim ayah dan anak. Sang anak berencana keluar karena harus sekolah dan bekerja, sedangkan sang ayah memilih mengambil cuti. Di bagian buah-buahan ada tim yang menyebut diri The Innovators, salah satu anggotanya sedang hamil 11 minggu. Di bagian susu ada Dream Team.

Malam pertama langsung menunjukkan kerasnya hidup di supermarket. Tidak ada pengisi daya ponsel. Seorang peserta menawarkan 10 dolar untuk charger iPhone, dan peserta lain mengingatkan bahwa baterai 20% akan habis begitu saja. Malam itu masih ada 33 orang. Keesokan harinya, sebagian peserta sudah menyerah. Salah satunya mengeluh malam terlalu dingin dan ia tidak bisa tidur sama sekali.

4:32

Menata Hidup: Tidur di Rak, Gym, dan Shower Darurat

Pada hari ketiga, peserta menemukan berbagai cara untuk tidur: kasur sungguhan, rak toko yang dijadikan ranjang, serbet sebagai bantal. Seorang pria yang lebih tua terpaksa tidur di kursi karena anak-anak muda di timnya tidak mau berbagi ranjang. Peserta juga sadar mereka harus tetap aktif. Mereka membangun "gym" dari barang yang ada, termasuk bangku untuk bench press. Seorang peserta berkata, kalau tidak mendapat uangnya, setidaknya ia mendapat badan baru. Mereka juga membuat shower dengan menggantung selang di balik sebuah pintu.

Pada hari keempat ponsel terakhir mati. Keluarga peserta mulai berdatangan ke depan toko hanya untuk melihat orang tersayang dari balik jendela. Beberapa di antaranya datang setiap dua hari. Menurut narasi MrBeast, saat itu lebih dari setengah peserta sudah gugur.

Xavian dan Kekacauan Pertama

Pemicu konflik besar pertama datang dari Xavian (dipanggil Xay atau Xa). Pada malam kelima, ia menyelinap ke benteng Dream Team dan membocorkan kolam renang tiup yang mereka pakai sebagai tempat tidur milik Gunner. Josh dari bagian buah-buahan melihat kejadian itu dan memberi tahu Gunner. Begitu tahu dirinya dilaporkan, Xavian balik menyerang bagian buah-buahan. Peserta lain kemudian membalas dengan menyerang markas Xavian, dan malam itu berubah menjadi kerusuhan di lorong supermarket.

Dampaknya nyata. Seorang anggota The Innovators berkata bahwa kalau ia melanjutkan, ia sudah tidak sepenuh hati. Seorang anggota Dream Team memutuskan keluar karena suasana semakin kacau. MrBeast berkomentar bahwa sulit dipercaya semua itu bermula dari sebuah kolam tiup yang dibocorkan. Ketika ditanya apakah tujuannya memang membuat kekacauan, Xavian menyebut strateginya "kekacauan teratur", tetapi mengakui bahwa malam itu sama sekali tidak teratur.

9:41

Orang Tua Tak Resmi dan Taktik Kebisingan

Setelah kerusuhan, suasana sempat tenang, sebagian berkat Harry dan Celestine, pasangan lansia yang dianggap sebagai "orang tua tidak resmi" supermarket. Semua orang memanggil mereka "Ma" dan "Pop", dan Harry bahkan menyanyikan lagu ciptaannya sendiri. Namun pasangan itu akhirnya pulang untuk kembali ke anak-anak dan kehidupan mereka. Peserta yang sedang hamil juga keluar karena punya anak berusia tiga tahun dan suami di rumah. Ia dielu-elukan sebagai "ibu hebat".

Selama ibu hamil dan pasangan lansia itu masih ada, peserta lain sepakat membiarkan mereka tidur dengan tenang. Setelah mereka pergi, tim kantor manajer menganggap kesepakatan itu tidak berlaku lagi. Mereka sengaja membuat kebisingan pada pukul 3 dan 4 pagi, dan berjanji akan melakukannya setiap malam sampai peserta lain keluar. Taktik ini berhasil. Tino akhirnya tidak tahan dan pergi, disusul peserta lain yang berkata, "Aku nggak kuat lagi." Ada pula yang tersingkir karena kesalahannya sendiri saat pesta di bagian belakang toko.

