Mencoba "Udon Tororo Kombu dan Ume" dari Seven, lalu Membuat Resep Tiruannya untuk di Rumah

Diterjemahkan dari 日本語

Buka di YouTube ↗
Ringkasan

Dalam episode ini, peneliti kuliner Ryuji bersama staf yang hadir mencicipi "Seven Premium Udon Tororo Kombu dan Ume", sekuel dari udon cup Seven-Eleven yang sebelumnya ia puji habis-habisan. Ia menilainya, lalu membuat resep tiruannya. Produk sebelumnya banyak terjual habis setelah diulas, jadi kali ini pun ia memperkirakan akan ada orang yang tidak kebagian. Karena itu, ia menyiapkan versi yang bisa dibuat dengan bahan yang ada di rumah.

10 menit baca
0:40

Mencicipi dengan Harapan Tinggi sebagai Sekuel Produk Sebelumnya

Produknya dibeli oleh staf, dan menurut Ryuji harganya "mungkin 158 yen". Hal pertama yang ditekankan Ryuji adalah kandungan energinya: meski berupa mi cup, kalorinya hanya 218 kkal. Ketika staf bertanya apakah itu setara dengan semangkuk nasi, ia menjawab bahwa kalorinya bahkan tidak sampai semangkuk nasi.

Saat produk sebelumnya diulas, banyak toko yang kehabisan stok, dan belakangan produk itu katanya tidak terlihat lagi di toko. Kali ini mereka bisa membelinya seperti biasa, tetapi menurut staf, cukup banyak orang yang tidak kebagian pada hari peluncurannya. Ada toko yang hanya menerima sekitar 6 buah, dan konon ada juga orang yang memborongnya karena dampak dari produk sebelumnya. Karena itu, mereka mengatakan beruntung bisa membelinya kali ini.

Saat tutupnya dibuka, di dalamnya ada ume yang tampak seperti serpihan ume, serta tororo kombu. Keduanya memastikan bahwa tororo kombu sama dengan produk sebelumnya, dan sebagian isian produk sebelumnya diganti dengan ume. Air panas dituang, lalu ditunggu 4 menit. Ryuji memperkirakan tekstur minya akan sama dengan produk sebelumnya.

4:16

Mencicipi: Empat Jenis Kaldu, Kesannya Rasa Lebih Mantap daripada Produk Sebelumnya

Setelah dibuka, minya berupa udon yang agak tipis. Ume-nya cukup banyak, tetapi jumlah isiannya tidak terlalu banyak. Setelah mencicipi, keduanya sama-sama berkata "memang enak", dan menilai rasa ume-nya juga terasa jelas. Staf berkata "mungkin aku lebih suka yang ini daripada yang kemarin", dan menyebut tekstur tororo kombu-nya juga enak. Mereka juga menyebut bahwa ini bisa dimakan setelah minum alkohol, enak, dan tidak menimbulkan rasa bersalah.

Dari daftar bahannya, kaldunya terdiri atas empat jenis: katsuobushi, kombu, sababushi, dan agobushi. Untuk produk sebelumnya, sesekali ada komentar bahwa "rasanya hambar", tetapi kali ini katanya tidak terasa hambar. Kandungan garamnya 4,6 g, agak tinggi, dan Ryuji menduga penyebabnya adalah ume.

Mengenai pertanyaan apakah produk ini edisi terbatas, Ryuji menjawab berdasarkan cerita yang pernah ia dengar. Mi cup bukan diproduksi secara terus-menerus, melainkan dibuat sekaligus dalam jumlah besar lalu didistribusikan. Menurutnya, Seven Premium pun kemungkinan menerima stok sekaligus, dan bila sudah habis, produknya tidak akan beredar untuk sementara waktu.

6:49

Penilaian: Peringkat S

Ryuji memberi peringkat S. Ada tiga alasan yang ia sebutkan: kualitas seperti ini bisa dibeli dengan harga 158 yen sangat membantu di tengah harga-harga yang mahal; ada aksen asam dari ume dan kelembutan tororo kombu sehingga tidak membosankan; dan harga, kalori, serta rasanya semuanya seimbang. Kandungan lemaknya juga rendah, hanya 2,7 g.

