Mencoba "Hiyashi Cup Noodle" yang Dibuat dengan Air Dingin: Ryuji Menguji Cara Mencampurnya dengan Susu Kedelai, Teh Hojicha, dan Jus Tomat

Diterjemahkan dari 日本語

Buka di YouTube ↗
Ringkasan

Episode ini memperlihatkan peneliti kuliner Ryuji mencicipi dua varian "Hiyashi Cup Noodle" dari Nissin (rasa Kimchi Pedas dan rasa Ayam Garam Lemon). Apakah mi cup yang dibuat dengan air dingin, bukan air mendidih, benar-benar enak? Lalu bagaimana jadinya jika airnya diganti dengan minuman lain? Dua hal inilah yang diuji sambil membandingkan rasanya bersama staf. Begitu mencicipi, Ryuji langsung menilai, "Ini revolusi," dan pada paruh kedua beralih ke eksperimen cara mencampur dengan alasan, "Resep tiruan saya tinggalkan, aransemen lebih menarik."

11 menit baca
0:43

Wadah yang Dilarang Diisi Air Panas dan Cara Membuat dengan Menunggu 5 Menit

Cup yang dibeli permukaannya penyok-penyok. Ryuji menjelaskan bahwa menurut yang ia dengar, ini bukan produk cacat; semua produknya memang begitu, dan itu merupakan spesifikasi akibat tekanan udara. Pada kemasannya tertulis "dilarang menggunakan air panas". Soal alasannya, Ryuji menyebut bahwa wadahnya sendiri tidak tahan panas, dan ia menduga wadah tersebut dibuat untuk menekan biaya.

Cara membuatnya cukup dengan menuangkan air dingin hingga garis di bagian dalam lalu menunggu 5 menit. Karena tidak seperti air panas tidak ada uap yang keluar, Ryuji berpendapat bahwa menutup cup mungkin tidak ada gunanya, sehingga ia menunggu tanpa menutupnya. Kesan saat dibuka adalah "sangat biasa", dan isiannya antara lain "daging misterius" dan telur.

1:55

Mengapa Mi Bisa Mengembang dengan Air Dingin

Ketika staf bertanya, "Apakah belum ada perusahaan lain yang mengeluarkan mi cup yang dibuat dengan air?", Ryuji menjawab bahwa ini pertama kalinya teknologi tersebut diterapkan pada mi cup. Menurutnya, fakta bahwa mi bisa mengembang dengan air dingin saja sudah merupakan "teknologi misterius".

Ryuji bercerita bahwa dulu ia pernah mencoba membuat Sapporo Ichiban dengan air. Memang bisa dibuat, tetapi rasanya tidak enak. Menurutnya, sudah sewajarnya mi yang dibuat dengan air panas lebih enak.

Mengenai prinsip mengembangnya mi, Ryuji menjelaskan sebagai berikut. Mi goreng sudah dimasak dan patinya telah mengalami alfanisasi (gelatinisasi). Karena itu, mi bisa siap dimakan meskipun hanya dengan air. Dulu sempat tersebar di internet kabar bahwa "mi cup bisa dibuat dengan air", tetapi menurutnya mi yang patinya belum mengalami alfanisasi, yaitu jenis yang lebih mirip mi segar dan bukan mi goreng (ia menyebut "Men Shokunin" sebagai contoh), tidak akan mengembang. Setelah itu ia menilai bahwa Nissin benar-benar berada di garis terdepan. Ia menyebut harganya sekitar 250 yen.

3:29

Alasan Staf Makan Lebih Dulu

Dalam episode ini, staf makan lebih dulu daripada Ryuji lalu menyampaikan kesan mereka. Hal ini karena banyak penonton yang berkomentar, "Kalau Ryuji makan duluan, staf cuma bilang hal yang sama," "Mereka cari muka," dan "Kelihatannya seperti yes-man." Ryuji mendorong staf untuk menunjukkan bahwa anggapan itu salah. Interaksi ini menjadi bermakna pada pengujian jus tomat di paruh kedua.

3:45

Rasa Kimchi Pedas: Kuah yang Mirip Naengmyeon

Rasa kimchi tetap harum meskipun dingin. Ryuji mengaku terkejut karena ia menduga aromanya tidak akan keluar jika dingin. Staf langsung berkata "enak" begitu mencicipinya, dan berkomentar bahwa kuahnya mirip naengmyeon (mi dingin Korea). Menurut mereka, minya sendiri juga berbumbu.

Ryuji juga berkata "enak", lalu bercanda, "Jadi sekarang aku tinggal bilang ini nggak enak, kan?" sehingga semua tertawa. Rasanya cenderung kuat dan mantap, tetapi menurut pengamatan Ryuji, jika dilihat dari kadar garamnya, sebenarnya tidak terlalu tinggi.

