"Kari Ayam Tomat Segar" dengan Dada Ayam: Membuat Ulang Kari yang Disukai saat Uji Coba, Kali Ini dengan Dada Ayam

Diterjemahkan dari 日本語

Buka di YouTube ↗
Ringkasan

Dalam episode ini, peneliti kuliner Ryuji membuat ulang kari ayam yang sebelumnya ia buat sebagai uji coba untuk para staf dan mendapat sambutan baik. Saat uji coba ia memakai paha ayam, tetapi kali ini ia memakai dada ayam yang kebetulan tersisa, sebagai "balas dendam dada ayam". Bumbunya hanya garam, kecap ikan, dan bubuk kari, tanpa yoghurt maupun tepung terigu. Dengan berpijak pada cara membuat kari India tetapi memangkas langkah-langkah yang merepotkan, ia menguji apakah hidangan ini tetap berhasil dengan dada ayam. Sebagai nasinya ia memakai beras basmati, dan cara merebusnya juga diperkenalkan.

14 menit baca
0:17

Perbedaan dengan Versi Uji Coba dan Posisi Kari Ini

Bahannya adalah dada ayam, bawang bombai, tomat segar, bawang putih, dan jahe (masing-masing 10 g). Tomat sebenarnya bisa diganti tomat kalengan atau tomat utuh kalengan, tetapi menurut Ryuji tomat segar lebih enak. Tomat segar yang dipakai dipesan secara daring, dan Ryuji sendiri menilainya "enak banget".

Sebagai perbedaan utama dengan versi uji coba sebelumnya, Ryuji menyebut bahwa kali ini ia benar-benar memakai minyak. Karena itu, kari ini bukan "kari super diet", tetapi menurutnya jauh lebih sehat dibandingkan kari biasa yang dibuat dengan roux kari. Ketika staf bertanya, "Maksudnya lebih ke arah India?", ia menjawab, "Perpaduan India dan Jepang." Ryuji menilai karena memakai minyak, kari kali ini lebih enak daripada sebelumnya.

Versi uji coba mendapat penilaian tinggi dari staf, bahkan ada yang mengatakan mungkin itulah kari terbaik di antara semua kari yang pernah dibuat Ryuji. Ryuji sendiri mengatakan ini resep yang ingin ia ajak banyak orang untuk mencobanya.

2:05

Alasan Memakai Beras Basmati

Saat uji coba, nasi yang disajikan kepada staf adalah beras basmati. Karena itu, kali ini pun ia memakai beras basmati, tetapi ia berkali-kali menegaskan bahwa ia tidak ingin membuat resep ini terasa sulit, jadi ia tidak memaksa; beras Jepang pun boleh.

Menurut Ryuji, harga beras basmati per gram tidak jauh berbeda dari beras biasa. Ryuji mengaku membeli semua berasnya secara daring. Alasan utama ia merekomendasikan beras basmati adalah karena beras ini dimasak dengan cara direbus. Ryuji menjelaskan bahwa dengan direbus, karbohidratnya berkurang kira-kira setengahnya, dan karena terasa ringan serta lebih sehat daripada nasi biasa, beras ini sedang populer sekarang. Staf pun menimpali bahwa mereka sendiri lebih suka yang ini.

Sering dikatakan sebaiknya beras direndam dulu, tetapi Ryuji langsung merebusnya karena malas. Menurutnya itu tidak masalah; cukup direbus 15 menit sudah enak, jadi ia berharap banyak orang jadi ketagihan berkat resep ini.

2:57

Persiapan: Bawang Bombai Diiris Tipis Melawan Serat, Kulit Ayam Juga Dipakai

Jahenya sudah lama dan kulitnya kering, jadi kulitnya dikerok. Alasannya, kulit yang kering memengaruhi tekstur; kalau jahenya segar, ia memakainya bersama kulitnya. Bawang putih dan jahe dicincang halus. Keduanya menjadi unsur rempah selain bubuk kari. Kali ini yoghurt yang "merepotkan" tidak dipakai.

Bawang bombai (kali ini 300 g) tidak perlu dicincang. Kalau diiris melawan arah seratnya, bawang akan lebih cepat matang saat ditumis. Menurut Ryuji, kalau disuruh mencincang, tingkat kesulitannya langsung melonjak. Karena bawang bombai biasa tidak dijual, ia memakai bawang bombai muda, tetapi bawang bombai biasa pun tidak masalah. Ryuji berpendapat kari India tidak memakai tepung terigu dan jauh lebih gampang dibuat daripada kari biasa.

