Soun Direndam di Microwave, "Salad Soun Nekat" dengan 3 Bahan: Disajikan dengan Mayones dan Mayones Mustard

Diterjemahkan dari 日本語

Buka di YouTube ↗
Ringkasan

Video ini adalah bagian dari seri yang dibuat oleh peneliti kuliner Ryuji dalam karakter "Ryu Mama". Tema kali ini adalah salad soun, peringkat ke-82 dalam daftar "masakan yang ingin dibuatkan oleh Mama". Ryuji sendiri sebelumnya pernah memperkenalkan "Salad Soun Terbaik", tetapi menurutnya resep itu merepotkan karena bahannya banyak, termasuk jamur kuping. Karena itu, kali ini ia membatasi bahannya menjadi tiga saja, yaitu mentimun, ham, dan soun, agar bisa dibuat oleh mama yang sibuk sekalipun. Namanya "Salad Soun Nekat". Soun tidak direbus di panci, melainkan direndam dan dimasak di microwave.

9 menit baca

Video-video terbaru lebih banyak berisi resep yang rumit dan ulasan, dan durasinya pun makin panjang. Menanggapi tren tersebut, Ryuji menjelaskan bahwa ia juga ingin menyiapkan video memasak yang lebih pendek yang hanya membuat satu lauk pendamping.

2:37

Bahannya Hanya Mentimun, Ham, dan Soun

Bahannya adalah 50 g soun, 40 g ham, dan 100 g mentimun. Ryuji berkata "tidak perlu yang macam-macam", dan menurutnya tiga bahan ini saja secara konsep sudah menjadi salad soun. Namun, ia menambahkan bahwa meskipun "nekat", setidaknya proses memotongnya tetap harus dilakukan. Kalau malas memotong, katanya, pakai saja alat pengiris.

Mentimun diiris tipis secara miring, lalu disusun ulang dan dipotong korek api. Di bagian inilah Ryuji tidak mau berkompromi, yaitu soal cara memotong. Untuk salad spageti, irisan bulat pun tidak masalah, tetapi untuk salad soun, potongan korek api jauh lebih baik karena lebih menyatu dengan soun.

Ham juga dipotong setipis mentimun. Minimal cukup dua bahan ini. Mentimun bisa diganti dengan crab stick atau daging dada ayam fillet, dan selain ham bisa juga ditambahkan wortel atau bawang bombai. Mengganti ham dengan bahan lain seperti bacon pun tetap enak, sehingga sikapnya adalah silakan pakai bahan sisa apa saja sesuka hati.

4:09

Meremas Mentimun dengan Garam dan Meniriskan Airnya dengan Kantong Plastik

Mentimun yang sudah dipotong korek api ditaburi sejumput garam. Ryuji mengingatkan bahwa sejumput itu ternyata lebih banyak dari yang dibayangkan. Tanpa memakai mangkuk, mentimun langsung diremas di atas talenan. Tujuannya untuk mengurangi cucian, dan menurutnya kalau sudah menyebut diri "nekat", setidaknya hal seperti ini harus dilakukan. Dengan diremas, air keluar dari mentimun sehingga rasa masakan tidak menjadi hambar nantinya.

Di tengah proses, Ryuji berubah pikiran dan berpendapat bahwa mentimun sebaiknya dimasukkan ke dalam kantong plastik, karena saat memeras, pekerjaan dan cucian akan bertambah. Setelah mentimun dipindahkan ke kantong dan didiamkan sebentar, sudut kantong dipotong dengan pisau lalu diperas dengan cara didorong keluar, dan air pun keluar dalam jumlah banyak seperti dari kantong piping krim kocok. Airnya terus keluar sampai tidak jelas kapan harus berhenti, jadi kapan berhentinya bisa diputuskan sendiri. Setelah diperas, kantong bisa langsung dibuang sehingga tidak ada cucian. Ada juga momen ketika ia memeras di atas talenan dan airnya tumpah, sehingga ia mengingatkan penonton untuk melakukannya di bak cuci piring.

4:53

Soun Dipanaskan di Microwave dengan 400 cc Air

Karena merebus soun juga merepotkan, Ryuji memakai microwave. Masukkan 50 g soun ke wadah tahan panas, entah piring atau mangkuk, lalu tuangkan 400 cc air keran. Tidak masalah jika soun tidak terendam seluruhnya. Tanpa ditutup plastik wrap, panaskan dengan daya 600 W selama 5 menit.

Ketika staf bertanya apakah sounnya tidak akan menjadi lembek, Ryuji menjelaskan sebagai berikut. Jika dipanaskan di microwave, air akan mendidih, sehingga kondisinya sama seperti direbus di panci. Karena itu, soun sangat cocok dimasak dengan microwave. Kalau pasta, ada kekhawatiran teksturnya menjadi bertepung, tetapi untuk soun, hasilnya hampir tidak berbeda dengan yang direbus. Staf pun menanggapi bahwa cara ini juga bisa diterapkan untuk memasukkan soun ke dalam sup ketika sedang sedikit lapar.

Setelah dipanaskan, soun sudah lunak dengan sempurna. Soun dicuci dengan air, lalu didinginkan bersama mangkuknya.

8:28

Soun Dipotong Dulu, Lalu Diperas Hingga Kering

Ketika staf bertanya apakah soun yang sudah lunak perlu dipotong, Ryuji menjawab bahwa untuk salad soun sebaiknya dipotong. Soun yang panjang sulit dimakan oleh anak-anak, dan juga kurang cocok sebagai camilan teman minum. Belakangan ini juga dijual soun jenis pendek, dan kalau memakai itu, tidak perlu dipotong.

