Membangun 100 Sumur di Afrika: Perjalanan MrBeast dari Kenya hingga Zimbabwe

Buka di YouTube ↗
Ringkasan

Video ini mendokumentasikan proyek MrBeast (Jimmy) dan timnya membangun 100 sumur di sejumlah negara Afrika. Menurut narasi video, jika digabungkan, ke-100 sumur itu akan menyediakan air minum bersih bagi sekitar setengah juta orang. Pesan utama yang diulang sepanjang video adalah bahwa masalah akses air bersih bisa diselesaikan, dan menurut MrBeast tidak harus menunggu sumber daya serta dana dari pemerintah besar.

9 menit baca
0:12

Sumur Pertama di Kenya

Video dibuka dengan sumur pertama di sebuah desa kecil di Kenya. Saat air menyembur dari tanah, MrBeast menyebut penonton baru saja menyaksikan desa itu mendapatkan "air minum bersih tak terbatas dalam kurang dari sedetik". Setelah itu tersisa 99 sumur lagi.

Setelah membangun beberapa sumur di Kenya, tim terbang ke selatan menuju sebuah sekolah di Nairiri. Warga desa menggelar acara penyambutan, dan anak-anak meneriakkan nama "Jimmy". MrBeast mengaku tidak membayangkan sambutan seperti itu dan tidak tahu harus bereaksi bagaimana. Ia juga sempat bercanda soal rekannya, Nolan, yang ia sebut sebagai orang paling kikuk yang pernah ia lihat.

Air Sungai yang Membuat Murid Sakit

Salah satu guru menunjukkan sumber air para murid, yaitu sebuah sungai yang menurut MrBeast sama sekali tidak aman untuk diminum. Guru itu menjelaskan bahwa para murid mengeluhkan diare dan infeksi seperti tifoid karena air tersebut. Sekolah berusaha mengobati mereka, tetapi menurut sang guru, hidup harus terus berjalan dan mereka tetap harus memakai air itu.

MrBeast menyebut situasi ini sangat menyedihkan. Menurutnya, hidup anak-anak di sana menjadi terbatas, bahkan terkadang berakhir, karena terpaksa meminum air yang tidak aman. Ia menyatakan bahwa setidaknya untuk desa ini, kondisi itu akan diakhiri.

1:56

Cara Sumur Dibangun dan Kapasitasnya

Video kemudian memperlihatkan proses pengeboran. Air yang keluar dari tanah dialirkan ke tong besar, lalu tong itu dipasang di menara air. Dengan begitu, desa-desa di sekitarnya tidak hanya mendapat air minum bersih, tetapi juga sumber air berpompa, sehingga warga tidak perlu lagi mencuci pakaian dengan air yang tidak aman.

MrBeast menjelaskan cara tim membuat 29 sumur pertama. Mereka memakai bor raksasa untuk menggali hingga ratusan meter ke bawah tanah, melewati sumber-sumber air yang tercemar, sampai mencapai sumber air murni yang besar. Setelah itu, tim memasang pipa agar warga bisa mengambil air dari pompa, seperti yang ada di Nairiri.

Saat mencoba pompa itu, MrBeast mengisi drum lima galon dalam waktu sekitar satu menit. Ketika ditanya berapa banyak air yang bisa dihasilkan, jawabannya 3.600 galon per hari. Sumur ini melayani 400 anak di sekolah, juga seluruh desa dan desa-desa di sekitarnya. Menurut video, sumur ini dapat memompa air tanpa henti selama 30 tahun. Tim juga menyelesaikan 20 sumur lagi di Kenya.

Di bagian ini MrBeast menegaskan pandangannya. Orang mungkin mengira proyek sebesar ini membutuhkan sumber daya dan dana dari pemerintah besar, tetapi menurutnya anggapan itu keliru. Ia menilai masalah ini bisa diselesaikan dan manusia seharusnya berusaha memperbaikinya. Dalam momen singkat lain, ketika ditanya apa rahasia kesuksesan, ia menjawab: temukan sesuatu yang kamu suka, lakukan dalam waktu lama, dan nantinya kamu akan sukses.

3:50

Bukan Hanya Air: Renovasi Sekolah

Tim juga membangun sumur untuk satu desa lain beserta 12 desa di sekitarnya. Sambil menyelesaikan sumur-sumur itu, mereka merenovasi salah satu sekolah. Sekolah itu mendapat komputer baru, perabot kelas baru, rak yang diisi buku-buku baru, bola untuk setiap murid, serta papan tulis dan proyektor modern di semua ruang kelas. Sebelumnya, menurut video, sekolah itu memakai kapur yang terbuat dari debu. Ketika pihak sekolah berterima kasih, MrBeast menjawab bahwa ia hanya melakukan apa yang ia mampu.

4:28

Sumur ke-45: Mendaki Gunung Demi Air

Di lokasi sumur ke-45, tim menemukan komunitas dengan kondisi yang lebih berat. Untuk mengambil air, warga harus berjalan jauh melewati hutan dan menuruni sebuah gunung besar. Seorang murid bercerita bahwa ia bangun sekitar pukul 4 pagi untuk mengambilkan air bagi sekolah. Warga juga mengatakan jalurnya sangat licin dan cedera mudah terjadi.

Sambil sumur mereka dikerjakan, warga mengajak MrBeast menempuh jalur itu. Perjalanan ini dilakukan dua kali sehari, dan murid-murid ikut membawa wadah air. Saat MrBeast bertanya seberapa sulit hal itu jika dilakukan 200 murid setiap hari, jawabannya "sangat sulit". MrBeast mengaku terkejut dengan beratnya pendakian itu. Di ujung perjalanan ada pancuran air yang airnya ternyata masih tidak aman untuk diminum.

