"Nasi Kubis Iblis" ala Ryuji dan Dressing Wasabi dari Tsuyu

Diterjemahkan dari 日本語

Buka di YouTube ↗
Ringkasan

Ini adalah video bersponsor di mana peneliti kuliner Ryuji membuat dua hidangan menggunakan "Kore! Uma!! Tsuyu" dari Yamasa. Hidangan utamanya adalah "nasi kubis" yang dimasak di wajan skillet, sedangkan pendampingnya adalah salad selada dengan dressing wasabi yang dibuat dari tsuyu yang sama. Sambil memasak dengan cekatan, Ryuji menyampaikan bahwa cara memasak yang asal-asalan pun sudah cukup untuk menghasilkan makanan yang lezat, dan bahwa daripada membeli dressing kemasan, lebih baik membuatnya sendiri saat itu juga.

12 menit baca
0:12

Situasi Syuting dan Alasan Memilih Kubis

Di awal video, Ryuji menjelaskan bahwa semula pihak klien dijadwalkan hadir saat syuting, tetapi karena hari itu ia terkena flu, syuting diulang di hari lain. Temanya adalah "Kore! Uma!! Tsuyu", produk yang menjadikan Ryuji sebagai duta, serta nasi kubis yang memungkinkan kita makan banyak kubis.

Tentang alasan memilih kubis, Ryuji mengatakan bahwa kubis dikenal luas sebagai sayuran bernilai gizi tinggi, dan menurut perasaannya sendiri, kubis termasuk tiga teratas di antara bahan makanan yang dijual di supermarket. Hari itu ia kebetulan punya kubis besar, dan titik awalnya adalah keinginan untuk menyantapnya bersama nasi.

Namun, karena kubis, daging, dan nasi saja terasa kurang, ia berdiskusi dengan staf soal lauk pendamping. Sup sempat menjadi salah satu pilihan, tetapi staf menginginkan "sesuatu yang segar", dan setelah mendengar bahwa tsuyu ini juga bisa dipakai untuk salad, akhirnya diputuskan untuk membuat salad selada.

1:48

Menyegarkan Selada Layu dengan "Cuci 50 Derajat"

Selada yang digunakan sudah mulai layu. Ryuji memperkenalkan teknik "cuci 50 derajat", yang konon bisa menghidupkan kembali selada lemas dengan merendamnya di air bersuhu 50 derajat. Suhu air panas di rumahnya 43 derajat, tetapi menurutnya itu pun sudah cukup efektif, jadi ia merendam selada dalam air panas langsung dari keran. Bagian yang rusak dibuang, dan cukup didiamkan sekitar 10–15 menit.

Sebenarnya ia ingin memakai salad spinner untuk meniriskan air, tetapi salad spinner di rumahnya retak sehingga airnya bocor. Sambil tertawa mengaku lupa membeli yang baru, nantinya ia tetap meniriskan air dengan spinner rusak itu. Ia menjelaskan bahwa air perlu ditiriskan dengan benar agar sisa air tidak membuat rasa dressing menjadi encer.

Melihat selada yang sudah diangkat dari air panas, staf berkomentar "lebih segar sedikit dibanding tadi", dan Ryuji menimpali, "Jadi lebih segar, kan?"

2:55

Dressing Wasabi yang Tinggal Dicampur

Bahan dressing-nya hanya Kore! Uma!! Tsuyu, minyak, wasabi, dan cuka. Ryuji menggambarkan tsuyu ini sebagai "gabungan kelebihan mentsuyu dan shiro dashi", dan mengatakan bahwa ia sudah menjadi duta produk ini selama 2–3 tahun.

Karena ingin hasilnya bercita rasa Jepang, ia memakai minyak dedak padi, tetapi menurutnya minyak zaitun juga boleh. Tsuyu dan minyak dicampur dengan perbandingan 1:1 sudah pas, lalu ditambahkan wasabi. Ia memasukkan cukup banyak, sekitar 8 cm dari tube. Ketika staf berkata "dressing wasabi jarang terlihat", Ryuji menjawab bahwa dressing ini sangat enak.

Awalnya ia mencicipi tanpa cuka, lalu berkata "lebih baik pakai cuka" dan menambahkan rasa asam. Patokan akhirnya kira-kira minyak, tsuyu, dan cuka dengan perbandingan 2:2:1. Ryuji berulang kali menekankan betapa mudahnya: cukup disiramkan ke sayuran mentah, rasanya sudah enak.

5:18

Nasi Kubis di Skillet, Satu Porsi Sekaligus

Menurut Ryuji, nasi kubis paling mudah dibuat dengan skillet atau wajan kecil. Ia menuangkan minyak zaitun, lalu memakai 120 g kubis yang dipotong seadanya.

Saat syuting, waktunya akhir Januari, dan yang dipakai adalah kubis biasa. Ketika staf bertanya apakah kubis musim semi juga boleh, ia menjawab sama sekali tidak masalah. Ia juga mengungkapkan bahwa karena video bersponsor harus diserahkan lebih awal, syuting tidak bisa dilakukan mepet waktu, sehingga biasanya direkam 1–2 bulan sebelum musimnya.