Ryuji berkata "ini akan menjadi standar mi cup ke depannya", dan ia serta staf sepakat bahwa "nilai keseluruhannya tinggi". Sehari-hari, keduanya bukan tipe yang rutin makan mi cup, dan Ryuji sendiri bisa membuat udon sendiri. Meski begitu, ia menilai produk ini punya kelebihan yang hanya bisa dihadirkan oleh mi cup. Kaldunya berisi kombu dan bahan lain sehingga rasanya tidak murahan, dan kadar garamnya pun pas menurut Ryuji.

8:21

Arah Resep Tiruan: Memilih Bahan dan Kaldu

Ia membuat resep tiruan karena memperkirakan akan ada keluhan dari orang yang tidak bisa membelinya. Ryuji menyebut resep ini "Seven Respect", dan berkata ingin agar orang yang tidak punya Seven di dekatnya juga bisa menikmatinya. Pembicaraan pun beralih ke daerah pedesaan yang harus naik mobil untuk ke Seven, dan rumah orang tua Ryuji pun katanya jauh dari Seven.

Bahannya adalah umeboshi, tororo kombu, dan udon beku. Udon yang dipakai adalah udon Sanuki beku, karena menurut Ryuji inilah yang paling enak. Namun, ketebalannya berbeda dari mi di dalam cup. Memakai udon kering yang tipis mungkin akan lebih mirip, tetapi udon kering butuh waktu rebus yang lama, jadi menurutnya tidak banyak orang yang memakannya.

Untuk kaldu, ia memakai tiga jenis: Hondashi berbasis kaldu katsuo, kaldu kombu, dan kaldu iriko. Di dalam cup ada empat jenis, tetapi sababushi jelas tidak ada di rumah, jadi ia memakai tiga jenis. Kalau tidak punya kaldu iriko, katanya dengan Hondashi saja pun tetap enak. Ia juga menambahkan bahwa kalau memakai kaldu ayam atau kaldu ala Tionghoa, hasilnya akan menjadi masakan yang lain sama sekali.

Ryuji juga berbicara tentang petunjuk saat meniru mi cup. Jika melihat daftar bahan di bagian belakang kemasan, semua petunjuknya tertulis di sana. Produk ini mengandung koji beras, dan Ryuji menduga itu untuk menambah kedalaman rasa. Ia menilai produk ini ternyata melakukan hal yang cukup hebat.

9:39

Cara Membuat: Ume Dipakai Utuh, Tororo Kombu Diletakkan di Akhir

Untuk 1 porsi, gunakan 300 cc air. Panaskan, lalu masukkan 1/2 sendok teh Hondashi dan 1/2 sendok teh kaldu iriko (dalam resep di kolom deskripsi, kaldu kombu juga 1/2 sendok teh). Karena versi cup-nya tidak terlalu kuat rasa kecapnya, kecap asin cukup sekitar 1 sendok teh sambil melihat warnanya.

Umeboshi-nya 1 buah. Kalau dibelah dua, sisanya akan merepotkan, jadi dipakai utuh. Yang dipakai adalah shiso ume berkadar garam 8% yang banyak dijual di supermarket. Karena versi cup-nya tidak manis, sebaiknya hindari ume madu. Daftar bahannya juga mencantumkan bubuk daging ume, tetapi itu untuk keperluan industri dan kemungkinan tidak dijual untuk umum. Ume di dalam cup berbentuk butiran seperti isian, jadi menurutnya lebih cocok dipotong daripada dicincang halus. Namun pada praktiknya, ia memasukkan satu butir utuh ke dalam panci dan menghancurkannya sambil direbus.

Berikutnya masukkan udon beku. Karena beku, udon sudah bisa dimakan dalam sekitar 1 menit. Tororo kombu yang dipakai berbeda jenisnya dari yang ada di dalam cup, dan jumlahnya sekitar 3–4 g. Karena tororo kombu cepat larut, Ryuji berkata lebih baik dan lebih rapi jika diletakkan di atas, bukan dilarutkan ke dalam kuah. Di dalam cup, karena strukturnya, tororo kombu mau tak mau terendam air panas, tetapi kalau membuat di rumah, menurutnya lebih baik diletakkan di atas.

