Ryuji Membuat "Donburi Keju Iblis" dengan Sosis Kunseiya: Donburi "Hampa" yang Cukup Dipanggang hingga Garing lalu Disatukan dengan Telur dan Cheddar

Diterjemahkan dari 日本語

Buka di YouTube ↗
Ringkasan

Dalam episode ini, pakar kuliner Ryuji membuat "donburi paling hampa sekaligus paling enak" menggunakan sosis "Kunseiya" dari Marudai Foods. Ini adalah konten bersponsor (PR) dari Marudai Foods, tetapi Ryuji meminta perwakilan perusahaan keluar ruangan dengan alasan "kalau ada klien, suasananya jadi tidak bisa santai", sehingga syuting berlangsung dengan suasana seperti biasa. Ada dua hidangan yang dibuat: "Donburi Keju Iblis" yang hanya berisi sosis, telur, dan keju cheddar, serta versi bersayur dengan tambahan bayam beku. Sambil berkata "Mungkin ini terlalu gampang, agak gawat," Ryuji menegaskan bahwa makanan enak bisa dibuat tanpa repot dan bahwa daging olahan sebaiknya dimanfaatkan dengan baik.

9 menit baca
2:06

Alasan Memilih Kunseiya dan Mencicipi Produk Baru

Menurut Ryuji, ia hampir selalu memakai Kunseiya untuk sosis sehari-hari dan sejak lama mengatakan bahwa sosis ini punya "keseimbangan harga dan rasa yang paling bagus". Berkat hubungan itulah, kali ini Marudai Foods mengajaknya berkolaborasi.

Perwakilan Marudai Foods menjelaskan bahwa mereka akan meluncurkan tiga rasa baru karena ingin memperluas cara menikmati Kunseiya. Sejauh yang bisa ditangkap, di antaranya ada varian berisi keju kental yang lumer dan varian rasa lada hitam asap. Menurut perwakilan tersebut, Ryuji dan timnya adalah orang luar perusahaan pertama yang mencicipinya, karena produk ini baru dicicipi secara internal.

Yang paling menarik perhatian Ryuji adalah rasa lada hitam. Bagian dalamnya ditaburi lada hitam, dan pengasapannya ringan (light smoke). Setelah dipanggang dan dicicipi, ia langsung berkata "Ini enak," dan menilai sosis ini mudah dipakai dalam masakan karena aromanya sedikit pedas dan rasa asapnya tidak terlalu kuat. Perwakilan perusahaan menambahkan bahwa lada hitamnya sendiri juga diasap sehingga cita rasanya lebih kaya.

Ryuji juga mengumumkan bahwa karena dulu saat memperkenalkan masakan dengan Kunseiya biasa ia pernah dikomentari "kurang bergizi", kali ini ia akan membuat juga versi yang sedikit memperhatikan gizi, sehingga ada dua pola.

4:25

Hidangan Pertama: Donburi Keju Iblis

Bahannya nasi, Kunseiya rasa lada hitam, 1 butir telur, dan keju cheddar. Kalau tidak ada cheddar, keju lembaran biasa pun boleh. Nasi dihangatkan dulu di microwave.

Sosis dipotong bulat-bulat kecil. Patokannya 4–5 batang untuk satu porsi, tetapi kali ini ia menambah satu batang lagi karena "ingin bikin yang mewah". Menurut Ryuji, yang ingin berhemat boleh memakai 3–4 batang, dan jumlahnya bebas sesuka hati. Minyaknya cukup sedikit, bahkan tidak dipakai pun boleh.

Poin terpenting kali ini adalah memanggang sosis sampai garing. Ryuji bercerita bahwa produsen sosis pada dasarnya tidak suka sosisnya dipotong. Dulu ketika ia mempromosikan produk produsen lain, ia diminta untuk tidak memotongnya karena mereka ingin mempertahankan tekstur renyah saat digigit. Namun Ryuji berpendapat bahwa untuk masakan tertentu lebih baik dipotong, dan Marudai Foods menyetujuinya. "Mungkin mereka percaya sama aku," katanya. Ia memperlihatkan penampang yang sudah dipanggang dan bagian gosongnya, lalu berkata, "Ini yang bikin enak."

Setelah seluruh permukaan berwarna kecokelatan, bagian tengah wajan dikosongkan lalu telur dipecahkan di sana. Ryuji menggerakkan spatula seolah meratakan putih telur, sambil mengumpulkan sosis yang garing. Api diatur kira-kira sedang.

Di titik ini Ryuji berkata bahwa kalau dibiarkan begini, hasilnya akan jadi seperti "makanan anak kuliah" atau "masakan telur pertama kali", lalu menambahkan, "Bukan begitu. Di sinilah kejunya," sambil meletakkan keju cheddar. Pencinta keju boleh menambah satu lembar lagi, tetapi satu lembar saja juga cukup. Tutup wajan dan biarkan keju meleleh, dan selesai; bumbunya praktis hanya dari sosis. Ryuji mengatakan bahwa setelah mencoba berbagai cara, inilah yang paling enak. Ia bercanda bahwa cheddar "kira-kira 500 kali lebih enak" daripada keju biasa, dan menekankan bahwa sosis yang dipanggang garing sangat cocok dengan nasi.

Isi wajan langsung digeser ke atas nasi, lalu dibakar dengan burner. Langkah membakar ini boleh dilewati. Terakhir, taburi lada hitam. Menurutnya, versi biasa maupun versi lada hitam boleh dipakai untuk hidangan pertama maupun kedua.

