Membuat "Nissin Yakisoba" Kemasan Jadi Lebih Lezat dengan Sedikit Usaha: Kreasi Rebus-lalu-Panggang ala Ryuji

Diterjemahkan dari 日本語

Buka di YouTube ↗
Ringkasan

Peneliti kuliner Ryuji memperkenalkan "Nissin Yakisoba", mi kering dalam kemasan, kepada staf dan orang-orang yang hadir bersamanya. Ryuji menduga bahwa karena dia sendiri biasanya hanya memakai yakisoba chilled (mi segar berpendingin), orang-orang jadi tidak lagi makan yakisoba mi kering kemasan. Karena itu, dia pertama-tama memasaknya persis sesuai petunjuk di kemasan untuk mencicipi rasanya, lalu membuat versi kreasinya sendiri dan membandingkan keduanya. Pendapat Ryuji adalah bahwa mi kemasan pun bisa menjadi yakisoba yang tidak kalah dari mi chilled jika cara memasaknya diakali.

10 menit baca
0:18

Mengapa Yakisoba Mi Kering Kemasan Sekarang?

Kelebihan mi kemasan menurut Ryuji adalah karena berupa mi kering, masa kedaluwarsanya panjang dan tahan disimpan. Ryuji mengatakan minya sendiri juga sangat enak, tetapi tampaknya banyak orang belum pernah memakannya. Salah satu orang yang hadir menjawab belum pernah memakannya, dan satu orang lainnya pun tidak ingat dengan jelas apakah yakisoba kemasan itu memang ada. Ryuji menilai Nissin Yakisoba mungkin produk yang populer karena dijual di supermarket mana pun. Namun, dia juga mengatakan bahwa orang yang tidak pernah punya kesempatan memakannya mungkin akan terus tidak memakannya.

Ryuji menegaskan bahwa video ini bukan iklan. Dia mengaku sering mengulas produk Nissin, tetapi belum pernah sekali pun mendapat pekerjaan dari Nissin.

1:02

Pertama, Memasak Sesuai Petunjuk di Kemasan

Pertama-tama, dia mencoba cara memasak yang standar. Bahannya kol dan daging babi. Ketika ditanya oleh orang yang hadir, "Tidak pakai tauge?", Ryuji menjawab, "Yakisoba itu tidak pakai tauge." Alasannya, kalau dimasukkan tauge, hasilnya jadi berair. Pernyataan ini nantinya akan berbalik di bagian akhir.

Bahan-bahannya ditumis dan dibumbui dengan aji-shio koshō (garam merica berbumbu). Di kemasan tertulis "bisa dibuat dengan satu wajan", tetapi katanya juga tertulis bahwa bahan-bahan ditumis terpisah, dan Ryuji menyebut bagian ini sebagai hal yang paling merepotkan. Dalam tahap menumis sambil memasukkan air untuk melunakkan mi, sayur dan daging yang ikut terendam akan menjadi lembek. Karena itu, bahan-bahan perlu diangkat terlebih dahulu.

Langkah biasanya adalah sebagai berikut. Didihkan 220 cc air di wajan, masukkan mi, lalu tumis dengan api besar sambil membiarkan mi menyerap air. Sebagai patokan besar api, Ryuji menyebut "sekitar 4". Minya adalah mi goreng biasa, dan menurut penjelasan Ryuji, tampilannya mirip mi Sapporo Ichiban. Setelah airnya habis, masukkan kembali bahan-bahan, campurkan saus bubuk, lalu taburi aonori yang disertakan, dan selesai.

5:18

Penilaian Rasa Versi Sesuai Petunjuk

Orang yang baru pertama kali memakannya berkata "enak" dan menyebutnya pas untuk makan siang. Orang lain yang hadir merasa minya mirip mi UFO. Ryuji menanggapi, "Kan sama-sama Nissin." Muncul kesan bahwa teksturnya kenyal dan minya ternyata enak. Soal saus, ada komentar bernuansa bahwa karena berupa bubuk, penilaian pribadi bisa berbeda-beda, tetapi secara keseluruhan kesimpulannya adalah "yakisoba mi kering juga enak".

