Ryuji Menilai 10 Produk Pilihan Koyuki Sugasawa, Penggemar KALDI, sebagai Teman Minum

Diterjemahkan dari 日本語

Buka di YouTube ↗
Ringkasan

Ini adalah edisi kedua dari segmen di mana peneliti kuliner Ryuji, bersama bintang tamu Koyuki Sugasawa, mencicipi dan memeringkat produk-produk KALDI. Video ulasan KALDI sebelumnya disebut ditonton cukup banyak, dan ini adalah kolaborasi mereka setelah sekitar satu tahun. Kali ini ada dua syarat pemilihan: "tidak sama dengan yang sebelumnya" dan "berfokus pada produk yang belum banyak diperkenalkan di media". Hampir semua produknya cocok sebagai camilan teman minum. Ryuji mengatakan tentang dirinya sendiri bahwa ia "sama sekali tidak punya hubungan atau ikatan apa pun dengan KALDI", lalu menilai satu per satu rekomendasi Koyuki, yang rutin berbelanja di KALDI, sambil minum wine. Hari perekamannya adalah malam Natal, dan keduanya membuka sebotol chardonnay organik.

14 menit baca
2:30

"Kazuchi" yang Klasik sebagai Salam Pembuka Mendapat Nilai S

Meski mengatakan akan berfokus pada produk yang tidak terkenal, Koyuki pertama-tama mengeluarkan produk klasik Kazuchi (Ihara Suisan) "sebagai salam pembuka". Menurut penjelasan Koyuki, tidak berlebihan jika produk ini disebut sebagai penggerak utama yang membuat KALDI terkenal, dan tidak ada pelanggan setia KALDI yang tidak mengenalnya. Ryuji tidak ingat apakah ia pernah memakannya.

Saat dibuka, tercium aroma telur ikan haring (kazunoko), dan pada potongannya terlihat pola kazunoko yang tercampur ke dalamnya. Setelah mencicipinya, Ryuji berkata "kejunya bukan pemeran utama", dan menggambarkan bahwa keju hanya berfungsi menyatukan kazunoko sehingga isinya hampir seluruhnya kazunoko. Rasa asinnya cukup kuat, dan tekstur kazunoko-nya pun masih terasa. Keduanya sepakat bahwa cukup dengan membawanya ke acara minum-minum, seseorang bisa langsung jadi pahlawan.

Nilainya S. Satu-satunya hal yang dipermasalahkan Ryuji adalah harganya, tetapi ia menilai harga itu masih dalam batas wajar untuk dibeli. Ia juga menyebut fakta bahwa produk ini tidak bisa dibuat ulang di rumah sebagai alasan penilaian tinggi. Karena "jab" pertama saja sudah mendapat nilai S, keduanya terkejut dengan tingginya standar kali ini.

5:07

Wine de Rusk Unijan Mendapat A+, Cocok untuk Acara Minum Wine

Produk kedua adalah "Wine de Rusk Unijan" yang bisa langsung dimakan. Sebelumnya mereka sudah memperkenalkan rasa gorgonzola, dan karena percaya pada seri yang sama, Koyuki memilih rasa lain. Saat itu sedang musim banyaknya produk untuk Tahun Baru, dan rasa landak laut (uni) ini pun dipajang dalam rangkaian tersebut.

Soal aromanya, Ryuji mengatakan bahwa aroma roti panggang dan mentega lebih kuat daripada aroma uni. Menurutnya, uni tampaknya tidak dicampurkan ke dalam adonan, melainkan dioleskan di permukaan lalu dipanggang. Begitu dikunyah, cita rasa mentega uni langsung menyebar, dan Koyuki menggambarkannya sebagai "rasa yang memadatkan hanya bagian terbaik dari uni". Ryuji menilai ini adalah produk yang sebaiknya dimakan setelah menyiapkan wine, dan ia juga memuji keseimbangannya secara keseluruhan.

Nilainya A+. Menurut Ryuji, produk ini sangat enak, tetapi dari segi kesan rasa masih sedikit di bawah Kazuchi sebelumnya. Meski begitu, ia mengatakan performanya cukup bagus dan cocok untuk acara minum wine bersama banyak orang.

7:55

"Yukhoe Legal" dari Irisan Bacon Mentah Potongan Strip Mendapat SS

Produk ketiga adalah bacon yang bisa dimakan mentah, irisan bacon mentah potongan strip (tanzaku). Ryuji terkejut bahwa ada bacon yang dijual untuk dimakan mentah. Koyuki menggunakannya untuk membuat "yukhoe legal" di tempat.

