Membangun Build "Penuh Hewan Peliharaan" di Backpack Battles: Dari Dua Obor hingga Evolusi Naga

Diterjemahkan dari 日本語

Buka di YouTube ↗
Ringkasan

Di Backpack Battles yang belakangan ini terus mendapat pembaruan, pembicara memainkan satu pertandingan penuh dengan tujuan membangun build "penuh hewan peliharaan". Susunan ini mengandalkan makhluk-makhluk seperti slime, naga, dan burung untuk bertarung, dan pembicara menggambarkannya sebagai "seperti pertarungan Pokémon". Video ini mengulas kembali jalannya pertandingan, termasuk momen-momen sulit, sambil menjelaskan cara berpikir di balik build tersebut.

8 menit baca
0:24

Awal Permainan: Dua Obor dan Patokan Stamina

Target di awal permainan adalah membuat dua obor. Obor dibuat dari pedang kayu dan batu bara, dan menurut pembicara, keduanya bisa terkumpul dalam satu hingga dua ronde. Mengenai biaya stamina untuk dua obor, pembicara menilai bahwa dengan mempertimbangkan pengurangan cooldown dan perisai lawan, satu pisang sudah cukup pas. Setelah obor lengkap, tinggal mengumpulkan hewan peliharaan.

Hewan pertama yang didapat adalah slime. Namun, karena sudah lama tidak bermain, pembicara salah besar dalam penempatannya dan kalah tiga kali berturut-turut sejak saat itu. Dari kesalahan ini, pembicara menyimpulkan bahwa jumlah aktivasi slime sebaiknya lebih diprioritaskan daripada efek peti mati.

0:52

Slime Hijau dan Mengumpulkan Batu Bara

Untuk mengubah slime menjadi slime hijau, dibutuhkan jamur. Pembicara menyarankan agar jamur dari perlengkapan awal disimpan jika memungkinkan, karena jamur itu akan dibutuhkan pada tahap ini. Setelah mengumpulkan jamur kedua, bahan untuk slime hijau pun lengkap.

Batu bara akan dibutuhkan mulai pertengahan permainan, tetapi justru semakin jarang muncul di tahap itu. Karena itu, pembicara sedikit merelakan kemenangan di awal permainan dan mengumpulkan batu bara selama kekalahannya tidak terlalu banyak. Pembicara mengatakan bahwa karena pertarungan menjadi stabil begitu slime hijau selesai, mungkin ada baiknya mengatur nyawa dengan menjadikan momen itu sebagai patokan.

1:28

Slime Merah, Telur, dan Naga

Pembicara mendapatkan slime kedua dan memutuskan untuk mengembangkannya menjadi slime merah. Pembicara menilai susunan dua slime cukup kuat, dan ingin membeli telur untuk membesarkan naga selama itu. Namun, telur tak kunjung muncul. Untuk item unik, pembicara memilih hiasan rambut. Menurutnya, pilihan itu diambil dengan cara eliminasi karena kandidat lain kurang cocok untuk build ini.

Akhirnya telur muncul. Jika obor atau batu bara diletakkan bersebelahan dengan item yang mudah terbakar, pada giliran berikutnya item tersebut akan mengubah item lain tanpa dirinya sendiri terpakai. Dengan memanfaatkan mekanisme ini, pembicara meletakkan obor bersebelahan dengan telur. Pada saat yang sama, bahan slime merah juga lengkap, sehingga slime merah pun jadi. Setelah itu, pembicara membeli telur kedua dan juga memesan sebuah kartu. Pembicara mengira ronde dengan dua telur sekaligus pasti akan kalah, tetapi slime merah bertarung dengan baik dan berhasil merebut kemenangan.

Setelah naga pertama menetas, pembicara menggabungkannya dengan kartu. Untuk susunan tas pada saat naga lahir, pembicara memberi nilai sendiri "5 dari 100". Meski begitu, karena di antara semuanya obor adalah yang paling cepat aktif, pembicara menyarankan agar obor diletakkan di antara slime untuk menambah jumlah aktivasi slime. Saat nyawa tinggal 1, naga pun berevolusi.

2:45

Kecocokan Heat, Hiasan Rambut, dan Mana Orb

Menurut pembicara, build ini semakin cepat berkat Heat, dan jumlah pemulihannya juga meningkat berkat hiasan rambut. Karena itu, build ini cocok dengan Mana Orb dan buku, dan pada akhirnya satu Mana Orb saja bisa mengumpulkan mana kira-kira sebanyak satu buku.

Naga yang sudah berevolusi sangat kuat, dan di log pertarungan terlihat naga, slime merah, dan slime hijau memberikan damage secara merata. Pembicara menilai positif bahwa sumber damage yang seimbang membuat kelemahan berkurang dan permainan menjadi stabil.