Menurut Ryuji, yakisoba mi kering punya "komunitas" penggemar setia, dan ada juga orang-orang yang menyetoknya. Dia juga menyinggung bahwa satu bungkus berisi lima porsi.

6:32

Tujuan Kreasi

Ryuji memulai dengan mengatakan bahwa versi aslinya sudah cukup enak sehingga sebenarnya tidak perlu dikreasikan. Meski begitu, setelah memakan banyak porsi, dia memikirkan bagaimana cara mengkreasikan mi kemasan ini. Ryuji suka memasak sendiri dan memakannya sendiri, tetapi dia berpendapat bahwa justru ketika memasak untuk orang lainlah masakan menunjukkan kekuatannya. Titik awal kreasi ini adalah pemikiran: bagaimana jika yakisoba yang luar biasa enak bisa dibuat dari mi kering yang murah.

Bahan yang dipakai hanya minyak wijen, daging perut babi, tauge, dan telur. Jika ada, juga katsuobushi. Sambil berkata sendiri, "Tadi bilang tidak pakai tauge, tapi sekarang malah dikeluarkan," dia menjelaskan bahwa di sini tauge memegang peran penting.

8:27

Abaikan Cara di Kemasan, Masak Bahan dan Mi Secara Terpisah

Ryuji menyatakan akan "mengabaikan cara memasak di kemasan". Alasannya, kalau toh bahan-bahan harus ditumis terpisah, merebus mi di panci lain pun tidak menambah repot. Ryuji menunjukkan bahwa dengan cara di kemasan, mi menjadi lengket dan tidak renyah.

Pertama, masukkan sekitar 1 sendok makan minyak wijen ke wajan, lalu potong dan panggang daging perut babi. Ryuji suka menumisnya sampai benar-benar garing agar lemak babinya keluar. Katanya, lemak lebih mudah keluar jika daging didorong ke pinggir wajan. Setelah warnanya berubah dan garing, angkat dagingnya. Lemak babi dan kerak gosong yang tertinggal di wajan inilah yang menjadi sumber umami.

9:34

Rebus Mi dalam Banyak Air Selama 1 Menit 30 Detik

Masukkan mi ke dalam air mendidih di panci terpisah, lalu rebus hanya selama 1 menit 30 detik. Ketika ditanya oleh orang yang hadir apa bedanya merebus dengan air yang banyak, Ryuji menjelaskan sebagai berikut. Jika mi goreng direbus, minyaknya akan keluar, tetapi jika direbus dalam banyak air, pati dari mi maupun minyak gorengnya akan luruh. Setelah itu mi dilapisi lemak daging dan aroma minyak wijen, sehingga kualitas minyaknya menjadi lebih baik.

Saus yang disertakan tentu saja tetap dipakai. Ryuji juga mengatakan bahwa kalau tidak memakai saus yang disertakan, mi Sapporo Ichiban pun bisa dipakai untuk membuatnya.

10:38

Panggang Mi di Wajan Berisi Sisa Lemak Babi

Mi yang sudah direbus dibentangkan di wajan yang masih berisi lemak babi dan kerak gosong, lalu dipanggang. Menurut Ryuji, karena namanya yakisoba (mi panggang), minya memang harus dipanggang. Mula-mula gunakan api sedang cenderung besar, dan biarkan mi terpanggang tanpa diaduk. Dengan begini, menurut Ryuji, mi akan punya kekenyalan, atau lebih tepatnya tekstur renyah. Dia juga mengatakan bahwa usahanya hanya sedikit, tetapi orang yang tadi memakan yakisoba versi sesuai petunjuk pasti akan terkejut.

Setelah minya terpanggang, masukkan kembali dagingnya, lalu letakkan setengah bungkus tauge (sekitar 100 g). Bumbunya sebagai berikut.

  • 1 sendok teh saus tiram
  • Sekitar 6 kali taburan bawang putih bubuk
  • Merica

Ryuji menjelaskan bahwa saus tiram melengkapi umami yang kurang pada yakisoba ini.