Kepergian Tino justru menyatukan Fort Freezy dan Dream Team menjadi satu kelompok yang solid. Kebisingan itu juga punya efek samping. Juan ternyata bisa tidur di tengah keributan, sehingga ia bangun sangat pagi dan membalas dengan membuat suara keras saat yang lain tidur. Sebelumnya Juan dikenal tidak pernah membuat masalah, sehingga peserta lain tidak yakin apakah itu strategi atau ia hanya bosan.

12:37

Harga Waktu bersama Anak

Di balik semua permainan itu, ada kenyataan yang dirasakan semua orang: kehidupan di luar terus berjalan tanpa mereka. Seorang peserta berkata uang ini bisa mengubah hidup, tetapi ia merasa kehilangan banyak hal dan makin merasa bersalah semakin lama ia bertahan. Juan, yang ikut bersama putranya Angel, menyuruh sang anak pulang karena harus sekolah. "Uang ini besar, aku tahu, tapi dia harus masuk sekolah," katanya.

Menurut narasi video, pada titik ini mulai terlihat bahwa bermain sendirian mungkin strategi yang lebih baik, karena aliansi terlalu bergantung satu sama lain untuk bisa bertahan.

13:41

Bola Basket yang Hilang dan Fitnah yang Berbalik

MrBeast menjelaskan bahwa ia menambahkan barang berguna ke dalam toko, seperti kompor, dan barang hiburan seperti ring basket. Ring itu ternyata menjadi satu-satunya hiburan peserta. Menurutnya, tanpa basket kebanyakan orang mungkin sudah pergi. Xavian tahu persis di mana harus menyerang. Ia membuang semua bola basket ke tempat sampah milik Robbie supaya Robbie yang disalahkan.

Pagi harinya toko benar-benar sepi, dan semua orang bingung mencari bola. Autumn ternyata melihat Xavian membuangnya dan memberi tahu yang lain. Namun saat dikonfrontasi, Xavian menyangkal dan mengaku sedang tidur. Autumn lalu melunakkan ucapannya menjadi "mungkin kamu, mungkin juga nggak". Situasinya berbalik: yang dikucilkan justru Autumn, yang kemudian sendirian di pojok. Xavian belakangan mengaku ia benar-benar menangis sambil berbohong. Menurutnya, orang-orang membenci Autumn bukan karena berbohong, tetapi karena ia membuat mereka membenci Autumn yang sudah jujur. Meski begitu, peserta lain tetap berkata mereka menyukai Xay tetapi tidak memercayainya.

Autumn akhirnya keluar. Ia berkata anaknya membutuhkannya dan tiga minggu terlalu lama bagi seorang ibu untuk jauh dari anak. Melihat itu, Robbie juga menyadari bahwa 20 hari sudah terlalu lama jauh dari anaknya. Ia sempat yakin bisa menang, tetapi tidak mau tiga bulan di sana dan kehilangan waktu bersama anak.

18:49

Pencurian Kompor dan Ultimatum Makanan

Sementara itu, MrBeast mengingatkan bahwa semua makanan di toko akan basi dalam sekitar 30 hari. Dream Team memutuskan harus menguasai makanan dengan cara menguasai kompor. Bersama Fort Freezy, Bryce dan Colin menyusun rencana. Setelah Fatima pergi dan peserta resmi tinggal 10 besar, mereka menggelar "perayaan 10 besar" sebagai pengalih perhatian. Saat lampu dimatikan dan semua orang berkumpul di bagian belakang, Colin menyelinap keluar dari kamar mandi. Ia mengambil kompor tim kantor yang ditinggal di tempat terbuka, lalu kompor yang disembunyikan di rak paling atas lorong roti, dan menyembunyikan semuanya. Satu-satunya kompor yang gagal ia temukan adalah milik Juan.

Agar Xavian yang disalahkan, mereka mewawancarai peserta satu per satu di dalam freezer dan sengaja memanggil Xavian lebih dulu, sehingga ia yang pertama kembali dan punya waktu seolah-olah untuk mencuri. Rencana itu berhasil: semua orang menuduh Xavian. Ia bersumpah tidak tahu apa-apa, tetapi peserta lain menganggapnya terlalu pandai berbohong untuk dipercaya.