Selama merebus, Ryuji juga membahas soal lemak. Ramen tidak akan terasa seperti ramen dan tidak enak kalau tidak memakai minyak, sedangkan udon tidak memerlukan minyak sehingga merupakan makanan sehat. Ia pun berkata, "orang yang menciptakan udon itu hebat."

Ada trik dalam penyajiannya. Masukkan udon saja ke mangkuk terlebih dahulu, lalu siram dengan kuah berisi ume yang tersisa di panci, sehingga ume tidak tenggelam dan berada di atas, membuat tampilannya lebih menarik. Letakkan tororo kombu di atasnya, lalu tambahkan daun bawang kecil, yang tidak ada di versi cup tetapi khas masakan rumahan. Terakhir, taburkan sejumput garam agar kadar garamnya sama dengan mi cup, dan selesai.

15:43

Mencicipi Versi Tiruan: Keunggulan Tiga Jenis Kaldu dan Mi yang Tebal

Kesan keduanya setelah mencicipi adalah "persis sama". Karena memakai umeboshi asli, rasa ume-nya sedikit lebih kuat daripada versi cup. Ryuji berkata rasa ini tidak akan didapat dengan Hondashi saja, dan kedalaman rasanya mungkin muncul karena memakai tiga jenis kaldu dengan menggabungkan kombu dan iriko. Staf menyebutnya "rasa yang menenangkan".

Di sisi lain, Ryuji juga mengakui bahwa kalau dibandingkan, rasanya tetap berbeda. Namun, udon yang tebal sangat enak dan cocok dengan tororo kombu. Ia menyebut kelebihannya adalah tororo kombu yang ikut melekat seluruhnya saat mi diangkat, dan berkata mungkin ini resep favoritnya di antara resep-resep belakangan ini.

Beberapa ide variasi juga muncul. Kalau tidak peduli kalori, katanya menambahkan agedama di atasnya pasti enak. Ia juga berseloroh bahwa menginginkan makanan berkalori tinggi adalah naluri manusia dan bukti bahwa tubuh sehat. Staf berkata ini sepertinya cocok juga saat masuk angin, dan pembicaraan berlanjut bahwa memasukkan nasi ke sisa kuah lalu menjadikannya seperti bubur zosui juga enak.

17:25

Peran Tororo Kombu dan Kaldu Iriko

Ryuji mengenang bahwa belakangan ini ia hanya memakai tororo kombu saat membuat resep tiruan. Ia juga memakainya saat meniru mazesoba air kombu sebelumnya. Menurut Ryuji, tororo kombu cocok dengan kaldu yang kompleks, dan tororo kombu sendiri juga mengeluarkan banyak umami. Karena itulah, katanya, meski total kaldu instan yang dimasukkan hanya sekitar 1,5 sendok teh, rasanya seperti kaldu yang dibuat dengan sungguh-sungguh.

Selain itu, Ryuji menduga bahwa kali ini kaldu iriko-lah yang menjadi kuncinya. Ia sedang menggemarinya belakangan ini, dan meski belum banyak membicarakannya, ia ingin memperkenalkan dan menyebarkannya sendiri karena rasanya enak. Ia juga berkata bahwa ramen yang dibuat dengan kaldu iriko sangat enak.

18:28

Penutup

Staf berkata resep ini sesuai seleranya, dan menjawab bahwa kalau semudah ini, ia pun akan membuatnya sendiri. Menurut Ryuji, kalau terburu-buru, resep ini bisa selesai dalam 5 menit. Di akhir, Ryuji mengajak penonton untuk terlebih dahulu mencoba "Udon Tororo Kombu dan Ume" dari Seven Premium. Lalu, bagi yang tidak bisa pergi membelinya atau ingin membuat dan memakannya sendiri, ia merekomendasikan resep tiruan ini.