Cara membuatnya adalah dengan memecahkan telur di atas bacon mentah, lalu menaburkan bubuk bawang putih, minyak zaitun, dan lada hitam. Koyuki menjelaskan bahwa bawang putih tube pun boleh, tetapi ia lebih suka bubuk bawang putih yang aromanya tidak terlalu kuat. Minyak zaitun yang dipakai adalah yang mahal, dan saat ditanya harganya, Ryuji menjawab "sekitar 5.000 yen", dan tebakannya tepat.

Setelah mengaduk semuanya dan memakannya, Ryuji langsung berseru "enak", dan menggambarkannya seperti "carbonara yang kumakan di Italia". Ia juga menilai penggunaan bubuk bawang putih sebagai keputusan yang berhasil. Mereka sepakat bahwa boleh saja diolah dengan bahan lain, tetapi sebaiknya dicoba dulu dalam bentuk ini. Nilainya SS, yang pertama kali muncul kali ini. Ketika Koyuki bertanya "SS itu apa?", Ryuji menjawab bahwa itu lebih tinggi dari S.

10:36

Nori Butter Mendapat A, Menteganya Kurang Sedikit

Produk keempat adalah nori butter. Ryuji merasa tampilannya mirip tsukudani. Atas permintaan Koyuki, mereka mencicipinya dengan mengoleskannya banyak-banyak di atas baguette yang dipanggang pada suhu 300 derajat.

Di sela-sela persiapan, Koyuki bercerita tentang cara menikmati KALDI. Membeli dan memakan produknya tentu menyenangkan, tetapi menurutnya, berkeliling melihat-lihat di dalam toko tanpa membeli pun sudah menyenangkan. Ini semacam cara menghabiskan waktu dengan mampir sebentar keliling KALDI, seperti minum kopi di kafe. Ia mengatakan menghabiskan dua jam untuk memilih produk kali ini, dan Ryuji pun terkejut. Menurut Koyuki, penataan barang juga menjadi salah satu daya tariknya: rak-raknya dipisahkan per negara, dan ada sudut khusus produk Korea. Ryuji mengaku belum pernah memperhatikan sedetail itu.

Setelah mencicipi, Koyuki menilai menteganya tidak terlalu kuat dan aroma yang keluar lewat hidung terasa enak. Ryuji menggambarkan kesannya sebagai tsukudani nori dengan sentuhan rasa mentega, dan mengatakan rasanya bikin ketagihan sehingga suapan kedua terasa lebih enak.

Nilainya A. Ryuji mengatakan secara pribadi ia ingin rasa menteganya sedikit lebih kuat, dengan alasan rasanya lebih condong ke tsukudani. Koyuki pun setuju dengan hal ini. Namun, produk ini cocok dengan roti dan dinilai layak untuk diolah dengan berbagai cara.

13:17

Bahan Nukazuke Matang Disebut Sampai Sebagai "Revolusi" dan Mendapat SS

Produk kelima, bahan nukazuke matang, adalah media acar dedak padi (nukadoko) dalam kemasan tube. Cukup keluarkan dedak dari tube, oleskan pada sayuran, lalu bungkus dengan plastik wrap atau masukkan ke dalam kantong, maka nukazuke pun jadi. Ryuji belum pernah mendengar produk ini.

Koyuki sudah lebih dulu mengacar mentimun dan alpukat lalu membawanya. Alpukat dipilih untuk dipadukan dengan wine, dan ia menjelaskan bahwa kuncinya adalah memilih alpukat yang tidak terlalu matang karena akan menjadi lembek saat dijadikan nukazuke. Ryuji pertama-tama terkesan karena mentimunnya sudah memiliki kelembutan khas nukazuke.

Setelah memakan mentimunnya, keduanya terkejut karena hasilnya benar-benar nukazuke, sulit dipercaya dibuat dari bahan tube. Tentang alpukatnya, Ryuji mengatakan umaminya terkonsentrasi sehingga menjadi seperti keju, dan menilainya "luar biasa enak". Ia juga menyebut penggunaan kemasan tube sebagai ide bagus, dan heran mengapa produk semacam ini tidak ada sejak dulu. Muncul pula pendapat bahwa kualitasnya layak disajikan di restoran. Ryuji juga mengatakan bahwa kali ini mungkin lebih hebat daripada sebelumnya.