Sebagai syarat agar hasilnya enak, Ryuji menyebut air harus benar-benar dingin. Menurutnya, air keran yang tidak didinginkan tidak akan berhasil. Untuk variasi rasa, ia menambahkan minyak cabai (rayu) dan cuka. Ia juga memuji bahwa minya sama sekali tidak menjadi lembek meskipun dibiarkan lama.

6:07

Rasa Ayam Garam Lemon: Rasa Asam dan Nuansa Etnik

Untuk rasa ayam garam lemon, staf juga makan lebih dulu. Kesan mereka adalah "cukup berani" dan "rasa yang belum pernah ada sebelumnya", tetapi ketika ditanya mana yang lebih disukai, kedua staf memilih rasa kimchi.

Ryuji merasa rasanya "asam" dan berkesan sedikit etnik. Ia mengatakan bahwa pasangan yang pasti cocok adalah minyak zaitun dan sejumput garam, dan menurutnya kecap ikan juga tampaknya cocok. Setelah benar-benar ditambahkan sedikit sekali kecap ikan, staf pun bereaksi, "Luar biasa," "Enak banget."

8:00

Penilaian Versi Normal

Untuk rasa Kimchi Pedas, Ryuji memberikan nilai tertinggi, "S". Alasannya bukan hanya soal mengembangnya mi. Ia memuji bahwa meskipun bumbu seharusnya sulit larut dalam air dingin, semuanya larut dengan baik dan tidak ada gumpalan rasa. Ia bahkan mengatakan bahwa di musim panas Nissin akan merajai pasar, dan sangat menganjurkan untuk mencobanya.

Rasa Ayam Garam Lemon juga mendapat nilai "S". Menurut Ryuji, jika dua varian dirilis bersamaan, sering kali salah satunya kurang memuaskan, tetapi kali ini keduanya enak. Namun, jika aransemen ikut diperhitungkan, menurutnya pribadi rasa ayam garam lemon (dengan minyak zaitun dan kecap ikan) lebih enak.

8:49

Aransemen dengan Aturan "Tanpa Api"

Pada titik ini, staf berkomentar, "Tidak ada yang bisa diutak-atik," dan "Kalau pakai api, jadinya resep tiruan." Karena itu, diputuskan untuk membuat aransemen tanpa api yang sesuai dengan produk ini. Ryuji berkata, "Resep tiruan saya tinggalkan, menurutku aransemen lebih menarik," lalu memulai pengujian dengan mengganti air menggunakan minuman lain. Ia memastikan bahwa semua bahan yang digunakan bisa didapat di minimarket.

Kandidat yang diajukan adalah susu kedelai, susu sapi, dan jus tomat. Ryuji berpendapat bahwa membuatnya hanya dengan susu sapi bukan ide yang baik. Takaran standarnya 330 cc, sehingga hampir satu kemasan susu akan habis, dan itu tidak ekonomis. Rasanya pun pasti terlalu pekat. Karena itu, ia memutuskan untuk mencampurnya setengah-setengah dengan air, masing-masing sekitar 160 cc.

12:17

Jus Tomat × Kimchi: Contoh Gagal yang Dinilai "Biasa Saja" oleh Staf

Kombinasi yang paling diharapkan Ryuji dengan berkata "pasti enak" adalah rasa Kimchi Pedas yang dicampur jus tomat dan air. Saat dituang, jus tomat yang kental tidak merata hingga ke bawah. Proses mengembangnya juga lebih lambat daripada dengan air, dan Ryuji memperkirakan butuh sekitar 8 menit. Sebagai sentuhan akhir, ia menambahkan Tabasco dan keju bubuk.

Hasilnya terbelah. Salah satu staf berkata, "Rasanya biasa saja," dan staf lainnya menjawab, "Kayaknya aku nggak terlalu suka." Ryuji membantah, "Enak, kan?" sambil mencicipinya sendiri, lalu mengakui, "Enak sih, tapi mungkin lebih enak pakai air." Ia menjadikannya bahan tertawaan sebagai bukti bahwa staf tidak sedang cari muka: "Mereka ini memang ngomong begini dengan biasa, lho."

Mengenai penyebab kegagalannya, staf dan Ryuji menduga bahwa rasa kimchi pada dasarnya sudah asam, lalu jus tomat menambah rasa asam di atasnya.

14:00

Susu Sapi × Ayam Garam Lemon: Ala Carbonara Dingin

Ketika rasa Ayam Garam Lemon dicampur susu sapi dan air setengah-setengah, tampilannya jadi mirip rasa seafood. Saat dicicipi tanpa tambahan apa pun selain susu dan air, staf menilai, "Ini mungkin enak." Namun, mereka juga merasa, "Agak creamy, tapi kurang gurih sedikit."

