100 Orang Berusia 1 hingga 100 Tahun Memutuskan Sendiri Siapa yang Pantas Mendapat $250.000

Buka di YouTube ↗
Ringkasan

Dalam video ini, MrBeast (Jimmy) mengumpulkan 100 orang yang usianya berurutan, mulai dari 1 hingga 100 tahun, untuk memperebutkan hadiah $250.000. Ia menekankan perbedaannya dari video-video sebelumnya: kali ini bukan tuan rumah yang menentukan pemenang, melainkan para peserta sendiri. Setiap peserta menempati satu kamar, dan aturan dasarnya sederhana. Siapa pun yang keluar dari kamar, atau bahkan menyentuh garis merah, langsung tereliminasi.

17 menit baca

Jimmy menjelaskan bahwa tantangan ini bukan soal siapa yang paling lama bertahan. Intinya adalah berteman dan meyakinkan orang lain untuk menyukaimu. Ia juga mengaku bahwa saat itu ia belum tahu video ini akan menjadi video paling menegangkan yang pernah mereka buat.

0:47

Jam pertama: yang termuda dan sebagian yang tertua keluar lebih dulu

Peserta berusia satu tahun diberi tablet untuk bermain. Menurut narasi Jimmy, sejak awal sudah terlihat bahwa peserta paruh baya adalah yang paling fokus dan bertekad, meski tidak semuanya begitu. Peserta berusia dua tahun menjadi salah satu yang pertama tereliminasi. Seperti yang sudah diduga, yang keluar paling awal adalah anak-anak termuda dan beberapa peserta lanjut usia. Pada jam pertama syuting, enam orang sudah tersingkir.

1:42

Ultimatum pertama: sepuluh orang harus keluar sukarela, atau 25 orang dieliminasi acak

Setelah memberi waktu satu jam agar peserta sempat berteman, Jimmy mengumumkan tantangan pertama. Dalam sepuluh menit, sepuluh orang harus keluar dari kamar secara sukarela. Tanggung jawab untuk meyakinkan mereka dibebankan kepada seluruh kelompok. Jika gagal, 25 orang akan dieliminasi secara acak.

Kepanikan langsung muncul, dan argumen soal usia ikut bermunculan. Ada yang berteriak bahwa peserta usia pensiun dan anak di bawah 12 tahun seharusnya keluar. Seorang mahasiswa berpendapat orang tua sebaiknya pergi karena punya uang pensiun, sementara dirinya sedang kesulitan. Ada peserta yang menawarkan diri keluar asalkan tujuh orang lain ikut bersamanya. Ada pula yang mencoba membujuk seorang anak dengan janji membelikan Roblox. Peserta berusia 89 tahun akhirnya memutuskan keluar demi yang lain, tetapi kelompok masih kekurangan delapan orang ketika waktu habis.

Karena gagal mencapai kesepakatan, 25 peserta diundi menggunakan mesin bola pingpong yang ditarik Chandler satu per satu. Nomor yang keluar antara lain 18, 85, 82, 80, 99, 12, 24, 22, 19, 29, dan terakhir 13. Jimmy terus mengingatkan bahwa merekalah yang memilih hasil ini. Seorang peserta yang lolos mengaku tidak yakin apakah ia merasa senang, karena setiap kali nomor disebut ia bertanya-tanya apakah dirinya yang akan pulang. Tersisa 67 peserta, dan bilik peserta yang tereliminasi dihancurkan.

Jimmy lalu membiarkan peserta beristirahat di kamar masing-masing. Ternyata itu menjadi tantangan tersendiri. Ketika Hari Kedua dimulai, banyak yang sudah keluar sehingga jumlahnya turun menjadi 55.

4:32

Hari Kedua: pemungutan suara gagal, kapten baris dan tawaran uang

Setiap pagi, Jimmy membuka hari dengan pemungutan suara. Jika semua peserta memilih orang yang sama, orang itu langsung menang $250.000. Jika ada satu saja yang berbeda, akan ada tantangan dengan banyak eliminasi. Suara langsung terpecah, misalnya ada yang memilih 14 dan ada yang memilih 11.

