Membuat Ulang "Ayam Gari-Bata Tersempurna" Setelah 6 Tahun: Alasan Hanya Memakai Ayam dan Bawang Putih agar Cocok dengan Nasi, serta Kiat Ryuji agar Bisa Bertahan Lama
料理研究家リュウジのバズレシピDiterjemahkan dari 日本語
Dalam episode ini, peneliti kuliner Ryuji membuat ulang ayam gari-bata sebagai bagian dari seri "Tersempurna". Enam tahun lalu, Ryuji pernah merilis resep ayam gari-bata sederhana berjudul "Pembunuh Nasi". Kali ini, ia ingin menunjukkan seberapa lezat hidangan itu bila dibuat oleh Ryuji yang sekarang, dengan usaha yang sedikit lebih banyak dibanding dulu. Resepnya sendiri dibuat sekitar tiga tahun lalu, dan menurut Ryuji mungkin sudah dimuat di bukunya. Di bagian akhir, pembicaraan beralih dari memasak, dan Ryuji dengan terus terang menyampaikan pandangannya tentang hal terpenting untuk terus menjalankan kanal.
Bahannya Hanya Ayam dan Bawang Putih
Menurut Ryuji, bahannya hanya paha ayam dan bawang putih. Beberapa resep ayam gari-bata lain memakai bawang bombai, tetapi kali ini tidak. Alasannya, makin sedikit jenis bahan, makin mudah dibuat, dan bagi yang ingin menambahkan sayuran, silakan saja.
Satu setengah siung bawang putih diiris tipis untuk dijadikan keripik bawang putih, sedangkan setengah siung sisanya cukup dikupas kulitnya lalu nanti diparut untuk saus. Ryuji berulang kali menegaskan bahwa "pemakaian ganda", yakni menggunakan bawang putih goreng sekaligus bawang putih parut, sangat penting dalam hidangan ini. Ia juga menambahkan bahwa idealnya talenan untuk daging dan sayuran dipisah, tetapi kali ini tidak masalah karena keduanya akan dimasak hingga matang.
Ayam dipotong seukuran sekali suap. Untuk keluarga dengan anak-anak, boleh dipotong lebih kecil. Ryuji mengatakan bahwa bumbu dan caranya "benar-benar berbeda" dari resep sebelumnya, lalu tertawa sambil berkata bahwa setelah enam tahun, bumbu pun berubah, dan ia bukan lagi dirinya yang dulu.
Ayam Gari-Bata, Hidangan Baru Khas Jepang
Ketika staf bertanya apakah "gari-bata" punya arti selain garlic butter, Ryuji menyampaikan pemahamannya tentang asal-usul nama hidangan ini. Menurut penjelasan Ryuji, Cook Do (produk yang ia duga) merilis ayam gari-bata dan menayangkan iklan dalam jumlah besar sehingga banyak orang mulai memakannya. Hidangan bernama "ayam gari-bata" awalnya tidak ada, dan merupakan hidangan khas Jepang yang relatif baru.
Bumbu Dasar dengan Lapisan Tipis Tepung Kentang
Agar saus melekat dengan baik, ayam diberi bumbu dasar terlebih dahulu. Taburkan sedikit garam dan merica, lalu balurkan sekitar 1½ sdm tepung kentang hingga terbentuk lapisan tipis. Kuncinya adalah memakai tepung kentang, bukan tepung terigu. Ryuji menjelaskan bahwa lapisan tipis ini membuat saus gari-bata yang ditambahkan kemudian melekat dengan baik, sekaligus membuat ayam lebih empuk dan terasa lebih banyak.
Staf berkomentar bahwa ini "terasa seperti resep-resep awal". Dari situ, pembicaraan beralih ke tren belakangan ini, dan muncul pendapat bahwa video yang bumbunya hanya garam cenderung lebih banyak ditonton. Ryuji menduga penonton mungkin mulai bosan dengan bumbu yang kuat.
