Tujuh Hari Terdampar di Rakit: Badai, Air Terkontaminasi, dan Seekor Burung Bernama Bryan
MrBeast ミスタービーストVideo ini merekam tantangan lima orang yang terdampar di sebuah rakit kayu di tengah laut selama tujuh hari. Kapal yang mengantar mereka langsung pergi, dan mereka hanya bisa mengandalkan perbekalan di atas rakit. Narator, yang dipanggil Jimmy oleh teman-temannya dan mengaku membiayai rakit itu, sejak awal menyebut tantangan ini "brutal". Teman-temannya yang muncul di video adalah Chris, Nolan, Tareq, dan Lazar (LazarBeam). Di sepanjang video, pertanyaan utamanya sederhana: apakah mereka sanggup bertahan sampai hari ketujuh? Jawabannya baru terlihat di akhir. Mereka berhasil, tetapi dengan susah payah.
Hari pertama: tempat berteduh darurat dan kedatangan Bryan
Prioritas pertama adalah tempat berteduh. Menurut narator, tanpa naungan mereka akan terbakar matahari. Rakit sudah dilengkapi kayu, tali, dan alat lain untuk membangun tempat perlindungan. Hari itu juga tampak buruk sejak awal. Awan menandakan badai akan datang, sehingga mereka merasa memilih "hari terburuk" untuk memulai. Struktur pertama didirikan seperti tenda kerucut, dan proses membangunnya sudah diwarnai cedera kecil, yaitu jari yang terjepit.
Di tengah pekerjaan itu seekor burung mendarat di rakit. Mereka memberinya nama Bryan. Bryan kemudian menjadi semacam maskot sepanjang video, sampai ada candaan agar Bryan disuruh menangkap ikan. Tidak semua orang bekerja hari itu. Narator menyebut Tareq menghabiskan hari dengan membuat rekaman drone, dan narator mengaku tidak marah karenanya.
Perbekalan juga diperlihatkan. Ada satu peti berisi makanan untuk lima orang selama tujuh hari dan dua gentong air minum untuk mereka berlima. Airnya panas dan bahkan ada pasir di gelas. Peti bertuliskan "tidur" ternyata berisi alas tidur yang basah.
Malam pertama berjalan sangat buruk. Tempat berteduhnya panas, rakit terus bergoyang sampai ada yang mual, dan mereka berdesakan dengan sesama yang berkeringat. Ada yang bertanya-tanya, kalau baunya sudah separah ini di hari pertama, bagaimana nanti di hari ketujuh? Mereka menggambarkan tidur malam itu sebagai hal yang mustahil. Paginya, Bryan terbang meninggalkan mereka.
Hari kedua: hujan, pertengkaran, dan bangunan permanen
Target hari kedua adalah membangun tempat perlindungan permanen yang tahan cuaca. Narator mengatakan ia sudah meminta agar rakit diisi banyak kayu, dan menurut pihak penyedia jumlahnya cukup untuk membangun rumah, meski ia sendiri tidak yakin caranya. Begitu mereka mulai bekerja, hujan turun. Suasana memanas. Nolan dimarahi karena dianggap tidak mendengarkan, dan ada yang terang-terangan berteriak ingin memukul Nolan.
Masalah dasar juga mulai disadari, misalnya di mana mereka harus buang air besar. Mereka harus membuat semuanya sendiri, termasuk toilet, tempat berlindung, dan perapian. Setelah hujan reda, struktur pertama dibongkar untuk diganti yang lebih baik. Pekerjaan berjalan lambat karena beberapa orang mabuk laut. Chris butuh istirahat, ada yang mengaku menyerah karena mual, dan muncul keluhan bahwa ada "dua pemalas" yang hanya rebahan. Meski begitu, narator menegaskan semua harus ikut bekerja kalau bangunan ingin selesai.
Di sela pekerjaan mereka melihat seekor paus, momen yang bagi mereka "terasa tidak nyata". Seseorang juga membuat tangga dalam empat menit untuk memudahkan pembangunan. Setelah beberapa jam, kemah akhirnya tertata tepat saat matahari terbenam.
Pada titik ini narator mulai menyesal membuat tantangan tujuh hari, bukan tantangan 50 jam seperti video mereka yang lain, karena goyangan rakit terus membuatnya mual. Malam kedua dijalani dengan kasur yang masih rusak. Seseorang yang membuat vlog tidak sengaja membangunkan Lazar dan menyebut ini hal paling melelahkan yang pernah ia rasakan.
