Somen Dingin yang Memakai Jamur Hasil Pemanasan Microwave Beserta Sarinya: Ryuji dan Doktor Jamur Membahas Jamur Potong dan Efek Pendinginan Cepat

Diterjemahkan dari 日本語

Buka di YouTube ↗
Ringkasan

Dalam episode ini, peneliti kuliner Ryuji membuat dua hidangan musim panas menggunakan buna shimeji dan eringi yang sudah dipotong, sebagai konten bersponsor dari Hokuto. Tema utamanya adalah apakah di musim panas kita bisa memasak tanpa kompor, hanya dengan microwave, tanpa kehilangan umami jamur. Ryuji mengenang bahwa pada episode adu resep sebelumnya ia kalah dari resep "Doktor Jamur" yang tampil mewakili Hokuto, dan kali ini ia mengaku sudah meluangkan waktu untuk melakukan riset. Hidangan yang ia buat adalah somen dingin ala Jepang dan ohitashi okra beku dengan eringi. Saat mencicipi, sang doktor menunjukkan efek "pendinginan cepat" yang bahkan tidak disengaja oleh Ryuji sendiri.

15 menit baca
0:58

Ciri Khas Jamur Potong dengan Kemasan Baru

Di awal, sang doktor mengeluarkan eringi potong (80 g) yang kemasannya telah diperbarui. Pada kantongnya tergambar karakter bernama "Eringi-kun", dan Ryuji tertawa sambil berkata bahwa namanya "tidak kreatif".

Menurut sang doktor, buna shimeji potong maupun eringi potong sama-sama sudah dibuang bagian pangkalnya, sehingga bisa langsung dikeluarkan dari kantong dan dipakai memasak. Selain itu, jamur ini bisa dipanaskan di microwave dalam kantongnya, dan juga bisa dibekukan dalam kantongnya. Ketika Ryuji memastikan bahwa "konon jamur yang dibekukan lebih mudah mengeluarkan rasa", sang doktor menjelaskan bahwa pembekuan merusak sel, sehingga saat dipanaskan terbentuk komponen umami yang lebih mudah keluar. Ryuji memahami hal ini sebagai keuntungan ganda: jika disimpan di freezer, masa simpannya lebih panjang dan rasanya pun lebih mudah keluar.

Yang paling diapresiasi Ryuji adalah jamur ini bisa dipanaskan di microwave. Di musim panas dapur menjadi sangat panas, jadi jika cukup memakai microwave, memasak menjadi jauh lebih mudah. Menurut Ryuji, kemudahan adalah keuntungan terbesar dalam memasak. Ia memilih somen sebagai makanan yang ingin disantap di musim ini, dan karena cocok dengan jamur yang bisa dipanaskan di microwave, ia membuat somen yang memungkinkan kita makan jamur dalam jumlah banyak.

3:35

Selingan: Teh Jelai HIKAKIN

Sebelum mulai memasak, Ryuji menawarkan sebotol minuman kepada sang doktor. Minuman itu adalah teh jelai buatan HIKAKIN, dan botolnya bergambar oni. Setelah bersulang dan meminumnya, sang doktor berkomentar "sepertinya ada aroma sangrai" dan "rasanya juga terasa pekat". Ryuji menanggapi bahwa HIKAKIN sempat dikritik banyak orang karena teh ini dianggap hambar, padahal tidak hambar. Ryuji sendiri juga mengatakan bahwa teh jelai ini enak dipakai sebagai campuran minuman beralkohol.

4:49

Tentang Produksi Produk Potong

Sambil memasak, Ryuji berkata, "Saya jarang melihat shimeji potong." Sang doktor menjawab bahwa produk ini masih dalam tahap akan diperluas. Produk buna shimeji potong lebih dulu diluncurkan, sedangkan eringi menyusul belakangan. Mengenai jumlahnya, disebutkan angka "sekitar 7.000 ton" untuk Hokuto sendiri, dan untuk eringi "sekarang sekitar 2.700". Namun, dari teks terjemahan tidak jelas angka ini merujuk pada jumlah apa. Mendengar angka tersebut, Ryuji menyimpulkan bahwa shimeji jauh lebih banyak.

5:13

Saus Somen: Memakai Jamur Beserta Sarinya

Saat memanaskan di microwave, buat sedikit sayatan di bagian atas kantong. Sang doktor mengingatkan bahwa jika tidak disayat, kantong bisa meledak. Waktu pemanasannya 1,5 menit, dan menurut Ryuji untuk 500 W patokannya sekitar 2 menit. Ryuji mengatakan bahwa jamur adalah bahan yang tidak bisa dimakan tanpa dipanaskan, dan selama ini biasanya direbus atau ditumis, sehingga bisa memakai microwave saja sangatlah bagus.