Sikap tentang "Masakan Tanpa Ajinomoto"
Masih dalam alur yang sama, Ryuji menjelaskan pandangannya tentang Ajinomoto. Ia memang sering memakai penyedap umami, tetapi ia juga bisa membuat masakan tanpanya tanpa masalah. Ada orang yang mengejeknya dengan berkata, "Memangnya bisa masak tanpa Ajinomoto?", tetapi menurutnya itu salah paham. Penjelasan Ryuji begini: membuat masakan enak tanpa Ajinomoto itu sendiri mudah, tetapi butuh biaya bahan dan tenaga lebih. Jadi, ia hanya mengatakan bahwa lebih cerdas memakai Ajinomoto.
Ia membuat masakan tanpa bahan tambahan, dan juga biasa membuat masakan yang memakai bahan tambahan, jadi ia tidak condong ke salah satunya. Kadang ia dikatakan "teracuni Ajinomoto", tetapi ia merasa masakan tanpa Ajinomoto pun enak, dan stafnya juga berpendapat sama. Karena itu, Ryuji menegaskan bahwa Ajinomoto bukanlah penyedap yang merusak lidah.
Salah satu staf bercerita tentang pengalamannya lupa memasukkan Ajinomoto saat membuat "Shogayaki Irisan Babi Pamungkas". Ia merasa lebih enak bila dimasukkan jika dimakan dengan nasi, tetapi bila disantap bersama minuman beralkohol, tanpa Ajinomoto pun tidak apa-apa. Muncul juga cerita internal bahwa staf belakangan ini sedang "melatih lidah" lewat video uji coba menebak hidangan mana yang memakai penyedap apa, dan Takao, yang seharusnya tidak tertarik pada masakan, hampir selalu menebak dengan benar.
Komposisi Saus dan Kesungguhan soal Madu
Ryuji mengatakan saus boleh dibuat belakangan, tetapi lebih praktis jika disiapkan lebih dulu. Komposisinya sebagai berikut.
- Kecap asin 1 sdm
- Saus tiram 1 sdt
- Mirin 1 sdm
- Sake 1 sdm (untuk aroma)
- Bawang putih parut ½ siung
- Madu 1 sdt
- Ajinomoto 4 kali tabur
Ryuji pada dasarnya memosisikan ayam gari-bata sebagai "rasa mentega kecap asin", dan menurutnya penambahan saus tiram akan memunculkan umami. Karena aroma bawang putih goreng dan bawang putih parut berbeda, penting untuk memberi rasa dengan keduanya.
Soal madu, ia menunjukkan kesungguhan khusus. Jika tidak ada, 1 sdt gula pun boleh, tetapi madu menambah kedalaman rasa dan aroma. Karena cita rasa dan kedalaman ini hanya bisa didapat dari madu, ia sangat menyarankan untuk memakai madu.
Teori Ryuji tentang Asam Amino dan Rasa Kenyang
Saat memasukkan Ajinomoto ke dalam saus, Ryuji menyampaikan pendapat pribadinya tentang hubungan Ajinomoto dan rasa kenyang. Berikut adalah penjelasan Ryuji.
Ajinomoto adalah asam amino, dan sudah ada penelitian yang menyebutkan bahwa asam amino berperan merangsang pusat rasa kenyang. Karena itu, dengan memasukkan Ajinomoto, orang lebih mudah merasa puas dengan porsi kecil. Jika dimakan bersama nasi, ini cocok karena lauk sedikit saja sudah bisa menghabiskan banyak nasi. Sebaliknya, jika hanya dagingnya yang dimakan sebagai camilan teman minum, perut akan cepat kenyang dengan porsi sedikit. Jadi, bagi yang ingin makan banyak, lebih baik tidak memasukkan Ajinomoto.
Ryuji mencontohkan pola makan atlet, dan sambil menyatakan bahwa tidak ada data yang menunjukkan hal itu baik untuk kesehatan, ia mengatakan bahwa tanpa Ajinomoto, orang memang bisa makan lebih banyak. Sebaliknya, bagi yang tidak ingin makan terlalu banyak dan mengasup banyak kalori, lebih baik dimasukkan. Ia juga mengatakan bahwa resep-resepnya banyak mengandung Ajinomoto sehingga porsi kecil pun memuaskan, dan karena itu lebih mudah untuk menurunkan berat badan, serta bahwa ia selalu memasukkan asam amino ke dalam "masakan diet"-nya. Ia juga menyebutkan bahwa belakangan ada penelitian yang menambahkan asam amino ke susu formula untuk membantu mencegah obesitas pada bayi.