Hari ketiga: air menipis dan memancing yang gagal
Bangunan mereka tidak runtuh, dan itu dianggap sebagai kemenangan, walaupun suara derit bangunannya sempat membuat seseorang mimpi buruk. Mereka mulai menemukan ritme. Ada rutinitas pagi seperti buang air kecil di satu pojok rakit, sarapan, dan minum air panas dari gentong.
Perhitungan air mulai mengkhawatirkan. Dalam 36 jam, hampir setengah isi satu gentong sudah habis. Dengan laju itu, mereka memperkirakan air akan habis pada hari keenam. Kekurangan air dan makanan membuat mereka ingin melihat apa yang ada di bawah rakit. Ternyata di sana ada banyak sekali ikan, jadi mereka mencoba memancing untuk makan malam. Setelah berjam-jam mereka tidak mendapat apa-apa, dan seseorang menyimpulkan memancing jauh lebih sulit daripada yang terlihat di YouTube.
Karena lelah, haus, dan lapar, mereka terpaksa membuka ransum. Dengan kayu bakar dan panci dari perbekalan, mereka menyalakan api. Caranya adalah membelah kayu besar menjadi kecil, lalu menyalakan dari kayu kecil ke sedang hingga ke besar. Mereka memasak kacang merah kalengan dengan tomat. Itu makanan hangat pertama dalam beberapa hari, dan mereka menyambutnya dengan sangat antusias. Tetapi makan seperti itu mengurangi jatah ransum, jadi mereka harus benar-benar menikmatinya. Ada yang merasa dua hari pertama adalah yang terburuk dan mereka mulai terbiasa. Ada juga yang mengaku masih belum bisa buang air besar, sulit tidur karena goyangan rakit, dan merasa menderita.
Hari keempat: kerusakan, ketegangan, dan air yang terkontaminasi
Malam itu tidak ada yang bisa tidur, dan bagian belakang bangunan mereka hilang. Ketegangan pagi itu tinggi. Nolan kesal dan merusak ranjangnya sendiri. Petir mulai terlihat, dan seseorang berkata tidak akan tahan kalau hujan turun lagi.
Lalu terjadi insiden yang lebih serius. Sebuah sendok tidak sengaja jatuh ke air minum. Karena tidak ada yang mandi, mengambil sendok itu dengan tangan berarti mencemari airnya. Akibatnya, menurut narasi, sepertiga persediaan air mereka tidak bisa diminum lagi.
Di bagian ini narator juga berkomentar tentang kontennya sendiri. Entah mengapa, katanya, semakin ia menderita, semakin banyak yang menonton. Ia menyebut beberapa video mereka yang paling populer adalah saat ia dikubur hidup-hidup dan menghabiskan waktu di ruang isolasi. Dengan nada setengah bercanda ia berkata, "semoga kalian senang, aku menderita lagi."
Hari keempat juga diwarnai momen konyol. Setelah empat hari, Lazar akhirnya berhasil buang air besar, dan teman-temannya merayakannya dengan lagu.
Badai terbesar: 20 jam hujan tanpa henti
Awan gelap terlihat mendekat, dan mereka belum tahu bahwa itu adalah badai terbesar sepanjang tantangan. Mereka bersiap sebisanya. Tareq memperbaiki pinggiran bangunan, Chris memperbaiki atap, dan narator justru menjadi juru kamera. Angin makin kencang, rakit makin keras bergoyang, dan paku habis. Seseorang meminta Jimmy ikut membantu, dan Jimmy menjawab bahwa dialah yang membayar rakit itu.
Malam itu badai menguji tempat perlindungan mereka, dan hasilnya buruk. Atap bocor, air ada di mana-mana, dan seseorang menyebut tempat perlindungan itu "kebalikan dari antibocor". Sebuah lubang besar terbuka tepat di atas kasur salah satu dari mereka. Ada yang berkata mereka sebetulnya bisa saja merekam semua ini di studio, tetapi mereka memilih menjadi channel "yang tidak menipu". Ada juga yang meminta Jimmy mengakhiri video, sementara yang lain menyebutnya pengalaman terburuk dalam hidupnya.
Karena putus asa, mereka memakai kasur sebagai pelindung dari hujan. Narator mengaku saat itu ia tidak yakin mereka sanggup bertahan sampai tujuh hari penuh. Hujan disebut turun sekitar 20 jam nonstop. Mereka kedinginan, ada yang pusing, dan mereka berdiri semalaman dalam keadaan basah kuyup.