Takaran tomat sekitar 150–200 g; kali ini ia memakai 1 buah (sekitar 150 g) yang dipotong acak. Saat direbus bentuknya akan hancur, tetapi umaminya sepenuhnya masuk ke dalam kari. Inilah sumber umaminya. Kari ini tanpa bahan tambahan, dan karena umami ayam ikut keluar, ia mengatakan dada ayam pun bisa jadi enak.

Dada ayam dipotong dua dulu, lalu dipotong seukuran sekali suap. Kalau dipotong sedikit lebih kecil, ayam lebih cepat matang. Bagian yang tebal dipotong sekali lagi. Dada ayam akan keras kalau dimasak terlalu lama, dan staf pun mengkhawatirkan hal itu. Kulitnya juga ikut dipakai. Kalau tidak dipakai, kulit itu akan terbuang, jadi menurutnya lebih baik umami kulit ayam juga dimanfaatkan. Soal memilih paha atau dada ayam, Ryuji merangkumnya begini: pilih paha kalau ingin empuk dan juicy, pilih dada kalau ingin lebih sehat. Ia mengaku menyukai keduanya.

Karena sudah ada tomat dan bawang bombai sehingga gizinya seimbang, menurutnya tidak perlu lauk pendamping.

Di tengah-tengah, ada cerita bahwa staf sempat ingin memesan biryani lewat layanan pesan-antar, tetapi harganya sekitar 2.000 yen sehingga mereka mengurungkannya. Ryuji menduga harganya mahal karena repot memasaknya, dan mengatakan bahwa resep biryani miliknya jauh mengungguli yang lain dalam hal kemudahan dan rasa.

7:51

Beras Basmati Direbus dengan Garam

Bersamaan dengan memasak kari, beras basmati direbus. Ryuji merebusnya dengan garam. Ada orang yang merebus dengan kadar garam sekitar 3%, tetapi Ryuji memakai sedikit di atas 1%, sedikit lebih asin daripada untuk merebus pasta. Dengan begitu, nasinya jadi berasa asin. Staf pun menyadari bahwa inilah alasan nasi saat uji coba sudah berasa.

Ryuji menghitung takarannya 80 g per porsi. Kelihatannya lebih sedikit dari beras biasa, tetapi karena butiran beras basmati besar dan mengembang sekitar 3 kali lipat setelah menyerap air, 80 g pun menjadi porsi yang cukup besar. Kali ini ia memakai 160 g untuk 2 porsi.

Setelah air mendidih, beras dimasukkan dan direbus dengan api sedang cenderung besar selama 15–20 menit. Setelah itu, beras ditiriskan di saringan dan dibiarkan sebentar agar tanak, lalu selesai. Menurut Ryuji, cara ini lebih cepat daripada menanak nasi biasa dan karbohidratnya juga lebih rendah, jadi baginya ini sangat bagus. Staf meminta agar resep beras basmati diperbanyak. Ryuji menjawab ia memang berniat memperbanyaknya, sambil menambahkan bahwa ia juga ingin orang tetap makan beras Jepang, dan bahwa beras Jepang sama sekali berbeda dari beras basmati.

Beras yang sudah ditiriskan tidak dibilas dengan air. Alasannya agar tidak dingin; menurut Ryuji, nasi paling enak kalau masih panas.

11:08

Menumis: Bawang Putih dan Jahe Sampai Agak Kecokelatan

Masukkan 3 sdm minyak beras ke wajan, lalu tumis bawang putih dan jahe dengan api besar. Kalau ditumis sampai sedikit kecokelatan, aromanya jadi dalam. Namun, perlu hati-hati karena kalau gosong akan terasa pahit. Kalau sudah agak kecokelatan, aromanya sudah cukup keluar. Ryuji mengatakan 3 sdm itu untuk 2–3 porsi, jadi minyaknya sebenarnya tidak terlalu banyak.

Berikutnya masukkan bawang bombai dan tumis dengan api besar. Ayam belum dimasukkan. Bawang bombai ditumis sampai benar-benar matang karena ia tidak ingin waktu merebusnya lama. Kalau direbus terlalu lama, ayam jadi keras; kalau kurang lama, rasanya tidak keluar. Ryuji menyebut keseimbangan ini "sulit". Bawang ditumis sampai tidak lagi renyah, melainkan seluruhnya layu seperti sudah direbus.