Ke dalam shimeji yang sudah dipanaskan, tambahkan bumbu berikut.

  • Kecap asin 1/2 sendok makan
  • Minyak zaitun 1 sendok makan (karena aromanya harum; jika tidak ada, boleh memakai minyak beras dan sebagainya)
  • Hondashi 1/3 sendok teh (untuk menambah rasa cakalang)
  • Shio kombu 5 g (sekitar sejumput)
  • Tuna kaleng 1/2 kaleng (cairannya boleh dibuang, tetapi karena umami tuna ikut keluar, boleh juga dimasukkan sekalian)

Yang paling ditekankan Ryuji adalah sari jamur yang terkumpul di dalam kantong. Dengan cara lama, jamur direbus bersama somen sehingga umami jamurnya tidak terasa. Kali ini jamur dipanaskan di microwave, lalu sarinya dimakan bersama somen. Menurutnya, hal inilah yang sangat penting. Ia juga menyebut keuntungan lain, yaitu Hondashi bisa dilarutkan selagi sarinya masih hangat. Shio kombu memiliki umami yang kuat, sehingga cakalang dan kombu menciptakan rasa seperti kaldu campuran di dalamnya. Ditambah lagi umami jamur, sehingga Ryuji menyebutnya "triple umami".

Setelah diaduk dan bumbunya meresap, dinginkan. Karena somen ingin disantap dalam keadaan dingin, jika freezer masih punya ruang, masukkan ke freezer agar cepat dingin. Jika tidak ada ruang, dinginkan di kulkas sampai dingin. Di tengah proses, Ryuji memperlihatkan kilap shimeji dan berseloroh bahwa berkat seringnya tampil bersama sang doktor, ia kini bisa langsung tahu kesegarannya hanya dengan sekali lihat.

8:21

Gizi Eringi dan Vitamin D

Pada kemasan eringi potong yang dipakai untuk lauk pendamping, tertulis bahwa eringi mengandung suatu zat gizi "dalam jumlah melimpah". Menurut sang doktor, zat ini adalah salah satu jenis vitamin yang biasanya banyak terdapat pada sayuran daun seperti kubis. Eringi juga mengandungnya dalam jumlah relatif banyak, bahkan lebih banyak dibandingkan jamur lain. Ryuji memahami bahwa meskipun sama-sama disebut jamur, nilai gizinya berbeda-beda.

Selanjutnya, sang doktor mengatakan akan lebih baik lagi jika vitamin D ditingkatkan dengan menyinarinya dengan sinar ultraviolet, lalu ia mengeluarkan lampu neon yang bisa memancarkan sinar ultraviolet (UVB). Ryuji tertawa dan bertanya apakah sang doktor memelihara iguana, padahal ini seharusnya video memasak. Menurut penjelasan sang doktor, kantongnya lebih baik dibuka, dan bisa juga dijemur di bawah sinar matahari. Jika tidak mau memakai sinar matahari, cukup sinari dengan lampu untuk reptil yang pernah diperkenalkan sebelumnya. Sang doktor juga mengatakan bahwa ke depannya, yang terbaik adalah jika Hokuto bisa menjual produk yang sudah disinari ultraviolet terlebih dahulu. Ini bukan sesuatu yang sudah terwujud, melainkan disampaikan sebagai rencana.

9:39

Lauk Pendamping: Ohitashi Okra Beku dan Eringi

Ryuji menganggap hidangan kecil dan lauk pendamping sangat penting dalam makan sehari-hari. Belakangan ini, jika ada kesempatan, ia juga memperkenalkan resep lauk pendamping. Alasannya, banyak orang mengatakan bahwa membuat lauk pendamping adalah hal yang paling merepotkan, dan di saat seperti itu jamur yang sudah dipotong sangat membantu.

Cara membuatnya mudah. Buat sayatan pada kantong eringi potong, lalu panaskan di microwave sekitar 2 menit. Tambahkan sekitar 50 g okra cincang beku, lalu aduk. Ryuji mengaku selalu menyetok okra beku, dan menjelaskan bahwa keuntungannya adalah okra beku bisa langsung dimakan begitu dicampurkan. Panas dari eringi yang hangat mencairkan okra yang dingin, sehingga langsung siap disantap. Ia tertawa sambil menyebut cara ini lahir dari "jiwa malasnya".

Di dalam kantong eringi juga terkumpul sari, jadi gunakan sekalian. Terakhir, taburi katsuobushi. Ryuji mengatakan karena ada umami eringi, cukup dibumbui kecap asin saja. Dengan begitu, satu hidangan pun selesai dalam sekejap.