Setelah badai: memperbaiki kemah dan kehilangan makanan
Esoknya, dalam keadaan lelah, mereka harus mengeringkan perbekalan dan membangun ulang kemah. Seseorang menilai tantangan ini lebih berat daripada video di Antartika dan video di gurun pasir. Kayu perapian basah sehingga malam itu mereka tidak bisa menyalakan api dan tidak makan malam. Semua makanan juga basah, dan hanya sebagian yang masih bisa dimakan. Salah satu dari mereka merenung bahwa dulu mereka punya stabilitas, ada makanan dan kasur kering, tetapi semuanya dianggap remeh.
Supaya tidak mengulang malam sebelumnya, mereka membuat kemah tahan air dengan memotong dan mengikat plastik, sambil menyisakan jalur udara di pinggir. Muncul perdebatan kecil: lebih baik kepanasan tapi kering, atau dingin tapi basah? Mereka juga membuat semacam jemuran raksasa agar barang basah bisa kering dan besok mereka punya handuk kering. Setelah selesai, mereka begitu kelelahan sampai menghabiskan hari dengan tidur. Ketika bangun, Bryan kembali. Lima hari terkurung bersama teman-temannya membuat narator mengaku merindukan burung itu. Teman-temannya menimpali bahwa Bryan sudah "move on".
Hari keenam: sisa dua hari, panas terik, dan ubur-ubur
Dengan dua hari tersisa, situasinya mereka gambarkan sebagai makanan habis dan air terkontaminasi. Ada yang berkata ia "mulai gila" dan nyaris tumbang secara mental karena menggigil semalaman tanpa bisa tidur. Ember kotoran juga sangat bau. Narator kembali menyebut keputusan membuat tantangan tujuh hari sebagai keputusan buruk.
Ada kabar baik. Kemah tahan air yang mereka buat ternyata berhasil. Hujan sempat turun sekitar pukul 4 pagi, tetapi seseorang hanya kecipratan sedikit, sementara yang lain bahkan tidak sadar hujan turun dan menyebutnya tidur paling nyenyak. Narator menilai ini tantangan paling sulit yang pernah mereka lakukan. Menurutnya, menambah lima hari dibanding tantangan 50 jam benar-benar membuat semuanya jauh lebih berat, meski ia juga merasa mengarungi laut di atas rakit itu cukup luar biasa.
Setelah dua malam menggigil, cuaca berbalik menjadi panas terik. Sebagian dari mereka berenang untuk mendinginkan diri, sebagian lagi mencari cara lain untuk merasakan angin sejuk. Lalu seseorang disengat ubur-ubur dan kakinya meninggalkan memar serta bekas merah. Ada yang bertanya, "Kenapa laut begitu membenci kita?" Dek terlalu panas untuk diinjak, dan ada yang mengeluh sampai berkata tidak ingin hidup karena kepanasan.
Malam terakhir dan penjemputan
Saat matahari terbenam dengan sisa waktu kurang dari 24 jam, mereka mulai optimis. Narator berkata pengalaman ini membuatnya lebih menghargai hal-hal yang biasa dianggap remeh, seperti shower, makanan, dan toilet yang berfungsi, karena ia tidak mau lagi buang air besar di ember. Ada candaan soal kursi yang rusak dan kecurigaan bahwa Jimmy memakan semua ransum. Pada malam terakhir mereka saling menggoda soal tidur berdesakan, ada yang senang akhirnya bisa tidur sendiri, ada yang mengaku akan rindu.
Pagi hari terakhir, Bryan datang bersama burung-burung lain yang mereka sebut keluarganya, seolah untuk berpamitan. Mereka menanggapinya setengah haru, setengah bercanda. Ada yang bilang Bryan menjaga mereka saat kemah rusak, dan ada pula yang bilang mungkin ia hanya burung bodoh. Mereka sepakat punya banyak kenangan gila di rakit itu, tetapi dua orang berkata kenangan terbaik mereka adalah meninggalkan rakit.
Narator menyebut mereka menghabiskan lebih dari 150 jam di atas rakit. Menurutnya, meski itu hal tersulit yang pernah ia lakukan, ia dan teman-temannya tetap bersenang-senang. Video ditutup saat kapal penjemput akhirnya terlihat. Mereka berteriak memberi sinyal, mengeluhkan kapal yang bergerak lambat, lalu meninggalkan rakit.
Sekarang kami terdampar di rakit di tengah lautan. Dan itu kapal kami sudah pergi. Kami bakal terdampar selama tujuh hari.
Berapa lama lagi? Tujuh hari. Aduh.
Rakit ini beneran jauh banget dari peradaban terdekat. Dan suka atau enggak, aku sama keempat temenku terjebak di rakit ini. Dan ini ga bakalan gampang. Ini brutal.