Soun yang sudah dipotong diperas dengan baik. Ryuji menyebut langkah ini "sangat penting", karena jika air dari soun masih tersisa, rasanya akan menjadi hambar. Mangkuk yang dipakai untuk mendinginkan soun cukup dilap airnya, lalu langsung dipakai sebagai wadah untuk mencampur. Masukkan soun, mentimun, dan ham, lalu mulailah membumbui.

10:23

Menyusun Bumbu

Berikut bumbu-bumbu yang dipakai beserta peran masing-masing menurut penjelasan Ryuji.

  • Gula 1 1/2 sdt: salad soun lebih enak jika sedikit manis
  • Kecap asin 2 sdt: dasar rasa
  • Garam sejumput: agar cocok sebagai camilan teman minum. Kalau suka rasa yang ringan, tidak perlu dimasukkan
  • Cuka 2 sdt: lebih enak jika ditambahkan sedikit
  • Ajinomoto 4 kali tabur: sumber umami. Dengan menambahkan ini saja, rasa asam cuka menjadi lebih lembut
  • Bawang putih bubuk 6 kali tabur: bumbu rahasia
  • Merica 3 kali tabur: tidak wajib, tetapi kalau ada, rasanya jadi lebih cocok sebagai camilan teman minum
  • Wijen sangrai sekitar 3 jumput: jika dimasukkan sambil digerus dengan jari, aromanya akan keluar

Saat semuanya sudah dicampur, staf berkata, "Pasti butuh minyak wijen." Setelah perdebatan apakah minyak wijen lupa dicantumkan dalam resep, mereka mencicipinya dulu tanpa minyak wijen. Ryuji berpendapat rasanya sudah cukup enak, tetapi menurutnya rasanya akan berubah drastis jika ditambahkan sekitar 1 1/2 sdt minyak wijen. Setelah menambahkannya, ia mengakui, "Memang lebih enak kalau ada minyaknya." Jika minyak wijen ditambah lebih banyak, aroma wijen dan rasa gurihnya akan makin kuat. Namun, kali ini cukup sedikit saja. Alasannya, ia sudah menyiapkan pelengkap lain yang disajikan terpisah.

Ryuji juga menyatakan bahwa unsur yang menentukan rasa salad soun sebagian besar adalah mentimun dan ham, jadi asalkan minimal ada keduanya, salad soun sudah bisa dibuat.

12:39

Penyajian dan Stok Masakan

Untuk penyajian, cukup tumpahkan begitu saja ke piring. Menurutnya, jika dikumpulkan sampai habis dengan spatula lalu ditata, tampilannya juga jadi rapi. Salad ini bisa disimpan di kulkas, sehingga cocok untuk dijadikan stok masakan. Karena memakai mentimun cukup banyak, sekitar satu buah, Ryuji berpendapat salad ini juga sangat baik sebagai hidangan penyegar di sela makan. Kalau jumlahnya kurang, buat saja sekali lagi.

Sebagai sentuhan akhir, taburkan wijen. Kalau ada cabai serut, boleh juga ditaburkan, tetapi karena "nekat", ia tidak melakukannya. Terakhir, mayones disemprotkan di sampingnya.

14:23

Mencicipi: Salad Soun yang Cocok sebagai Camilan Teman Minum

Ryuji dan staf yang mencicipinya berulang kali berkata "enak". Staf terkejut dan berkata, "Tadinya saya ragu apakah salad soun bisa jadi teman minum sake, ternyata bisa."

Penjelasan Ryuji begini. Salad soun di bagian lauk siap saji adalah lauk pendamping, jadi bumbunya dibuat ringan. Kali ini ia memasukkan sejumput garam serta menambahkan merica dan bawang putih bubuk, sehingga rasanya sangat cocok sebagai camilan teman minum.

15:46

Alasan Menambahkan Mayones adalah Hiyashi Chuka

Setelah mencoba memakannya dengan dicampur mayones, staf memuji rasanya sangat enak sampai bertanya-tanya, "Kenapa selama ini saya tidak pernah makan salad soun dengan mayones?" Ryuji berkata bahwa mungkin tidak ada orang yang melakukan ini.

Sebagai dasar kombinasi ini, Ryuji menyebutkan bahwa bumbu dasar salad soun ini adalah saus hiyashi chuka. Di wilayah Chubu seperti Aichi, ada cara makan hiyashi chuka dengan tambahan mayones. Ryuji mencobanya pada hiyashi chuka dan langsung ketagihan, lalu berpikir bahwa kalau begitu pasti cocok juga untuk salad soun, dan setelah dicoba, ternyata memang cocok.

16:49

Beralih ke Mayones Mustard atas Usul Staf

Staf mengusulkan bahwa kalau bumbunya ala hiyashi chuka, mustard (karashi) pun pasti cocok, sehingga mereka juga mencoba mayones mustard. Semua yang mencicipinya bereaksi, "Enak banget." Ryuji berkata bahwa ia sempat mengira kelebihan mayones akan hilang jika ditambah mustard, tetapi ternyata tidak. Ia menilai usul staf itu sebagai langkah jitu, bahkan sampai berkata, "Bukankah ini mahakarya tersembunyi?" Staf juga berpendapat bahwa jika dijadikan stok masakan, salad ini sepertinya bisa tahan 2–3 hari.

Mereka juga menyinggung keuntungan menyajikan mayones dan mustard secara terpisah. Setelah dibagi ke piring masing-masing, rasanya bisa disesuaikan sendiri, misalnya anak-anak memakannya begitu saja, sedangkan orang dewasa menambahkan mayones atau mayones mustard.

Ryuji menutup dengan mengatakan bahwa meskipun resepnya sederhana, rasanya luar biasa enak.