Pegawai Kantoran Paruh Baya Murka karena Error Printer dan Menghancurkan Kantornya hingga ke Ruang Presdir: Live Commentary "Rising Up"

Diterjemahkan dari 日本語

Buka di YouTube ↗
Ringkasan

Video ini adalah rekaman permainan game indie "Rising Up" hingga tamat, dengan komentar yang dibawakan oleh suara Yuzuki Yukari dari VOICEROID. Komentator memperkenalkan game ini sebagai "game pertarungan bertema sosial tentang menapaki tangga karier sebagai pegawai kantoran dengan kepalan tangan". Ia memulai permainan dengan tujuan meledakkan stres yang menumpuk setiap hari dan melepaskan "pegawai kantoran di dalam diri". Inti dari komentarnya adalah celetukan yang diselipi sindiran terhadap orang-orang dan benda-benda yang biasa ditemui di tempat kerja.

6 menit baca
0:31

Berawal dari Error Printer

Layar menunya berupa printer canggih yang bisa dioperasikan lewat panel sentuh. Sambil berkata "Mesin multifungsi seperti ini ada di kantor, kan?", komentator mencoba kontrol yang memungkinkan lengan digerakkan ke posisi mana saja. Saat tombol mulai ditekan, muncul pemberitahuan bahwa kartrid tinta perlu diganti, disusul peringatan "Apakah Anda benar-benar ingin melanjutkan?". Jika diteruskan, muncullah "B200 Printer Error".

Di sinilah amarah komentator meledak. Ia berteriak, "Komputer rendahan berani-beraninya melawan manusia!", lalu nyerocos, "Kalau sistem interaktif, desain yang berpusat pada manusia itu dasar, pikirkan pengalaman pengguna!", lalu mulai menghancurkan printer. Ia mengaku diserang rekan kerja padahal hanya mencoba memperbaikinya, dan bersikeras bahwa serangan baliknya adalah "pembelaan diri". Dalih yang sering terdengar di tempat kerja, "Printernya rusak padahal aku tidak melakukan apa-apa", berulang kali ia munculkan setelah itu untuk mengundang tawa.

1:36

Menghancurkan Lantai Kantor

Di kantor, ia menghancurkan satu per satu karyawan yang masih santai bekerja, kursi, meja, dan sebagainya. Komentator terus maju sambil berkata, "Kursi itu bukan untuk diayun-ayunkan, tapi untuk dihancurkan." Ada juga adegan ketika seorang ibu-ibu yang selalu mengomel setiap kali ia pergi menyeduh kopi tiba-tiba muncul. Tak lama kemudian mesin kopi meledak, dan kipas sirkulator pun ikut meledak. Di sini pun komentator mengulang "Padahal aku tidak melakukan apa-apa" dan menggerutu, "Ada apa sih dengan perusahaan ini?" Kepada karyawan yang baru kembali dari tugas luar, ia berkata, "Pasti cuma bolos dan buang-buang waktu, ya. Enak sekali hidup Anda," lalu menghajarnya habis-habisan bersama mesin penjual otomatisnya.

2:26

Area VIP dan Pertarungan Melawan Satpam

Setelah lantai kantor sepi, komentator menuju area khusus VIP. Untuk melewati pemeriksaan keamanan, ia mengetuk pintu dan meminta dengan sopan, tetapi sepertinya pintu itu tidak akan dibukakan. Saat ia mencoba membukanya dengan memukul, ledakan kembali terjadi. Dari dalam muncul seorang satpam paruh baya yang kekar, dan komentator menanggapinya, "Sebagai sesama paruh baya, aku tidak boleh kalah." Sambil mengakui kekuatan lawannya, ia mengalahkannya dengan tendangan terbang yang disusul serangan beruntun.

Area VIP menyambut dengan tulisan "Welcome VIP" dan masih ramai. Di tengahnya ada potret seorang pria dan wanita, dan komentator menghancurkannya sambil berkata, "Seenaknya memuja yang cantik dan ganteng saja, sekarang ini zamannya keberagaman." Selanjutnya, para pria berjas hitam menerobos masuk dengan mobil, dan mobil itu terbakar. Dalam adegan ini, komentator mengatakan bahwa budaya kuno perusahaan ini, dan lebih jauh lagi masyarakat, adalah akar dari segala kejahatan. Ia memaknai tindakannya sendiri dengan berkata bahwa seandainya ia tidak bangkit pun, suatu saat pasti ada orang lain yang bangkit; kebetulan saja gilirannya yang tiba.

4:05

Pria Berjas Hitam yang Terus Berdatangan dan Ruang Presdir

Dalam perjalanan menuju ruang presdir, para pria berjas hitam terus berdatangan tak peduli berapa banyak yang dikalahkan. Komentator bercanda bahwa terakhir kali ia dikepung pria berjas hitam sebanyak ini adalah saat kabur dari penjara di "Chrono Trigger". Ia melanjutkan bahwa waktu itu ia bisa lolos lewat celah ruang-waktu, tetapi karena ini bukan fantasi, hal ajaib seperti itu tidak akan terjadi. Ketika ia sudah terdesak sambil berkata "Lantainya sampai jadi hitam pekat", lift tiba dan ia melarikan diri ke lantai atas.

Setibanya di ruang presdir, komentator menilai "Seleranya lumayan bagus juga", lalu menghancurkan satu per satu objek misterius, patung presdir, komputer desktop presdir, dan kursi yang berdiri berkat hukum fisika yang misterius.

5:04

Pertarungan Melawan Presdir dan Wujud Kedua

Saat berhadapan dengan presdir, sang presdir sedang bergumam menyampaikan semacam pidato. Komentator memukulnya hingga diam dan untuk sementara mengalahkannya. Namun, sosok yang mengenakan kulit presdir itu berubah menjadi sesuatu yang mengerikan, dan wujud kedua pun dimulai. Meski lawannya berwajah menyeramkan, menurut komentator "pukulan menengah ala paruh baya" ternyata cukup ampuh. Pada adegan ketika ia menerima serangan kuat, ia mengeluh, "Karena aku paruh baya jadi masih bisa tahan, tapi kalau karyawan muda, yang tadi itu bahaya." Soal strategi, ia menjelaskan bahwa pada dasarnya gunakan taktik hit and run, dan karena lawan kadang membalas dan kadang tidak, perhatikan gerakannya baik-baik lalu tanggapi.

Pada akhirnya ia mengalahkan presdir, dan komentator menyatakan, "Aku telah menang melawan masyarakat kapitalis." Ia menutup dengan mengatakan bahwa kini tak ada lagi yang mengikatnya, dan yang menantinya di depan adalah "sayap bernama kebebasan".

6:43

Penutup

Setelah menamatkan game, komentator menyapa penonton, "Apakah kalian semua kerja hari ini? Aku libur." Ia mengakhiri video dengan mengenang bahwa ia telah mendapatkan pengalaman menyenangkan yang menghempaskan masyarakat penuh stres, dengan pekerjaan rutin yang sia-sia, menunggu tanggapan pihak lain, rapat yang tak kunjung selesai, dan politik kantor yang tidak diinginkan.