Hujannya ga mau berhenti. Sekarang kami di titik paling rendah. Tantangan ini berubah dari seru jadi mimpi buruk dengan sangat cepat.
Bro, liat tuh kapalnya jauh banget. Malah kapalnya udah ga keliatan.
Jadi, langkah pertama… Kita bakal terbakar sinar matahari kalau ga berteduh. Dan aku udah nyiapin peralatan khusus buat bertahan hidup. Kapal ini dilengkapi dengan kayu, tali dan alat lainnya yang dibutuhkan untuk membangun tempat perlindungan.
Ayo kita mulai, boys. Hari udah mulai gelap nih.
Aww, jariku!
Ayo kita berdirikan ini kaya tenda Indian. Kita memilih hari terburuk untuk memulai ini. Seperti yang bisa kamu lihat dari awannya, ini akan badai.
Jadi, yang pertama bakal kamu lakuin adalah membuat bangunan untuk berlindung. Dan juga, karena kami bakal di atas rakit kayu ini buat tujuh hari ke depan, kami butuh tempat berteduh dari matahari biar kulit kami ga kebakar. Jadi sekali lempar, dua burung kena.
Bicara soal burung, pas kami lagi membangun, ini terjadi. Bro, ada burung! Dia datang ke sini! Ya ampun! Ada burung! Iya! Ini gila.
Kita harus namain dia. Siapa namanya? Bryan. Bryan. Bryan. Bryan.
Gimana kalau kamu pergi nangkap ikan? Aku tahu, dia ngeliatin aku. Dia ngerti loh.
Jimmy, tinggal perintah nih. Simpen pisau itu. Oke, aku bakal simpen pisaunya. Kapaknya juga. Bryan, itu tadi bercanda.
Lupain burung itu. Kita harus bikin tempat berteduh. Kita punya teman baru.
Sementara Bryan menonton, kami mengerjakan tempat berlindung kami seharian penuh. Kecuali buat temanku, Tareq, yang menghabiskan hari bikin rekaman keren pakai drone. Dan aku bahkan engga marah.
Di dalam peti ini adalah makanan buat kami berlima untuk tujuh hari ke depan. Ya ampun. Dan dua gentong ini adalah persediaan air kami untuk berlima.
Gimana rasanya? Panas banget. Kita celaka. Ada pasir di gelasku.
Hari mulai gelap dan di peti itu ada tulisan "tidur" di atasnya. Mudah-mudahan panduan bertahan hidup ngasih sesuatu yang empuk.
Kenapa pada basah? Di atas kapal emang pada basah. Aku siap buat tidur. Aku pengen tidur.
Ini adalah malam pertama dan Bryan nguap terus.
Ini parah banget. Perlindungan kita cuma ini aja. Aku tidak sadar dengan apa yang aku buat. Di sini panas. Rakit ini terus bergoyang dan aku kayaknya pengen muntah. Dan aku juga dikelilingi oleh orang-orang yang berkeringat. Yeah, cowok-cowok berkeringat.
Kalo kalian bau separah ini di hari pertama, gimana baunya nanti di hari ketujuh? Ya ampun.
Tidur kami di hari pertama benar-benar parah. Mustahil buat tidur. Ombak ini membuatku tersiksa.
Dan yang membuat makin parah, teman kami Bryan... meninggalkan kami di pagi itu. Bryan! Bryan! Bryan!
Tapi gimana pun juga, tujuan kami hari ini adalah membangun tempat perlindungan permanen yang tahan cuaca.
Bagaimana caranya mengubah itu jadi bangunan layak huni? Pasti ada sesuatu di sini. Untungnya, aku meminta mereka masukin banyak kayu ke rakit ini, jadi kita bisa bangun rumah yang bagus.
Gimana cara kita membuatnya? Aku ga yakin, tapi kata mereka ini cukup untuk membangun rumah.
Tapi ironisnya, pas kita baru mulai... Waduh, hujan! Jangan dilempar! Jimmy, ambilkan bantal hiuku!
Ini menyedihkan! Ini parah. Ya, Tuhan.
Kamu melakukan hal yang salah, Nolan. Dengar dengan telingamu! Kenapa kamu teriak terus! Karena kamu engga dengerin! Aku pengen mukul Nolan! Ini cuma hujan. Diam!
Setidaknya kita tidak harus mandi. Yeah. Ini parah banget. Dan kamu masih punya enam hari tersisa.
