"Kenmin Yaki Bifun Terbaik" ala Ryuji: Ditambah Bawang Putih dan Saus Tiram, Dimasak dalam Satu Wajan

Diterjemahkan dari 日本語

Buka di YouTube ↗
Ringkasan

Dalam episode ini, peneliti kuliner Ryuji memperkenalkan cara makan favoritnya untuk produk komersial "Kenmin Yaki Bifun" yang sering ia makan semasa kecil. Di awal video, ia menegaskan "ini bukan konten berbayar" dan menjelaskan bahwa ini adalah proyek "promosi atas inisiatif sendiri" tanpa ada transaksi uang. Kreasinya berdasar pada resep di balik kemasan, dengan tambahan bawang putih dan saus tiram serta cara pengolahan daging dan sayuran yang diubah. Benang merah pembicaraannya adalah harapan agar bihun, yang kurang akrab bagi generasi muda, lebih sering masuk ke menu masakan rumah.

11 menit baca
0:27

Rasa Masa Kecil dan Makanan Bernama Bihun

Menurut Ryuji, Kenmin Yaki Bifun adalah bihun yang sudah berbumbu, dan neneknya sering memasakkannya semasa ia kecil. Kemasannya mungkin sudah berubah, tetapi menurutnya produk ini benar-benar enak. Staf yang hadir hanya sebatas tahu namanya dan belum pernah memakannya.

Kepada staf yang tidak mengenal bihun, Ryuji menjelaskan bahwa bihun adalah "mi dari beras". Katanya, restoran Tionghoa yang sudah lama berdiri biasanya menyediakan bihun. Ketika staf bertanya "apakah mirip mi pho?", ia langsung menjawab "sama sekali berbeda". Pho memang juga mi beras, tetapi lebih tebal dan pipih. Ia menambahkan bahwa mi pad thai juga terbuat dari tepung beras, dan karena dibuat dari tepung beras, ia menduga "mungkin bebas gluten, ya".

2:00

Bahan: Jamur Kuping, Wortel, Kubis, Daun Bawang, Potongan Daging Babi, Bawang Putih

Takarannya untuk 2 porsi; jika hanya 1 porsi, cukup dibagi dua.

Jamur apa pun boleh, tetapi Ryuji menyarankan jamur kuping karena teksturnya cocok. Jika tidak ada, jamur shimeji atau jamur tiram juga tidak masalah. Kuncinya, jamur kuping kering direndam dalam air agar mengembang terlebih dahulu, dan jumlah yang digunakan 6 g. Ia sendiri membeli kemasan besar di Amazon sehingga bisa memakainya kapan saja.

Sayuran yang digunakan adalah wortel sekitar 40 g, kubis sekitar 150 g, dan daun bawang. Kubis yang dipakai hari itu adalah kubis musim semi, yang bonggolnya dibuang hingga beratnya sekitar 150 g. Untuk daging, perut babi juga enak, tetapi menurutnya potongan daging babi (komagire) pun sudah cukup enak.

Bahan penting lainnya adalah bawang putih. Bahan ini tidak tercantum di kemasan, tetapi menurut Ryuji lebih enak jika ditambahkan. Saat syuting, ia memasak sambil meminum botol minuman keras keduanya.

3:04

Cara Memotong dan Patokan "Apa Pun yang Cocok untuk Yakisoba"

Wortel dipotong korek api. Tanpa wortel pun tidak apa-apa, tetapi sebaiknya dimasukkan karena membuat warnanya lebih cantik. Kubis dipotong kasar, dan daun bawang diiris serong. Daun bawang sebaiknya dimasukkan karena aromanya harum, tetapi kucai juga boleh.

Mengenai pemilihan bahan isian, Ryuji mengatakan bahwa secara umum apa pun yang "enak kalau dimasukkan ke yakisoba" bisa dianggap aman. Karena kali ini berbumbu kecap asin, arah rasanya bukan seperti yakisoba saus yang manis, melainkan lebih dekat ke yakisoba Shanghai.

Bawang putih disebutnya sebagai kunci kreasi ini. Dulu Ryuji pernah memasak makanan buatan sendiri sekitar dua kali seminggu di fasilitas perawatan lansia. Bihun yang ia sajikan saat itu sangat populer. Waktu itu ia tidak memakai produk Kenmin melainkan bihun biasa, tetapi tetap memakai bawang putih, dan ia memasukkannya dalam jumlah banyak, sekitar 15 g. Kali ini pun, karena bihunnya sendiri sudah enak, ia menjelaskan bahwa memasukkan 2–3 siung atau sekitar 15–20 g akan membuat aromanya menonjol. Ia juga menambahkan bahwa bagi yang tidak suka, tanpa bawang putih pun tetap enak.