Setiap baris kamar kemudian diminta memilih seorang kapten yang akan mewakili seluruh barisnya, dan Jimmy berpesan agar mereka memilih orang yang benar-benar bisa dipercaya. Kapten yang terpilih adalah 14, 30, 42, 64 (yang mengajukan diri), dan Tuan 100. Seorang peserta yang mencalonkan diri berkata ia datang untuk menang.

Aturan tantangannya baru diungkap setelah itu. Jimmy akan menawarkan uang kepada kapten. Jika seorang kapten mengambilnya dengan keluar dari kamar, ia dan seluruh barisnya tereliminasi. Tawaran dimulai dari $1.000, lalu naik ke $5.000, $10.000, dan $20.000. Para kapten menolak. Salah satunya berkata $10.000 tidak sepadan dengan menyakiti orang-orang di barisnya. Seorang kapten lain berharap istrinya akan setuju dengan apa pun keputusannya.

Pada $50.000, menurut Jimmy, semua kapten masih teguh, tetapi beberapa terlihat lebih bimbang daripada yang lain. Tawaran terus naik hingga $100.000 untuk kapten pertama yang keluar. Teman-teman barisnya berteriak "Jangan, 30!", tetapi kapten berusia 30 akhirnya keluar dan meminta maaf. Reaksinya keras: "Ngga tahu malu!", "Kamu bohong, 30!" Kapten 30 menjelaskan bahwa ia harus memikirkan anaknya dan uang itu akan membiayai sang anak dalam waktu lama. Akibatnya, semua peserta berusia 20-an dan 30-an tereliminasi. Salah satu dari mereka berkata singkat, "Kami ditipu."

8:37

Lahirnya persekutuan usia 40-an

Karena banyaknya pengkhianatan sejauh ini, empat peserta berusia 40-an membentuk persekutuan untuk mencegah anggotanya keluar, apa pun yang terjadi. Pemungutan suara berikutnya kembali gagal.

Tantangan selanjutnya menggunakan roda berputar yang berisi usia para peserta tersisa. Saat itu ada 36 orang, dan roda akan terus diputar sampai 16 orang tereliminasi sehingga tersisa 20. Mekanismenya begini: seorang peserta memegang kendali, lalu roda berhenti di usia orang lain. Pemegang kendali memutuskan apakah orang itu dieliminasi atau tidak. Jika orang itu diselamatkan, kendali berpindah kepadanya.

Roda pertama kali dipegang 67 dan berhenti di 55. Diberi kesempatan bicara, 55 justru tidak meminta diselamatkan. Alasannya, jika ia berada di posisi yang sama, ia juga akan melakukan hal yang sama. 67 pun mengeliminasinya. Putaran berikutnya berhenti di 47, yang memohon untuk tinggal, dan 67 menyelamatkannya. Kendali kini ada di tangan 47. Jimmy mengingatkan bahwa secara teknis 47 bisa mengeliminasi 15 orang tanpa risiko, meski itu akan sangat kejam. Roda lalu berhenti di 43, sesama anggota persekutuan, dan 47 menyelamatkannya dengan berkata "Kita tinggal bersama." Kendali pun berpindah ke 43.

Roda di tangan 43: "Kita dalam perang"

Dengan dorongan 42, yang menegaskan bahwa mereka harus tetap memegang kendali atau akan dieliminasi, 43 mulai menyingkirkan banyak orang. Peserta 66 memohon untuk tinggal. 43 mengatakan 66 sangat baik dan senang mengenalnya, tetapi tetap mengeliminasinya. Lalu 57 dieliminasi, disusul 65. Menurut narasi Jimmy, 43 tahu bahwa jika ia berhenti mengeliminasi dan menyerahkan kendali roda, dialah yang mungkin dieliminasi berikutnya. Seorang peserta usia 50-an memperingatkan kelompok 40-an bahwa kelompok 50-an akan membalas dendam.