Takarannya dibuat untuk satu porsi karena lebih mudah dibuat. Kalau dua porsi, cukup pakai dua wajan dan buat dua kali lipat, begitulah pandangan Ryuji.

6:11

Bantahan terhadap Sebutan "Mata Duitan"

Sambil memotong kubis, Ryuji berganti topik. Karena banyak mengerjakan proyek dari perusahaan, ia kadang disebut "mata duitan" oleh publik, dan ia mengakui bahwa di antara para peneliti kuliner, jumlah proyeknya memang jauh paling banyak. Ia juga berkata mungkin banyak rekan seprofesi yang berpikiran seperti itu.

Menanggapi hal itu, Ryuji membantah bahwa cara berpikir seperti itu benar-benar tidak baik, dan orang yang bekerja keras sebaiknya didukung. Ia sendiri dulu termasuk orang yang berpikir begitu, tetapi kemudian sadar bahwa itu tidak ada gunanya bagi siapa pun. Ia melanjutkan, kalau ia menghasilkan uang dengan menipu orang, silakan saja ia dikecam, bahkan dibuat tidak bisa tampil lagi di televisi nasional atau media lain, tetapi ia tidak menipu siapa pun—yang ia lakukan hanyalah memasak.

7:05

Memanggang Samcan Babi: Boleh Asal-asalan, Boleh Gosong

Sebanyak 80 g samcan babi dipotong kasar lalu dimasukkan ke skillet. Ia berkata, "Untuk bikin makanan enak, nggak perlu teliti," dan ketika staf menimpali "Resep malas, ya," ia tertawa sambil bilang semuanya memang resep malas. Daging ditumis dengan garam dan merica, dan bagi yang ingin makan banyak daging, boleh saja memasukkan 100 g atau bahkan 200 g. Ia juga menyebut keuntungan memasak dengan skillet adalah cucian piring jadi sedikit.

Ketika ditanya soal besar kecilnya api, jawaban Ryuji adalah "kira-kira saja". Karena besi menghantarkan panas dengan baik, masakan cepat gosong, tetapi menurutnya gosong pun tetap enak. Di sisi lain, ia memperingatkan bahwa memakai skillet di kompor induksi (IH) membuat masakan sangat mudah gosong. Faktanya, selama syuting pun bau gosong dan asapnya cukup kuat.

Tentang perpaduan kubis dan daging babi, ia menyebutnya "kombinasi pasti" yang mutlak enak, dan pada tahap tumis ia berkata "ini saja sudah enak". Setelah matang, api dimatikan dulu, karena nanti bisa dipanaskan kembali.

9:28

Saus Asin Kental dari Dua Jenis Kaldu

Selagi api dimatikan, ia membuat saus. Dua sendok teh Kore! Uma!! Tsuyu ditambahkan kaldu ayam bubuk. Ryuji mengatakan belakangan ini ia sedang gemar menggabungkan dua jenis kaldu yang berbeda, dan ia memadukan gurihnya katsuo dari tsuyu dengan kaldu ayam. Ke dalamnya dicampurkan satu sendok makan sake dan setengah sendok teh tepung kentang sebagai pengental. Alasannya, saus yang kental lebih enak.

Ketika staf bertanya apakah daging babi boleh diganti daging ayam, Ryuji menjawab itu enak, dan menurutnya bacon atau apa pun juga cocok.

10:33

Dicetak Bulat dengan Cincin, Lalu Disiram Mentega dan Saus

Di atas bahan-bahan tadi diletakkan 200 g nasi hangat. Di sini ia memakai cetakan bulat yang sudah akrab di video nasi goreng Ryuji. Dengan mengisi nasi ke dalam cetakan, nasi akan berbentuk bulat sempurna dan tampilannya jadi jauh lebih menarik. Staf berkomentar, "Seperti hidangan piring saji."

Di tengah bunyi desis skillet, 10 g mentega diletakkan di atas nasi, lalu saus asin kental tadi disiramkan berputar. Taburi daun bawang cincang dan merica hitam, dan hidangan pun selesai.

Menurut Ryuji, cara terbaik menyantapnya adalah sambil diaduk-aduk sampai berantakan. Karena sangat gampang, ia menyebut hidangan ini "Nasi Kubis Iblis".

Selama syuting, ada juga momen ketika posisi kamera diubah atas arahan sutradara yang mengawasi sudut dan tampilan gambar. Ryuji mengatakan bahwa produser dan sutradaranya bekerja dengan baik.

12:24

Salad Asal-asalan Pun Tak Apa, Makanan Sehari-hari Cukup Begitu

Di samping proses membuat nasi kubis, ia meniriskan air selada dengan salad spinner yang rusak dan menyelesaikan saladnya. Atas persetujuan staf, ia menambahkan kanikama, lalu menyiramkan dressing wasabi. Merasa ada yang kurang, Ryuji menambahkan nori panggang yang disobek-sobek, karena menurutnya salad wasabi pasti cocok dengan nori.