Jamur kuping dipotong kasar karena bentuknya tipis. Potongan daging babi dibumbui garam dan merica. Karena talenan sudah penuh dengan bahan, dagingnya dipotong saja dengan gunting.

Di sela-sela memasak, ada pula momen ketika ia berkata setengah bercanda bahwa masakan akan jadi lebih enak jika staf mengatakan "Hari ini bihun, ya, nggak sabar". Alasannya, orang yang memasak akan berusaha lebih keras jika ditunggu-tunggu.

7:10

Proses Menumis: Bawang Putih Agak Gosong, Saus Tiram untuk Menambah Kedalaman Rasa

Masukkan 1 sendok makan minyak wijen ke wajan, lalu tumis bawang putih. Menurutnya, jika dibuat sedikit gosong, akan muncul aroma yang harum. Produk ini memang aslinya sudah enak dengan rasa kecap asin, tetapi karena kecap asin dan bawang putih sangat cocok, ia memakai kreasi ini. Ditambah lagi aroma gurih dari minyak wijen. Ryuji mengenang bahwa langkah ini cukup mirip dengan cara yang ia pakai saat memasak di panti jompo.

Ketika staf bertanya "Apakah bihunnya direndam di panci terpisah?", Ryuji menjawab "Langsung dimasukkan ke wajan". Ini adalah cara memasak yang selesai dalam satu wajan.

Selanjutnya, tumis daging babi, lalu masukkan juga wortel dan daun bawang. Menurut Ryuji, cara memasak resmi dari Kenmin pada dasarnya tidak menumis sayuran, melainkan meletakkannya di atas bihun. Namun, menurutnya wortel dan daging babi sebaiknya ditumis lebih dulu. Daun bawang sebaiknya dimasukkan karena mengeluarkan aroma; kali ini ia memakai bagian hijaunya, dan katanya akan enak jika ditumis dengan baik.

Pada tahap ini, masukkan saus tiram. Tidak tertulis di kemasan, tetapi katanya menambah kedalaman rasa. Kemudian tambahkan kubis dan jamur kuping. Ketika staf bertanya kapan kecap asin dimasukkan, Ryuji menjawab "Sudah ada di dalam sini". Itu karena bihunnya sendiri sudah berbumbu. Kubis akan dikukus setelah ini, jadi cukup ditumis sebentar saja.

10:20

Tambahkan Air dan Kukus dalam Wajan: Ikuti Takaran di Kemasan

Bihun yang masih keras dan kering langsung dimasukkan, lalu tambahkan air. Untuk 2 bungkus, 340 cc. Karena jumlah air untuk 1 bungkus dan 2 bungkus berbeda, ia menekankan agar mengikuti takaran yang tertulis di kemasan. Ryuji mengatakan bahwa membuat mi menyerap cairan terasa sama dengan pasta satu wajan (one-pan pasta) buatannya.

Karena air ingin diserap oleh mi, sayuran disingkirkan ke samping. Dengan begitu, sayuran juga ikut terkukus oleh kuahnya dan matangnya pas. Awalnya ia hampir berkata "tidak perlu ditutup", tetapi menyadari bahwa di kemasan tertulis "tutup dan kukus", maka ia menutup wajan dan memanaskannya dengan api sedang selama sekitar 3 menit. Ia sendiri biasanya memasaknya sambil dibolak-balik.

11:21

Obrolan Selama Menunggu: Bihun di Restoran Tionghoa dan Bihun Kemasan Usaha

Selama mengukus, Ryuji menjelaskan bahwa bihun berasal dari Tiongkok, karena itulah ada di restoran Tionghoa. Namun, ia juga mengatakan bahwa sekarang restoran Tionghoa yang menyajikan bihun mungkin sudah berkurang. Bihun yang tidak berbumbu berwarna putih, dan dijual dalam kemasan besar untuk keperluan usaha. Biasanya bihun ini direndam dulu dengan air panas atau semacamnya sebelum ditumis, dan cocok untuk memasak dalam jumlah besar. Ia mengenang bahwa yang ia masak di panti jompo juga jenis ini, dan sebagian penghuninya benar-benar menjadi penggemarnya. Bedanya, Kenmin Yaki Bifun sudah dibumbui kecap asin sejak awal.