Ketika ditanya alasan memakai tauge alih-alih kol, Ryuji menjawab karena tauge memberi tekstur. Tauge cukup ditumis sebentar saja. Katanya, meskipun keluar air, tetap enak. Saus bubuk lebih mudah dipakai jika dimasukkan hampir bersamaan dengan tauge, dan karena berupa bubuk, saus itu tercampur dengan baik.

13:14

Sentuhan Akhir dengan Telur Mentah, Cara Makannya Pun Diperhatikan

Kreasinya belum selesai. Pecahkan telur mentah di tengah yakisoba, lalu taburi aonori yang disertakan dan, jika ada, katsuobushi. Ryuji menyebut telur mentah sebagai "wajib mutlak", dan menilai aonori yang disertakan juga berperan dengan baik. Orang yang hadir berkomentar bahwa hidangan ini seperti yang disajikan di restoran okonomiyaki.

Ryuji juga punya aturan soal cara makan, dan dia meminta semua orang memakannya dengan cara itu. Mi ini lebih keras daripada yakisoba biasa. Karena itu, langkahnya adalah memecahkan telur, mencampur semuanya, dan membiarkan telur melembutkan mi sebelum dimakan.

14:24

Kesan Setelah Membandingkan

Orang-orang yang hadir serempak mengatakan, "Minya beda sekali." Ada juga yang berkata, "Minya enak sekali" dan "Rasanya juga lebih saya suka yang ini." Teksturnya sedikit keras dan renyah, ditambah lagi tekstur dari tauge.

Alasan memakai telur mentah alih-alih telur ceplok juga menjadi bahan obrolan. Menurut Ryuji, telur ceplok pun tidak buruk, tetapi jika dipadukan dengan mi yang renyah, hasilnya "terlalu garing". Lagi pula, tidak perlu repot-repot menggoreng telur ceplok. Ryuji kagum bahwa orang zaman dulu bisa terpikir untuk menambahkan telur pada yakisoba.

Dia juga menyinggung sisi ekonomisnya. Tauge lebih murah daripada kol. Ryuji mengatakan bahwa sisa bahan apa pun bisa ditumis bersama, jadi boleh juga ditambah kol, sehingga resep ini fleksibel. Salah satu orang yang hadir berkata, "Kalau begini, saya bisa makan dua porsi sekaligus," lalu menambahkan bahwa untuk porsi kedua dia ingin menambahkan mayones. Ryuji pun menanggapi bahwa jika ditambah mayones, rasanya akan menjadi cukup gurih dan berat. Bagi Ryuji, inilah kreasi yang paling enak di batas usaha maksimal yang masih mau dia lakukan.

16:02

Perbedaan dengan Mi Chilled dan Kesimpulan

Terakhir, Ryuji merangkum alasan dia merekomendasikan mi kering dengan membandingkannya dengan mi chilled. Mi chilled isi tiga porsi memang sangat bagus, tetapi relatif cepat basi. Selain itu, karena mi chilled banyak mengandung air, terkadang tidak berhasil dibuat renyah meskipun sudah dicoba. Menurutnya, mi kering pada dasarnya adalah mi yang digoreng dengan minyak, sehingga permukaannya mudah menjadi renyah saat dipanggang.

Ryuji mengenang bahwa ketika membuat yakisoba Shanghai bersama Yama-P di video lain, dia juga memakai mi kering, dan saat itu hasilnya menjadi "super renyah". Menurut Ryuji, dengan mi kering kita bisa mendapatkan tekstur yang keras, dan dia menjelaskan bahwa seluruh cara memasak kali ini ditujukan untuk tekstur renyah tersebut. Ryuji menutup dengan mengatakan bahwa meskipun pada akhirnya hanya mi kering, dengan sedikit akal mi ini bisa mengungguli mi chilled yang berupa mi segar, dan dia ingin penonton merasakannya sendiri.

Katanya, cara ini tidak hanya bisa dipakai untuk Nissin, tetapi juga untuk yakisoba mi kering kemasan lainnya. Sebagai contoh, disebutkan nama "Arabian Yakisoba" yang menurut Ryuji hampir hanya dijual di Chiba. Video ditutup dengan ajakan untuk mencoba teknik ini karena bisa dipakai untuk yakisoba mi kering kemasan apa pun.