Di sini Ryuji berkata bahwa ia adalah peneliti kuliner, bukan koki, jadi salad asal-asalan seperti ini pun tidak apa-apa; makanan sehari-hari cukup seperti ini, bahkan justru harus seperti ini. Ia juga mengatakan bahwa salad asal-asalan seperti inilah yang paling enak di dunia.

Ia pun mengungkapkan isi hatinya bahwa tsuyu ini memang bisa dipakai untuk banyak hal, tetapi kalau terlalu sering memakainya saja, akan terlihat seperti iklan, jadi ia juga ingin mencoba bumbu lain.

14:25

Disantap dengan Telur dan Kerak

Sesuai selera, telur boleh dipecahkan di atasnya. Ryuji berkata, "Nggak mungkin telur nggak cocok." Karena pelat besinya panas, telur akan menjadi setengah matang saat diaduk, dan bagian itulah yang enak disantap. Ia juga menambahkan bahwa setelah memasukkan telur, sebaiknya ditambah sedikit garam dan merica.

Di bagian dasar terbentuk bagian seperti kerak nasi, dan ia ingin penonton ikut menyantap bagian itu. Ryuji menjelaskan bahwa di bagian kubis yang gosong dan menjadi manis, rasa gurih kaldu ayam terasa kuat.

15:44

Mencicipi: Manisnya Kubis dan Rasa yang Ternyata Ringan

Staf yang mencicipi terkejut dan berkata "lima kali lebih enak dari yang dibayangkan", dan juga bilang sedikit gosong justru pas. Ryuji berpendapat bahwa kubis lebih enak bila dimasak sampai benar-benar matang karena rasa manisnya keluar. Selain itu, karena volumenya menyusut saat dimasak, kubis bisa dimakan dalam jumlah banyak, dan itu juga merupakan kelebihan.

Staf sudah makan banyak dalam syuting hari itu, tetapi mengatakan yang ini bisa dihabiskan. Menanggapi kesan staf bahwa awalnya mengira akan terasa berat karena banyak lemak babi dan mentega, tetapi ternyata cukup ringan, Ryuji menjelaskan bahwa itu karena porsi sayurnya lebih banyak. Ia lalu mengatakan bahwa makanan seperti inilah yang ia inginkan: mudah, dan juga bisa jadi cara memanfaatkan sisa kubis yang tanggung.

16:38

Penilaian Salad dan "Tak Perlu Beli Dressing"

Untuk saladnya, staf menilai nori dan wasabi sangat cocok, dan terkejut mendengar bahwa bahan dressing-nya hanya tsuyu, minyak dedak padi, dan wasabi. Seladanya pun terasa segar. Staf yang tidak melihat adegan cuci 50 derajat mengatakan, kalau tidak diberi tahu, ia tidak akan sadar bahwa itu selada yang disegarkan kembali.

Ryuji mengatakan ia kurang memahami perasaan orang yang membeli dressing kemasan. Di rumahnya pun tidak ada dressing, karena kalau dibeli pun tidak akan habis terpakai. Karena tinggal dicampur dan bisa dibuat sesuai kebutuhan setiap kali, menurutnya membuat sendiri setiap kali pasti lebih baik.

Tentang dressing wasabi ini, Ryuji memperkirakan bahwa ini adalah yang paling mudah dibuat di antara resep-resepnya belakangan ini dan kemungkinan akan mendapat penilaian tinggi. Ia juga menyampaikan bahwa tsuyu ini konon baru-baru ini diracik ulang sehingga rasanya sedikit berubah. Kolaborasinya sudah memasuki sekitar tahun ketiga, dan karena ia sudah banyak merilis resep yang memakai tsuyu ini sebelumnya, ia mengajak penonton untuk melihat resep-resep itu juga.

19:22

Kerak Khas Skillet: Harga dan Perawatan

Terakhir, sambil memperlihatkan kerak di dasar wajan, Ryuji menegaskan bahwa sensasi kerak seperti ini hanya bisa didapat dengan skillet. Pada wajan berlapis teflon, kerak tidak terbentuk, sehingga aroma panggang dan nuansa smoky sulit muncul. Menurut penjelasan Ryuji, hidangan ini bisa dibuat dengan wajan biasa, tetapi dengan skillet besi hasilnya akan lebih harum, dan ia mengatakan alat masak pun berpengaruh pada rasa.

Ketika staf bertanya apakah skillet itu mahal, ia menjawab bahwa di Nitori dan toko lainnya dijual dengan harga sekitar 1.000-an yen, dan ia menyarankan untuk membelinya karena pasti lebih baik. Untuk perawatannya, setelah digosok dengan sabut kawat atau sejenisnya, skillet harus selalu dipanaskan di atas api hingga kering. Sebab, kalau masih ada air yang tertinggal, skillet akan berkarat. Ia juga menambahkan bahwa kalaupun berkarat, skillet bisa pulih kembali dengan menggosok karatnya memakai sabut kawat.

Sebagai penutup, Ryuji menyandingkannya dengan nasi kubis yang khas karena keraknya, lalu secara pribadi menilai dressing wasabi ini begitu enak hingga layak disebut "resep untuk seumur hidup", dan menganjurkan penonton untuk mencoba membuatnya.