Dalam sekitar 3 menit, mi sudah menyerap cairan dan bisa diurai. Ryuji mengatakan bahwa mi yang menyerap seluruh cairan inilah poin utama produk ini.

12:36

Bertemu Kembali Berkat Proyek Lawson

Menurut Ryuji, ketika ia memperkenalkan produk Kenmin (japchae) dalam proyek video yang membahas produk Lawson, pihak Kenmin menghubunginya dengan pesan "Silakan dicoba jika berkenan". Ia pun makan yaki bifun lagi setelah sekian lama dan merasa enak, sehingga lahirlah proyek kali ini. Salah satu staf mengatakan bahwa sejak proyek itu, ia jadi membeli japchae.

Setelah cairan hampir habis, taburkan merica hitam. Ryuji memakai merica hitam karena ingin rasa yang menyengat. Setelah ditata di piring, porsinya jauh lebih banyak daripada yang terbayang dari bungkus kecil di awal. Ryuji mengatakan bahwa karena bihun menyerap air dan bertambah cukup banyak, porsinya akan menyenangkan keluarga. Jika suka pedas, siram dengan minyak cabai (rayu) dan jadilah "camilan teman minum terbaik".

14:21

Mencicipi: Gurihnya Saus Tiram, Lebih Mudah Dimakan daripada Yakisoba karena Lebih Tipis

Staf bernama "A-ko-san" ikut mencicipi. Ryuji mengatakan bahwa mungkin banyak anak muda sekarang yang belum pernah makan bihun. Ia lalu menambahkan bahwa karena bisa menyantap banyak sayuran, bihun layak lebih sering masuk ke dalam repertoar masakan rumah.

Setelah mencicipi, Ryuji berkata "Memang enak, ya". Karena memakai saus tiram, rasanya pekat dan gurih, dan aroma bawang putihnya juga terasa. Staf berkomentar bahwa minya lebih tipis daripada yakisoba sehingga lebih mudah dimakan. Ryuji mengatakan bahwa ini produk yang terbayang seperti makanan generasi kakeknya, dan mengenang bahwa dulu produk ini juga punya iklan TV, tetapi staf tidak tahu iklan itu.

Ketika staf berkata "Jadi pengin makan nasi", Ryuji menjawab "Ada juga orang yang memakannya sebagai lauk". Katanya, banyak juga yang memakannya seperti mabo harusame. Mengenai bumbunya yang meresap ke seluruh bagian, ia menjelaskan bahwa dengan bihun biasa, rasa seperti ini tidak akan didapat tanpa menumisnya bersama kecap asin atau saus tiram, sehingga produk berbumbu ini memudahkan. Ia mengira hasilnya akan lebih lengket karena dimasak dalam satu wajan, tetapi ternyata sama sekali tidak lengket, dan Ryuji menyebutnya "teknologi misterius".

16:55

Variasi: Sayuran Favorit, Makanan Laut, dan Cuka

Ada juga yang berkomentar bahwa tadinya mengira porsinya terlalu banyak dan tidak akan habis, tetapi ternyata bisa dimakan. Ryuji mengatakan bahwa sayurannya boleh apa saja sesuai selera. Sawi putih juga enak, dan semua sisa sayuran boleh dimasukkan. Ia juga setuju dengan usul staf soal makanan laut, dan katanya campuran makanan laut, udang, atau cumi juga sangat cocok. Ia juga mengatakan bahwa menurutnya memoles produk lama lalu memperkenalkannya adalah hal yang cocok untuk dirinya.

Ketika ditanya apa yang sebaiknya ditambahkan lagi, jawabannya adalah cuka. Karena pada dasarnya rasanya seperti yakisoba kecap asin, meneteskan sedikit cuka akan membuatnya lebih segar dan bisa dimakan lebih banyak lagi. Staf juga menyukainya sebagai variasi rasa.

18:05

Penutup: Untuk Makan Siang Orang yang Sibuk

Ryuji menyimpulkan bahwa jika diberi banyak sayuran, bihun ini sudah lengkap dalam satu piring dengan sayuran, daging, dan mi, sehingga sangat praktis untuk makan siang dan bagi orang yang sibuk.

Terakhir, ia bercerita bahwa belakangan Lawson menjual yaki bifun beku, dan setelah diperhatikan ternyata dibuat oleh Kenmin. Ia belum mencobanya, tetapi penasaran. Kenmin tampaknya membuat berbagai produk mi tepung beras seperti japchae, dan juga ada rasa lain seperti rasa garam, jadi ia mengajak penonton untuk mencobanya jika tertarik, lalu menutup video.