10:32

Produk Potong ke Depan dan Ukuran yang Bisa Dipanaskan di Microwave

Ketika Ryuji bertanya apakah jenis produk potong akan bertambah ke depannya, sang doktor menjawab bahwa ia ingin membuat maitake juga, tetapi jika diiris jamurnya akan tercerai-berai dan tampilannya menjadi buruk, jadi sulit. Menurutnya, shiitake dan sejenisnya mungkin bisa. Saat ini produknya baru buna shimeji dan eringi, dan ia berpikir jika ada produk yang diiris, mungkin bagus juga untuk langsung dibekukan selagi masih segar. Produk yang langsung dibekukan oleh produsen selagi masih segar sudah dijual secara uji coba sejak tahun lalu.

Hal lain yang dibahas adalah bahwa hanya produk 80 g yang bisa dipanaskan di microwave. Jamur potong juga tersedia dalam ukuran 100 g, 150 g, 300 g, dan sebagainya, tetapi ukuran-ukuran itu tidak bisa dipanaskan di microwave. Sang doktor mengatakan mungkin hal itu juga perlu dipertimbangkan.

13:03

Jika Memakai Jamur Biasa

Ryuji menambahkan bahwa resep ini juga bisa dibuat tanpa produk potong. Untuk buna shimeji yang masih berbentuk rumpun, timbang jumlah gram yang dibutuhkan, pindahkan ke wadah, tutup dengan plastik wrap, lalu panaskan di microwave. Namun, ia mengingatkan bahwa untuk eringi ada repotnya memotong sendiri dan memindahkannya ke wadah, sehingga sedikit merepotkan. Takaran kali ini setara dengan 1–2 batang eringi, sekitar 2 batang.

13:32

Produk Potong Memakai Varietas yang Berbeda

Di sini sang doktor mengungkapkan bahwa produk potong dan produk biasa menggunakan varietas yang berbeda. Eringi kemasan yang pernah diperkenalkan sebelumnya adalah "galur No. 10", sedangkan eringi potong menggunakan "galur No. 8". Jika eringi yang kecil dipotong, hasilnya akan terlalu kecil, sehingga dipilih varietas yang tumbuh besar dalam satu batang. Untuk produk potong, jumlah batang yang sedikit lebih mudah ditangani, dan ketika dimasukkan ke mesin, jamur akan terpotong rapi, sehingga cocok.

Buna shimeji juga berbeda varietasnya; untuk produk potong digunakan "galur No. 25". Shimeji yang dijual dalam bentuk rumpun akan terlihat jelek jika tercerai-berai di dalam kemasan, sehingga digunakan varietas yang rumpunnya menempel kuat. Sebaliknya, untuk produk potong dipilih varietas yang langsung tercerai-berai begitu dipotong. Ketika keduanya dijajarkan, ketebalan batangnya sangat berbeda, dan Ryuji berkomentar bahwa tampaknya akan terasa mantap saat dikunyah. Sang doktor menanggapi bahwa sebaiknya masing-masing dimasak dengan cara yang sesuai. Ryuji mengatakan bahwa karena isian somen kali ini hanya tuna, ia membuat resep ini dengan pertimbangan bahwa tekstur shimeji potong yang kenyal akan cocok.

15:06

Somen Direbus 45 Detik, Lalu Dibilas dengan Air Es

Somen direbus dalam air yang banyak. Ryuji menggunakan tenobe somen (somen tarik tangan), dan ia mengingatkan bahwa jika memakai somen yang bukan tenobe, rebuslah sesuai petunjuk pada kemasan. Siapkan air es sebelum merebus. Air dingin biasa juga boleh, tetapi di musim panas air es membuatnya lebih enak.

Masukkan 100 g somen ke panci seperti memasak pasta, lalu rebus selama 45 detik. Ryuji selalu menganjurkan merebus selama 45 detik, karena dengan begitu bagian tengahnya tetap terasa kenyal. Menurutnya, tekstur ini cocok dengan tekstur shimeji yang kenyal. Setelah ditiriskan di saringan, cuci sekali dengan air untuk menghilangkan lendirnya, lalu rendam dalam air es selama 1 menit. Menurut penjelasan Ryuji, cara ini membuat air meresap ke somen sehingga muncul tekstur kenyal sekaligus tekstur yang matang sempurna. Jika lebih suka yang lembut, rebus seperti biasa selama 1–2 menit. Terakhir, peras kuat-kuat dan tiriskan airnya dengan baik. Karena rasanya cukup dari kuah shimeji yang lezat, jangan sisakan air.