Momen paling emosional terjadi ketika roda berhenti di Gio, peserta berusia 11 tahun. Jimmy memberinya mikrofon. Gio berkata 43 adalah orang baik dan cukup baik untuk tidak mengeliminasinya, sementara peserta lain serempak meneriakkan "Selamatkan Gio!" Dari dalam persekutuan, ada yang berbisik bahwa sekarang bukan saatnya bersikap baik. 43 memuji Gio sebagai anak 11 tahun terkeren yang pernah ia lihat, penuh energi dan keberanian dengan masa depan cerah, tetapi tetap mengeliminasinya. Jimmy mengaku begitu sedih sehingga ia mengajak Gio membantunya di panggung.

Setelah itu, semua orang di luar kelompok 40-an merasa dalam bahaya besar. Peserta 17 dieliminasi, begitu pula 16, yang sempat bercerita tentang buyutnya yang sedang sakit. Jimmy mencatat bahwa entah kenapa roda terus melewatkan anggota persekutuan 40-an. Peserta 52 dieliminasi. Ketika roda sampai pada pilihan yang disebut Jimmy sebagai keputusan tersulit, yaitu apakah ia akan mengeliminasi dirinya sendiri, 43 memilih untuk terus memutar. Berikutnya 75 tersingkir. Peserta 62 bahkan menolak mencoba meyakinkan 43 dan langsung pamit. 43 sempat bercanda bahwa ia akan merindukan dengkuran 62, yang dijawab 62 dengan menyebutnya "penjahat" dan berkata 43 kejam.

Ketika roda akhirnya berhenti di 41, anggota persekutuan sendiri, 43 menyerahkan kendali kepadanya dengan alasan sayang. Putaran terakhir berhenti di Tuan 100, peserta tertua. Ia meminta agar tidak dieliminasi, tetapi 41 tetap mengeliminasinya sambil mendoakannya. Karena Tuan 100 disukai para peserta, Jimmy memberinya $2.000 sebagai apresiasi.

Seusai tantangan, seorang peserta 50-an berkata terang-terangan bahwa ia tidak suka lagi pada kelompok 40-an karena mereka memusnahkan kelompoknya. Kelompok 40-an membalas bahwa jika kelompok 50-an yang memegang mikrofon, mereka pasti juga akan mengeluarkan setengah dari kelompok 40-an. Seorang peserta menyimpulkan pelajarannya: jangan percaya siapa pun.

16:53

Tantangan dalam gelap: hanya satu yang boleh keluar

Setelah istirahat beberapa jam, pemungutan suara kembali gagal. Jimmy lalu memperlihatkan tumpukan $250.000 lain, terpisah dari hadiah utama. Seluruh 20 kamar ditutup tirai agar peserta tidak bisa saling melihat. Aturannya: jika hanya satu orang yang keluar secara sukarela, ia membawa pulang $250.000 itu. Jika lebih dari satu yang keluar, semuanya tereliminasi tanpa mendapat apa-apa.

Peserta 42 langsung mengumumkan dengan lantang bahwa ia akan keluar. Ia mengaku telah melewatkan $100.000 semalam dan kali ini akan mendapatkan apa yang ia inginkan. Ia juga memperingatkan bahwa siapa pun yang ikut keluar akan kalah bersamanya. Peserta 64 sempat menyatakan akan keluar, tetapi diingatkan bahwa jika 42 juga keluar, keduanya tidak mendapat apa-apa. Sepanjang tantangan, 42 tampak akan menang sendirian. Namun, ketika tersisa dua detik, seseorang di ujung lain ikut keluar. Keduanya tereliminasi tanpa hadiah.

Peserta yang keluar di detik terakhir itu berkata bahwa keputusannya sudah dibuat sebelum jam dimulai. Jimmy menafsirkan bahwa kelompok 50-an tidak cepat melupakan kerugian yang mereka alami semalam. Persekutuan 40-an pun kehilangan pemimpinnya. Hingga titik ini, 82 orang telah tereliminasi.