Saat terisi, satu kendi bisa seberat 18 kg, terlalu berat untuk dibawa anak-anak menaiki gunung. Para perempuan di sana bahkan bisa membawa dua kendi sekaligus. MrBeast mencoba membawanya juga dan tampak kewalahan, sementara warga yang mendampinginya disebut "bahkan tidak berkeringat". Setelah sumur baru selesai, jaraknya hanya tiga meter dari sekolah, sehingga murid tidak perlu lagi menghabiskan waktu setiap hari untuk mengambil air yang tidak aman.

6:09

Sumur ke-46 dan Jembatan yang Merenggut Nyawa

Di desa tempat sumur ke-46 dibangun, tim menghadapi masalah lain. Desa itu terbelah oleh sungai besar yang berbahaya. Sungai itu memang tidak terlihat dalam saat kunjungan, tetapi pada musim hujan airnya naik dan merendam jembatan yang ada. Jembatan itu sangat penting karena rumah warga, rumah sakit, dan sekolah berada di seberang, sehingga warga melintasinya beberapa kali sehari. Walaupun berbahaya, jembatan itu satu-satunya pilihan mereka.

Seorang warga menuturkan bahwa saat banjir, sungai bisa menghanyutkan orang, murid, bahkan hewan, dan mereka pernah kehilangan tiga orang yang mencoba menyeberang. MrBeast menyebut kehilangan nyawa seperti itu "gila dan tidak bisa diterima". Tim pun memutuskan membantu dan mulai membangun jembatan baru.

6:46

Zimbabwe: Klinik Bersalin dan Sepeda untuk Murid

Sementara jembatan dikerjakan, tim menempuh perjalanan lebih dari 3.000 km dari Kenya ke Zimbabwe. Saat itu mereka sudah seminggu berada di Afrika, dan masih banyak sumur yang harus dibuat.

Kegiatan pertama di Zimbabwe adalah mengunjungi klinik setempat yang sangat membutuhkan air bersih. Staf klinik mengatakan mereka membantu sekitar 50 kelahiran per bulan, atau sekitar 600 per tahun. Namun, para ibu hamil di klinik itu harus berjalan lebih dari 1,5 km untuk mengambil air, lalu membawa pulang ember-ember yang berat. Tim telah membiayai pembangunan sumur modern untuk klinik itu, dan video memperlihatkan saat pompanya dinyalakan dan air mulai mengalir. MrBeast mengatakan ia senang melihat warga langsung mengambil air.

Karena banyak murid di desa itu tidak memiliki alat transportasi, tim juga membagikan sepeda baru kepada mereka semua. Dalam momen yang jenaka, MrBeast mengaku tidak bisa mengendarai sepeda, dan rekannya menimpali bahwa Jimmy hanya tahu cara membagikan sepeda tanpa pernah belajar menaikinya.

8:43

Sumur ke-69: Tenaga Surya untuk Petani

Tim terus membangun sumur hingga sumur ke-69, yang dirancang khusus untuk para petani desa. Sumur bertenaga surya ini menyediakan air untuk tanaman dan ternak, bahkan pada musim kering, tanpa memakai listrik. Menurut penjelasan di video, setiap panel berdaya 200 watt dan terhubung ke sebuah pompa yang mampu memompa 5.000 liter per jam. MrBeast menyebutnya, pada dasarnya, sumber air tak terbatas bagi desa itu.

Setelah meninggalkan Zimbabwe, tim melanjutkan pembangunan sumur di Uganda, Somalia, dan Kamerun. Menurut MrBeast, video tentang kegiatan di Kamerun akan segera tayang di Philanthropy Channel.

9:07

Refleksi dan Jembatan yang Selesai

MrBeast mengatakan waktu yang ia habiskan di desa-desa itu membuatnya memikirkan arti penting sebuah sumur. Sumur mengairi kebun untuk menyediakan pangan bagi yang lapar, menyediakan kondisi bersih bagi rumah sakit, dan yang paling penting baginya, membantu generasi anak-anak berikutnya untuk hidup lebih panjang dan membangun masa depan komunitas mereka. Seorang warga menyambutnya sebagai era baru air minum bersih, dengan ungkapan "air itu hidup".

Dengan bantuan masyarakat setempat, jembatan baru di desa sumur ke-46 akhirnya selesai. Menurut video, jembatan itu dapat dipakai komunitas tersebut selama 100 tahun ke depan. Narasi menutup bagian ini dengan menyebut bahwa nyawa telah diselamatkan, keluarga akan berkumpul kembali, dan kekhawatiran akan hilang.

9:45

Penutup: "Belum Cukup"

Menjelang akhir, MrBeast menyatakan bahwa 100 sumur dalam video ini akan membantu banyak orang, tetapi belum cukup. Ia mengajak penonton berdonasi melalui beastphilanthropy.org/wells atau tautan di deskripsi. Ia menegaskan timnya tidak mengambil keuntungan dari video ini, dan 100% dana yang terkumpul akan digunakan untuk membangun lebih banyak sumur di seluruh dunia.

Ia mengakui terasa aneh melihat seorang YouTuber harus melakukan semua ini, tetapi menurutnya seseorang harus melakukannya, dan jika tidak ada yang melakukannya, timnya yang akan melakukan. Video berakhir dengan peresmian sumur ke-100.