"Gyoza Renyah Asal-asalan" dari Daging Giling dan Kulit Gyoza Saja, dengan Variasi Rasa Saus ala Big Mac

Diterjemahkan dari 日本語

Buka di YouTube ↗
Ringkasan

Di episode ini, peneliti kuliner Ryuji memasak hidangan yang cocok jadi teman minum alkohol, meski diberi judul "Masak di Hari Bebas Alkohol". Yang dibuat adalah gyoza renyah yang ia lihat di TikTok dan menurutnya "kelihatan enak banget": cukup oleskan adonan daging ke kulit gyoza, lalu panggang. Tanpa sayuran, dan tanpa proses membungkus. Ryuji memperkenalkannya sebagai masakan yang begitu asal-asalan sampai ia menyebutnya "bukan masakan". Namun begitu mencicipinya, penilaiannya berubah drastis, dan di akhir ia bahkan menyebutnya "resep dewa".

9 menit baca
1:33

Bahannya Hanya Daging Giling dan Kulit Gyoza

Menurut Ryuji, resep yang memakai kulit gyoza tidak terlalu banyak dalam koleksinya. Bahan yang dipakai kali ini hanya daging giling dan kulit gyoza. Saat staf bertanya apakah tidak memakai sayuran, ia menjawab "karena repot", lalu membuatnya hanya dengan daging.

Daging giling yang dipakai adalah daging giling campuran (sapi dan babi) sebanyak 200 g. Daging babi giling juga tidak masalah, tetapi daging giling campuran lebih terasa "daging"-nya. Dagingnya diambil dari kulkas dan sudah mepet tanggal kedaluwarsa, sampai staf pun berkomentar "warnanya sudah mepet". Ryuji mengakui "kalau bukan hari ini, sudah tidak bisa", lalu menjelaskan bahwa ia benar-benar membenci pemborosan makanan sehingga akan menghabiskannya.

2:01

Komposisi Adonan Daging yang Pedas

Untuk adonan daging, tambahkan bumbu berikut ke 200 g daging giling campuran, lalu uleni hingga tercampur rata.

  • Mayones 1 sdm
  • Garam ½ sdt
  • Merica 4 kali tabur
  • Ajinomoto 6 kali tabur
  • Pala 3 kali tabur (untuk menghilangkan bau amis)
  • Bawang putih bubuk 8 kali tabur

Ryuji menyebutnya "adonan daging pedas", dan katanya tinggal dioleskan ke kulit gyoza lalu dipanggang. Saat staf bertanya apakah ini "masakan hampa", Ryuji membalas bahwa ini "masakan operasional".

3:10

"Saus Celup ala Big Mac" untuk Variasi Rasa

Karena masakannya hanya dipanggang, Ryuji sendiri mengatakan "siapa pun bisa kepikiran", jadi untuk berjaga-jaga ia juga menyiapkan saus untuk variasi rasa. Saus ini boleh dibuat atau tidak, dan tanpa saus pun sudah cukup enak. Alasannya membuat saus: "Sebagai peneliti kuliner, kalau cuma dipanggang begini kan membosankan." Rasa aslinya sendiri sederhana dan asin.

Komposisi sausnya sebagai berikut.

  • Mayones 25 g
  • Saus tomat 10 g (saat rekaman masuk 11 g)
  • Mustard kuning 4 g
  • Gula 2 jumput
  • Garam 1 jumput
  • Bawang putih bubuk 4 kali tabur
  • Ajinomoto 3 kali tabur

Menambahkan mustard kuning "membuat kesan junk food-nya makin kuat", tetapi kalau tidak ada, boleh dilewatkan. Saat staf berkata "seperti hamburger", Ryuji pun setuju. Idenya, kombinasi daging giling dan kulit dari tepung terigu itu hampir sama dengan hamburger, jadi kalau dicocol saus ini, rasanya akan menjadi rasa hamburger. Ia juga mengatakan bahwa yang suka boleh membuat sausnya dua kali lipat.

4:40

Cara Masak: Cukup Oles dan Tekan

Caranya, gosokkan adonan daging ke kulit gyoza, letakkan di wajan dengan sisi daging menghadap ke bawah, lalu tekan saja. Mengolesnya boleh asal-asalan, karena saat ditekan dagingnya akan menyebar ke seluruh kulit. Staf menyadari bahwa tangan jadi tidak kotor, dan Ryuji pun bercerita bahwa ia tidak suka tangannya jadi sangat kotor saat membungkus gyoza.

Tidak perlu memakai minyak, karena daging giling akan mengeluarkan lemak dan mayones pun pada dasarnya minyak. Begitu mulai dipanggang, terlihat lemak benar-benar keluar di sekeliling kulit. Ia juga menambahkan bahwa kalau wajannya bukan wajan teflon, sebaiknya diberi sedikit minyak. Jumlah yang bisa dipanggang sekaligus tergantung ukuran wajan, jadi sebaiknya buat lembar berikutnya sambil memanggang.

Karena dagingnya tipis, segera balik begitu sudah matang. Di sisi kulit, ada bagian yang terlalu matang sampai keriting gosong. Ryuji berkata, "Kalau mau rapi, mungkin lebih baik mulai dari sisi kulit," tetapi saat staf bertanya apakah kalau dipanggang dari sisi kulit tidak akan jadi begini, ia menjawab "nggak tahu". Ia memang belum pernah memanggang kulit gyoza dengan cara seperti ini. Lalu ia menegaskan, "Masak itu begini saja sudah cukup. Soalnya pasti enak."