Kalau mau BAB di mana? Kita harus bikin buat BAB. Apa? Kita harus bikin semuanya di sini. Kita harus bikin toilet, tempat berlindung, perapian, semuanya.
Begitu hujan sudah reda, anak-anak dan aku perlu ngebangun semua kebutuhan bertahan hidup. Mulai dari tempat berlindung. Ayo hancurkan ini demi sesuatu yang lebih baik.
Istirahat lima menit untuk Chris. Aku juga perlu istirahat. Aku mabuk laut. Aku nyerah. Kamu harus angkat ini. Aku engga bisa. Aku ga kuat ngangkat itu lagi.
Aku merasa, kamu ngerjain semuanya deh, tapi kita punya dua pemalas yang cuma rebahan. Aku menyedihkan.
Kita berhasil bikin satu dinding. Yeah, kita bikin satu dinding bersama-sama. Kita semua.
Walaupun mabuk laut, kami semua harus ikut kerja, kalo ingin ini selesai. Sekarang dorong ke depan sedikit. Nah gitu. Ayo! Berapa YouTubers yang dibutuhkan untuk mendirikan bangunan kecil?
Itu apaan? Ikan paus? Kayaknya beneran paus deh? Ini gila. Ya, Tuhan. Rasanya ga nyata. Itu beneran paus. Pengalaman ini kayaknya terus membaik.
Tempat berlindung, air, jauh dari Nolan. Aku ga akan pernah ngegampangin hal itu lagi.
Kayaknya bakalan berguna banget kalo bikin tangga duluan. Sekarang kita punya tangga. Aku beneran bikin ini empat menit lalu.
Setelah beberapa jam ngebangun, akhirnya ada perkembangan.
Aku beneran nyesel banget bikin ini tantangan tujuh hari bukannya tantangan 50 jam, kayak video kami yang lain. Rakitnya terus goyang-goyang. Ini parah banget sih. Aku pengen muntah.
Dan akhirnya, tepat saat matahari terbenam… Kemahnya sekarang tertata. Yeah!
Malam kedua, kasurku masih rusak, tapi aku bakalan tetep tidur. Aku secape itu.
Aku akan tidur. Apa aku membangunkanmu? Yeah. Balik tidur lagi aja, aku cuma bikin vlog. Aku ga sengaja ngebangunin Lazar, jadi ga enak nih. Rasanya ini adalah hal paling melelahkan yang pernah aku rasakan seumur hidup.
Sekarang hari ketiga. Dan entah gimana, bangunan kami engga runtuh. Aku anggap ini kemenangan.
Suara yang dibuat oleh bangunan ini ketika aku tidur semalam, bikin aku mimpi buruk.
Ini hari ketiga dan kami mulai dapet ritmenya. Rutinitas pagi kami adalah pipis di pojok sini. Siapa yang bikin vlog di tempat pipis? Aku ga mau pindah.
Sarapan pagi. Bertahan hidup dengan Feastables. Hanya ini yang kalian butuhkan. Dan minum air panas dari gentong. Haus banget, aku butuh ini.
Kita di sini baru 36 jam dan kita udah hampir ngabisin setengah dari air di gentong ini. Itu boros atau irit? Kita bakal kehabisan air di hari keenam.
Kekurangan air dan makanan ngasih aku ide. Aku penasaran pengen lihat ada apa di bawah kapal. Ada banyak banget ikan di bawah kita! Jadi kami memutuskan untuk mencoba mancing untuk makan malam, tapi kami ga terlalu jago.
Kenapa lama banget ya? Aku udah pengen memasukkan sesuatu ke perutku. Bryan! Bryan! Bantu kami menangkap ikan!
Ternyata memancing jauh lebih susah daripada YouTube. Setelah berjam-jam, kami tidak mendapatkan apa-apa. Kenapa kita tidak menangkap apa pun? Aku menyerah.
Kami lelah, haus dan lapar. Jadi kami terpaksa membuka ransum kami. Mari kita makan-makan. Yeah! Ini bisa disebut pesta. Aye!
Di persediaan kami, kami punya kayu untuk perapian dan panci untuk memasak. Kamu ambil kayu besar terus jadiin kayu kecil. Terus bikin yang medium. Terus akhirnya pake kayu yang besar.
Lihat kacang merah itu, sayang. Aku semangat banget. Ini keliatannya enak. Ini enak banget. Kamu sadar engga kalo kita udah di laut selama 3 hari? Beneran? Kapan sih aku pernah sesemangat ini gara-gara kacang merah kalengan?