Nilainya SS. Ryuji menggambarkannya dengan "akan terjadi revolusi". Ia mengatakan bahwa bahkan dirinya sebagai peneliti kuliner tidak pernah terpikir untuk membuat nukazuke sendiri, tetapi dengan produk ini ia bisa melakukannya, lalu berterima kasih kepada Koyuki.

17:07

Saus Kacang Siap Makan Rasa Asian Hot Dinilai dengan Dipadukan Daging

Produk keenam adalah "Saus Kacang Siap Makan Rasa Asian Hot". Koyuki menekankan bahwa KALDI menjual bumbu dari berbagai negara di dunia, dan memilih produk ini sebagai contoh bahwa yang dijual tidak hanya bergaya Jepang atau Barat. Produk ini berisi berbagai macam kacang, semacam versi Asia dari taberu rayu (minyak cabai siap makan), dengan rasa sedikit pedas.

Setelah memakannya di atas hiyayakko, Ryuji menganalisis bahwa tercium aroma ketumbar, dan menduga mungkin juga ada bai makrut di dalamnya. Penilaiannya, ini bukan masakan bergaya Thailand yang dilunakkan untuk lidah orang Jepang, melainkan "benar-benar berani" dalam bumbunya.

Karena rasanya kuat, Ryuji berpikir saus ini pasti cocok dengan ayam panggang, lalu menyebutkan satu hidangan bergaya Thailand. Koyuki mengaku belum pernah memadukannya dengan daging. Ketika benar-benar dipadukan dengan daging, keduanya terkejut dengan rasanya yang autentik, bahkan sampai berkata bahwa jika dipadukan dengan daun ketumbar, mereka bisa membuka restoran Thailand. Ryuji sangat merekomendasikan para penggemar masakan Thailand untuk mencobanya.

Nilainya sulit ditangkap dari subtitle, tetapi tampaknya A+. Penilaiannya, saus ini juga bisa digunakan dengan dicampur daun ketumbar atau bawang bombai, dan terutama sangat cocok dengan daging.

19:55

Latiao Mendapat B sebagai Slot Tantangan yang Tidak Jelas Identitasnya

Mengenai produk ketujuh, latiao, Koyuki lebih dulu menegaskan bahwa ia sendiri belum pernah memakannya. Ia memilihnya karena sangat penasaran, dan mengatakan bahwa KALDI memang menawarkan pertemuan-pertemuan seperti ini. Pada kemasannya ada tulisan yang kurang lebih berarti keringat tidak berhenti mengalir dan tidak bisa berhenti makan. Koyuki sendiri hanya tahu bahwa ini sepertinya camilan Tiongkok, dan keduanya membukanya tanpa bisa membayangkan isinya.

Saat dimakan, rasanya pedas, tetapi tidak sampai pedas yang tak masuk akal. Teksturnya kenyal dan belum pernah mereka rasakan sebelumnya, dengan rasa rempah ala malatang. Ryuji mengibaratkan teksturnya seperti "keripik kentang yang melempem lalu dipanjangkan begitu saja". Rasanya sendiri ternyata tidak seburuk yang dikira, tetapi kesimpulannya produk ini sulit dinilai.

Nilainya B. Koyuki menjelaskan bahwa ini adalah slot yang ia ingin tantang bersama-sama, dan Ryuji pun menjawab bahwa ia tidak akan protes. Identitasnya tetap tidak begitu jelas, dan segmen ini ditutup dengan ajakan kepada penonton untuk mencobanya sekali dan menceritakan kesan mereka.

22:14

Asari-chan Serbaguna, Rasa Vongole Bianco Ala Restoran

Produk kedelapan adalah "Asari-chan yang Bisa Dipakai untuk Apa Saja". Ini adalah produk kerang asari yang bisa digunakan untuk pasta, pilaf, ajillo, dan lain-lain, dibumbui dengan bawang putih dan peterseli. Koyuki bertugas memasak, dan hidangan selesai hanya dengan menambahkan seluruh Asari-chan beserta bumbu di dalamnya ke pasta yang direbus dengan garam. Ryuji memperhatikan bahwa daging kerangnya besar-besar dan banyak.