Staf mengatakan bahwa ini cukup mudah untuk dibuat bersama anak-anak, dan juga cocok sebagai camilan teman minum bagi ayah yang tidak pandai memasak. Ryuji bercanda bahwa ini bisa dibuat sambil melamun, dan saat ini pun ia sedang melamun. Menurutnya, olesan daging yang lebih banyak tampak lebih enak, dan membuat banyak lembar juga merepotkan, jadi dagingnya boleh dioles lebih tebal. Ia juga berkata, "Memasak itu bebas, jadi silakan lakukan sesuka hati."

11:04

Tidak Mau Bilang "Ternyata Sehat"

Sambil memanggang, mereka membicarakan bahwa kalau ditambah selada, sayurannya juga bisa ikut dimakan, dan kalau dipadukan dengan saus tadi, jadinya "hampir hamburger". Mereka juga mengatakan bahwa anak-anak suka makanan yang renyah, jadi pasti senang.

Saat staf berkata bahwa kalau tidak perlu minyak, berarti "ternyata sehat", Ryuji membantahnya: "Ini tidak sehat." Alasannya, kalau bilang begitu, ia akan langsung dibuat viral secara negatif. Ryuji mengatakan bahwa X (dulu Twitter) belakangan ini sangat menakutkan, dan banyaknya orang yang marah mungkin karena ketidakpuasan mereka terhadap dunia sangat besar, sehingga apa pun yang bisa dibakar ingin mereka bakar.

Muncul juga pilihan untuk menaruh sisa adonan daging di atas nasi. Karena permukaan kulit yang terpanggang lebih luas dibanding gyoza biasa, hasilnya jadi sangat garing. Ryuji menyebutnya "daging renyah asal-asalan".

13:11

Mencicipi: Ajishio dan Saus ala Big Mac

Di piring tersaji selada yang sudah ditiriskan dan "hampir layu", ponzu, Ajishio, dan saus ala Big Mac.

Pertama, mereka memakannya hanya dengan Ajishio. Dari bunyi saat digigit, mereka heboh berkata "bunyinya enak", dan keduanya menilai "daya hancurnya luar biasa". Ryuji terkejut, "Begini saja sudah enak, ya."

Berikutnya, saat dimakan bersama selada dan dicocol saus ala Big Mac, reaksinya adalah "Big Mac mini" dan "Ini Big Mac, dong". Ryuji berkata, "Lebih baik ada saus ini," dan mengubah penilaiannya bahwa saus ini sebaiknya disiapkan sebagai satu paket. Saat selada dijepit dan dilipat seperti taco, "rasanya seperti McD". Kulitnya renyah dan harum, sampai muncul komentar, "Boleh nggak sih makan sesuatu seenak ini dengan semudah ini?"

16:10

Ala Taco dengan Majisuko, Lauk Nasi dengan Ponzu

Atas usul staf, mereka menuangkan "Majisuko", bumbu buatan Ryuji sendiri. Rasanya menjadi pedas seperti saus salsa, dan saat dipadukan dengan selada, jadilah "taco sepenuhnya". Ryuji mengatakan bahwa bisa memberi kesan sayur lewat selada juga bagus, dan ini wajib bagi para peminum.

Selanjutnya, mereka memadukannya dengan nasi dan menuangkan ponzu yang harum. Menurut Ryuji, ini sama saja dengan makan gyoza pakai saus celup, jadi tidak mungkin tidak cocok dengan nasi. Hasilnya memang mendapat penilaian "cocok banget sama nasi" dan "bisa jadi lauk sekaligus teman minum".

Karena bumbunya berbeda semua, yaitu Ajishio, ala Big Mac, Majisuko, dan ponzu, rasanya tidak membosankan, sampai muncul obrolan "bisa buat pesta". Saat ditanya mana yang paling disukai, keduanya sempat bimbang lalu memilih saus ala Big Mac, terutama cara makan dengan dibungkus seperti taco lalu dicocol. Ponzu dinilai "sudah cukup bagus" karena cocok dengan nasi.

20:20

Bau Daging Giling Lama dan Evaluasi Takaran

Soal memakai daging giling yang sudah mepet tanggal kedaluwarsa, Ryuji mengatakan bahwa bau amisnya sudah hilang sepenuhnya berkat aroma bawang putih bubuk, merica, dan pala. Staf pun mengaku sama sekali tidak menyadarinya sampai diberi tahu.

Soal takaran, ada evaluasi. Dari 200 g daging, hanya jadi sekitar 10–12 lembar, dan habis dalam sekejap saat dimakan berdua. Ryuji mengatakan bahwa ia lebih suka membuat sekitar 15 lembar dari 300 g daging. Kalau adonan daging bersisa, bisa ditaruh di atas nasi dan dijadikan donburi. Ia juga menambahkan bahwa kalau ingin memakannya sebagai gyoza, boleh menambahkan kucai.

21:33

Tekstur yang Menjadikannya "Masakan"

Adonan dagingnya sendiri sudah berupa daging berbumbu, jadi dimakan begitu saja pun enak. Meski begitu, Ryuji berkata, "Ternyata tekstur itu penting, ya." Sama seperti daging babi biasa yang menjadi tonkatsu bila dilapisi tepung roti lalu digoreng, tekstur yang ditambahkan itulah yang menjadikannya masakan, begitu pandangan Ryuji. Keduanya juga terkejut karena bagian yang tertumpuk di bawah piring pun kulitnya tetap renyah dan tidak menjadi lembek.

Awalnya Ryuji membuatnya dengan perasaan "hampa", tetapi ia berkata, "Jadinya sama sekali tidak hampa," dan mengakui bahwa semangatnya naik setelah sekian lama. Staf pun setuju dengan penilaiannya bahwa ini mungkin yang terbaik di antara masakan yang ia buat belakangan ini, dan berharap videonya banyak ditonton. Di akhir, ia menutup dengan mengatakan bahwa rasanya pokoknya enak, jadi silakan coba "resep dewa" ini.