17:06

Mengapa Jamur Tidak Membeku Meski di Freezer

Ketika jamur yang didinginkan di freezer dikeluarkan, jamur itu sudah dingin sekali tetapi tidak membeku. Menurut sang doktor, jamur tidak mudah membeku. Buna shimeji juga mengandung protein yang membuatnya sulit membeku. Enokitake dan nameko lebih sulit lagi membeku; karena keduanya adalah jamur yang muncul di masa paling dingin di musim dingin, jamur-jamur ini menghasilkan zat agar tidak membeku, jelas sang doktor. Namun, ia menambahkan bahwa hal ini berbeda-beda tergantung jenis jamurnya.

Aduk somen dengan sausnya, lalu sesuai selera taburi nori iris dan daun bawang kecil. Ryuji mengatakan jika ditaburi sedikit shichimi sesuai selera, warna merahnya akan menonjol dan tampilannya jadi menggugah selera. Dengan begitu, somen jamur ala Jepang pun selesai.

19:48

Mencicipi: Pendinginan Cepat Menghasilkan Tekstur

Saat mencicipi, keduanya pertama-tama memuji teksturnya. Ryuji mengatakan bahwa biasanya ia akan menambahkan mentsuyu, tetapi kali ini sama sekali tidak perlu. Ia mengatakan umami jamurnya cukup kuat mungkin karena jamur dipakai beserta sarinya, dan sang doktor pun setuju. Ryuji mengatakan bahwa ohitashi jamur dan sejenisnya biasanya didinginkan dengan air setelah direbus sehingga umaminya hilang, tetapi resep ini menjadi lezat karena memakai microwave.

Di sini sang doktor menambahkan bahwa jamur yang sudah dimasak sebaiknya didinginkan secepat mungkin. Jika dibiarkan hangat dan didinginkan perlahan, teksturnya akan menjadi lembek. Kuncinya adalah mendinginkan dengan cepat, dan sang doktor menilai bahwa penggunaan okra beku pada ohitashi untuk mendinginkan eringi sekaligus adalah cara yang masuk akal.

Ryuji dengan jujur mengakui bahwa ia tidak sampai memikirkan hal itu. Ia menyadari bahwa tekstur kenyal yang membuatnya terkejut saat mencicipi mungkin karena didinginkan oleh okra, dan ia senang karena tambahan penjelasan sang doktor membuat resepnya lebih dari dua kali lebih meyakinkan. Mengenai shimeji pada somen, sang doktor juga menjelaskan kaitan antara pendinginan cepat di freezer dengan jamur yang menjadi padat jika didinginkan setelah dipanaskan. Ryuji memperlihatkan isi mangkuk sambil berkata, "Shimejinya bisa berdiri sendiri." Sang doktor menambahkan bahwa buna shimeji untuk produk potong pada dasarnya bertangkai tebal sehingga kokoh.

Keduanya juga sangat memuji somennya sendiri. Mi tidak saling menempel, setiap helainya berdiri sendiri, dengan tekstur yang kenyal di bagian tengahnya. Sang doktor mengatakan bahwa baru kali ini ia bisa merasakan tekstur shimeji sejelas ini, memuji kontras tekstur keduanya, dan mengatakan bahwa ia juga akan membuatnya sendiri. Ryuji mengenang bahwa kali ini tekstur jamur benar-benar dimanfaatkan dengan baik di kedua hidangan, sehingga "kali ini sepertinya saya berhasil". Ia juga mengatakan bahwa ia melakukan riset karena sebelumnya kalah dari resep sang doktor.

18:39

Target Satu Kemasan untuk Sekali Makan

Mereka juga membahas porsinya. Memakai 80 g jamur untuk satu porsi memang cukup banyak, tetapi keduanya memastikan bahwa sekitar 80 g bisa dihabiskan oleh satu orang. Menurut sang doktor, di dalam perusahaan ada pembicaraan untuk "makan satu kemasan per orang untuk sekali makan". Saat ini orang Jepang makan jamur kurang dari 10 g per orang untuk sekali makan, tetapi 50 g atau 80 g adalah jumlah yang mudah dimakan, dan sang doktor berpendapat bahwa dengan hidangan seperti ini hal itu sangat mungkin. Ryuji pun menanggapi bahwa dengan cara ini ia bisa makan berapa pun banyaknya.

Terakhir, Ryuji memperkenalkan bahwa buna shimeji potong dan eringi potong dijual di supermarket di seluruh Jepang, dari Hokkaido hingga Kyushu, dan mengajak penonton untuk mencoba membuat somen ala Jepang dan ohitashi ini. Ia juga mengumumkan kampanye yang bisa diikuti dengan membeli jamur Hokuto, lalu menutup videonya.