Kesimpulan Ryuji: asam amino adalah salah satu komponen penyedap, jadi mari memanfaatkannya dengan baik. Kali ini, karena hidangan dimaksudkan untuk dimakan dengan nasi, Ajinomoto dimasukkan.
Menghasilkan Aroma Gurih dengan Keripik Bawang Putih
Dari sini, proses memasak dimulai. Tuang sedikit minyak dedak padi atau minyak sayur (dalam resep di kolom deskripsi, 1½ sdt) ke wajan, masukkan irisan bawang putih, lalu nyalakan api. Jumlah bawang putih sesuai selera; Ryuji suka bawang putih sehingga ia memasukkan agak banyak.
Panaskan perlahan dengan api kecil hingga menjadi keripik bawang putih. Ryuji menjelaskan bahwa dengan dijadikan keripik, muncul aroma gurih dan kesan mewah yang tidak ada pada ayam gari-bata versi sebelumnya. Di sinilah letak perbedaannya sebagai seri "Tersempurna". Setelah harum, angkat dulu dari wajan.
Goreng dari Sisi Kulit, Jangan Sisakan Bagian Putih
Masukkan ayam ke wajan yang sama, dimulai dari sisi kulitnya. Menggoreng dari sisi kulit membuat kulitnya renyah. Sambil memperagakan, Ryuji menunjukkan bahwa jika daging dicelupkan sekali ke minyak sebelum digoreng, seluruh permukaannya akan renyah dan tidak ada bagian putih yang tersisa.
Minyaknya cukup sedikit, karena nanti akan ditambahkan mentega dan kulit ayam pun mengeluarkan lemak. Ia menunjukkan bahwa dengan minyak sedikit pun kulitnya mulai renyah, dan berkata, "Ini benar-benar enak." Jika selama menggoreng masih ada sisa remah bawang putih yang gosong, sebaiknya dibuang. Namun, menurutnya dibiarkan menempel pun tidak masalah.
Ketika staf bertanya apakah bisa dibuat dengan dada ayam, ia menjawab bisa. Membalur dengan tepung kentang dan menggoreng dari sisi kulit tetap sama, tetapi sebaiknya dipotong sedikit lebih kecil, dan lebih mudah jika tidak digoreng terlalu lama. Ia juga mengatakan bahwa tiga tahun lalu ia tidak masalah dengan makanan berminyak, tetapi belakangan mungkin lebih baik dibuat dengan dada ayam. Untuk lauk nasi, paha ayam; untuk camilan teman minum, dada ayam pun bisa.
Menyelesaikan dengan Memasak Saus dan Mentega hingga Melapisi Ayam
Setelah seluruh permukaan renyah, tambahkan saus dan 10 g mentega, lalu masak hingga melapisi ayam. Lada hitam sesuai selera; untuk anak-anak, tidak perlu banyak. Ryuji menjelaskan bahwa kondisi paling enak adalah ketika saus yang menggenang di dasar wajan mengental, menyatu dengan tepung kentang, dan melapisi seluruh ayam. Terakhir, taburkan keripik bawang putih, dan hidangan pun selesai. Menurutnya, keripik ini adalah "kuncinya".
Mencicipi: Lembut Sekaligus Bertenaga
Ryuji dan staf yang menyantapnya bersama nasi sepakat menilai "cocok dengan nasi". Ryuji berkata, "Kenapa tidak dirilis dari dulu?" dan menyebut rasanya lembut tetapi juga bertenaga. Staf menunjukkan bahwa kedalaman rasa madunya terasa, dan hasilnya tidak terlalu asin. Ada juga yang mengatakan bahwa karena tidak pedas, anak-anak pun bisa memakannya, dan sebaiknya menyiapkan nasi lebih banyak.