21:08

Hari Ketiga: "Deal or No Deal" bersama Howie Mandel

Pemungutan suara pagi kembali gagal, dan menurut Jimmy suara justru semakin terpecah seiring berkurangnya peserta. Tantangan berikutnya meniru acara "Deal or No Deal", dan pembawa acaranya, Howie Mandel, didatangkan langsung. Peserta di atas 40 tahun sangat antusias, sementara peserta berusia 14 tahun mengira Howie mungkin seorang musisi.

Ada 18 tas: separuh berisi "eliminasi" dan separuh "aman". Peserta termuda memilih tas dan melihat isinya diam-diam. Peserta termuda berikutnya kemudian boleh bertanya, lalu memutuskan apakah akan mencuri tas itu atau memilih tas sendiri. Akibatnya, kejujuran dan kebohongan menjadi inti permainan.

Peserta 14 jujur mengatakan tasnya aman, dan 41 langsung mencurinya. Peserta lain heran mengapa 14 tidak berbohong saja untuk mempertahankan tas amannya. Di tas berikutnya, 14 kembali jujur mengatakan isinya eliminasi. 43 tidak mencurinya, dan 14 pun tereliminasi. Ia berkata ingin jujur, memang jujur, lalu tereliminasi, tetapi merasa telah melakukan hal yang seharusnya. Kemudian 43, yang bersebelahan dengan sesama anggota persekutuan, mengaku tasnya "tidak aman". Rekannya tidak mencuri, dan pengakuan itu terbukti benar sehingga 43 tersingkir. Ia menyebut pengalaman ini hampir lebih buruk daripada dikubur. Peserta 44 juga memilih jujur bahwa tasnya berisi eliminasi dan menerima nasib.

Permainan juga diwarnai kebohongan dan pengorbanan. Seorang peserta berkata ia datang "bukan dengan uang, tetapi dengan integritas" dan menyatakan tasnya aman. Lawannya mencuri tas itu, dan ternyata ia memang jujur. Menurut narasi Jimmy, kejujuran salah satu anggota persekutuan memang mengeliminasi dirinya, tetapi menyelamatkan dua rekannya. Sebaliknya, 48 meyakinkan 51 bahwa tasnya berisi eliminasi. 51 tidak mencuri, dan ternyata 48 berbohong. "Begitulah caranya berbohong," katanya, lalu ia masuk sembilan besar. 51 kemudian tereliminasi di gilirannya sendiri.

Salah satu momen yang paling banyak dipuji melibatkan 54. Ia diberi tahu dengan jujur bahwa tas lawannya berisi eliminasi, tetapi tetap memilih mencurinya, sehingga mengorbankan diri demi orang itu. Salah satu dari mereka menyebut keinginan untuk melihat cucu-cucunya. Momen itu disebut sebagai hal paling baik yang pernah dilihat seumur hidup. Orang yang diselamatkan berterima kasih karena diberi "pilihan termudah". Di sisi lain, ada juga peserta yang percaya pada pengakuan lawan, mencuri tas, lalu mendapati dirinya tertipu.

Dua tas terakhir dipegang 67 dan 96. Peserta 96 memilih tas 16 dan berkata isinya eliminasi. Seseorang berkomentar bahwa ayahnya yang juga berusia 96 tahun sering berbohong. 67 tidak mencuri, dan kedua tas dibuka bersamaan. Ternyata 96 berbohong dan lolos. "Aku hidup dan semangat," katanya. Kini tersisa sembilan orang.

30:06

Sembilan besar: menimbang cerita hidup satu sama lain

Memasuki hari terakhir, kepercayaan antarpeserta semakin menipis. Peserta 48 mengatakan orang yang paling ia percayai adalah 47, "100%". Mereka berdua mengikuti kompetisi ini bersama untuk melihat seberapa jauh bisa bertahan.