Ryuji mengatakan kari ini juga cocok untuk orang yang sedang menurunkan berat badan. Menurutnya, rasa puasnya begitu tinggi sampai sulit dipercaya bahwa ini makanan sehat.

13:26

Bumbu: Kecap Ikan untuk Menambah Umami

Setelah bawang bombai matang, masukkan dada ayam, lalu masukkan juga tomat segar dan tumis sebentar. Karena akan keluar cairan, air yang ditambahkan cukup sedikit. Untuk dada ayam sekitar 100 cc. Untuk paha ayam, karena waktu merebusnya lebih lama, menurutnya mungkin boleh sampai 120 cc.

Untuk bumbu, dengan asumsi nanti akan disesuaikan lagi, masukkan 2/3 sdt garam dan 1 sdm kecap ikan. Kecap ikan yang dipakai Ryuji adalah merek "Tiparos", dan kalau dimasukkan, rasanya jadi dalam seperti diberi kaldu. Tepat setelah dimasukkan, aroma ikannya cukup kuat, tetapi menurutnya justru itu yang nanti membuatnya sangat enak. Kecap ikan biasa pun tetap bisa menghasilkan kari yang enak. Kalau tidak punya kecap ikan, boleh pakai garam, tetapi umaminya akan kurang, jadi menurut Ryuji sebaiknya ditambahkan Ajinomoto sebanyak 3–4 kali tabur. Menurutnya, kalau umami bawang bombai dan ayam ditambah kecap ikan, umaminya sudah cukup, kurang lebih setara dengan memakai penyedap rasa.

Kecap ikan dan tomat sangat cocok. Ia juga menyebut ada resep saus tomat yang dibuat dengan kecap ikan ("Pasta Tomat Segar Serius"). Ketika staf menyampaikan bahwa banyak komentar dari penonton yang berkata "Saya percaya dan membeli kecap ikan", Ryuji menjawab, "Percaya saja, tidak apa-apa," dan mengatakan bahwa karena kanalnya sudah memasuki tahun ke-8, tidak ada salahnya sesekali membuat sesuatu yang sedikit lebih rumit.

Terakhir, masukkan 1 sdm ditambah 2 sdt (setara 5 sdt) bubuk kari. Bubuk kari yang dipakai kali ini adalah merek "Indian Curry". Dalam keadaan ini, rebus selama 10 menit.

15:27

Menikmati Perubahan Rasa Selama Merebus

Selama 10 menit merebus, Ryuji terus mengaduk dengan spatula, tetapi ia menegaskan itu hanya hobinya sehingga tidak perlu ditiru; cukup ditutup dan dibiarkan saja. Ia mengaku suka menikmati perubahan rasa yang makin dalam seiring perebusan. Awalnya rasanya segar, lalu makin dalam setiap kali direbus lebih lama, sehingga ia mengibaratkannya seperti hidangan course. Baginya, mencicipi selama memasak adalah makan itu sendiri, sekaligus hadiah bagi orang yang memasak. Menurutnya, rasa yang sudah direbus dan yang belum sama sekali berbeda, dan perubahan itulah yang menarik. Ia juga mengatakan kari adalah masakan yang dibuat berdasarkan perasaan, dan ia sangat menyukai masakan yang dibuat secara improvisasi. Ada juga momen ia bercanda kepada staf, "Kalian sampai ngeri, ya."

Apinya sedang, dan tutupnya digeser sedikit agar cairannya menguap sambil direbus. Kalau cairannya tersisa terlalu banyak, rasa karinya jadi encer. Ryuji mengatakan bahwa "api sedang" pada kompor induksi berbeda-beda tergantung modelnya, jadi sebaiknya patokannya adalah besar api seperti yang terlihat di video.

18:42

Kekentalan Berasal dari Sayuran, Bukan Tepung Terigu

Di tengah perebusan, kuahnya masih encer, dan staf berkata, "Belum seperti kari." Menurut Ryuji, kekentalan ini bukan dihasilkan dari merebus, melainkan muncul karena sayurannya sendiri pada dasarnya bertekstur kental. Ia juga mengatakan kalau ditambah tepung terigu, hasilnya bukan kari India lagi.