Pada tahap ini MrBeast menawarkan insentif keluar: setiap peserta 10 besar yang pergi mendapat kotak hadiah berisi produk bisnis lokal dan uang tunai 5.000 dolar dari sponsor. Anggota terakhir The Innovators langsung menerimanya. Chris juga ikut keluar, dengan alasan kalau harus menerima "suap", lebih baik sekarang daripada nanti. Saat ditanya empat mata, salah satu yang keluar bilang ia curiga Colin pelakunya karena Colin datang terakhir ke acara. Ia mengaku kesal karena tidak terpikir ide secerdas itu.

Karena Juan masih memegang satu-satunya kompor, kelompok itu mengganti taktik. Mereka memberi ultimatum: kalau tidak ada yang bisa memasak, semua makanan akan dikeluarkan dari toko malam itu. Setelah menimbun persediaan rahasia untuk diri sendiri, mereka mengangkut makanan keluar dengan truk boks untuk disumbangkan. Juan memprotes bahwa makanan itu untuk semua orang dan bahwa ia tidak bersalah atas hilangnya kompor lain. Gunner memperparah keadaan dengan mengambil semua panci dan wajan Juan. Ketika Juan berkata "kamu hormati aku, aku hormati kamu", Gunner menjawab ia sama sekali tidak menghormatinya. Menurut narasi, Juan kemudian mengurung diri seharian dan seluruh supermarket berada di ambang kekacauan total.

25:44

Jendela Ditutup, Xavian Pergi dengan Balas Dendam

Setelah hampir 24 jam, Dream Team mengajak Xavian bicara dan membuka dengan permintaan maaf, tetapi ia menolak membuat kesepakatan. Seorang peserta lain membela Xavian: semua ini strategi mereka sendiri, dan Xavian hanya lebih jago.

Saat situasi memanas, MrBeast menawarkan pilihan untuk membuat tantangan lebih berat. Lima orang mengangkat tangan. Pada hari ke-30, jendela toko ditutup papan, padahal melihat keluarga lewat jendela selama ini menjadi sumber semangat terbesar. Peserta sempat diberi kesempatan berpamitan. Beberapa keluarga datang setiap hari, sehingga momen itu sangat emosional.

Xavian kemudian memutuskan keluar. Ia merasa sudah menunjukkan semua sisi dirinya, "baik, buruk, bahkan terburuk", dan tidak ingin melihat yang lebih buruk lagi. Tetapi ia tidak pergi dengan tenang. Ia menyelinap ke markas Dream Team dan membawa kabur semua sleeping bag mereka. Lawannya menjawab bahwa ia tidak peduli soal sleeping bag, yang penting Xavian pergi. G-Frank juga keluar setelah lebih dari sebulan, menyisakan enam besar. Menurut narasi, rencana Dream Team pada akhirnya berhasil: kompor dikembalikan, sleeping bag berhasil diambil lagi, dan suasana damai tampaknya kembali.

28:45

Kebosanan dan Uang untuk Keluar

Tantangan berikutnya adalah kebosanan. Selama sekitar dua minggu hampir tidak ada yang terjadi. Peserta tidur sepanjang hari, membongkar rak, bersih-bersih, dan bermain game. Seorang peserta menyadari sudah 40 hari ia tidak melihat dunia luar atau memeluk siapa pun. Meski begitu, semuanya bersikeras bertahan. Ada yang bilang sanggup setahun atau dua tahun.

MrBeast lalu datang dan meminta mereka memilih seorang pemimpin lewat pemungutan suara. Pemimpin itu diberi 50.000 dolar yang tidak boleh diambil sendiri, tetapi boleh ditawarkan kepada orang lain agar keluar: 50 ribu untuk satu orang, 25 ribu masing-masing untuk dua orang, atau tidak ditawarkan sama sekali. Kalau tidak ada yang keluar, tidak ada yang mendapat uang. Seorang peserta langsung bersedia keluar untuk 50 ribu, tetapi MrBeast menyarankan untuk mencoba mengeluarkan dua orang dulu. Juan menolak 25 ribu. Akhirnya tawaran dipasang 30 ribu, dan satu peserta menerimanya, total 35 ribu dolar dengan tambahan dari sponsor. Ia menyebutnya hari terbaik dalam hidupnya. Sisa tawaran dicabut. Tinggal lima orang, yang menurut seorang peserta adalah lima dari 100 orang.