Hey, aku bikinnya dengan cinta nih! Ini bukan kacang merah kalengan biasa lagi. Isinya ada tomat dan kacang merah. Udah jangan ngomong terus. Aku udah ngiler nih.
Ini pertama kalinya kami makan makanan hangat dalam beberapa hari, tapi ini mengurangi jatah ransum kami jadi kami harus benar-benar menikmatinya.
Aku ngerasa lebih baik. Kayaknya dua hari pertama adalah yang paling parah. Kayaknya perlahan-lahan, kita mulai gila, tapi lama-lama jadi terbiasa juga. Aku masih belum bisa ke toilet. Itu masalah paling besarku sekarang.
Aku kesulitan buat tidur. Goyangan rakit ini parah banget. Jujur aja, aku menderita. Mudah-mudahan besok mendingan.
Ga ada satu pun dari kami yang bisa tidur. Kami kehilangan bagian belakang bangunan kami tadi malam. Bangunan ini perlu perbaikan.
Tensi di atas kapal lumayan tinggi pagi ini. Nolan agak marah. Dia merusak ranjangnya. Ya Tuhan! Nolan tampak galau. Dia lagi kesal sekarang. Semua akan baik-baik saja. Dia mungkin akan keluar kalau aku melakukan itu. Ini yang paling buruk.
Ada petir. Sumpah, kalau sampai ujan turun lagi... aku ga akan tahan.
Dan tambah parahnya lagi, kami ga sengaja ngejatuhin sendok ke air minum kami. Dan karena kami semua belum mandi, ngambil sendok itu berarti bikin airnya terkontaminasi. Aku ga bakalan pernah minum dari situ lagi! Percepat ke saat kita kehabisan air. Karena terkontaminasi, sepertiga air kami ga lagi bisa diminum.
Atas alasan apa pun, semakin aku menderita, semakin banyak yang nonton. Beberapa video kami yang paling populer adalah saat aku dikubur hidup-hidup. Ngabisin waktu di ruang isolasi. Jadi, semoga kalian senang. Aku menderita lagi.
Bertahan hidup di atas rakit itu ga mudah, tapi setelah empat hari… Lazar akhirnya BAB. Kamu bisa nyanyiin lagu perayaan ga? LazarBeam... lagi BAB.
Lihat semua awan gelap di sana? Yeah. Mereka akan mengguyur kita malam ini. Malam ini bakalan kacau.
Saat itu kami belum tahu, tapi badai terbesar sepanjang tantangan ini mulai bergerak ke arah kami. Dan saat kami lihat itu mendekat, kami coba bersiap sebisa mungkin.
Udah ga sabar nunggu badai lain buat ngancurin ini lagi. Tareq sedang betulin pinggiran bangunan. Chris lagi betulin atap… dan aku malah jadi kameramen. Gatau kenapa. Bakalan ada badai datang!
Sementara mereka nyiapin tempat berlindung dari badai, aku bakalan kasi tahu kalian soal Shopify, karena mungkin aja badainya bakal terus sampe tantangan ini selesai. Ini bakalan susah sih.
Shopify adalah platform yang mempermudah siapa pun untuk memulai bisnis. Platform ini beneran ngedukung jutaan bisnis kecil di seluruh dunia. Mulai dari penjualan kayu, paku, peti hingga... Crocs, mereka mendukung semua bisnis yang berjualan di Shopify.
Anggap aja kalian ga punya apa-apa untuk menutupi bangunan ini. Aku jadi khawatir.
100% dari penjualan online-ku mulai merch hingga Feastables, semua pakai Shopify.
Goyangannya makin kuat. Anginnya mulai gila! Kita kehabisan paku! Kerja ditiup angin besar gini jadi susah guys. Berhenti berteriak dan lakukan sesuatu!
Shopify bahkan punya tool AI baru bernama Sidekick yang bikin ngejalanin bisnis kamu jadi lebih mudah. Seperti bertahan hidup di rakit ini yang susah banget, wirausaha juga ga kalah sulit. Itulah kenapa Shopify lakuin segala hal untuk membuat semuanya lebih mudah.
Ini mimpiku yang paling buruk. Ini menyedihkan banget!
Ayo kunjungi Shopify.com/MrBeast buat nyoba sekarang juga. Makasih Shopify. Ayo bersiap.
Aku basah kuyup! Mungkin kamu bisa mulai membantu kami, Jimmy. Aku yang bayar rakit ini loh!
Badainya udah mulai datang, tapi di malam itu semuanya bertambah parah. Ini benar-benar akan menguji tempat perlindungan ini.
Aduh, kamu! Ini bocor! Oh tidak... Tempat berlindung ini kebalikannya dari antibocor.