Karena kali ini memakai bawang bombai muda, karinya jadi cenderung encer. Karena itu, pada 2 menit terakhir tutupnya dibuka agar cairannya menguap. Hasilnya, menurut Ryuji, "kira-kira sekental ini", dan secara keseluruhan sudah tampak seperti kari. Mungkin ada yang ingin lebih kental, tetapi menurutnya kekentalan seperti ini membuat kari lebih ringan dimakan. Kari India seharusnya memakai rempah-rempah, tetapi kali ini ia memakai bubuk kari agar praktis. Ia menjelaskan bahwa cara membuatnya pada dasarnya adalah cara membuat kari India.

Soal tekstur dada ayam, Ryuji sendiri mengaku cukup suka dada ayam yang direbus. Di sisi lain, pasti ada orang yang tidak suka teksturnya yang seret, jadi ia menyarankan mereka membuatnya dengan paha ayam.

21:08

Mencicipi: Dada Ayam Tidak Masalah, Garam Lebih Sedikit

Beras basmati ditata di piring, lalu disiram kari. Isiannya berupa potongan besar. Ryuji memperkenalkannya sebagai kari India tomat segar yang menurutnya membuat ayam paling enak.

Staf yang mencicipinya menilai, "Dengan dada ayam sama sekali tidak masalah." Ryuji juga mengatakan dada ayam terasa ringan dan enak. Garamnya dikurangi dibanding sebelumnya, dan staf juga merasa yang sebelumnya sedikit lebih asin. Ryuji menambahkan, kalau kurang asin boleh ditaburi sedikit garam. Keduanya sepakat bahwa penyedap rasa tidak diperlukan.

Ketika ditanya mana yang lebih enak antara versi sebelumnya dengan paha ayam dan versi ini, staf sempat bimbang, "Dua-duanya enak," lalu menjawab mungkin yang ini karena mereka suka dada ayam. Ryuji mengatakan ini mungkin resep kari terbaiknya. Staf mengatakan bahwa setelah memakan ini, mereka jadi sadar bahwa kari ini lebih baik daripada kari rumahan yang biasa.

Karena bubuk karinya cukup banyak, ada rasa pedasnya, tetapi bubuk kari "Indian Curry" disebut tidak sepedas S&B. Katanya, kalau dibuat dengan S&B, hasilnya jadi cukup pedas. Soal tomat, mereka menilai memasukkannya adalah keputusan tepat karena menambahkan kesegaran.

22:54

Catatan Jika Memakai Beras Jepang

Sambil makan, Ryuji mengatakan bahwa sepertinya beras basmati tidak wajib. Karena rasa karinya tidak terlalu "India banget", ia rasa beras Jepang pun sudah cukup enak. Kalau tidak ada beras basmati, cukup pakai nasi biasa untuk 2 porsi. Namun, ia menambahkan bahwa beras Jepang tidak berasa asin seperti beras basmati yang direbus dengan garam, jadi sebaiknya karinya ditambah sejumput garam lagi. Penjelasan Ryuji, kalau nasinya berasa asin, keseluruhan hidangan jadi lebih menyatu.

Ryuji mengatakan 80 g beras basmati itu cukup banyak, tetapi tidak seperti beras biasa, beras ini bisa habis dimakan dengan mudah. Staf juga menyukai beras basmati karena tetap enak meski sudah dingin. Lalu mereka meminta agar lain kali dibuatkan gapao dengan beras basmati. Menurut mereka, gapao termasuk tiga makanan favorit teratas mereka. Ryuji menimpali bahwa ia belum pernah merilis gapao dengan dada ayam.

24:32

Kari dengan 3 Bumbu

Di akhir, Ryuji dan staf mengenang bahwa bumbu yang dipakai kali ini hanya garam, kecap ikan, dan bubuk kari. Staf mengatakan, kalau dengan bumbu yang sudah dipangkas sebanyak ini saja bisa seenak ini, mereka jadi bertanya-tanya selama ini kari yang mereka makan itu apa. Ryuji menilai sendiri bahwa ini resep yang bagus karena bisa mendapatkan protein sekaligus sayuran, dan ia ingin menyebarkan keunggulan beras basmati. Sebagai penutup, Ryuji mengajak penonton untuk membuatnya dengan beras Jepang untuk 2 porsi pun boleh, dan bagi yang punya waktu luang, cobalah sekali dengan beras basmati.