29:58

Tombol Merah: Toko Dibelah Dua

Dengan lima orang tersisa, kesetiaan mulai diuji. Seorang peserta mengatakan ia akan tetap bersama Colin, tetapi bisa bergabung dengan yang lain jika perlu. Peserta lain berkata sekarang tidak bisa memercayai siapa pun.

MrBeast menaruh tombol merah di tengah supermarket. Menekannya berarti membuat video lebih sulit, tanpa batas waktu. Awalnya semua ragu. Lalu muncul argumen bahwa peserta lain sudah terlalu nyaman tinggal di sana, sehingga menekan tombol justru menguntungkan "kita bertiga". Setelah Jackson setuju, Colin menekan tombolnya. Ternyata toko dibelah dua dengan garis merah baru. Peserta hanya diberi lima menit untuk mengambil barang dari sisi seberang. Mereka kehilangan akses ke cahaya matahari, shower, dan kamar mandi, diganti toilet portabel. Mereka mencuci piring dengan Coke Zero dan menyikat gigi dengan air botolan.

Kurang dari 12 jam kemudian, Colin melakukan kesalahan ceroboh: tangannya menyentuh garis merah baru. Saat ditanya alasannya, ia menyebutnya kejadian spontan. Ia tereliminasi setelah sekitar 50 hari. MrBeast menyindir bahwa satu-satunya tujuan selama 50 hari itu adalah tidak menyentuh garis merah.

Makanan di balik garis, termasuk produk susu dan keju, disumbangkan. Menurut MrBeast, sumbangan itu membantu lebih dari 10.000 orang yang membutuhkan. Empat peserta tersisa beradaptasi. Reyhan menemukan aliran air dari bagian sayur, dan bersama Juan mereka membongkarnya sehingga kembali punya air segar untuk mandi memakai ember. Ketika tombol merah muncul lagi, keempatnya sepakat tidak akan menekannya. Salah satunya menyebut tombol itu "kutukan".

36:46

Empat Besar, Ulang Tahun Juan, dan "Keputusan Satu Juta Dolar"

Keempat peserta kini menggambarkan hari-hari mereka sebagai santai dan menyenangkan, "kayak masa kecil lagi": berolahraga, memasak, bermain cornhole, voli, dan mobil RC. Mereka juga sempat mengikuti adu penalti berhadiah tiket Piala Dunia, yang dimenangkan Jackson dan Juan. Karena tidak ada yang mau membuat tantangan lebih sulit, MrBeast pamit dengan janji: minggu depan akan ada "keputusan satu juta dolar".

Selama seminggu, peserta menebak-nebak maksudnya. Ada yang berkata demi satu juta dolar orang akan melakukan hal gila, ada yang ingin memakai uangnya untuk membantu komunitas, dan ada yang mengatakan keluarganya mulai kehabisan uang meski terus bekerja setiap hari. Di tengah tekanan itu, mereka tetap merayakan ulang tahun Juan dengan kue, piñata, dan permainan tempel ekor keledai. Juan berterima kasih dan mengatakan ia menyayangi mereka semua.

41:06

Hari ke-67: Mengubah Aturan Main

Pada hari ke-67, MrBeast mengajukan tawarannya. Jika mereka setuju mengubah tantangan dari "yang terakhir keluar dari toko" menjadi "toko diisi ulang dan kalian harus memakan semua isinya", hadiah naik menjadi satu juta dolar, dan keempatnya berubah dari lawan menjadi satu tim. Saat ada yang khawatir soal berat badan, MrBeast menjanjikan gym, ahli nutrisi, dan pelatih pribadi, serta tempat tidur dan shower agar semuanya lebih nyaman.

Keputusan itu tidak ringan. Salah satu peserta menyebut beratnya keputusan ini karena ia punya istri dan dua anak. Peserta lain menilai kesempatan seperti ini tidak akan datang lagi, meski ia tahu tidak akan semudah itu. Satu peserta merasa sanggup enam bulan, peserta lain setahun atau dua tahun, tetapi mereka sadar masalahnya adalah harus terus-menerus makan. Satu per satu, Jackson, Juan, dan yang lain menjawab "restock". MrBeast menyatakan video ini selesai, hadiah kini satu juta dolar, toko akan diisi ulang, dan menutup dengan kalimat "Ketemu tahun depan". Bagaimana keempatnya akan menghabiskan seluruh isi supermarket dibiarkan sebagai pertanyaan terbuka.