Staf juga memberi komentar seperti "Kalau ada set makan ini, aku pasti datang" dan "Kalau pulang dari kegiatan klub lalu disuguhi ini, pulang ke rumah jadi hal yang dinanti". Ryuji mengatakan hidangan ini juga cocok sebagai camilan teman minum, dan akhirnya menyimpulkan sebagai "resep yang terasa seperti resep awal, tetapi sedikit lebih matang".
Kanal di Tahun Kedelapan dan "Obrolan Internal" agar Bisa Terus Berjalan
Bagian akhir berisi obrolan di luar memasak. Kanal ini sudah memasuki tahun kedelapan. Ryuji mengatakan delapan tahun di YouTube sudah tergolong cukup veteran, dan meskipun ke depannya akan muncul YouTuber muda, ia ingin terus berkarya untuk waktu yang lama. Ia memang memasukkan unsur hiburan, tetapi kanal ini pada dasarnya adalah "video resep sehari-hari", dan berbagai unsur dimasukkan untuk membuatnya sedikit lebih semarak.
Ryuji melontarkan pertanyaan kepada penonton: apa hal terpenting untuk terus menjalankan YouTube? Banyak orang menyebut keseruan, ide konten yang bagus, atau memakai kata-kata yang sedang tren, tetapi jawaban Ryuji adalah motivasi. YouTuber yang bekerja sendirian akan merasa bosan. Karena itu, jika tidak dikerjakan bersama-sama, kanal tidak akan bertahan dan mungkin akan berhenti. Ia mengungkapkan bahwa menjalankannya dengan cara ini selama tujuh tahun terasa berat, dan ia pun pernah berpikir untuk berhenti.
Ryuji menjelaskan bahwa banyaknya obrolan internal dengan staf dalam video adalah untuk menjaga motivasinya sendiri. Format ini adalah jalan tengah agar unggahan harian tidak berkurang, dan ia berjanji tetap akan memasak dengan sungguh-sungguh. Bagi yang tidak ingin mendengar obrolan tak penting, ia juga berusaha merilis buku dan video pendek, jadi ia meminta mereka menonton itu saja.
Orang-orang di sekitarnya mengatakan tidak apa-apa beristirahat sebentar, tetapi karena ia merasa resepnya sudah menjadi bagian dari meja makan penonton, ia ingin melanjutkan sejauh yang ia mampu. Saat memulai kanal, ia berusia awal 30-an, tetapi kini sudah 40 tahun, dan minum banyak alkohol maupun terus-menerus bersemangat tinggi mulai terasa berat. Tidak ada orang yang bisa terus bersemangat tinggi 365 hari. Selain YouTube, ia juga punya wawancara majalah dan syuting televisi, sehingga ia ingin sedikit membagi energinya. Ryuji menyampaikan keadaan tersebut dengan terus terang.
Ia juga berterima kasih kepada penggemar yang sudah menonton sejak awal. Ia memahami ada orang yang merasa dulu lebih baik, tetapi ia meminta pengertian bahwa hanya dengan format inilah ia bisa terus berkarya.
Tanggapan dari Pihak Staf dan Ide ke Depan
Pihak staf mengatakan bahwa mereka pada dasarnya bukan tipe yang banyak bicara. Ryuji pun mengakui bahwa ia meminta staf bicara karena ia tidak sanggup mengisi semua obrolan sendirian. Staf mengusulkan agar mungkin bisa dimasukkan segmen yang membahas berita kuliner terbaru, seperti di radio, di awal atau di tengah video.
Meski begitu, dalam alur obrolan juga terungkap kenyataan bahwa bahkan di acara minum-minum pun para staf hanya diam sambil melihat ponsel. Ryuji menimpali, "Makanya aku menyuruh kalian semua minum." Arah untuk bertahan lama lewat obrolan internal sudah ditunjukkan, tetapi video berakhir dengan cara memeriahkannya secara nyata masih dalam tahap pencarian.
Artikel tidak ditemukan.
Artikel diterbitkan