Ini brutal. Sekarang kita harus apa? Kita masih ada tiga... Masih ada tiga hari lagi omong-omong. TIDAK! Ada air di mana-mana. Ini ga berguna. Ga ngaruh apa-apa.
Ini malam paling gila sejauh ini. Kita bener-bener kesulitan. Apakah ini masih aman? Kita bisa aja merekam semua ini di studio, tapi engga, kita harus jadi channel beneran yang ga nipu-nipu.
Kita bakalan mati! Kita mulai hancur. Aduh aku kena. Ada lubang besar terbuka di atas kasurku. Aku ga bisa lagi. Aku ga bisa lagi. Kamu bisa mengakhiri video ini, Jimmy. Jimmy tolonglah.
Aku udah coba ngasih tahu kalian soal ini. Kalian semua bilang "iya". Ini pengalaman paling buruk yang aku alamin selama hidupku. Aku benci semua yang ada di sini. Bro, aku berantakan banget sekarang.
Badai ini terus bertambah parah di tiap jamnya. Kami putus asa, jadi kami coba pakai kasur kami buat ngelindungi diri kami dari hujan.
Kita semua lagi di titik terendah. Ujannya udah turun berjam-jam. Aku kedinginan.
Kita ga punya kasur. Kepalaku mulai pusing. Saat ini aku ga yakin apakah kami bisa melewati full tujuh hari. Ujannya udah turun sekitar 20 jam nonstop.
Dan setelah berdiri semalaman sampai basah kuyup dan kelelahan, kami harus memaksa diri untuk mengeringkan persediaan dan membangun kemah.
Rakit kami berantakan. Lihat kasur kami. Lagi kami coba keringin. Ini lebih berat dari Antarktika. Ini lebih sulit dari video di gurun pasir. Aku udah pengen pulang aja. Aku benci rakit ini. Aku gamau liat rakit ini lagi.
Perapian kami bener-bener basah. Malam ini kita ga akan bisa nyalain api. Gada makan malam. Dan lebih parah lagi semua makanan juga basah. Yang artinya cuma sebagian yang masih bisa dimakan.
Kita pernah punya stabilitas. Kita punya makanan, ada kasur kering dan kita anggap remeh semuanya.
Oke, kita ga bisa lewatin malam lain kayak kemaren. Ayo kita coba bikin kemahnya tahan air. Kita potong aja itu. Potong, iket ke sini, terus biarin jalur udara masuk lewat pinggir.
Iya tapi ada itu... Semalam kita kedinginan dan hampir mati. Jadi kamu lebih memilih kepanasan dan kering atau dingin tapi basah?
Pasang ikat plastik di sini. Nolan. Ikat tali ke sana dan tali plastik di sana. Kita bisa pakai itu buat naikin ini, jadi bakal ada ruang lebih.
Kenapa kita ga bikin gantungan baju raksasa buat menjemur semua barang kita yang basah? Mungkin kita bisa punya handuk kering buat besok.
Aku pengen mati. Aku gosong, capek dan dehidrasi. Aku udah bilang aku capek?
Setelah betulin kemah kami sangat kelelahan. Kami ngabisin hari dengan tidur. Tapi seenggaknya pas kami bangun, kami ketemu lagi dengan teman yang ga asing lagi.
Bryan! Bryan! Bryan! Bryan! Bryan! Bryan, ayo ke sini!
Setelah terjebak di rakit selama lima hari bersama mereka… Ini beneran mimpi buruk. Aku harus mengakui kalo... Aku kangen Bryan.
Dia udah move on. Kamu mungkin belum bisa ngerelain Bryan, tapi Bryan udah ngerelain kamu. Bryan sudah melupakan kita.
Kita masih ada dua hari lagi. Makanan udah habis. Air minum kami terkontaminasi. Kami udah sekarat. Aku mulai gila. Dua hari terakhir ini bakalan menarik. Apa lagi yang bakal berantakan?
Aku beneran bisa liat 500 ikan di bawah sana. Itu gila. Ya ampun. Ember kotoran ini bau banget.
Semalam aku hampir aja kena mental. Aku terus-terusan menggigil karena basah kuyup. Ga bisa tidur. Itu salah satu malam paling buruk di hidupku.
Semalam menggigil karena ujan lebat, di tengah lautan yang gelap. Kami berhasil melewatinya sih. Tapi tetap aja, tantangan ini masih jauh dari selesai. Bikin tantangan ini jadi tujuh hari adalah keputusan buruk. Ini jauh lebih sulit.