Setelah mencicipi, Ryuji menilai rasa kerangnya pekat, seperti "vongole bianco dari restoran yang super enak". Ia juga mengatakan bahwa rasa kerangnya mungkin lebih pekat dibanding jika dibuat dengan kerang segar. Penilaiannya, produk ini layak sebagai saus pasta, bahkan bisa dianggap saus pasta kelas super premium.

Sulit ditangkap dari subtitle, tetapi nilainya tampaknya S. Muncul pula ide pengolahan, seperti dicampur dengan nasi hangat untuk jadi pilaf, ditumis untuk langsung jadi camilan teman minum, atau ditaruh di atas baguette.

26:52

Brandy Marron Mengubah Penilaian Ryuji yang Tidak Suka Kastanye

Produk kesembilan adalah Brandy Marron, produk orisinal KALDI. Produk ini dipilih sebagai camilan manis yang belum sampai ke tingkat hidangan penutup, tetapi juga bisa menjadi teman minum.

Melihat produknya, Ryuji mengaku tidak bisa makan kastanye, dan juga tidak bisa makan Mont Blanc. Meski begitu, ia mengatakan akan tetap mencoba, dan muncul pembicaraan bahwa mungkin saja seiring berjalannya waktu ia kini sudah bisa memakannya, seperti halnya nukazuke. Tampilannya ternyata lebih mirip kastanye utuh daripada yang dibayangkan, seperti kastanye panggang Tianjin. Saat itulah Ryuji menyadari bahwa ia bisa makan kastanye panggang Tianjin.

Ketika benar-benar memakannya, ia terkejut dan berkata "enak", lalu menyimpulkan bahwa yang tidak ia sukai bukanlah kastanye itu sendiri, melainkan kombinasi kastanye dan krim. Rasanya tidak terlalu manis, dan aroma brendinya pun tidak sampai menusuk. Menurutnya, ini saja sudah cukup untuk menemani minum.

Nilainya A+. Harganya yang relatif murah juga dinilai positif, dan Ryuji mengatakan bahwa ini adalah camilan manis yang juga akan disukai para peminum.

29:16

Popcorn Buatan Sendiri Rasa Mentega, Proses Membuatnya Pun Menyenangkan

Produk kesepuluh sekaligus terakhir adalah popcorn rasa mentega jenis yang dipanaskan langsung bersama kemasannya, yang juga bisa ditemukan di supermarket. Ryuji mengatakan ini pertama kalinya dalam dua puluhan tahun, dan terkejut bahwa produk ini masih dijual di supermarket. Koyuki mengatakan ia selalu membelinya di supermarket, sehingga Ryuji menjulukinya "penggemar popcorn garis keras".

Saat dipanaskan, mulai terdengar bunyi letupan, dan proses berlanjut sambil mengikuti instruksi Koyuki bahwa sebaiknya kemasannya digoyang-goyang. Keduanya bersemangat setiap kali itu terjadi. Koyuki mengatakan bahwa KALDI adalah toko yang menghadirkan kesenangan, dan saat orang-orang berkumpul seperti di akhir tahun dan Tahun Baru, adanya barang seperti ini akan terasa luar biasa.

Setelah memakan popcorn yang baru jadi, Ryuji terkejut karena tidak perlu garam lagi, dan tidak menyangka popcorn panas bisa seenak ini. Menurutnya, takaran garamnya pun pas. Porsinya pas untuk menonton film sendirian, dan muncul pula ide penggunaannya, seperti bisa dibuat di atas panggangan saat berkemah atau barbekyu tanpa memerlukan alat apa pun. Dari subtitle, nilainya tampaknya S, dan keduanya menyinggung bahwa hari itu nilai S jarang-jarangnya muncul berturut-turut.

33:57

Juara Mutlaknya adalah Bahan Nukazuke

Sebagai kesimpulan, Ryuji mengatakan bahwa juara mutlak kali ini adalah bahan nukazuke, dan Koyuki pun setuju. Ryuji mengatakan produk ini harus dibeli sebelum video ditayangkan karena bisa habis, dan ia ingin beberapa tube, lalu sambil bercanda menunjukkan semangatnya untuk menjadikan segala sesuatu di dunia ini nukazuke, termasuk telur. Koyuki menanggapi bahwa memikirkan "apakah ini bisa diacar?" saja sudah menyenangkan.

Ryuji mengenang bahwa edisi sebelumnya juga sangat bagus, tetapi kali ini melampauinya, lalu menutup video dengan mengajak penonton untuk membeli bahan nukazuke di KALDI terdekat.