Lalu ditambahkan keju bubuk, dan rasa gurihnya langsung muncul. Mereka memastikan bahwa perbandingan setengah-setengah sudah pas, dan jika hanya memakai susu pasti terlalu pekat. Rasa asamnya tetap tersisa dengan pas sekaligus menjadi lembut, dan staf menggambarkannya sebagai "seperti carbonara dingin". Karena itu, lada hitam pun ditambahkan, dan Ryuji menamainya "Ramen Carbonara Krim Lemon". Ryuji juga menyebut bahwa produk ini sendiri hanya 278 kkal sebagai salah satu kelebihannya.

17:49

Susu Kedelai × Kimchi: "Mungkin Lebih Suka daripada yang Biasa"

Rasa Kimchi Pedas dicoba dengan campuran susu kedelai dan air setengah-setengah. Menurut Ryuji, kombinasi susu kedelai dan kimchi adalah paduan yang sering ia gunakan. Setelah meminum kuahnya lebih dulu, Ryuji bereaksi, "Enaknya sampai bikin kaget."

Staf juga menilai, "Enak," dan "Mungkin aku lebih suka ini daripada yang biasa." Menurut mereka, rasa khas Cup Noodle tidak hilang, malah menjadi lebih kaya. Hasilnya menjadi ramen bergaya krim, dan muncul pula komentar bahwa ini mungkin akan jadi tren. Dibandingkan susu sapi, susu kedelai terasa lebih gurih, dan mereka menduga itu karena ada rasa kacangnya.

19:10

Hojicha × Ayam Garam Lemon: "Paling Enak"

Mencampur dengan teh ini meniru aransemen yang diperkenalkan di acara televisi "God Tongue". Staf telah membeli teh hojicha dan teh jelai (mugicha). Ryuji memperkirakan bahwa hojicha akan cocok dengan rasa ayam garam lemon. Tehnya tidak diencerkan dan langsung dituang hingga garis. Ryuji ragu, "Rasanya jadi seperti main-main dengan makanan," dan juga mengungkapkan bahwa dulu ia pernah sekali gagal dalam percobaan semacam ini.

Tampilannya hampir tidak berubah, hanya warnanya sedikit lebih gelap. Semua orang pertama-tama mengakui aromanya yang harum. Saat dicicipi, tanggapannya positif: "Kuahnya enak," "Enak banget," dan bahkan muncul komentar, "Ini yang paling enak." Menurut mereka, hasilnya beraroma dan rasanya sangat ringan. Mereka juga sempat membicarakan bahwa pasti enak dimakan setelah bekerja di luar ruangan.

22:01

Mugicha × Kimchi: Rasa yang Saling Meniadakan

Selanjutnya, rasa Kimchi Pedas dicampur dengan teh jelai. Karena berupa teh, mi mengembang dengan baik. Ryuji kembali berkata, "Bisa mengembang dengan air itu misterius banget."

Namun, rasanya tidak disukai. Rasa teh jelai terlalu menonjol, sehingga penilaiannya adalah "efek sinerginya kurang bagus" dan "saling meniadakan", dan Ryuji pun menyimpulkan, "Gagal." Ini menjadi contoh bahwa meskipun kombinasi hojicha dan lemon berhasil, tidak berarti semua jenis teh cocok.

23:12

Susu Kedelai × Ayam Garam Lemon: Susu Kedelai Lebih Baik daripada Susu Sapi

Terakhir, rasa Ayam Garam Lemon dicampur susu kedelai dan air dengan perbandingan 1:1. Ryuji berpikir bahwa, berbeda dengan versi susu sapi, mungkin tidak perlu ditambahkan keju. Salah satu staf sebelumnya sudah menebak, "Kayaknya lebih enak daripada susu sapi." Ryuji juga memperkirakan bahwa susu kedelai akan menambah kegurihan karena mengandung umami kacang.

Saat dicicipi, reaksinya adalah "sangat oke" dan "mungkin lebih suka daripada susu sapi", dan menurut mereka rasa susunya lebih kuat daripada susu sapi. Salah satu staf berkata bahwa karena terlalu terasa susu, ia ingin menambahkan keju. Ryuji menilai bahwa hanya dengan susu kedelai pun sudah enak, dan menyatakan bahwa rasa susu kedelai lebih kuat daripada yang ia kira. Ia merenungkan bahwa itulah alasan banyak resepnya menggunakan susu kedelai. Cocok untuk orang yang menyukai rasa pekat, dan Ryuji menyimpulkan, "Pasti susu kedelai, bukan susu sapi."

24:38

Hasil Pengujian

Kesimpulan yang dirangkum Ryuji adalah sebagai berikut. Hiyashi Cup Noodle rasa Ayam Garam Lemon luar biasa enak jika dicampur dengan susu kedelai dan hojicha. Rasa Kimchi Pedas luar biasa enak jika dicampur dengan susu kedelai. Jus tomat dan teh jelai tidak mampu mengungguli versi biasa yang dibuat dengan air.