Benteng anti air yang kami buat ternyata sukses. Lannan bilang semalam hujan ya?
Ya, jam 4 subuh. Aku cuma kecipratan dikit.
Hei, itulah indahnya, aku bahkan gatau. Tadi adalah tidur paling nyenyak yang aku rasain. Aku bahkan tidur nyenyak semalaman penuh. Aku mau buka mata aja susah.
Aku bakal bilang ini tantangan paling sulit yang pernah kami lakukan. Menambahkan lima hari dari tantangan 50 jam benar-benar membuat ini jadi lebih sulit. Fakta bahwa kami mengarungi lautan di atas rakit sebetulnya cukup luar biasa.
Sementara ujan keliatannya udah selesai, kami nemuin rintangan baru lagi. Di dua malam kemarin kami menggigil kedinginan, sekarang cuacanya panas terik. Beneran panas banget.
Aku pengen lompat ke air soalnya panas banget. Kami bakalan berenang. Aku dengar Nolan jago renang.
Sementara mereka ngedinginin diri dengan cara mereka, kami punya cara kreatif sendiri.
Oh, ya! Asik banget. Udara dingin. Rasanya luar biasa. Angin!
Aku disengat ubur-ubur! Kenapa laut begitu membenci kita? Aku tau ga berenang adalah ide bagus.
Kamu gapapa? Aduh, kakiku!
Aku menemukan posisi enak. Yeah. Oh, tidak. Yeah, ada sedikit memar dan bekas luka berwarna merah.
Sebagian besar cuaca di hari itu panas banget. Kami bahkan tidak bisa jalan di dek kapal.
Yeah, kepanasan. Aku rasanya tidak mau hidup. Aku kepanasan. Ini panas banget.
Tapi seraya matahari terbenam, kami optimis bisa mencapai garis finis. Kami punya kurang dari 24 jam lagi di tantangan ini.
Aku beneran mau jujur... Ini tantangan paling berat yang pernah aku ikutin. Pengalaman ini bikin aku jadi lebih ngehargain semua hal yang biasanya aku anggap remeh dalam hidup. Kaya shower atau makanan.
Aku kangen makanan. Toilet yang berfungsi. Aku gamau lagi BAB di ember.
Mendingan kita rayain bisa sejauh ini dengan Feastables bar. Iya, tersedia di semua Walmart, Target, 7-Eleven, Albertsons di Amerika. Ini 2023, kalo kamu masih beli Hershey's, payah banget deh. Hershey's itu buat boomers.
Gimana caranya kursimu bisa rusak? Gimana ceritanya sih? Jimmy, aku mulai curiga kalo kamu memakan semua ransum kita.
Kayaknya aku bakal terusin time-lapse dengan kursi rusak deh.
Ini malam terakhir kita tidur bareng-bareng, guys. Woo. Aku seneng bisa tidur sendirian. Aku bakalan kangen tidur di samping kamu. 100%. Aku ga bakalan tidur di samping pria lain. Dan dengan begitu aku bakalan tidur.
Setelah tidur malam yang luar biasa, kami dikunjungi wajah yang familiar. Bryan ngajak keluarganya buat pamitan pada kami di hari terakhir.
Makasih, Bryan. Ini sangat berarti. Kita sudah dianggap kaya keluarga sama Bryan. Kita memang keluarga. Dia ngejagain kita di malam hari pas kemah rusak.
Atau mungkin dia cuma burung bodoh? Diem deh. Nolan, loncat sana ke laut. Pengennya sih gitu. Tadi emosional loh.
Sekarang semua kayak lingkaran penuh. Kami punya banyak kenangan gila di rakit ini. Yap. Dan kayaknya kenangan terbaikku adalah meninggalkan rakit ini. Sama.
Kami menghabiskan lebih dari 150 jam di atas rakit ini. Dan walaupun itu hal paling sulit yang pernah aku lakuin, anak-anak dan aku berseneng-seneng.
Mana kapalnya? Di mana kapalnya? Itu kapalnya!
Dan akhirnya, akhir tantangan ini mulai terlihat.
Itu kapalnya, dia ke sini! Kasih tau kapalnya lokasi kita. Kasih sinyal ke kapalnya. Kapal! Kapal! Kapal! Kenapa kapal itu geraknya lambat banget?
Ya Tuhan! Aku meninggalkan rakit ini.
10 ribu orang pertama yang ngunjungin aplikasi Shop bakal dapet sekotak Feastables gratis. Klik link di kolom deskripsi buat download aplikasi Shop sekarang.
Artikel diterbitkan · Diperbarui