9:45

Hidangan Kedua: Versi Bersayur dengan Bayam Beku

Hidangan kedua memakai Kunseiya biasa dan, menurut Ryuji, merupakan "resep untuk yang ingin makan sayur". Sosis dipotong bulat dengan cara yang sama, lalu dipanggang bersama sekitar 50 g bayam beku dan 6 kali taburan bawang putih bubuk. Ia memilih bayam karena cocok dengan keju. Ia menjelaskan bahwa bayam beku banyak mengandung air, jadi lebih enak kalau dipanggang betul-betul sampai airnya menguap.

Di tengah proses uji coba, Ryuji dan staf yang hadir mengatakan bahwa hidangan pertama sepertinya akan sangat disukai anak muda. Di sisi lain, muncul juga pendapat bahwa untuk usia mereka, hidangan pertama agak berat, tetapi sangat enak kalau dimakan sesekali. Versi bayam, kata Ryuji, "rasa bersalahnya lebih sedikit".

Selanjutnya sama seperti hidangan pertama: kosongkan bagian tengah dan masak telurnya. Soal meratakan putih telur atau tidak, katanya bebas saja, karena itu hanya karena Ryuji sendiri ingin meratakannya. Sebelum diletakkan di atas nasi pun sudah enak, tetapi dengan tambahan keju rasanya jelas lebih enak dan tampilannya juga lebih menarik, jadi ia menutupnya dengan cheddar, meletakkannya di atas nasi, membakarnya, lalu menaburkan lada hitam. Menurut daftar bahan di kolom deskripsi, versi ini juga ditambah nori iris.

12:04

Mengapa Masakan Ini dengan Sosis

Di sini Ryuji menceritakan tujuan konten bersponsor kali ini. Sosis pada dasarnya sudah enak, jadi ia tidak ingin terlalu banyak mengolahnya. Ia ingin menyampaikan bahwa dengan usaha sekecil ini pun bisa jadi makanan yang enak. Menurutnya, resep yang muncul di buku resep perusahaan sosis biasanya rumit, jadi ia bilang ingin berpromosi dengan resep "hampa", dan Marudai Foods mengizinkannya. Staf juga menambahkan bahwa perwakilan perusahaan keluar ruangan sambil tersenyum dan berkata "Kami menantikannya."

Melihat donburi yang sudah jadi, Ryuji berkata, "Ini makanan ala cowok," lalu melanjutkan bahwa masakan seperti ini sebaiknya diterima apa adanya. Menurut Ryuji, masakan rumahan tidak harus selalu serius, dan bisa-bisa malah lebih enak daripada masakan yang serius.

13:22

Bumbu Penutup dan Mencicipi

Sebelum makan, kuning telur setengah matang diaduk rata ke seluruh isi. Ryuji menyebut momen ini "excellent time" dan berkata ingin semua orang mencicipi kuning setengah matang ini. Terakhir, taburkan Ajinomoto 2 kali, teteskan kecap asin ke cekungannya, lalu makan. Menurutnya, Ajinomoto dan kecap asin sangat cocok.

Setelah mencicipi hidangan pertama, Ryuji dan staf berkomentar "Paduannya terlalu sempurna" dan "Rasa panggangnya ini enak." Penilaian mereka, memanggangnya cukup lama itulah yang membuatnya enak.

Untuk variasi rasa, Ryuji menyarankan mustar kuning karena cocok dengan cheddar. Rasanya jadi seperti hamburger, dan staf menggambarkannya "rasanya seperti restoran hamburger tertentu". Staf berkata mungkin bisa juga ditambah selada, dan Ryuji menanggapi bahwa kalau begitu jadinya burger.

Variasi rasa lainnya adalah Lemosco. Menurut Ryuji, ini adalah bumbu dari Hiroshima berbahan lemon dan cabai hijau yang belakangan sedang ia gemari. Bagi lidah Ryuji rasanya tidak terlalu pedas, dan keasamannya membuat hidangan terasa segar sehingga sangat bagus sebagai variasi rasa.

15:47

Penilaian Versi Bayam

Karena hidangan kedua juga berisi nori, muncul komentar bahwa aroma nori memberi nuansa Jepang. Ryuji dan staf tampaknya sama-sama merasa versi ini lebih enak; Ryuji menanggapi bahwa ia baru saja mau mengatakan hal yang sama, dan staf berkata, "Aku tim yang ini, sih." Ryuji berkata bahwa ini mungkin bukan lagi masakan "hampa", dan menilai rasanya cukup kompleks karena bawang putih bubuknya juga terasa.

Ryuji menyebut ciri khas Kunseiya: aromanya jadi sangat harum kalau digosongkan, dan tekstur kulitnya yang renyah tidak hilang meskipun dipotong. Kesimpulannya, karena lebih enak dengan sayur, Donburi Keju Iblis di hidangan pertama memang enak, tetapi kalau ada sisa sayur sebaiknya dimasukkan. Bayam segar, bukan beku, juga boleh dipakai.

17:46

Pendapat tentang Masakan Praktis dengan Daging Olahan

Di akhir video, Ryuji mengatakan bahwa yang ingin ia sampaikan adalah: manfaatkan daging olahan seperti sosis dengan baik, hemat waktu dengan cara yang pas, dan jalani hidup yang lezat. Ada orang yang menghindari daging olahan, tetapi menurut Ryuji sama sekali tidak masalah selama tidak dimakan setiap hari di setiap waktu makan, dan sesekali makan seperti ini juga menjadi nutrisi bagi jiwa. Ia juga mengatakan bahwa ia kembali menyadari bahwa sosis memang enak.

Ryuji menyatakan bahwa menurutnya Kunseiya adalah sosis yang paling enak dan paling mudah dipakai untuk memasak, lalu menutup video dengan mengatakan bahwa rasa lada hitam maupun versi biasa sama-sama enak, sehingga ia ingin penonton mencoba meniru resepnya.