Untuk mengeliminasi empat orang, setiap peserta diminta menjelaskan mengapa mereka pantas mendapat uang itu dan untuk apa uangnya akan digunakan. Cerita-cerita yang muncul sangat berat. Ada yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Ada yang meninggalkan segalanya di Filipina. Ada yang tidak punya asuransi kesehatan dan menderita sakit saraf parah. Ada yang ingin membantu sepupunya yang mengidap lupus dan memiliki tiga adik kecil. Ada orang tua dari anak autis nonverbal yang akan berusia tujuh tahun dan membutuhkan banyak perawatan. Ada yang hampir kehilangan bisnis saat pandemi. Ada yang ingin memberikan uang itu kepada anak yang menampungnya. Ada pula yang menawarkan untuk menginvestasikan uang itu selama 90 hingga 120 hari di platform mining miliknya. Beberapa peserta menangis, dan muncul pertanyaan: bagaimana bisa kita memeringkat keinginan dan harapan seseorang di atas orang lain?

Peserta 61 tereliminasi pertama, dengan alasan dari pemilihnya bahwa ia suka membuat masalah. Berikutnya, semua suara jatuh pada 46. Seorang peserta yang gugup mengaku akan mengkhianati persekutuannya, dan Jimmy menyatakan persekutuan 40-an baru saja hancur. Peserta 96 tersingkir ketiga dan berkata senang bisa ikut acara ini. Eliminasi terakhir dilakukan dengan suara terbuka antara 72 dan 41. Seorang pemilih memilih 41 dengan alasan rencana 41, yaitu membantu adik kembarnya membeli rumah, adalah soal keinginan dan harapan, bukan kebutuhan. Namun, mayoritas memilih 72, sehingga 72 tereliminasi.

34:53

Final: satu jam, satu ruangan, dan ancaman penyembur api

Lima finalis tersisa: 41, 47, 48, 56, dan 64. Untuk pertama kalinya, mereka boleh keluar dari kamar tanpa tereliminasi dan berkumpul di ruangan besar. Jimmy memasang timer satu jam. Jika saat waktu habis hanya satu orang yang tersisa di ruangan, ia menang $250.000. Jika lebih dari satu, Mack dan Tareq, yang memegang penyembur api, akan membakar uang itu.

Diskusi berlangsung tegang. Ada yang berkata tidak ada seorang pun di sana yang lebih tinggi dari yang lain dan semuanya pantas mendapat uang itu. Ada pula yang menyanggah bahwa ini bukan soal pantas, tetapi soal memenangkan permainan. Usul untuk saling berbagi cerita ditolak karena dianggap membuang waktu dan berisiko membuat uangnya terbakar, padahal seorang peserta merasa ceritanya adalah hidupnya. Seorang finalis sempat berkata tidak bisa bernapas dan lebih baik keluar saja. Finalis lain menahannya: kamu pantas berada di sini seperti kami semua. Ada juga yang berpendapat bahwa orang yang tidak cukup kuat untuk bertahan tidak pantas memilih orang lain untuk keluar, dan ditegaskan bahwa "ini bukan pertengkaran, ini hidup". Peserta 47 berkata tegas bahwa ia tidak akan membiarkan orang itu keluar, titik.

Jalan keluarnya datang dari 48: pemilihan dengan peringkat. Setiap orang menulis urutan siapa yang menurut mereka paling pantas mendapat uang itu, dan orang yang konsisten berada di puncak semua peringkat menjadi pemenang. Semua setuju. Hasilnya: 56 di urutan kelima, 41 dan 64 seri di urutan ketiga, 48 di urutan kedua, dan 47 menjadi pemenang.

Jimmy menjelaskan mengapa menurutnya 47 terpilih. 47 kesulitan mengeliminasi pemain lain, membangun persekutuan terkuat, dan bahkan di garis akhir tetap berjuang untuk orang-orang di sekitarnya. Empat finalis lainnya masing-masing membawa pulang $10.000. Sebagai kejutan terakhir, ibu 47 muncul, dan 47 berseru bahwa akhirnya ia bisa membantu ibunya.

Di penutup, Jimmy menyebut ini salah satu video favoritnya. Ia meminta penonton memberi tahu di kolom komentar apakah mereka menyukai format video yang lebih panjang seperti ini. Menurutnya, format ini sedang dicoba sebagai persiapan acara Amazon Prime mereka yang akan tayang akhir tahun itu, dan detailnya akan ia sampaikan nanti.