3:21

Dek sebagai Alat untuk Menarik Bahan Gabungan

Target berikutnya adalah evolusi naga kedua. Karena kartu-kartu yang ada saat ini sulit dimanfaatkan, pembicara memperlakukan dek semata-mata sebagai alat untuk menarik bahan gabungan. Selama dek ada di papan, kartu-kartu akan berjajar, tetapi hal itu mempersempit ruang untuk item lain. Karena itu, pembicara menjelaskan bahwa penting untuk meletakkan dek hanya pada saat ada kartu yang diinginkan, dan dalam situasi di mana yang muncul hanya kartu yang tidak berguna, dek sebaiknya disimpan dulu. Karena kartu yang diincar berhasil ditarik, tugas dek selesai pada pertarungan berikutnya.

Secara umum, kekuatan tempur akan menurun pada ronde saat melakukan penggabungan, tetapi pembicara menyatakan bahwa kekuatan naga ini lebih dari cukup untuk menutupinya. Dengan begitu, kedua naga telah berevolusi. Ke depannya, pembicara mempertimbangkan arah seperti mempercepat lagi dengan sarung tangan, menambah buku dengan sisa mana, atau menambah slime.

4:06

Pertarungan Empat Naga dan Stun

Lawan pada pertarungan berikutnya memakai build serupa, sehingga jika digabungkan dari kedua pihak ada empat naga. Menurut pembicara, begitu Heat mencapai 15, stun mulai aktif, dan sejak saat itu lawan terus-menerus dalam keadaan stun. Batu bara yang dikumpulkan di awal permainan berguna untuk mengumpulkan hingga 15 Heat. Namun, pembicara sendiri berpendapat bahwa empat naga justru terlalu banyak untuk dikelola, sehingga ia menyarankan dua naga demi stabilitas.

Sekitar waktu ini, burung dan slime bergabung dengan sendirinya, dan pembicara berkata, "Mulai terasa seperti pertarungan Pokémon." Ia juga menambahkan candaan bahwa burung itu semacam tipe terbang, dan slime yang punya beberapa cabang evolusi pada dasarnya mirip Eevee. Keunggulan naga ini menurut pembicara adalah sama sekali tidak memakai stamina dan, karena serangannya jarak jauh, tidak menerima serangan balik, sehingga percepatannya tidak memiliki kekurangan.

4:45

Menuju Slime Putih dengan Lightsaber

Slime yang baru bergabung diputuskan untuk digabungkan dengan lightsaber karena tampaknya menarik. Pembicara tahu ronde ini pasti kalah, tetapi karena masih tersisa dua pisau dan sayang jika tidak dipakai, ia memutuskan untuk menghabiskannya di sini. Lawan juga memakai susunan dua naga, dan ditambah lightsaber yang berat, pembicara kalah, tetapi slime berhasil berevolusi menjadi slime putih.

Burung juga muncul, jadi pembicara membelinya. Cooldown burung pendek, yaitu 3 detik, dan burung itu dimanfaatkan untuk mematuk slime agar aktif. Pembicara mengakui bahwa sebenarnya lebih kuat jika slime merah yang diutamakan, tetapi di sini ia sengaja mengutamakan slime putih. Meskipun efeknya dihapus oleh buku milik lawan, slime putih berhasil mengumpulkan sekitar 12 kali "Miss". Pembicara menjelaskan bahwa karena efek api, kolom debuff hampir tidak terlihat selama pertarungan, tetapi jika melihat kolom debuff lawan di paruh akhir pertarungan, bisa dipastikan bahwa slime putih bekerja.

5:43

Pertarungan Terakhir: Heat 67, Cooldown 0,31 Detik

Meskipun di awal permainan bermain santai, pembicara berhasil bertahan hingga ronde terakhir. Lawan terakhir memakai build racun yang menurut pembicara "klasik dan kuno". Racun bisa diatasi dengan slime hijau, dan elemen lainnya bisa diatasi dengan naga, sehingga pertarungan berjalan dengan naga terus menyemburkan api dari mulutnya hingga menghanguskan lawan.

Pada akhirnya, Heat mencapai 67, dan cooldown kedua naga mencapai 0,31 detik. Menurut perhitungan pembicara, jika bertarung selama 10 detik dalam kondisi ini, lawan hanya bisa bergerak sekitar 3,7 detik. Dari log pun, pembicara memastikan bahwa lawan tampaknya berhasil dilumpuhkan dengan baik.

Dengan naga di garis depan, para hewan peliharaan berperan besar hingga meraih kemenangan, dan pembicara mengenang susunan ini sebagai build menyenangkan di mana hewan-hewan lucu menyuguhkan pertarungan yang seru.